a. Tanaman Menghasilkan a. Mature Plantations
Penambahan atau Reklasifikasi/
Saldo awal/ Reclassifications or Pengurangan/ Saldo akhir/
Beginning balance Additions Deduction Ending balance
Biaya perolehan Cost
Kelapa sawit 133.938.110.109 49.905.034.304 - 183.843.144.413 Palm oil
Karet 68.474.056.429 93.608.551.842 - 162.082.608.271 Rubber
Kopi 12.072.679.440 - - 12.072.679.440 Coffee
Teh 2.727.600.852 - - 2.727.600.852 Tea
Total 217.212.446.830 143.513.586.146 - 360.726.032.976 Total
Accumulated
Akumulasi penyusutan depreciation
Kelapa sawit 20.639.984.095 7.226.945.406 - 27.866.929.501 Palm oil
Karet 23.299.036.034 2.557.830.021 - 25.856.866.055 Rubber
Kopi 4.149.286.007 438.493.431 - 4.587.779.438 Coffee
Teh 2.647.010.494 10.414.768 - 2.657.425.262 Tea
Total 50.735.316.630 10.233.683.626 - 60.969.000.256 Total
Jumlah Tercatat 166.477.130.200 299.757.032.720 Net Book Value
2011
Penambahan atau Reklasifikasi/
Saldo awal/ Reclassifications or Pengurangan/ Saldo akhir/
Beginning balance Additions Deduction Ending balance
Biaya perolehan Cost
Kelapa sawit 119.022.617.528 14.915.492.581 - 133.938.110.109 Palm oil
Karet 61.331.254.693 7.142.801.736 - 68.474.056.429 Rubber
Kopi 12.072.679.440 - - 12.072.679.440 Coffee
Teh 2.727.600.852 - - 2.727.600.852 Tea
Kakao 492.546.964 - 492.546.964 - Cocoa
Total 195.646.699.477 22.058.294.317 492.546.964 217.212.446.830 Total
Accumulated
Akumulasi penyusutan depreciation
Kelapa sawit 15.409.240.061 5.230.744.034 - 20.639.984.095 Palm oil
Karet 20.728.100.846 2.570.935.188 - 23.299.036.034 Rubber
Kopi 3.710.792.577 438.493.430 - 4.149.286.007 Coffee
Teh 2.636.595.725 10.414.769 - 2.647.010.494 Tea
Kakao 470.942.050 - 470.942.050 - Cocoa
Total 42.955.671.259 8.250.587.421 470.942.050 50.735.316.630 Total
Total Tercatat 152.691.028.218 166.477.130.200 Net Book Value
2010
Beban penyusutan sebesar Rp 10.233.683.626 dan Rp 8.250.587.421 masing-masing pada tahun 2011 dan 2010 dibebankan pada beban pokok penjualan (Catatan 22).
Depreciation expense amounted to Rp 10,233,683,626 and Rp 8,250,587,421 in 2011 and 2010, respectively, were charged to cost of goods sold (Note 22).
Pada tahun 2011, penambahan tanaman menghasilkan termasuk tanaman menghasilkan entitas anak yang diakuisisi dimana jumlah tercatat termasuk penyesuaian nilai wajar sebesar Rp 80.996.543.612.
In 2011, additions to mature plantation includes mature plantation from acquisition of a subsidiary which the carrying amount including fair value adjustment amounted to Rp 80,996,543,612.
8. TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan) 8. PLANTATIONS (continued) b. Tanaman Belum Menghasilkan b. Immature Plantations
2011 2010
Tanaman kelapa sawit Palm oil plantations
Saldo awal 336.403.154.225 238.351.661.634 Beginning balance
Penambahan biaya 130.037.727.085 104.443.651.343 Additional costs Reklasifikasi dari bibitan 7.325.965.455 8.523.333.829 Reclassifications from nurseries
Reklasifikasi ke tanaman Reclassifications to mature
menghasilkan (49.905.034.304) (14.915.492.581) plantations
Saldo akhir 423.861.812.461 336.403.154.225 Ending balance
Tanaman karet Rubber plantations
Saldo awal 171.490.231.324 133.774.429.089 Beginning balance
Penambahan biaya 62.933.822.982 40.922.313.377 Additional costs
Reklasifikasi dari bibitan 2.336.431.928 3.936.290.594 Reclassifications from nurseries
Reklasifikasi ke tanaman Reclassifications to
menghasilkan (12.642.008.230) (7.142.801.736) mature plantations
Saldo akhir 224.118.478.004 171.490.231.324 Ending balance
Tanaman kopi Coffee plantations
Saldo awal 31.994.067 - Beginning balance
Penambahan biaya 83.490.135 3.402.434 Additional costs
Reklasifikasi dari bibitan - 28.591.633 Reclassifications from nurseries
Saldo akhir 115.484.202 31.994.067 Ending balance
Total 648.095.774.667 507.925.379.616 Total
Biaya pinjaman yang dikapitalisasi pada tanaman belum menghasilkan sebesar Rp 31.652.365.510 dan Rp 26.196.292.566 masing-masing pada tahun 2011 dan 2010.
Borrowing cost capitalized to immature plantations amounted to Rp 31,652,365,510 and Rp 26,196,292,566 in 2011 and 2010, respectively.
c. Luas Areal Tertanam c. Planted Area
Rincian luas areal tertanam yang dimiliki entitas anak adalah sebagai berikut:
Details of the total planted area owned by the subsidiaries are as follows:
Tanaman Tanaman belum Jumlah areal
menghasilkan menghasilkan tertanam
(dalam hektar)/ (dalam hektar)/ (dalam hektar)/
Mature Immature Total
plantations plantations planted area
(in hectares) (in hectares) (in hectares)
Banten 815,75 873,36 1.689,11 Banten
Jawa Barat 1.101,89 570,80 1.672,69 West Java
Jawa Timur 1.098,40 1.120,46 2.218,86 East Java
Jawa Tengah 2.531,09 553,32 3.084,41 Central Java
Kalimantan Selatan 5.828,00 13.240,99 19.068,99 South Kalimantan
Total 11.375,13 16.358,93 27.734,06 Total
2011
8. TANAMAN PERKEBUNAN (lanjutan) 8. PLANTATIONS (continued) c. Luas Areal Tertanam (lanjutan) c. Planted Area (continued)
Tanaman Tanaman belum Jumlah areal
menghasilkan menghasilkan tertanam
(dalam hektar)/ (dalam hektar)/ (dalam hektar)/
Mature Immature Total
plantations plantations planted area
(in hectares) (in hectares) (in hectares)
Banten 847,87 769,15 1.617,02 Banten
Jawa Barat 965,79 718,56 1.684,35 West Java
Jawa Timur 1.081,79 1.137,06 2.218,85 East Java
Jawa Tengah 2.507,09 548,82 3.055,91 Central Java
Kalimantan Selatan 4.418,70 13.151,55 17.570,25 South Kalimantan
Total 9.821,24 16.325,14 26.146,38 Total
2010
Perkebunan entitas anak digunakan sebagai jaminan atas utang bank (Catatan 11 dan 14).
Plantations of the subsidiaries are used as collateral for bank loans (Notes 11 and 14).
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari tanaman perkebunan tidak melebihi nilai pengganti (replacement cost) atau nilai pemulihan aset (recoverable amount), sehingga tidak perlu dilakukan pencadangan kerugian.
Management believes that the carrying value of plantations does not exceed the replacement cost or recoverable amounts from the sale or use of the assets, thus, no write-down of plantations’ values is necessary.
Pada tanggal 31 Desember 2011, perkebunan ABS telah diasuransikan terhadap resiko kerugian atas kebakaran, peledakan dan resiko lainnya dengan nilai pertanggungan sebesar Rp 43.875.518.417.
As of December 31, 2011, ABS’ plantations are covered by insurance against losses from fire, blasting and other property risks with coverage totaling Rp 43,875,518,417.
6. ASET TETAP 6. FIXED ASSETS
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Beginning balance Additions Deductions Reclassifications Ending balance
Biaya perolehan Cost
Pemilikan langsung: Direct acquisitions:
Tanah 46.536.751.038 76.265.141.903 - - 122.801.892.941 Land
Bangunan, jembatan dan jalan 118.483.656.301 42.052.358.218 - 5.590.571.036 166.126.585.555 Buildings, bridges and roads
Mesin dan peralatan 70.017.432.717 4.003.500.993 26.970.094 4.000.000 73.997.963.616 Machinery and tools
Kendaraan 23.224.704.029 4.531.428.238 835.130.916 (4.000.000) 26.917.001.351 Motor vehicles
Perlengkapan kantor 7.134.895.843 883.924.273 8.925.000 - 8.009.895.116 Office equipment
Aset dalam penyelesaian Constructions in progress
Bangunan, jembatan dan jalan 6.048.698.536 7.339.395.799 - (5.590.571.036) 7.797.523.299 Buildings, bridges and roads
Mesin dan peralatan - 5.427.374.468 - - 5.427.374.468 Machinery and tools
Aset sewa pembiayaan: Leased assets:
Kendaraan 5.470.360.000 4.274.800.000 - - 9.745.160.000 Motor vehicles
Total 276.916.498.464 144.777.923.892 871.026.010 - 420.823.396.346 Total
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Pemilikan langsung: Direct acquisitions:
Bangunan, jembatan dan jalan 25.329.945.826 7.148.191.024 - - 32.478.136.850 Buildings, bridges and roads
Mesin dan peralatan 22.712.171.032 7.865.241.970 26.970.094 500.004 30.550.942.912 Machinery and tools
Kendaraan 15.853.702.100 2.589.847.321 835.130.916 (500.004) 17.607.918.501 Motor vehicles
Perlengkapan kantor 5.381.778.085 813.585.066 3.570.000 - 6.191.793.151 Office equipment
Aset sewa pembiayaan: Leased assets:
Kendaraan 165.921.251 1.238.248.334 - - 1.404.169.585 Motor vehicles
Total 69.443.518.294 19.655.113.715 865.671.010 - 88.232.960.999 Total
Nilai Buku 207.472.980.170 332.590.435.347 Net Book Value
2011
9. ASET TETAP (lanjutan) 9. FIXED ASSETS (continued)
Saldo awal/ Penambahan/ Pengurangan/ Reklasifikasi/ Saldo akhir/
Beginning balance Additions Deductions Reclassifications Ending balance
Biaya perolehan Cost
Pemilikan langsung: Direct acquisitions:
Tanah 32.047.010.370 14.489.740.668 - - 46.536.751.038 Land
Bangunan, jembatan dan jalan 99.475.271.710 12.916.619.640 - 6.091.764.951 118.483.656.301 Buildings, bridges and roads
Mesin dan peralatan 68.031.818.677 1.969.818.540 - 15.795.500 70.017.432.717 Machinery and tools
Kendaraan 21.135.537.120 738.352.000 560.035.091 1.910.850.000 23.224.704.029 Motor vehicles
Perlengkapan kantor 6.616.110.213 518.785.630 - - 7.134.895.843 Office equipment
Aset dalam penyelesaian Constructions in progress
Bangunan, jembatan dan jalan 4.683.706.632 7.456.756.855 - (6.091.764.951) 6.048.698.536 Buildings, bridges and roads
Mesin dan peralatan 15.795.500 - - (15.795.500) - Machinery and tools
Aset sewa pembiayaan: Leased assets:
Kendaraan 1.910.850.000 5.470.360.000 - (1.910.850.000) 5.470.360.000 Motor vehicles
Total 233.916.100.222 43.560.433.333 560.035.091 - 276.916.498.464 Total
Akumulasi penyusutan Accumulated depreciation
Pemilikan langsung: Direct acquisitions:
Bangunan, jembatan dan jalan 19.498.240.785 5.831.705.041 - - 25.329.945.826 Buildings, bridges and roads
Mesin dan peralatan 15.015.604.276 7.696.566.756 - - 22.712.171.032 Machinery and tools
Kendaraan 13.437.810.630 2.178.812.398 560.035.091 797.114.163 15.853.702.100 Motor vehicles
Perlengkapan kantor 4.576.260.000 805.518.085 - - 5.381.778.085 Office equipment
Aset sewa pembiayaan: Leased assets:
Kendaraan 639.465.000 323.570.414 - (797.114.163) 165.921.251 Motor vehicles
Total 53.167.380.691 16.836.172.694 560.035.091 - 69.443.518.294 Total
Nilai Buku 180.748.719.531 207.472.980.170 Net Book Value
2010
Dari sisi anggaran biaya konstruksi, pada tanggal 31 Desember 2011, aset dalam penyelesaian rata- rata telah mencapai persentase penyelesaian berkisar antara 40% - 90% dan diperkirakan akan selesai pada tahun 2012.
Based on the construction budget, as of December 31, 2011, the percentage of completion of the construction in progress is approximately 40% to 90% which is estimated to be completed in 2012.
Pada tanggal 31 Desember 2011, aset tetap telah diasuransikan terhadap resiko kebakaran, kehilangan dan kerusakan dengan pertanggungan sebesar Rp 111.844.975.000 dan USD 5.880.000.
Manajemen berpendapat bahwa nilai pertanggungan cukup untuk menutup kemungkinan kerugian atas aset tetap yang dipertanggungkan.
As of December 31, 2011, fixed assets were insured against fire, theft and damage with a coverage value of Rp 111,844,975,000 and USD 5,880,000. Management believes that the insurance coverage is adequate to cover all possible losses on fixed assets insured.
Manajemen berpendapat bahwa nilai tercatat dari aset tetap tidak melebihi nilai pengganti (replacement cost) atau nilai pemulihan aset (recoverable amount), sehingga tidak perlu dilakukan pencadangan kerugian.
Management believes that the carrying value of fixed assets does not exceed the replacement cost or recoverable amounts from the sale or use of the assets, thus, no write-down of plantations’ values is necessary.
Aset tetap digunakan sebagai jaminan atas utang bank (Catatan 11 dan 14).
Fixed assets are used as collateral on bank loans (Notes 11 and 14).
Beban penyusutan dialokasikan sebagai berikut: Depreciation expense was allocated as follows:
2011 2010
Pemilikan langsung: Direct acquisitions:
Beban pokok penjualan 16.142.088.118 15.340.974.084 Cost of goods sold
Beban usaha 468.507.794 434.917.326 Operating expenses
Tanaman belum menghasilkan 1.036.885.421 736.710.870 Immature plantation
Aset sewa pembiayaan: Leased assets:
Beban pokok penjualan 1.737.369.283 319.168.747 Cost of goods sold
Beban usaha 98.286.666 4.401.667 Operating expenses
Tanaman belum menghasilkan 171.976.433r - Immature plantation
Total 19.655.113.715 16.836.172.694 Total
9. ASET TETAP (lanjutan) 9. FIXED ASSETS (continued) Pada tahun 2011, penambahan aset tetap termasuk
aset tetap entitas anak yang diakuisisi dimana jumlah tercatat termasuk penyesuaian nilai wajar sebesar Rp 17.853.943.147.
In 2011, additions to fixed assets includes fixed assets from acquisition of a subsidiary which net carrying amount including fair value adjustment amounted to Rp 17,853,943,147.
Berikut ini adalah perhitungan atas penjualan aset tetap:
The following is the calculation of the sale of fixed assets:
2011 2010
Proceed from sale of Hasil penjualan aset tetap - bersih 135.355.000 95.480.000 fixed assets - net
Nilai buku atas aset tetap Net book value of
yang dijual 5.355.000 - fixed assets sold
Laba penjualan aset tetap 130.000.000 95.480.000 Gain on sale of fixed assets
10. ASET LAIN-LAIN 10. OTHER ASSETS
2011 2010
Beban tangguhan hak atas
tanah - Bersih 2.300.788.579 2.575.278.657 Deferred landrights - Net
Lain-lain 118.637.941 118.637.941 Others
Total 2.419.426.520 2.693.916.598 Total
Beban tangguhan hak atas tanah merupakan Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) dan diamortisasi sesuai dengan umur SHGU tersebut.
Deferred landrights represent Land Use Right (SHGU) and are amortized based on useful lives of those SHGU.
Beban amortisasi dialokasikan sebagai berikut: Amortization expense was allocated as follows:
2011 2010
Beban pokok penjualan 85.090.955 82.144.241 Cost of goods sold
Tanaman belum menghasilkan 189.399.119 189.399.119 Immature plantation
Total 274.490.074 271.543.360 Total
11. UTANG BANK 11. BANK LOANS
2011 2010
Indonesia Eximbank 50.000.000.000 50.000.000.000 Indonesia Eximbank
PT Bank Ina Perdana PT Bank Ina Perdana
(pihak berelasi, Catatan 29) 6.500.000.000 3.500.000.000 (a related party, Note 29)
Total 56.500.000.000 53.500.000.000 Total
11. UTANG BANK (lanjutan) 11. BANK LOANS (continued)
Indonesia Eximbank Indonesia Eximbank
Pada bulan Maret 2007, Perusahaan memperoleh fasilitas kredit modal kerja ekspor dari Indonesia Eximbank dengan jumlah maksimum sebesar Rp 50.000.000.000. Pinjaman ini dikenakan tingkat bunga sebesar 11% dan 12% per tahun masing- masing pada tahun 2011 dan 2010 (direview setiap 3 bulan) dan dijamin dengan:
Perkebunan karet, bangunan, sarana pelengkap, mesin dan peralatan dengan Sertifikat No. 613/2007 dan No. 1248/2008 atas nama PB.
Fidusia atas kendaraan bermotor milik PB.
On March 2007, the Company obtained an export working capital credit facility from Indonesia Eximbank with a maximum credit of Rp 50,000,000,000. This facility bears interest rate of 11% and 12% per annum in 2011 and 2010, respectively (subject to review every 3 months) and is secured by the following:
Rubber plantation, building, complementary infrastructure, machinery and tools with certificate No. 613/2007 and No. 1248/2008 on behalf of PB.
Fiduciary over motor vehicles of PB.
Fidusia atas piutang usaha Perusahaan.
Fidusia atas persediaan barang dagang Perusahaan.
Fiduciary over trade receivables of the Company.
Fiduciary over inventories of the Company.
Tanah dengan bukti Sertifikat Hak Guna Usaha (SHGU) No. 16 dan No. 11 seluas 610,17 hektar atas nama CMK.
Land with SHGU No.16 and No. 11 measuring 610.17 hectares on behalf of CMK.
Fasilitas ini telah jatuh tempo tanggal 25 Maret 2011 dan telah diperpanjang sampai dengan tanggal 29 Maret 2012 sesuai dengan persetujuan Indonesia Eximbank pada tanggal 29 Maret 2011.
This facility was due on March 25, 2011 and has been extended until March 29, 2012, as approved by Indonesia Eximbank dated March 29, 2011.
Pinjaman ini mencakup persyaratan yang membatasi hak Perusahaan untuk melakukan perubahan anggaran dasar, perubahan status Perusahaan, perubahan struktur permodalan, perubahan komposisi pemegang saham dan membagikan dividen harus menyampaikan pemberitahuan tertulis kepada Indonesia Eximbank, sedangkan untuk melakukan merger dan investasi di luar usaha membutuhkan persetujuan tertulis dari Indonesia Eximbank.
This facility contains negative covenants of the Company to changing the Article of Association, changing the status of the Company, changing its capital structure, changing the composition of stockholders, changing the boards and distribution of dividend should provide written notice to Indonesia Eximbank, while to undertake merger and investing in other fields need written approval from Indonesia Eximbank.
Disamping pembatasan di atas, Perusahaan diwajibkan untuk mempertahankan rasio utang terhadap modal maksimal tidak lebih dari 2,5, dimana pada tanggal 31 Desember 2011, rasio tersebut adalah sebesar 0,37.
Beside the above mentioned negative covenants, the Company is required to maintain debt to equity ratio of not less than 2.5, which as of December 31, 2011, the ratio is 0.37
11. UTANG BANK (lanjutan) 11. BANK LOANS (continued)
PT Bank Ina Perdana PT Bank Ina Perdana
Pada tahun 2008, PK mendapatkan fasilitas kredit modal kerja dari PT Bank Ina Perdana sebesar Rp 10.000.000.000 dan dikenakan bunga sebesar 13% per tahun. Fasilitas ini dapat diperpanjang setiap tahunnya dan terakhir diperpanjang sampai dengan tanggal 12 September 2012.
Pinjaman ini dijamin dengan:
Tanah dan bangunan dengan Sertifikat Hak Guna Bangunan (SHGB) No. 1654 dan No. 1655 atas nama PT Jaya Agra Wattie Tbk yang berlokasi di Petojo Selatan, Jakarta Pusat.
Tanah dengan SHGU No. 1, 2 dan 3 yang berlokasi di Margajaya, Kabupaten Lebak, Propinsi Banten atas nama CP.
In 2008, PK obtained a working capital credit facility from PT Bank Ina Perdana amounting to Rp 10,000,000,000 and bears an interest rate of 13% per annum. This Facility could be renewed annually and the latest renewal extends until September 12, 2012.
The facility is secured by:
Land and building with building use right (SHGB) No. 1654 and No. 1655 on behalf of PT Jaya Agra Wattie Tbk located in South Petojo, Central Jakarta.
Land with SHGU No. 1, 2 and 3 located in Margajaya, Regency of Lebak, Banten on behalf of CP.
Pinjaman ini mencakup persyaratan yang membatasi hak PK yang dalam pelaksanaannya membutuhkan pemberitahuan tertulis kepada PT Bank Ina Perdana.
The loan obtained by PK from PT Bank Ina Perdana contains negative covenants which among others, restrict PK which provide written notice to PT Bank Ina Perdana.
12. UTANG USAHA 12. TRADE PAYABLES
Akun ini terutama merupakan utang atas pembelian produk kelapa sawit, pupuk, bibit dan sewa alat berat dengan rincian sebagai berikut:
This account mainly consist of amounts due to suppliers for purchases of oil palm products, fertilizer, nurseries and heavy equipment rent, with detail as follows:
2011 2010
a. Berdasarkan pelanggan a. By debtor
PT Tunas Jaya Pratama 5.377.369.500 4.672.949.500 PT Tunas Jaya Pratama PT Semesta Mandiri Indonesia 2.786.932.500 1.088.395.000 PT Semesta Mandiri Indonesia Pusat Penelitian Kelapa Sawit 2.240.000.000 1.155.000.000 Pusat Penelitian Kelapa Sawit PT Sentana Adidaya Pratama 2.002.858.561 - PT Sentana Adidaya Pratama
CV Sapa Banua 1.320.830.000 - CV Sapa Banua
Supriyadi 577.235.100 - Supriyadi
CV Tunas Jaya 549.022.105 1.406.987.120 CV Tunas Jaya
CV Daya Gawe Sabumi - 3.170.882.513 CV Daya Gawe Sabumi
Lain-lain (masing-masing
dibawah Rp 500 juta) 9.191.284.268 5.939.833.180 Others (below Rp 500 million each)
Total 24.045.532.034 17.434.047.313 Total
12. UTANG USAHA (lanjutan) 12. TRADE PAYABLES (continued)
2011 2010
b. Berdasarkan umur b. By age category
0 - 30 hari 16.147.012.943 10.665.225.758 0 - 30 days
31 - 60 hari 2.027.552.738 2.694.100.500 31 - 60 days
> 60 hari 5.870.966.353 4.074.721.055 > 60 days
Total 24.045.532.034 17.434.047.313 Total
c. Berdasarkan mata uang c. By currency
Rupiah 24.017.636.006 17.192.305.313 Rupiah
Euro 19.111.092 42.741.949 Euro
Dolar Singapura 8.784.936 - Singapore Dollar
Dolar Amerika Serikat - 199.000.051 U.S. Dollar
Total 24.045.532.034 17.434.047.313 Total
13. UTANG PAJAK 13. TAXES PAYABLE
2011 2010
Pajak penghasilan badan Corporate income taxes
(Catatan 25): (Note 25):
Perusahaan 17.276.192 127.109.568 The Company
Entitas Anak Subsidiaries
IJR 8.389.466.290 1.583.230.038 IJR
PK 4.478.453.176 2.633.615.804 PK
BL 2.378.559.124 1.627.959.969 BL
KE 2.298.002.128 3.785.580.866 KE
KJW 1.945.565.225 - KJW
PB 1.092.422.996 599.874.537 PB
CMK 744.968.567 181.836.699 CMK
CP 91.345.823 87.625.929 CP
Total 21.418.783.329 10.499.723.842 Total
Pajak penghasilan Income taxes
Pasal 4 (2) 13.184.630 6.000.735 Article 4 (2)
Pasal 21 275.351.019 278.913.502 Article 21
Pasal 22 6.143.010 - Article 22
Pasal 23 482.199.502 317.493.234 Article 23
Pasal 25 2.308.022.521 1.057.694.753 Article 25
Pasal 26 - 16.490.873 Article 26
Pajak pertambahan nilai 1.945.264.395 2.314.732.197 Value added tax
Total 26.466.224.598 14.618.158.704 Total