Tabel 3.6 Interpretasi Indeks Daya Pembeda
Indeks Daya Pembeda Interpretasi
-1,00<DP≤0,00 Sangat Buruk
0,01<DP≤0,20 Buruk
0,21<DP≤0,40 Cukup
0,41<DP≤0,70 Baik
0,71<DP≤1,00 Baik Sekali
Setelah dilakukan uji daya pembeda diperoleh hasil seperti pada Tabel 3.7 berikut:
Tabel 3.7 Hasil Daya Beda
Item Soal Daya Pembeda Keterangan
Soal 1 0,48 Baik
Soal 2 0,35 Cukup
Soal 3 0,40 Baik
Soal 4 0,40 Baik
Sumber: Lampiran C.4 halaman 186
42 pembelajaran serial animasi matematika dan soal tes kemampuan pemecahan masalah. Data kuantitatif berupa skor penilaian ahli materi dan ahli media dideskripsikan secara kuantitatif menggunakan skala likert.
Berdasarkan data angket validasi yang diperoleh, rumus yang digunakan untuk menghitung hasil angket dari validator adalah sebagai berikut:
Keterangan:
: Persentase yang dicari : Jumlah skor yang diperoleh : Skor maksimal
Tabel 3.8 Interpretasi Kriteria Penilaian Validitas Instrumen
No. Interval Persentase (%) Kategori
1 81 – 100 Sangat Valid
2 61 – 80 Valid
3 41 – 60 Cukup Valid
4 21 – 40 Kurang Valid
5 0 – 20 Tidak Valid
(Riduwan, 2015) Kriteria pengembangan pembelajaran dan perangkat pembelajaran dikatakan valid jika nilai validitas pengembangan media pembelajaran dan perangkat pembelajaran berada pada kategori sekurang-kurangnya “cukup valid”.
3. Analisis Data Respon Guru dan Peserta didik
Untuk memperkuat data hasil penilaian kevalidan, dilakukan juga penilaian untuk mengetahui kepraktisan media pembelajaran terhadap guru matematika dan peserta didik. Penilaian dilakukan berdasarkan data angket yang diperoleh. Skala yang digunakan dalam penelitian pengembangan ini adalah 5 skala, yaitu:
1) Skor 1 adalah sangat tidak setuju 2) Skor 2 adalah tidak setuju
3) Skor 3 adalah kurang setuju
4) Skor 4 adalah setuju
5) Skor 5 adalah sangat setuju
Untuk menghitung persentase respon guru dan peserta didik terhadap media yang dikembangkan digunakan persamaan:
∑
∑
Keterangan:
: Persentase yang dicari
∑ : Jumlah nilai jawaban responden
∑ : Jumlah nilai ideal atau jawaban tertinggi
Dari ini hasil prerhitungan penilaian terhadap media pembelajaran serial animasi matematika berbantuan instagram lalu disimpulkan berdasarkan kategori persentasenya yang tertera pada Tabel 3.8.
Tabel 3.9 Interpretasi Kriteria Kepraktisan
Persentase (%) Kategori
85-100 Sangat Praktis
70-84 Praktis
55-69 Cukup Praktis
50-54 Kurang Praktis
0-49 Tidak Praktis
(Arikunto, 2013) 4. Analisis Efektivitas Serial Animasi Matematika Berbantuan Instagram
Data yang diperoleh dari hasil pretest dan posttest peserta didik dianalisis. Data dianalisis secara inferensial dengan mengunakan uji statistik kemudian diajabarkan secara deskriptif kualitatif dan kuantitatif digunakan Uji-t.
Keefektifan Serial Animasi Matematika Berbantuan Instagram dilihat berdasarkan rata-rata nilai kemampuan awal peserta didik dan rata-rata nilai kemampuan akhir peserta didik yang menggunakan serial animasi matematika berbantuan instagram dan yang tidak menggunakan serial animasi matematika berbantuan instagram.
44 Sebelum melakukan analisis uji statistik perlu dilakukan uji prasyarat, yaitu uji normalitas dan homogenitas.
a. Uji Normalitas
1. Uji normalitas berfungsi untuk mengetahui apakah sebaran data respondenberdistribusi normal atau tidak. Dalam penelitian ini uji normalitas dilakukan dengan uji Lilifors menggunakan software SPSS versi 25 dengan mengambil taraf signifikansi 5%. Kriteria pengujian adalah sebagai berikut:
Hipotesis untuk uji normalitas data adalah:
: data berdistribusi normal : data tidak berdistribusi normal 1. Kriteria pengambilan keputusan:
Jika nilai 0,05 maka diterima dalam arti data berdistribusi normal.Jika nilai 0,05 maka ditolak dalam arti data tidak berdistribusi normal.
Data uji normalitas hasil pretest dan posttest kelas XI.IPA.1 sebagai kelas dengan menggunakan serial animasi matematika berbantuan instagram sedangkan kelas XI.IPS menggunakan media pembelajaran yang biasa digunakan oleh guru.
Berikut hasil uji normalitas sebaran data pretest dan posttest terdapat pada Tabel 3.10.
Tabel 3.10 Hasil Uji Normalitas Pemecahan Masalah
Data Lilifors
Keterangan Statistic Df Sig.
Pretest kelas eksperimen 0,100 32 0,200 Normal Posttest kelas eksperimen 0,147 32 0,200 Normal Pretest kelas kontrol 0,141 30 0,079 Normal Posttest kelas kontrol 0,108 30 0,132 Normal Sumber : Lampiran C.8 halaman 192 dan Lampiran C.9 halaman 197.
Hasil uji normalitas sebaran data pretest kelas eksperimen memiliki signifikansi 0,200 berarti nilai signifikansi lebih dari 0,05 maka dapat disimpulan bahwa pretest kelas eksperimen berdistribusi normal. Hasil uji normalitas sebaran data posttest kelas eksperimen memiliki signifikansi 0,200 berarti nilai signifikansi
lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulan bahwa posttest kelas eksperimen berdistribusi normal.
Hasil uji normalitas sebaran data pretest kelas kontrol memiliki signifikansi 0,079 berarti nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulan bahwa pretest kelas kontrol berdistribusi normal. Hasil uji normalitas sebaran data posttest kelas kontrol memiliki signifikansi 0,132 berarti nilai signifikansi lebih besar dari 0,05 maka dapat disimpulan bahwa posttest kelas kontrol berdistribusi normal. Perhitungan uji normalitas dapat dilihat pada Lampiran C.8 halaman 190 dan Lampiran C.9 halaman 194.
b. Uji Homogenitas
Uji homogenitas variansi dilakukan untuk mengetahui apakah kedua kelompok data memiliki variansi yang homogen atau tidak. Untuk menguji homogenitas variansi maka dilakukan uji Levene dengan software SPSS versi 25 dengan kriteria pengujian adalah jika nilai probabilitas , maka diterima (Sutiarso, 2011).
1. Hipotesis untuk uji homogenitas data adalah:
: (kedua kelompok populasi memiliki varians yang sama) : (kedua kelompok populasi memiliki varians yang tidak sama) 2. Kriteria pengambilan keputusan:
Jika nilai signifikansi 0,05 maka diterima dan varian pada tiap kelompok sama atau homogen.
Jika nilai signifikansi 0,05 maka ditolak dan varian pada tiap kelompok tidak sama atau tidak homogen.
Hasil Uji Homogenitas pretest menggunakan Uji Lavene Statistik menunjukkan bahwa nilai pada Based on Mean, dengan 0.05 diperoleh 0.105 0.05 sehingga data homogen. Hasil Uji Homogenitas posttest dengan 0.05 diperoleh 0.495 0.05 sehingga data homogen. Perhitungan uji homogenitas dapat dilihat pada Lampiran C.8 halaman 190 dan Lampiran C.9 halaman 194.
46 c. Uji Hipotesis
Setelah melakukan uji normalitas dan homogenitas data, diperoleh bahwa data skor awal (pretest) dan skor akhir (posttest) kelas kontrol dan eksperimen berasal dari populasi yang berdistribusi normal dan memiliki varians yang sama, maka analisis data dilakukan dengan menggunakan uji kesamaan dua rata-rata, yaitu Uji-t dengan hipotesis uji sebagai berikut:
(Tidak ada perbedaan antara kemampuan awal peserta didik pada pembelajaran matematika menggunakan media pembelajaran serial animasi matematika berbantuan instagram dan kemampuan awal peserta didik yang tidak menggunakan media pembelajaran serial animasi matematika berbantuan instagram)
(Ada perbedaan antara kemampuan awal peserta didik pada pembelajaran matematika menggunakan media serial animasi matematika berbantuan instagram dan kemampuan awal peserta didik yang tidak menggunakan media pembelajaran serial animasi matematika berbantuan instagram)
Kriteria pengambilan keputusan:
Jika nilai 0,05 maka diterima.
Jika nilai 0,05 maka diterima.
V. KESIMPULAN DAN SARAN