• Tidak ada hasil yang ditemukan

Prestasi Belajar Mahasiswa

Dalam dokumen OLEH : VEVI ASRI LESTARI NIM. 1516240141 (Halaman 59-84)

BAB IV LAPORAN HASIL PENELITIAN

B. Penyajian Data Hasil Penelitian

2. Prestasi Belajar Mahasiswa

Observasi merupakan proses yang kompleks, suatu proses yang tersusun dari proses biologis dan psikologis. Dua di antaranya yang terpenting, yaitu proses pengamatan dan ingatan.50 Adapun observasi yang penulis gunakan pada penelitian ini yaitu dengan observasi nonpartisipatif. Dalam observasi nonpartisipatif ini, pengamat tidak ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung, pengamat hanya berperan mengamati kegiatan, tanpa turut serta dalam kegiatan.

2. Angket

Angket merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis

50 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. (Bandung:

Alfabeta.2015) hal. 145

61

kepada responden untuk dijawabnya.51 Pertanyaan dan pernyataan yang tertulis pada angket berdasarkan indikator yang diturunkan pada setiap variable tertentu.52 Penelitian ini menggunakan jenis angket tertutup yaitu angket yang disusun dengan menggunakan 2 alternatif jawaban.

Alternatif jawaban yang dapat dipilih responden terdiri dari:

a. Jawaban ya diberi skor 1 b. Jawaban tidak diberi skor 0

Adapun kisi-kisi angket dalam penelitian ini adalah sebagai berikut Tabel 3.2

Kisi-kisi angket No Variabel

Penelitian

Indikator Nomor

1 Aktif

Berorganisasi

a. Komitmen terhadap pekerjaan 1-4 b. Bekerja merupakan investasi 5-8

c. Manajemen waktu 8-11

d. Disiplin 12-13

e. Ambisi untuk berprestasi dan maju

14-16 f. Kejujuran dan menghindari

konflik

17-20 g. Percaya bahwa kerja

memberikan kontribusi moral, kesejahteraan, dan keadilan

21-23

h. Responsivitas 24-25

i. Akuntabilitas 26-27

j. Keadaptasian 28-29

k. Empati 30-32

l. Terbuka atau transparasi 33-35

51 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. hal. 142

52 Kasmadi dan Nia Siti Sunariah, Panduan Modern Penelitian Kuantitatif, (Bandung:

Alfabeta, 2014), hal. 70

62 3. Dokumentasi

Dokumentasi atau studi documenter merupakan suatu teknik pengumpulan data dengan menghimpun dan menganalisis dokumen- dokumen, baik dokumen tertulis, gambar, maupun elektronik.53 Menghimpun berbagai data yang berkaitan dengan masalah yang diteliti dari aktifitas keorganisasian mahasiswa serta prestasi belajarnya.

F. Uji Validitas dan Releabilitas 1. Uji Validitas

Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat kesahihan suatu instrumen. Untuk menguji validitas angket yang akan disampaikan kepada objek penelitian valid atau tidak, maka peneliti mengadakan uji coba (try out) yang digunakan terhadap mahasiswa yang berbeda dengan mahasiswa yang di teliti.

Selanjutnya untuk menganalisa tingkat validitas item angket yang digunakan dalam penelitian, peneliti menggunakan rumus:

∑ (∑ )(∑ )

√* ∑ (∑ ) )+* ∑ (∑ ) ) Keterangan:

rxy : Angka indeks korelasi “r” product moment N : Jumlah individu dalam sampel

53 Riswanto, Skripsi: ” Hubungan Aktif Berorganisasi dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Tadris Semester IV IAIN Bengkulu Tahun 2017” (Bengkulu:

IAIN, 2017), hal. 43

63

∑ : jumlah seluruh skor X

∑ : jumlah skor Y

∑ : jumlah penguadratan skor variabel X

∑ : jumlah penguadratan skor variabel Y

∑ : Product X kali Y

Kriteria validitasnya adalah: valid jika > .

Dalam rangka untuk mengetahui baik atau tidaknya suatu angket perlu adanya uji coba (try out) suatu angket validitas suatu item. Untuk itu angket terlebih dahulu diuji cobakan kepada 32 orang mahasiswa di luar sampel. Pelaksanaan uji validitas angket dilakukan kepada 32 orang mahasiswa sebagai responden yang terdiri dari 35 item soal tentang aktif berorganisasi (variabel X). Dan hasil skor angket dapat diperhitungkan seperti tabel berikut ini:

Tabel 3.3

Pengujian Validitas Item Angket Soal No.1

NO X Y X2 Y2 XY

1 1 23 1 529 23

2 0 24 0 576 0

3 0 26 0 676 0

4 1 31 1 961 31

5 1 24 1 576 24

6 1 29 1 841 29

7 1 24 1 576 24

8 1 28 1 784 28

9 1 27 1 729 27

10 0 14 0 196 0

11 1 27 1 729 27

12 1 23 1 529 23

13 0 27 0 729 0

14 1 24 1 576 24

15 1 31 1 961 31

16 1 28 1 784 28

17 0 11 0 121 0

18 1 31 1 961 31

19 1 25 1 625 25

20 0 23 0 529 0

21 1 30 1 900 30

64

22 1 26 1 676 26

23 1 22 1 484 22

24 0 11 0 121 0

25 0 21 0 441 0

26 0 7 0 49 0

27 1 27 1 729 27

28 1 27 1 729 27

29 1 25 1 625 25

30 1 26 1 676 26

31 1 33 1 1089 33

32 0 10 0 100 0

N=

32

∑x = 22

∑y = 765

∑x2 = 22

∑y2 = 19607

∑xy = 591

Berdasarkan tabel di atas, dapat dicari validitas angket soal nomor 1 dengan menggunakan rumus product moment sebagai berikut:

∑ (∑ )(∑ )

√* ∑ (∑ ) +* ∑ (∑ ) +

( ) ( )

√*( ) ( ) +*( ) ( ) +

√( )( )

Perhitungan validitas item angket dilakukan dengan penafsiran koefisien korelasi, yakni dibandingkan dengan taraf

65

signifikan 5%. Adapun nilai taraf signifikan 5% untuk validitas item angket adalah 0,296. Artinya, apabila lebih besar atau sama dengan 0,296, maka item angket tersebut dapat dikatakan valid.

Berdasarkan hasil hitung, diketahui = 0,683 lebih besar dari

= 0,296 (0,683 0,296). Maka, item angket soal nomor 1 dinyatakan valid.

Pengujian item angket soal nomor 2 dan seterusnya, dapat dilakukan dengan cara yang sama seperti pengujian item angket soal nomor 1. Hasil uji validitas item angket secara keseluruhan dapat dilihat pada tabel berikut ini:

Tabel 3.4

Hasil Uji Validitas Item Angket Keaktifan Berorganisai (X) No.

Item Angket

hitung tabel

(taraf signifikan 5%) Keterangan

1 0,683 0,296 Valid

2 0,511 0,296 Valid

3 0,532 0,296 Valid

4 0,448 0,296 Valid

5 0,439 0,296 Valid

6 0,675 0,296 Valid

7 0,517 0,296 Valid

8 0,179 0,296 Tidak Valid

9 0,331 0,296 Valid

10 0,515 0,296 Valid

11 0,640 0,296 Valid

12 0,263 0,296 Tidak Valid

13 0,334 0,296 Valid

14 0,467 0,296 Valid

15 0,316 0,296 Valid

16 0,358 0,296 Valid

17 0,533 0,296 Valid

18 0,319 0,296 Valid

19 0,326 0,296 Valid

66

20 0,473 0,296 Valid

21 0,454 0,296 Valid

22 0,351 0,296 Valid

23 0,382 0,296 Valid

24 0,446 0,296 Valid

25 0,627 0,296 Valid

26 0,494 0,296 Valid

27 0,268 0,296 Tidak Valid

28 0,337 0,296 Valid

29 0,121 0,296 Tidak valid

30 0,362 0,296 Valid

31 0,405 0,296 Valid

32 0,421 0,296 Valid

33 0,267 0,296 Tidak Valid

34 0,704 0,296 Valid

35 0,510 0,296 Valid

Hasil pengolahan data menunjukkan bahwa dari 35 item angket, terdapat 5 item angket yang tidak valid dan tersisa 30 item valid. Item nomor 8 (0.179), 12 (0.263), 27 (0.268), 29 (0.121) dan 35 (0.267) dinyatakan gugur karena r<0.296, dan tidak digunakan dalam penelitian.

2. Uji Reabilitas

Uji reabilitas dilakukan setelah diketahui validitas masing-masing item. Untuk mengetahui releabilitas angket peneliti menggunakan rumus KR 21 karena skor yang dipergunakan dalam instrumen tersebut menghasilkan skor dikotomi (1 dan 0) . Dengan rumus sebagai berikut:

( ) ⌈ ( ) ⌉ Keterangan:

= reliabilitas instrumen

k = banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal M = mean skor total

67 = varians total54

Rumus mencari varians total :

∑ ( )

Mencari nilai reliabilitas item instrumen dengan menggunakan rumus KR 21, sebagai berikut

Tabel 3.5

Pengujian Reliabilitas Item Angket No

1 1 23 529

2 0 24 576

3 0 26 676

4 1 31 961

5 1 24 576

6 1 29 841

7 1 24 576

8 1 28 784

9 1 27 729

10 0 14 196

11 1 27 729

12 1 23 529

13 0 27 729

14 1 24 576

15 1 31 961

16 1 28 784

17 0 11 121

18 1 31 961

19 1 25 625

20 0 23 529

21 1 30 900

22 1 26 676

23 1 22 484

24 0 11 121

25 0 21 441

26 0 7 49

27 1 27 729

28 1 27 729

54 Sugiyono, Statistika untuk Penelitian (Bandung: Alfabeta, 2005) hal. 280

68

29 1 25 625

30 1 26 676

31 1 33 1089

32 0 10 100

32 0 10

N=32 ∑ = 22 ∑ 762 ∑ = 18968

Pertama mencari varian total dengan cara:

∑ ( )

( ) ( )

Setelah mengetahui nilai varian total, selanjutnya penulis menghitung nilai M (mean skor total) dengan rumus:

M = M= = 23,91

Setelah diperoleh nilai varian total ( ) dan mean skor total (M) , kemudian nilai reliabilitas instrumen dapat dihitung:

( ) ⌈ ( ) ⌉

( ) ⌈ ( ) ⌉

( ) ⌈ ( ) ⌉

69

( ) ⌈ ⌉ ⌈ ⌉ ⌈ ⌉

Perhitungan reliabilitas angket dilakukan dengan cara mengkonsultasikan koefisien reliabilitas hitung dengan nilai kritik atau standar reliabilitas.

Tabel 3.6 Koefisien Alfa

Interval Koefisien Tingkat Reliabilitas

> 0,90 Very Highly Reliable

0,80 - 0,90 Highly Reliable

0,70 - 0,80 Reliable

0,60 - 0,70 Marginally/Minimally Reliable

< 0,60 Unacceptably Low Reliability Adapun nilai kritik untuk reliabilitas angket adalah 0,7. Artinya, apabila koefisien reliabilitas hitung lebih besar atau sama dengan 0,7 ( 0,7), maka angket tersebut dapat dikatakan reliable.

Berdasarkan hasil hitung, diketahui variabel X = 0,84.

Variabel X memiliki hitung lebih besar dari kritik = 0,7. Maka, angket variabel aktif berorganisasi (X) dinyatakan reliable.

\

1. Uji Prasyarat

Untuk melakukan uji prasyarat maka penulis disini menggunakan uji normalitas dan uji homegenitas.

a. Uji Normalitas Data

Uji normalitas data adalah bentuk pengujian tentang kenormalan distribusi data. Tujuan dari uji ini adalah untuk mengetahui apakah data yang terambil merupakan data terdistribusi normal atau bukan. Uji normalitas dilakukan untuk menegtahui apakah sampel yang diteliti berdistribusi normal atau tidak. Uji yang digunakan dalam uji normalitas adalah uji chi kuadrat.55

∑( ) Keterangan:

f0 = frekuensi dari yang diamat fe = frekuensi yang diharapkan k = banyak kelas

b. Uji Homogenitas

Setelah diketahui data hasil hasil penelitian berdistribusi normal, maka selanjutnya diadakan pengujian homogenitas.

Penguji homogenitas berfungsi apakah kedua kelompok populasi

55 Riswanto, Skripsi: ” Hubungan Aktif Berorganisasi dengan Prestasi Belajar Mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Tadris Semester IV IAIN Bengkulu Tahun 2017” (Bengkulu:

IAIN, 2017), hal. 45

71

itu bersifat homogen atau hetrogen. Yang dimaksud uji homogenitas disini adalah penguji mengenai sama tidaknya variasi- variasi dua buah distribusi atau lebih. Rumus uji homogenitas yang digunakan pada penelitian ini adalah sebagai berikut :

Fhitung =

Perhitungan uji homogenitas dilakukan dengan cara membandingkan nilai Fhitung dengan Ftabel pada taraf signifikansi =0,05 dan dkpembilang = na – 1 dan dkpenyebut = nb – 1. Apabila Fhitung Ftabel, maka kedua kelompok data tersebut memiliki varian yang sama atau homogen.

c. Analisis Data

Untuk mengetahui hubungan aktif berorganisasi dengan prestasi belajar mahasiswa Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu semester VI tahun akademik 2019, digunakan rumus kolerasi product moment sebagai berikut:

∑ (∑ )(∑ )

√* ∑ (∑ )+* ∑ (∑ ) Keterangan:

Rxy : Angka indeks korelasi “r” product moment N : Jumlah individu dalam sampel

∑ : jumlah seluruh skor X

∑ : jumlah skor Y

∑ : jumlah penguadratan skor variabel X

∑ : jumlah penguadratan skor variabel Y

∑ : Product X kali Y56

56Sugiyono, Statistika untuk Penelitian (Bandung: Alfabeta, 2005) hal. 213

72

Kemudian memberikan interpretasi terhadap angka indeks korelasi „r‟ product moment dengan interpretasi kasar atau sederhana, yaitu dengan mencocokkan perhitungan dengan angka indeks korelasi „r‟ product moment.

Selanjutnya untuk menentukan data penelitian ini signifikan atau tidak, interpretasi juga menggunakan tabel nilai „r‟, dengan terlebih dahulu mencari derajat bebasnya (db) atau degrees of freedom (Df) yang rumusnya adalah:

Df = N – Nr Keterangan:

Df : degrees of freedom N : Number of cases Nr : Banyaknya variabel

73 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi Wilayah Penelitian

1. Profil Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu

Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu adalah sebuah perguruan tinggi islam negeri di Bengkulu. Perguruan tinggi ini merupakan pengembangan lebih lanjut dari Fakultas Syariah IAIN Raden Fatah yang kemudian dialihstatuskan menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri. Sejak tahun 2012, STAIN Bengkulu berubah status menjadi Institut Agama Islam Negeri berdasarkan Peraturan Presiden RI Nomor 51 tanggal 25 April 2012.

Saat ini, IAIN Bengkulu memiliki empat Fakultas yakni Fakultas Tarbiyah dan Tadris, Fakultas Syariah, Fakultas Usuludin Adab dan Dakwah, serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam. Fakultas Tarbiyah dan Tadris memiliki 3 jurusan yakni jurusan Tarbiyah, Pendidikan Bahasa, serta Pendidikan Ilmu Sosial dan Sains dan juga memiliki 9 Program studi yakni Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Pendidikan Islam Aanak Usia Dini, Pendidikn Bahasa Indonesia, Pendidikan Bahasa Arab, Tadris Bahasa Inggris, Pendidikan Matematika, Pendidikan IPS, dan Pendidikan IPA.

Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah atau sering dikenal dengan PGMI ini sudah berdiri dari Tahun 2003 untuk program D2, namun untuk Sarjana S-1 nya dimulai pada tahun 2007 dibawah naungan Jurusan Tarbiyah Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu. Mahasiswa PGMI pertama kali untuk Sarjana S-1 berjumlah 49 orang yang dibagi menjadi 2 kelas. Selama 3 tahun setelah di SK kan PGMI hanya boleh menerima mahasiswa sebanyak 2 kelas. Namun karena minat masyarakat untuk kuliah di prodi PGMI sangat banyak sehingga sampai saat ini mahasiswa PGMI adalah mahasiswa terbanyak kedua se-IAIN Bengkulu setelah Prodi PAI. Saat ini Prodi PGMI mempunyai 27 kelas. 7 kelas angkatan 2015, 6 kelas angakatan 2016, 7 kelas angakatan 2017 dan 8 kelas untuk angkatan 2018. Selama berdiri sampai sekarang Ketua Prodi PGMI sudah 5 kali pergantian. Berikut adalah urutan Ketua Prodi PGMI beserta tahun menjabat:

Tabel 4.1

Nama-nama Ketua Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu selama berdiri

sampai sekarang

No Nama Tahun menjabat

1 Dra. Rosma Hartini, M. Pd. 2003 sampai 2007 2. Nurlaili, M. Pd. I 2007 sampai 2013 3. Fatrica Syafri, M. Pd. 2013 sampai 2015 4. Masrifah Hidayani, M. Pd. 2015 sampai 2017 5. Dra. Aam Amaliyah, M. Pd. 2017 sampai sekarang

Sumber: Prodi PGMI, 20 Juni 2019

2. Visi, Misi dan Tujuan Prodi PGMI Fakultas Tarbiyah dan Tadris IAIN Bengkulu

a. Visi

Menjadi pusat pengembangan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah yang unggul, profesional, berwawasan keislaman, dan kewirausahaan di Asia Tenggara pada tahun 2037.

b. Misi

1) Menyelenggarakan pendidikan dan pengajaran tingkat anak usia Madrasah Ibtidaiyah (MI)/ Sekolah Dasar (SD) yang beriontasi pada kemandirian yang bernuansa islami dalam pengembangan potensinya.

2) Menyelenggarakan penelitian dan mengembangkan ilmu bidang pendidikan anak usia MI/SD .

3) Melakukan pengabdian masyarakat melalui kajian, penyuluhan, penataran, dan sejenisnya yang berkaitan dengan pendidikan anak usia madrasah ibtidaiyah yang berspektif islam agar mahasiswa memiliki kompetensi sebagai calon guru MI/SD, berwawasan luas, dan berbudi pekerti luhur.

4) Membangun jaringan kerjasama kemitraan dengan lembaga dalam maupun luar negeri.

c. Tujuan

Di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Bengkulu mempunyai berbagai organisasi kemahasiswaan, meliputi:

a. Tingkat Institut adalah Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Legislatif Mahasiswa, Mahkamah Konstitusi Mahasiswa (MKM), dan Lembaga Minat & Bakat.

b. Tingkat Fakultas adalah Badan Ekskutif Mahasiswa Fakultas (BEM-F).

c. Tingkat Jurusan adalah Badan Ekskutif mahasiswa Jurusan (BEM- J).

d. Tingkat Prodi adalah adalah Himpunan Mahasiswa Program Studi Prodi.

e. Organisasi kerohanian IAIN Bengkulu dibawah Tim Pembina Kerohanian (TPK).

f. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM), diantaranya: (ESCO, Badan Pembinaan Olahraga Mahasiswa (BAPOM), Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI), Pencak Silat Rejang Pat Petulai (PS R4P), dan Pramuka.57

4. Keadaaan Ruangan Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Saat ini Prodi PGMI memiliki gedung tersendiri yaitu gedung C.3 yang terdiri dari 14 ruangan dimana dipakai untuk 1 ruang prodi PGMI, 1 ruang dosen, 1 ruang sidang Munaqosyah, 1 ruang sekretariat HIMA PGMI, 1 ruang sanggar An-Najmu, dan 9 ruang kuliah. Di gedung C.3 juga memiliki 8 kamar mandi yang terbagi menjadi kamar mandi dosen dan mahasiswa. Selain gedung C.3 PGMI juga mendapat

57 Panduan Akademik FTT, (Revisi 1), hal. 98-99

3 ruang kuliah di gedung C.2. mahasiswa PGMI di bagi ada yang kuliah pada pagi hari dan ada yang siang hari karena memngingat rauangan tidak mencukupi jika semua harus memulai perkuliahan pada pagi hari.

5. Data Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah yang Berprestasi

Berikut ini adalah data prestasi-prestasi mahaiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah baik dalam bidang akademik maupun non akademik.

Tabel 4.2

Data Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah yang Berprestasi

No Nama NIM Prestasi Tahun

1. M. Ardiansyah 1711240153 Delegasi PGMI IAIN Bengkulu dalam acara Muswil IMPI di UIN Ar-Raniry Aceh

2019

2. Halima Tusakdiah 1711240153 Delegasi PGMI IAIN Bengkulu dalam acara Muswil IMPI di UIN Ar-Raniry Aceh Tahun 2019

2019

3. Asiatul Hasanah 1516240137 - Delegasi PGMI IAIN Bengkulu dalam acara Muswil IMPI di IAIN Metro Lampung

- Delegasi PGMI IAIN Bengkulu dalam acara Mubes IMPI di UIN Raden Fatah Palembang

2017 2017

4. Dyah

Istiadaningsih

1611240107 Delegasi kegiatan Bakti Pramuka se- Indonesia di UIN Raden Fatah Palembang

2019

5. Dwi Mutiansi 1611240043 Delegasi kegiatan Bakti Pramuka se- Indonesia di UIN Raden Fatah Palembang

2019

6. M. Wahyu

Widodo

Juara 1 lomba Silat di Provinsi Lampung

2019 7. Aripen 1711240072 Juara 3 Voli Cup HUT Lalu Lintas ke-

63 Polda Bengkulu

2018 8. Ummi Atya N. 1711240061 - Gadis Berbakat FTT

- Juara 2 Putra Putri Maritim Provinsi

2019 2019

Bengkulu

9. Vevi Asri Lestari 1516240141 - Delegasi PGMI IAIN Bengkulu dalam acara Muswil IMPI di IAIN Metro Lampung

- Delegasi PGMI IAIN Bengkulu dalam acara Mubes IMPI di UIN Raden Fatah Palembang

- Delegasi PGMI IAIN Bengkulu dalam acara Muswil IMPI di UIN Ar-Raniry Aceh tahun

2017 2017 2018 2019 10. Uswatun Hasanah 1516240208 Delegasi PGMI IAIN Bengkulu dalam

acara Mubes IMPI di UIN Raden Fatah Palembang

2017

11. Yussi Susilawati 1516240035 Delegasi PGMI IAIN Bengkulu dalam acara Mubes IMPI di UIN Raden Fatah Palembang

2017

12 Helpin Pibriansyah

1711240154 Juara 3 Voli Cup HUT Lalu Lintas ke- 63 Polda Bengkulu

2018

Sumber Prodi PGMI, 20 Juni 2019

B. Penyajian Data Hasil Penelitian

Untuk mengetahui seberapa besar hubungan antara keaktifan berorganisasi dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Tadris IAIN Bengkulu semester VI tahun akademik 2019, maka peneliti mengadakan penelitian terhadap mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Tadris IAIN Bengkulu semester VI tahun akademik dengan cara menyebarkan angket untuk mengetahui tentang keaktifan berorganisasi mahasiswa dan mengambil nilai IPK Mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Tadris semester VI yang mengikuti organisasi. Prestasi belajar mahasiswa yang kemudian disusun dan ditabulasikan oleh peneliti dalam sebuah laporan.

Berikut adalah hasil penelitian yang telah dilakukan oleh peneliti terhadap sampel penelitian yaitu mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Tadris Semester VI Tahun Akademik 2019 yang mengikuti organisasi HIMA PGMI dan Pramuka.

1. Keaktifan Berorganisasi

Pada bagian ini peneliti akan menyajikan hasil penelitian yang berkaitan dengan keaktifan berorganisasi Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Tadris IAIN Bengkulu semester VI. Data ini didapatkan dari hasil jawaban angket 32 orang sampel dengan 30 item pertanyaan.

Tabel 4.2

Frekuensi Angket keaktifan berorganisasi (Variabel X)

No. X F FX F( )

1 11 1 11 121 121

2 16 2 32 256 512

3 18 2 36 324 648

4 19 2 38 361 722

5 20 3 60 400 1200

6 22 4 88 484 1936

7 23 3 69 529 1587

8 24 5 120 576 2880

9 26 4 104 676 2704

10 27 3 81 729 2187

11 29 2 58 841 1682

12 30 1 30 900 900

265 32 727 6197 17079

Setelah tabulasi data skor angket sampel, maka dilakukan dengan prosedur sebagai berikut :

a. Mencari mean dengan rumus :

b. Mencari standar deviasi dengan rumus : √( )(∑ ( ) (∑ )

√( )( ) ( ) √

134,16

c. Penentuan kriteria TSR sebagai berikut :

Setelah diketahui mean dan standar deviasi aktif berorganisasi, maka langkah selanjutnya menetapkan TSR sebagai berikut :

Tinggi : M + 1. SD ke atas : + 1. 4,2 : 26,9 ke atas

Sedang : M – 1.SD sampai M + 1.SD

: 22,7 – 1. 4,2 sampai dengan + 1. 4,2 : 18,5 sampai dengan 26,9

Rendah : M – 1 . SD ke bawah : – 1 . 4,2

: 18,5 ke bawah

Berdasarkan data di atas, maka skor aktif berorganisasi sebagai berikut:

Tabel 4.3

Kategori TSR dalam Persentase Keaktifan Berorganisasi (Variabel X)

No. Kategori Frekuensi Persentase

1 Tinggi 6 19%

2 Sedang 21 65%

3 Rendah 5 16%

Jumlah 32 100%

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa keaktifan mahasiswa dalam berorganisasi termasuk dalam kategori sedang. Hal ini terlihat dari tabel persentase di atas yaitu sebanyak 21 sampel (65%) berada pada kategori sedang.

2. Prestasi Belajar Mahasiswa

Pada bagian ini peneliti akan menyajikan hasil penelitian yang berkaitan dengan prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Tadris semerter VI IAIN Bengkulu tahun akademik 2019. Data ini didapatkan dari nilai IPK mahasiswa semester VI tahun akademik 2019 yang mengikuti organisasi, yang terdiri dari 32 orang sampel.

Tabel 4.4

Frekuensi Prestasi Belajar Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Tadris Tahun Akademik

2019 (Variabel Y)

NO Y F FY Y2 F(Y2)

1 3,32 1 3,32 11,022 11,022

2 3,47 2 6,94 12,041 24,082

3 3,49 2 6,98 12,18 24,36

4 3,54 1 3,54 12,532 12,532

5 3,56 1 3,56 12,674 12,674

6 3,58 3 10,74 12,816 38,449

7 3,6 1 3,6 12,96 12,96

8 3,62 3 10,86 13,104 39,313

9 3,65 2 7,3 13,323 26,645

10 3,67 4 14,68 13,469 53,876

11 3,69 2 7,38 13,616 27,232

12 3,73 1 3,73 13,913 13,913

13 3,75 2 7,5 14,063 28,125

14 3,77 1 3,77 14,213 14,213

15 3,81 1 3,81 14,516 14,516

16 3,82 2 7,64 14,592 29,185

17 3,87 2 7,74 14,977 29,954

18 3,94 1 3,94 15,524 15,524

∑ 65,88 32 117,03 241,53 428,57

Setelah tabulasi skor prestasi belajar Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Tadris semerter VI IAIN Bengkulu selesai dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah sebagai berikut :

a. Mencari mean dengan rumus :

b. Mencari standar deviasi dengan rumus : √( )(∑ ( ) (∑ ) √( )( ) ( ) √ √

c. Penentuan kriteria TSR sebagai berikut :

Setelah diketahui mean dan standar deviasi prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Tadris semerter VI IAIN Bengkulu tahun akademik 2019, maka langkah selanjutnya menetapkan TSR sebagai berikut :

Tinggi : M + 1. SD ke atas : + 1 : 3,79 keatas

Sedang : M – 1.SD sampai M + 1.SD

: –1. sampai dengan + 1. 0,13 : 3,53 sampai dengan 3,79

Rendah : M – 1 . SD ke bawah : –1. ke bawah : 3,53 ke bawah

Berdasarkan data di atas, maka skor prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Tadris semerter VI IAIN Bengkulu tahun akademik 2019 adalah sebagai berikut:

Tabel 4.5

Kategori TSR dalam Persentase Prestasi Belajar Mahasiswa Prodi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah dan Tadris

Tahun Akademik 2019 (Variabel Y)

No. Kategori Frekuensi Persentase

1 Tinggi 6 19%

2 Sedang 21 65%

3 Rendah 5 16%

Jumlah 32 100 %

Dari tabel di atas, dapat disimpulkan bahwa prestasi belajar mahasiswa Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah Fakultas Tarbiyah Dan Tadris semerter VI IAIN Bengkulu tahun akademik 2019 termasuk dalam kategori sedang. Hal ini terlihat dari tabel persentase di atas yaitu sebanyak 21 sampel (65%) berada pada kategori sedang.

Dalam dokumen OLEH : VEVI ASRI LESTARI NIM. 1516240141 (Halaman 59-84)

Dokumen terkait