ABSTRAK
B. Profil Singkat Pondok Pesantren Hidayatullah Makassar 1. Sejarah Singkat Lahirnya Hidayatullah Makassar
4. Sistem Pendidikan
Dalam menjalankan sistem pendidikannya pondok pesantren Hidayatullah Makassar berusaha mengembangkan potensi fitrah manusia: Fikriyah, ruhaniyah, jasmaniyah melalui berbagai bidang kependidikan yakni: Pegajaran, kepengasuhan dan kesantrian. Yang ketiganya dilakukan secara bersama-sama dengan tetap mempertimbangkan kebutuhan, ketersedian waktu dan fikiran dari setiap santri yang juga belajar di lembaga formal.
Atas dasar hal inilah, lembaga Pendidikan integral Hidayatullah Makassar memilki konsep pendidikan integral yang akan menjadi arah pendidikannya. Konsep yang dimaksud meliputi semua jenjang pendidikan dari Taman Kanak-kanak (TK) hingga menengah Atas (SMA). Oleh karena pendidikan telah menjadi kunci solusi paling mendasar dari semua cita-cita kelembagaan.
Ketua Burhanuddin J
Kadep Dakwah Muhtar Dg Lau
Kadep Sosial
Edy Qays, SE Kadep Pend
Abu Salsabilah Humas H.Bakri, S.Pd
Organisasi Hairun S.Pdi,
M.Pd i
Posdai
Abdul Kadir Q Kadep Ekonomi Husain,SE Sekretaris
Abul Hadi S, Pd i
Bendahara Munir S
Kerangka pertama adalah untuk dapat mewujudkan pendidikan integral sebagaimana yang diharapkan, langkah pertama yang perlu dilakukan adalah membuat desain konsepsional secara global tentang pendidikan yang dimaksud.
Kerangka kedua, Pendidikan Integral Hidayatullah ditetapkan memiliki tujuan pendidikan dan asas kurikulum beserta sistem pendidikannya secara khas berlandaskan pada Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW).
Pondok Pesantren Hidayatullah lahir dan berdiri di atas manhaj Sistematika Nuzulnya Wahyu (SNW). Kita menyakini bahwa SNW ini selaras dan merujuk pada framework Islam dan ittiba’ kepada Rasulullah saw. Manhaj ini lebih penting dari materi pelajaran dan guru. Manhaj inilah yang memberinya bentuk dan warna yang khas. Manhaj diperlukan Pesantren Hidayatullah untuk memahami dirinya sendiri.
Manhaj ini tidak hanya berurusan dengan fakta dan data. Ia berkaitan dengan pendekatan metodologis. Artinya, bagaimana data dan fakta itu dipahami. Data dan fakta yang ada itu harus diselaraskan dengan manhaj ini.
Itulah salah satu alasan mengapa Hidayatullah tidak bisa memakai manhaj peradaban asing. Ia bisa memakai metode asing tapi bukan manhajnya. Sains Barat, misalnya, tidak sepenuhnya ditolak atau diterima. Unsur asing perlu dicerna, diproses untuk diserap atau dibuang. Persis metabolisme tubuh manusia. Sebagian makanan perlu diserap, sebagian lagi harus dibuang. Kalau tidak demikian, maka kita akan salah atau bahkan melenceng jauh dari cita-cita berqur’an dan bersunnah.
Pendidikan yang ada di Pondok Pesantren Hidayatullah (baik proses maupun hasilnya) seluruhnya harus merujuk dan dijiwai oleh manhaj ini. Ia harus dapat diterjemahkan baik dalam proses belajar mengajar, budaya kerja, manajemen,
56
pengambilan keputusan, pembinaan SDM dan seluruh aspek lainnya yang ingin dicapai oleh lembaga ini.
Konsekuensinya ustadz/ustadzah,murrabi, pengasuh, murid/santri, karyawan dan seluruh warga Pesantren ini harus memahami manhaj ini dengan baik serta mengamalkan dalam kehidupan sehari-hari karena mereka adalah bagian yang berperan penting dalam memperagakan manhaj ini dalam kehidupan nyata. Manhaj ini membahas berbagai hal yang merupakan penanaman nilai, konsep, visi, standar, dan model kepribadian serta keyakinan.
a. Kepengasuhan
Kepengasuhan pondok pesantren Hidayatullah adalah pembinaan 24 jam dengan sistem asrama (boarding scool) yang memberikan tekanan pada pembentukan mental dan karakter santri melalui kegiatan-kegiatan spiritual dan skill melalui pendampingan-pendampingan (control) sehingga dalam diri santri tumbuh nilai kemanusian yang dilandasi dengan nilai ke Islaman
Sejak dini santri sudah dididik dan digembleng dan didorong untuk menjadi da’i-da’i yang professional yang Pondok Pesantren Hidayatullah ini selalu mengupayakan, menerapkan dan meningkatkan nilai-nilai agama pada masyarakat.
b. Pengajaran
Pengajaran adalah proses pembelajaran yang dilakukan melalui kegiatan belajar mengajar di kelas oleh santri dan ustadz dalam serangkaian mata pelajaran dengan sistem integral yaitu penggabungan mata pelajaran kemendikbud dan kepesantrenan (diniyah). Selain itu juga ditunjang dengan
kegiatan-kegiatan keilmuan. Melalui proses ini diharapkan akan terbangun wawasan yang luas, cara berfikir yang logis dan pemahaman yang utuh terhadap khasanah keilmuan Islam termasuk bidang studi yang ditekuni di lembaga pendidikan formal
c. Kesantrian
Kesantrian adalah bidang pendidikan di pondok pesantren Hidayatullah Makassar yang lebih banyak menekankan pada sisi kreatif, inisiatif, kepekaan, keberanian dan kecakapan santri dalam bidang-bidang yang diminati (eskstrakulikuler). Karenanya dalam proses ini seluruh kegiatan direncanakan, dilaksanakan dan dievaluasi sendiri oleh santri melalui organisasi santri yaitu:
Badan Eksekutif Santri (best) dengan berbagai kegiatan: Seni (ceramah, murottal,) olah raga, pengabdian masyarakat, kewirausahaan, lingkungan berbahasa (pengajaran bahasa asing), diskusi-diskusi, keterampilan-keterampilan dan kegiatan kerumah tanggaan.
Dalam paparan di atas dapat di simpulkan bahwah konsep pendidikan integral Hidayatullah adalah untuk mengembalikan fitrah manusia, di antara fitra manusia adalah:
a. Fitrah Spiritual.
Dalam hal ini santri di gembleng selalu pasrah, tunduk dan patuh kepada Allah, sehingga dalam hal ini sering dilakukan dimasjid, seperti shalat jama’ah, shalat tahajud, Sholat dhuha,baca Quran, dzikir dll.
58
b. Fitrah berakal budi.
Fitrah berakal budi merupakan untuk berfikir dan berzikir dalam memahami tanda-tanda keagungann Allah SWT “..
c. Fitrah kebersihan dan kesucian.
Hal ini di lakukan di pondok pesantren diberi tulisan yang berkaitan dengan kebersihan juga megadakan piket kebersihan, kerja bakti dan lomba kebersihan antar kamar.
d. Fitrah bermoral atau berakhlak.
Pondok pesantren Hidayatullah menjaga dan memelihara terhadap hal- hal yang berkaitan dengan moral, yang melanggar aturan-aturan yang belaku disini itu diberi sangsi yang sesuai dengan kesalahannya.dan kami di sini menerapkan system denda atau sanksi bagi santri yang melanggar aturan yang telah di tetap kan oleh Pembina
e. Fitrah kebenaran.
Para santri disini diberi kesempatan untuk mencari konsep kebenaran baik itu kebenaran mutlak maupun kebenaran nisbi dalam hal ini dilakukan bentuk forum dialog dan seminar.
f. Fitrah kemerdekaan.
Disini juga para santri dituntut untuk merasakan kebebasan dalam melaksanakan aktifitas apapun, karena itu semua sudah disepakati bersama.
Kebabasan yang di maksud adalah kebebasan santri mengemukakan pendapat dalam hal tujuan yang positif.
g. Fitrah Keadilan.
Fitrah ini harus dimiliki oleh para santri, hal ini diterapkan diberbagai tempat baik diwaktu diberi kepercayaan menjadi ketua kamar, pengurus Badan Eksekutif Santri (BEST).
h. Fitrah persamaan dan persatuan.
Contoh dari aplikatif fitrah tersebut dituangkan dalam bentuk memakai seragam putih-putih dalam shalat berjemaah dan juga bersama-sama dalam melaksanakn senam pagi dan yang lainnya.
i. Fitrah individu.
Dalam fitrah ini biasanya para santri , mencuci sendiri dan bagaimana mengatur dirinya sendiri.
j. Fitrah sosial,
Parasantri setiap hari jum’at dan hari selasa melakukan kerja bakhti, dan melakukan kerja sama dengan masyarakat, yang hal ini dilakukan dalam penagihan listrik.
k. Fitrah seksual,
fitrah ini merupakan untuk mengembangkan keturunan sehingga di pondok pesantren ini para santri diajarinya dengan mengaji kitab fiqhi, yang mana dalam hal ini dikhususkan kepada para santri menengah atas (SMA)
l. Fitrah ekonomi,
Dalam hal ini para santri diajari tentang kewirausahaan dengan mendatangkan pemateri yang menjelaskan pentingnya ekonomi untuk memenuhi kebutuhan hidup sekaligus diterapkan dalam bentuk koperasi.
60
m. Fitrah politik,
Disini juga diajari tentang politik dan aplikatifnya, seperti dalam pemilihan ketua OSIS atau Badan Eksekuti Santri. Sehingga tidak heran kalau diantara pendiri pondok pesantren Hidayatullah ini terjun dibidang perpolitikan.
Sebagaimana sebagaiman ustadz Ir Abdul Aziz Qahhar Mudzakkar yang sekarang menjadi anggota DPD RI.