BAB III PEMBAHASAN
A. Strategi Komunikasi Dinas P3AP2KB
Dalam melaksanakan suatu program sangat diperlukannya sebuah strategi komunikasi supaya program tersebut dapat tersampaikan dengan baik dan sesuai dengan tujuan dari programnya supaya program tersebut dapat diterima oleh sasaran yang akan dituju, dalam melakukan strategi komunikasi yang dilakukan dengan melalui sosialisasi dan penyuluhan yang berkaitan dengan penyadaran masyarakat melalui program pembentukan Kampung KB.
Pada dasarnya strategi merupakan suatu perencanaan program yang didalamnya memiliki tujuan dari adanya strategi tersebut, selain itu dengan kita menggunakan strategi menjadi salah satu cara untuk bagaimana mengetahui kondisi internal maupun eksternal dari objek yang dituju apakah program yang akan dijalankan dapat diterima dan tersampaikan atau tidak.
Sedangkan strategi komunikasi merupakan serangkaian dari kegiatan komunikasi yang dilakukan dengan tujuan untuk dapat mempengaruhi khalayak yang mendengarkan dan melihat, untuk dapat berubah menjadi lebih baik. Dengan adanya strategi komunikasi merupakan salah satu cara untuk dapat menstimulasi dan mempersuasi khalayak, oleh karena itu perlu sekali adanya sebuah strategi untuk dapat menjalankan suatu program, strategi komunikasi yang dilakukan untuk memberikan perubahan pada perilaku masyarakat.
Sosialisasi dan penyuluhan adalah strategi komunikasi yang dipilih oleh dinas P3AP2KB dalam menjalankan programnya, karena dengan sosialisasi dan penyuluhan program yang akan dilaksanakan dapat tersampaikan dengan jelas kepada masyarakat. Adanya sosialisasi dan penyuluhan dapat tersampaikannya program dari kampung KB yaitu BKB, BKR, BKL dan Lintas Sektor, hal itu tentunya menjadi salah satu cara bentuk dinas P3AP2KB dalam hal penyadaran masyarakat melalui kegiatan- kegiatan program kegiatan yang berkaitan dengan kampung KB dapat tersampaikan dengan baik dan langsung pada sasarannya dari komunikator kepada komunikan tanpa adanya hambatan miscommunication.
Strategi komunikasi yang dilakukan oleh dinas P3AP2KB dalam penyadaran masyarakat melalui program pembentukan kampung KB, dengan cara sosialisasi dan penyuluhan yang dilakukan kepada masyarakat melalui perlibatan program kegiatan kampung KB, media yang digunakan oleh dinas P3AP2KB dan kerjasama dinas P3AP2KB:
1. Pelibatan program kegiatan Kampung KB a. Bina Keluarga Balita (BKB)
BKB adalah Bina Keluarga Balita yang menjadi salah satu bentuk program kegiatan yang ada di kampung KB. BKB adalah program kegiatan yang melibatkan seluruh masyarakat di Dusun Dadapan khusus yang memiliki balita. Dengan tujuan untuk mengedukasi dan memberitahukan kepada masyarakat melalui posyandu yang ada didusun tersebut yang dilaksanakan setiap satu bulan sekali.
Program Bina Keluarga Balita ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan dan membina kesertaan ber KB bagi keluarga yang memiliki Balita, dalam mendukung terwujudnya keluarga kecil bahagia sejahtera dalam pelaksanaanya dinas P3AP2KB menggandeng kader-kader yang ada di dusun tersebut.
b. Bina Keluarga Remaja (BKR)
BKR adalah Bina Keluarga Remaja merupakan salah satu program kegiatan yang ada pada kampung KB di Dusun Dadapan kecamatan Turi. BKR adalah program kegiatan yang melibatkan seluruh masyarakat di Dusun Dadapan yang orangtuanya memiliki anak remaja. Dengan adanya BKR di kampung KB dengan tujuan
memberikan sosialisasi kepada remaja dengan menggunakan sosialisasi PIK R yaitu salah satu wadah yang dikembangkan dalam program GenRe yang dikelola dari oleh dan untuk Remaja/Mahasiswa guna untuk memberikan pelayanan informasi dan konseling tentang pendewasaan usia perkawinan. Oleh karena itu dinas P3AP2KB bekerjasama dengan kader kader yang ada ada pada kampung KB tersebut untuk mengajak para remaja nya untuk bergabung pada PIK R yaitu Pusat Informasi Konseling Remaja/Mahasiswa.
c. Bina Keluarga Lansia (BKL)
BKL adalah Bina keluarga lansia atau kelompok kegiatan yang dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan keluarga yang memiliki lanjut usia (Lansia) dalam pengasuhan, perawatan dan pemberdayaan lansia agar dapat meningkatkan kesejahteraannya. Tujuan dari kelompok Bina keluarga lansia yaitu meningkatkan kesejahteraan lansia melalui kepedulian dan peran keluarga dalam mewujudkan lansia yang yang takwa, produktif dan bermanfaat bagi masyarakat.
d. Lintas Sektor
Lintas sektor adalah salah satu bentuk kerjasaa yang dilakukan oleh dinas P3AP2KB dalam melaksanakan program nya yaitu Kampung KB. Menurut ibu Wiwik selaku kepala bidang P2KB sangat perlu diadakannya kerjasama dengan lintas sektor karena dapat memudahkan kebutuhan yang diperlukan oleh kampung KB. Kami
membutuhkan bantuan yang melibatkan lintas sektor seperti contoh ketika kampung KB Dusun Dadapan membutuhkan sosialisasi mengenai pendidikan maka kampung KB tersebut mendatangkan lintas sektor yaitu Dinas Pendidikan.
Dengan adanya program-program kegiatan yang dilaksanakan oleh kampung KB melalui sosialisasi dan penyuluhan dari dinas P3AP2KB dapat memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya KB. Melalui adanya program BKB, BKR, BKR dan Lintas Sektor tersebut nantinya masyarakat akan lebih aktif dan faham akan pentingnya KB serta dapat memberikan dampak yang baik bagi masyarakat setempat.
2. Media Dinas P3AP2KB
Media merupakan salah satu alat yang sangat dibutuhkan dalam melaksanakan suatu program untuk dapat langsung dirasakan oleh masyarakat. Media komunikasi yang digunakan oleh Dinas P3AP2KB dalam program pembentukan kampung KB yang digunakan sehari-hari hal ini untuk memudahkan dalam memberikan informasi dalam aktivitas yang dilakukan oleh dinas P3AP2KB. Media yang digunakan dalam melaksanakan program diantaranya adalah:
a. Brosur
Media yang digunakan oleh dinas P3AP2KB yaitu menggunakan brosur, karena di dalam brosur tersebut sudah menjelaskan secara ringkas tentang program yang dilaksanakan oleh Dinas P3AP2KB salah satunya yaitu pembuatan brosur yang fokus tentang kampung KB. Brosur ini dapat dimiliki oleh masyarakat yang datang ke dinas
P3AP2KB atau yang sedang mengikuti rangakaian kegiatan yang dilaksanakan oleh dinas P3AP2KB. Dengan adanya brosur dirasa dapat mempermudah masyarakat dalam mencari informasi mengenai kampung KB.
Gambar 4.
Brosur Kampung KB
Sumber: Dinas P3AP2KB Kabupaten Sleman b. Website
Dinas P3AP2KB menggunakan website karena untuk memudahkan masyarakat untuk dapat melihat apa saja program yang direncanakan dan program yang sudah terlaksana, bagaimana struktur organisasinya, apa saja kegiatan yang dilakukan dan lain sebagainya. Dengan membuka website http://dinp3ap2kb.
slemankab.go.id/profile/pejabat-struktural/struktur-organisasi-dinas- p3ap2kb-5-2/ maka masyarakat akan mendapat informasi dengan mudah. Mengapa dinas P3AP2KB memilih website untuk dijadikan salah satu media komunikasi selain brosur, karena dengan adanya
c. Baliho
Baliho adalah media yang digunakan untuk dapat mempersuasif masyarakat yang melihatnya, karena baliho merupakan media yang didalamnya terdapat sebuah foto dimana foto tersebut dapat menunjukan apa maksud dan tujuan. Degan menggunakan baliho maka masyarakat dapat melihat dan membaca dengan mudah, baliho ini ditaruh oleh pihak dinas P3AP2KB tepat didepan kecamatan Turi yang letaknya sangat strategis dengan jalan raya.
Gambar 5 Baliho KB
Sumber: Dokumentasi Pribadi d. Gapura bertuliskan Kampung KB
Gapura menjadi salah satu media yang menjadi icon nya ketika kampung tersebut sudah dijadikan sebagai kampung KB karena dengan adanya gapuro yang bertuliskan “Kampung KB” maka orang akan mengetahuinya. Gapura yang bertuliskan “Kampung KB” ini tepat didepan gapura masuk menuju Dusun Dadapan kampung KB.
Gambar 6 Gapura Kampung KB
Sumber: Dokumentasi Pribadi 3. Kerja sama Dinas P3AP2KB
Dinas P3AP2KB dalam melaksanakan programnya tidak terlepas dari kerja sama dengan berbagai pihak, selain melakukan lintas sektor dinas P3AP2KB melakukan kerjasama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Sleman.
“Kebetulan kami kan punya yang kelompok UPPKS kelompok ekonomi-ekonomi yang produktif seperti UMKM tapi masih berbentuk kecil yang masih ada di desa-desa kalau mereka kesulitan dengan mengenai modal itu kami bantu lewat BAZNAS itu membantu tapi memiliki syarat mempunyai embrio usaha, muslim, kemudian di kelompok tersebut terdapat KK miskin (kurang mampu)” (Ibu Suprapti Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Wawancara pada tanggal 24 Januari 2020).
Kemudian selain dinas P3AP2KB bekerjasama dengan BAZNAS, dinas P3AP2KB juga bekerjasama dengan STIE YKPN, dimana mereka terkadang menjadi narasumber dalam sosialisasi dan penyuluhan mengenai UMKM. Kemudian dengan pengelolaan keuangannya seperti apa, kemudian untuk pemasaran online-nya seperti apa mereka bisa
menghasilkan olahan makanan yang menjadi ciri khas kampung KB tersebut seperti yang sudah dilakukan oleh kampung KB didusun Dadapan mereka sudah membuat UMKM hasil dari tanaman masyarakat setempat yaitu salak, selain salak masyarakat setempat juga membuat tenongan yaitu jajanan pasar.
Pembentukan kampung KB yang dibentuk mulai pada tahun 2016 sesuai dengan tindak lanjut instruksi Presiden Ir. Joko Widodo di DIY telah dibentuk dan dicanangkan lima kampung KB oleh Gubernur DIY pada tanggal 2 Februari 2016 dan ditindaklanjuti dengan keputusan Bupati Sleman No. 52/Kep.KDH/A/2016 dan No.43/Kep.KDH/A/2018.
Dinas P3AP2KB dalam melaksanakan program pembentukan kampung KB di Dusun Dadapan Kecamatan Turi yang mulai dibentuk pada tahun 2018.
Dalam menjalankan programnya Dinas P3AP2KB menggunakan strategi komunikasi untuk dapat mengubah pola pikir dan kesadaran masyarakat untuk dapat menjalankan program tersebut, dinas P3AP2KB bekerjasama dengan kader-kader yang ada pada kampung KB tersebut.
4. Teori SWOT
Berdasarkan hasil temuan dilapangan berikut peneliti akan menjabarkan sesuai dengan teori yang peneliti gunakan yaitu menggunakan SWOT:
Tabel 6 Matriks SWOT Strengths
(Kekuatan)
Weakness (Kelemahan)
Opportunity (Peluang)
Threats (Ancaman) 1. Terciptanya
UMKM didalam Kampung KB
1. Tempat yang masih kurang strategis
1. Untuk meningkatkan kualitas masyarakat setempat dalam meningkatkan penggunaan KB
1. Masyarakat yang belum berpartisipasi aktif
2. Program ini mendapat dukungan dari pemerintah dan presiden Joko Widodo
2. Masih terdapat masyarakat yang belum
menggunakan KB
2. Adanya kerjasama dengan lintas sektor
Terdukungnya program KKBPK
2. Kepercayaan masyarakat masih tradisional
3. Adanya
kerjasama lintas sektor
3. Masih kurangnya dan lambatnya kesadaran
masyarakat untuk merespon
3. Program yang langsung
kepada masyarakat
4. Menjadi kebijakan Pemerintah
Kabupaten Sleman dalam program pembentukan
Kampung KB
4. Sebagai wadah dalam membantu masyarakat
5. Memiliki kader- kader yang ikut serta dalam kegiatan program kegiatan
Strengths (Kekuatan)
Weakness (Kelemahan)
Opportunity (Peluang)
Threats (Ancaman) 6. Program
kampung KB
menjadi program unggulan
Sumber: Olahan Peneliti
a. Strength (Kekuatan)
Dalam melakukan program pembentukan kampung KB di Dusun Dadapan, Kecamatan Turi, Dinas P3AP2KB memiliki kekuatan yang nantinya dapat dijadikan sebuah strategi dalam pembentukan program kampung KB, yang menjadi kekuatan dalam strategi komunikasi dalam program pembentukan kampung KB, yaitu untuk memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya KB serta dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Memberikan penyadaran kepada seluruh masyarakat pada kampung KB yang ada di Dusun Dadapan dan kualitas hidup keluarga kampung KB tanpa membeda-bedakan.
Program kampung KB ini menjadi salah satu program unggulan yang sudah dicanangkan oleh Presiden Ir. Joko Widodo pada tahun 2016 dan sudah menjadi kebijakan Nasional. Program dalam pembentukan kampung KB ini dicanangkan berdasarkan tujuan dari pemerintah sendiri yaitu, menekan jumlah pertumbuhan
penduduk dan menekan seluruh masyarakat untuk dapat memakai alat kontrasepsi jangka panjang untuk membangun masyarakat Indonesia yang berkualitas.
“Kampung KB ini adalah menjadi salah satu icon atau kegiatan prioritas yang memang Presiden Ir. Joko Widodo itu meminta kementerian dan pemerintahan daerah untuk dapat memiliki atau mendirikan kampung KB” (Ibu. Dwi Wiharyanti Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Wawancara pada tanggal 24 Januari 2020)
Pada dasarnya pemerintah memiliki tujuan yang nantinya dapat merubah keadaan dan memberikan penyadaran masyarakat akan pentingnya KB dengan cara melakukan program-program yang berkaitan dengan kampung KB, perubahan tersebut dapat dirasakan oleh seluruh masyarakat khususnya masyarakat Indonesia. Supaya perubahan tersebut dapat menjangkau semua sasaran yang akan dituju dan dapat memberikan penyadaran kepada masyarakat, program pemerintah yang dicanangkan oleh Presiden Ir. Joko Widodo bersama dengan pemerintah yaitu dinas P3AP2KB dengan melaksanakan program-program kampung KB.
Nantinya dapat memberikan penyadaran kepada masyarakat untuk melakukan revolusi mental yang berbasis kekeluargaan, dengancara yang dilakukan oleh dinas P3AP2KB yaitu sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat. Oleh karena itu, Presiden Ir.
Joko Widodo bersama dengan pemerintah melaksanakan program
Kampung KB merupakan salah satu program yang sangat bagus untuk mengatasi masalah-masalah kependudukan, yang nantinya dilaksanakan di tempat-tempat yang masih kurang terjangkau dari pemerintahan. Secara epistemologis, kampung bermakna sebagai tempat hunian sekumpulan orang atau keluarga yang menjadi cikal bakal terbentuknya desa. Karena itu, Kampung KB didefinisikan sebagai satuan wilayah setingkat RT / RW.
Pengertian kampung KB itu sendiri adalah satuan wilayah setingkat desa atau setara yang memiliki kriteria tertentu, dimana terdapat keterpaduan Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) dan Pembangunan sektor terkait yang dilaksanakan secara sistemik dan sistematis dalam rangka meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan masyarakat.
Adanya kerjasama yang dilakukan dengan berbagai pihak maka dapat memudahkan program tersebut berjalan baik dan sesuai dengan yang direncanakan, seperti halnya melakukan kerjasama dengan lintas sektor yang nantinya dapat memudahkan menjalankan program kegiatan yang berkaitan dengan kampung KB.
Kampung KB ini bertujuan agar diwilayah yang sudah ditentukan bisa terbentuk keluarga kecil yang berkualitas dan mandiri dan mampu mengembangkan kampung KB yang ada serta sadar akan KB.
Kemudian terciptanya UMKM yang dapat memajukan masyarakat setempat untuk mengasah kreatifitas masyarakat disana, supaya dapat menghasilkan suatu olahan, baik olahan pangan ataupun olahan kerajinan yang dapat menghasilkan keuntungan, kemajuan dan berkembangnya bagi kampung KB tersebut. Melalui olahan pangan yang berasal dari hasil tanam yang dilakukan masyarakat dari kampung KB tersebut, yang nantinya dapat menjadi olahan jajanan pasar dan berbagai olahan salak yang memiliki nilai jual.
“Dinas P3AP2KB kebetulan kan punya yang kelompok UPPKS kelompok ekonomi-ekonomi yang produktif seperti UMKM tapi masih berbentuk kecil yang masih ada di desa- desa” (Ibu Dwi Haryanti Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Wawancara tanggal 24 Januari 2020).
b. Weakness (Kelemahan)
Kelemahan berkaitan dengan apa yang didapatkan dalam program pembentukan kampung KB di Dusun Dadapan kecamatan Turi yaitu dari segi tempat atau wilayah yang kurang strategis, dimana di daerah tersebut kampung KB di Dusun Dadadapan ini masih terdapat kekurangannya, yaitu struktur tanah yang tidak rata
“legok” dan tempat yang masih kurang dari segi tata lingkungannya. Dengan tempat yang masih kurang strategis menjadi salah satu kelemahan yang didapatkan dalam pembentukan program kampung KB.
“Karena memang yang di sasaran kampung KB ini kan wilayah legok bukan wilayah yang sudah bagus. Termasuk kemiskinannya termasuk wilayah kumuh termasuk kesertaan KB nya juga masih rendah ya karena memang wilayah- wilayah legok kan memang ini harus berproses” (Ibu Dwi Haryanti Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Wawancara pada tanggal 24 Januari 2020).
Selain segi tempat yang belum rata, kelemahan itu juga masih terdapat masyarakat yang belum menggunakan KB. Sehingga jumlah pertumbuhan penduduk setiap tahunnya dapat meningkat, itulah mengapa alasan Dinas P3AP2KB menunjuk dusun tersebut untuk dijadikan sebagai kampung KB pada tahun 2018. Selain masih terdapat masyarakat yang belum menggunakan KB, kelemahan selanjutnya yaitu masih kurangnya kesadaran masyarakat mengenai KB.
Kelemahan yang terjadi yaitu kesadaran masyarakat masih rendah akan peran aktifnya didalam kampung KB, sehingga dinas P3AP2KB dengan kader-kader yang ada di kampung KB tersebut harus bekerja ekstra dalam menggerakan masyarakatnya supaya masyarakat kampung KB di Dusun Dadapan ini aktif.
“Jadi nanti di kampung KB ini juga akan dilihat bagaimana kaitannya dengan pelayanan dan kesadaran masyarakatnya dalam KB nya di sana misalnya oh kondisi awal dikampung kb dadapan itu pasangan usia suburnya misalnya 100 kemudian yang sudah menjadi peserta KB aktif baru60% lah nanti ditingkatkan jadi nanti yang belum menjadi peserta KB aktif yang seharusnya KB itu nanti dibina. Untuk target yang ditingkat kabupaten yang masuk tahun 2019 peserta aktif pasangan subur itu 76,50 nah nanti kalau untuk 2020 76,60”
(Ibu Dwi Wiharyanti Kepala Bidang Pengendalian Penduduk
dan Keluarga Berencana, Wawancara pada tanggal 24 Januari 2020)
Karena dengan keaktifan masyarakat dalam menjalankan seluruh kegiatan program kampung KB maka dapat memudahkan seluruh kegiatan yang ada pada kampung KB di Dusun Dadapan berjalan lebih baik lagi.
c. Opportunity (Peluang)
Opportunity atau peluang yang dapat berkaitan dengan situasi keadaan yang dapat menguntungkan bagi suatu organisasi didalamnya. Temuan dilapangan pada pengambilan data yaitu terdapat peluang yang dimiliki oleh Dinas P3AP2KB kabupaten sleman dalam melaksanakan strateginya dalam pembentukan program kampung KB di Dusun Dadapan kecamatan Turi, yaitu untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Harapannya dengan penunjukan dusun Dadapan sebagai kampung KB pada tahun 2018 dapat meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan cara menggunakan KB.
Selain meningkatkan kualitas masyarakat yang lebih baik, peluang selanjutnya yaitu bahwa program pembentukan kampung KB ini menjadi salah satu program yang dilaksanakan sesuai dengan kebijakan yang dicanangkan oleh Presiden Ir. Joko Widodo pada tahun 2016 yang menjadi program kebijakan nasional dengan tujuan untuk dapat meningkatkan kualitas masyarakat dan
menekan jumlah pertumbuhan penduduk dengan cara mengajak masyarakat untuk ber-KB. Selain peluang tersebut pembentukan program kampung KB ini dapat terlaksananya lintas sektor yang terkait untuk dapat menjalankan segala program-program kegiatan nantinya pada kampung KB.
“Kami juga menggandeng lintas sektor yang ada di kabupaten sleman jadi kegiatan-kegiatan mereka istilahnya pokja kampung KB tingkat kabupaten itu yang dimana anggotanya berasal dari opd-opd kita libatkan untuk pengembngan kampung KB” (Ibu Dwi Wiharyanti Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Wawancara pada tanggal 24 Januari 2020)
d. Threast (Ancaman)
Threats atau ancaman yang berkaitan dengan faktor yang dapat merugikan suatu organisasi tersebut. Pada pencarian data dilapangan ditemukan ancaman yang didapatkan oleh Dinas P3AP2KB dalam menjalankan strateginya pada pembentukan program kampung KB, yang nantinya dapat mempengaruhi terlaksananya program kampung KB di Dusun Dadapan, yaitu masyarakat yang belum berperan aktif dan masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam mengimplementasikan program kegiatan-kegiatan yang sudah direncanakan oleh Dinas P3AP2KB.
Kurangnya kesadaran masyarakat dapat mempengaruhi terhadap partisipasi-partisipasi masyarakat.
“Sasarannya seluruh keluarga baik bapak, ibu maupun anak- anaknya dan untuk kampung KB ini kan model pemberdayaan masyarakat itu diperlukan partisipasi aktif
dari masyarakat dan hasilnya akan beda-beda tergantung tingkat partisipasi masyarakatnya ini aktif atau enggak. Itu yang menjadi ancaman kami khawatirnya masyarakat tidak berpartisipasi aktif sebetulnya itu aja sih, kalau masyarakat sudah berpartisipasi aktif kemudian POKJA nya ini juga aktif kan gak masalah kuncinya hanya dari masyarakatnya meresponnya” (Ibu Suprapti Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Wawancara pada tanggal 24 Januari 2020)
Setelah peneliti melakukan penelitian secara mendalam dengan narasumber yaitu dinas P3AP2KB dan Ketua dari kampung KB di Dusun Dadapan beserta kader-kader didalamnya, berdasarkan data yang peneliti terima terdapat strategi komunikasi yang dilakukan pada kampung KB dengan melakukan sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat setempat serta memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya KB perlu kita ketahui bahwa masih minimnya kesadaran masyarakat setempat akan pentingnya KB, oleh karena itu dinas P3AP2KB memiliki program-program kegiatan yang dilakukan oleh dinas tersebut dalam menjalankan strateginya dalam memberikn penyadaran kepada masyarakat melalui program pembentukan kampung KB di Dusun Dadapan. Tercetusnya program kegiatan yang dapat memberdayakan seluruh masyarakat pada kampung KB didusun Dadapan yaitu terlaksananya Tribina dan lintas sektor.
Berdasarkan hasil wawancara dengan Ketua Kampung KB Dadapan kecamatan Turi Bapak Arfan mengatakan, bahwa strategi
memberikan penyadaran kepada masyarakat akan pentingnya KB yang dilakukan melalui sosialisasi dan penyuluhan kepada masyarakat dengan tujuan nantinya dapat memberikan kesadaran masyarakat, selain kurangnya kesadaran masyarakat yang tentunya menjadi permasalahan atau ancaman yang ada pada kampung KB di Dusun Dadapan. Oleh karena itu, Dinas P3AP2KB membentuk strategi komunikasi yaitu sosialisasi dan penyuluhan ke masyarakat yang berkaitan dengan tribina program pokok dari Dinas P3AP2KB yang harus dilaksanakan pada setiap dusun yang sudah ditunjuk kampung KB BKB, BKL, BKR dan Lintas Sektor yang dapat dimengerti dan dipahami serta dapat memberikan penyadaran kepada masyarakat supaya tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya KB dapat meningkat dan partisipasi masyarakat dapat meningkat.
“Penyadaran kepada masyarakat sangat diperlukan mengenai KB, karena masyarakat kita masih belum sadar akan pengetahuan tentang KB. Mereka hanya mengetahui saja tapi mereka tidak memahami dan belum sadar betul akan KB. Oleh karena itu kami memiliki strategi komunikasi melalui sosialisasi dan penyuluhan yang nantinya kami juga memiliki program-program kegiatan bisa memberikan kesadaran kepada masyarakat. Nantinya dengan adanya penyadaran masyarakat akan pentingnya KB dapat meningkatkan partisipasi masyarakat”. (Ibu Dwi Wiharyanti Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana dan Ibu Suprapti Kepala Bidang Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Wawancara pada tanggal 24 Januari 2020)
Dari hasil yang sudah peneliti lakukan menyatakan bahwa strategi komunikasi yang dilakukan oleh Dinas P3AP2KB, yaitu sosialisasi dan penyuluhan pada penyadaran masyarakat dalam