F. Tahapan dan Waktu Pencapaian Mutu Pendidikan pada setiap SNP
4. STANDAR KOMPETENSI PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN
INDIKATOR PEMENUHAN
STANDAR ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR LANGKAH PEMENUHAN PERSONIL WAKTU/DURASI
PEMENUHAN HASIL
Guru mempunyai
kualifikasi minimal Tuntutan sebagai guru profesional harus memenuhi persyaratan sesuai PP no. 74 th. 2008 tentang Guru dan Dosen dan Permendiknas No. 16 tahun 2007 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Guru
Kepala sekolah dan pengawas mendorong guru yang belum S1/DIV untuk melanjutkan studi yang sesuai.
Kepala sekolah dan guru mengajukan beasiswa untuk studi S1/DIV.
Kepala sekolah, guru,
pengawas 4,5 tahun Kualifikasi pendidikan guru S1/DIV dibuktikan dengan ijazah
Guru melanjutkan studi S1/DIV dengan biaya beasiswa (Pemda, Pemprov, Pusat, pihak lainnya)
Jumlah guru memenuhi persyaratan minimal
Pemenuhan jumlah guru yang sesuai dengan rombongan belajar/mata pelajaran memberikan dukungan kebermutuan layanan pembelajaran
Kepala sekolah mengajukan penambahan jumlah guru kepada pemerintahan kab./kota melalui dinas pendidikan kab./kota;
Jika pengajuan ini belum direspon, padahal sekolah membutuhkan penambahan guru, kepala sekolah bersama dengan komite sekolah dan guru-guru melakukan rapat untuk mempertimbangkan perekrutan guru honorer yang dibiayai dari dana
Kepala sekolah, komite
sekolah Menjelang awal
tahun ajaran baru
Semua kebutuhan guru untuk rombongan belajar yang ada di sekolah dapat terpenuhi
INDIKATOR PEMENUHAN
STANDAR ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR LANGKAH PEMENUHAN PERSONIL WAKTU/DURASI
PEMENUHAN HASIL
sekolah, jika ada kelebihan jumlah guru/guru yang kekurangan jam mengajar, dapat diberi jadwal pada sekolah tersebut.
Guru mempunyai kompetensi yang dipersyaratkan
Bagian dari tuntutan Permendiknas No. 16 Tahun 2007 tentang Standar Kualifikasu Akademik dan Kompetensi
GuruUntuk mendapatkan kebermutuan dalam memberikan layanan pembelajaran bagi peserta didik
Kepala sekolah melakukan penilaian kompetensi guru (PKG)
Kepala sekolah bersama komite sekolah menyusun dan mengesahkan program peningkatan kompetensi guru untuk satu tahun.
Kepala sekolah dan guru-guru melaksanakan program peningkatan kompetensi guru.
Kepala Sekolah, Guru,
komite sekolah Sepajang tahun
ajaran Kompetensi guru yang kurang (hasil dari PKG) dapat ditingkatkan
Guru memiliki kebiasaan untuk
mengimplementasikan kemampuannya dalam layanan bagi peserta didik.
Kepala sekolah memiliki kualifikasi pendidikan minimal
Merupakan syarat formal yang harus dipenuhi dari Permendiknas No. 13 tahun 2007 tentang standar kepala
sekolah/madrasah
Kepala sekolah melanjutkan studi S1/D4;
Mengajukan bea siswa S1/D4 ke Pemerintahan kab./kota atau ke Pusat atau perusahaan sekitar melalui program CSR
Kepala sekolah Sepanjang
tahun ajaran Kepala sekolah dapat menyelesaikan studi, minimal S1/D4.
Konselor mempunyai kualifikasi pendidikan minimal
Tenaga Administrasi mempunyai kualifikasi pendidikan minimal
Tenaga perpustakaan mempunyai kualifikasi minimal
Merupakan syarat formal yang harus dipenuhi dari Permendiknas No. 24 tahun 2008 tentang Standar TAS/M,
Permendiknas No. 25 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan sekolah/
Madrasah, Permendiknas No. 26 tahun 2008 tentang Standar Tenaga
Laboratorium Sekolah/ Madrasah, Permendiknas No. 27 tahun 2008 tentang Standar Kualifikasi Akademik dan Kompetensi Konselor
TAS, Pustakawan, tenaga laboran, dan Konselor melanjutkan studi sesuai dengan tuntutan permendiknas (SMA/SMK, D3, S1/D4)
Kepala sekolah mendorong dan memfasilitasi TAS, Pustakawan, tenaga laboran, Konselor untuk melanjutkan studi sesuai dengan kualifikasi pada masing-masing Permendiknas.
Jika sekolah merekrut tenaga honorer untuk TAS, Pustakawan, tenaga laboran, Konselor, diusahakan untuk merekrut yang sudah memenuhi kualifikasi.
Kepala Sekolah, TAS, Pustakawan, tenaga laboran, Konselor
1 – 4 tahun TAS, Pustakawan, Laboran, Konselor memiliki kualifikasi yang sesuai dengan Permendiknas, yaitu:
TASD = SMK/sederajat TASMP = D3
TASMA/K = S1/D4 Kepala perpustakaan (pendidik) = S1/D4
Kepala perpustakaan (Non- pendidik) = D2 Ilmu perpustakaan
Tenaga perpustakaan = SMA/sederajat
Kepala Laboratorium (pendidik) = S1/D4
INDIKATOR PEMENUHAN
STANDAR ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR LANGKAH PEMENUHAN PERSONIL WAKTU/DURASI
PEMENUHAN HASIL
laboran mempunyai kualifikasi pendidikan minimal
= D3Teknisi Laboratorium = D2 Laboran sekolah = SMA/Sederajat Konselor = S1 Sekolah
mempunyai penjaga sekolah
Untuk memelihara dan menjaga sekolah dari gangguan sosial, bencana, dan lingkungan sekitar.
Jika memungkinkan, Kepala sekolah merekrut satu atau beberapa penjaga sekolah sesuai dengan kebutuhan sekolah
Kepala sekolah mengajukan pemenuhan tenaga penjaga sekolah kepada Pemerintah daerah kab./kota.
Kepala sekolah Sepanjang
tahun ajaran Sekolah memiliki penjaga sekolah sesuai kebutuhan
Kepala Sekolah mempunyai kompetensi yang dipersyaratkan
Mengelola dan memimpin sekolah merupakan hal yang kompleks dilihat dari urusan-urusan dan masalah-masalah yang harus ditangani dan dipecahkan oleh seorang kepala sekolah, karena itu, tanpa penguasaan kompetensi yang disyaratkan dalam Permendikan No. 13 tahun 2007, kemajuan sekolah akan sangat lambat, bahkan sekolah tidak akan berhasil mencapai visi dan misinya
Kepala sekolah melakukan penilaian diri sendiri untuk mengetahui
sejuahmana sudah/belum menguasai kompetensi yang disyaratkan. Hal ini dapat dilakukan dengan cara refleksi diri atau pengisian daftar checklist, atau bertanya kepada warga sekolah mengenai kekurangan kepala sekolah.
Kepala sekolah menyusun rencana pengembangan profesi secara berkelanjutan
Kepala sekolah mengimplementasikan program/kegiatan pengembangan diri melalui berbagai bentuk dan jenis kegiatan seperti: 1) mengikuti kegiatan pengembangan profesi di K3S atau MKKS. 2) meminta dibina secara langsung oleh pengawas pada kompetensi-kompetensi yang belum dikuasai, dll.
Kepala sekolah Sepanjang
tahun ajaran Kepala sekolah menguasai kompetensi yang
dipersyaratkan
INDIKATOR PEMENUHAN
STANDAR ALASAN PEMILIHAN INDIKATOR LANGKAH PEMENUHAN PERSONIL WAKTU/DURASI
PEMENUHAN HASIL
harus betul-betul dikuasai. Jika tidak, maka tindakan yang dilakukan oleh konselor akan sangat beresiko menyebabkan disorientasi kepribadian peserta didik.
pengawas, atau pihak lain yang dianggap kompeten.
Tenaga konselor menyusun rencana pengembangan keprofesian untuk satu tahun ajaran yang dilakukan setiap tahunnya.
Tenaga konselor melaksanakan program/kegiatan pengembangan kompetensi melalui berbagai cara, misalnya: penelitian tindakan, pembinaan oleh kepala sekolah, pembinaan oleh pengawas, MGMP BK, dll.
kompetensi.
Tenaga perpustakaan mempunyai kompetensi yang dipersyaratkan
Pengelolaan perpustakaan merupakan kegiatan yang secara langsung berkaitan dengan penyediaan atau fasilitasi belajar peserta didik, khususnya di ruang perpustakaan. Untuk memberikan dukungan yang optimal, diperlukan layanan yang professional, karenanya tenaga perpustakaan sekolah haruslah orang-orang yang memiliki kompetensi sebagaimana dipersyaratkan dalam Permendiknas No. 25 tahun 2008 tentang Standar Tenaga Perpustakaan sekolah/
Madrasah
Pustakawan sekolah/madrasah melakukan penilaian kompetensi sebagai tenaga perpustakaan sekolah/madrasah, baik melalui pengisian instrument, penilaian dari kepala sekolah, penilaian pengawas, atau pihak lain yang dianggap kompeten.
Pustakawan sekolah/madrasah menyusun rencana pengembangan keprofesian untuk satu tahun ajaran yang dilakukan pada setiap tahunnya.
Pustakawan sekolah/madrasah melaksanakan program/kegiatan pengembangan kompetensi melalui berbagai cara, misalnya: workshop pengembangan layanan perpustakaan, pembinaan langsung dari KS,
pembinaan langsung dari pengawas, mengikuti kegiatan asosiasi
pustakawan sekolah/madrasah, pelatihan ICT untuk tenaga
Kepala sekolah, tenaga perpustakaan sekolah/
madrasah
Sepanjang
tahun ajaran Kompetensi yang belum dikuasai oleh pustakawan sekolah dapat dikuasai secara bertahap dalam setiap tahunnya sesuai dengan hasil pemetaan kompetensi