• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tahapan Penelitian

Dalam dokumen gaya kepemimpinan kepala madrasah (Halaman 139-150)

B. Saran

6. Tahapan Penelitian

a. Tahap pra

lapangan.

b. Tahap pelaksanaa n.

c. Tahap penyelesai an

penelitian.

7. Uji

Keabsahan Data :

a. Triangulasi sumber.

b. Triangulasi Teknik.

3. Bagaimana gaya kepemimpinan kepala madrasah dalam menangani konflik antara siswa dengan siswa di MI Aswaja Dusun Sumberejo Desa Umbulsari Kabupaten Jember ?

2. Gaya

Kepemimpin an

Demokratis

1. Menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif.

2. Senang

menerima saran, kritik, dan pendapat.

3. Mengutamakan Kerjasama dalam pencapaian tujuan organisasi.

4. Memberikan bimbingan.

3. Gaya

Kepemimpin an Laissez Faire (Kendali Bebas)

1. Partisipasi pemimpin minim.

2. Pemimpin memberikan kebebasan penuh dalam mengambil keputusan dan menyelesaikan pekerjaan baik

individu maupun kelompok.

3. Pemimpin tidak memberikan penilaian / evaluasi.

2. Konflik Interperso nal

1. Strategi penyelesaian konflik

1. Menghindar.

2. Mengakomodasi .

3. Kompromi atau negosiasi.

4. Memecahkan masalah atau kolaborasi.

Menurut Gibson menyatakan bahwa konflik interpersonal merupakan pertentangan antara individu, kelompok, dan organisasi yang disebabkan oleh perbedaan komunikasi, tujuan, dan sikap. Sedangkan menurut Sunardi, konflik interpersonal adalah bentuk pertentangan yang terjadi dalam organisasi yang disebabkan oleh perbedaan tujuan, kesalahan komunikasi, ketergantungan aktivitas kerja, perbedaan penilaian dan kesalahan efektif.

1. Konflik antara Kepala Madrasah dengan Guru.

Konflik ini termasuk jenis konflik intraorganisasi dalam tipe konflik vertikal, dimana konflik ini sering terjadi diantara pihak atasan dan bawahannya, konflik vertikal sering terjadi karena atasan berupaya mengendalikan pihak bawahan tetapi pihak bawahan cenderung menentang, maka akan terjadi perbedaan pendapat yang bisa menimbulkan adanya konflik antara kedua belah pihak atasan dan pihak bawahan.

2. Konflik antara Guru dengan Guru.

Konflik ini termasuk dalam jenis konflik antar individu tipe horizontal, dimana konflik ini terjadi antara mereka yang memiliki kedudukan sama atau setingkat dalam organisasi. Konflik ini juga dapat disebabkan karena adanya perbedaan nilai-nilai dan keyakinan, perbedaan pendapat, dan kurangnya rasa menghargai antara satu dengan yang lain.

3. Konflik antara Siswa dengan Siswa.

Konflik ini tidak jauh berbeda dengan 2 konflik diatas, konflik ini sangat sering terjadi dalam dunia pendidikan yaitu konflik antara siswa dengan siswa. Konflik ini tergolong dalam konflik sosial. Siswa-siswi terutama yang tergolong dalam tahap pertumbuhan dan perkembangan akan lebih sering meluapkan emosi dalam dirinya, tumbuh kembang yang terjadi dalam diri siswa menyebabkan adanya perubahan-perubahan baik secara fisik, pola perilaku, peran sosial, serta masih dalam tahap mencari identitas jati diri masing-masing, perubahan ini menyebabkan rasa ketidaknyamanan dalam diri siswa yang mengakibatkan siswa sering merasakan rasa emosional yang tinggi sehingga terjadi konflik antar sesama.

Peneliti : Virly Ayunnisa’

Lokasi : Madrasah Ibtidaiyah Aswaja Dusun Sumberejo Desa Umbulsari Kabupaten Jember

Fokus Penelitian

Indikator/ Aspek Informan Pertanyaan Gambaran

obyek penelitian

1. Sejarah lembaga 2. Visi, misi, dan

tujuan lembaga.

3. Struktur organisasi lembaga.

4. Data guru dan karyawan.

5. Data siswa.

6. Data sarana dan prasarana lembaga.

7. Program unggulan lembaga.

1. Kepala Madrasa h

1. Bagaimana sejarah berdirinya MI Aswaja ? 2. Apa saja visi,

misi, dan tujuan MI Aswaja ? 3. Bagaimana

struktur organisasi di MI Aswaja ? 4. Bagaimana

kualifikasi dan

kompetensi tenaga pendidik di MI Aswaja ? 5. Bagaimana

kondisi dan perkembanga n siswa di MI Aswaja ? 6. Bagaimana

dan prasarana di MI Aswaja

?

7. Apa saja program unggulan di MI Aswaja ? 8. Bagaimana

perkembanga n program unggulan di MI Aswaja ? Bagaimana

gaya

kepemimpina n kepala madrasah dalam menangani konflik antara kepala madrasah dengan guru di MI Aswaja ?

1. Bertindak sebagai penguasa tunggal.

2. Menggunakan pendekatan pengambilan keputusan yang kooperatif.

3. Senang menerima kritik, saran, masukan, dan pendapat.

4. Partisipasi pemimpin minim.

5. Pemimpin

1. 2 Guru pengajar / Wali kelas.

1. Bagaimana kepala madrasah bertindak sebagai pemimpin di MI Aswaja ? 2. Apakah

kepala madrasah dapat mengambil keputusan secara kooperatif di MI Aswaja ? 3. Bagaimana

cara kepala

memberikan evaluasi/penilai an.

6. Pemimpin menghindar dalam

menyelesaikan konflik.

dalam menanggapi saran, kritik, masukan, dan pendapat di MI Aswaja ? 4. Apakah

kepala madrasah kurang berpartisipasi dalam

menyelesaika n konflik di MI Aswaja ? 5. Bagaimana

cara kepala madrasah dalam memberikan penilaian terhadap guru di MI Aswaja

? 6. Apakah

kepala madrasah selalu menghindar dalam

n konflik dengan guru di MI Aswaja

? Bagaimana

gaya

kepemimpina n kepala madrasah dalam menangani konflik antara guru dengan guru di MI Aswaja ?

1. Pemimpin sering

menggunakan pendekatan yang bersifat paksaan.

2. Pemimpin selalu memberikan bimbingan.

3. Pemimpin memberikan kebebasan penuh dalam mengambil keputusan baik antar individu maupun kelompok.

4. Pemimpin menyelesaikan masalah dengan melakukan kompromi/

negosiasi.

1. 2 Guru pengajar / Wali Kelas.

1. Apakah kepala madrasah selalu

memaksakan kehendaknya sendiri terhadap bawahannya di MI Aswaja

? 2. Apakah

kepala madrasah selalu

membimbing para guru dan siswa di MI Aswaja ? 3. Bagaimana

cara kepala madrasah mengambil keputusan di dalam lembaga MI

menyelesaikan masalah dengan cara mengakomodas i.

4. Apakah kepala madrasah selalu

menyelesaika n masalah dengan cara kompromi/ne gosiasi di MI Aswaja ? 5. Apakah

kepala madrasah menyelesaika n masalah dengan cara akomodasi di MI Aswaja?

Bagaimana gaya

kepemimpina n kepala madrasah dalam menangani konflik antara siswa dengan siswa di MI

Aswaja ?

1. Pemimpin selalu memberikan motivasi.

2. Pemimpin selalu memberikan edukasi.

3. Pemimpin menggunakan pendekatan dengan

1. 2 orang siswa.

2. 1 Wali Murid

1. Apakah kepala madrasah selalu memberikan motivasi terhadap para siswi disini ? 2. Apakah

kepala madrasah selalu

masalah. edukasi (ilmu) bagi siswa- siswi disini ? 3. Bagaimana

cara kepala madrasah dalam menyelesaika n masalah yang terjadi antar siswa disini ? 4. Apakah

kepala madrasah selalu memberikan informasi terkait

permasalahan yang terjadi diantara siswa kepada wali murid ? 5. Bagaimana

cara kepala madrasah dalam menangani konflik yang

diantara siswa?

6. Apakah kepala madrasah selalu melibatkan orangtua ketika terjadi masalah diantara siswa?

7. Apakah kepala

madrasah dan guru sangat kompeten dalam menangani konflik ?

Dalam dokumen gaya kepemimpinan kepala madrasah (Halaman 139-150)