• Tidak ada hasil yang ditemukan

Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Dalam dokumen Lailatul Qomariyah NIM (Halaman 61-67)

E. Sistematika Pembahasan

2. Standar Kompetensi Lulusan (SKL)

Standar kompetensi lulusan diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 54 Tahun 2013 tentang standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah. Standar kompetensi lulusan merupakan ketentuan kemampuan lulusan yang mencangkup pengetahuan, sikap dan keterampilan. Standar kompetensi lulusan merupakan serangkain kriteria yang diharapkan bisa tercapai setelah menyelesaikan masa pendidikan dalam satuan pendidikan pada jenjang pendidikan dasar dan pendidikan menengah.59 Pengertian lain tentang standar kompetensi lulusan yakni seperangkat kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan yang dibakukan dan diwujudkan dengan hasil belajar peserta didik serta bisa diukur dan diamati untuk pengambilan keputusan bagi dosen, guru, tenaga pendidik, peserta didik, orang tua dan penentu kebijakan. dikarenakan standar kompetensi lulusan bermanfaat sebagai dasar pemantauan dan penilaian dari hasil belajar siswa.60 Secara garis besar standar kompetensi lulusan dapat dideskripsikan sebagai berikut:

a) Standar Kompetensi lulusan digunakan sebagai pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik dalam satuan pendidikan;

b) Standar kompetensi lulusan mencangkup kompetensi untuk seluruh mata pelajaran atau mata kuliah yang diampu;

58 Mulyasa, Implementasi Kurikulum 2013 Revisi,. (Jakarta: Bumi aksara, 2018). 28

59 Ibid. H.23

60 Irjus Indrawan , Jauhari, &Endro Pedinata, Manajemen Peserta Didik, (Pasuruan:Qiara Media. 2021) 93.

c) Standar kompetensi lulusan meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan.61 Standar Kompetensi Lulusan berfungsi sebagai kriteria atau tolak ukur dalam menentukan kelulusan peserta didik setiap satuan pendidikan, dan merupakan wujud peningkatan kualitas peserta didik secara mendasar serta menjadi pedoman penilaian dalam menentukan kelulusan peserta didik yang meliputi kompetensi pemahaman dalam seluruh mata pelajaran yang mencangkup aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan.62 Adapun tujuan standar kompetensi lulusan sebagai berikut:

a) Mewujudkan Standar Nasional dan Institusional Kompetensi Lulusan

b) Menjadi acuan dalam merumuskan kerangka,kriteria dasar pengendalian dan jaminan ,mutu lulusan

c) Memperkuat sikap profesionalisme lulusan secara nasional dengan tetap mempertimbangkan tuntutan institusional yakni meliputi Visi dan misi suatu sekolah63

Ruang lingkup standar kompetensi lulusan mencangkup kualifikasi kemampuan peserta didik yang diharapkan bisa mencapai dan menyelesaikan masa pembelajarannya di satuan pendidikan dan mampu menerapkan hasil belajarnya di tengah masyarakat. Standar kompetensi lulusan pada satuan pendidikan menengah kejuruan memiliki tujuan untuk meningkatkan kecerdasan, pengetahuan, akhlak mulia, kepribadian dan keterampilan untuk

61 Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2013 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2005 Tentang Standar Nasional Pendidikan.10.

62 Irjus Indrawan , Jauhari, & Endro Pedinata ,Manajemen Peserta didik ,93.

63 Ibid. 94

bisa hidup mandiri dan mengikuti pendidikan lebih lanjut sesuai dengan kejuruan yang diampu.64

Setiap lulusan satuan pendidikan dasar dan menengah memiliki tiga kompetensi yang harus dicapai yakni mencangkup Sikap, Pengetahuan dan Keterampilan. Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah menjelaskan bahwa:65

Tabel 2.2 Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar dan Menengah a) Lulusan SD/MI/SDLB/Paket A; SMP/MTS/SMPLB/Paket B; dan

SMA/MA/SMK/MAK/SMALB/Paket C, memiliki kompetensi pada dimensi sikap sebagai berikut:

SD/MI/SDLB/

Paket A

SMP/MTS/SMPLB/

Paket B

SMA/MA/SMK/MAK/

SMALB/ Paket C RUMUSAN

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap:

1. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa;

2. Berkarakter, jujur, dan peduli;

3. Bertanggung Jawab;

4. Pembelajaran sejati sepanjang hayat, dan

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap:

1. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa;

2. Berkarakter, jujur, dan peduli;

3. Bertanggung Jawab;

4. Pembelajaran sejati sepanjang hayat, dan

Memiliki perilaku yang mencerminkan sikap:

1. Beriman dan bertakwa kepada tuhan yang maha esa;

2. Berkarakter, jujur, dan peduli;

3. Bertanggung Jawab;

4. Pembelajaran sejati sepanjang hayat, dan 5. Sehat jasmani dan

rohani sesuai dengan perkembangan anak

64 Mulyasa, Implementasi Kurikulum 2013 Revisi.23.

65 Peraturan Menteri Pendidikan Dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2016 Tentang Standar Kompetensi Lulusan Pendidikan Dasar Dan Menengah.

5. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan

perkembangan anak di di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, lingkungan alam sekitar, bangsa dan negara.

5. Sehat jasmani dan rohani sesuai dengan

perkembangan anak di di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, lingkungan alam sekitar, bangsa, negara dan

kawasan regional.

di di lingkungan keluarga, sekolah, masyarakat, lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional dan internasional

b) Lulusan SD/MI/SDLB/Paket A; SMP/MTS/SMPLB/Paket B; dan SMA/MA/SMK/MAK/SMALB/Paket C, memiliki kompetensi pada dimensi pengetahuan sebagai berikut:

SD/MI/SDLB/

Paket A

SMP/MTS/SMPLB/

Paket B

SMA/MA/SMK/MAK/SMA LB/ Paket C

RUMUSAN Memiliki pengetahuan

faktual, konseptual, prosedural dan

metakognitif pada tingkat dasar berkenaan dengan:

1. Ilmu pengetahuan;

2. Teknologi;

3. Seni dan 4. Budaya.

Mampu mengaitkan pengetahuan diatas dalam konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat, lingkungan alam sekitar, bangsa dan negara.

Memiliki pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan

metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik

sederhana berkenaan dengan:

1. Ilmu pengetahuan;

2. Teknologi;

3. Seni dan 4. Budaya.

Mampu mengaitkan pengetahuan diatas dalam konteks diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat, lingkungan alam sekitar, bangsa,

Memiliki pengetahuan faktual, konseptual,

prosedural dan metakognitif pada tingkat teknis dan spesifik, detail, dan

kompleks berkenaan dengan:

1. Ilmu pengetahuan;

2. Teknologi;

3. Seni dan 4. Budaya.

Mampu mengaitkan pengetahuan diatas dalam konteks diri sendiri, keluarga, sekolah,

masyarakat, lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional dan internasional

negara dan kawasan regional.

Istilah pengetahuan faktual, konseptual, prosedural dan metakognitif pada masing-masing satuan pendidikan dijelaskan pada tabel berikut:

Tabel 2.3 Istilah Pengetahuan Faktual, Konseptual, Prosedural dan Metakognitif pada Satuan Pendidikan

PENJELASAN SD/MI/SDLB/

Paket A

SMP/MTS/ SMPLB/

Paket B

SMA/MA/SMK/

MAK/SMALB/

Paket C Faktual Pengetahuan dasar

berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan alam sekitar, bangsa, dan negara.

Pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sederhana berkaitan dengan ilmu

pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan alam sekitar, bangsa, negara dan kawasan regional.

Pengetahuan teknis dan spesifik, detail dan kompleks berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional dan internasional.

Konseptual Terminologi/istilah yang digunakan, klasifikasi, kategori, prinsip dan

generalisasi berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan alam sekitar, bangsa, dan

Terminologi/istilah yang digunakan, klasifikasi, kategori, prinsip dan teori yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan alam sekitar, bangsa,

Terminologi/istilah yang digunakan, klasifikasi, kategori, prinsip generalisasi, teori, model dan struktur berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan alam

negara. negara dan kawasan regional.

sekitar, bangsa, negara, kawasan regional dan internasional.

Prosedural Pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan alam sekitar, bangsa, dan negara.

Pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang terkait dengan pengetahuan, teknis, spesifik, algoritma, metode tingkat sederhana yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan alam sekitar, bangsa, negara dan kawasan regional.

Pengetahuan tentang cara melakukan sesuatu atau kegiatan yang terkait dengan pengetahuan, teknik spesifik algoritma, metode, kriteria untuk menentukan prosedur yang sesuai berkaitan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan alam sekitar, bangsa, negara, kawasan regional dan internasional.

Metakognitif Pengetahuan tentang kekuatan dan

kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan alam sekitar, bangsa, dan negara.

Pengetahuan tentang kekuatan dan

kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari pengetahuan teknis dan spesifik tingkat sederhana berkenaan dengan ilmu

pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan alam sekitar, bangsa, negara dan kawasan regional

Pengetahuan tentang kekuatan dan

kelemahan diri sendiri dan menggunakannya dalam mempelajari pengetahuan teknis dan spesifik, kompleks, kontekstual dan kondisional berkenaan dengan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya terkait dengan diri sendiri, keluarga, sekolah, masyarakat lingkungan alam sekitar, bangsa,

negara, kawasan regional dan internasional.

Dalam dokumen Lailatul Qomariyah NIM (Halaman 61-67)