• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Ilmu Biomedik Dasar a. Kriteria minimal

Fakultas kedokteran harus merumuskan dan memasukkan kontribusi ilmu biomedik dasar yang dibutuhkan untuk memperoleh dan menerapkan ilmu-ilmu klinik.

b. Kriteria Optimal

Fakultas kedokteran menyesuaikan dan memodifikasi kontribusi ilmu biomedis sesuai:

1) Perkembangan ilmu, teknologi kedokteran dan kasus klinik.

2) Hasil penilaian terhadap kebutuhan masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan saat ini serta antisipasinya ke depan.

c. Penjelasan

1) Ilmu biomedik dasar bisa mencakup anatomi, biokimia, biofisika, biologi sel, genetika, imunologi, mikrobiologi (termasuk bakteriologi, parasitologi dan virologi), biologi molekuler, patologi, farmakologi dan fisiologi.

2) Ilmu biomedik dasar mampu memanfaatkan secara optimum keragaman genetik bangsa Indonesia dan keragaman hayati sumber daya alam.

2. Ilmu Sosial dan Humaniora Kedokteran a. Kriteria Minimal

Fakultas kedokteran harus merumuskan dan memasukkan kontribusi ilmu perilaku, ilmu sosial, bioetika, hukum kedokteran dan yurisprudensi ilmu kedokteran untuk pemenuhan area kompetensi profesionalitas yang luhur, area kompetensi komunikasi efektif dan area kompetensi kolaborasi dan kerjasama.

b. Kriteria Optimal

Fakultas kedokteran meyesuaikan dan memodifikasi kontribusi ilmu humaniora kedokteran sesuai:

1) Perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi kedokteran dan pelayanan kesehatan.

2) Kebutuhan masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan saat ini.

3) Perubahan konteks demografis dan budaya.

c. Penjelasan

1) Ilmu humaniora kedokteran tergantung pada kebutuhan, minat, dan tradisi setempat.

2) Bioetik membahas tentang masalah moral dalam praktik medis seperti nilai, hak, dan tanggung jawab terkait dengan perilaku dokter dan pengambilan keputusan.

3) Hukum kedokteran membahas tentang hukum dan peraturan lain dari sistem pelayanan kesehatan, dari profesi dan praktik kedokteran, termasuk peraturan produksi dan penggunaan obat-obatan dan teknologi medis (perangkat, instrumen, dll).

4) Ilmu perilaku dan sosial, bioetik, dan hukum kedokteran mencakup pengetahuan, konsep, metode, keterampilan dan sikap yang diperlukan untuk memahami faktor-faktor sosial

ekonomi, demografi dan budaya dari penyebab, distribusi dan

konsekuensi dari masalah kesehatan sistem kesehatan nasional serta hak-hak pasien. Ini menunjang penguasaan analisis kebutuhan kesehatan masyarakat dan masyarakat, komunikasi efektif, pengambilan keputusan klinis dan kode etik kedokteran.

5) Ilmu pendidikan kedokteran mengenai bagaimana mahasiswa kedokteran dapat mengoptimalkan pengalaman belajar agar menguasai capaian pembelajaran yang diharapkan.

3. Ilmu Kedokteran dan Keterampilan Klinik a. Kriteria Minimal

1) Fakultas kedokteran harus mengidentifikasi dan memasukkan kontribusi ilmu klinis untuk memastikan mahasiswa:

a). Menguasai pengetahuan, sikap dan keterampilan klinis secara profesional agar dapat menjalankan tanggung jawab sebagai dokter.

b). Mengikuti proses pembelajaran melalui kontak dengan pasien yang terencana di rumah sakit dan wahana pendidikan klinik yang sesuai.

c). Memiliki pengalaman melakukan promosi kesehatan dan pencegahan penyakit.

2) Fakultas kedokteran menetapkan lama pendidikan klinik pada departemen klinik.

3) Fakultas kedokteran menyelenggarakan pendidikan klinik dengan mengutamakan keselamatan pasien.

b. Kriteria Optimal Fakultas kedokteran:

1) Menyesuaikan dan memodifikasi kontribusi ilmu klinis sesuai perkembangan ilmu, teknologi dan klinis serta kebutuhan masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan saat ini dan antisipasi ke depan.

2) Memastikan bahwa setiap mahasiswa melakukan kontak dengan pasien sejak dini dan secara bertahap, termasuk partisipasi dalam memberikan pelayanan kesehatan.

3) Menyusun struktur kurikulum untuk pendidikan klinik sesuai dengan tahap pendidikan.

c. Penjelasan

1) Ilmu kedokteran klinis – sesuai dengan kebutuhan, minat, dan tradisi lokal – meliputi anestesi, dermatologi, radiologi diagnostik, kedokteran darurat, praktik umum / keluarga, obat- obatan, geriatri, kebidanan dan kandungan, penyakit dalam (dengan subspesialisasi), kedokteran laboratorium, teknologi medis, neurologi, bedah saraf, onkologi &

radioterapi, ophthalmology, bedah ortopedi, oto-rhino- laryngology, pediatri, perawatan paliatif, fisioterapi, obat rehabilitasi, psikiatri, operasi (dengan subspesialisasi) dan venereologi (penyakit menular seksual).

2) Ilmu kedokteran klinis dilakukan pada akhir pendidikan.

3) Keterampilan klinis meliputi anamnesis, pemeriksaan fisik, keterampilan komunikasi, prosedur dan investigasi, praktik darurat, dan penulisan resep serta pelayanan pasien.

4) Keterampilan profesional mencakup keterampilan

manajemen pasien, keterampilan kerja tim / kepemimpinan tim dan pendidikan inter profesi.

5) Tanggung jawab klinis mencakup kegiatan yang berkaitan dengan promosi kesehatan, pencegahan penyakit dan pelayanan pasien.

6) Minimal sepertiga masa studi digunakan untuk pendidikan klinik di wahana pendidikan klinik.

7) Kontak terencana dengan pasien mencakup pertimbangan terhadap capaian pembelajaran serta frekuensi yang cukup untuk memberikan konteks klinik. Pendidikan klinik termasuk rotasi klinik (kepaniteraan).

8) Departemen klinik utama mencakup penyakit dalam (dengan subspesialisasi), bedah (dengan subspesialisasi), psikiatri, praktik umum/ kedokteran keluarga, kebidanan dan kandungan, serta kesehatan anak.

9) Keselamatan pasien membutuhkan supervisi terhadap kegiatan klinik yang dilakukan oleh mahasiswa.

10) Kontak pasien sejak dini terjadi di wahana pelayanan kesehatan primer (PPK 1) yang mencakup anamnesis, pemeriksaan fisik dan komunikasi.

11) Partisipasi dalam perawatan pasien mencakup tanggung jawab di bawah pengawasan untuk investigasi dan/ atau pengobatan kepada pasien yang dapat berlangsung di komunitas yang relevan.

4. Ilmu kesehatan Masyarakat/ Kedokteran Pencegahan/ Kedokteran Komunitas

a. Kriteria Minimal

Fakultas kedokteran merumuskan dan memasukkan kontribusi ilmu kesehatan masyarakat, ilmu kedokteran pencegahan dan ilmu kedokteran komunitas untuk memastikan mahasiswa:

Memiliki kemampuan memanfaatkan ilmu-ilmu epidemiologi, kedokteran pencegahan, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, kependudukan, kedokteran keluarga, administrasi, manajemen dan kebijakan kesehatan, perilaku dan pendidikan kesehatan, gizi masyarakat dalam melaksanakan praktik kedokteran.

b. Kriteria Optimal

1) Menyesuaikan dan memodifikasi kontribusi ilmu kesehatan masyarakat/ ilmu kedokteran komunitas/ ilmu kedokteran pencegahan sesuai perkembangan ilmu, teknologi dan klinis serta kebutuhan masyarakat dan sistem pelayanan kesehatan saat ini dan antisipasi ke depan.

2) Memastikan bahwa setiap mahasiswa memperoleh pendidikan komunitas sejak dini dan secara bertahap, termasuk partisipasi dalam memberikan pelayanan kesehatan pada fasilitas kesehatan tingkat pertama.

3) Menyusun struktur kurikulum untuk pendidikan komunitas sesuai dengan tahap pendidikan.

c. Penjelasan

1) Indonesia sangat luas dan beragam sumberdaya dan lingkungan alamnya maupun penduduknya, sehinga pendekatan pelayanan kesehatan harus beragam pula dan berbasis pada sistem kesehatan wilayah.

2) Dasar-dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat/ Kedokteran

Pencegahan/ Kedokteran Komunitas harus dipahami dan dikuasai oleh mahasiswa Kedokteran untuk diterapkan setelah lulus dalam mengatasi masalah kesehatan yang ada, baik itu masalah kesehatan individu, keluarga, komunitas maupun masyarakat umum. Ilmu-ilmu ini untuk menunjang pemenuhan Area kompetensi pengelolaan masalah kesehatan dan manajemen sumber daya serta area kompetensi keselamatan pasien dan mutu pelayanan kesehatan.

3) Dokter di Indonesia bisa jadi penyedia pelayanan kesehatan untuk:

a). Individu, keluarga, komunitas maupun masyarakat yang sehat agar supaya tetap sehat.

b). Individu, keluarga, komunitas maupun masyarakat yang berisiko agar tidak jatuh sakit.

c). Individu, keluarga, komunitas maupun masyarakat yang sakit agar mendapatkan kesembuhan, mengurangi kecacatan atau mempertahankan kualitas hidup.

4) Untuk mencapai tujuan di atas, dokter di Indonesia bisa bertindak sebagai edukator, manajer, komunikator maupun menjadi pemimpin tim kesehatan di dalam sistem pelayanan, penelitian maupun pendidikan kesehatan Kurikulum Ilmu Kesehatan Masyarakat/ Kedokteran Pencegahan/ Kedokteran Komunitas di Fakultas kedokteran yang sudah memenuhi kriteria minimal dapat dikembangkan atau dilanjutkan ke kriteria yang lebih tinggi untuk memenuhi kebutuhan individu, keluarga, komunitas maupun masyarakat umum yang selalu berubah dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, politik, budaya dan teknologi.

5. Ilmu Pendidikan Kedokteran a. Kriteria Minimal

Fakultas kedokteran merumuskan dan memasukkan kontribusi ilmu pendidikan kedokteran untuk memperkuat proses belajar.

b. Kriteria Optimal

1) Fakultas kedokteran dapat memasukkan muatan Ilmu Kurikulum, Ilmu Penilaian Hasil Belajar dan Ilmu Media Ajar sebagai peminatan bagi yang berminat untuk berprofesi sebagai pendidik.

2) Fakultas kedokteran melakukan evaluasi terhadap kontribusi ilmu pendidikan kedokteran secara berkala.

c. Penjelasan

1) Mahasiswa perlu menguasai ilmu pendidikan kedokteran untuk menunjang area kompetensi mawas diri dan pengembangan diri.

2) Fakultas kedokteran dapat menyediakan program elektif bagi mahasiswa yang tertarik untuk berkarir sebagai pendidik.

6. Ilmu Teknologi Informasi dan Komunikasi a. Kriteria Minimal

1) Fakultas kedokteran harus merumuskan dan memasukkan kontribusi ilmu teknologi informasi dan komunikasi untuk menunjang pemenuhan area kompetensi literasi teknologi informasi dan komunikasi.

2) Fakultas kedokteran memanfaatkan ilmu dan teknologi informasi dan komunikasi untuk menunjang proses pembelajaran.

b. Kriteria Optimal

1) Fakultas kedokteran memberikan kesempatan kepada sivitas akademika untuk memanfaatkan ilmu dan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses pembelajaran dan penelitian yang inovatif.

2) Fakultas kedokteran melibatkan rumah sakit dan wahana pendidikan dalam memanfaatkan ilmu dan teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan dan praktik kedokteran.

c. Penjelasan

1) Dengan perkembangan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) yang cepat, pemafaatan TIK di bidang pendidikan kedokteran dan pelayanan kesehatan telah berkembang pesat. Pemanfaatan augmented reality, virtual reality, telemedicine, robotic surgery, internet of things dan kecerdasan buatan (artificial intelligent) adalah suatu keniscayaan.

2) Fakultas kedokteran perlu menyediakan dosen yang menguasai ilmu TIK dan aplikasinya dalam bidang kedokteran dan kesehatan untuk mengampu muatan TIK.

C. STANDAR PROSES PENCAPAIAN KOMPETENSI BERDASARKAN TAHAP

Dokumen terkait