• Tidak ada hasil yang ditemukan

F. Kerangka Pemikiran

6. Teknik analisis data a. Uji Instrumen

Menurut Siregar (2014:46) “Instrumen penelitian adalah suatu alat yang dapat digunakan untuk memperoleh, mengolah dan menginterprestasikan informasi yang diperoleh dari para responden yang dilakukan dengan menggunakan pola ukur yang sama.”

1) Uji validitas

Menurut Siregar (2014:46) “Validitas atau kesahihan menunjukan sejauh mana suatu alat ukur mampu mengukur apa yang ingin diukur (a valid measure if it successfully measure the phenomenan)”. Teknik yang digunakan untuk validitas instrument dalam penelitian adalah menggunakan cara mengkorelasi skor setiap pertanyaan dalam kuesioner dengan skor totalnya menggunakan rumus korelasi product moment adalah :

Dimana :

N = Jumlah responden

X = Skor Variabel (jawaban responden)

Y = skor total dari variabel untuk responden ke-n

Suatu instrument penelitian dikatakan valid jika r hitung > r table. Jika validitasnya dibandingkan dengan nilai korelasi

hitung (rhitung) dengan (r tabel). Dengan tingkat signifikan (α) 5% (0,05)

2) Uji Reliabilitas

Menurut Siregar (2012 : 87) : “Reliabilitas bertujuan untuk mengetahui sejauh mana hasil pengukuran tetap konsisten, apabila dilakukan pengukuran dua kali atau lebih terhadap gejala yang sama dengan menggunakan alat pengukur yang sama pula”.

b. Uji Normalitas

Menurut Priyatno (2017:239) “Uji normalitas digunakan untuk mengkaji kenormalan variabel yang diteliti apakah data tersebut berdistribusi normal atau tidak” hal tersebut penting karena bila data setiap variabel tidak normal, maka pengujian hipotesis tidak bias menggunakan statistic parametik.

c. Analisis Regresi Linier Berganda

Menurut Ariawaty dan Evita (2018:32) Anaisis regresi berganda berlaku pada variabel penelitian yang memiliki variabel independen lebih dari satu (1) dan memeiliki variabel dependen satu (1) ataupun memiliki persamaan sebagai berikut :

Y= a + b1.X1 + b2X2

Keterangan

Y : adalah variabel dependen A : adalah konstanta

X1 : adalah variabel independen yang pertama (motivasi kerja)

X2 : adalah variabel independen yang kedua (kompensasi)

Persamaan regresi linier berganda dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:

Y= a + b1X1 + b2X2 Keterangan

Y : Disiplin kerja A : Konstanta X1 : Motivasi kerja X2 : Kompensasi d. Korelasi Berganda (R)

Menurut Siregar (2017:337) Koefisien korelasi adalah bilangan yang menyatakan kekuatan hubungan antara dua variabel atau lebih, juga dapat menentukan arah hubungan dari kedua variabel. Nilai korelasi (r) = (-1 ≤ 0 ≤ 1). Untuk kekuatan hubungan, nilai koefisien korelasi berada di mana antara -1 sampai 1, sedangkan untuk arah dinyatakan dalam bentuk positif (+) dan negatif (-).

Koefisien korelasi dalam penelitian ini menggunakan korelasi product moment. Tingkat korelasi dan kekuatan hubungan dapat dilihat pada tabel berikut :

Tabel 1.5

Tingkat Korelasi dan Kekuatan Hubungan Nilai Korelasi (r) Tingkat Hubungan

0,00 – 0,199 Sangat Lemah

0,20 – 0,399 Lemah

0,40 – 0,599 Cukup

0,60 – 0,799 Kuat

0,80 – 1,000 Sangat Kuat Sumber : Siregar (2017:337)

e. Koefisien Determinasi (R2)

Menurut Siregar (2017:338): “Koefisien determinasi (KD) adalah angka yang menyatakan atau digunakan untuk mengetahui kontribusi atas sumbangan yang diberikan oleh sebuah variabel atau lebih X (bebas) terhadap variabel Y (terikat)”.

Untuk mengetahui besarnya kontribusi variabel bebas yaitu motivasi (X1) dan kepuasan kerja (X2) dalam mempengaruhi variabel terikat yaitu komitmen organisasional (Y) dalam penelitian ini menggunakan koefisien determinasi.

Adapun rumus koefisien determinasi sebagai berikut:

KD = (r)2χ100%

Sumber: Siregar (2017:338)

f. Uji F

Siregar (2017:439) mengemukakan: “Hipotesis berdasarkan uji F hanya digunakan untuk mengetahui apakah kedua variabel bebas secara bersama-sama (simultan) memengaruhi satu variabel tak bebas”. Adapun hipotesis dengan menggunakan uji F adalah : Ha = Motivasi kerja dan kompensasi secara serempak berpengaruh terhadap disiplin kerja Pegawai Negeri Sipil Pada RSUD Ade M.Djoen Kabupaten Sintang

Ho = Motivasi kerja dan kompensasi secara serempak tidak berpengaruh terhadap disiplin kerja Pegawai Negeri Sipil Pada RSUD Ade M.Djoen Kabupaten Sintang

Menurut Purnomo (2016:169): “Kriteria pengujian jika F hitung < F tabel maka Ho diterima dan jika F hitung > F tabel maka Ho ditolak“.

Ho : b = 0, artinya motivasi kerja dan kompensasi secara simultan tidak mempunyai pengaruh signifikan terhadap disiplin kerja Ha : b ≠ 0, artinya motivasi kerja dan kompensasi secara simultan mempunyai pengaruh signifikan terhadap disiplin kerja g. Uji t

Menurut Ghozali (2018:179) mengemukakan: “Uji parsial digunakan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen terhadap variabel dependen”.

Hipotesis dalam penelitian ini adalah :

1) Pengaruh motivasi terhadap disiplin kerja Pegawai Negeri Sipil Pada RSUD Ade M.Djoen Kab. Sintang

Ho : Motivasi kerja tidak berpengaruh terhadap disiplin kerja Pegawai Negeri Sipil pada RSUD Ade M.Djoen Kab. Sintang

Ha : Motivasi kerja berpengaruh terhadap Disiplin Kerja Pegawai Negeri Sipil pada RSUD Ade M.Djoen Kabupaten Sintang.

2) Pengaruh kompensasi terhadap disiplin kerja Pegawai Negeri Sipil Pada RSUD Ade M.Djoen Kabupaten Sintang

Ho : Kompensasi tidak berpengaruh terhadap disiplin kerja Pegawai Negeri Sipil pada Dinas RSUD Ade M.Djoen Kabupaten Sintang

Ha : kompensasi berpengaruh terhadap disiplin kerja Pegawai Negeri Sipil pada RSUD Ade M.Djoen Kabupaten Sintang

Kriteria keputusan yang dapat diambil mengacu pada kriteria : jika t hitung lebih besar dari t tabel (thitung > ttabel), maka Ho ditolak dan Ha diterima. Sebaliknya jika thitung lebih kecil atau sama dengan t tabel (t hitung ≤ t tabel) maka Ho diterima dan Ha ditolak

76 BAB V PENUTUP A. Kesimpulan

1. Sebagian besar responden berusia 41-45 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan S1, bekerja pada bagian Pelayanan dan berpenghasilan rata-rata Rp. 2.000.000 – 3.999.999 per bulan dan sudah menikah.

2. Persamaan regresi linier berganda yang diperoleh Y = 1,590 + 0,025X1+0,884X2 koefisien bernilai positif antara Motivasi kerja dan kompensasi terhadap disiplin kerja

3. Koefisien korelasi berganda sebesar 0,638 yang artinya bahwa Motivasi kerja dan Kompensasi memiliki hubungan yang kuat terhadap disiplin kerja di RSUD Ade M. Djoen Kabupaten Sintang

4. Koefisien determinasi (R2) sebesar 0,407, artinya motivasi kerja dan kompensasi mempengaruhi disiplin kerja sebesar 40,7% dan sisanya sebesar 59,3% dipengaruhi oleh factor-faktor lain yang tidak diteliti dalam penelitian ini.

5. Dengan menggunakan uji pengaruh simultan (uji F) diketahui nilai F hitung > F tabel yaitu 16,099 > 3.20 dan nilai probabilitas (sig) adalah 0,000 < 0,05 artinya bahwa Ho ditolak dan sebaliknya Ha diterima.

Artinya variabel Motivasi Kerja (X1) dan Variabel Kompensai (X2) secara simultan berpengaruh terhadap variabel disiplin kerja (Y).

6. Pada uji parsial (uji t) menunjukkan nilai sig pada variabel motivasi kerja (X1) sebesar 0,695 > 0,05 dan t hitung sebesar 0,394 < 2.01174, maka Ho diterima dan Ha ditolak, artinya tidak ada pengaruh variabel motivasi kerja terhadap disiplin kerja (Y). Pada variabel kompensasi (X2) nilai signifikan sebesar 0,000 < 0,05 dan t hitung 5,529 > t tabel 2.01174, maka Ho ditolak dan Ha diterima, artinya ada pengaruh variabel kompensasi terhadap disiplin kerja (Y).

Dokumen terkait