• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Keabsahan Data

Dalam dokumen ONLINE - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 57-61)

BAB III METODE PENELITIAN

F. Teknik Keabsahan Data

Setelah data dianalisis dan diambil kesimpulan, maka data tersebut perlu diuji keabsahannya, dengan melakukan pemeriksaan ulang terhadap data yang telah terkumpul. Untuk menguatkan data yang lebih akurat menyangkut dengan persepsi orang tua remaja terhadap game online. Untuk itu peneliti menguji keabsahan dan kebenaran data dengan cara mempertimbangan hasil penelitian yang telah diperoleh. Hal ini dilakukan karena pemahaman peneliti belum tentu benar.

Teknik pemeriksaan keabsahan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah:

1). Ketekunan pengamatan, yaitu menemukan ciri-ciri dan unsur- unsur dalam situasi yang sangat relevan dengan persoalan yang sedang di cari dan kemudian memusatkan diri pada hal-hal tersebut secara rinci. Ketekunan ini dilakukan untuk memahami dan mendapatkan data secara mendalam. Adapun ketekunan pengamatan yang dilakukan peneliti, yaitu mengetahui bagaiamana persepsi orang tua remaja terhadap game online.

6 Iskandar. Metodologi Penelitian Pendidikan dan Sosial (Kuantitatif dan Kualitatif). Jakarta: Gaung Persada Press. (2018).H.30-36

2). Triangulasi, yaitu teknik analisis keabsahan data yang memanfaatkan sesuatu yang lain di luar data itu untuk keperluan pengecekan atau digunakan sebagai pembanding terhadap data tersebut. Triangulasi dengan sumber artinya membandingkan dan mengecek balik derajat kepercayaan suatu informasi yang diperoleh melalui waktu dan alat yang berbeda dalam penelitian kualitatif.7 Adapun untuk mencapai kepercayaan itu, maka peneliti melakukan langkah sebagai berikut :

1) Peneliti membandingkan data hasil pengamatan dengan data hasil wawancara.

2) Peneliti membandingkan apa yang dikatakan orang di depan umum dengan apa yang dikatakan secara pribadi.

3) Peneliti membandingkan apa yang dikatakan orang-orang tentang situasi penelitian dengan apa yang dikatakannya sepanjang waktu. Berdasarkan penjelasan di atas maka dalam penelitian ini, peneliti melakukan pengecekan data-data hasil penelitaian untuk melihat bagaimana persepsi orang tua remaja terhadap game online (Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan).

7 Sugiono, Metode Penelitdian Kualitatif, Kuantitatif dan R&D (Bandung:

AlPABETA, 2017), h. 246-253.

44 BAB IV

HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Wilayah Penelitian 1. Sejarah Lubuk Nambulan

Asal mula desa Lubuk Nambulan berawal dari terjadinya musim kemarau panjang yang mengakibatkan air sungai mengalami kekeringan, akan tetapi ada sebuah lubuk atau sungai yang tidak kering airnya, bahkan airnya meluap ke atas seperti air yang mendidih atau bahasa di sini air mengambul-ngambul ke atas selama enam bulan. Dengan demikian para sesepuh desa telah sepakat memberi nama desa tersebut dengan nama desa Lubuk Enambulan. Seiring berjalannya waktu terjadi pergeseran penyebutan menjadi desa Lubuk Nambulan.1

a. Keadaan Geografis Desa Lubuk Nambulan

Desa Lubuk Nambulan merupakan terletak di Kecamatan Kikim Timur kabupaten Lahat Sumatera Selatan. Di dekat desa ini mengalir sungai besar bernama sungai Empayang, sungai tersebut dimanfaatkan oleh masyarakat untuk mandi, mencuci, mencari ikan, dan lain sebagainya. 2

1. Batas-batas Wilayah Desa Lubuk Nambulan

Desa Lubuk Nambulan ini berbatasan langsung dengan:

 Di sebelah Utara berbatasan dengan Desa Gelumbang

 Di sebelah Selatan berbatasan dengan Desa Jaga Baya

 Di sebelah Barat berbatasan dengan Desa Banuayu

1 Sumber Data, Arsip Dokumen Propil Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan

2 Sumber Data, Arsip Dokumen Propil Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan

 Di sebelah Timur berbatasan dengan Desa Pagar Agung 2. Mata Pencarian Pokok Desa Lubuk Nambulan

Adapun kondisi mata pencarian penduduk Desa Lubuk Nambulan sebagian besar didominasi oleh buruh tani.

Pendapatan masyarakat desa mayoritas tidak stabil karena mengandalkan hasil alam dan wirausaha. Hal tersebut juga yang melatarbelangi persepsi masyarakat terhadap game online. Keterangan lebih jelas dapat dilihat pada tabel di bawah ini :3

Tabel 4.2

Mata Pencarian Pokok Desa Lubuk Nambulan

NO Pekerjaan Jumlah

1 Petani 111 Orang

2 Buruh Tani 250 Orang

3 Buruh Pabrik 5 Orang

4 PNS 5 Orang

5 Pedagang 27 Orang

6 Bidan 1 Orang

7 Perawat 3 Orang

8 Lainnya 1 Orang

3 Sumber Data, Arsip Dokumen Propil Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan

3. Struktur Organisasi

Struktur Organisasi Pemerintahan

B. Profil Informan

Informan dalam penelitian ini berjumlah 15 orang informan.

Untuk memberikan pemaparan yang lengkap mengenai informan makan peneliti akan memaparkan profil informan dengan memberikan biodata pribadi, alamat, tempat tanggal lahir, pendidikan, lingkungan keluarga, dan latar kehidupan informan. Berikut profil informan yang peneliti wawancarai :

1. Informan ke-1

(Erwin Budiansyah selaku tokoh masyarakat)

Informan pertama Erwin yang berusia 44 tahun, lahir di Sakatiga 25 Mei 1978. Erwin memiliki pekerjaan sebagai seorang pedagang dan memiliki 2 orang anak. Anak dari Erwin yang pertama berusia 17 tahun dan sekarang sedang menempuh pendidikan di Sekolah Menengah Atas (SMA). Sedangkan anak

keduanya berumur 7 tahun dan sekarang menempuh pendidikan di sekolah dasar yang ada di desa lubuk nambulan.4

2. Informan ke-2 (dua)

(Seli Mardalena selaku orangtua dengan remaja yang kecanduan game online)

Informan Seli lahir di Desa Lubuk Nambulan pada tanggal 26 Mei 1989. Informan Seli merupakan seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya mengurus rumah dan anak-anaknya. Seli mempunyai 3 orang anak laki-laki. Anak yang pertama berusia 15 tahun, kemudian anak kedua berusia 6 tahun, dan anak ketiga berusia 4 tahun. Anak pertama Seli memiliki kebiasaan bermain game setiap hari tidak kenal waktu.5

3. Informan ke-3 (tiga)

(Pitriani selaku orangtua dengan remaja yang kecanduan game online)

Informan Pitriani berusia 41 tahun, lahir pada tanggal 26 Juni 1981, Pitriani merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki 2 orang anak. Anak pertamanya sekarang sedang menempuh pendidikan Sekolah Menengah Atas (SMA) yang berusia 14 tahun.

keseharian anak pertamanya ini tidak lepas dari ponsel yaitu bermain game online bersama teman-temannya. Sedangkan anak kedua baru berusia 8 tahun dan sedang menempuh pendidikan di Sekolah Dasar (SD).6

4. Informan ke-4 (empat)

4 Wawancara dengan Informan Erwin Budiansyah, pada tanggal 14 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

5 Wawancara dengan informan Seli Mardalena, pada tanggal 15 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

6 Wawancara dengan informan Pitriani, pada tanggal 16 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

(Rohaida selaku masyarakat Desa Lubuk Nambulan)

Rohaida lahir di Desa Lubuk Nambulan pada tanggal 21 Agustus 1972, Rohaida merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki pekerjaan sebagai pedagang, ia biasa berjualan makanan di depan rumahnya. Rohaida memiliki anak 4 orang dan semua anaknya sudah menikah semua. Setiap hari di depan dan samping rumah R banyak anak-anak bermain game sambil duduk-duduk.

Setiap hari juga anak-anak ini biasanya belanja makanan dan bermain game online di depan rumahnya.7

5. Informan ke-5 (lima)

(Via Marlena selaku masyarakat Desa Lubuk Nambulan)

Via Marlena berusia 21 tahun, lahir di Desa Lubuk Nambulan pada 8 Desember 2000. Ia merupakan seorang ibu rumah tangga yang kesehariannya hanya di rumah saja dan memiliki 1 orang anak yang masih kecil. Keseharian Via biasanya dihabiskan dengan mengurus anak dan terkadang membantu ibunya berjualan. Via memiliki tetangga yang mempunyai anak berusia 14 tahun dan keseharian anak tetangganya ini hanya bermain game di depan rumahnya bersama teman-temannya.8

6. Informan ke-6 (enam)

(Yeni Oktapiani selaku orang tua dengan remaja yang kecanduan game online)

Informan Yeni Oktapiani berusia 37 tahun, lahir di Desa Lubuk Nambulan pada 22 Oktober 1984, dan ia merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki 2 orang anak. Beliau memiliki

7 Wawancara dengan informan Rohaida, pada tanggal 16 April 2022, di Desa lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

8 Wawancara dengan informan Via Marlena, pada tanggal 16 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

pekerjaan sebagai pedagang, setiap hari selain menjadi ibu rumah tangga dan ia juga menghabiskan waktunya dengan menjaga warungnya. Anak pertamanya berusia 14 tahun, keseharian anak pertamanya bermain game bersama temannya di depan rumahnya.

Sedangkan anak keduanya berusia 10 tahun dan sedang menempuh pendidikan di Sekolah Dasar (SD).9

7. Informan ke tujuh

(Suris Diana selaku masyarakat Desa Lubuk Nambulan)

Suris berusia 62 tahun dan lahir di Desa Lubuk Nambulan pada 1 Januari 1960, Suris merupakan seorang ibu rumah tangga namun terkadang juga SD membantu suami di kebun mereka. Suris memiliki tetangga yang mempunyai anak kecanduan dengan game online.10

8. Informan ke-8 (delapan)

(Yusnawati selaku masyarakat Desa Lubuk Nambulan)

Yusnawati lahir di Desa Lubuk Kuta pada tanggal 1 Juli 1963, dan merupakan seorang ibu rumah tangga yang anaknya sudah menikah semua. Ia merupakan masyarakat Desa Lubuk Nambulan yang rumahnya biasa dijadikan oleh remaja bermain game online.11 9. Informan ke Sembilan

(Siti Khodijah selaku masyarakat Desa Lubuk Nambulan)

Siti Khodijah lahir di Desa Lubuk Nambulan, pada tanggal 1 Juli 1957, ia merupakan seorang ibu rumah tangga yang tinggal bersama anaknya. Informan Siti merupakan tetangga dari informan

9 Wawancara dengan informan Yeni Oktapiani, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

10 Wawancara dengan informan Suris Diana, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

11 Wawancara dengan informan Yusnawati, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

Yusnawati yang rumahnya sering dijadikan sebagai tempat bermain game oleh remaja.12

10. Informan ke-10 (sepuluh)

(Rita selaku orsng tua dengan remaja yang kecanduan game online) Informan Rita lahir di Desa Lubuk Nambulan, pada tanggal 10 Juni 1981, beliau merupakan seorang guru di Sekolah Dasar (SD).

Rita mempunyai 1 orang anak laki-laki yang berusia 17 tahun. Anak Informan R memiliki keseharian sebagai pelajar dan setelah pulang sekolah biasa bermain bersama teman di rumah temannya atau tetangganya sendiri kadang juga mereka main di rumahnya sendiri.13 11. Informan ke sebelas

(Mirhan selaku orang tua dengan remaja yang kecanduan game online)

Informan Mirhan lahir di Desa Lubuk Nambulan, pada tanggal 20 Agustus 1966, dan merupakan seorang kepala keluarga yang memiliki pekerjaan sebagai buruh tani. Informan Mirhan mempunyai 1 orang anak perempuan dan 2 orang anak laki-laki.

Anak pertama berusia 25 tahun dan sudah memiliki suami, sedangkan anak kedua berusia 23 tahun dan merantau, sedangkan anak ketiga berusia 15 tahun. Keseharian anak ketiganya biasa menghabiskan waktu dengan bermain game online.14

12. Informan ke-12 (dua belas)

(Dausman Efendi selaku tokoh masyarakat)

12 Wawancara dengan informan Siti Khodijah, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

13 Wawancara dengan informan Rita, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nmabulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

14 Wawancara dengan informan Mirhan, pada tanggal 17 April, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

Dausman Efendi berusia 41 tahun, lahir di Desa Lubuk Nambulan, pada tanggal 4 Januari 1981, dan merupakan seorang kepala keluarga yang memiliki pekerjaan sebagai pedagang.

Dausman juga merupakan salah satu perangkat desa atau tokoh masyarakat di Desa Lubuk Nambulan. Di sekelilinnya banyak terdapat remaja bermain game online.15

13. Informan ke-13 (tiga belas)

(Hausansyah selaku masyarakat Desa Lubuk Nambulan)

Hausansyah berusia 49 tahun, lahir di Desa Lubuk Nambulan pada tanggal 28 Agustus 1973, Hausansyah merupakan seorang pedagang. Ia merupakan salah satu warga di Desa Lubuk Nambulan, di lingkungan tempat tinggalnya banyak terdapat remaja bermain game.16

14. Informan ke-14 (empat belas)

(Evi Hendrawani selaku orang tua dengan remaja yang kecanduan game online)

Evi Hendrawani berusia 48 tahun, lahir di Desa Lubuk Nambulan pada tanggal 8 April 1974, Evi merupakan seorang ibu rumah tangga yang memiliki pekerjaan sebagai pedagang.

Keseharian Evi sebagai ibu rumah tangga dan juga berjualan. Evi memiliki 3 orang anak, anak pertama Evi sudah menikah, anak kedua berusia 27 tahun sedangkan anak ketiga berusia 15 tahun.17 15. Informan ke-15 (lima belas)

15 Wawancara dengan informan Dausman Efendi, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

16 Wawancara dengan informan Hausansyah, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

17 Wawancara dengan informan Evi Hendrawani, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan

(Harnani selaku orang tua dengan remaja yang kecandua game online)

Harnani berusia 52 tahun, lahir di Desa Lubuk Nambulan pada tanggal 26 Juli 1970, dan ia merupakan ibu rumah tangga yang memiliki pekerjaan sebagai buruh tani. Harnani memiliki 3 orang anak, anak pertama sudah menikah, anak kedua berusia 23 tahun dan anak ketiga berusia 14 tahun. Anak ketiganya ini memiliki keseharian sebagai pelajar di Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan kecanduan game online.18

Tabel 4.5 Data Informan

NO Nama Umur Agama P/L Pekerjaan

1 Erwin

Budiansyah

44 Islam L Pedagang

2 Seli Mardalena 33 Islam P IRT

3 Pitriani 41 Islam P IRT

4 Rohaida 50 Islam P Pedagang

5 Via Marlena 21 Islam P IRT

6 Yeni Oktapiani 37 Islam P Pedagang

7 Suris Diana 62 Islam P IRT

8 Yusnawati 59 Islam P IRT

18 Wawancara dengan informan Harnani, pada tanggal 16 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

9 Siti Khodijah 65 Islam P IRT

10 Rita 41 Islam P Guru

11 Mirhan 56 Islam L Buruh Tani

12 Dausman Efendi 41 Islam L Pedagang

13 Hausansyah 49 Islam L Pedagang

14 Evi Hendrawani 48 Islam P Pedagang

15 Harnani 52 Islam P Buruh Tani

C. Hasil Temuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah penelitian, persoalan penelitian yang telah diteliti dalam penelitian ini yaitu Persepsi Orang Tua Remaja Terhadap Game Online (Di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan).

Untuk mengumpulkan data peneliti telah mewawancarai informan dengan indikator-indikator persepsi yaitu tanggapan, pendapat dan penilaian. Penyajian hasil wawancara akan dipilih berdasarkan ketiga aspek tersebut :

a. Tanggapan (respon) adalah gambaran tentang suatu objek yang tertinggal di ingatan setelah melakukan pengamatan.

Adapun hasil wawancara mengenai indikator tanggapan sebagai berikut:

Informan Erwin Budiansyah mengatakan:

“Iya tahu. Menurut saya kurang baik, karena anak yang sering main game online rata-rata kurang bergaul dengan masyarakat tempat dia berada dan cenderung banyak diam dibanding remaja lainnya”19

Sedangkan informan Seli Mardalena mengatakan:

“Benar anak saya memiliki android dan bermain game online.

Tidak baik, karena game online mengganggu sekolah, mengganggu belajar anak dan merusak otak anak, anak menjadi malas belajar, lupa waktu dan tidak mendengarkan nasihat orangtuanya”20

Hal serupa juga dikatakan oleh informan Pitriani :

“Menurut saya tidak baik, karena anak menjadi lupa waktu, lupa makan, dan tidak belajar dan merusak otak bahkan menjadi boros karena selalu minta uang untuk membeli kouta”21

Hal berbeda di ungkapkan oleh informan Rohaida:

“Iya tahu, menurut saya remaja yang bermain game itu tidak apa-apa untuk hiburan mereka dan juga bisa membantu melariskan makanan saya”22

Informan Via Marlena mengatakan:

“iya, menurut saya tidak baik karena tidak ada manfaatnya sama sekali kecuali membuang waktu, membuang tenaga dan mengantuk karena begadang setiap malam”23

19 Wawancara dengan informan Erwin Budiansyah, pada tanggal 14 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten Lahat Sumatera Selatan.

20 Wawancara dengan informan Seli Mardalena, pada tanggal 15 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

21 Wawancara dengan informan Pitriani, pada tanggal 16 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

22 Wawancara dengan informan Rohaida, pada tanggal 16 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

Informan Yeni Oktapiani mengatakan:

“iya ada, iya betul anak saya bermain game online. Tidak baik, karena menghabiskan uang untuk membeli kouta, tidak kenal waktu selalu bermain game, lupa belajar, dan mengganggu ketenangan atau waktu istirahat, berkata kasar dan kotor, suka membantah ucapan orangtua”24

Informan Suris Diana juga mengatakan:

“saya tidak begitu paham bagaimana cara bermain game online tapi saya melihat anak-anak banyak yang bermain game online setiap hari dengan menghabiskan waktu dengan ponsel.

Tanggapan saya terkait remaja yang kecanduan game online itu mereka menghabiskan waktu dengan ponsel bersama teman- temannya bahkan lupa segala hal dan kegiatan yang lebih bermanfaat lainnya, membuat kebisingan bahkan berkata kasar dan kotor, kadang tidak lagi mematuhi ucapan orangtuanya, melihat hal tersebut game online ini kurang bagus dapat merusak pikiran dan akhlak remaja”25

Hal serupa juga diungkapkan oleh informan Yusnawati:

“iya tahu, menurut saya remaja yang kecanduan game online mengganggu waktu istirahat masyarakat karena mereka ini bermain tidak kenal waktu bahkan bisa sampai tengah malam. Remaja kecanduan game online juga tidak mencermin remaja yang baik, karena sering sekali keluar kata-kata tidak pantas seperti berkata kasar dan kotor, sering diingatkan namun tetap saja setelah mengulang lagi”26

Informan Siti Khodijah mengatakan:

“iya tahu, menurut saya remaja yang kecanduan game online mengganggu ketenangan masyarakat, tidak kenal waktu selalu

23 Wawancara dengan informan Via Marlena, pada tanggal 16 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

24 Wawancara dengan Yeni Oktapiani, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

25 Wawancara dengan Suris Diana, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

26 Wawancara dengan informan Yusnawati, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

bermain game dengan suara bising baik dari game itu sendiri bahkan dari teriakan mereka, bahkan akhlak pun sudah sangat mengkhawatirkan memaksa meminta uang kouta bahkan kadang menjual beras orangtua untuk membeli kouta, sering berkata kotor bahkan membentak karena kalah dalam bermain, susah di suruh dan dipanggil jika sudah bermain game”27

Informan Rita mengatakan:

“Iya memang anak saya memiliki android dan bermain game online. Menurut saya bermain game online tidak ada manfaatnya, membuang waktu dengan hal yang tidak bermanfaat, lupa kegiatan dan lingkungan sekitar bahkan kewajiban sebagai pelajar yaitu belajar. Sering begadang dan selalu meminta uang untuk membeli kouta”28

Informan Mirhan mengatakan:

“iya ada dan memang benar anak saya bermain game online.

Kalau menurut saya pribadi tanggapan saya mengenai anak saya yang bermain game hanya kegiatan merugikan tidak ada manfaatnya karena sedikit-sedikit minta uang untuk membeli kouta. Kadang kalau sudah lama bermain lalu kalah ponsel dibanting marah-marah kalau sinyalnya buruk kadang kita yang tidak tau apa-apa juga kena imbas. Sering marah kalau dipanggil orangtua kalau lagi main game”29

Informan Dausman Efendi mengatakan:

“Iya tahu, kalau menurut saya pribadi untuk game online ini kurang bagus, dan kalau bisa untuk pemerintah pusat maupun daerah game online ini dihapuskan saja. Selain itu juga tidak ada manfaatnya dalam bermain game online, yang ada hanya merugikan baik itu untuk sekolah, kesehatan maupun ekonomi, serta mengganggu masyarakat untuk tidur pada malam hari”30

27 Wawancara dengan informan Siti Khodijah, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

28 Wawancara dengan informan Rita, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

29 Wawancara dengan informan Mirhan, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

30 Wawancara dengan informan Dausman Efendi, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

Informan Hausansyah mengatakan:

“Iya, menurut tanggapan saya kurang bermanfaat, hanya membuang waktu dan menjadikan para remaja menjadi malas apalagi buat para pelajar”31

Informan Evi Hendrawani mengatakan:

“Iya ada android dan anak saya memang bermain game online.

tanggapan saya mengenai anak saya yang kecanduan game online tidak baik dan kurang bermanfaat, karena merusak kesehatan mata, lupa waktu, menghabiskan uang karena membeli kouta, mengganggu sekolah dan otak, anak menjadi lupa belajar karena selalu menghabiskan waktu dengan bermain game”32

Informan Harnani juga mengatakan hal serupa:

“Iya punya, dan bermain game online. Saya pribadi tidak setuju karena menghabiskan paket atau kouta, boros uang untuk membeli kouta, anak saya jadi sering begadang kadang sampai pagi kalau ponselnya tidak saya ambil, bahkan sekarang mata anak saya sudah rabun karena terlalu lama melihat layar hp”33

Untuk lebih memperjelas hasil jawaban wawancara dengan informan berikut ini peneliti sajikan dalam bentuk tabel di bawah ini:

Tabel 4.6

Koding Informan Penelitian

NO Informan Tanggapan

1 EB Kurang baik, kurang bergaul, cenderung banyak diam dibanding remaja lainnya.

2 SM Tidak baik, menggangu sekolah,

31 Wawancara dengan informan Hausansyah, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

32 Wawancara dengan informan Evi Hendrawani, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

33 Wawancara dengan informan Harnani, pada tanggal 17 April 2022, di Desa Lubuk Nambulan Kecamatan Kikim Timur Kabupaten lahat Sumatera Selatan.

Dalam dokumen ONLINE - Repository IAIN Bengkulu (Halaman 57-61)

Dokumen terkait