• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAFTAR LAMPIRAN

4. Indikator Motivasi kerja

3.5. Teknik Pengumpulan Data

Dalam penelitian ini teknik yang digunakan adalah sebagai berikut:

1. Wawancara/interview

Wawancara adalah dialog secara langsung antara peneliti dengan responden. Wawancara dapat menjadi 2 bentuk :

1. Wawancara terstruktur/terpimpin, ada pedoman wawancara yang disiapkan oleh peneliti.

2. Wawancara tidak terstruktur/tidak terpimpin, peneliti tidak mempersiapkan pedoman wawancara

2. Angket/kuesioner

Diperoleh dengan cara membuat daftar pertanyaan atau pernyataan secara tertulis yang diajukan kepada para karyawan atau responden di objek penelitian yang hasilnya merupakan data tertulis yang didapat dari karyawan tanpa tekanan dari pihak lain dengan skala likert dengan bentuk checklist, dimana setiap pertanyaan mempunyai 5 (lima) opsi sebagaimana terlihat pada table berikut ini :

---

© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang ---

1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber

Document Accepted 21/6/22

UNIVERSITAS MEDAN AREA

Tabel.3.3

Skala Pengukuran Likers

Pernyataan Bobot

Sangat Setuju 5

Setuju 4

Kurang Setuju 3

Tidak Setuju 2

Sangat Tidak Setuju 1 3.6. Teknik Analisis Data

3.6.1.Uji Validitas dan Reabilitas

Uji validitas dan reabilitas dilakukan untuk menguji apakah suatu kuesioner layak digunakan sebagai instrument penelitian. Sugiyono (2016:172) instrument yang valid berarti alat ukur atau kuesioner yang digunakan untuk mendapatkan apa yang seharusnya diukur. Dan instrument yang reliable adalah instrument yang bila digunakan beberapa kali untuk mengukur objek yang sama, akan menghasilkan data yang sama.

Uji validitas dan reabilitas ini menggunakan alat bantu program spss 20.0.

Parulian (2011:2-1) SPSS merupakan salah satu dari beberapa aplikasi computer untuk menganalisis data statistik.

a. Uji Validitas

Uji validitas dapat dilakukan dengan metode Produk Momen Pearson (Bivariate Pearson). Parulian (2011:3-2) mengatakan metode bivariate Pearson adalah analisis yang dilakukan dengan mengkorelasikan masing – masing skor item dengan skor total. Skor total adalah penjumlahan dari skor keseluruhan item. Item – item pertanyaan yang berkorelasi signifikan

dengan skor total menunjukkan item – item tersebut mampu memberikan dukungan dalam mengungkap apa yang ingin diungkap.

Kriteria pengujian sebagai berikut :

1. Jika rhitung > rtabel (dengan sig. 0,05) : instrument valid 2. Jika rhitung <rtabel (dengan sig. 0,05) : instrument tidak valid b. Uji Reabilitas

Uji reabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang. Metode yang digunakan adalah metode Cronbach’s Alpha Metode ini diukur berdasarkan skala alpha cronbach 0 sampai 1. Jika skala itu dikelompok ke dalam lima kelas dengan rentang yang sama, maka ukuran kemantapan alpha dapat diiterpretasikan sebagai berikut :

1. Nilai Alpha Cronbach 0,00 s.d. 0,20 berarti kurang reliabel 2. Nilai Alpha Cronbach 0,00 s.d. 0,40 berarti agak reliabel 3. Nilai Alpha Cronbach 0,00 s.d. 0,60 berarti cukup reliabel 4. Nilai Alpha Cronbach 0,00 s.d. 0,80 berarti reliabel

5. Nilai Alpha Cronbach 0,00 s.d. 1,00 berarti sangat reliable 3.6.2.Asumsi Klasik

Hipotesis memerlukan uji asumsi klasik, karena model analisis yang dipakai adalah regresi linier berganda. Asumsi klasik yang dimaksud terdiri dari.

---

© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang ---

1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber

Document Accepted 21/6/22

UNIVERSITAS MEDAN AREA

a. Uji Normalitas

Uji normalitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi, variable pengganggu memiliki distribusi normal.Seperti diketahui bahwa uji t dan uji f mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal.Kalau asumsi ini dilanggar, maka uji statistik menjadi tidak valid untuk jumlah sampel kecil. Ada dua cara untuk mendeteksi apakah residual berdistribusi normal atau tidak yaitu dengan analisis grafik dan uji statistik.

b. Uji Multikolonieritas

Uji multikolonieritas bertujuan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antar variable bebas, model regresi yang baik seharusnya yaitu tidak terjadi korelasi diantara variable bebas. Jika variable bebas saing berkorelasi, maka variabel-variabel ini tidak orthogonal.

c. Uji Heterokedastisitas

Uji heteroskedastisitas bertuuan menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Jika varience dari residual satu pengamatan ke pengamatan lain tetap, maka disebut homokedastisitas dan jika berbeda disebut heterokedastisitas. Uji untuk mengetahui heterokedastisitas ini melihat penyebaran dari varience residual pada diagram pencar. Bila pada diagram titik-titik yang ada menyebar secara acak atau tidak membentuk pola yang jelas maka ini menunjukkan tidak terjadi heterokedastisitas

pada model regresi. Sehingga model regresi layak dipakai untuk diprediksi pengaruh struktur model berdasarkan masukan dari variabel bebasnya

3.6.3. Linier Berganda

Analisis regresi ganda digunakan untuk meramalkan bagaimana keadaan (naik turunnya) variable dependent. Persamaan regresi dalam penelitian ini adalah sebagai berikut.

Y = a + 𝒃 𝒙 + 𝒃 𝒙 (Sugiono, 2016, hal. 192) Dimana :

Y = Kinerja karyawan a = Konstanta

𝑥1 = Pelatihan 𝑥2 = Motivasi Kerja 3.7. Uji Hipotesis

3.7.1. Secara Parsial (Uji t)

Ghozali ( dalam Kirana 2011:42) mengatakan uji statistik t pada dasarmya menunjukkan seberapa jauh pengaruh suatu variabel independen (bebas) secara individual dalam menerangkan variasi variabel dependen (terikat). Dengan alat bantu SPSS 20.0. Kriteria pengujiannya sebagai berikut:

a) Melihat table One – Sample Test

b) Melihat nilai t dengan nilai sig (sig-tailed) untuk mengetahui nilai t hitung

---

© Hak Cipta Di Lindungi Undang-Undang ---

1. Dilarang Mengutip sebagian atau seluruh dokumen ini tanpa mencantumkan sumber

Document Accepted 21/6/22

UNIVERSITAS MEDAN AREA

3.7.2 Secara Simultan (Uji f)

Ghojali ( dalam Kirana 2011:42) mengatakan uji statistik f pada dasarnya menunjukkan apakah semua variabel independen (bebas) yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara bersama – sama terhadap variabel dependen (terikat). Dengan alat bantuSPSS 22.0. Kriteria pengujiannya adalah sebagai berikut:

a) Melihat berapa nilai fhitung, dengan menggunakan keyakinan 90% ( taraf signifikan 10%), df1 dan df2, maka akan diperoleh nilai ftabel.

Bentuk pengujiannya sebagai berikut :

Jika 𝐹ℎ 𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔<𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka H0 ditolak yang menunjukkan tidak ada pengaruh signifikan antara variabel bebas dan terikat.

Jika 𝐹ℎ 𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔>𝐹𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 maka H0 diterima yang menunjukkan ada pengaruh signifikan antara variabel bebas dan terikat.

Dokumen terkait