No Diagnosa
Keperawatan Tujuan Sasa ran
Strate
gi Rencana Kegiatan Waktu Tempat
Evaluasi Kriteria
1. Resiko pe- nurunan status kesehatan lan- sia di RW II Kelurahan Wi- yung berhu- bungan dengan belum adanya pembinaan ke- sehatan lansia di RW II Ke- lurahan Wi- yung
Jangka panjang:
Meningkatkan
derajat kesehatan dan mutu hidup lansia dalam menjalani masa tua yang bahagia dan berdaya guna dalam kehidupan keluarga dan masyarakat se- suai dengan kebe- radaannya dalam strata masyarakat.
Jangka pendek:
Terbentuknya sarana pembinaan kesehat- an lansia di RW2
Adanya pembinaan kesehatan lansia secara berkala.
Masyarakat mampu mengidentifikasi masalah, merencana- kan, melaksanakan dan mengevaluasi tindakan
Selu -ruh lansi a di RW II Ke- lura h-an Wi- yung
KIEM S
Fasilitasi terbentuk-nya sarana pembina-an kesehatan lansia di RW2 (kelompok kerja lan-sia)
Bina kesehatan lan-sia, antara lain:
Screening ke-sehatan lansia
Posyandu lansia
Pemeriksaan dan pengobatan lansia
Pemeriksaan kesehatan berkala
Fasilitasi penyusun-an rencana kegiatan pembinaan kesehat-an lansia
Fasilitasi pelaksana-an kegiatan pembi-naan kesehatan lan-sia.
12-19 Agus- tus 2002
Balai RW II Kelurah- an Wi- yung, Rumah kediam- an Ketua Pokjakes dan Ke- tua tiap RT
Verbal Psikomotor dan sikap
2. Resiko ter- jadinya ke-
Tujuan jangka panjang:
Selu -ruh
KIEM S
Koordinasi dengan pengurus Karang
22 Juli Rumah Verbal Psikomotor
nakalan remaja di RW II Ke- lurahan Wi- yung ber- hubungan de- ngan kurang- nya peman- faatan waktu luang remaja di RW II Ke- lurahan Wi- yung
Tidak terjadi ke- nakalan remaja dan penyalahgunaan obat pada remaja di- wilayah RW2
Tujuan jangka pendek:
Remaja RW 2 me- miliki kegiatan yang positif untuk mengisi waktu luang
Remaja RW2 aktif dalam kegiatan organisasi Karang Taruna.
rema -ja warg a RW II Kelu - raha n Wi- yung
Taruna di masing- masing RT
Cari dukungan dari tokoh masyarakat dan agama se-tempat terhadap ke-giatan karang ta-runa.
Fasilitasi adanya ke- giatan kreasi remaja dan kegiatan lain dalam rangka men- cegah kenakalan re- maja, penyalahguna- an obat dan upaya meningkatkan hu- bungan silaturahmi antar remaja.
Ceramah Narkoba, AIDS dan SE
2002
22 Juli 2002
02 Agus- tus 2002
09 Agust 2002
ketua karangTa runaRT
Rumah toma &
toga tiap RT
Balai RW II
Balai RW II Kelu- rahan Wi-yung
Balai RW II Kelu- rahan Wi-yung
dan sikap
3. Resiko terjang- kit penyakit demam ber- darah (DHF) diwilayah RW II Kelurahan Wiyung ber- hubungan de-
Jangka Panjang:
Tidak terjangkit- nya/terjadinya pe- nyakit demam ber- darah di RW II Kel.
Wiyung
Jangka Pendek:
Selu ruh war- ga RW II Kel.
Wi-
KIEM S
Penyuluhan kesehat-an tentang penye-bab, siklus hidup nyamuk dan upaya pemutusan siklus hidup nyamuk.
Canangkan “Gerak-an Minggu Bersih”
24 Juli 2002
11 Agus-
Rumah warga RW II saat pengajia n ibu
tiap RT
Verbal Psikomotor dan sikap
ngan tingginya kepadatan vec- tor
- Terbentuknya Pok- jakes
- Menekan kepadat-an vektor di RW II Kel.
Wiyung
yung dengan melakukan PSN
Pantau/survey jentik berkala.
Lomba kebersihan lingkungan
tus 2002
11-16 Agus- tus 2002
tiap RT
tiap RT
4. Kurang efek- tifnya peman- faatan posyan- du di RW II Kelurahan Wi- yung ber- hubungan de- ngan sistem pendukung yang kurang memadai
Tujuan jangka panjang:
Termonitornya sta- tus kesehatan balita di RW 2 dan pe- manfaatan Posyandu menjadi efektif
Tujuan jangka pendek:
Selama praktik kli- nik keprawatan ko- munitas, terdapat:
15) Terb entuknya sis-tem pencatatan dan pelaporan kegiatan posyandu yang baik 16) Caku
pan kegiatan posyandu menca-pai lebih dari 90 %
Selu ruh ibu- ibu yang mem pu- nyai bali- ta war- ga RW II Kelu ra- han Wi- yung
KIEM S
Koordinasi lintas sektoral dan lintas program terkait dengan pembinaan posyandu.
Tata kembali sistem yang terkait dengan posyandu.
Lakukan kaderisasi kader posyandu
Lakukan penyegaran kader posyandu melalui pelatihan kader
Sebar informasi ten- tang posyandu me- lalui sarana per-
23 Juli 2002
22-23 Juli 2002
23 Juli 2002
2 & 6 Agust 2002
23 Agus- tus 2002
Puskesm as Wi- yung
PKM, rumah kader
Balai RW2 Wi-yung
Balai RW2 Wyg
Tiap RT
Verbal Psikomotor dan sikap
17) Berf ungsinya sis-tem posyandu se-cara optimal
18) Ters ampaikannya
informasi peman- faatan Posyandu seefektif mungkin
ibadatan, kegiatan sosial masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Penyuluhan imuni-sasi dan peman-faatan Posyandu
24 Agus- tus 2002
Balai RW II Wi-yung
5.
Rendahnya penggunaan metode kontra- sepsi jangka panjang di- wilayah RW II kelurahan Wi- yung
Tujuan jangka panjang:
Meningkatkan ca- kupan penggunaan alat kontrasepsi jangka panjang (IUD / Kontap)
Tujuan jangka pendek:
Masyarakat me- ngetahui keuntung- an penggunaan kontrasepsi jangka panjang
Masyarakat dapat menerima IUD sebagai pilihan utama KB.
Selu ruh ibu ha- mil di RW II Kelu rah- an Wi- yung
KIEM S
Identifikasi penye-bab rendahnya peng- gunaan metode KB jangka panjang / kontap
Koordinasi lintas program dan lintas sektoral yang terkait dengan permasalah-an tersebut
Desiminasi dan pe- nyuluhan metode kontap/KB jangka panjang
25-26 Juli 2002
29 Juli 2002
Agus- tus 2002
Rumah ibu hamil tiap RT
Balai RW II dan rumah Bumil
Verbal Psikomotor dan sikap
Tahap Pelaksanaan
Setelah dilakukan pengkajian, perumusan masalah dan prioritas masalah, serta pada tahap perencanaan oleh mahasiswa, Pokjakes dan warga RW II Wiyung, maka mulailah dilaksanakan seluruh kegiatan yang direncanakan sesuai dengan waktu yang telah ditentukan.
Pendekatan yang digunakan dalam pelaksanaan rencana tindakan, yaitu pendekatan komunitas, pendekatan keluarga binaan, pendekatan kelompok khusus dan pendekatan kepada instansi terkait.
Berikut ini tabel pelaksanaan asuhan keperawatan komunitas:
Tabel 3.1 Tabel Pelaksanaan Rencana Tindakan dan Evaluasi Formatif
DP TGL IMPLEMENTASI EVALUASI FORMATIF
Resiko penurunan status kesehatan lansia di RW II Kelurahan Wiyung berhubunga n dengan belum adanya pembinaan kesehatan lansia di RW II Kelurahan Wiyung
13 Agustus 2002
1-19/8/ 02
16/8/02
19/8/02
Memfasilitasi terbentuk- nya sarana pembinaan kesehatan lansia di RW2 (kelompok kerja lansia)
Melakukan pembinaan kesehatan lansia, antara lain:
Pendataan status de- mografi lansia
Screening kesehatan lansia
Posyandu lansia
Pemeriksaan dan peng- obatan lansia
Memfasilitasi penyusunan rencana kegiatan pembina- an kesehatan lansia dengan menyusunkan pro-posal
dan perencanaan
pembinaan lansia untuk Pokjakes dan Pokja Lansia
Memfasilitasi pelaksanaan
Terbentuknya pokja lansia
tiap RT dibawah
tanggungjawab Pokja-kes dan ketua RT
Terdata status demo-grafi lansia sejumlah 129 lansia
Terscreening kesehatan 85 lansia
19/8/02
19/8/02
kegiatan pembinaan ke-
sehatan lansia. Terlaksana Posyandu pemeriksaan dan pengobatan lansia pukul 15.00-18.00 WIB
Tersusun proposal kegiatan pembinaan lansia pada 13/8/02
Terlaksananya koor-dinasi intensif dengan Pokjakes
Resiko ter- jadinya ke- nakalan re- maja di RW II
Kelurahan Wiyung ber- hubungan dengan ku- rangnya pe- manfaatan waktu luang remaja di RW II Ke- lurahan Wi- yung
22 Juli 2002
22 Juli 2002
02 Agustus 2002
09 Agust 2002
Koordinasi dengan pengurus Karang Taruna di masing-masing RT
Mencari dukungan dari tokoh masyarakat dan agama setempat terhadap kegiatan karang taruna.
Memfasilitasi adanya ke- giatan kreasi remaja dan kegiatan lain dalam rang- ka mencegah kenakalan remaja, penyalahgunaan obat dan upaya mening- katkan hubungan silatu- rahmi antar remaja.
Ceramah Narkoba, AIDS dan SE
Terkoordinasi dengan karang taruna tiap RT
Ada dukungan dari toma &
agama dengan menyediakan kesem-patan dan fasilitas
Terbuatnya spanduk anti narkoba
Terencananya ceramah Narkoba, AIDS dan SE
Adanya fasilitas untuk bekerjasama dengan LSM Sebaya Surabaya
Terlaksana pada 09/8/02
dengan peserta 30-40 orang pukul 20.00-22.00 WIB di Balai RW II Wiyung
Resiko ter- jangkit pe- nyakit de- mam ber- darah (DHF) diwilayah RW II Ke- lurahan Wi- yung ber- hubungan dengan tingginya kepadatan vector
24 Juli 2002
11 Agustus 2002
11-16 Agus- tus 2002
11-16/8/02
Penyuluhan kesehatan tentang penyebab, siklus hidup nyamuk dan upaya pemutusan siklus hidup nyamuk.
Pencanangan “Gerakan Minggu Bersih” dengan melakukan PSN
Pemantauan/survey jentik berkala.
Lomba kebersihan lingkungan
Terlaksana pada 24/7/02 pukul 09.00-12.00 WB di Balai RW II saat Posyandu Balita dg peserta 33 orang, materi imunisasi dan Posyandu oleh Sudaryani dan Endang Purwaningsih.
Terlaksana Minggu bersih tgl 11/8/02 pukul 06.00-10.00 WIB tiap RT dan kebersihan terjaga.
Terpantau jentik di beberapa rumah yang diambil secara random oleh mahasiswa. Se- telah penilaian, jumlah berkurang menjadi 10% dari rumah yang bak airnya terdapat jentik
Ternilai pada 19 Agustus 2002
Kurang efek-tifnya peman- faatan posyan-du di RW II Kelurahan Wi-yung ber-
23 Juli 2002
22-23 Juli 2002
23 Juli 2002
Koordinasi lintas sektoral dan lintas program terkait dengan pembinaan posyandu.
Menyarankan penataan kembali sistem yang terkait dengan posyandu dengan mengefektifkan 5 meja di Posyandu..
Terlaksana kerjasama dengan Puskesmas Wiyung
Tersampaikannya sarana pengefektifan 5 meja di Posyandu kepada Puskesmas
Dilakukan urun rem-bug
hubungan de-ngan sistem pendukung yang kurang memadai
2 & 6 Agust 2002
23 Agus-tus 2002
24 Agustus 2002
Kaderisasi kader posyandu
Penyegaran kader pos- yandu melalui pelatihan kader
Penyebaran informasi tentang posyandu melalui sarana peribadatan, ke- giatan sosial masyarakat, tokoh agama dan tokoh masyarakat.
Penyuluhan imunisasi dan pemanfaatan Posyandu
kepada kader ke-sehatan untuk mencari kader baru.
Pelatihan kader ter-laksanan bersamaan dengan pelatihan ang-gota Pokjakes
Tersebarnya informasi oleh mahasiswa me-lalui kader dan RT untuk diinformasikan di masjid dan musholla
Terlaksana penyuluhan tanggal 24/8/02 saat Posyandu Balita pukul 09.00- 12.00 WIB di Balai RW II Wiyung dengan peserta 33 orang/ibu dari balita.
Rendahnya penggunaan metode kontrasepsi jangka panjang di- wilayah RW II kelurahan Wiyung
25-26 Juli 2002
29 Juli 2002
Agustus 2002
Identifikasi penyebab rendahnya penggunaan metode KB jangka panjang / kontap
Koordinasi lintas program dan lintas sektoral yang
terkait dengan
permasalahan tersebut
Desiminasi dan penyuluhan metode kontap/KB jangka panjang
Teridentifikasi penyebab, yaitu tidk tahu manfaat KB kontap dan kebiasaan mengikuti metode KB yang digunakan oleh sesama wanita usia subur (ikut- ikutan), serta sudah merasa cocok dengan metode yang saat ini digunakan.
Tidak terevaluasi
Terlaksana secara individual, sehingga evaluasi tidak terlaksana secara optimal.