BAB 2 TINJAUAN PUSTAKA
2.6 Studi Literatur
No Judul Desain
Penelitian Sampel Variabel Instrumen Analisis Hasil 3. Socio-Economics
of Childhood Pulmonary Tuberculosis with Adult
Tuberculosis Household Contacts in Daerah Istimewa Yogyakarta Province (Asyary, Junadi and Eryando, 2017)
Case- control study
132 anak- anak usia dibawah 14 tahun
Status sosial ekonomi yang terdiri dari status ekonomi, level pendidikan dan jenis pekerjaan dari
penderita TB dewasa, kondisi rumah, ventilasi dari kamar, dan kepadatan rumah
Pengukuran antropomet ri dan wawancara
Multipel logistik regresi
Kondisi rumah yang sehat, yang
memungkinka n kamar tidur menjadi cerah secara alami mencegah insiden anak tertular TB meskipun anak terpapar dengan penderita TB di
lingkungannya
4. Prevention of tuberculosis in household members:
estimates of children eligible for treatment (Hamada et al., 2019)
Meta analysis
17 studies included
Prevalensi dari anak- anak yang tinggal satu rumah yang terkonfimasi sebagai laten TB
- Logistic-
normal random- effects model
Perkiraan angka dari anak-anak usia kurang dari 5 tahun yang layak mendapatkan pengobatan pencegahan di tahun 2017 secara global adalah 1.27 juta kasus, dimana 23%
dari angka tersebutlah yang mendapatkan pengobatan pencegahan
No Judul Desain
Penelitian Sampel Variabel Instrumen Analisis Hasil 5. The impact of a
knowledge translation intervention employing educational outreach and a point-of-care reminder tool vs standard lay health worker training on tuberculosis treatment completion rates:
study protocol for a cluster
randomized controlled trial (Ritchie et al., 2016)
Mix methods design include cluster randomized controlled trial and qualitative methods interviews
109 health centers
Proporsi dari kesuksesan pengobatan
wawancara Multilevel modelling
This study will directly inform the efforts of knowledge users within TB care and, through extension of the approach, other areas of care provided by LHWs in Malawi and other low- and middle-income countries.
6. Efficacy of brief motivational interviewing on smoking cessation at tuberculosis clinics in Tshwane, South Africa: a randomized controlled trial (Louwagie, Okuyemi and Ayo-yusuf, 2014)
Randomized controlled trial
205 adult TB patients
Self-reported sustained 6- month smoking abstinence
Kuesioner Multi- level Poisson regression analysis
Wawancara motivasi oleh konselor awam untuk mempromosik an
penghentian merokok pada pasien tuberkulosis di Afrika Selatan menujukkan perilaku berhenti merokok sekitar dua kali lipat selama setidaknya 6 bulan dibandingkan dengan hanya diberikan saran.
No Judul Desain
Penelitian Sampel Variabel Instrumen Analisis Hasil 7. Improving
knowledge and behaviours related to the cause,
transmission and prevention of Tuberculosis and early case detection: a descriptive study of community led Tuberculosis program in Flores, Indonesia (Dewi et al., 2016)
Studi Deskriptif
50 partisipan
di 6 desa
Pengetahuan mengenai TB terdiri dari sumber
informasi, penyebab,
modus penularan, gejala TB, stigma, dan
perubahan perilaku kesehatan
Wawancara Simple deskriptive
analysis
Sebelum intervensi, semua partisipan memiliki pengetahuan terbatas mengenai penyebab dan penularan TB.
Setelah dilakukan intervensi, pengetahuan mengenai TB yang meliputi deteksi kasus awal TB, dan perubahan perilaku meningkat pada kelompok intevensi.
8. Pengaruh Motivational Interviewing Dengan Pendekatan Spiritual Terhadap Keputusasaan dan Motivasi Sembuh Pasien End Stage Renal Disease yang Menjalani Hemodialisis Reguler
(Kusumawardani, 2018)
Quasi eksperimen
32 responde
n
Independen:
motivational interviewing
dengan pendekatan
spiritual Dependen:
keputusasaa n dan motivasi
sembuh
Kuesioner Mann whitney
dan wilcoxon signed rank
test
MI dengan pendekatan spiritual berpengaruh terhadap penurunan keputusasaan (p=0,001) dan peningkatan motivasi sembuh (p=0,001).
No Judul Desain
Penelitian Sampel Variabel Instrumen Analisis Hasil 9. Efektivitas
Konseling dengan Pendekatan Motivational Interviewing (MI) Terhadap
Penurunan Depresi pada Pasien Post Stroke
Depression (PSD)
(Idris et al., 2018)
Quasi eksperimen
32 responde
n
Karakteristik , tingkat
depresi
Kuesioner Chi square Pemberian konseling dengan pendekatan motivational interviewing efektif menurunkan tingkat depresi pada pasien post stroke depression
10. Pengaruh Pemberdayaan Keluarga
Penderita Tb (Tuberkulosis) Paru Terhadap Kemampuan Melaksanakan Tugas Kesehatan Keluarga Di Wilayah
Puskesmas Martapura Dan Astambul Kabupaten Banjar
(Marwansyah and Sholikhah, 2016)
Quasi eksperimen
Besar sampel
setiap kelompok
16 orang
Pemberdaya an Keluarga, Kemampuan keluarga
Kuesioner Wilcoxon Singed Ranks Test dan Mann-
Whitney Test
Pemberdayaan keluarga penderita TB paru dapat meningkatkan kemampuan keluarga melaksanakan tugas
kesehatan keluarga (p=0,001).
No Judul Desain
Penelitian Sampel Variabel Instrumen Analisis Hasil 11. Pengetahuan,
Sikap Dan Perilaku Keluarga Dalam Pencegahan Penularan Tuberkulosis Paru
(Rizana, Tahlil and Mulyadi, 2016)
Quasy experiment
with two group pretest- posttest
design
21 keluarga
Pendidikan kesehatan, pengetahuan
, sikap, dan perilaku
\keluarga
Wawancara Uji Shapiro- Wilk, Levine Test for
Equality, uji t independen (Independe nt Samples Test, Paired Samples Test).
Analisis multivariate menggunak an uji regresi logistic
Terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap peningkatan pengetahuan (p=0,000), terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan sikap
(p=0,000) dan terdapat pengaruh pendidikan kesehatan terhadap perubahan perilaku keluarga dalam pencegahan penularan Tb paru (p=0,000) di Kota Lhokseumawe
No Judul Desain
Penelitian Sampel Variabel Instrumen Analisis Hasil 12. A peer support
intervention in improving glycemic control in patients with type 2 diabetes (Peimani, Monjazebi and Ghodssi- ghassemabadi, 2017)
Randomized controlled
trial
200 pasien diabetes
HbA1c, BMI, self-
care behaviour, self-efficacy,
life quality
Kuesioner Chi Square test
Setelah 6 bulan, pasien dalam kelompok dukungan sebaya mengalami penurunan nilai A1c yang signifikan (P = 0,045). Skor manajemen diri diabetes, mencakup skor efikasi diri dan kualitas hidup meningkat secara signifikan pada kelompok dukungan sebaya dibandingkan dengan kelompok kontrol (nilai P<0,001).
13. Effect of educational intervention based on PRECEDE- PROCEED model combined with self- management theory on self- care behaviors in type 2 diabetic patients (Azar et al., 2018)
Semi- experimenta
l study
86 pasien diabetes
tipe 2
Pengetahuan , perilaku, efikasi diri,
self-care, faktor pemungkin,
dan faktor penguat
Kuesioner Kolmogoro v-Smirnov
Nilai rata-rata dari perilaku, efikasi diri, self-care, faktor pemungkin, dan faktor penguat meningkat pada kelompok intervensi
No Judul Desain
Penelitian Sampel Variabel Instrumen Analisis Hasil 14. Intervensi Peer
Education At Community Level terhadap
Pemahaman, Penerimaan, dan Penggunaan Kondom Wanita pada Wanita Pekerja Seks di Kota Surakarta (Setyani, R.A., 2016)
Explanatory sequential
mixed methods
110 wanita pekerja seks
Peer education, pemahaman, penerimaan,
dan penggunaan
kondom wanita
Kuesioner Uji Wilcoxon signed rank test, Mann-
Whitney u test, dan
path analysis
Peer education at community level berpengaruh terhadap pemahaman (nilai p <
0.001), penerimaan (nilai p <
0.001), dan penggunaan kondom wanita (nilai p
< 0.001).
No Judul Desain
Penelitian Sampel Variabel Instrumen Analisis Hasil 15. Precede-Proceed
Model:
Predisposing, Reinforcing, and Enabling Factors Affecting the Selection of Birth Attendant in Bondowoso District
(Pramiyana, Hastuti, dan Murti 2016)
Case - control
160 ibu yang pernah melahirka
n
Variabel dependen penelitian adalah pemilihan
penolong persalinan.
Variabel independen
antara lain usia, pendidikan,
status pekerjaan, kunjungan kehamilan, budaya, dan
dukungan keluarga.
Kuesioner Path analysis
Adanya dukungan keluarga meningkatkan terbentuknya budaya yang menunjang kesehatan.
Studi literatur yang ditemukan menunjukkan bahwa penelitian mengenai peer group support dan motivational interviewing masih sedikit dilakukan kepada keluarga yang memiliki anak dan penderita TB yang tinggal dalam satu rumah.
Penelitian sebelumnya hanya mengobservasi mengenai pengetahuan dan tindakan pencegahan pada keluarga kontak serumah. Faktor sosial ekonomi berpengaruh terhadap pencegahan penularan TB pada anak dikarenakan status sosial ekonomi
yang baik dapat menyebabkan tersedianya kondisi rumah yang menunjang kesembuhan penderita TB dan mengurangi penularan TB. Selama ini penatalaksaan penyakit TB sebagian besar berfokus pada penderita, padahal terdapat peran keluarga yang tidak dapat diremehkan untuk menunjang keberhasilan pengobatan dan pencegahan TB.
55 BAB 3
KERANGKA KONSEPTUAL DAN HIPOTESIS
2.1 Kerangka Konseptual
Fase 5 4
Penilaian Administrasi dan Kebijakan
Fase 4 Penilaian Edukasi
dan Ekologi
Fase 3 Penilaian Perilaku
dan Lingkungan
Fase 2 Penilaian Epidemiologi
Fase 1 Penilaian Sosial
Pendidikan kesehatan bagi orang tua dan kelompok sebaya oleh peer educator
dengan berbagi bersama mengenai pengalaman merawat penderita dan anak
usia <5 tahun Konseling berfokus pada memberikan motivasi pada
orang tua mengenai bagaimana mencegah TB pada anak yang tinggal satu
rumah dengan penderita Promosi kesehatan
mengenai pencegahan TB pada anak usia <5 tahun
Intervensi peer group support dan motivational
interviewing Apersepsi mengenai TB
Fase 6 Implementasi
Fase 7 Evaluasi Proses
Fase 8 Evaluasi Dampak
Fase 9 Evaluasi Hasil
Persepsi orang tua terhadap kualitas hidup anak usia <5 tahun yang tinggal dalam satu rumah
dengan penderita Perubahan kesehatan
anak usia <5 tahun terkait status TB
penderita Predisposing factors:
Pengalaman orang tua dalam merawat anggota keluarga
yang menderita TB Reinforcing Factors:
- Dukungan teman sebaya
- Dukungan peer educator dan konselor
Enabling Factors:
Akses mendapatkan pemeriksaan bagi anak usia
<5 tahun dan pengobatan bagi penderita
Pemahaman mengenai penyakit TB dan pencegahan terhadap
anak
Sikap orang tua mengenai pentingnya melakukan pencegahan TB dalam
satu rumah Tindakan orang tua terhadap
anggota keluarga yang sakit TB terkait pencegahan tertularnya penyakit pada anak
Perilaku orang tua dalam Pencegahan TB pada anak usia
< 5 tahun yang tinggal satu rumah dengan penderita
Gambar 3.1 Kerangka konseptual penelitian
= diteliti
= tidak diteliti
Pada penelitian intervensi ini, terdapat outcome yang diharapkan yaitu peningkatan perilaku pada orang tua dalam melakukan pencegahan Tuberkulosis pada anak yang berusia <5 tahun yang tinggal bersama dengan penderita. Perawat dalam tugasnya sebagai peer educator melalui pelaksanaan peer group support dan konselor melalui motivational interviewing berupa pemberian pendidikan kesehatan dan konseling kepada orang tua yang memiliki pengalaman sama yakni merawat anggota keluarga yang menderita TB dan memiliki anak usia < 5 tahun yang tinggal dalam satu rumah. Kedua intervensi tersebut diharapkan dapat meningkatkan 3 domain perilaku, antara lain pengetahuan, sikap, dan tindakan orang tua dalam melakukan pencegahan tuberkulosis pada anak. Pengetahuan mengenai penyakit antara lain penularan, gejala penyakit, pemeriksaan, serta pencegahan yang dapat dilakukan. Domain sikap untuk merubah perilaku antara lain sikap awal mengenai pentingnya melakukan pencegahan, serta domain tindakan yakni tindakan yang dilakukan pada anggota keluarga yang menderita TB dengan kaitannya terhadap pencegahan TB dalam lingkungan serta gaya hidup untuk mencegah tertularnya anak usia <5 tahun.
3.2 Hipotesis Penelitian
Ada perbedaan perilaku orang tua pada sebelum dan sesudah dilakukan peer group support dan motivational interviewing dalam pencegahan tuberkulosis pada anak yang tinggal satu rumah dengan penderita di kota Surabaya.
BAB 4
METODE PENELITIAN
4.1 Desain Penelitian
Desain penelitian ini adalah Quasy Experimental dengan kuantitatif One Group pre test - post test Design. Desain satu kelompok pre test - post test adalah jenis desain penelitian yang digunakan untuk meneliti perilaku dari suatu intervensi pada sampel yang diberikan (Allen, 2017). Berikut adalah skema rancangan penelitian:
Subjek Pre test X Post test
P P0 P1
Gambar 4.1 Rancangan penelitian Keterangan:
P : Responden yaitu orang tua
P0 : Pre-test untuk mengukur perilaku orang tua mengenai pencegahan tuberkulosis
X : Intervensi motivational interviewing sebanyak 2 kali dan peer group support sebanyak 1 kali dalam 3 minggu
P1 : Post-test untuk mengukur perilaku orang tua
4.2 Populasi dan Sampel 4.2.1 Populasi
Populasi dalam penelitian ini diambil berdasarkan jumlah keseluruhan kasus TB dewasa di Puskesmas Perak Timur yang memiliki PMO dan anak usia 0 - 5 tahun dalam satu rumah pada bulan November hingga Desember tahun 2019.
57
4.2.2 Sampel
Sampling merupakan proses untuk menyeleksi porsi dari populasi untuk dapat mewakili populasi sedangkan teknik sampling merupakan cara yang digunakan dalam melakukan pengambilan sampel dari seluruh populasi. Proses ini nantinya akan diperoleh sampel yang benar-benar sesuai dengan keseluruhan subjek penelitian (Nursalam, 2017).
Sampel dalam penelitian ini didasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi, yaitu:
1. Kriteria inklusi
Kriteria inklusi adalah karakteristik umum subjek penelitian dari suatu populasi target yang terjangkau dan akan diteliti (Nursalam, 2017).
Kriteria inklusi pada penelitian ini antara lain:
1) Orang tua yang memiliki anak usia 0-5 tahun yang tinggal satu rumah dengan penderita TB dewasa
2) Orang tua dari anak usia 0-5 tahun yang memiliki skor tuberkulosis <6 3) Orang tua dari anak tersebut dapat membaca dan berkomunikasi
dengan bahasa Indonesia 2. Kriteria eksklusi
Kriteria eksklusi adalah menghilangkan/ mengeluarkan subjek yang memenuhi kriteria inklusi dari suatu penelitian karena berbagai sebab (Nursalam, 2017). Kriteria eksklusi pada penelitian ini yaitu orang tua yang memiliki anak usia 0-5 tahun yang tidak menghadiri kegiatan peer group support.
4.2.3 Besar sampel
Pengambilan besar sampel menggunakan teknik non probability sampling dengan pendekatan accidental sampling yaitu teknik penentuan sampel berdasarkan siapa saja yang secara kebetulan melakukan pemeriksaan dapat digunakan sebagai sampel apabila sesuai dengan kriteria inklusi. Total sampel yang didapatkan berdasarkan pengamatan kriteria inklusi yang dilakukan di unit sampling pada hari pelayanan Tuberkulosis di Puskesmas Perak Timur selama kurun waktu 1 bulan berjumlah 30 orang.
4.3 Kerangka Operasional
Gambar 4.2 Kerangka operasional penelitian pengaruh peer group support dan motivational interviewing terhadap perilaku orang tua dalam pencegahan tuberkulosis pada anak yang tinggal satu rumah dengan penderita TB di Surabaya.
4.4 Variabel Penelitian
Variabel adalah perilaku atau karakteristik yang memberikan nilai beda terhadap sesuatu. Definisi operasional adalah definisi berdasarkan karakteristik yang diamati dari sesuatu yang didefinisikan tersebut. Karakteristik yang dapat diamati (diukur) merupakan kunci definisi operasional yang memungkinkan untuk
Pengolahan data: Editing, coding, Entry, Tabulating
Analisis data: Uji normalitas menggunakan uji Shapiro-Wilk dan dianalisis dengan Paired T-Test
Hasil penelitian dan simpulan
Intervensi Motivational Interviewing diberikan 2 kali pada minggu pertama dan minggu ketiga penelitian serta Peer Group Support diberikan pada
minggu kedua penelitian
Post-test: Pengukuran perilaku orang tua tentang pencegahan Tuberkulosis pada anak Populasi: Jumlah keseluruhan kasus TB dewasa di Puskesmas Perak Timur yang
memiliki PMO dan anak usia 0 - 5 tahun dalam satu rumah
Sampel: Responden sesuai kriteria inklusi berjumlah 30 orang Accidental Sampling
Pre-test: Pengukuran perilaku orang tua tentang pencegahan Tuberkulosis pada anak
dilakukan observasi atau pengukuran secara cermat terhadap suatu objek atau fenomena yang kemudian dapat diulangi lagi oleh orang lain (Nursalam, 2017).
Definisi operasional terdiri dari dua variabel, antara lain variabel independen dan variabel dependen. Definisi operasional variabel independen (bebas) pada penelitian ini adalah peer group support dan motivational interviewing sedangkan variabel dependen (terikat) adalah perilaku orang tua dalam pencegahan tuberkulosis pada anak yang tinggal satu rumah dengan penderita TB.
4.5 Definisi Operasional
Tabel 4.1 Definisi operasional penelitian pengaruh peer group support dan motivational interviewing terhadap perilaku orang tua dalam pencegahan tuberkulosis pada anak yang tinggal satu rumah dengan penderita TB di Surabaya.
Variabel Definisi operasional Parameter Cara Ukur
Alat ukur Nilai Skala
Variabel independen:
1. Peer group support orang tua yang memiliki anggota keluarga TB dan anak usia 0-5 tahun
Sekelompok orang tua (terdiri dari 4-6 orang tua) yang menjadi PMO dan ingin
memeriksakan anak, bertemu secara regular pada waktu yang telah disetujui, saling mendengarkan satu sama lain dan berbagi kesulitan serta mencari solusi bersama-sama
Kemampuan responden untuk mengikuti tahap- tahap:
- Checking in - Presentasi
masalah - Klarifikasi
masalah - Berbagi usulan - Perencanaan
tindakan - Checking out Dilaksanakan 1 kali pertemuan yakni pada minggu kedua (hari Sabtu) dalam pelaksanaan penelitian
Satuan Acara Kegiatan (SAK) yang diadaptasi dari penelitian Uswatun (2017) mengenai peer support terhadap kepatuhan penderita TB
Variabel Definisi operasional Parameter Cara Ukur
Alat ukur Nilai Skala
2. Motivational interviewing
Suatu intervensi kolaborasi antara perawat dan klien dengan prinsip client centered, dimana perawat hanya menjadi pendamping dan klien menjadi sumber pengambil
keputusan,
sehingga terbentuk sebuah motivasi yang
kuat untuk
meningkatkan perilaku kesehatan
Kemampuan responden untuk mengikuti 4 tahap pendekatan yaitu OARS, O (open ended question), A (affirmation), R (reflection), S (summaries).
MI akan dilakukan dua kali yakni pada minggu pertama dan minggu ketiga pelaksanaan penelitian
SAK yang diadaptasi dari penelitian Kusumawa rdani (2018) mengenai MI pada pasien hemodialis a
Variabel dependen:
Perilaku orang tua dalam
pencegahan TB
Proses interaksi orang tua yang dipengaruhi oleh lingkungan berkaitan dengan pencegahan penyakit TB pada anak
Kemampuan responden untuk menjawab
pertanyaan tentang perilaku
pencegahan penyakit TB paru pada anak:
1. Pengetahuan
2. Sikap
Kuesioner diadaptasi dari The Nemours Foundation mengenai TB untuk orang tua Kuesioner diadaptasi dari WHO (2014) mengenai petunjuk program nasional manajemen TB pada anak-anak
Benar = 3 Netral = 2 Salah = 1
Setuju = 3 Ragu-ragu = 2
Tidak setuju= 1
Likert
3. Praktik/
Tindakan
dan WHO (2019) mengenai Infection Control and Prevention
Selalu = 4 Sering = 3 Jarang = 2 Tidak = 1
4.6 Instrumen Penelitian
Kuesioner perilaku pencegahan TB terdiri atas 3 domain antara lain pengetahuan, sikap, dan tindakan. Domain pengetahuan memiliki 11 pertanyaan dan jawaban yang memiliki nilai 1-3 dengan nilai 1 yang berarti salah, nilai 2 bernilai netral, dan nilai 3 yang berarti benar/ tepat. Pertanyaan yang disusun pada domain pengetahuan dibuat berdasarkan literatur dari sistem kesehatan non-profit Nemours Foundation kesehatan anak (Nazario, 2019) dan dikategorikan menjadi 3 tingkat antara lain pengetahuan kurang (0-9), pengetahuan sedang (10-18), serta pengetahuan baik (19-27).
Domain sikap memiliki 5 pertanyaan dan jawaban antara lain setuju (S)=
3, ragu-ragu (RR)= 2, tidak setuju (TS) = 1. Domain sikap terdiri atas 5 pertanyaan dimana kategori jawaban yang diberikan memiliki nilai total 15 dengan nilai 1-5 (rendah), 6-10 (cukup), dan bernilai 11-15 (baik). Domain tindakan memiliki 6 pertanyaan dan jawaban antara lain selalu= 3, sering= 2, jarang= 1, yang dibuat berdasarkan WHO (2014) mengenai petunjuk program nasional manajemen TB pada anak-anak dan WHO (2019) mengenai Infection Control and Prevention. Domain tindakan memiliki kategori praktik rendah apabila bernilai 1-5, kategori kurang 6-10, kategori baik 11-15. Tiga domain tersebut membentuk kategori perilaku antara lain perilaku buruk yang bernilai 0 -
19, perilaku kurang yang bernilai 20 - 38, dan perilaku baik apabila bernilai total 39 - 57.
4.7 Uji Validitas dan Reliabilitas Instrumen
Kuesioner perilaku pencegahan yang terdiri dari 3 domain antara lain pengetahuan, sikap, dan tindakan telah dilakukan uji validitas dengan nilai r hitung > r tabel 0,349 pada 7 orang tua yang memiliki anak usia 0-5 tahun yang tinggal dengan penderita tuberkulosis sehingga instrumen atau item-item pertanyaan berkorelasi signifikan terhadap skor total (dinyatakan valid). Uji reliabilitas menggunakan cronbach’s alfa dengan nilai 0,904 > α mensugestikan seluruh item reliabel dan seluruh tes secara konsisten memiliki reliabilitas yang kuat.
4.8 Lokasi dan Waktu Penelitian
Penelitian ini dilaksanakan di rumah klien dan tempat pertemuan di wilayah kerja Puskesmas Perak Timur di kota Surabaya pada Januari hingga Februari 2020.
4.9 Prosedur Pengumpulan Data
Pengumpulan data dalam penelitian ini melalui beberapa tahapan sebagai berikut:
1. Tahap persiapan
1) Persiapan administrasi
Tahap permohonan pengambilan data penelitian diajukan melalui surat izin dari Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga yang selanjutnya diteruskan kepada Badan Kesatuan Bangsa dan Politik kota Surabaya untuk kemudian dikeluarkan surat perijinan penelitian yang ditujukan kepada Dinas Kesehatan kota Surabaya dan diberikan kepada Puskesmas Perak Timur.
2) Persiapan penelitian
(1) Data mengenai penderita tuberkulosis diperoleh berdasarkan data kunjungan pasien tuberkulosis di Puskesmas Perak Timur. Orang tua yang datang sebagai PMO yang mengambil obat untuk pasien kemudian diwawancara secara singkat mengenai data keluarga mengenai anggota keluarga yang berusia 0-5 tahun serta riwayat pelaksanaan tes manthoux.
(2) Data mengenai keluarga yang memiliki anak usia 0-5 tahun yang telah melakukan pemeriksaan manthoux digunakan sebagai acuan dalam pemilihan responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi
(3) Data yang didapat dikelompokkan berdasarkan wilayah tempat tinggal.
(4) Data pengelompokkan responden dibagi menjadi 2 kluster, yakni kluster berjumlah 14 orang dan kluster berjumlah 16 orang
(5) Instrumen penelitian yang digunakan untuk mengukur perilaku pencegahan Tuberkulosis pada anak kemudian disiapkan untuk dibagikan
(6) Modul peer group support dan motivational interviewing sebagai bahan intervensi sebelumnya dikonsultasikan dengan dosen Fakultas Psikologi Universitas Airlangga.
2. Pelaksanaan
Langkah – langkah dalam pengambilan data pada penelitian ini adalah sebagai berikut:
1) Responden merupakan orang tua dari anak usia 0-5 tahun dan berperan sebagai PMO yang tinggal bersama dengan anggota keluarga yang sedang menjalani pengobatan Tuberkulosis
2) Peneliti membuat perjanjian pertemuan dengan cara mengunjungi rumah calon responden. Segala sesuatu mengenai prosedur penelitian yang dilakukan dijelaskan kepada responden dan responden mengisi lembar persetujuan tindakan atau informed consent.
3) Calon responden yang telah didatangi dan setuju untuk menjadi responden penelitian diberikan kuesioner pre-test mengenai perilaku pencegahan Tuberkulosis pada anak
4) Setelah mengisi kuesioner pre-test peneliti menanyakan kembali kepada responden mengenai waktu yang disepakati untuk pertemuan selanjutnya
5) Pelaksanaan intevensi diawali dengan motivational interviewing pertama yang dilakukan sesuai waktu kesepakatan antara responden peneliti, yakni pada hari Senin hingga Jumat di minggu pertama periode penelitian yang terdiri atas tahap open question dan reflecting listening
6) Pelaksanaan intervensi selanjutnya peer group support dilakukan pada minggu kedua periode penelitian di hari Sabtu dengan durasi 60 menit. Pertemuan diawali dengan membacakan aturan dan tata tertib peer group support, serta memberikan topik tentang TB paru
7) Pada minggu ketiga penelitian, dilakukan motivational interviewing kedua dengan tahap affirmation dan summaries (self motivation statement) sesuai kesepakatan jadwal antara responden dan peneliti 8) Setelah semua intervensi dilakukan, diberikan post-test berupa
kuesioner perilaku orang tua dalam pencegahan tuberkulosis pada anak yakni pada 7 hari setelah dilakukan motivational interviewing yang kedua
4.10 Pengolahan Data
1. Data pre-test dan post-test kemudian dilakukan uji normalitas menggunakan uji Shapiro Wilk karena responden berjumlah 30 orang