DAFTAR LAMPIRAN
A. Hasil Penelitian
3. Tahap Observasi dan Evaluasi 1. Hasil Analisis Data Kualitatif
56
3. Tahap Observasi dan Evaluasi
tas siswa yaitu 70% siswa terlibat aktif. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa aktifitas siswa pada siklus II dapat dikatakan aktif.
b. Hasil observasi keterlaksanaan pembelajaran
Berdasarkan kriteria yang ditetapkan , jika dirata-ratakan dari pertemuan 5 sampai 7 maka diperoleh (3,4) dan dapat dikategorikan baik.
2. Hasil Analisis Tes Hasil Belajar Siswa
Pembelajaran pada siklus II dilaksanakan setelah menganalisis tes hasil belajar matematika pada siklus I. Hal ini dimaksud untuk mengetahui letak kesulitan yang dihadapi siswa. Hasil tes siklus I ini dikembalikan kepada siswa supaya siswa mengetahui letak kesalahannya dalam menyelesaikan soal yang diberikan oleh guru.
Tabel 4.4 Hasil Analisis Deskriptif Hasil Belajar Matematika Siklus II
Statistik Nilai
Subjek penelitian Skor maksimum ideal Rata-rata
Deviasi standar Skor tertinggi Skor terendah Rentang skor
29 100 81,17 8,12 90 65 25
Berdasarkan tabel 4.4 di atas, diperoleh bahwa rata – rata skor hasil belajar matematika setelah pemberian tindakan pada siklus II adalah 81,17 dari skor ideal 100 yang mungkin dicapai. Sedangkan skor tertinggi 90 dan skor terendah 65. Jika skor hasil belajar siswa pada siklus II dikelompokkan
58
berdasarkan teknik kategorisasinya terdiri dari lima kategori maka diperoleh tabel distribusi frekuensi sebagai berikut:
Pada siklus II ini kembali dilaksanakan tes hasil belajar matematika setelah menyelesaikan beberapa sub pokok bahasan lanjutan siklus I. Adapun data skor hasil belajar pada siklus II dapat dilihat pada tabel berikut ini:
Tabel 4.5 Kategorisasi Skor Hasil Belajar Matematika Siklus II Skor Kategori Frekuensi Persentase 0 – 59
60 – 69 70 – 79 80 – 89 90 – 100
Sangat Rendah Rendah Sedang Tinggi Sangat Tinggi
0 3 5 14
7
0 10 17 48 24
Jumlah 29 100
Setelah digunakan teknik kategorisasi dapat disimpulkan bahwa skor rata-rata hasil belajar matematika siklus II siswa kelas X IPS2 MA DDI At- taufiq Padaelo yaitu 81 dari skor ideal, berada dalam kategori tinggi.
Jika hasil belajar siswa pada siklus II dikelompokkan berdasarkan Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yaitu 70 untuk mata pelajaran matemat- ika maka diperoleh distribusi skor hasil belajar matematika siswa sebagai berikut:
Tabel 4.6 Deskripsi Ketuntasan Hasil Belajar Matematika Siklus II Skor Kriteria Frekuensi Persentase
<
≥
Tidak tuntas Tuntas
3 26
10 90
Jumlah 29 100
Berdasarkan tabel 4.6 di atas, diperoleh bahwa 90% siswa yang ter- masuk dalam kategori tuntas dalam pembelajaran pada siklus II. Hal ini dapat memberikan gambaran bahwa pelaksanaan pembelajaran matematika siswa melalui penerapan pendekatan open-ended problem pada siklus II mencapai ketuntasan klasikal minimal yaitu 90% siswa mencapai atau lebih dari skor Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM). Dari hasil ini juga diperoleh bahwa masih ada 3 orang siswa yang memerlukan perhatian serta perbaikan secara individual pada pembelajaran berikutnya.
4. Refleksi
Setelah melaksanakan pengamatan atas tindakan pembelajaran di dalam kelas, selanjutnya diadakan refleksi dari tindakan yang telah dilakukan. Dalam kegiatan pada siklus II didapatkan hasil refleksi sebagai berikut:
Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa:
Indikator respon siswa terhadap penerapan pendekatan open-ended problem pada proses pembelajaran:
60
1. Apakah menurut Anda pembelajaran dengan pendekatan open ended problem membuat pelajaran matematika lebih menyenangkan? Sebanyak 100% siswa mengatakan iya.
2. Apakah pembelajaran dengan pendekatan open ended problem membuat Anda tertarik terhadap pelajaran matematika? Ada 86% siswa yang mengatakan iya dan 14% mengatakan tidak.
3. Apakah pembelajaran dengan pendekatan open ended problem yang diterap- kan oleh guru memudahkan Anda untuk memahami materi pelajaran matemat- ika? Sebanyak 90% siswa mengatakn iya dan sebanyak 10% mengatakan tid- ak.
4. Apakah pembelajaran dengan pendekatan open ended problem yang diterap- kan membuat Anda berani mengungkapkan pendapat Anda? Sebanyak 93%
megatakan iya dan 7% mengatakan tidak.
5. Apakah pembelajaran dengan pendekatan open ended problem yang diterap- kan oleh guru membuat Anda lebih senang dibanding pembelajaran lain?
Sebanyak 90% mengatakan iya dan sebanyak 10% mengatakan tidak.
6. Dengan pendekatan open ended problem, apakah anda senang berdiskusi ber- sama teman Anda dalam mengerjakan soal-soal matematika? sebanyak 83%
mengatakan iya dan 17% mengatakan tidak.
7. Apakah pembelajaran dengan pendekatan open ended problem yang diterap- kan oleh guru tidak bermanfaat bagi Anda? sebanyak 90% mengatakan iya dan sebanyak 10% mengatakan tidak
8. Apakah Anda lebih termotivasi belajar matematika setelah mendapatkan pem- belajaran dengan pendekatan open ended problem? Sebanyak 90% menga- takan iya dan sebanyak 10% sebanyak tidak.
Secara keseluruhan, presentase rata-rata respon positif siswa adalah 90% be- rada pada standar keefektifan yaitu 80%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran matematika melalui pendekatan open-ended problem.
Secara keseluruhan, persentase rata-rata respon positif siswa adalah 90% be- rada pada standar keefektifan yaitu 80%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa siswa memberikan respon yang positif terhadap pembelajaran matematika melalui pendekatan open-ended problem.
Secara garis besar, pelaksanaan siklus kedua berlangsung baik, berdasarkan hasil evaluasi, ketuntasan klasikal telah tercapai. Berikut beberapa keterangan seperti di bawah ini:
a. Pada siklus II ini perhatian siswa dan keinginan siswa dalam mengikuti proses belajar mengajar semakin antusias.
b. Siswa yang minta dibimbing pada siklus II semakin berkurang. Ini disebabkan karena siswa sudah terbiasa dengan mencari dan menemukan sendiri jawaban dari masalah yang diberikan.
c. Kemampuan siswa dalam menyimpulkan semakin meningkat hal ini ditandai dengan semakin banyaknya siswa menyimpulkan benar dibandingkan pada siklus I.
d. Dari hasil tes evaluasi pada siklus II ini, siswa yang tuntas belajar 26 anak (90%), sedangkan siswa yang belum tuntas belajar 3 anak (10%). Ketunta- san belajar individual siswa telah tercapai dengan melihat nilai rata-rata
62
kelasnya 81,17 dan ketuntasan klasikal siswa telah terpenuhi yaitu sudah 90%.
Berdasarkan data hasil penelitian yang diperoleh diatas, bahwa terjadi peningkatan nilai rata-rata siswa pada siklus II yaitu 81,17 dan ketuntasan belajar siswa secara klasikal telah terpenuhi yaitu 90% dan dapat dikatakan bahwa siswa telah memperoleh nilai minimal standar KKM yang ditentukan yaitu 70. Dengan demikian, penelitian ini hanya dilakukan sebanyak 2 siklus saja, dan telah dianggap berhasil.
B. PEMBAHASAN HASIL PENELITIAN