• Tidak ada hasil yang ditemukan

H. Sistematika Penulisan

5. Struktur Organisasi Koperasi Tani Syariah Bina Usaha

Struktur organisasi sangat penting artinya bagi sebuah lembaga, begitu pula dengan Koperasi Bina Usaha Desa Pendem sebagai suatu

41 Zulkarnaen, Wawancara, Koperasi Syariah Bina Usaha, 12 Mei 2019.

lembaga badan usaha atau badan hukum, sudah barang tentu harus memiliki struktur organisasi. Adanya struktur lembaga atau organisasi tersebut menjadi pedoman dan gambaran dari koordinasi dan terorganisasinya pembagian tugas dan tangggungjawab serta wewenang dalam melaksanakan tugas dan fungsinya pada lembaga yang dikelola khususnya dalam hal ini Koperasi Bina Usaha Desa Pedem.

Selain itu struktur organisasi Koperasi Bina Usaha Desa Pedem.dapat memberikan gambaran tentang arah kebijakan masing- masing komponen atau unsur yang ada sehingga tujuan Koperasi Bina Usaha Desa Pedem.dapat dicapai semaksimal mungkin. Adapun struktur organisasi Koperasi Bina Usaha Desa Pedem tersebut dapat dilihat pada gambar di bawah ini sebagai berikut.

BAGAN SRUKTUR KEPENGURUSAN KOPERASI TANI SYARIAH BINA USAHA

Dasar penetapan pengurusan: Surat Keputusan Periode : 015/K-BU/Kep/II/2019

BID. KLINIK N. ANGKARI BID. KONVEKSI

IHSAN BID.PETERNAKAN

ABD. SYUKUR BID. MAAL

MULHAKIM

DEWAN PENGAWAS SYARIAH KETUA: H. SADARUDIN ANGGOTA: ABDUL HANNAN

BADAN PENGAWAS KETUA : H. JAMILUDIN ANGGOTA: H. SAHLAN ANGGOTA: IKIRIADI PENGURUS KOPERASI

KETUA: ABDUS SYUKUR SEKRETARIS:HILMAN HUMAIDI BENDAHARA: ZULKARNAEN

RAPAT ANGGOTA

BID. DISRTIBUTOR AIR MINUM TGH. GEDE SAKTI BID. KBIH

H. SADARUDIN BID. ELEKTRONIK

SUARDI BID. BANK SAMPAH

HILMAN H

BID. PROPERTY BQ. RUBAIYAH

BID. INVESTASI ZULKARNANEN BID. RUMAH

MAKAN BID. SAPROTAN

MARLIM

ANGGOTA

a. Daftar Pengurus (Struktur Organisasi, Terlampir) Tabel. 1

Pengurus Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa Pendem NO

NAMA JABATAN PERIODE

KET

AWAL AKHIR

1 Abdusy Syukur Ketua 02-11-

2009

02-11- 2019

2 Hilman Humaidi Sekretaris 02-11-

2009

02-11- 2019

3 Zulkarnain Bendahara 02-11-

2009

02-11- 2019

Sumber: Dokumentasi Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa Pendem, dikutip tanggal 10 Mei 2019.42

b. Daftar Pengawas

Tabel. 2

Nama-Nama Pengawas Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa Pendem

NO NAMA JABATAN

PERIODE

KET

AWAL AKHIR

1 H. Sahlan Pengawas 1 25-01-2009 25-01-2018 2 Ikriadi Pengawas 2 25-01-2009 25-01-2018 3 H. Jamiludin Pengawas 3 25-01-2009 25-01-2018

Sumber: Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa pendem, dikutip tanggal 10 Mei 2019.43

42Sumber:Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa Pendem, Dikutip Tanggal 10 Mei 2019.

43Sumber:Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa Pendem, Dikutip tanggal 10 Mei 2019.

c. Daftar Pegawai/ Karyawan

Tabel. 3

Nama-Nama Pegawai/Karyawan Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa Pendem

NO NAMA JABATAN UNIT

KERJA/USAHA KET

1 Sumardi Kolektor Penagihan SP

2 Suardan Kolektor Penagihan SP

3 M.Zakaria Kolektor Penagihan SP

4 H. Abdul Maad Kolektor Penagihan SP

5 Marlim Kolektor Penagihan SP

6 H.Sahrudin Kolektor Penagihan SP

7 Hamdi Kolektor Penagihan SP

8 M. Karna Kolektor Penagihan SP

9 Jamaludin Staf Simpan Pinjam

10 Mulhakim Staf Simpan Pinjam

11 Suwarni Kolektor Penagihan SP

12 Lalu Ahmad Husnan Kolektor Penagihan SP

13 H.Murdi Kolektor Penagihan SP

14 Hirsan Kolektor Penagihan SP

15 Bq. Ana Rosida Kolektor Penagihan SP

16 Adi fandri Kolektor Penagihan SP

17 Rahini Kolektor Penagihan SP

18 Bayu Zuhdi Kolektor Penagihan SP

19 Murti Sari Dewi Kolektor Penagihan SP

20 Bq. Fatimatul Zakrah Kolektor Penagihan SP

21 Abdul Hannan Kolektor Penagihan SP

22 Husni Wardi Kolektor Penagihan SP

23 Rusni Kolektor Penagihan SP

24 Ikiriadi Kolektor Penagihan SP

25 H.Sukirudin Kolektor Penagihan SP

26 M. Jumawardi Office Boy Simpan Pinjam

27 Wirahadi Security Simpan Pinjam

28 Ezar Marliawan Staf Simpan Pinjam

29 Zul Padli Kolektor Peternakan

30 Taufik Zulkarnaen Kolektor Peternakan

31 Rizal Miswari Sopir Sopir

32 Bq. Rubaiyah Anggota Binaan

Pedagang -Sembako

-LPG

33 Sahram Anggota

Binaan

Pengadaan bahan bangunan

Unit

34 H.Sahlan Anggota

Binaan

Saprodi Unit

dan mitra

35 Rusnan Anggota

Binaan

Karyawan

36 Ruslim Anggota

Binaan

Karyawan

37 Suardi Anggota

Binaan

Pengadaan elektronik

Mitra 38 Hilman Humaidi Anggota

Binaan

Konveksi dan sablon percetakan

Mitra Sumber: Dokumentasi Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa pendem, dikutip tanggal 10 Mei 2019.44

44Sumber:Dokumentasi Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa Pendem, Dikutip tanggal 10 Mei 2019..

d. Keanggotaan

Tabel. 4

Keadaan Anggota Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa Pendem

NO TAHUN STATUS

JUMLAH Keterangan INTI NON INTI

1 2008 23 - 23

2 2009 30 10 40

3 2010 47 13 60

4 2011 86 14 100

5 2012 153 12 165

6 2013 183 12 196

7 2014 853 42 895

8 2015 1405 222 1627

9 2016 1827 407 2234 Berjalan

Sumber: Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa pendem, dikutip tanggal 10 Mei 2019.45

e. Jenis Usaha dan Mitra Usaha Tabel. 5

Jenis Usaha Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa Pendem

NO TAHUN JENIS USAHA MITRA PASAR KET

1 2008 Simpan pinjam - Anggota

2 2009 Simpan pinjam - Anggota

Pengadaan Daging sapi

- Anggota

3 2010 Simpan pinjam - Anggota

Pengadaan daging sapi

- Anggota

Pengadaan benih padi

Dinas pertanian

Anggota

4 2011 Simpan pinjam - Anggota

Pengadaan daging sapi

- Anggota

Pengadaan benih Dinas Anggota

45Sumber:Dokumentasi Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa Pendem, Dikutip tanggal 10 November 2018.

padi pertanian Pengadaan pupuk

dan obat-obatan

Gapoktan bangkit kembali

Anggota dan umum

Binaan

5 2012 Simpan pinjam - Anggota

Pengadaan daging sapi

- Anggota

Pengadaan benih padi

Dinas pertanian

Anggota Pengadaan pupuk

dan obat-obatan

CV sari sentosa

Anggota dan umum

Binaan Pengadaan bahan

elektronik

Anggota dan umum

Binaan Jual beli gabah Gapoktan

bangkit kembali

Anggota dan umum

Binaan

6 2013 Simpan pinjam - Anggota

Pengadaan daging sapi

- Anggota

Pengadaan benih padi

Dinas pertanian

Anggota Pengadaan pupuk

dan obat-obatan

CV sari sentosa

Anggota Binaan Pengadaan bahan

elktronik

UD gemar mandiri

Anggota dan umum

Binaan Jual beli gabah Gapoktan

bangkit kembali

Anggota dan umum

Binaan

Pengadaan sembako

UD alka Anggota dan umum

Binaan Pengadaan LPG Pertamina Anggota dan

umum

Binaan Peternakan ayam

pedaging

Anggota dan umum

Binaan Bahan bangunan UD tonika Anggota dan

umum

Binaan Konveksi dan

sablon percetakan

UD ink com Anggota dan umum

Binaan

7 2014 Simpan pinjam - Anggota

Pengadaan daging sapi

- Anggota

Pengadaan benih padi

Dinas pertanian

Anggota

Pengadaan pupuk dan obat-obatan

CV sari sentosa

Anggota Binaan Pengadaan bahan

elktronik

UD gemar mandiri

Anggota dan umum

Binaan Jual beli gabah Gapoktan

bangkit kembali

Anggota dan umum

Binaan

Pengadaan sembako

UD alka Anggota dan umum

Binaan Pengadaan LPG Pertamina Anggota dan

umum

Binaan Peternakan ayam

pedaging

Anggota dan umum

Binaan Bahan bangunan UD tonika Anggota dan

umum

Binaan Konveksi dan

sablon percetakan

UD ink com Anggota dan umum

Binaan Penetasan Bibit

Itik

Anggota dan umum

Binaan Peternakan Itik

Pedaging

Anggota dan umum

Binaan Pembuatan Pisan

Sale

UD Mama Syerli

Anggota dan umum

Binaan

8 2015 Simpan pinjam - Anggota

Pengadaan daging sapi

- Anggota

Pengadaan benih padi

Dinas pertanian

Anggota Pengadaan pupuk

dan obat-obatan

CV sari sentosa

Anggota Binaan Pengadaan bahan

elktronik

UD gemar mandiri

Anggota dan umum

Binaan Jual beli gabah Gapoktan

bangkit kembali

Anggota dan umum

Binaan

Pengadaan sembako

UD alka Anggota dan umum

Binaan Pengadaan LPG Pertamina Anggota dan

umum

Binaan Peternakan ayam

pedaging

Anggota dan umum

Binaan Bahan bangunan UD tonika Anggota dan

umum

Binaan Konveksi dan

sablon percetakan

UD ink com Anggota dan umum

Binaan

Penetasan Bibit Itik

Anggota dan umum

Binaan Peternakan Itik

Pedaging

Anggota dan umum

Binaan Pembuatan Pisan

Sale

UD Mama Syerli

Anggota dan umum

Binaan

9 2016 Simpan pinjam - Anggota

Pengadaan daging sapi

- Anggota

Pengadaan benih padi

Dinas pertanian

Anggota Pengadaan pupuk

dan obat-obatan

CV sari sentosa

Anggota Binaan Pengadaan bahan

elktronik

UD gemar mandiri

Anggota dan umum

Binaan Jual beli gabah Gapoktan

bangkit kembali

Anggota dan umum

Binaan

Pengadaan sembako

UD alka Anggota dan umum

Binaan Pengadaan LPG Pertamina Anggota dan

umum

Binaan Peternakan ayam

pedaging

Anggota dan umum

Binaan Bahan bangunan UD tonika Anggota dan

umum

Binaan Konveksi dan

sablon percetakan

UD ink com Anggota dan umum

Binaan Penetasan Bibit

Itik

Anggota dan umum

Binaan Peternakan Itik

Pedaging

Anggota dan umum

Binaan Pembuatan Pisan

Sale

UD Mama Syerli

Anggota dan umum

Binaan Sumber: Dokumentasi Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa pendem, dikutip tanggal 10 Mei 2019.46

46Dokumentasi Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa Pendem, Dikutip tanggal 10 Mei 2019.

f. Prestasi Yang Sudah Diraih Tabel. 6

Jumlah Prestasi Yang Sudah Diraih Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa Pendem

NO NOMINASI KRITERIA INSTANSI TAHUN KET

1 Juara 1 (satu) tingkat kecamatan

Kelembagaan ekonomi petani

UPT BKP3 2013

2 Juara 1 (satu) tingkat kabupaten

Kelembagaan ekonomi petani

Bupati Lombok

Tengah

2013

Sertifikat terlampir 3 Juara 1 (satu)

tingkat provinsi

Kelembagaan ekonomi petani

Gubernur NTB

2013

4 Peserta teladan tingkat

nasional

Kelembagaan ekonomi petani berprestasi

Kementrian Pertanian

2013

5 Juara III koperasi berprestasi

Tingkat Provinsi Kementrian Koperasi

2016

Sumber: Dokumentasi Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa pendem, dikutip tanggal 10 Mei 2019.47

6. Modal Koperasi Tani Syariah Bina Usaha

Sumber utama permodalan Koperasi Syariah Bina Usaha sebagai berikut:48

a. Modal sendiri

 Simpanan pokok

 Simpanan wajib

Rp Rp

86,790,000,- 102,090,000,-

47Dokumentasi Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa Pendem, Dikutip tanggal 10 Mei 2019.

48 Laporan TahunanKoperasi Syari‟ah Bina Usaha Desa Pendem Kecamatan Janapria Kabupaten Lombok Tengah Bulan Januari S/D Desember 2018

 Cadangan

 Dana Hibah BHCHT

 Bansos Simpan Pinjam

 Hibah Bansos Ternak Sapi

Rp Rp Rp Rp

101,734,160,- 25,000,000,- 50,000,000,- 250,000,000,- b. Modal luar

 Simpanan sukarela

 Deposito + tabungan beasiswa

 Tabungan Sekolah

Rp Rp Rp

934,007,437,- 3,214,942,000,- 1,172,128,700,- 7. Produk-Produk Koperasi Syariah Bina Usaha

a. Unit Zakat, Infaq, dan Sadakah

Unit ini diadakan dalam rangka untuk menyalurkan niat baik para anggota dan masyarakat umum dalam membantu saudara- saudaranya yang membutuhkan (fuqoro’, masakin dan dhu’afa’).

Penyaluran akan diadakan pada saat (RAT) koperasi Syariah bina usaha. Kegiatan ini disalurkan kepada masyarakat yang kurang mampu (jombo) dan pembangunan masjid.

b. Simpan Pinjam

Ada beberapa macam tabungan yang disediakan oleh Koperasi Syariah Bina Usaha sebagai berikut:

1) Tabungan Biasa

Pada Koperasi Syariah Bina Usaha produk tabungan biasa dapat dilakukan jika seseorang siap menjadi anggota Koperasi Syariah Bina Usaha dengan syarat mengeluarkan kewajiban pokok

sebesar Rp. 110.000, yang Rp. 100.000, jadi tabungan anggota dan yang Rp.10.000, untuk administrasi untuk pembuatan buku tabungan dan setelah itu anggota bisa menambah tabungannya dengan tabungan suka rela dan jika tabungannya sudah mencapai Rp. 1.000.000, maka anggota akan menjadi anggota inti pada Koperasi Syri‟ah Bina Usaha.

Dalam pembagian sisa hasil usaha (SHU) seperti yang telah disepakati, anggota mendapatkan 1% per tahun dari jumlah tabungannya, dan akan diberikan pada rapat anggota tahunan (RAT).

2) Tabungan Berjangka

Tabungan adalah dana yang dipercayakan oleh anggota, calon anggota, koperasi lain dan atau anggotanya kepada koperasi dalam bentuk simpanan/tabungan dan simpanan berjangka.

Sedangkan tabungan mudharabah Berjangka adalah tabungan anggota pada koperasi dengan akad Mudharabah Al-Mutlaqah yang penyetorannya dilakukan sekali dan penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu menurut perjanjian antara penyimpan dengan koperasi yang bersangkutan.49

Pada tabungan berjangka di Koperasi Syariah Bina Usaha adalah tabungan anggota yang penyetorannya dilakukan sekali dan

49Standar Operasional Prosedur Koperasi Jasa Keuangan Syariah Dan Unit Jasa Keuangan Syariah Koperasi

penarikannya dilakukan pada jangka waktu tertentu 3, 6, dan 12 bulan. Dengan nisbah bagi hasil 1% per bulan untuk anggota.

3) Tabungan Haji

Tabungan haji pada Koperasi Syariah Bina Usaha dilaksanakan dengan prosedur yakni: anggota melakuakn penyetoran awal sebanyak 25,000,000 dan pihak koperasi akan mengurus semua persyaratan untuk mendapat no porsi. Sisa uang angsuran anggota bisa dicicil setiap hari dengan menabung sampai jumlah atau biaya yang sudah ditentukan oleh pihak koperasi diselesaiakan oleh anggota.

Sedangkan dalam pinjaman atau pembiayan koperasi menyediakan modal kepada anggota yang membutuhkan tambahan modal pada usahanya dengan persyaratan:

1. Terdafatar menjadi anggota koperasi 2. Foto copy buku tabungan

3. Foto copy ktp suami/istri(2 lembar) 4. Foto copy kartu keluarga(KK) 5. Foto copy BPKB/sertifikat 6. BPKB/sertifikat asli 4) Unit Usaha

Koperasi Syariah Bina Usaha memiliki beberapa kegiatan usaha yakni: usaha peternakan untuk penggemukan sapi, usaha peternakan itik atau bebek pedaging, usaha konveksi, usaha

penjualan elektronik, usaha rumah makan, usaha barang bekas (panci robek), dan usaha penyediaan pakan untuk itik.

Jumlah peternak sendiri pada koperasi Tani Syariah Bina Usaha sendiri berjumlah 45 peternak yang tersebar di Kabupaten Lombok Tengah, namun Peneliti hanya mengambil 5 peternak di Desa Pendem saja.

Tabel. 7

Jumlah Peternak Bebek Pedaging di Desa Pendem Yang Menggunakan Akad Mudharabah

NO NAMA PETERNAK

BEBEK PEDAGING JUMLAH BEBEK

1 Abdurrahim 450 ekor

2 Syarifuddin 400 ekor

3 Sujarne 300 ekor

4 Junaedi 350 ekor

5 Amaq Ihsan 300 ekor

Sumber: Dokumentasi Koperasi Tani Syariah Bina Usaha Desa Pendem, dikutip tanggal 10 Mei 2019.50

B. Praktik Akad Mudharabah Pada Usaha Bebek Pedaging di Koperasi Tani Syariah Bina Usaha, Desa Pendem, Kec. Janapria, Kab. Lombok Tengah.

Untuk mengetahui lebih mendalam tentang praktik akad mudharabah maka penulis paparkan sebagai berikut :

1. Alur perjanjian akad mudharabah

Alur perjanjian akad mudharabah terjadi ketika kedua belah pihak mengadakan pertemuan entah itu atas inisatif pemilik modal (shahibul

50Sumber:Dokumentasi Koperasi Bina Usaha Desa Pendem, Dikutip tanggal 10, Mei 2019.

maal) maupun pengelola modal (mudharib) baik disengaja atau tidak, yang tujuannya mengadakan akad mudharabah baik tertulis maupun lisan. Alasan keduanya pun berbeda mulai dari pemilik modal maupun mudharib itu sendiri sehingga akad mudharabah bisa terjadi dengan mengedepankan kepentingan masing-masing.

Sebagaimana pemaparan dari Amaq Ihsan (peternak/mudharib):

“Saya melakukan kerjasama ini dikarenakan saya tidak memiliki cukup modal ditambah dengan kebutuhan keluarga dan anak saya yang masih sekolah butuh biaya sehari-hari”.51

Selain karena alasan kekurangan modal dan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari ada juga mudharib yang melakukan kerjasama dengan koperasi untuk mempelajari usaha bebek pedaging ini dan bagaimana penerapan akad mudharabah pada usaha ini.

Sebagaimana pemaparan dari bapak Syarifudin (peternak/mudharib):

“Kerjasama yang saya lakukan dengan koperasi pada usaha bebek pedaging ini untuk mengetahui usaha ini dan hitung-hitung kita diberikan pembelajaraan, jadi ketika saya sudah mahir saya dapat melakukan usaha ternak bebek pedaging ini sendiri”.52

Mudharib juga dalam melakukan usaha bebek pedaging ini di latar belakangi oleh prospek dan omset yang diperoleh dari usaha bebek pedaging yang di rasakan sangat berpengaruh pada sektor pendapatan masyarakat.

Sebagaimana pemaparan dari bapak Junaedi (peternak/mudharib):

51 Amaq Ihsan (Peternak/Mudharib), Wawancara, Pendem, Tanggal 10 Mei 2019

52Syarifudin (Peternak/Mudharib), Wawancara, Pendem, Tanggal 10 Mei 2019

“Dari segi prospek usaha bebek pedaging ini dilihat dari segi pendapatan kami rasakan sangat berpengaruh terhadap kesejahteraan para mudharib karena omset dan prospek yang di dapatkan”.53

Selain itu juga alasan mudharib ikut kerjasama dengan koperasi tani syariah bina usaha dikarenakan pangsa pasar yang dimiliki sangat sulit pagi para peternak bebek pedaging sehingga dengan adanya koperasi tani syariah mampu menjadi penyalur penjualan bebek pedaging tersebut.

Sebagaimana pemaparan dari bapak Sujarne (peternak/mudharib):

“Ketika kami mampu melakukan usaha bebek pedaging ini dengan hasil yang bisa diharapakan tetapi ketika kami panen kebingungan itu datang untuk kemana akan kami jual bebek- bebek pedaging tersebut”.54

Sedangkan pemaparan bapak Abdussyukur (ketua Koperasi Tani Syariah Bina Usaha):

“Tujuan didirikannya koperasi ini agar dapat memberikan kesejahteraan bagi masyarakat sehingga masyarakat sekitar bisa merasakan dampak berdirinya, dimana koperasi mampu menjembatani kerjasama akad mudharabah ini”.55

Koperasi tani syariah bina usaha sendiri membuka peluang bagi masyarakat sekitar untuk terlibat dalam usaha ini, agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat selama mampu mengikuti syarat dan ketentuan dari koperasi syariah sendiri.

Sebagaimana pemaparan bapak Hilman Humaidi (sekertaris Koperasi Tani Syariah Bina Usaha):

53 Junaedi (Peternak/Mudharib), Wawancara, Pendem, Tanggal 10 Mei 2019

54 Sujarne (Peternak/Mudharib), Wawancara, Pendem, Tanggal 10 Mei 2019

55 Abdussyukur (Ketua Koperasi), Wawancara, Pendem, Tanggal 10 Mei 2019

“Dengan adanya usaha bebek pedaging ini diharapkan kesejahteraan masyarakat sekitar dapat meningkat dan kami sebagai koperasi syariah akan menjembatani setiap kegiatan dan usaha yang dilakukan anggota koperasi syariah bukan terlepas pada usaha bebek pedaging ini saja”.56

2. Bentuk kerjasama akad mudharabah

Perjanjian yang terjadi antara kedua belah pihak terjadi dengan secara lisan dan tertulis dalam bentuk kontrak, diawal kerjasama ini banyak peternak selaku mudharib melakukan akad secara lisan dengan shahibul maal, namun banyak sekali terjadi pelanggaran kontrak yang terjadi oleh mudharib dalam akad mudharabah, sehingga Koperasi Tani Syariah Bina Usaha membuatkan perjanjian dalam bentuk kontrak kepada mudharib agar kerjasama yang terjalin bisa berjalan dengan baik.

Sebagaimana pemaparan bapak Zulkarnaen (bendahara koperasi tani syariah bina usaha):

“Banyak sekali mudharib yang melakukan pelanggaran kontrak yang dapat merugikan koperasi sendiri ketika kontrak tersebut berbentuk lisan sehingga dibuatkanlah kontrak secara tertulis untuk meminimalisirnya”.57

Sebelum koperasi tani syariah bina usaha membuatkan kontrak para mudharib hanya melakukan kontrak secara lisan dan dapat membuat keterikatan mudharib pada suatu kerjasama menjadi kurang kuat.

Sebagaimana pemaparan Amaq Ihsan (peternak/mudharib):

“Dulu ketika usaha ini baru berjalan saya ingat sekali pak Abdussyukur sendiri teman saya melakukan akad lisan pada usaha ini, beliau mengatakan walaupun saya berikan akad lisan tapi

56 Hilman Humaidi (Sekertaris Koperasi), Wawancara, Pendem, Tanggal 11 Mei 2019

57 Zulkarnaen (Bendahara Koperasi), Wawancara, Pendem, Tanggal 10 Mei 2019

ingat ini bukan sebatas hubungan dengan manusia saja tapi akan berarah kepada akhirat”.58

Kontrak yang dibuatkan oleh koperasi syariah akan berdampak pada kinerja dan tingkat kepercayaan dalam melakukan usaha bebek pedaging ini, jadi ketika ada pelanggaran kontrak baik yang dilakukan oleh mudharib atau koperasi sendiri dapat menjadi pegangan bersama dan akan merujuk bagaimana penetapan kontrak tersebut.

Sebagiaman pemaparan bapak Sujarne (peternak/mudharib):

“Kami rasa bersyukur dengan adanya kontrak secara tertulis kami dalam menjalankan usaha dapat sepenuhnya melakukan usaha ini sehingga penyelewengan rentan terjadi karena sudah ada kontrak yang mengatur dan ketika masalah kontrak ini terjadi dapat diatasi karena adanya kesepakatan bersama yang tertuang dalam kontrak tersebut”.59

Kemudian pemaparan bapak Abdussyukur (ketua Koperasi Tani Syariah Bina Usaha):

“Dampak bagi koperasi syariah sendiri dengan adanya kontrak tertulis sangat berpengaruh karena tanpa di pungkiri kerugian terbesar itu terletak pada koperasi syariah sendiri selaku shahibul maal makanya kontrak tertulis sangat diperlukan”.60

Dalam kontrak tersebut terdapat berbagai syarat yang harus dipenuhi oleh mudharib selaku pengelola modal salah satunya harus menjadi anggota Koperasi Tani Syariah Bina Usaha dan bersedia mematuhi kontrak kerja tersebut, diharapkan dengan adanya kontrak tertulis tersebut dapat memperkuat kerjasama antara pemilik modal dan pengelola modal pada usaha bebek pedaging ini.

58 Amaq Ihsan (Peternak/Mudharib), Wawancara, Pendem, Tanggal 10 Mei 2019

59 Sujarne (Peternak/Mudharib), Wawancara, Pendem, Tanggal 10 Mei 2019

60 Abdussyukur (Ketua Koperasi), Wawancara, Pendem Tanggal 10 Mei 2019

Sebagaimana pemaparan bapak Junaedi (peternak/mudharib):

“Sebelum kerjasama tersebut terjadi kita sebagai mudharib harus memenuhi syarat agar bisa melakukan usaha bebek pedaging tersebut salah satunya harus mendaftar sebagai anggota koperasi syariah”.61

Ketika mudharib menjadi anggota koperasi syariah sendiri dapat diberikan kemudahan dalam kegiatannya dan dapat menikmati program- program yang dilaksanakan oleh koperasi tani syariah bina usaha, karena koperasi ini bukan hanya bergerak dalam satu bidang usaha tetapi banyak usaha-usaha lain.

Sebagaimana pemaparan bapak Abdussyukur (ketua Koperasi Tani Syariah Bina Usaha):

“Setiap orang yang ingin melakukan usaha diharapkan untuk menjadi anggota koperasi karena akan berdampak pada mudharib dan koperasi sendiri seperti pelayanan yang diberikan, berhak mengikuti program-program koperasi dan bagi koperasi sendiri tentu dengan bertambahnya anggota dapat menambah pemasukan koperasi dan dapat di kenal oleh orang banyak”.62

3. Pengetahuan shahibul maal dan mudharib pada akad mudharabah

Pengetahuan pemilik modal maupun pengelola modal terkait tentang akad mudharabah sangatlah penting sebelum melaksanakan kerjasama, karena hal tersebut dapat memudahkan kedua belah pihak dalam menjalanakan kerjasama tersebut. Pengetahuan masyarakat khusunya mudharib sendiri masih dirasa kurang.

61 Junaedi (Peternak/Mudharib), Wawancara, Pendem, Tanggal 10 Mei 2019

62 Abdussyukur (Ketua Koperasi), Wawancara, Pendem Tanggal 10 Mei 2019

Sebagaimana pemaparan bapak Syarifuddin (peternak/mudharib):

“Pada masyarakat sekitar kita belum terlalu paham dengan akad mudharabah itu sendiri karena merupakan kerjasama dalam Islam, namun masyarakat sekitar khusunya di Desa Pendem mengenal bagi hasil itu dengan istilah nyakap, karena nyakap sendiri sudah menjadi adat kebiasan yang dilakukan oleh orang tua kita dulu”.63 Istilah nyakap sendiri timbul dari kerjasama pada usaha pertanian yang dilakukan oleh orang-orang dahulu, dimana pemilik sawah memberikan sawahnya kepada mudharib untuk dikelola baik dengan ditanami padi atau sayur-sayuran yang setelah panen tiba terjadi bagi hasil antara keduanya dengan kesepakatan diawal.

Sebagaimana pemaparan Amaq Ihsan (Peternak/mudharib):

“Dulu kakek nenek kita biasa melakukan nyakap tertutama dalam pertanian, saya juga pernah melakukan nyakap tersebut di karenakan saya dulu tidak memiliki sawah untuk di tanami padi.

Saya meminta kepada orang-orang yang memiliki sawah, untuk saya garap”.64

Keterbatasan pengetahuan mudharib tentang akad mudharabah sendiri itu tidak terlepas dari banyak dari mudharib yang hanya sebatas lulusan SD dan paling tinggi sederajat SMA.

Sebagaimana pemaparan bapak Sujarne (Peternak/mudharib)

“Kebanyakan dari kita sebagai peternak hanya memiliki tingkat sekolah yang rendah sehingga secara tidak langsung akan berdampak pada pengetahuan kita tentang sesuatu”.65

63 Syarifuddin (Peternak Bebek Pedaging), Wawancara, Pendem, Tanggal 13 Mei 2019

64 Amaq Ihsan (Peternak Bebek Pedaging), Wawancara, Pendem, Tanggal 13 Mei 2019

65 Sujarne (Peternak Bebek Pedaging), Wawancara, Pendem, Tanggal 13 Mei 2019