OSP 2 Jateng 2 & D.I Yogyakarta
3) Kawasan Gajahwong
2.5 Strategi Pelaksanaan Penugasan
2.5.5. Strategi Pengendalian Kualitas Infrastruktur
Target Penanganan kawasan Jateng sebanyak 3 kawasan (tersebar Jawa Tengah 2 dan Yogyakarta sebanyak 1), sampai akhir Oktober baru 2 selesai , kawasan Purworejo masih proses pelaksanaan fisik dan satu Skala wasana tahap 2 masih proses lelang
Skala lingkungan BPM 2018.2019 dan 2020 sudah selesai dan kelengkapan data SIM sudah lengkap, namun BPM 2021 masih belum selesai (lokasi reguler dan Lokasi DFAT) ada keterlambatan. Strategi pengendalian di bidang infrastruktur disajikan adalah
Tabel 2.14 : Strategi Pengendalian Kegiatan Infrastruktur
Tujuan Penugasan Target Outcome/Output Strategi Operasional Waktu 1. Memastikan
pelaksanaan dan pencapaian tujuan program dan target indikator kinerja kunci (KPI) terkait dengan Komponen
Infrastruktur dan Layanan Perkotaan, termasuk pelayanan air minum dan sanitasi, di seluruh wilayah intervensi program, tidak terbatas pada kota-kota prioritas;
Infrastruktur 90%
terbangun dengan kualitas baik.
Peningkatan kegiatan infrastruktur water sanitation mendukung capaian KPI
Pendanaan BPM tetap terfocus pada pelayanan water sanitation
Pengendalian dan memastikan bahwa kegiatan layak dengan melakukan Sertifikasi
Mengawal perencanaan dengan melihat permasalahan baseline
Bimbingan &
coaching kepada tim korkot/askot bidang.
2019-2021
2-31
Monthly Report
OSP 2 Jateng 2 & D.I Yogyakarta
Monthly Report
OSP 2 Jateng 2 & D.I Yogyakarta DRAFT FINAL REPORT 2018-
2021 OSP 2 Jateng 2 & D.I Yogyakarta
Tujuan Penugasan Target Outcome/Output Strategi Operasional Waktu 2. Memberikan bantuan
teknis dan fasilitasi kepada Pemerintah Daerah melalui Pokja PKP dalam hal penyusunan DED, pengadaan barang dan jasa, pelaksanaan dan pemeliharaan
infrastuktur skala kota
Pemerintah
Kabupaten/Kota bersedia menyiapkan rencana induk dan rencana tapak penataan kawasan
permukiman kumuh, DED Infrastruktur Skala
Kawasan
Perencanaan kegiatan berdasarkan SK Kumuh walikota/bupati.
Usulan kegiatan
infrastruktur tahun 2019- 2021 sesuai dengan 7 aspek permasalahan kumuh dengan luasan kumuh >15ha
Surat Pernyataan
Kesiapan Pemda
menerima dan
memelihara asset
Excersize lokasi prioritas
penanganan kumuh kota.
Coaching clinic tingkat kota.
Bersama tim korkot memfasilitasi pokja PKP menyusun profil permukiman kumuh kota.
Koordinasi dengan pokja dalam serah terima dan
pemeliharaan infrastruktur
2019-2021
3. Memastikan persyaratan- persyaratan pengamanan
lingkungan dan sosial telah terpenuhi sebelum dilakukan konstruksi, termasuk safeguards pelayanan air minum dan sanitasi;
Lahan clear nad clean
dokumen pengelolaan lingkungan SPPL/UKL- UPL/LARAP sesuai yang diperlukan.
100% Kegiatan harus memiliki surat Izin pemanfaatan/pengguna lahan berupa surat izin pakai, izin dilalui atau hibah sesuai dengan kesepakatan dengan pemilik lahan
Penapisan pada semua usulan kegiatan baik skala lingkungan maupun skala kawasan serta dari dana kolaborasi.
Koordinasi dengan sub safeguard serta melakukan
pengecekan status lahan.
Koordinasi dengan tim korkot dan askot mandiri dalam memfasilitasi dan konsultasi dengan dinas/instansi terkait tentang pengelolaan dampak lingkungan
& social.
2019-2021
4. Mengkoordinasikan tim Koordinator Kota dan tim fasilitator dalam wilayah kerjanya untuk
melaksanakan kegiatan perencanaan,
perancangan, pembangunan, dan pemeliharaan
infrastruktur, termasuk air minum dan sanitasi, sesuai jadwal rencana kerja dan kualitas yang ditetapkan oleh program:
Produk Detail Engineering Design (DED) masing- masing kegiatan infrastruktur layak dan bisa diterapkan ditingkat lapang baik oleh warga maupun jasa konstruksi
Harga satuan
infrastruktur wajar serta mengacu pada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum No. 28/PRT/M/2016 tentang pedoman analisia harga satuan pekerjaan bidang pekerjaan umum
Bimbingan teknis kepada askot infrastruktur &
watsan dalam fasilitasi perencanaan pelaksanaan kegiatan.
Monitoring & ujipetik lapang pada lokasi BPM.
Monitoring dalam memastikan bahwa OJT telah
dilaksanakan ditingkat lapang.
2019-2021
2-32
DRAFT FINAL REPORT 2018-
Tujuan Penugasan Target Outcome/Output Strategi Operasional Waktu
Memantau progress melalui inputing data QS android dan SIM.
5. Berkoordinasi dan berkomunikasi intensif dengan Konsultan Manajemen Teknik sebagai konsultan pengawas (atau disebut TMC)
-Berkoordinasi secara intensif dengan TMC terkait manajemen data dan MIS;
-Mendukung dan
membantu TMC untuk memastikan kelancaran investasi pembiayaan blok atau pencairan investasi, pekerjaan sipil, dan O&M;
-Mendukung dan
membantu TMC dalam aspek-aspek atau kegiatan lain di area mereka, agar sesuai dengan kebutuhan untuk membantu masyarakat dan pemerintah daerah setempat, secara tepat waktu, mulus, efektif dan efisien;
Perencanaan kawasan, sehingga Pemda/Pemkot memiliki TEMA KAWASAN yang sesuai dengan rencana dan program yang dikembangkan Pemda (mengacu pada dokumen-dokumen perencanaan di level kabupaten/ kota);
Tercapainya kualitas mutu bahan material dan sesuai dengan spesifikasi teknis.
PERUBAHAN WAJAH KAWASAN jika infrastruktur
dibangun/kawasan yang ditata
Pelaksanaan skala kawasan tepat kualitas, tepat waktu, tepat biaya.
Mendampingi TMC dalam penyusunan review DED &
paparan DED ditingkat kota maupun provinsi.
Mendampingi TMC dalam koordinasi dengan Pemda dan ekspose Profil Kawasan
Koordinasi dengan TMC dan tim Korkot dalam monitoring pelaksanaan fisik kawasan.
Koordinasi dengan TMC dan tim korkot dalam progress fisik keuangan.
Membantu TMC dalam menerima kunjungan atau supervise dari pokja/bupati/walikota , tim satker, tim pusat maupun kementerian dan instansi lainnya yang berkompeten.
Kawasan Semanggi RW23 Surakarta tahun 2019- 2020
Kawasan Kutoarjo Purworejo tahun 2020- 2021
6. Bekerja sama dengan tenaga ahli terkait, untuk memantau penyiapan rencana Kawasan, termasuk pelayanan air minum dan sanitasi, yang terintegrasi di tingkat kota dan kelurahan;
Usulan infrastruktur Air Minum, Air Limbah dan Persampahan perlu mendapatkan
rekomendasi teknis dari instansi terkait di kota/kab atau provinsi
Perencanaan yang terintegrasi skala kota dengan skala lingkungan maupun kolaborasi
Koordinasi dengan tenaga ahli lain dan tim korkot dalam Fasilitasi
Keterpaduan
penanganan kumuh dan kegiatan antar multi sektor dengan Pokja PKP agar tidak tumpang tindih kegiatan dan
anggaran air minum dan sanitasi.
Memantau
pelaksanaan Ekspose /konsultasi DED ke Satker PKP
2020-2021
7. Bekerja sama dengan tenaga ahli terkait untuk mengelola kegiatan pengembangan kapasitas dan
komunikasi
Pelatihan yang Efektif sesuai dengan Kontrak
Optimalisasi peningkatan kapasitas pelaku melalu CB Mandiri
Memetakan materi kebutuhan bidang infrastruktur
sekaligus pemdandu yang kompeten di bidangnya
2019-2021
2-33
Monthly Report
OSP 2 Jateng 2 & D.I Yogyakarta
Monthly Report
OSP 2 Jateng 2 & D.I Yogyakarta DRAFT FINAL REPORT 2018-
2021 OSP 2 Jateng 2 & D.I Yogyakarta
Tujuan Penugasan Target Outcome/Output Strategi Operasional Waktu menyangkut materi
Infrastruktur Skala Lingkungan dan kawasan serta kota , termasuk pelayanan air minum dan sanitasi, misalnya mengadakan kegiatan pertukaran pengetahuan
(knowledge sharing) dan Expert Group Meeting (EGM) secara berkala dan jika diperlukan
Bersama dengan CB melaksanakan pelatihan secara berkala sesuai dengan kebutuhan terkait materi infrastruktur
Memantau dampak pelatihan terhadap pendampingan di lokasi
8. Berkoordinasi dengan tenaga ahli terkait dalam memantau pelaksanaan kegiatan infrastruktur, termasuk air minum dan sanitasi sesuai dengan rencana kawasan yang telah ditetapkan;
Pemantauan LARAP/UKL- UPL
Terpenuhi kebutuhan air minum dan sanitasi pada kawasan
Melakukan monitoring dan pemantauan kesepakatan dan rencana kerja dalam dokumen
LARAP/UKL-UPL
Koordinasi dengan pokja untuk
kelayakan dan operasional air minum & sanitasi.
2020-2021
9. Melakukan
pemantauan dan pengendalian
(monitoring) kegiatan infrastruktur di tingkat kabupaten/kota dan kelurahan, termasuk air minum dan sanitasi, antara lain:
Melaksanakan kendali mutu terhadap
konsistensi, kelengkapan dan akurasi data
infrastruktur, termasuk air minum dan sanitasi
Melakukan pembaruan data dan quick status terkait infrastruktur, termasuk air minum dan sanitasi, secara berkala ke dalam MIS
Pelaksanaan kegiatan infrastruktur tepat kualitas, tepat waktu, tepat biaya dan tertib administrasi
pembukuan fisik dan keuangan.
Ujilab kualitas mutu sesuai kebutuhan, termasuk pada air bersih.
Inputing data pada quick status dan MIS mingguan ditingkat Korkot.
Pemantauan secara rutin dan berkala pada progress pekerjaan fisik &
penyerapan keuangan.
Koordinasi dengan tim korkot dalam pengendalian kualitas pekerjaan dan uji mutu air serta inputing data MIS dan status kegiatan.
Ujipetik monitoring kegiatan
infrastruktur
bersama tim satker maupun tim korkot secara berkala (triwulan)
2020-2021
10.Memantau kinerja rencana dan realisasi kegiatan-kegiatan infrastruktur, air minum dan sanitasi termasuk melakukan tindakan korektif jika diperlukan, termasuk
Kesesuaian perencanaan dengan realisasi
Minimalisir dampak lingkungan & social.
Rekomendasi
perbaikan/revisi jika ada kegiatan yang tidak sesuai dengan ketentuan.
Ujipetik monitoring kegiatan
infrastruktur
bersama tim satker maupun tim korkot secara berkala (triwulan)
Rapat koordinasi
2019-2021
2-34
DRAFT FINAL REPORT 2018-
Tujuan Penugasan Target Outcome/Output Strategi Operasional Waktu mengkonsolidasikan
laporan evaluasi kinerja fasilitator teknis dan Askorkot
Kinerja fasilitator dan askot yang layak dan baik.
untuk evaluasi pelaksanaan kegiatan dengan tim korkot.
Memanatu dana analisis Opname kegiatan/sertifikasi kegiatan.
Pemantauan dan penilaian kinerja triwulan.
11.Bertanggungjawab penuh atas kesalahan, penyimpangan dan penyalahgunaan aktivitas infrastruktur di wilayah kerjanya, termasuk Mengambil langkah, peringatan, sanksi
Tidak adanya penyimpangan dan penyalahgunaan kewenangan pada kegiatan infrastruktur.
Administrasi pembukuan keuangan dan fisik yang baik.
Dokumen BPM 2019-2021 teruplaod dan
terverifikasi layak
Koordinasi & KBIK, pembinaan dan sanksi diterapkan sesuai
porsi/ketentuan.
Monitoring/kunjunga n lapang pada saat kegiatan fisik berlangsung dan administrasi.
2019-2021
2.5.6. Strategi Pengendalian safeguard dampak Sosial dan Lingkungan