BAB I PENDAHULUAN
F. Metode Penelitian
3. Subjek/Informan Penelitian
Penelitian ini menggunakan model purposive sampling/ yaitu teknik penentuan sample dengan pertimbangan tertentu. Peneliti akan melakukan penelitian dengan metode penelitian wawancara mengenai dampak alih daya bagi kinerja karyawan Bank Bengkulu, maka subjek yang berkaitan penelitian ini adalah Bapak D Jamil yasak yaitu seorang wakil kepala koperasi di Bank Bengkulu Cabang Utama, bapak Dody Tri Saputra yaitu seorang security di Bank Bengkulu Cabang Utama, Bapak Zulyan Efendi yaitu seorang Office Boy di Bank Bengkulu Cabang Utama,Bapak Ustadz abdul cholis yaitu seorang Ulama kota Bengkulu. Alamat wawancara penelitian Bank
Bengkulu Cabang Utama Jalan Basuki Rahmat Nomor.6, Belakang Pondok, Kec. Ratu Samban, Kota Bengkulu, Bengkulu 38222.
4. Sumber dan Teknik Pengumpulan Data
Sumber dan teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu dengan menggunakan data primer dan data sekunder, selain itu teknik pengumpulan data observasi di kantor Bank Bengkulu Cabang Utama, wawancara dengan Bapak D Jamil yasak yaitu seorang wakil kepala koperasi di Bank Bengkulu Cabang Utama, bapak Dody Tri Saputra yaitu seorang security di Bank Bengkulu Cabang Utama, Bapak Zulyan Efendi yaitu seorang Office Boy di Bank Bengkulu Cabang Utama,Bapak Ustadz abdul cholis yaitu seorang Ulama kota Bengkulu dan studi kepustakaan mengumpulkan buku-buku, jurnal, artikel yang ada di perpustakaan maupun internet mengenai pekerja alih daya menurut pandangan Islam,
1. Sumber Data
Sumber data dalam penelitian ini meliputi kategori sebagai berikut :
a. Data Primer
Sumber primer merupakan jenis data yang diperoleh dan digali pada sumber utamanya. data primer dari penelitian in adalah hasil wawancara
dari pimpinan dan pihak karyawan Bank Bengkulu.
b. Data Sekunder
Sumber sekunder merupakan data yang mendukung atas permasalahan yang akan dibahas, data sekunder yaitu diperooleh dari hasil studi perpustakkan. Baik berupa bahan-bahan bacaan maupun data angka yang memungkinkan, serta berkaitan dengan penelitian yang penulis lakukan di Bank Bengkulu Cabang Utama.
2. Tekhnik Pengumpulan Data 1. Observasi
Observasi adalah metode atau cara-cara menganalisis dan mengadakan pencatatan secara sistematis mengenai tingkah laku dengan melihat atau mengamati individu atau kelompok secara langsung, teknik ini pergunakan untuk memperoleh data sebagai pendukung awal dalam pengumpulan (penemuan masalah).22 Observasi di lakukan pada kantor Bank Bengkulu Cabang Utama.
2. Metode wawancara
Metode yang digunakan untuk memperoleh gambaran atau keterangan secara langsung
22 Wikipedia ,” Pengertian Observasi”(
https://id.wikipedia.org/wiki/Pengamatan di akses pada tanggal 4 Agustus 2019,pukul 16.08 WIB
mengenai data yang penulis perlukan dengan cara mengajukan pernyataan dengan Bapak D Jamil yasak yaitu seorang wakil kepala koperasi di Bank Bengkulu Cabang Utama, bapak Dody Tri Saputra yaitu seorang security di Bank Bengkulu Cabang Utama, Bapak Zulyan Efendi yaitu seorang Office Boy di Bank Bengkulu Cabang Utama,Bapak Ustadz abdul cholis yaitu seorang Ulama kota Bengkulu Studi kepustakaan (library reseach)
3. Penelitian kepustakaan untuk mendapatkan data sekunder melalui pengumpulan dan penyelidikan data- data pada kepustakaan khusus yang berhubungan dengan pokok masalah yang diteliti..
5. Teknik analisis data 1. Reduksi data
Teknik analisis reduksi data merupakkan bentuk analisis yang menajamkan, menggolongkan, mengarahkan, membuang yang tidak perlu dan mengorganisasikan data sedemikian rupa sehingga dapat membuahkan kesimpulan akhir.
2. Display data
Setelah data reduksi, langkah selanjutnya ialah display data. Biasanya dalam penelitian yang menggunakan pendekatan kualitatif, penyajian data hasil reduksi bisa dilakukkan dalam bentuk uraian singkat,
bagan, hubungan antara, kategori flowchart, dan sejenisnya.
3. Conlusion drawing/verification
4. Setelah data reduksi dan display data, maka proses selanjutnya adalah kesimpulan dan verifikasi dengan cara memusatkan dengan masalah dan memutuskan seberapa banyak percaya terhadap analisis data, kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan data berikutnya.
Tetapi apabila kesimpulan yang dikemukakan pada tahap awal, didukung oleh bukti- bukti yang valid saat peneliti kembali kelapangan mengumpulkan data, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan yang interaktif.
BAB II KAJIAN TEORI A. Tenaga Kerja
1. Pengertian Tenaga Kerja
Tenaga kerja merupakan penduduk yang berada dalam usia kerja. Menurut UU No. 13 tahun 2003 Bab I pasal 1 ayat 2 disebutkan bahwa tenaga kerja adalah setiap orang yang mampu melakukan pekerjaan guna menghasilkan barang dan atau jasa baik untuk memenuhi kebutuhan sendiri maupun untuk masyarakat.1 Tenaga kerja adalah penduduk yang sudah atau sedang bekerja, yang sedang mencari pekerjaan, dan yang melaksanakan kegiatan lain seperti bersekolah dan mengurus rumah tangga. Secara praksis pengertian tenaga kerja dan bukan tenaga kerja menurut dia hanya dibedakan oleh batas umur.2
Badan Pusat Statistik mendefinisikan tenaga kerja sebagai seluruh penduduk dalam usia kerja (15 tahun keatas) yang berpotensi memproduksi barang dan jasa.
BPS (Badan Pusat Statistik) membagi tenaga kerja, yaitu:3 1. Tenaga kerja penuh, adalah tenaga kerja yang
mempunyai jumlah jam kerja > 35 jam dalam
1 Subijanto, Peran Negara Dalam Hubungan Tenaga Kerja Indonesia , (Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan vol 17 no 6, 2011), hal 708.
2 Sendjun H Manululang, Pokok-Pokok Hukum Ketenagakerjaan Di Indonesia, (Jakarta: PT Rineka Citra, 1998), hal 03.
3 Badan Pusat Statistik Kota Bandar Lampung, 2015 Tersedia Di:
Www.Bps.Go.Id. Situs Resmi Badan Pusat Statistik.
seminggu dengan hasil kerja tertentu sesuai dengan uraian tugas.
2. Tenaga kerja tidak penuh atau setengah pengangguran, adalah tenaga kerja dengan jam kerja < 35 jam seminggu.
3. Tenaga kerja yang belum bekerja atau sementara tidak bekerja, adalah tenaga kerja dengan jam kerja 0 > 1 jam perminggu.
Tenaga kerja juga dapat diartikan, bahwa tenaga kerja adalah orang yang bersedia atau sanggup bekerja untuk diri sendiri atau anggota keluarga yang tidak menerima upah serta mereka yang bekerja untuk upah. Sedangkan menurut pendapat Simanjuntak Tambunan, bahwa tenaga kerja adalah kelompok penduduk dalam usia kerja, dimana ia mampu bekerja atau melakukan kegiatan ekonomis dalam menghasilkan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.4 Keberhasilan suatu pembangunan ekonomi dipengaruhi oleh faktor produksi.
Faktor produksi sering didefinisikan sebagai setiap hal yang diperlukan secara teknis untuk memproduksi suatu barang atau jasa. Faktor-faktor produksi tersebut diantaranya yaitu bahan pokok peralatan gedung, tenaga kerja, mesin dan modal yang secara garis besar dapat dikategorikan menjadi input manusia dan non manusia.
4 Tambunan.Tenaga Kerja. (Yogyakarta: Bpfe 2002), hal. 78.
Pengertian tenaga kerja disini mencakup tenaga kerja/buruh yang sedang terkait dalam suatu hubungan kerja dan tenaga kerja yang belum bekerja. Sedangkan pengertian dari pekerja/buruh adalah setiap orang yang bekerja dengan menerima upah atau imbalan dalam bentuk lain. Dengan kata lain, pekerja atau buruh adalah tenaga kerja yang sedang dalam ikatan hubungan kerja.5 2. Angkatan Kerja
Angkatan Kerja ialah golongan kerja dalam suatu pekerjaan. Biasanya, angkatan kerja dipakai untuk memvisualkan orang-orang yang bekerja untuk satu perusahaan ataupun industri, akan tetapi juga disusunkan pada kawasan geografis misalnya perkotaan, pedesaan dan negara bagian.6 Angkatan kerja dapat dijelaskan dengan beberapa definisi yaitu angkatan kerja adalah jumlah tenaga kerja yang terdapat dalam suatu perekonomian pada suatu waktu tertentu.7
Menurut Mulyadi, angkatan kerja adalah bagian dari tenaga kerja yang sesungguhnya terlibat atau berusaha untuk terlibat dalam kegiatan produksi yaitu
5 Hardijan Rusli, Hukum Ketenagakerjaan, (Jakarta: Ghalia Indonesia, 2008), hal. 12-13
6 Pak dosen, Angkatan kerja, di akses pada blogspot dosen.co.id pada tanggal 07 Juli 2021.
7 Sadono Sukirno, Mikroekonomi Teori Pengantar, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2013), hal. 123.
produksi barang dan jasa.8 Pengertian angkatan kerja adalah penduduk yang berusia 15 tahun keatas yang secara aktif melakukan suatu kegiatan ekonomi. Labor Force atau Angkatan kerja adalah bagian dari tenaga kerja yang pada dasarnya terlibat maupun berusaha untuk terlibat dalam suatu kegiatan produksi barang dan jasa.
Angkatan kerja merupakan penduduk yang dalam setiap kegiatan utamanya dalam seminggu yang lalu bekerja (K) dan penduduk yang sedang dalam mencari pekerjaan (MP).9 Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) menunjukkan suatu ukuran proporsi penduduk usia kerja yang terlibat secara aktif dalam pasar tenaga kerja baik yang bekerja maupun sedang mencari pekerjaan. TPAK dapat dinyatakan untuk seluruh tenaga kerja yang ada atau jumlah tenaga kerja menurut kelompok umur tertentu, jenis kelamin, tingkat pendidikan maupun desa-kota.10 TPAK diukur sebagai persentase jumlah angkatan kerja
8 Mulyadi Sabri, Ekonomi Sumber Daya Manusia Dalam Perspektif Pembangunan, (Jakarta. PT. Grafindo.2013),hal. 72.
9 Si Manis, Pengertian Angkatan Kerja Dan Jenis-Jenis Angkatan Kerja Menurut Para Ahli Lengkap,di akses pada blogspot pelajaran.co.id/pengertian-angkatan-kerja-dan-jenis-jenis-angkatan-kerja- menurut-para-ahli-lengkap/ tanggal 07 Juli 2021. Pukul 15:00 WIB.
10 Kusnendi, Ekonomi Sumber Daya Manusia dan Alam, (Jakarta:
Universitas Terbuka, 2009), hal. 6-8.
terhadap jumlah penduduk usia kerja.11 Angkatan kerja digolongkan menjadi 2 yaitu:12
a. Angkatan Kerja yang di golongkan bekerja, yaitu angkatan kerja yang memiliki ciri-ciri:13
1. Dalam seminggu sebelum adanya perhitungan melakukan pekerjaan dalam memperoleh atau membantu untuk mendapatkan penghasilan atau bisa diartikan keuntungan yang lamanya berkisar satu jam dalam seminggu yang lalu.
2. Mereka yang seminggu sebelum pencacahan tidak melakukan pekerjaan atau bekerja kurang dari satu jam. Dalam hal ini seperti pekerjaan tetap, pegawai pemerintah/swasta yang saling tidak masuk kerja karena adanya cuti, sakit, mogok, mangkir atau juga perusahaan menghentikan kegiatannya selama sementara; Petani yang mengusahakan tanah pertanian yang tidak bekerja karena menunggu hujan yang kemudian dilanjutkan untuk menggarap sawah; Orang yang bekerja dalam bidang atau keahlian tertentu. Contohnya dokter, dalang dan lain sebagainya.
11 Mudrajat Kuncoro, Mudah Memahami dan Menganalisis Indikator Ekonomi, (Yogyakarta: UPP STIEM YKPN, 2013), hal. 66.
12 Badan Pusat Statistik Jakarta Pusat , Pedoman Pendataan Survei Angkatan Kerja Nasional Tahun 2009. Jakarta Pusat : Badan Pusat Statistik.
2009.
13 Badan Pusat Statistik Jakarta Pusat , Pedoman Pendataan Survei Angkatan Kerja.2009
b. Angkatan Kerja yang digolongkan menganggur dan sedang mencari pekerjaan, yaitu angkatan kerja dengan ciri-ciri:14
1. Belum pernah bekerja, tapi sedang dalam proses atau usaha dalam mencari pekerjaan.
2. Sedang bekerja, namun pada pencacahan menganggur dan berusaha dalam mendapatkan pekerjaan. Mereka yang dibebas tugaskan dan sedang berusaha dalam mendapatkan pekerjaan.
3. Kesempatan Kerja
Kegiatan ekonomi di masyarakat membutuhkan tenaga kerja. kebutuhan akan tenaga kerja itu dapat juga disebut sebagai kesempatan kerja. Kesempatan kerja itu sendiri adalah suatu keadaan yang menggambarkan terjadinya lapangan kerja (pekerjaan) untuk diisi pencari pekerja. Istilah kesempatan kerja mengandung pengertian lapangan pekerjaan atau kesempatan yang tersedia untuk bekerja akibat dari suatu kegiatan ekonomi produksi.15 Menurut Badan Pusat Statistik yang dimaksud dengan kesempatan kerja adalah banyaknya orang yang dapat tertampung untuk bekerja pada suatu instansi atau perusahaan. Kesempatan kerja ini akan dapat menampung semua tenaga kerja yang bersedia apabila lapangan
14 Badan Pusat Statistik Jakarta Pusat , Pedoman Pendataan Survei Angkatan Kerja.2009
15 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan.
tersedia mencakup atau seimbang dengan banyaknya tenaga kerja yang bersedia.16 Kesempatan kerja di Indonesia dijamin dalam UUD 1945 pada pasal 27 ayat 2 yang berbunyi “Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak”. Dari bunyi UUD 1945 pasal 27 ayat 2 itu jelas bahwa pemerintah Indonesia untuk menciptakan lapangan kerja bagi anggota masyarakat karena hal ini berhubungan dengan usaha masyarakat untuk mendapat penghasilan.17
4. Permintaan Tenaga Kerja
Permintaan dalam konteks ekonomi didefinisikan sebagai jumlah maksimum suatu barang atau jasa yang dikehendaki seorang pembeli untuk dibelinya pada setiap kemungkinan harga dalam jangka waktu tertentu. Dalam hubungannya dengan tenaga kerja, permintaan tenaga kerja adalah hubungan antara tingkat upah dan jumlah pekerja yang dikehendaki oleh pengusaha untuk dipekerjakan. Sehingga permintaan tenaga kerja dapat didefinisikan sebagai jumlah tenaga kerja yang
16 Badan Pusat Statistik Jakarta Pusat , Pedoman Pendataan Survei Angkatan Kerja Nasional.. (Jakarta Pusat : Badan Pusat Statistik. 1982.), hal 26.
17 Rizki Herdian Zenda , Suparno. Peranan Sektor Industri Terhadap Penyerapan Tenaga Kerja Di Kota Surabaya. (Jurnal Ekonomi & Bisnis, Hal 371 - 384 Volume 2, Nomor 1, Maret 2017), hal 4.
diperkerjakan seorang pengusaha pada setiap kemungkinan tingkat upah dalam jangka waktu tertentu.18
Permintaan tenaga kerja dipengaruhi oleh nilai marjinal produk (Value of Marginal Product, VMP). Nilai marjinal produk (VMP) merupakan perkalian antara Produk Fisik Marginal (Marginal Physical Product, MPP) dengan harga produk yang bersangkutan. Produk Fisik Marginal (Marginal Physical Product, MPP) adalah kenaikan total produk fisik yang bersumber dari penambahan satu unit input variabel (tenaga kerja).
Dengan mengasumsikan bahwa perusahaan beroperasi pada pasar kompetitif sempurna maka besarnya VMP yang merupakan perkalian antara MPP x P akan sama dengan harga input produk yang bersangkutan yaitu PN.
Besarnya VMP = P didapatkan dari pernyataan bahwa kombinasi input optimal atau biaya minimal dalam proses produksi akan terjadi bila kurva isoquan menjadi tangens terhadap isocost. Bila sudut garis isocost sama dengan - w/r. sedangkan besarnya sudut disetiap titik pada isoquant sama dengan MPPI/MPPK, maka kombinasi input yang optimal adalah : w/r = MPPL/MPPK atau MPPK/r = MPPi7w. Dimana r adalah tingkat bunga implisit yang
18 Sudarsono. Pengantar Teori Ekonomi Mikro.( LP3S. Jakarta. 1990.), hal 53.
bersumber dari modal sedangkan w adalah tingkat upah per unit.19
Arti dari kata permintaan berbeda-beda menurut apa yang sedang dibicarakan. Apabila permintaan dibicarakan dari sudut pandang suatu komoditi, maka permintaan dapat dihubungkan antara harga dan kuantitas atau jumlah barang yang bersedia dibeli oleh para konsumen. Namun ketika membicarakan permintaan dari segi ketenagakerjaan, maka permintaan dapat diartikan sebagai hubungan antara tingkat upah atau gaji (dari sudut pandang seorang majikan merupakan harga tenaga kerja) dengan jumlah tenaga kerja yang dikehendaki oleh seorang majikan untuk dipekerjakan.20
B. Alih daya
1. Pengertian Alih Daya
Alih daya merupakan suatu bentuk penyerahan dari aktivitas perusahaan kepada pihak lain. Menjadikan proses tersebut bisa menjadikan Alih daya mampu memberikan hasil dalam bentuk meningkatnya kinerja yang kompetitif di dalam menghadapi perkembangan ekonomi dan juga teknologi global.21
19 Miller dan Meiners.. Teori ekonomi mikro Edisi Ketiga.( Jakarta. PT.
Raja Grafindo Persada. 1993), hal 63.
20 Arfida, Ekonomi Sumber Daya Manusia.( Penerbit: Ghalia Indonesia.
2003), hal 14.
21 Widhayani Puri Setyoningtyas. Analisis Sistem Kerja Outsourcing Pada Tenaga Kerja Di Indonesia. (Majalah Ekonomi Vol. XXI, No. 1, Juli 2016.), hal 7.
a. Pengertian Alih daya menurut Undang-Undang No.
13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan. Bila merujuk pada Undang-Undang No. 13 Tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, Alih daya dikenal sebagai penyediaan jasa tenaga kerja seperti yang diatur berdasarkan pasal 64 Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 Tentang Ketenagakerjaan Perusahaan dapat menyerahkan sebagian pelaksanaan pekerjaan kepada perusahaan lainnya melalui perjanjian pemborongan pekerjaan atau penyediaan jasa/buruh yang dibuat secara tertulis. Dalam dunia Psikologi Industri, karyawan Alih daya adalah karyawan kontrak yang dipasok dari sebuah perusahaan penyedia jasa tenaga Alih daya.22
Pada dasarnya, Alih daya adalah tindakan yang dilakukan oleh perusahaan ketika mereka menyerahkan beberapa aktivitas mereka kepada pihak luar. Pengalihan ini, beserta hak-hak dan kewajiban yang dimiliki oleh masing-masing pihak, biasanya terekam dalam sebuah kontrak kerjasama.
Baik untuk menyelesaikan masalah yang ada di perusahaan, maupun mendukung tujuan dan sasaran kegiatan bisnis, perusahaan kerap beralih ke alih daya. Dalam artian ini, pihak outside provider
22Bivisyani questibrilia,”outsourcing pengertian ,manfaat,jenis dan sistem pengkajian”. Di akses pada tanggal 05 Juli 2021. Pukul 15:00 WIB.
maupun perusahaan memiliki kedudukan yang setara bukan sebagai atasan dan bawahan.23
b. Pengertian Alih daya menurut para ahli
Ada beberapa pengertian Alih daya menurut para ahli sebagai berikut :24
1. Lalu Husni
Definisi Alih daya menurut Lalu Husni adalah pemanfaatan tenaga kerja untuk memproduksi atau melaksanakan suatu pekerjaan oleh suatu perusahaan, melalui perusahaan penyedia/pengerah tenaga kerja.25
2. Jehani
Alih daya merupakan bentuk penyerahan pekerjaan tertentu suatu perusahaan kepada pihak ketiga yang dilakukan dengan tujuan untuk mengurangi beban perusahaan tersebut.26
3. Tunggal
Alih daya adalah pemindahan atau pendelegasian beberapa proses bisnis kepada suatu badan penyedia jasa, dimana badan penyedia jasa
23 Bivisyani questibrilia,”outsourcing pengertian ,manfaat,jenis dan sistem pengkajian”. Di akses pada tanggal 05 Juli 2021. Pukul 15:00 WIB.
24Guru Ekonomi, Pengertian Outsourcing, di akses pada blogspot sarjanaekonomi.co.id/pengertian-outsourcing/ tanggal 07 Juli 2021. Pukul 11:00 WIB
25 Lalu Husni, Pengantar Hukum Ketenagakerjaan Indonesia, (Jakarta : Cayton Publishing, 2003), hal 107.
26 Jehani, Libertus, Hak-Hak Karyawan Kontrak. (Jakarta: Praninta Offset, 2008), hal 1.
tersebut melakukan proses administrasi dan manajemen berdasarkan definisi serta kreteria yang telah disepakati oleh para pihak.27
Dari definisi Alih daya di atas maka dapat disimpulkan pengertian alih daya adalah pemanfaatan tenaga kerja dengan cara memborongkan atau memindahkan tugas dan tanggung jawab pekerjaan atau kegiatan perusahaan dari perusahaan induk yang tadinya dikelola sendiri kepada perusahaan lain sebagai penyedia tenaga kerja dalam bentuk ikatan kontrak kerja sama.
2. Kelebihan Dan Kekurangan Alih Daya
Sistem kerja Alih daya mempunyai peran penting dalam meningkatkan performa perusahaan, karena dalam prakteknya, sistem Alih daya dapat menekan biaya operasional perusahaan dan membuat perusahaan lebih fokus dalam memajukan bisnis utamanya. Sebelum Anda memutuskan untuk menggunakan sistem Alih daya, perlu mengetahui kelebihan dan kekurangannya. Ada beberapa kelebihan dari Alih daya :28
a. Perusahaan bisa fokus kepada aktivitas bisnis utama.
27 Amin Widjaja Tunggal, Akuntansi Manajemen, (Jakarta; Harvindo, 2009), hal 308.
28Linov HR, Kelebihan Dan Kekurangan Outsourcing, di akses pada blogspot linovhr.com/kelebihan-dan-kekurangan-outsourcing/ tanggal 07 Juli 2021. Pukul 12:00 WIB
b. Perusahaan tidak perlu repot menyediakan fasilitas, tunjangan makan, bahkan asuransi kesehatan/BPJS Kesehatan.
c. Kompetensi perusahaan Alih daya biasanya lebih bagus di bidangnya, karena itu adalah core business nya.
d. Mengurangi risiko terhadap ketidak pastian bisnis di masa mendatang, dengan cara membatasi jumlah karyawan perusahaan.
e. Meningkatkan efisiensi dan perbaikan pada pekerjaan yang sifatnya non-core.
Selain mempunyai kelebihan Alih daya juga mempunyai kekurangan sebagai berikut :29
a. Jika kontrak kerja jangka pendek, butuh waktu lagi untuk rekrut pegawai.
b. Membutuhkan sistem keamanan yang ketat jika ingin data terjaga dengan baik.
c. Ketergantungan terhadap sistem Alih daya, namun kembali lagi tergantung kesepakatan antar perusahaan terhadap penyedia jasa Alih daya.
d. Rahasia perusahaan rentan bocor apabila menempatkan tenaga alih daya di bagian pekerjaan yang bersifat rahasia.
29Agni Haryanto, Outsourcing : Pengertian , Manfaat, Jenis Dan Sistem Pengkajian. Di akses paada blogspot jojonomic.com/blog/outsourcing/ tanggal 07 Juli 2021. Pukul 12:30 WIB
e. Kurang efektif jika hanya merekrut Alih daya dalam jangka pendek, karena perlu masa transisi untuk penyesuaian kembali dan peralihan tugas.
3. Peranan Alih daya
Alih daya memiliki peranan yang sangat penting dalam mendukung kinerja organisasi dan efisiensi perusahaan. Hal ini patut disadari bahwa perusahaan belum tentu mampu mencukupi tenaga kerja secara keseluruhan sehingga diperlukan adanya tenaga Alih daya yang dapat mendukung dari kinerja organisasi.30
Alih daya memiliki peran yang sangat penting dalam organisasi perusahaan. Adapun peran yang ditunjukkan yaitu: 31
a. Sebagai fasilitator bahwa alih daya tugas utamanya adalah sebagai jembatan bagi pencari tenaga kerja.
Alih daya sebagai penyedia tenaga kerja sedangkan perusahaan sebagai pencari tenaga kerja untuk memperlancar produktivitas kerjanya.
b. Sebagai dinamisator bahwa Alih daya dapat berperan bagi kemajuan perusahaan, karena perusahaan tidak selamanya akan bergantung kepada alih daya. Dengan adanya Alih daya ini perusahaan
30 Hafulyon . Manajemen Sumber Daya Manusia Outsourcing Dalam Perusahaan. manajemen pada STAIN Batusangkar. (JURIS Volume 10, Nomor 2 Desember 2011). hal 133.
31 Indrajit, Richardus Eko dan Djokopranoto, Richardus. Dari MRP (Materials Requirement Planning) menuju ERP (Enterprise Resource Planning). (Jakarta ; Grasindo, 2004), hal. 5
akan berlatih untuk mempersiapkan tenaga kerjanya apabila sewaktu waktu Alih daya tidak lagi dapat dipertahankan kerjasamanya. Dengan demikian alih daya dapat dijadikan dinamisator perusahaan untuk meningkatkan kinerjanya.
c. Sebagai katalisator yaitu Alih daya dapat menjadi penghubung antara perusahaan yang mencari tenaga kerja yang sesuai kebutuhan dengan tenaga kerja yang tersedia atau dimiliki oleh Alih daya sehingga tenaga yang disalurkan benar-benar dibutuhkan oleh perusahaan.
d. Sebagai motivator yaitu Alih daya dapat dijadikan perusahaan untuk membangunkan semangat serta kinerja oragnisasi. Dengan kelancaran menjalankan produktivitas kerjanya maka perusahaan akan merasa puas demikian pula nasabahnya
e. Sebagai stabilisator, Alih daya mampu menstabilkan kinerja organisasi perusahaan karena menyediakan tenaga kerja yang belum dimiliki oleh perusahaan sehingga dapat membawa kestabilan perusahaan dalam meningkatkan produktivitas pelayanan dan kinerjanya.
Berdasarkan uraian tersebut di atas, dapat disimpulkan bahwa alih daya memiliki peran yang sangat penting bagi perusahaan yaitu sebagai stabilisator,
fasilitator, dinamisator, katalisator dan motivator bagi perusahaan. Dengan adanya alih daya dapat membantu kinerja perusahaan menjadi lebih baik dan bermutu sehingga dapat memberikan kepuasan baik untuk internal perusahaan maupun para nasabahnya.32
4. Tujuan yang Dikembangkan dalam Sistem Alih daya Pada era perusahaan menghadapi persaingan global, sementara di sisi lain perusahaan sulit melakukan efisiensi sehingga biaya produksi tetap tinggi. Hal ini pada gilirannya berdampak pula pada para pekerja.
Untuk mengurangi risiko maka timbul pemikiran di kalangan dunia usaha untuk menerapkan sistem Alih daya, gunanya apalagi kalau bukan untuk membagi resiko usaha. Bagian – bagian tertentu (pokok) dari rangkaian usaha perusahaan tetap dikerjakan oleh perusahaan tersebut, sedangkan bagian penunjang lainnya di outsource ke perusahaan lain. Yang terjadi kemudian perusahaan dapat fokus pada pengembangan serta penetrasi pasar33.
5. Alasan yang Mendasari Penggunaan Alih daya
Sebagai salah satu alternatif untuk menghindari masalah perusahaan yang berkaitan dengan bisnis inti sehingga perusahaan menyerahkan pekerjaannya
32 Ibid ,hal .6.
33 Yusar Iftida,”Tujuan
Outsoutcing”,(Jakarta,Gramedia,2010),Cet.1,hal.6.