BAB III METODELOGI PENELITIAN
H. Sketsa Saluran
Skala 1:100
Gambar 15. Detail Model Saluran
I. Diagram Proses Penelitian Laboratorium
Tahapan penelitian yang dilakukan sesuai dengan bagan alir pada Gambar berikut ini
Mulai
Studi Litiretur
Persiapan Bahan
Persiapan dan Pembersihan Saluran
Running Kosong
Perletakan hamparan material di saluran
Uji Pengaliran dengan 3 variasi tinggi bukaan pintu Thomson (3 cm, 4cm, 5 cm)
Pengambilan Data
Kecepatan aliran (v), waktu pengaliran (t), kedalaman air (h)
Memenuhi
Pengolahan Data
Kesimpulan
Selesai
Gambar 16. Diagram Alur Penelitian Tidak
Ya
A. Pengaliran pada Saluran Terbuka
Dalam penelitian ini menggunakan 3 variasi tinggi bukaan pintu, maka akan menghasilkan 3 variasi debit :
Debit tinggi bukaan pintu 3 cm:
Q = 1,416 x (H)5/2 = 1,416 x (0,03)5/2 = 0,00022
= 0,5994
q
Debit tinggi bukaan pint 4 cm:
Q = 1,416 x (H)5/2 = 1,416 x (0,04)5/2 = 0,00045
= 0,5994
q
Debit tinggi bukaan 5 cm:
Q = 1,416 x (H)5/2 = 1,416 x (0,05)5/2 = 0,00079
= 0,5994
q
Froude (Fr), sebagai berikut :
√
Dimana : Fr = Froude g = Kecepatan Gravitasi V = Kecepatan h = kedalaman aliran Diketahui :
V = 0,396 m/dtk h = 0,030 m g = 9,81 Ditanyakan :
Fr...?
Pemyelesaian :
√
√
Hasil perhitungan bilangan Froude setiap variasi debit dan waktu yang digunakan dalam penelitian, dapat dilihat pada tabel berikut:
Sumber : hasil perhitungan
Gambar 15 Grafik hubungan angka Froude dengan kecepatan aliran pada debit 0,000313 m3/dtk.
Pada grafik diatas menunjukkan hubungan angka Froude dengan kecepatan aliran pada besar debit 0,000313 m3/dtk. Besarnya kecepatan berbanding lurus dengan angka Froude, semakin tinggi kecepatan semakin besar angka Froudenya.
(m/dtk) /TMA (m)
15 0,396 0,030 0,733
45 0,302 0,032 0,542
60 0,150 0,034 0,261
15 0,325 0,022 0,706
45 0,234 0,033 0,413
60 0,124 0,044 0,189
15 0,366 0,020 0,831
45 0,294 0,024 0,609
60 0,132 0,026 0,262
Awal
Tengah
Akhir
Sumber : hasil perhitungan
Gambar 16.Grafik hubungan angka Froude dengan kecepatan aliran pada debit 0,000642 m3/dtk.
Pada grafik diatas menunjukkan hubungan angka Froude dengan kecepatan aliran pada besar debit 0,000642 m3/dtk. Besarnya kecepatan berbanding lurus dengan angka Froude, semakin tinggi kecepatan semakin besar angka Froudenya.
(m/dtk) /TMA (m)
15 0,680 0,027 1,317
45 0,435 0,036 0,735
60 0,387 0,038 0,636
15 0,330 0,021 0,725
45 0,297 0,028 0,570
60 0,134 0,030 0,249
15 0,406 0,020 0,916
45 0,399 0,025 0,804
60 0,161 0,026 0,320
Awal
Tengah
Akhir
Sumber : hasil perhitungan
Gambar 17. Grafik hubungan angka Froude dengan kecepatan aliran pada Debit (Q3) 0,001121 m3/dtk.
Pada grafik diatas menunjukkan hubungan angka Froude dengan kecepatan aliran pada besar debit 0,000642 m3/dtk. Besarnya kecepatan berbanding lurus dengan angka Froude, semakin tinggi kecepatan semakin besar angka Froudenya.
(dtk) (m/dtk) (m) (Fr)
15 0,788 0,036 1,331
45 0,531 0,038 0,873
60 0,335 0,040 0,537
15 0,693 0,028 1,330
45 0,383 0,020 0,865
60 0,297 0,032 0,534
15 0,705 0,028 1,348
45 0,492 0,030 0,910
60 0,314 0,032 0,563
Awal
Tengah
Akhir
pada setiap variasi debit.
B. Analisa Kecepatan Geser, Tegangan Geser Dasar dan Tegangan Kritis
Untuk mengetahui kondisi dasar saluran, apakah terjadi gerusan atau pengendapan maka harus diketahui tengangan geser, dan tegangan kritis.
1. Perhitungan tegangan geser dasar
Untuk menghitung tegangan geser yang terjadi pada butiran maka digunakan persamaan:
Untuk mendapatkan kecepatan geser (U* ) : √
√
Hasil perhitungan kecepatan geser dan tegangan geser dapat dilihat pada tabel
menggunakan persamaan : = C . ( ) Dimana :
( ⁄ )
( )
( )
(
)
( )
Nilai C didapat dari grafik Shield Grafik Sheild
( –
( ) ⁄
Sumber : Hasil Perhitungan :
m3/dtk dtk m/dtk m m m/s N/m2 N/m2
15 0,396 0,030 0,733 0,003 0,0296 0,8751 0,6475
45 0,302 0,032 0,542 0,003 0,0306 0,9339 0,6475
60 0,150 0,034 0,261 0,003 0,0315 0,9928 0,6475
15 0,325 0,022 0,706 0,003 0,0252 0,6367 0,6475
45 0,234 0,033 0,413 0,003 0,0310 0,9594 0,6475
60 0,124 0,044 0,189 0,003 0,0359 1,2920 0,6475
15 0,366 0,020 0,831 0,003 0,0241 0,5827 0,6475
45 0,294 0,024 0,609 0,003 0,0265 0,7014 0,6475
60 0,132 0,026 0,262 0,003 0,0276 0,7603 0,6475
15 0,680 0,027 1,317 0,003 0,0283 0,7995 0,6475
45 0,435 0,036 0,735 0,003 0,0324 1,0516 0,6475
60 0,387 0,038 0,636 0,003 0,0333 1,1105 0,6475
15 0,330 0,021 0,725 0,003 0,0249 0,6200 0,6475
45 0,297 0,028 0,570 0,003 0,0285 0,8132 0,6475
60 0,134 0,030 0,249 0,003 0,0295 0,8721 0,6475
15 0,406 0,020 0,916 0,003 0,0243 0,5906 0,6475
45 0,399 0,025 0,804 0,003 0,0271 0,7367 0,6475
60 0,161 0,026 0,320 0,003 0,0275 0,7544 0,6475
15 0,788 0,036 1,331 0,003 0,0324 1,0516 0,6475
45 0,531 0,038 0,873 0,003 0,0333 1,1105 0,6475
60 0,335 0,040 0,537 0,003 0,0342 1,1694 0,6475
15 0,693 0,028 1,330 0,003 0,0285 0,8132 0,6475
45 0,383 0,020 0,865 0,003 0,0243 0,5896 0,6475
60 0,297 0,032 0,534 0,003 0,0305 0,9310 0,6475
15 0,705 0,028 1,348 0,003 0,0286 0,8191 0,6475
45 0,492 0,030 0,910 0,003 0,0296 0,8780 0,6475
60 0,314 0,032 0,563 0,003 0,0306 0,9369 0,6475
0,000642
0,001121
Awal
Tengah
Akhir
Awal
Tengah
Akhir 0,000313
Awal
Tengah
Akhir
geser kritis , maka dari itu terjadi gerakan sedimen.
C. Pengamatan Pengaruh Kecepatan terhadap Perubahan Konfigurasi Dasar Saluran
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan 3 variasi waktu yakni 15 menit, 45 menit, 60 menit dan 3 variasi debit yakni 0,000313 m3/dtk, 0,000642 m3/dtk, 0,001121 m3/dtk. Cara pengamatan dilakukan dengan mencatat kecepatan aliran menggunakan current meter dan tinggi muka air menggunakan mistar ukur pada setiap variasi waktu, sesuai dengan bukaan pintu di hulu saluran.
Untuk mengetahui bentuk konfigurasi dasar saluran dalam penelitian ini peneliti menggunakan dua pendekatan yakni dengan menggunakan grafik Albertson. Pertama membandingkan antar angka Froude dengan
( ) dan membandingkan antara
.
Hasil pengamatan konfigurasi dasar saluran dapat dilihat pada tabel berikut:
Sumber : Hasil perhitungan
15 0,733 0,030 0,085 29,581 0,811 0,163 trantation
45 0,542 0,031 0,108 30,56 0,785 0,166 trantation
60 0,261 0,032 0,212 31,508 0,762 0,168 trantation 15 0,706 0,025 0,122 25,232 0,951 0,151 trantation 45 0,413 0,031 0,138 30,974 0,775 0,167 trantation
60 0,189 0,036 0,225 35,944 0,668 0,180 antidunes
15 0,831 0,024 0,113 24,139 0,994 0,147 trantation 45 0,609 0,026 0,128 26,484 0,906 0,154 trantation 60 0,262 0,028 0,275 27,573 0,870 0,157 trantation 15 1,317 0,028 0,052 28,276 0,849 0,159 trantation
45 0,735 0,032 0,071 32,429 0,740 0,171 antidunes
60 0,636 0,033 0,078 33,324 0,720 0,173 antidunes
15 0,725 0,025 0,122 24,9 0,964 0,150 trantation
45 0,570 0,029 0,118 28,518 0,842 0,160 trantation 60 0,249 0,030 0,253 29,531 0,813 0,163 trantation 15 0,916 0,024 0,101 24,301 0,988 0,148 trantation 45 0,804 0,027 0,092 27,143 0,884 0,156 trantation 60 0,320 0,027 0,227 27,466 0,874 0,157 trantation
15 1,331 0,032 0,039 32,429 0,740 0,171 antidunes
45 0,873 0,033 0,057 33,324 0,720 0,173 antidunes
60 0,537 0,034 0,087 34,196 0,702 0,175 antidunes
15 1,330 0,029 0,051 28,518 0,842 0,160 trantation 45 0,865 0,024 0,107 24,281 0,988 0,148 trantation 60 0,534 0,031 0,110 30,512 0,787 0,166 trantation 15 1,348 0,029 0,050 28,621 0,839 0,160 trantation 45 0,910 0,030 0,069 29,631 0,810 0,163 trantation 60 0,563 0,031 0,104 30,608 0,784 0,166 trantation tengah
Akhir 0,000313
0,000642
0,001121
Awal
tengah
Akhir
Awal
tengah
Akhir
Awal
A. Kesimpulan
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan:
1. Perubahan konfigurasi dasar saluran yang diakibatkan oleh adanya perubahan kecepatan aliran pada penelitian ini yaitu konfigurasi dasar rata – rata berubah kebentuk antidunes di bagian awal dimana pada bagian ini data kecepatan aliran yang diperoleh lebih besar jika dibandingkan dengan kecepatan aliran yang ada dibagian tengah dan akhir. Selanjutnya pada bagian tengah dan akhir konfigurasi dasar berubah kebentuk transition dan kecepatan aliran melambat.
2. Ketika kecepatan aliran bertambah konfigurasi dasar berubah bentuk menjadi antidunes dan ketika kecepatan aliran berkurang konfigurasi dasar berubah bentuk menjadi transition.
B. Saran
Kami sadar penelitian ini jauh dari kesempurnaan, oleh karena itu kami menyarankan penelitian ini masih perlu dikaji untuk beberapa kondisi berikut :
diharapkan ada peneliti lain yang mengkaji lebih lanjut dengan menggunakan variasi kemiringan.
2. Bentuk konfigurasi dasar depengaruhi oleh kecepatan aliran dan besarnya diameter butiran. Sehingga diharapkan pada penelitian selanjutnya mengkaji lebih lanjut dengan menggunakan variasi butiran.
Irigasi dengan Membangkitkan Arus Turbulensi. Universitas Sebelas Maret: Surakarta.
Anggrahini., Ir.,M.,Sc. Hidrolika, Blambangan Offset: ITS
Asdak, C. 2014. Hidrolgi dan Pengolahan Daerah Aliran Sungai. Gajah Mada University Press, Yogyakarta.
Chow Ven Te. 1989. Hidrolika Saluran Terbuka (Open Channel Hydrolics) Terjemahan. Erlangga: Jakarta.
Kodoatie Robert.,J. Edisi Revisi 2009. Hidrolika Terapan, Andi Offset:
Yogyakarta.
Maedjikoen, Pragnyono, Transportasi Sedimen, UGM.
Mulyanto, 2007, Sungai Fungsi dan Sifat-sifatnya, Penerbit Graha Ilmu Pallu, Saleh, 2007, Diktat Metode Penelitian dan Penulisan Ilmiah. Teknik
Sipil Universitas Hasanuddin Makassar.
Pallu, Saleh, 2011, Diktat Sedimen Transport. Teknik Sipil Universitas Hasanuddin.
Sosrodarsono S., 2008, Perbaikan dan Pengaturan Sungai, PT. Tradnya Paramita, Jakarta.
Triatmodjo. Prof.Dr.Ir.,Bambang.,CES.,DEA. Revisi 2008. Hidraulika II, Beta Offset: Yogyakarta.
Ukiman. 2005 Tesis Studi Konfigurasi Dasar Saluran di Tikungan 900.
Program Pascasarjana Universitas Diponegoro.
Model saluran 2. Alat pengukur kecepatan
Current meter
Tanggal : Lebar Saluran (B) : : o,078 m Debit (Q) : m^3/dt Panjang Saluran : 1,5 m Waktu (t) : menit 15 menit Tinggi (H) : Suhu : 0^C20 c Tinggi Bukaan (H) : 3.cm Kedalaman Aliran (h)
1 2 3 1 2 3
Hulu (5 Cm)
1 2,9 2,8 2,95 0,029 0,669 0,233 0,624 0,509
2 3 2,9 3,05 0,030 0,279 0,17 0,442 0,297
3 3,1 3 3,15 0,031 0,292 0,202 0,653 0,382
4 3,05 2,95 3,1 0,030 0,381 0,181 0,475 0,346
5 2,9 2,8 2,95 0,029 0,378 0,281 0,676 0,445
Tengah
1 2,9 2,8 2,95 0,029 0,342 0,341 0,502 0,395
2 2,4 2,3 2,45 0,024 0,392 0,321 0,568 0,427
3 2,1 2 2,15 0,021 0,311 0,147 0,545 0,334
4 1,6 1,5 1,65 0,016 0,129 0,129 0,357 0,205
5 1,9 1,8 1,95 0,019 0,363 0,121 0,309 0,264
Hilir
1 1,9 1,8 1,95 0,019 0,461 0,216 0,507 0,395
2 2 1,9 2,05 0,013 0,23 0,192 0,147 0,190
3 2,2 2,1 2,25 0,021 0,299 0,222 0,798 0,440
4 2,4 2,3 2,45 0,023 0,192 0,332 0,68 0,401
5 2,5 2,4 2,55 0,024 0,334 0,272 0,611 0,406
Kedalaman Aliran (h) Kecepatan (v)
NO. h Rata-Rata V Rata-Rata
Suhu : 0^C Tinggi Bukaan (H) : 3.cm Kedalaman Aliran (h)
1 2 3 1 2 3
Hulu (5 Cm)
1 3,1 3 3,15 0,031 0,372 0,346 0,412 0,377
2 3,2 3,1 3,25 0,032 0,212 0,213 0,439 0,288
3 3,3 3,2 3,35 0,033 0,167 0,23 0,459 0,285
4 3,25 3,15 3,3 0,032 0,211 0,258 0,45 0,306
5 3,1 3 3,15 0,031 0,19 0,172 0,402 0,255
Tengah
1 3,1 3 3,15 0,084 0,159 0,169 0,371 0,233
2 2,6 2,5 2,65 0,080 0,151 0,141 0,327 0,206
3 2,3 2,2 2,35 0,078 0,157 0,144 0,459 0,253
4 1,8 1,7 1,85 0,075 0,147 0,148 0,455 0,250
5 2,1 2 2,15 0,077 0,146 0,147 0,386 0,226
Hilir
1 2,1 2 2,15 0,021 0,096 0,049 0,016 0,054
2 2,2 2,1 2,25 0,022 0,208 0,305 0,682 0,398
3 2,4 2,3 2,45 0,024 0,242 0,291 0,344 0,292
4 2,6 2,5 2,65 0,026 0,266 0,377 0,58 0,408
5 2,7 2,6 2,75 0,027 0,185 0,399 0,376 0,320
NO. Kedalaman Aliran (h)
h Rata-Rata Kecepatan (v)
V Rata-Rata
Suhu : o^C Tinggi Bukaan (H) : 3 Cm Kedalaman Aliran (h)
1 2 3 1 2 3
Hulu
1 3,3 3,2 3,35 0,033 0,181 0,227 0,079 0,162
2 3,4 3,3 3,45 0,034 0,158 0,163 0,199 0,173
3 3,5 3,4 3,55 0,035 0,156 0,171 0,082 0,136
4 3,45 3,35 3,5 0,034 0,164 0,158 0,1 0,141
5 3,3 3,2 3,35 0,033 0,157 0,156 0,097 0,137
Tengah
1 3,3 3,2 3,35 0,033 0,141 0,142 0,095 0,126
2 2,8 2,7 2,85 0,028 0,139 0,13 0,077 0,115
3 2,5 2,4 2,55 0,025 0,129 0,146 0,089 0,121
4 2 1,9 2,05 0,020 0,145 0,156 0,104 0,135
5 2,3 2,2 2,35 0,023 0,137 0,148 0,08 0,122
Hilir
1 2,3 2,2 2,35 0,023 0,159 0,169 0,101 0,143
2 2,4 2,3 2,45 0,024 0,151 0,141 0,084 0,125
3 2,6 2,5 2,65 0,026 0,157 0,144 0,107 0,136
4 2,8 2,7 2,85 0,028 0,147 0,148 0,089 0,128
5 2,9 2,8 2,95 0,029 0,146 0,147 0,088 0,127
No Kedalaman Aliran (h)
h Rata-Rata Kecpatan (V)
V Rata-Rata
Suhu : o^C Tinggi Bukaan (H) : 4 Cm Slope (I) :
Kedalaman Aliran (h)
1 2 3 1 2 3
Hulu
1 3,3 3,2 3,35 0,000 0,601 0,5 0,581 0,561
2 3,4 3,3 3,45 0,033 0,721 0,501 0,6 0,607
3 3,5 3,4 3,55 0,034 0,852 0,825 0,791 0,823
4 3,45 3,35 3,5 0,035 0,813 0,8 0,8 0,804
5 3,3 3,2 3,35 0,034 0,632 0,652 0,531 0,605
Tengah
1 3,3 3,2 3,35 0,000 0,305 0,3 0,201 0,269
2 2,8 2,7 2,85 0,033 0,386 0,35 0,27 0,335
3 2,5 2,4 2,55 0,028 0,274 0,266 0,301 0,280
4 2 1,9 2,05 0,025 0,359 0,286 0,501 0,382
5 2,3 2,2 2,35 0,020 0,399 0,385 0,364 0,383
Hilir
1 2,3 2,2 2,35 0,000 0,489 0,654 0,811 0,651
2 2,4 2,3 2,45 0,023 0,298 0,335 0,22 0,335
3 2,6 2,5 2,65 0,024 0,47 0,671 0,805 0,280
4 2,8 2,7 2,85 0,026 0,423 0,346 0,812 0,382
5 2,9 2,8 2,95 0,028 0,471 0,47 0,856 0,383
No Kedalaman Aliran (h) h Rata-
Rata
Kecpatan (V)
V Rata-Rata
Suhu : o^C Tinggi Bukaan (H) : 4 Cm Slope (I) :
Kedalaman Aliran (h)
1 2 3 1 2 3
Hulu
1 3,5 3,4 3,55 0,035 0,436 0,401 0,425 0,421
2 3,6 3,5 3,65 0,036 0,401 0,427 0,321 0,383
3 3,7 3,6 3,75 0,037 0,5 0,457 0,447 0,468
4 3,65 3,55 3,7 0,036 0,427 0,435 0,479 0,447
5 3,5 3,4 3,55 0,035 0,438 0,5 0,437 0,458
Tengah
1 3,5 3,4 3,55 0,035 0,201 0,17 0,302 0,224
2 3 2,9 3,05 0,030 0,2 0,104 0,202 0,169
3 2,7 2,6 2,75 0,027 0,3 0,302 0,2 0,267
4 2,2 2,1 2,25 0,022 0,451 0,407 0,41 0,423
5 2,5 2,4 2,55 0,025 0,375 0,403 0,423 0,400
Hilir
1 2,5 2,4 2,55 0,025 0,327 0,21 0,219 0,252
2 2,6 2,5 2,65 0,026 0,327 0,3 0,4 0,342
3 2,8 2,7 2,85 0,028 0,329 0,4 0,521 0,417
4 3 2,9 3,05 0,030 0,473 0,437 0,501 0,470
5 3,1 3 3,15 0,031 0,521 0,513 0,5 0,511
No Kedalaman Aliran (h)
h Rata-Rata Kecpatan (V)
V Rata-Rata
Suhu : o^C Tinggi Bukaan (H) : 4 Cm Kedalaman Aliran (h)
1 2 3 1 2 3
Hulu
1 3,7 3,6 3,75 0,037 0,271 0,325 0,327 0,308
2 3,8 3,7 3,85 0,038 0,201 0,3 0,321 0,274
3 3,9 3,8 3,95 0,039 0,427 0,401 0,42 0,416
4 3,85 3,75 3,9 0,038 0,537 0,329 0,487 0,451
5 3,7 3,6 3,75 0,037 0,428 0,5 0,527 0,485
Tengah
1 3,7 3,6 3,75 0,037 0,101 0,109 0,1 0,103
2 3,2 3,1 3,25 0,032 0,19 0,1 0,101 0,130
3 2,9 2,8 2,95 0,029 0,103 0,12 0,109 0,111
4 2,4 2,3 2,45 0,024 0,17 0,107 0,1 0,126
5 2,7 2,6 2,75 0,027 0,23 0,19 0,18 0,200
Hilir
1 2,7 2,6 2,75 0,018 0,19 0,1 0,171 0,154
2 2,8 2,7 2,85 0,019 0,101 0,14 0,18 0,140
3 3 2,9 3,05 0,020 0,17 0,102 0,17 0,147
4 3,2 3,1 3,25 0,021 0,19 0,173 0,13 0,164
5 3,3 3,2 3,35 0,022 0,2 0,19 0,202 0,197
No Kedalaman Aliran (h)
h Rata-Rata Kecpatan (V)
V Rata-Rata
Suhu : o^C Tinggi Bukaan (H) : 5 Cm Kedalaman Aliran (h)
1 2 3 1 2 3
Hulu
1 3,5 3,4 3,55 0,035 0,87 0,522 0,597 0,663
2 3,6 3,5 3,65 0,036 0,664 0,645 0,679 0,663
3 3,7 3,6 3,75 0,037 0,687 0,857 0,797 0,780
4 3,65 3,55 3,7 0,036 0,877 0,961 0,863 0,900
5 3,5 3,4 3,55 0,035 0,898 0,971 0,935 0,935
Tengah
1 3,5 3,4 3,55 0,035 0,637 0,747 0,532 0,639
2 3 2,9 3,05 0,030 0,678 0,671 0,591 0,647
3 2,7 2,6 2,75 0,027 0,769 0,7 0,657 0,709
4 2,2 2,1 2,25 0,022 0,621 0,792 0,629 0,681
5 2,5 2,4 2,55 0,025 0,8 0,782 0,782 0,788
Hilir
1 2,5 2,4 2,55 0,025 0,548 0,653 0,478 0,560
2 2,6 2,5 2,65 0,026 0,554 0,6 0,568 0,574
3 2,8 2,7 2,85 0,028 0,724 0,624 0,793 0,714
4 3 2,9 3,05 0,030 0,777 0,89 0,83 0,832
5 3,1 3 3,15 0,031 0,795 0,803 0,932 0,843
No Kedalaman Aliran (h)
h Rata-Rata Kecpatan (V)
V Rata-Rata
Suhu : o^C Tinggi Bukaan (H) : 5 Cm Kedalaman Aliran (h)
1 2 3 1 2 3
Hulu
1 3,7 3,6 3,75 0,037 0,643 0,540 0,491 0,558
2 3,8 3,7 3,85 0,038 0,589 0,570 0,415 0,525
3 3,9 3,8 3,95 0,039 0,497 0,499 0,630 0,542
4 3,85 3,75 3,9 0,038 0,438 0,478 0,609 0,508
5 3,7 3,6 3,75 0,037 0,56 0,498 0,509 0,522
Tengah
1 3,7 3,6 3,75 0,025 0,311 0,325 0,357 0,331
2 3,2 3,1 3,25 0,022 0,3 0,279 0,302 0,294
3 2,9 2,8 2,95 0,020 0,405 0,403 0,39 0,399
4 2,4 2,3 2,45 0,016 0,391 0,425 0,5 0,439
5 2,7 2,6 2,75 0,018 0,425 0,471 0,465 0,454
Hilir
1 2,7 2,6 2,75 0,027 0,564 0,431 0,748 0,581
2 2,8 2,7 2,85 0,028 0,573 0,469 0,598 0,547
3 3 2,9 3,05 0,030 0,432 0,314 0,415 0,387
4 3,2 3,1 3,25 0,032 0,476 0,373 0,598 0,482
5 3,3 3,2 3,35 0,033 0,39 0,267 0,735 0,464
No Kedalaman Aliran (h)
h Rata-Rata Kecpatan (V)
V Rata-Rata