BAB I PEMBELAJARAN FILSAFAT PENDIDIKAN ISLAM
H. Pendekatan Dan Prosedur Pembelajaran
3) Strategi Pembelajaran
Strategi pembelajaran yang digunakan pada paket pembelajaran ini adalah strategi pembelajaran berbasis berpikir kritis. Strategi tersebut diwujudkan dalam kegiatan pra pembelajaran, kegiatan pembelajaran, metode penggunaan paket pembelajaran, dan tugas serta evaluasi belajar.
• Kegiatan Pra Pembelajaran
Kegiatan pra pembelajaran dilaksanakan pada pertemuan pertama, yang berlangsung selama 100 menit. Pada kegiatan ini dilakukan: (1) identifikasi karakteristik mahasiswa, (2) penyampaian kerangka isi pembelajaran, (3) penjelasan kegiatan pembelajaran.
Identifikasi Karakteristik Mahasiswa
Identifikasi karakteristik mahasiswa dilakukan untuk mengetahui tingkat kesiapan dan kemampuan mahasiswa dalam kaitan dengan mata kuliah Filsafat Pendidikan Islam.
Proses identifikasi dilakukan dengan cara mengajukan sejumlah pertanyaan yang diarahkan untuk mengukur pengetahuan, kemampuan, dan sikap mahasiswa terhadap mata kuliah yang akan dipelajari.
Sebagai contoh, dosen mengajukan pertanyaan: apakah mahasiswa sudah pernah kenal dengan mata kuliah ini sebelumnya?, Kalau sudah mengenal, kenalnya di mana, dan bagaimana pengetahuannya tentang mata kuliah ini. Kalau tidak mengenal seluruhnya, mungkin di antara mahasiswa ada yang sudah mengenal istilah Filsafat dan Pendidikan Islam. Pada tahap identifikasi ini, dosen dapat meminta kepada mahasiswa untuk menjelaskan “sesuatu” yang
sudah dia miliki terkait mata kuliah ini dengan bukti dan argumentasi- argumentasi pendukungnya. Sehingga, dengan cara itu akan diketahui posisi mahasiswa dalam perkuliahan, sehingga dosen dapat menetapkan strategi yang tepat, yang dapat mengantarkan mahasiswa mencapai tujuan pembelajaran secara efektif.
Penyampaian Kerangka Isi Pembelajaran
Penyampaian kerangka isi pembelajaran tidak dimaknai secara pasif, bahwa dosen menginformasikan secara lisan tentang isi pembelajaran. Akan tetapi, penyampaian kerangka isi dapat dilakukan dengan cara meminta kepada mahasiswa untuk membaca dan melakukan telaah kritis terhadap kerangka isi pembelajaran pada Bahan Ajar yang sudah dibagikan. Mahasiswa diminta menyampaikan pendapat terhadap kerangka isi pembelajaran yang ditawarkan pada paket pembelajaran. Dosen bisa menyampaikan bahwa kerangka isi yang sudah ada hanya merupakan suatu penawaran, mahasiswa bisa memberikan masukan (menambah atau mengurangi) apabila didukung oleh argumentasi- argumentasi yang logik. Namun, pada akhirnya, dosen dan mahasiswa harus memiliki keputusan/
kesepakatan tentang kerangka isi pembelajaran yang harus dikuasai oleh mahasiswa selama satu semester.
Penjelasan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran Filsafat Pendidikan Islam memanfaatkan buku paket hasil pengembangan, sebagai sumber primer. Kegiatan pembelajaran dapat berbentuk telaah kritis terhadap materi pembelajaran yang disiapkan dalam buku paket. Telaah kritis terhadap materi
pembelajaran dapat dilakukan oleh mahasiswa di mana saja dan dapat dilakukan secara individual dan kelompok. Hasil telaah kritis, kemudian, dipresentasikan dalam pertemuan tatap muka bersama dosen dan mahasiswa lain di kelas. Buku paket pembelajaran Filsafat Pendidikan Islam ini akan sangat memudahkan mahasiswa dalam belajar dan dalam mengukur sendiri pencapaian hasil belajarnya. Hal ini dimungkinkan karena paket pembelajaran ini telah dilengkapi dengan beragam komponen yang dibutuhkan oleh mahasiswa dalam belajar. Komponen-komponen dimaksud adalah; petunjuk penggunaan paket, tujuan khusus pembelajaran, uraian isi pembelajaran, rangkuman, soal latihan, kunci jawaban, balikan, dan daftar rujukan.
• Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran yang digunakan adalah pembelajaran berbasis berpikir kritis. Kegiatan pembelajaran ini, sebagaimana pembelajaran pada umumnya dibagi kedalam tiga tahapan kegiatan, yaitu tahap awal (pembuka), tahap inti, dan tahap penutup.
Tahap Pembuka
Tahap pembuka adalah tahapan untuk menciptakan suasana psikologis yang memungkinkan mahasiswa siap memasuki proses belajar yang sesungguhnya. Pada tahap ini dosen mengkomunikasi secara singkat mengenai pelajaran yang akan dibahas, serta memfasilitasi mahasiswa untuk menelaah garis-garis besar pembelajaran, seperti petunjuk penggunaan paket pembelajaran dan tujuan khusus pembelajaran. Setelah mahasiswa mencermati petunjuk dan tujuan pembelajaran, dosen mempersilahkan
mahasiswa untuk mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan petunjuk dan tujuan pembelajaran yang dicermati. Paling tidak, yang perlu dimantapkan pada tahap ini adalah: apakah antara tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dengan petunjuk pembelajaran terjadi sinkronisasi.
Tahap Inti
Pembelajaran berbasis berpikir kritis dengan menggunakan paket pembelajaran adalah pembelajaran yang diarahkan untuk menelaah secara kritis materi pembelajaran yang terdapat dalam paket. Menelaah secara kritis mengandung makna mahasiswa menganalisis, mensintesis, dan mengevaluasi isi paket untuk menghasilkan rumusan- rumusan baru dalam bidang yang sedang dipelajari.
Proses telaah kritis tersebut diharapkan telah berlangsung sebelum tatap muka di kelas dan terus menerus berlangsung selama proses pembelajaran. Oleh karena itu, aktivitas-aktivitas pembelajaran yang terjadi pada tahap ini adalah aktivitas yang memungkinkan mahasiswa berpikir kritis. Aktivitas tersebut antara lain adalah dialog mendalam dan diskusi kelompok, presentasi temuan, konfirmasi melalui tanya jawab yang intensif, belajar memecahkan suatu masalah. Secara sistematis kegiatan inti terdiri atas: Observasi, bertanya, eksperimen, evaluasi, konklusi, implikasi, dan refleksi.
Tugas utama dosen dalam kegiatan inti pembelajaran ini adalah memfasilitasi mahasiswa untuk menciptakan kondisi ideal yang memungkinkan terjadi proses pembelajaran yang diinginkan, dan memberi penguatan-penguatan selama diperlukan. Dosen memberi ruang yang luas untuk
mahasiswa mengekpresikan pikiran-pikirannya dengan bahasa- bahasa mereka sendiri.
Tahap Penutup
Tahap penutup merupakan tahapan di mana proses pembelajaran harus segera dihentikan. Oleh karena itu, pada tahap ini dosen mempersilahkan kepada mahasiswa untuk merumuskan kesimpulan dan keputusan-keputusan penting yang dapat diambil atau ditetapkan terkait materi pembelajaran yang sudah dipelajari. Pada tahap ini dilakukan juga refleksi terhadap proses pembelajaran, apakah proses pembelajaran sudah berlangsung sebagaimana mestinya atau masih terdapat kekurangan dan kendala di sana sini. Dan, seandainya pun ada kendala, maka mahasiswa memberikan masukan-masukan untuk perbaikan pada saat melakukan refleksi. Rencana Tindak Lanjut ( RTL) adalah sesuatu yang juga harus dihasilkan dalam kegiatan penutup. Dalam RTL dosen menyarankan mahasiswa untuk memperdalam dan mempertajam lagi analisis dan sintensis terhadap masalah yang sudah dibahas, serta menugaskan kepada mahasiswa untuk membaca dan mencermati lebih lanjut tugas- tugas berikutnya untuk dibahas dan didiskusikan bersama di kelas pada pertemuan selanjutnya.