• Tidak ada hasil yang ditemukan

Teknik Pengumpulan Data

Dalam dokumen pengembangan motorik kasar anak usia dini (Halaman 50-58)

METODE PENELITIAN

D. Teknik Pengumpulan Data

Teknik pengumpulan data merupakan langkah yang paling strategis dalam penelitian, karena tujuan utama dari penelitian adalah mendapatkan data.49 Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu wawancara, observasi dan dokumentasi.

1. Wawancara

Jenis wawancara yang digunakan oleh peneliti adalah terstruktur.

Wawancara ini dilakukan dengan menggunakan pedoman wawancara yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Akan tetapi dalam pelaksanaanya peneliti dapat tidak sesuai dari pedoman yang sudah di susun sebelumnya.50 Tujuan wawancara ini untuk mengetahui ide-ide atau proses pemecahan masalah terkait tes yang telah diberikan lebih mendalam.

Adapun data yang diperoleh dari wawancara ini adalah:

48 Rahmadi. Pengantar Metodologi Penelitian, (Banjarmasin : Antasari Press, 2011). 61

49 Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. (Bandung : Alfabeta. 2017).104.

50 Sugiono, Metode Penelitian Pendekatan Kualitatif dan R&D..., 233.

Tabel 3.1 Data Wawancara

No Fokus Penelitian Informan Data yang Diperoleh 1. Perencanaan

pengembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan

tradisional bakiak pada kelompok B di TK Sayuwiwit Bayu Songgon Banyuwangi

a. Kepala sekolah TK Sayuwiwit b. Guru kelas

Kelompok B TK Sayuwiwit c. Orang tua

kelompok B TK Sayuwiwit

Perencanaan

pengembangan motorik kasar anak di awali dengan penyusunan perengkat pembelajaran yaitu PROTA, PROSEM, RPPM, dan juga

penyusunana RPPH dan jadwal pembelajaran.

2. Pelaksanaan pengembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan

tradisional bakiak pada kelompok B di Tk Sayuwiwit Bayu Songgon

Banyuwangi

a. Kepala sekolah TK Sayuwiwit b. Guru kelas

Kelompok B TK Sayuwiwit c. Orang tua

kelompok B TK Sayuwiwit

Pelaksanaan

pengembangan motorik kasar melalui permainan bakiak diawali dengan senam irama, kemudian berdoa sebelum kegiatan, dan menyapa serta presesi, selanjunya guru

menjelaskan motorik kasar dan kegiatan bermain bakiak. Terakhir kegiatan ditutup dengan kegiatan respons, motivasi Dan doa sesudah kegiatan.

3. Evaluasi pengembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan

tradisional bakiak pada kelompok B di Tk Sayuwiwit Bayu Songgon

Banyuwangi

a. Kepala sekolah TK Sayuwiwit b. Guru kelas

Kelompok B TK Sayuwiwit c. Orang tua

kelompok B TK Sayuwiwit

Evaluasi metode pembelajaran daring dilakukan dengan memberi respon positif terhadap hasil karya peserta didik, melakukan tanya jawab.

Serta pemberian nilai terhadap hasil karya peserta didik yaitu BB (belum berkembang), MB (mulai berkembang), BSH (berkembang sesuai harapan), BSB

(berkembang sangat baik).

Sumber Data : Dokumentasi Tk Sayuwiwit 2022

2. Observasi

Observasi adalah pengamatan dan pencatatan secara sistematik terhadap gejala yang tampak pada objek penelitian. Pengamatan dapat dilakukan secara langsung. Pengamatan secara langsung berarti peneliti langsung melakukan pengamatan terhadap objek penelitiannya ditempat dan waktu terjadinya peristiwa.51

Dalam penelitian ini, observasi yang dilakukan bersifat partisipan pasif, yaitu suatu bentuk observasi di mana peneliti datang di tempat informan yang diamati dan ikut dalam kegiatan tersebut.52 Adapun data yang diperoleh dari observasi diantaranya :

a. Perangkat pembelajaran yaitu PROTA, PROSEM, RPPM dan RPPH serta jadwal pembelajaran.

b. Pelaksanaan kegiatan atau penerapan yang dilakukan saat proses pembelajaran dalam pengembangan motorik kasar melalui permainan bakiak diawali dengan kegiatan pembuka, kegiatan inti dan diakhiri dengan kegiatan penutup.

c. Evaluasi pengembangan motorik kasar melalui permainan tradisional bakiak dengan pengamatan guru di lapangan dan penilaian check list.

Berikut ini adalah tabel hasil observasi peneliti :

51 Rahmadi. Pengantar Metodologi Penelitian. (Banjarmasin : Antasari Press. 2011), 61.

52 Sugiyono. Metode Penelitian Kualitatif. 106.

Tabel 3.2 Data Observasi

No Fokus Penelitian Informan Data yang Diperoleh 1. Perencanaan

pengembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan

tradisional bakiak pada kelompok B di TK Sayuwiwit Bayu Songgon

Banyuwangi

a. Kepala sekolah TK Sayuwiwit

b. Guru kelas Kelompok B TK Sayuwiwit c. Orang tua kelompok

B TK Sayuwiwit

Terdapat perangkat pembelajaran yang sudah disusun sebelum ajaran baru dimulai meliputi : PROTA, PROSEM, RPPM, dan juga penyusunana RPPH dan jadwal pembelajaran.

2. Pelaksanaan pengembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan

tradisional bakiak pada kelompok B di Tk Sayuwiwit Bayu Songgon

Banyuwangi

a. Kepala sekolah TK Sayuwiwit

b. Guru kelas Kelompok B TK Sayuwiwit c. Orang tua kelompok

B TK Sayuwiwit

Pelaksanaan pengembangan motorik kasar melalui permainan bakiak diawali kegiatan pembuka, dilanjutkan dengan kegiatan inti dan diakhiri dengan kegiatan penutup.

3. Evaluasi pengembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan

tradisional bakiak pada kelompok B di Tk Sayuwiwit Bayu Songgon

Banyuwangi

a. Kepala Sekolah TK Sayuwiwit

b. Guru kelas Kelompok B TK Sayuwiwit d. Orang tua kelompok

B TK Sayuwiwit

Evaluasi pengembangan motorik kasar melalui permainan bakiak memberi respon positif terhadap hasil karya peserta didik, melakukan tanya jawab. Serta pemberian nilai terhadap hasil karya peserta didik yaitu BB (belum berkembang), MB (mulai

berkembang), BSH (berkembang sesuai harapan), BSB (berkembang sangat baik).

Sumber Data : Dokumentasi TK Sayuwiwit 2022

3. Dokumentasi

Dokumentasi ialah Teknik pengumpulan data dengan cara memperoleh informasi dari macam-macam sumber tertulis atau dokumen yang ada pada subjek/responden atau tempat, dimana subjek/responden bertempat tinggal atau melakukan kegiatan sehari-harinya.53

Dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu.

Dokumen bisa berupa tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Hasil penelitian observasi atau wawancara, akan lebih kredibel/dapat dipercaya kalau didukung oleh sejarah pribadi kehidupan di masa kecil, di sekolah atau di tempat kerja.54 Adapun data yang diperoleh dari dokumentasi ini adalah:

Tabel 3.3 Data Dokumentasi

No Fokus Penelitian Informan Data yang Diperoleh 1. Perencanaan

pengembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan tradisional bakiak pada kelompok B di TK Sayuwiwit Bayu

Songgon Banyuwangi ?

a. Kepala sekolah TK Sayuwiwit b. Guru kelas

Kelompok B TK Sayuwiwit c. Orang tua

kelompok B TK Sayuwiwit

Perangakat

pembelajaran berupa PROSEM, RPPM, dan jadwal pembelajaran, alat permainan edukatif berupa media pembelajaran.

2. Pelaksanaan

pengembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan tradisional bakiak pada kelompok B di TK Sayuwiwit Bayu Songgon Banyuwangi

a. Kepala sekolah TK Sayuwiwit b. Guru kelas

Kelompok B TK Sayuwiwit c. Orang tua

kelompok B TK Sayuwiwit

Gambar peserta didik

yang sedang

melakukan kegiatan bermain bakiak.

53 Mandarwani, Praktis Penelitian Kualitatif Teori Dasar dan Analisis Data Dalam Perspektif Kualitatif, (Yogyakarta: CV Budi Utama, 2020),59.

54 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif. 124.

3. Evaluasi pengembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan tradisional bakiak pada kelompok B di Tk Sayuwiwit Bayu Songgon Banyuwangi

a. Kepala Sekolah TK Sayuwiwit b. Guru kelas

Kelompok B TK Sayuwiwit Orang tua kelompok B TK Sayuwiwit

Penilaian peserta didik berupa penilaian check list dan raport

Sumber Data: Dokumentasi TK Sayuwiwit 2022 E. Analisis Data

Analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis.

Data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, dan menyusun pola.

Memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah difahami oleh diri sendiri maupun orang lain.55

Analisis data kualitatif adalah bersifat induktif, yaitu suatu analisis berdasarkan data yang diperoleh, selanjutnya dikembangkan menjadi suatu hipotesis. Analisis dilakukan pada saat pengumpulan data berlangsung, dan setelah pengumpulan data selesai pada suatu periode tertentu.

Adapun teknik analisis data dalam penelitian ini adalah analisis data model Miles dan Huberman yaitu sebagai berikut :

1. Reduksi Data (Data Reduction)

Reduksi data merupakan merangkum, memilih hal-hal yang pokok, memfokuskan pada hal-hal yang penting dengan mencari tema dan

55 Sugiyono, Metode Penelitian Kualitatif. 132.

polanya. Reduksi data dapat diartikan pula proses pemilihan, pemusatan perhatian pada penyederhanaan, pengabstrakan dan transformasi data kasar yang muncul dari catatan-catatan tertulis dilapangan.

Dengan demikian data yang telah direduksi akan memberikan gambaran yang lebih jelas, dan mempermudah peneliti untuk melakukan pengumpulan data pada tahap selanjutnya, dan mencarinya bila diperlukan.56

Adapun reduksi data dari penelitian ini pengembangan motorik kasar anak usia dini melalui permainan tradisional bakiak pada kelompok B di TK Sayuwiwit Bayu Songgon Banyuwangi Tahun Pelajaran 2021/2022 adalah melalui perencanaan pembelajaran yang meliputi penyusunan peragkat kerja seperti PROTA, PROSEM, RPPM dan RPPH.

Selanjutnya pada pelaksanaan penerapan kegiatan motorik kasar melalui permainan tradisional bakiak dibagi menjadi tiga kegiatan yaitu kegiatan pembuka yang diawali dengan senam irama dan berdoa sebelum kegiatan, kegiatan ini yaitu guru menjelaskan tentang motorik kasar, permainan bakiak dan anak bermain bakiak. Terakhir yaitu kegiatan penutup dengan menanyakan Kembali perasaan anak serta menutup dengan doa sesudah kegiatan. Setelah pelaksanaan guru melakukan evaluasi dengan menggunakan penilaian non tes. Guru mengamati secara langsung anak bermain bakiak dan menilai perkembangan anak pada lembar penilaian.

56 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif, dan R&D (Bandung:

Alfabeta,2016),247.

Pengembangan motorik kasar melalui permainan tradisional bakiak adalah suatu upaya mengembangkan aspek perkembangan motorik kasar dengan menggunakan alat bantu yaitu permainan bakiak. Hal ini sangat efisien untuk mengembangkan motorik kasar anak. Anak dapat melakukan koordinasi antara kaki kanan dan kaki kiri serta seluruh tubuh.

2. Penyajian Data (Data Display)

Penyajian data adalah kegiatan seketika sekumpulan informasi disusun, sehingga memberi kemungkinan akan adanya penarikan kesimpulan. Dalam penelitian kualitatif, penyajian data dilakukan dalam bentuk uraian singkat, bagan, hubungan antar kategori, flowchart dan sejenisnya. Penyajian data pada penelitian ini menggunakan teks yang bersifat naratif dengan tujuan memudahkan untuk memahami apa yang terjadi, merencanakan kerja selanjutnya berdasarkan apa yang telah difahami tersebut.57

3. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing)

Dalam tahapan ini yaitu tahapan terakhir dalam analisis data.

Penarikan kesimpulan dan verifikasi adalah hasil analisis yang dapat digunakan untuk mengambil tindakan. Menurut Miles dan Huberman kesimpulan awal yang dikemukakan masih bersifat sementara, dan akan berubah bila tidak ditemukan bukti-bukti yang kuat yang mendukung pada tahap pengumpulan berikutnya. Tetapi apabila kesimpulan yang ditemukan pada tahap awal didukung oleh terdapat bukti-bukti yang valid

57 Sugiyono, Metode Penelitian Kuantitatif,Kualitatif, dan R&D,249.

dan konsisten saat peneliti kembali kelapangan, maka kesimpulan yang dikemukakan merupakan kesimpulan kredible.58

Dalam dokumen pengembangan motorik kasar anak usia dini (Halaman 50-58)

Dokumen terkait