BAB V PENUTUP
4.1 Analisis Pekerjaan Timbunan Tanah
4.1.1 Tahapan Pekerjaan Timbunan Tanah
Tahapan yang dilakukan untuk pekerjaan timbunan tanah main road disajikan dalam bentuk flow chart pada gambar 4.1
45 Gambar 4. 1 Flow Chart Timbunan Material Tanah
Mulai
Pekerjaan persiapan, terdiri dari : 1.Pembersihan lahan
2. Persiapan lahan 3. Mobilisasi alat 4. Pekerjaan pemetaan
Mengambil contoh material tanah
Tidak Ya
Penggalian dan pengangkutan material
Penghamparan material
Pemadatan material Mengecek spesifikasi tanah
Mengecek kepadatan tanah
Tidak
Ya Selesai
46 Uraian pelaksanaan pekerjaan timbunan tanah yang melibatkan penggunaan alat berat disajikan pada tabel 4.1.
Tabel 4.1 Alat untuk Pekerjaan Timbunan
No Nama Alat Fungsi Gambar
1 Dump truck
Untuk menampung dan mengangkut material dari lokasi
galian ke lokasi timbunan.
2 Sheep foot roller
Menjadikan tanah atau material sehingga tercapai tingkat kepadatan yang diinginkan, pada tanah berpasir
dengan sedikit mengandung lempung, juga tanah
yang plastis dan kohesif.
47
No Nama Alat Fungsi Gambar
3 Smooth drump roller
Menjadikan tanah atau material sehingga tercapai tingkat kepadatan yang diinginkan.
Efek yang diakibatkan oleh alat
ini adalah gaya dinamis terhadap
tanah
4 Bulldozer
Mendorong (pushing), meratakan (spreading), menghampar tanah
pada lokasi timbunan tanah.
48
No Nama Alat Fungsi Gambar
5 Material tanah
Bahan utama untuk menimbun lokasi
timbunan
Pekerjaan timbunan dilaksanakan di lokasi proyek yang sedang dikerjakan oleh PT. Waskita Karya yaitu Proyek Pembangunan Jalan Tol Batang – Semarang seksi 5 ( Sta. 425+600 sampai dengan Sta. 449+200)
Gambar 4. 2 Layout Lokasi Pekerjaan Timbunan Material Layout Lokasi Pekerjaan Timbunan Material Sumber : PT Waskita Karya (Persero) Tbk (2016)
49 a. Pekerjaan Persiapan
Pekerjaan persiapan merupakan pekerjaan yang paling utama untuk dilakukan sebelum melakukan pekerjaan lain. Karena dalam pekerjaan ini dilakukan untuk melaksanakan segala persiapan yang berhubungan dengan pekerjaan timbunan material tanah. Pekerjaan persiapan dibagi menjadi beberapa tahapan :
i. Pekerjaan Pembersihan Lahan
Pembersihan area lahan dalam pekerjaan timbunan material tanah sangat diperlukan karena lokasi proyek jalan berada pada lahan relokasi rumah warga serta perkebunan, sehingga masih banyak sisa-sisa akar pepohonan dan puing-puing rumah warga yang harus dibersihkan agar tidak mengganggu saat proses penimbunan berangsung. Pada pekerjaan ini pekerja tetap wajib menggunanakan APD (Alat Pelindung Diri) untuk menjaga keselamatan diri saat bekerja.
Gambar 4. 3 Pekerjaan Pembersihan Lahan
ii. Persiapan Lahan
Pengkondisian lahan dilakukan untuk mengkondisikan lahan untuk lokasi timbunan, lahan sekitar lokasi timbunan, dan lahan menuju lokasi timbunan. Lahan menuju lokasi timbunan harus benar – benar dipersiapkan karena untuk melakukan mobilisasi alat – alat yang akan digunakan pada saat pekerjaan timbunan. Pada lokasi timbunan harus terlebih dahulu dilakuakan perataan dan penutupan segala macam
50 lubang serta memastikan tidak ada lagi tanah berumput, sampah, atau bahan tak terpakai. Seletah penutupan segala macam lubang lalau memadatkannya hingga mencapai kedalaman 95 % kepadatan kering maksimum sesuai AASHTO T99 di seluruh daerah yang sudah dibersihkan dan dikupas, dan daerah - daerah tersebut harus diratakan secara horizontal sebelum dilakukan pelapisan timbunan. Seperti terlihat pada Gambar 4.4.
Gambar 4. 4 Persiapan Lahan
iii. Mobilisasi Alat
Pekerjaan timbunan material tanah memerlukan beberapa alat berat, sehingga saat mobilisasi alat harus benar – benar diperhatikan agar tidak terjadi hal – hal yang diinginkan, seperti terjadi guling pada saat mobilisasi alat atau terjadi kerusakan pada alat saat mobilisasi akibat dari human error.
51 Gambar 4. 5 Mobilisasi Alat Berat
iv. Pekerjaan Pemetaan
Pekerjaan pemetaan ini dilakukan untuk menentukkan titik elevasi tanah yang harus ditimbun serta pemasangan patok sebagai penanda dan batas – batas lokasi yang harus dilakukan penimbunan material tanah.
Gambar 4. 6 Pekerjaan Pemetaan
52 b. Pelaksanaan Pekerjaan Timbunan Tanah
Pada lokasi proyek Jalan Tol Semarang – Batang, seksi 5 Sta. 425+600 sampai dengan 449+200 ini terdapat beberapa pekerjaan timbunan. Pada proyek tersebut penulis menentukan untuk meneliti pekerjaan timbunan pada Sta. 447+600 sampai dengan 447+975.
i. Mengambil Contoh Material Tanah
Material tanah yang digunakan untuk pekerjaan timbunan dapat diambil atau diperleh dari tanah hasil galian pada lokasi lain yang saling berdekatan apabila tanah tersebut memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan. Aabila tidak ada tanah yang memenuhi spesifikasi, maka material tanah untuk timbunan dapat diperoleh dari daerah lain dengan cara membeli material tanah timbunan yang sesuai dengan spesifikasi Ketentuan mengenai pemanfaatan dan pembuangan material galian dapat dilihat pada ketentuan spesifikasi umum SU4 Pasal S4.02.
Gambar 4. 7 Pekerjaan Pemetaan
ii. Mengecek Spesifikasi Material Tanah
Material tanah yang akan digunakan untuk timbunan harus memenuhi spesifikasi yang telah ditentukan supaya hasil akhir dari pekerjaan timbunan bisa sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat sebelum pekerjaan timbunan tersebut dilaksanakan.
53 Pekerjaan timbunan pada Sta.447+600 sampai dengan 447+975 termasuk dalam pekerjaan timbunan mainroad. Menurut ketentuan pada spesifikasi umum SU4 pasal S4.05 (3) material timbunan yaitu:
1. Material harus bebas dari bahan – bahan organik dalam jumlah yang merusak, seperti daun, rumput, akar dan kotoran.
2. Bahan yang dipilih sebaiknya tidak termasuk tanah yang berplastik tinggi yang diklasifikasikan sebagai A-7-6 menurut AASHTO M145 atau sebagai CH menurut
“Unifield atau Casagrande Soil Classification System”.
3. Bila penggunaan tanah berplastisitas tinggi tidak dapat dihindarkan, bahan tersebut harus digunakan hanya pada bagian dasar dari timbunan atau pada penimbunan kembali yang tidak memerlukan daya dukung tinggi, tetapi tidak untuk dipergunakan pada subgrade kecuali dapat mencapai nilai minimum CBR yang disyaratkan yaitu 6%.
4. Tanah sangat expansive yang memiliki nilai aktif lebih besar dari 1.25 atau derajat pengembangan yang diklasifikasikan oleh AASHTO T 258 sebagai “very high” atau
“extra high”, tidak boleh digunakan sebagai bahan timbunan. Nilai aktif adalah perbandingan antara indeks plastis / PI – (AASHTO T90) dan presentase kadar lempung (AASHTO T89).
iii. Penggalian dan Pengangkutan Material
Menggali material tanah pada pekerjaan galian pada lokasi ub relokasi yaitu pada Sta. 447+600 sampai dengan 447+975 yang memenuhi syarat untuk digunakan
sebagai material timbunan. Dengan bantuan excavator untuk menggali dan dump truck untuk mengangkut material tersebut ke lokasi timbunan.
54 Gambar 4. 8 Penggalian Material untuk Diangkut ke Lokasi Timbunan
iv. Penghamparan Material
Pekerjaan penghamparan dilakukan dengan bantuan alat bulldozer untuk mempermudah dan mempercepat pekerjaan, penghamparan untuk timbunan ini dilakukan secara bertahap per layer. Lapisan material gembur (sebelum diapadatkan), tidak boleh lebih dari 20 cm, kecuali bila alat pemadat mampu melakukan pemadatan sampai kedalaman lebih dari 20 cm dengan kepadatan yang seragam.
Gambar 4. 9 Penggalian Material untuk Diangkut ke Lokasi Timbunan
55 v. Pemadatan Material
Pekerjaan pemadatan dilakukan pada setiap layer, dengan menggunakan bantuan alat compactor. Pemadatan dilakukan sampai tanah mencapai kepadatan 95% sesuai ketentuan AASHTO T99 untuk setiap layernya untuk lapisan yang berada lebih dari 30 cm di bawah subgrade. Untuk lapisan 30 cm atau kurang di bawah elevasi subgrade harus dipadatkan hingga mencapai 100 % seperti yang telah ditentukan oleh AASHTO T99 pada kadar air ± 2% dari kadar air optimum di laboratorium. Untuk mencapai kepadatan tersebut perlu dilakukan percobaan pemadatan dengan menggunakan alat compactor ada dua macam alat yang digunakan yaitu sheep foot dan smooth drum.
Dari hasil percobaan yang dilakukan untuk mendapatkan kepadatan tanah yang diinginkan maka harus dilakukan pemadatan dengan sheep foot sebanyak 6 kali lintasan dan juga menggunakan smooth drum sebanyak 10 kali lintasan. Proses pekerjaan pemadatan tanah dapat dilihat pada Gambar 4.10 dan Gambar 4.11.
Gambar 4. 10 Pemadatan Tanah dengan Sheep Foot
56 Gambar 4. 11 Pemadatan Tanah dengan Smooth Drump
vi. Mengecek Kepadatan Tanah Timbunan
Setelah pekerjaan pemadatan material tanah sudah dilakukan, maka pekerjaan selanjutnya yang harus dikerjakan sebelum dilakukan timbunan kembali untuk layer diatasnya adalah pengecekan kepadatan tanah timbunan. Pengecekan kepadatan tanah dilakuakan dengan uji sand cone dan uji CBR lapangan. Nilai CBR minimum yang diharuskan untuk subgrade pada pekerjaan ini adalah 6%.
Gambar 4. 12 Uji Sand Cone di Lapangan
57