METODOLOGI PENELITIAN
D. Teknik dan Alat Pengumpul Data
Pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, wawancara, dan studi dokumen. Observasi dilakukan dengan alasan: 1) pengalaman secara langsung, 2) mengamati sendiri, 3) mencatat kejadian, 4) menghindari bias, 5) dapat langsung memahami situasi yang rumit, dan 6) situasi khusus yang tidak memungkinkan komunikasi langsung. Sedangkan wawancara merupakan percakapan yang dilakukan antara si pewawancara dengan yang diwawancarai yang berisi pertanyaan dan jawaban. Terakhir studi dokumen yang ada pada wakil kepala sekolah, tata usaha, perpustakaan sekolah dan lain sebagainya. Untuk lebih jelasnya masing-masing teknik pengumpulan data tersebut akan dibicarakan satu-persatu sebagai berikut;
1. Observasi
Dalam penelitian kualitatif, observasi merupakan teknik pengumpulan data yang utama dan merupakan kekuatan serta salah satu alat yang sangat penting dalam mengkaji situasi sosial di lapangan. Dengan teknik observasi akan kelihatan partisipasi seorang peneliti dalam melakukan kegiatan penelitian. Menurut Spradley (dalam Sugiyono:310) dapat dibedakan lima bentuk partisipasi peneliti dalam melakukan observasi : 1) tanpa partisipasi (non participation) di mana peneliti tidak terlibat sama sekali dalam situasi sosial yang diteliti, 2) partisipasi pasif (passive participation) yaitu peneliti
hadir/masuk dalam situasi sosial yang diamati tetapi tidak melakukan interaksi dengan para aktor yang diteliti, 3) partisipasi moderat (moderate participation) yaitu peneliti menjaga keseimbangan antara keberadaanya sebagai orang dalam dan orang luar sebagai peneliti dari situasi sosial yang diamati, 4) partisiapan aktif (active participation) yaitu peneliti berusaha melakukan aktifitas yang dilakukan sebagaimana aktifitas yang dilakukan orang-orang (aktor) yang diteliti serta mempelajari budayanya, 5) partisipasi penuh (complete participation) yakni Peneliti melakukan aktifitas seperti apa yang dilakukan orang-orang (aktor) yang diteliti dengan mengikuti budayanya.
Observasi ini menurut Spradley dilakukan dalam dua tahapan: 1) observasi grand tour yang merupakan observasi umum dan secara luas, 2) observasi terfokus atau disebut dengan mini tour. Observasi merupakan salah satu teknik pengumpulan data yang dianjurkan dalam penelitian kualitatif. Ini disebabkan karena Peneliti dapat menghayati secara langsung, mencatat semua peristiwa yang terjadi terhadap objek yang diteliti.
Tahap observasi umum dilakukan saat pertama kali mendatangi lokasi penelitian terhadap beberapa situasi sosial yang masih bersifat umum dan luas. Hasil observasi ditulis dalam catatan lapangan memuat apa yang dilihat, didengar, dialami dan dipikirkan dalam pengumpulan data. Indikator umum melalui grand tour antara lain mengenai;
a. Suasana belajar secara umum di SMA Negeri 2 Tilatang Kamang.
b. Rutinitas kegiatan umum proses belajar di SMA Negeri 2 Tilatang Kamang.
c. Obyek fisik yang ada di SMA Negeri 2 Tilatang Kamang.
d. Kegiatan umum para aktor yang ada di SMA Negeri 2 Tilatang Kamang.
Observasi umum ini Peneliti lakukan dalam usaha untuk mendapatkan temuan-temuan secara umum sebagai gambaran untuk mendapatkan temuan khusus yang sesuai dengan fokus penelitian. Waktu observasi tidak dibatasi pada jam pelajaran tertentu, bisa saja pada tiap kunjungan lapangan asalkan data yang diinginkan diperoleh yang mengarah pada tema penelitian.
2. Wawancara
Wawancara merupakan salah satu alat pengumpulan data dalam penelitian kualitatif. Lincoln dan Cuba (dalam Moleong 2009:186) mengatakan maksud melaksanakan wawancara antara lain: mengkonstruksi mengenai orang, kejadian, organisasi, perasaan, motivasi, tuntutan, kepedulian dan lain-lain kebulatan; merekonstruksi kebulatan-kebulatan demikian sebagai yang dialami masa lalu; memproyeksikan kebulatan- kebulatan sebagai yang diharapkan untuk yang dialami masa yang akan datang: memverifikasi, mengubah, dan memperluas informasi yang diperoleh dari orang lain, dan memverifikasi, mengubah dan memperluas konstruksi yang dikembangkan oleh peneliti sebagai pengecekan anggota.
Aspek-aspek wawancara diarahkan pada jawaban dari pertanyaan penelitian serta hal-hal yang berkaitan dengan tema penelitian. Ruang lingkup pertanyaan wawancara antara lain adalah;
a. Bagaimana langkah yang dilakukan dalam menyusun program supervisi akademik
b. Strategi apa yang dilakukan kepala sekolah dalam implementasi kegiatan supervisi akademik.
c. Apa langkah kepala sekolah dalam menindaklanjuti kegiatan supervisi akademik.
d. Seperti apa sikap guru terhadap kegiatan supervisi akademik yang dilakukan oleh kepala sekolah, dan lain-lain.
Kepala sekolah dijadikan subyek kunci dari informan-informan yang telah direncanakan untuk diwawancarai. Alasannya adalah bahwa kepala sekolah dianggap orang yang memiliki banyak informasi tentang supervisi akademik di sekolah itu.
3. Studi Dokumentasi
Dokumen merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental seseorang.
Dokumen yang berbentuk tulisan misalnya catatan harian, sejarah kehidupan (life histories), cerita, biografi, peraturan, kebijakan. Dokumen juga bisa berbentuk gambar, misalnya foto, gambar hidup, sketsa, dan lain-lain. Ada juga dokumen yang berbentuk karya misalnya karya seni berupa gambar,
patung, film, dan lain-lain. Studi dokumentasi merupakan pelengkap dari penggunaan metode observasi dan wawancara dalam penelitian kualitatif.
Seperti yang dinyatakan Bogdan (dalam Sugiyono:329) ”in most tradition of qualitative research, the phrase personal document is used broadly to refer to any first person narrative produced by an individual which describes his or her own action, experience and belief”. Hasil penelitian dari observasi atau wawancara akan lebih kredibel/dapat dipercaya kalau didukung oleh sejarah pribadi kehidupan di masa kecil, di sekolah, di tempat kerja, di masyarakat, dan auto biografi. Selanjutnya Bogdan juga menyatakan publish autobiographies provide a readiley available source of data for the discerning qualitative research. Hasil penelitian juga akan semakin kredibel apabila didukung oleh foto-foto atau karya tulis akademik dan seni yang telah ada. Photograps provide strikingly descriptive data, are often used to understand the subjective and is product are frequetly analyzed inductive.
Tetapi perlu dicermati bahwa tidak semua dokumen memiliki kredibilitas yang tinggi. Contohnya banyak foto yang tidak mencerminkan keadaan aslinya, karena foto dibuat untuk kepentingan tertentu. Demikian juga auto biografi yang ditulis untuk dirinya sendiri sering subjektif.
Sanapiah Faisal (1990) menyebutkan tentang obyek yang diamati dalam situasi sosial adalah hal yang berhubungan dengan: 1) lokasi atau fisik tempat suatu situasi berlangsung, 2) manusia-manusia pelaku atau aktor yang menduduki status atau posisi tertentu, dan 3) kegiatan atau aktifitas para pelaku pada lokasi atau tempat berlangsungnya situasi sosial. Kegiatan ini
sudah dapat dimulai pada saat Peneliti melakukan grand tour, sebab Agustiar Syah Nur (2002:13) berpendapat bahwa ada tiga bentuk pengamatan yaitu:
“grand tour, mini tour dan selective observation yang berisikan tentang pengamatan umum, terfokus dan pengamatan yang terseleksi”.
Suatu kelaziman bagi penelitian dengan pendekatan kualitatif biasanya ada dua sasaran yang ingin dicapai sekaligus dalam waktu yang bersamaan. Pertama, informasi yang rinci tentang suatu aspek budaya yang memerlukan penelitian mendalam, dan kedua, pengambaran berbagai tema budaya secara umum yang akan dipaparkan nanti pada Bab IV. Morris Opler dalam Spradley (1980;140) menyatakan bahwa kita akan memahami dengan lebih baik pola budaya dengan mengidentifikasi tema-tema yang muncul berlulang kali, “… is a postulate or position, declared or implied, and usually controlling behavior or stimulatingactivity, which is tacitly approved or openly promoted in a society”(Spraley, 1980:140).
Data yang dikumpulkan dalam studi dokumentasi ini dapat berupa program supervisi akademik kepala sekolah, jadwal kegiatan supervisi akademik, cara menginformasikan kegiatan supervisi akademik kepada guru, program tindak lanjut supervisi akademik, isian instrumen supervisi akademik, dan lain sebagainya yang sesuai dengan tema atau fokus penelitian.