BAB VI URGENSITAS TEKNOLOGI PENDIDIKAN PASCA
B. Efektivitas Teknologi Pendidikan Menyongsong Era
1. Sistem, Teknologi Informasi, serta Sistem
a. Sistem
Dalam konteks definitifnya, sistem diartikan sebagai sebuah kesatuan (unity) yang melingkupi aspek-aspek yang saling berinteraksi satu dengan lainnya. Interaksi yang saling berkaitan antarkomponen di dalam sistem memiliki tujuan untuk meraih tujuan dalam sebuah lingkungan yang kompleks.
Melalui pemaknaan tersebut maka dapat dikatakan bahwa setiap komponen yang ada di dalam suatu sistem melakukan upaya Kerjasama satu sama lain. Dalam proses interaksi tersebut, tidak menutup kemungkinan menimbulkan perubahan dinamika yang bersifat kontinu sehingga perlu senantiasa dikelola, dikendalikan, dan dikembangkan.
Para akademisi telah banyak memberikan penjelasan mengenai konsep sistem itu sendiri. Ludwig misalnya, menjelaskan konsep sistem sebagai kumpulan dari perangkat unsur yang memiki kaitan dan pengaruh satu sama lain dalam sebuah lingkaran tertentu.75 Hal senada juga dikemukakan oleh O’ Brien yang menilai sistem sebagai sebuah kumpulan antarkomponen, yang keseluruhannya saling berhubungan.76 Bahkan, secara lebih detail O’ Brien menjelaskan bahwa relasi yang terjadi di antara komponen dalam sebuah sistem tersebut mempunyai batasan- batasan spesifik yang cukup jelas dibedakan. Namun, komponen satu dan lainnya mampu saling melakukan Kerjasama untuk menggapai tujuan yang sama. Hal tersebut dilakukan melaui jalan receiving atau penerimaan atas masukan (input) yang kemudian diproses (processing) sehingga bermuara pada menghasilkan suatu luaran (output) dalam bentuk produk atau hasil tertentu.
Dengan demikian, apabila definisi sistem tersebut ditarik ke ranah pendidikan, dapat dinyatakan bahwa sistem pendidikan merupakan suatu kumpulan dari berbagai komponen pendidikan
75 Von Bertalanffy Ludwig, General System Theory: Foundations, Development, Application, (New York: George Braziller, Inc., 2016), hlm. 25.
76 James A. O’Brien & G.M. Marakas, Management Information Systems (10th Ed.), (Boston:
McGraw-Hill Irwin, 2017), hlm. 36.
yang dapat bekerjasama, beroperasi, saling berpengaruh, dan saling terintegrasi antara komponen pendidikan yang satu dengan komponen pendidikan lainnya, dengan tujuan untuk melakukan proses pendidikan dan mencapai tujuan pendidikan yang telah ditentukan. Dengan kata lain, sistem pendidikan memerlukan sebuah pengelolaan atau manajemen yang baik agar tujuan pendidikan dapat diraih dengan baik pula.
Melalui penjabaran definisi tersebut, dapat dilihat bahwa suatu sistem memiliki karakteristik mendasar yang membedakannya dengan konsep lain.77 Karakteristik tersebut antara lain:
(1). Sebuah sistem memiliki pola dinamis yang berorientasi pada pencapaian sebuah tujuan dengan segala perubahan yang terjadi selama proses tersebut berlangsung.
(2). Sebuah sistem merupakan satu kesatuan (unity) yang bersifat sinergis. Artinya, dalam suatu sistem ada ciri kesatuan usaha yang saling bersinergi antar unsur yang terdapat di dalamnya.
(3). Sistem merupakan suatu konsep yang bersifat terbuka terhadap lingkungan yang ada di sekitarnya. Sifat keterbukaan terhadap lingkungan tersebut membawa sebuah equifinality atau tidak harus mutlak. Target pencapaian tujuan dari suatu sistem bisa dilakukan dengan beragam cara disesuaikan dengan tantangan lingkungan yang dihadapi.
(4) Suatu sistem mampu melakukan sebuah transformasi yang mengubah masukan (input) menjadi luaran (output) sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh sistem tersebut.
(5). Tujuan dari sebuah sistem yang dirancang dengan baik, akan menghadirkan hubungan sinergis antarkomponen di dalam sistem tersebut. Hubungan antarunsur inilah yang menghasilkan apa yang disebut dengan istilah “analisis sistem”.
(6). Sistem memiliki variasi yang beragam. Sistem tertutup, sistem terbuka, dan sistem umpan balik merupakan tiga di antara beberapa variasi sistem.
77 Ety Rocaety, Sistem Informasi Manajemen Pendidikan, (Jakarta: PT. Bumi Aksara, 2005), hlm. 2-3.
(7). Di dalam sistem terdapat apa yang disebut dengan mekanisme pengendalian. Mekanisme ini menjadi sebuah bagian yang berperan dalam memberikan data informasi ke dalam sistem tentang dampak dari sistem terhadap capaian tujuan yang dicanangkan oleh sistem tersebut.
Sebagaimana pemaparan sebelumnya, beberapa jenis dari sistem dapat diudentifikasikan pada 3 ragam, yakni sistem tertutup dan sistem terbuka (Closed-Loop and Open-Loop System). Sistem tertutup merupakan suatu sistem yansg mempunyai target, pengendalian mekanis, serta feedback. Sedangkan sistem terbuka ialah sebuah sistem yang tidak mempunyai target, pengendalian mekanis, maupun feedback. Untuk memudahkan deskripsi kedua jenis sistem tersebut, penulis memvisualisasikannya melalui gambar berikut.
Input
Transformation/Process
Output Objective
Control Mechanism
Input
Transformation/Process
Output
Gambar 6.1 Sistem Tertutup (Closed-Loop System)
Input
Transformation/Process
Output Objective
Control Mechanism
Input
Transformation/Process
Output
Gambar 6.2 Sistem Terbuka (Open-Loop System)
Visualisasi dua gambar di atas menunjukkan distingsi antara sistem tertutup dan sistem terbuka. Secara jelas dapat
dilihat bahwa pada sistem terbuka tidak adanya target, kontrol mekanisme, ataupun feedback. Namun sebaliknya, ketiga item tersebut dapat dijumpai pada sistem tertutup.
b. Teknologi Informasi
Di era revolusi 5.0 saat ini, dunia seakan tidak lagi memiliki sekat batas wilayah. Informasi dari belahan dunia manapun dapat diketahui dan diakses dalam hitungan detik. Jenis informasi apapun juga dapat menyentuh segala sisi kehidupan, baik individual, masyarakat, hingga negara. Pada level individu misalnya, beragam informasi perlu untuk diakses, mulai dari informasi tentang kesehatan, edukasi, hingga informasi jasa dan produk lainnya. Disinilah pentingnya peranan sistem informasi guna menunjang produksi informasi maupun dukungan kepada otomatisasi pekerjaan yang dilaksanakan oleh bermacam sistem kerja yang ada di masyarakat.78
Teknologi Informasi diistilahkan pula dengan Information technology (IT) yang digunakan untuk menjelaskan tentang jenis teknologi apapun yang dapat membantu individu dalam menciptakan, menyimpan, mengubah, menyebarkan, maupun mengkomunikasikan suatu informasi. Dalam teknologi informasi akan didapati integrasi antara komunikasi kecepatan tinggi dengan komputasi. Penyatuan dua hal inilah yang bisa mengoptimalkan audio, data, maupun video menjadi suatu sistem informasi yang bermanfaat. Banyak hal yang dapat dijadikan contoh dari teknologi informasi. Personal computer (PC), televisi, telepon, gadget, dan notebook merupakan beberapa diantara perangkat yang menggunakan teknologi informasi sebagai komponen utama pengoptimalannya.
c. Sistem Informasi Manajemen
Pembahasan mengenai pengertian manajemen menjadi pintu masuk untuk dapat mencerna makna Sistem Informasi Manajemen (SIM) pad sus bab ini. Secara singkat dapat dijelaskan bahwa kata manajemen berasal dari kata “to manage” yang
78 H. M. Jogiyanto, Model Kesuksesan Sistem Informasi Teknologi, (Yogyakarta: ANDI, 2007), hlm. 59.
merupakan verb atau kata kerja dalam bahasa Inggris. Kata tersebut memiliki makna mengatur, mengurus, mengelola, dan melaksanakan.79 Sehingga ruang lingkup manajemen menyangkut segala sesuatu yang diurus, diatur, dan dikelola dengan tujuan direalisasikan seasuai dengan tujuan yang ingin dicapai oleh sistem yang membingkainya. Peran manajer -yakni subjek yang melakukan fungsi manajerial- bertindak sebagai pengrah manajemen. Dengan demikian, diperoleh kesimpulan bahwa manajemen memiliki empat komponen pokok, antara lain: (1).
Segala sesuatu yang akan dikonkritkan dalam bentuk realisasi; (2).
Memiliki ruang lingkup tertentu; (3). Berfokus pada ketepatan;
(4). Bersifat sebagai suatu arahan.80
Selanjutnya, cakupan definitif dari pengertian Sistem Informasi Manajemen (SIM) telah diungkap oleh banyak pakar.
Penulis menukil beberapa pengertian SIM sebagaimana dinukil oleh Rochety di bawah ini.81
(1). Sistem Informasi Manajemen (SIM) ialah sebuah metode yang di dalamnya dihasilkan ketepatan informasi manajerial mengenai operasi internal maupun lingkungan eksternal dari suatu organisasi. Fungsi-fungsi tersebut bertujuan untuk menyokong pengambilan keputusan sehingga mampu memperbaiki proses planning dan organizing.
(2). Sistem Informasi Manajemen (SIM) ialah seperangkat sistem yang dibuat oleh manusia dengan memadukannya dengan memanfaatkan mesin sehingga dapat menyuguhkan informasi untuk menyokong fungsi-fungsi manajemen, operasional, maupun proses pengambilan keputusan di suatu organisasi.
(3). Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah rancangan sistem penyajian informasi-informasi tertentu yang memiliki orientasi pada keputusan yang dibutuhkan dalam melakukan aktivitas planning, controlling, maupun evaluation dari suatu organisasi.
(4). Sistem Informasi Manajemen (SIM) ialah suatu sistem dalam bidang informasi yang diperlukan oleh seorang manajer
79 F. C. Gomes, Manajemen Sumberdaya manusia, (Yogyakarta: ANDI, 2002), hlm. 1.
80 B. Siswanti, Pengantar Manajemen, (Jakarta: Bumi Aksara, 2005), hlm. 11.
81 Ety Rocaety, Sistem Informasi Manajemen Pendidikan…, hlm. 17.
untuk mengambil keputusan secara tepat, baik secara kualitas maupun kuantitasnya.
(5). Sistem Informasi Manajemen (SIM) ialah sistem berpadunya sumberdaya manusia (SDM) dengan sumber daya selain SDM dengan pengoptimalan manfaat komputer di dalamnya untuk menghasilkan sejumlah fungsi-fungsi manajemen sebagai cara untuk mencapai tujuam organisasi.
Berdasarkan pada beberapa pengertian di atas, konklusi yang dapat diambil ialah bahwa Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan suatu kombinasi antara sejumlah perangkat di bidang teknologi informasi dan unsur Sumberdaya manusia (SDM) untuk melakukan aktivitas pemilihan, penyimpanan, pengolahan, serta pengambilan kembali keputusan dalam sebuah bidang tertentu.
Melalui redaksi yang lain, Sistem Informasi Manajemen (SIM) merupakan sebuah sistem yang sengaja dibuat untuk menyediakan informasi sebagai bahan dalam mengambil keputusan dalam aktivitas manajemen, yakni planning, organizing, actuating, dan controlling di sebuah organisasi.
2. Teknologi Pendidikan dalam Bingkai SiM-SdM: efektifitasnya