• Tidak ada hasil yang ditemukan

Seks: Homoseks

Dalam dokumen Buku Pegangan Pelayanan - MEDIA SABDA (Halaman 157-161)

Latar Belakang

Orang yang tertarik secara seksual kepada sesama jenis seksnya, biasa disebut homoseks. Bila itu terjadi pada wanita, disebut lesbian. Masalah ini sangat rumit dan sangat disalah mengerti oleh sebagian besar anggota masyarakat. Sifat masalahnya yang sangat rumit itu menolak penyamarataan, seolah lelaki yang mirip wanita atau wanita yang bersifat jantan, otomatis adalah homoseks (walaupun memang beberapa di antaranya menunjukkan ciri-ciri demikian). Celakanya, homoseksual sudah menjadi semacam gaya hidup yang dijalankan oleh banyak orang dan sedang menyerbu ke segala lapisan masyarakat. Bahkan, cukup banyak dari mereka yang berpendidikan, terhormat dan maju, yang memiliki kedudukan-kedudukan penting dalam dunia usaha dan industri, para ahli dan para pejabat, yang melakukannya.

Walaupun di antara kaum homoseks terjadi upaya gigih untuk membela gaya hidup mereka dan memperjuangkan hak mereka dengan membentuk organisasi golongan homoseks, namun banyak di antara mereka yang hidup dalam dua dunia sebagai akibat tekanan-tekanan masyarakat yang tidak bisa menerima. Karena usaha untuk menutupi kelakuan dan hubungan-hubungan mereka, banyak dari mereka yang hidup bersandiwara. Rasa takut ketahuan menghantui mereka dan tekanan berat rasa bersalah harus terus mereka pikul, disebabkan oleh kesadaran tentang dampak moral dari kebiasaan mereka.

Kelakuan sedemikian tidak bisa dihentikan sekedar dengan menganggapnya sebagai gaya hidup atau kecenderungan seksual yang berbeda. Juga bukan alasan mengatakan bahwa itu adalah "kelainan bawaan". Segala usaha untuk menjelaskan kelakuan tadi sebagai semacam penyakit, menghindari masalah intinya.

Allah tidak mengasihi para homoseks kurang dari kasih-Nya pada yang lain. Namun demikian, kelakuan semacam itu adalah penyimpangan dari aturan yang Al lah nyatakan. Walaupun banyak orang yang homoseksual merasa bahwa mereka tidak memilih kecenderungan seksual mereka itu, tetapi setidaknya mereka telah memberi respon kurang tepat pada kecenderungan tersebut. "Respon" inilah yang harus diselesaikan dalam terang Firman Tuhan.

Tidak sedikit pun keraguan ditimbulkan Alkitab tentang hubungan seksual yang patut:

"Sebab itu seorang laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan istrinya, sehingga keduanya menjadi satu daging." (Kej 2:24)

"Dan kamu, beranakcuculah dan bertambah banyak, sehingga tak terbilang jumlahmu di atas bumi, ya, bertambah banyaklah di atasnya." (Kej 9:7).

"Sesungguhnya, anak-anak lelaki adalah milik pusaka dari pada Tuhan, dan buah kandungan adalah suatu upah."

(Mazm 127:3).

"Hendaklah suami memenuhi kewajibannya terhadap istrinya, demikian pula istri terhadap suaminya. Istri tidak berkuasa atas tubuhnya diri, tetapi suaminya, demikian pula suami tidak berkuasa atas tubuhnya sendiri, tetapi istrinya." (1Kor 7:3,4).

Jelas menurut ayat-ayat tadi, Allah mengatur pembentukan dan pelestarian umat manusia, melalui kesatuan seksual seorang pria dan seorang wanita. Keluarga, yang terdiri dari ayah, ibu dan anak-anak dan merupakan dasar bagi masyarakat, merupakan bagian terpenting dalam rencana Allah tadi. Keluarga-keluarga adalah kekuatan utama dari masyarakat mana pun. Alkitab banyak berisi bukti yang mendukung pendapat ini. Walaupun demikian, tidak semua orang harus menikah dan memiliki anak. Hidup membujang pun merupakan bagian dari peraturan Allah.

Ada banyak lagi bagian Alkitab lainnya yang tidak mengizinkan homoseks. Di dalam Alkitab, homoseks didaftarkan bersama dosadosa kedagingan lainnya, seperti perzinahan, percabulan, pelacuran, hawa nafsu, dan sebagainya. Ia tidak dikecualikan sebagai "dosa khusus" yang sangat dibenci Allah melebihi dosa lain. Allah membereskan segala macam dosa melalui Salib. Hanya jika kita bersedia mengakui dosa kita, Allah baru akan membereskan

pemberontakan, kesombongan dan beban-beban berat di hati kita.

"Bagaimanapun kita berusaha membenarkan homoseksualitas sebagai pilihan lain dari hubungan heteroseksual, uraian dalam Roma 1 (Rom 1:1-32) jelas menyebutnya sebagai akibat dari hati yang jahat. Dengan menyatakan ini, tidak berarti kita menutup mata terhadap kejahatan-kejahatan dalam hubungan heteroseksual. Hubungan

heteroseksual yang melanggar susila tidak lebih baik atau pun lebih buruk dari hubungan homoseksual. Keduanya dihakimi Allah. Bila kita datang kepada Kristus, kita dituntut untuk bertobat dari dosa-dosa kita dan tidak lagi melakukan pola-pola hidup tak saleh yang kita nikmati sebelumnya."

Selesai

Gereja harus memeriksa ulang sikap dan perlakuannya terhadap homoseks dan lesbian, di masa lampau. Tentu saja gereja tidak dapat membiarkan atau menganjurkan mereka yang tidak bertobat untuk terus terlibat dalam

150

kehidupan bergereja. Namun demikian, gereja harus memperhatikan masalah ini secara jujur dan realistik dalam kasih dan pengertian. Allah tidak menginginkan seorang pun terikat oleh homoseksualitas. Kasih karunia-Nya cukup untuk memberikan kemenangan bagi mereka yang sedia menaklukkan masalah ini kepada-Nya. Gereja perlu mengambil prakarsa memberitakan pesan yang menimbulkan harapan ini kepada para homoseks.

Para homoseks yang mengalami kelepasan melalui kuasa Injil, akan menjadi sumber kekuatan bagi orang lain, walaupun mungkin mereka tidak akan bebas sepenuhnya dari kecenderungan-kecenderungan homoseksual dan pencobaan. Rasul Paulus menulis kepada mereka yang dulunya pernah terlibat dalam homoseksualitas dan dosa- dosa lainnya, sebagai berikut: "Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu. Tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah dibenarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita." (1Kor 6:11).

Hal ini memantapkan kita untuk menyaksikan kuasa pembaharuan yang terdapat di dalam Pribadi dan karya Yesus Kristus. Satu-satunya penawar masalah ini, seperti juga untuk semua jenis kelakuan dosa lainnya, ialah hubungan pribadi yang intim dan terus-menerus dengan Yesus Kristus Hubungan ini merupakan suatu proses pertumbuhan dan perubahan yang berlangsung terus. Kadang-kadang proses ini menyakitkan, diselingi oleh kegagalan dan ketawaran hati. Tetapi hambatan-hambatan tadi tidak perlu menimbulkan keputusasaan atau pemikiran bahwa semua usaha tadi tak perlu dilakukan sebab kelak akan buyar kembali. Persekutuan Kristen dengan Kristus, diperoleh berdasarkan 1Yohanes 1:9; pengakuan dosa mengakibatkan pemulihan kembali hubungan kita dengan Yesus Kristus.

Strategi Bimbingan

Untuk bersiap menghadapi pelayanan dalam masalah yang peka ini, pembimbing harus memeriksa sikap-sikapnya terhadap masalah tersebut. Jika seseorang tidak mampu menyatakan kasih dan karunia Allah secara obyektif dan murni kepada pelaku homoseksual, sebaiknya dia menyerahkan tugas itu pada orang lain.

Biasanya ada tiga hal yang harus dihadapi:

• Anggota keluarga yang baru saja sadar bahwa orang yang dikasihinya adalah seorang homoseksual bertanya:

"Bagaimana aku dapat hidup dengan kenyataan ini? Apa yang harus kulakukan?"

• Seseorang yang mengaku sebagai pelaku homoseksual dan mencari bimbingan. Biasanya seorang homoseksual berbicara sambil menutupi masalah atas keadaannya. Biasanya arah pembicaraannya akan seperti ini: "Aku punya seorang teman yang . . . "

• Seorang Kristen yang mengaku memiliki masalah ini.

Keluarga yang menanggung masalah ini:

1. Nasihatkan dia untuk tidak panik. Betapapun berat situasinya, dia dapat memohon Allah memberinya anugerah untuk menerima kenyataan

2. Anjurkan dia untuk tetap mengasihi. Kita harus mengasihi seperti Allah mengasihi kita semua -- walau bagaimanapun keadaan kita.

3. Dia tidak boleh menghakimi atau menghina. Berbuat demikian hanya mengakibatkan permusuhan dan putusnya komunikasi.

4. Di pihak lain, nasihatkan dia untuk tidak memaafkan atau membenarkan kelakuan homoseksual. Jangan menafsir seolah Alkitab membolehkan.

5. Berdiri atas prinsip Alkitab, dia harus bersikap tegas namun mengasihi, melayani orang yang terlibat itu dengan pedang Firman Tuhan, bukan dengan menjadikan Firman menjadi gada pemukul.

6. Anjurkan dia untuk menyerahkan orang yang dikasihinya kepada Allah dalam iman (lihat Ams 3:5,6), sambil memperdalam kehidupan doanya. Allah kadang-kadang mengizinkan kita hidup melewati situasi krisis tertentu, untuk memperdalam ketergantungan kita kepada-Nya.

7. Peringatkan dia untuk tidak memendam perasaan-perasaannya. Dia perlu mencari sahabat Kristen yang dapat dipercaya yang dengannya dia dapat berbagi rasa tentang keprihatinan dan kekecewaannya. Sahabat doa Kristen adalah sumber pertolongan yang besar.

8. Nasihatkan dia untuk bersiap-siap hidup dengan kekecewaan, jika situasi tidak berubah.

Pelaku Homoseks sendiri:

1. Sikap pembimbing harus ditandai oleh kasih dan pengertian. Seringkali anda harus berbicara dengan orang yang merasa sunyi, bersalah dan terbuang. Tunjukkan simpati dan perhatian tanpa menganggap rendah.

Bersiaplah menghalau tabir-tabir yang akan dibuatnya untuk menutupi maksud sesungguhnya dia meminta pelayanan. Jangan terpengaruh oleh tuduhan bahwa anda tidak merasakan apa yang dirasakannya. Jangan

151

memulai percakapan anda dengan mempertentangkan orang itu dengan gaya hidup dosanya. Ini akan keluar secara wajar sambil nanti anda menjelaskan "Damai dengan Allah", halaman 167.

2. Berusahalah membangkitkan keyakinannya dengan mengatakan: "Aku senang berbicara dengan anda dan akan menolong anda sekuat tenaga."

3. Pada saat yang tepat, pembimbing harus menunda dulu percakapan dengan menanyakan, apakah dia sudah menerima Yesus Kristus menjadi Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Lalu jelaskan "Damai dengan Allah", halaman 167. Tegaskan dia bahwa seperti halnya masalah lain yang dihadapi orang yang belum menerima Kristus, pengalaman kelahiran baru adalah langkah pertama menuju pemulihan rohani. "Ia menyegarkan jiwaku." (Mazm 23:3).

4. Jika dia menyambut, berdoalah bersamanya, memohon kelepasan dan pembaharuan akal budinya melalui kuasa Injil. Katakan bahwa dia harus bersedia mempersilakan Allah melakukan beberapa perubahan dalam kehidupannya, betapapun mengganggunya.

5. Nyatakan pentingnya dia mulai membaca dan mempelajari Firman Tuhan. Inilah sumber kita mengenal Allah dan jalan-jalan-Nya. Tak seorang pun dapat mengenal pikiran-pikiran Allah terlepas dari Alkitab.

6. Anjurkan dia memutuskan hubungan-hubungannya yang lama dan menggantinya dengan yang baru. Yang terbaik ialah dengan melibatkan diri menjadi bagian dalam suatu gereja yang mementingkan Firman, di mana dia bisa memperoleh persekutuan dan kekuatan melalui persahabatan dengan sesama Kristen yang baik.

7. Dia perlu mencari bantuan bimbingan secara profesional dari seorang psikolog Kristen atau pendeta yang menguasai masalah tersebut.

Pelaku Homoseks yang Kristen:

Perlu kita sadari bahwa ada banyak orang Kristen yang bergumul dengan homoseksualitas dan pencobaan dari masalah tersebut.

1. Dibutuhkan sikap kasih dan belas kasihan. Jadilah pendengar yang sabar, sampai anda mengerti masalahnya.

2. Pada saat yang tepat, jelaskan "Damai dengan Allah", halaman 167, untuk menguji apakah dia sudah menerima Kristus menjadi Juruselamat dan Tuhannya pribadi.

3. Jika anda menerima tantangan, atau jika dia berusaha membenarkan gaya hidupnya, pertentangkan dia dengan pesan Firman Tuhan tentang masalah ini secara sabar tetapi tegas. Tanyakan dia, bagaimana dia dapat menyelaraskan kelakuannya dengan ajaran Alkitab. Bagaimanapun dia berusaha, fakta bahwa Alkitab menyalahkan kelakuan homoseksual, tak dapat dipungkiri. Dia harus mengakui bahwa itu salah dan berdosa.

Pengakuan sedemikian kepada Tuhan disertai perpalingan diri dari kebiasaan-kebiasaan salah tersebut, adalah satu-satunya jalan untuk mendapat pemulihan diri.

4. Dorong dia untuk membaca dan mempelajari Alkitab. Penyerapan Firman akan menyebabkan

"pembaharuan akal budi". Dengan berubahnya pola-pola pemikiran, tindakan dan gaya hidupnya pun akan ikut berubah.

5. Anjurkan dia untuk melibatkan diri dengan suatu gereja yang mementingkan Firman Tuhan, demi untuk mengembangkan persekutuan, mempelajari Firman Allah, belajar berdoa, menyembah Tuhan dan melayani.

6. Anjurkan dia untuk mencari pertolongan tambahan dari seorang ahli bimbingan Kristen atau seorang pendeta.

Ayat Alkitab

Homoseksualitas adalah dosa:

"Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada keinginan hati mereka akan kecemaran, sehingga mereka saling mencemarkan tubuh mereka. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin. Karena itu Allah menyerahkan mereka kepada hawa nafsu yang memalukan, sebab isteri-isteri mereka mengganti persetubuhan yang wajar dengan yang tak wajar. Demikian juga suami-suami meninggalkan persetubuhan yang wajar dengan istri mereka dan menyala-nyala dalam berahi seorang terhadap yang lain, sehingga mereka melakukan kemesuman, laki- laki dengan laki-laki, dan karena itu mereka menerima dalam diri mereka balasan yang setimpal untuk kesesatan mereka." (Rom 1:24-27)

" . . . bahwa hukum Taurat itu bukanlah bagi orang yang benar, melainkan bagi orang durhaka . . . bagi orang cabul dan pemburit (homoseks), bagi penculik, bagi pendusta, bagi orang makan sumpah dan seterusnya segala sesuatu yang bertentangan dengan ajaran sehat yang berdasarkan Injil dari Allah yang mulia dan maha bahagia, seperti yang telah dipercayakan kepadaku." (1Tim 1:10,11)

152 Homoseksualitas akan diadili Allah:

"Atau tidak tahukah kamu, bahwa orang-orang yang tidak adil tidak akan mendapat bagian dalam Kerajaan Allah?"

(1Kor 6:9)

(Silakan baca juga Kejadian 18:1-33; 19:1-38).

Kuasa Kebebasan dalam Injil:

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang." (2Kor 5:17)

"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya . . . " (Rom 1:16).

"Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, untuk memberitakan tahun rahmat Tuhan telah datang."

(Luk 4:18,19) "Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya." (Yoh 1:12) "Dan beberapa orang di antara kamu demikianlah dahulu, tetapi kamu telah memberi dirimu disucikan, kamu telah dikuduskan, kamu telah di benarkan dalam nama Tuhan Yesus Kristus dan dalam Roh Allah kita." (1Kor 6:11).

Percobaan dapat diatasi:

"Pencobaan-pencobaan yang kamu alami ialah pencobaan-pencobaan biasa, yang tidak melebihi kekuatan manusia.

Sebab Allah setia dan karena itu Ia tidak akan membiarkan kamu dicobai melampaui kekuatanmu. Pada waktu kamu dicobai Ia akan memberikan kepadamu jalan keluar, sehingga kamu dapat menanggungnya." (1Kor 10:13).

"Sebab oleh karena Ia sendiri telah menderita karena pencobaan, maka Ia dapat menolong mereka yang dicobai."

(Ibr 2:18).

"Karena kita sekarang mempunyai Imam Besar Agung, yang telah melintasi semua langit, yaitu Yesus, Anak Allah, baiklah kita teguh berpegang pada pengakuan iman kita. Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah imam besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai, hanya tidak berbuat dosa. Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya." (Ibr 4:14-16).

Akal budi yang diperbaharui:

"Karena itu, saudara-saudara, demi kemurahan Allah aku menasihatkan kamu, supaya kamu mempersembahkan tubuhmu sebagai persembahan yang hidup, yang kudus dan yang berkenan kepada Allah: Itu adalah ibadahmu yang sejati. Janganlah kamu menjadi serupa dengan dunia ini, tetapi berubahlah oleh pembaharuan budimu, sehingga kamu dapat membedakan manakah kehendak Allah: apa yang baik, yang berkenan kepada Allah dan yang sempurna." (Rom 12:1,2)

" . . . yaitu bahwa kamu, berhubung dengan kehidupan kamu yang dahulu, harus menanggalkan manusia lama, yang menemui kebinasaannya oleh nafsunya yang menyesatkan, supaya kamu dibaharui di dalam roh dan pikiranmu, dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya." (Ef 4:22-24)

"Kami mematahkan setiap siasat orang dan merubuhkan setiap kubu yang dibangun oleh keangkuhan manusia untuk menentang pengenalan akan Allah. Kami menawan segala pikiran dan menaklukkannya kepada Kristus." (2Kor 10:5).

"Yang hatinya teguh Kaujagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya." (Yes 26:3).

153

72. Seks: Incest (Hubungan Seksual dengan Sesama Anggota

Dalam dokumen Buku Pegangan Pelayanan - MEDIA SABDA (Halaman 157-161)