• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

D. Teknik Pengumpulan Data

Pada penelitian ini peneliti menggunakan Tes sebagai tekhnik pengumpulan data. Menurut Casta tes adalah teknik pengumpulan data yang menggunakan alat evaluasi untuk mengukur keterampilan, pengetahuan, bakat, dan lain-lain. Instrumen yang dikembangkan dapat berupa : Tes Kepribadian, Tes Bakat, Tes Prestasi, dan Tes Intelegensi. 28

Tes yang dilakukan pada penelitian ini adalah tes materi IPS dengan jumlah tes sebanyak dua kali yakni :

1. Pretest : adalah tes awal dimana sampel belum diberi perlakuan 2. Postest : adalah tes akhir dimana sampel telah diberi perlakuan

Tabel 3.3

Kisi-kisi Instrumen mata Pelajaran IPS Variabel Sub Variabel Indikator

Teknik pengambil

an data

Aspek Penilaian

Hasil belajar IPS

pengetahuan

3.3.1 mampu mengidentifikasi kegiatan ekonomi dan hubungannya dengan berbagai

Tertulis

1. Ketepatan informasi yang disajikan.

2. Kelengkapan informasi yang

27 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan, (Bandung : Alfabeta, 2013). h. 118

28 Casta, Dasar-dasar Statistika Pendidikan, (Cirebon : Tsania Press , 2014). h: 13

bidang pekerjaan, serta kehidupan sosial dan

budayadilingkung an sekitar sampai dengan propinsi

disajikan.

3. Kesimpulan

Unjuk Kerja

4.3.1 mampu menyajikan hasil identifikasi kegiatan ekonomi dalammeningkatk an kehidupan masyarakat dibidang

pekerjaan, sosial dan budaya dilingkungan sekitar sampai propinsi

penugasan Unjuk kerja dan hasil

Sikap

1. Menerima dan menjalankan ajaran agama yang

dianutnya.

2. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam

berinteraksi dengan keluarga, teman,guru, dan tetangga.

Observasi Sikap

1. Kontrol Terhadap Validitas Internal

Validitas Instrumen penelitian adalah ketepatan dari suatu instrumen penelitian atau alat pengukur terhadap konsep yang akan diukur sehingga

Uji Validitas pada instrumen pada penelitian ini dilakukan dengan menggunakan uji Content Validity (Validitas Isi), untuk pengujian Validitas isi dapat dilakukan dengan membandingkan antara isi instrumen dengan isi atau rancangan yang telah ditetapkan secara baku. Rancangan baku sebagai pembanding isi instrumen pada penelitian ini adalah Permendiknas no. 57 tahun 2014 tentang kurikulum sekolah dasar.

E. Teknik Analis Data

1. Analisis Deskriptif Data

Analisis deskriptif data adalah analisa data secara deskriptif berdasarkan temuan hasil penelitian yang dijabarkan secara terperinci dari data sebelum dan sesudah diberi perlakuan. Analisa deskriptif data diuraikan dari tabel tabulasi data sebelum (X1) dan sesudah (X2) diberi perlakuan sesuai penelitian. Bentuk tabel tabulasi data tersebut adalah sebagai berikut :

Tabel 3.4

Data hasil belajar IPSsebelum/sesudah kelas kontrol dan kelas eksperimen (X1/X2)

No Nama Siswa

Nilai Indikator Σ

Skor ̅ % Kelas kontrol Kelas

perlakuan 1

2 3 Dst Dst

Jumlah Rata-rata Persentase

Data yang didapatkan dari hasil penelitian dimasukkan kedalam tabel dan dicari persentase untuk dikonversikan pada tabel konversi data

dengan Rumus : P =

Tabel 3.5 Tabel menafsirkan P

% Interpretasi

0,80%-100% Sangat Baik

0,60%-0,799% Baik

0,40%-0,599% Cukup Baik

0,20%-0,399% Kurang Baik

0,01%-0,199% Sangat Kurang Baik

Data sebelum dan sesudah didapatkan melalui kegiatan pretest (nilai sebelum diberi perlakuan) dan postest (nilai sesudah diberi perlakuan) dengan rubrik penilaian sebagai berikut :

Tabel 3.6

Rubrik Penilaian Hasil Belajar IPS Jurnal Penilaian Sikap

No. Tanggal Nama Siswa Catatan

Perilaku

Butir Sikap Tindak Lanjut 1.

2.

Dst Dst

Tabel 3.7

Rubrik Penilaian Hasil Belajar IPS Pengetahuan dan unjuk kerja penilaian tertulis Melengkapi Tabel Informasi Hasil Pengamatan

Bentuk Penilaian : Tertulis Instrumen Penilaian : Rubrik KD IPS 3.3 dan 4.3

Kriteria Baik Sekali (4)

Baik (3)

Cukup (2)

Perlu Pendampingan

(1) Jenis

pekerjaan dan wilayah tempat bekerja

Menyebutkan dan menjelaskan 2 jenis pekerjaan yang sesuai dengan wilayah tempat bekerja

Menyebutkan dan menjelaskan 2 jenis pekerjaan, namun salah satu saja yang sesuai dengan wilayah tempat bekerja

Menyebutkan dan menjelaskan 1jenis pekerjaan, dan wilayah tempat bekerja yang sesuai

Menyebutkan 2 jenis pekerjaan namun tidak sesuai dengan wilayah tempat bekerja

Tugas pekerjaan

Menyebutkan semua tugas pekerjaan yang sesuai dengan pekerjaannya

Menyebutkan sebagian tugas pekerja yang sesuai dengan pekerjaannya

Menyebutkan semua tugas pekerja, namun hanya sebagian kecil yang sesuai

Tugas pekerja tidak sesuai dengan pekerjaan yang disebutkan Manfaat

pekerjaan

Menyebutkan manfaat pekerjaan bagi pekerja dan masyarakat dengan benar

Menyebutkan manfaat pekerjaan bagi pekerja dan masyarakat dan sebagian besar benar

Menyebutkan manfaat pekerjaan bagi pekerja dan masyarakat dan sebagian kecil benar

Menyebutkan manfaat pekerjaan bagi pekerja dan masyarakat namun tidak ada yang sesuai atau benar

Hasil yang diperoleh

Menyebutkan hasil yang diperoleh pekerja dari pekerjaanya dan semuanya benar

Menyebutkan hasil yang diperoleh pekerja dari pekerjaanya dan sebagian besar benar

Menyebutkan hasil yang

diperoleh pekerja dari pekerjaanya dan sebagian kecil benar

Tidak

menyebutkan hasil yang

diperoleh pekerja dari pekerjaanya

Penilaian (penskoran):

Tabel 3.8

Rubrik Penilaian Hasil Belajar IPS

Pengetahuan dan unjuk kerja penilaian penugasan

Rubrik Laporan Pengamatan Bentuk Penilaian : Penugasan Instrumen Penilaian : Daftar Periksa KD IPS 3.3 dan 4.3.

Siswa mampu menjelaskan jenis pekerjaan dan wilayah

tempat bekerja dengan tepat ya tidak

Siswa mampu menjelaskan semua tugas pekerjaan berdasarkan pengamatan.

Siswa mampu menjelaskan alasan dampak pekerjaan bagi orang/lingkungan sekitar

mencair terlebih dahulu.

Penilaian (penskoran):

Analisa statistik deskriptif dilakukan untuk mencari nilai Mean ( ̅), Standar Deviasi (SD), Varian (S2), dan analisis Persentase. Untuk mendapatkan nilai tersebut dibuat tabel penolong sebagai berikut :

Tabel 3.9

Tabel Penolong Hasil Belajar IPS Sebelum/Sesudah Motivasi Belajar

No Xi (Xi – X) (Xi – X)2

1 2 3 dst Jumlah Rata-rata

Dari tabel penolong dilanjutkan mencari data yang dibutuhkan dengan langkah-langkah melakukan analisa deskriptif data adalah sebagai berikut :

a. Nilai Mean ( ̅) :

̅ =

b. Nilai Standar Deviasi (SD)

SD = √ ( )

c. Nilai Varian (S2)

S2 = ( )

Berdasarkan analisis diatas diketahui nilai Mean, Standar Deviasi dan varian dari variabel X1/X2 adalah sebagai berikut :

Variabel Mean Standar

Deviasi Varian

X1/X2

Analisis kemudian dilanjutkan dengan Analisa Persentase untuk menjawab pertanyaan penelitian pertama,yaitu : “Seberapa tinggi prestasi belajar IPS anak kelas IV di MI Manba‟ul „Ulum Silebu Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan sebelum diberi motivasi belajar?”.

Rumus mencari nilai porsentase adalah sebagai berikut : P =

Dengan ketentuan :

f = Jumlah seluruh skor yang dicapai siswa

N = Jumlah skor maksimal dikalikan dengan jumlah siswa

2. Prasyarat Analisis Statistik

a. Uji Normalitas Distribusi Data.

Uji Normalitas dilakukan untuk melihat apakah data berdistribusi normal atau tidak. Uji Normalitas pada penelitian ini menggunakan rumus Uji normalitas Lilliefors dengan rumus :

Z = ̅

Keterangan : Xi = Data/Nilai ̅ = Rata-rata (Mean) SD = Standar Deviasi Persyaratan data Signifikan apabila :

1) Jika nilai | ( ) ( )| terbesar ≤ nilai tabel Lilliefors maka H0

diterima; Haditolak, yang artinya populasi nilai hasil belajar IPS berdistribusi normal

2) Jika nilai | ( ) ( )| terbesar ≥ nilai tabel Lilliefors maka Ha

diterima; H0 ditolak, yang artinya populasi nilai hasil belajar IPS tidak berdistribusi normal\

b. Uji Homogenitas data

Uji Homogenitas data dilakukan untuk melihat homogenitas varian-varian data. Uji Homogenitas data dilakukan dengan Uji F dengan rumus sebagai berikut :

F =

Untuk melihat apakah data homogen atau tidak maka nilai Fhitung dibandingkan dengan nilai Ftabel dengan prasyarat pengujian :

Jika Fhitung Ftabel, maka data tidak homogen Jika Fhitung Ftabel, maka data homogen

c. Analisis Statistik Inferensial (Uji Beda rerata)

Untuk menjawab pertanyaan penelitian yang ketiga yakni seberapa besar perbedaan hasil belajar IPS sebelum dan sesudah mendapatkan motivasi belajar maka dilakukan uji beda rerata untuk mencari nilai t dengan rumus :

t =

Langkah –langkah mencari nilai t :

1) Membuat Tabulasi Data Hasil Penelitian : Tabel 3.10 Tabulasi Data Hasil Penelitian

No Nama Siswa

Hasil belajar IPS Sebelum

mendapat motivasi belajar

(X1)

Sesudah mendapat motivasi belajar

(X2)

1 Ang

2 Ann

3 Dav

Dst Dst Jumlah

Rerata

2) Membuat Tabel Penolong

Tabel 3.11 Tabel Penolong

3) Mencari Mean Data variabel (MD) dengan rumus MD =

4) Mencari Standart Deviasi Different (SDD) dengan rumus :

SDD =

(

)

5) Mencari Standar Error Mean Different dengan rumus : No

Nilai / skor

D =

(X1 - X2) D2 Sebelum

(X1)

Sesudah (X2) 1

2 3 Dst

Σ ̅

SE

MD

=

6) Mencari

t

hitung dengan rumus :

t =

7) Menentukan ttabel dengan ketentuan : (a) Db = n-1

(b) Uji dua pihak (c) ( )

8) Melakukan Uji Hipotesis dengan kaidah : Jika thitung ≥ ttabel maka tolak H0 Jika thitung ≤ ttabel maka terima H0

9) Membuat Kurva Normal dari Hasil Nilai thitung dan ttabel ig. < α ( 0.005 ) maka Ho Diterima

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Deskripsi Data

Pada bagian hasil penelitian ini merujuk pada rumusan masalah yang telah ditetapkan, yaitu menganalisa tentang kemampuan hasil belajar mata pelajaran IPS siswa kelas IV di MI Manba‟ul „Ulum Silebu Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan. Tes berbentuk tes kemampuan yang dikembangkan dari indikator mata pelajaran IPS yaitu : Pengetahuan (.3.1 mampu mengidentifikasi kegiatan ekonomi dan hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan, serta kehidupan sosial dan budayadilingkungan sekitar sampai dengan propinsi), unjuk kerja (4.3.1 mampu menyajikan hasil identifikasi kegiatan ekonomi dalammeningkatkan kehidupan masyarakat dibidang pekerjaan, sosial dan budaya dilingkungan sekitar sampai propinsi), dan sikap (Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya. Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman,guru, dan tetangga)

Penelitian ini berusaha menjawab apakah ada perbedaan hasil belajar IPS anak sebelum dan sesudah diberikan motivasi belajar. Oleh karena itu penelitian ini dilanjutkan dengan uji t tentang perbedaan hasil belajar IPS anak.

Data variabel hasil belajar IPS sebelum dan sesudah menggunakan motivasi belajar adalah sebagai berikut :

Tabel 4.1

Data Hasil Tes Hasil belajar IPS Sebelum Dan Sesudah Menggunakan Motivasi belajar

No Kode

Responden

Perlakuan Sebelum

Menggunakan motivasi belajar

(X1)

Sesudah Menggunakan motivasi belajar

(X2)

1 B01 1 2

2 B02 3 2

3 B03 2 3

4 B04 1 4

5 B05 1 2

6 B06 3 4

7 B07 2 3

8 B08 3 3

9 B09 1 4

10 B10 3 3

11 B11 3 4

12 B12 2 4

13 B13 1 4

14 B14 2 4

15 B15 2 2

16 B16 2 2

17 B17 2 3

18 B18 3 4

19 B19 3 3

20 B20 3 4

Jumlah 43 64

Rerata 2,15 3,2

Persentase 53,75 80

1. Gambaran tentang hasil hasil belajar IPS Sebelum menggunakan motivasi belajar (Variabel X1)

Data tentang hasil belajar IPS kelas perlakuan menggunakan motivasi belajar diperoleh hasil sebagai berikut :

Tabel 4.2

Data Hasil Tes Hasil belajar Sebelum Menggunakan Motivasi belajar

No Kode Responden

Nilai Indikator Sebelum Menggunakan

motivasi belajar (X1)

1 B01 1

2 B02 3

3 B03 2

4 B04 1

5 B05 1

6 B06 3

7 B07 2

8 B08 3

9 B09 1

10 B10 3

11 B11 3

12 B12 2

13 B13 1

14 B14 2

15 B15 2

16 B16 2

17 B17 2

18 B18 3

19 B19 3

20 B20 3

Jumlah 43

Rata-rata 2,15

Persentase 53,75

Persentase didapatkan dari rumus : P = 𝑓

𝑁 𝑥 P = 43

80 x 100%

P = 53,75%

Skor sebelum

Guna menjawab pertanyaan penelitian pertama yakni gambaran tentang hasil tes hasil belajar IPS anak sebelum menggunakan motivasi belajar maka hasil persentase dibandingkan dengan skala persentase menurut ahli sebagai berikut :29

Tabel 4.3 Tabel Skala Persentase

Persentase Keterangan

86% - 100% Sangat baik

76% - 85% Baik

60% - 75% Cukup baik

55%- 59% Kurang baik

54% Kurang sekali

Berdasarkan tabel di atas dapat dinyatakan bahwa hasil belajar IPS seluruh responden sebelum menggunakan motivasi belajar adalah kurang sekali. Hasil belajar IPS responden sebelum menggunakan motivasi belajar hanya 53,75%, ini berarti bila dikonversikan pada tabel persentasi responden berada pada skala

˂54% dengan insterpretasi Kurang Sekali.

2. Gambaran Tentang Hasil Hasil belajar IPS Sesudah Menggunakan motivasi belajar (Variabel X2)

Data tentang hasil belajar IPS anak sesudah menggunakan motivasi belajar sebagai berikut :

29 Barnawi dkk, Buku Pedoman Penulisan Skripsi,(Cirebon : IAI Bunga Bangsa Cirebon, 2018), h. 48

Tabel 4.4

Data Hasil Tes Hasil belajar IPS Menggunakan Motivasi belajar

No Kode Responden

Nilai Indikator Sebelum Menggunakan

motivasi belajar (X1)

1 B01 2

2 B02 2

3 B03 3

4 B04 4

5 B05 2

6 B06 4

7 B07 3

8 B08 3

9 B09 4

10 B10 3

11 B11 4

12 B12 4

13 B13 4

14 B14 4

15 B15 2

16 B16 2

17 B17 3

18 B18 4

19 B19 3

20 B20 4

Jumlah 64

Rata-rata 3,2

Persentase 80

Persentase didapatkan dari rumus : P = 𝑓

𝑁 𝑥 P = 64

80 x 100%

P = 80%

Skor sesudah

Berdasarkan data yang ditampikan pada tabel di atas maka dapat ditarik kesimpulan bahwa hasil belajar IPS seluruh responden mengalami peningkatan antara nilai sebelum dan sesudah. Persentase hasil belajar IPS total seluruh responden 80%. Jika kita konversikan pada tabel persentase maka interpretasi hasil belajar IPS responden pada kelas kontrol terletak pada kolom Baik.

B. Pengujian Persyaratan Analisis 1. Uji Normalitas Distribusi Data

Uji Normalitas Data dilakukan untuk melihat apakah data tersebar merata atau tidak. Uji Normalitas data dilakukan dengan menggunakan rumus Lilliefors yaitu :

Z = ̅

Keterangan : Xi = Data/Nilai

̅ = Rata-rata (Mean) SD = Standar Deviasi

Sebelum mengolah data untuk uji normalitas dalam rumus Lilliefors maka terlebih dahulu dibuat tabel penolong untuk menentukan Rata-rata (Mean) dan Standar deviasi (SD) dengan tabel sebagai berikut :

Tabel 4.5

Tabel Penolong Hasil belajar IPS Sebelum Motivasi belajar

No Xi (Xi – X) (Xi – X)2

1 1 -1,15 1,32

2 3 0,85 0,72

3 2 -0,15 0,02

4 1 -1,15 1,32

5 1 -1,15 1,32

6 3 0,85 0,72

7 2 -0,15 0,02

8 3 0,85 0,72

9 1 -1,15 1,32

10 3 0,85 0,72

11 3 0,85 0,72

12 2 -0,15 0,02

13 1 -1,15 1,32

14 2 -0,15 0,02

15 2 -0,15 0,02

16 2 -0,15 0,02

17 2 -0,15 0,02

18 3 0,85 0,72

19 3 0,85 0,72

20 3 0,85 0,72

Jumlah 12,50

Rata-rata 0,63

Standar Deviasi (SD) : S = √ ( )

S = √ 50

9 S = 0,81

Setelah tabel penolong dibuat dan didapatkan hasil dari Rata-rata (mean) dan nilai Standar Deviasi maka uji normalitas dengan rumus Lilliefors dapat dilakukan.

Data ditransformasikan dalam nilai Z untuk dapat dihitung luasan kurva normal sebagai probabilitas kumulatif normal dengan tabel sebagai berikut :

Tabel 4.6

Tabel Lilliefors Untuk Uji Normalitas Data Pretest

No Xi Z = ̅

F(X) S(X) | ( ) ( )|

1 1 -1,42 0,08 0,25 0,17

2 1 -1,42 0,08 0,25 0,17

3 1 -1,42 0,08 0,25 0,17

4 1 -1,42 0,08 0,25 0,17

5 1 -1,42 0,08 0,25 0,17

6 2 -0,19 0,42 0,60 0,18

7 2 -0,19 0,42 0,60 0,18

8 2 -0,19 0,42 0,60 0,18

9 2 -0,19 0,42 0,60 0,18

10 2 -0,19 0,42 0,60 0,18

11 2 -0,19 0,42 0,60 0,18

12 2 -0,19 0,42 0,60 0,18

13 3 1,05 0,85 1,00 0,15

14 3 1,05 0,85 1,00 0,15

15 3 1,05 0,85 1,00 0,15

16 3 1,05 0,85 1,00 0,15

17 3 1,05 0,85 1,00 0,15

18 3 1,05 0,85 1,00 0,15

19 3 1,05 0,85 1,00 0,15

20 3 1,05 0,85 1,00 0,15

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai terbesar terdapat pada kolom dengan nilai 0,18. Nilai terbesar ini adalah nilai L0. Selanjutnya ditentukan nilai Ltabel dari tabel daftar nilai kritis uji Lillifors, dari tabel didapatkan nilai 0,190 Persyaratan data Signifikan apabila :

a) Jika nilai | ( ) ( )| terbesar ≤ nilai tabel Lilliefors maka H0 diterima; Haditolak, yang artinya populasi nilai hasil belajar IPS berdistribusi normal

b) Jika nilai | ( ) ( )| terbesar ≥ nilai tabel Lilliefors maka Ha

diterima; H0 ditolak, yang artinya populasi nilai hasil belajar IPS tidak berdistribusi normal

Dengan taraf nyata atau level signifikansi

α =

0,05 (5%), maka berdasarkan nilai L0 dan nilai Ltabel yang telah didapatkan diambil kesimpulan data hasil belajar IPS berdistribusi normal

b. Uji Normalitas Data Hasil belajar IPS Sesudah menggunakan Motivasi belajar

Uji normalitas data setelah mengunakan motivasi belajar langkah yang dilakukan sebagai berikut :

Tabel 4.7

Tabel Penolong Hasil belajar IPS Sesudah Menggunakan Motivasi belajar

No Xi (Xi – X) (Xi – X)2

1 2 -1,2 1,44

2 2 -1,2 1,44

3 3 -0,2 0,04

4 4 0,8 0,64

5 2 -1,2 1,44

6 4 0,8 0,64

7 3 -0,2 0,04

8 3 -0,2 0,04

9 4 0,8 0,64

10 3 -0,2 0,04

11 4 0,8 0,64

12 4 0,8 0,64

13 4 0,8 0,64

14 4 0,8 0,64

15 2 -1,2 1,44

16 2 -1,2 1,44

17 3 -0,2 0,04

18 4 0,8 0,64

19 3 -0,2 0,04

20 4 0,8 0,64

Jumlah 13,2

Rata-rata 0,66

Standar Deviasi (SD) : S = √ ( )

S = √ 3

9 S = 0,66

Tabel 4.8

Tabel Lilliefors Untuk Uji Normalitas Data Postest

No Xi Z = ̅

F(X) S(X) | ( ) ( )|

1 2 -1,45 0,07 0,25 0,18

2 2 -1,45 0,07 0,25 0,18

3 2 -1,45 0,07 0,25 0,18

4 2 -1,45 0,07 0,25 0,18

5 2 -1,45 0,07 0,25 0,18

6 3 -0,24 0,41 0,55 0,14

7 3 -0,24 0,41 0,55 0,14

8 3 -0,24 0,41 0,55 0,14

9 3 -0,24 0,41 0,55 0,14

10 3 -0,24 0,41 0,55 0,14

11 3 -0,24 0,41 0,55 0,14

12 4 0,96 0,83 1,00 0,17

13 4 0,96 0,83 1,00 0,17

14 4 0,96 0,83 1,00 0,17

15 4 0,96 0,83 1,00 0,17

16 4 0,96 0,83 1,00 0,17

17 4 0,96 0,83 1,00 0,17

18 4 0,96 0,83 1,00 0,17

19 4 0,96 0,83 1,00 0,17

20 4 0,96 0,83 1,00 0,17

Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai terbesar terdapat pada kolom dengan nilai 0,18. Nilai terbesar ini adalah nilai L0. Selanjutnya ditentukan nilai Ltabel dari tabel daftar nilai kritis uji Lillifors, dari tabel didapatkan nilai 0,190 Persyaratan data Signifikan apabila :

c) Jika nilai | ( ) ( )| terbesar ≤ nilai tabel Lilliefors maka H0 diterima; Ha ditolak, yang artinya populasi nilai hasil belajar IPS berdistribusi normal

d) Jika nilai | ( ) ( )| terbesar ≥ nilai tabel Lilliefors maka Ha diterima; H0 ditolak, yang artinya populasi nilai hasil belajar IPS tidak berdistribusi normal

Dengan taraf nyata atau level signifikansi

α =

0,05 (5%), maka berdasarkan nilai L0 dan nilai Ltabel yang telah didapatkan diambil kesimpulan nilai hasil belajar IPS berdistribusi normal

2. Uji Homogenitas Data

Uji Homogenitas data dilakukan untuk melihat homogenitas varian-varian data.

Uji Homogenitas data dilakukan dengan Uji F dengan rumus sebagai berikut :

F =

Untuk mencari nilai F makadicari nilai S terlebih dahulu dengan rumus : S2 = ( )

S2 = 50

9

S2 = 0,66 (S kecil)

S2 = ( )

S2 = 3 0

9

S2 = 0,70 (S besar)

Nilai S2 telah kita dapatkan pada Analisis Deskriptif Data Maka S2 kecil adalah data sebelum perlakuan dan S2 besar adalah data setelah perlakuan dengan hasil sebesar 0,66 ( ) dan 0,70 ( )kita bisa langsung mencari nilai F sebagai berikut :

F =

F = 0 70

0 66

F = 1,06

Berdasarkan hasil pencarian di atas didapatkan nilai Fhitung sebesar 0,03 Untuk melihat apakah data homogen atau tidak maka nilai Fhitung dibandingkan dengan nilai Ftabel dengan prasyarat pengujian :

Jika Fhitung Ftabel, maka data tidak homogen Jika Fhitung Ftabel, maka data homogen Dengan taraf Signifikansi α = 0,05 N1 (df1) = k - 1 = 2 – 1 = 1 N2 (df2) = N – k = 20 - 2 = 18

Didapatkan nilai Ftabel sebesar 4,41 maka : Fhitung 1,06 ≤ 4,41 Ftabel, maka data homogen

C. Pengujian Hipotesis

Untuk menjawab pertanyaan penelitian yang ketiga yakni seberapa besar perbedaan hasil belajar IPS sebelum dan sesudah menggunakan motivasi belajar maka dilakukan uji beda rerata untuk mencari nilai t dengan rumus :

t =

Langkah – langkah untuk mencari nilai t adalah sebagai berikut : 1. Membuat Tabulasi Data hasil Penelitian

Tabel 4.9

Tabel Tabulasi Data Hasil Penelitian

No Responden

Nilai Hasil belajar IPS Sebelum

Menggunakan motivasi belajar (X1)

Sesudah Menggunakan motivasi belajar (X2)

1 1 2

2 3 2

3 2 3

4 1 4

5 1 2

6 3 4

7 2 3

8 3 3

9 1 4

10 3 3

11 3 4

12 2 4

13 1 4

14 2 4

15 2 2

16 2 2

17 2 3

18 3 4

19 3 3

20 3 4

Jumlah 43 64

Rerata 2,15 3,2

2. Membuat Tabel Penolong

Tabel penolong dibuat untuk menentukan nilai : D, D2, dan MD Tabel 4.10

Tabel Penolong

No Skor D

D2

X1 X2 (X1 – X2)

1 1 2 -1 1

2 3 2 1 1

3 2 3 -1 1

4 1 4 -3 9

5 1 2 -1 1

6 3 4 -1 1

7 2 3 -1 1

8 3 3 0 0

9 1 4 -3 9

10 3 3 0 0

11 3 4 -1 1

12 2 4 -2 4

13 1 4 -3 9

14 2 4 -2 4

15 2 2 0 0

16 2 2 0 0

17 2 3 -1 1

18 3 4 -1 1

19 3 3 0 0

20 3 4 -1 1

Jumlah 43 64 -21 45

Untuk menentukan nilai MD ( Mean dari D) digunakan rumus sebagai berikut :

MD = MD =

0

MD = -1,1

Berdasarkan tabel di atas diperoleh : a. N = 20

b. ΣD = -21 c. ΣD2 = 45 d. MD = -1,1

3. Menentukan Standar Deviasi D (SDD) SDD = √ ( )

SDD = √45

0 (

0) SDD = √ SDD = √ SDD = 1,1

4. Menentukan Standar Error Mean Different ( )

Untuk menentukan nilai digunakan rumus sebagai berikut :

√ 9

4 4

0,3

5. Menentukan Nilai thitung

Untuk menentukan nilai thitung digunakan rumus sebagai berikut : t =

t =

0 3

t = -3,67 (nilai negatif diabaikan ) 6. Menentukan ttabel

Ketentuan untuk menentukan nilai ttabel adalah : a. db = N – 1

b. uji dua pihak c. α = 0,05

dengan ketentuan di atas didapatkan nilai ttabel sebesar : 2,09 7. Melakukan Pengujian Hipotesis

Untuk melakukan pengujian Hipotesis penelitian ini,maka kaidah yang harus diikuti adalah :

Jika thitung ≥ ttabel, maka tolak H0

Jika thitung ≤ ttabel, maka terima H0

Berdasarkan nilai thitung dan ttabel, yang sudah didapatkan di atas maka kita bisa menguji hipotesis yakni :

thitung (3,67) ≥ (2,09) ttabel, maka tolak H0

Pertanyaan penelitian yang terbukti adalah :

Ha :

8. Membuat Kurva Normal

Berdasarkan nilai thitung dan ttabel yang telah didapatkan dapat dibuat kurva normal untuk melihat gambaran posisi dari masing-masing data berada didaerah Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa kelas IV di MI Manba’ul ‘Ulum Silebu Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan sebelum dan sesudah menggunakan motivasi belajar

penolakan atau didaerah penerimaan dari H0, gambaran Kurva Normal sesuai data yang telah diperoleh adalah sebagai berikut :

-3,67 -2,09 2,09 3,67

Gambar 4.1 Kurva normal

Pada Kurva di atas sangat jelas bahwa nilai thitung berada didaerah penolakan Ho, artinya pernyataan dalam Ha yang diterima.

D. Pembahasan Hasil Penelitian

Dari hasil data penelitian “Efektivitas motivasi belajar terhadap Hasil belajar IPS siswa kelas IV di MI Manba‟ul „Ulum Silebu Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan” dapat dilihat bahwa adanya perubahan hasil belajar IPS siswa sebelum

Daerah penerimaan Ho

Daerah penolakan Ho Daerah

penolakan Ho

Batas kritis (ttabel)

thitung

dan sesudah perlakuan. Pada hasil pretest hasil belajar IPS anak hanya 53,75%

atau berada pada tabel klasifikasi persentase Kurang Sekali.

Pada data hasil penilaian hasil belajar IPS sesudah menggunakan metode motivasi belajar dapat kita lihat adanya peningkatan yang signifikan dibandingkan data sebelum. Pada data sesudah diberi perlakuan terlihat adanya peningkatan hasil belajar IPS anak sebesar 80% jadi adanya peningkatan sebesar 26,25%. Bila dikonversikan pada tabel klasifikasi persentase maka interpretasi hasil belajar IPS siswa kelas IV di MI Manba‟ul „Ulum Silebu Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan berada pada tingkat Baik.

Hasil penelitian ini membuktikan teori dari Mc Donald yang menyatakan bahwa motivasi adalah perubahan energi dalam diri seseorang yang ditandai dengan timbulnya perasaan dan reaksi untuk mencapai tujuan. Definisi tersebut menunjukkan bahwa motivasi merupakan sesuatu yang kompleks. 30

Pendapat ahli lainnya yang terbukti adalah pendapat dari Erwin Widiasworo bahwa Motivasi ekstrinsik atau motivasi yang datangnya dari luar, misalnya guru, orangtua, lingkungan belajar, dan lain sebagainya, maupun ekstrinsik, keduanya mempunyai peran tersendiri dalam pencapaian prestasi belajar peserta didik.31 Teori ahli lain yang juga terbukti adalah pendapat dari Tampubolon yakni bercerita kepada anak memainkan peranan penting bukan saja dalam menumbuhkan minat dan kebiasaan membaca, tetapi juga mengembangkan bahasa dan pikiran anak. Dengan demikian fungsi kegiatan bercerita bagi anak

30Erwin Widiasworo, Kiat Sukses Membangkitkan Motivasi Belajar Peserta Didik, (Indonesia : Ar Ruzz Media, 2016), h.15-16

31 Erwin Widiasworo, Kiat Sukses Membangkitkan Motivasi Belajar Peserta Didik, (Indonesia : Ar Ruzz Media, 2016), h.20

usia 4-6 tahun adalah membantu perkembangan bahasa anak. Dengan bercerita pendengaran anak dapat difungsikan dengan baik untuk membantu kemampuan berbicara dengan menambah perbendaharaan kosakata, kemampuan mengucapkan kata-kata, melatih merangkai kalimat sesuai dengan tahap perkembangannya, selanjutnya anak dapat mengekspresikannya melalui bernyanyi, bersyair, menulis ataupun menggambar sehingga pada akhirnya anak mampu membaca situasi, gambar, tulisan atau bahasa isyarat. Kemampuan tersebut adalah hasil dari proses menyimak dalam tahap perkembangan bahasa anak.32

E. Keterbatasan Penelitian

Penelitian ini sesuai dengan judul yang diteliti fokus pada indikator hasil belajar IPS dari indikator : Pengetahuan (.3.1 mampu mengidentifikasi kegiatan ekonomi dan hubungannya dengan berbagai bidang pekerjaan, serta kehidupan sosial dan budayadilingkungan sekitar sampai dengan propinsi), unjuk kerja (4.3.1 mampu menyajikan hasil identifikasi kegiatan ekonomi dalammeningkatkan kehidupan masyarakat dibidang pekerjaan, sosial dan budaya dilingkungan sekitar sampai propinsi), dan sikap (Menerima dan menjalankan ajaran agama yang dianutnya.

32 Tampubolon, Mengembangkan Minat dan Kebiasaan Membaca, (Bandung : Angkasa, 1991), h.

50

Memiliki perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, santun, peduli, dan percaya diri dalam berinteraksi dengan keluarga, teman,guru, dan tetangga)

Penelitian yang dilakukan ini mengalami keterbatasan pada jumlah responden yang sedikit yakni kurang dari 30 orang sampel. motivasi yang digunakan juga terbatas pada satu motivasi yakni motivasi belajar ekstrinsik.

BAB V

SIMPULAN DAN SARAN

A. SIMPULAN

Dari penelitian tentang “Efektivitas Motivasi Belajar dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas IV di MI Manba‟ul „Ulum Silebu Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan ” dapat disimpulkan bahwa :

1. Hasil belajar IPS Siswa Kelas IV sebelum perlakuan. Pada hasil pretest hasil belajar IPS anak hanya 53,75% atau berada pada tabel klasifikasi persentase Kurang Sekali.

2. Hasil belajar IPS Siswa Kelas IV sesudah perlakuan. Pada hasil postest hasil belajar IPS anak hanya 80% atau berada pada tabel klasifikasi persentase Baik.

3. Adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS anak sebelum dan sesudah melakukan motivasi belajar yakni dari nilai t yang didapatkan bahwa thitung (3,67) ≥ (2,09) ttabel, maka tolak H0, yang artinya Terdapat perbedaan yang signifikan hasil belajar IPS siswa kelas IV di MI Manba‟ul „Ulum Silebu Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan sebelum dan sesudah menggunakan motivasi belajar

148 B. SARAN

Dari penelitian tentang “Efektivitas Motivasi Belajar dalam Meningkatkan Prestasi Belajar Mata Pelajaran IPS Siswa Kelas IV di MI Manba‟ul „Ulum Silebu Kecamatan Pancalang Kabupaten Kuningan ” ada beberapa saran yaitu sebagai berikut :

f. Bagi peneliti :

Diharapkan peneliti bisa melanjutkan penelitian yang sama namun dengan penambahan responden baik dari segi jumlah responden ataupun cakupan wilayah/lembaga tempat penelitian, dan juga menggunakan variabel indikator yang lebih banyak dengan tema yang lebih beragam sehingga benar-benar didapatkan data tentang keefektifan motivasi belajar dalam meningkatkan hasil belajar IPS siswa

g. Bagi sekolah :

Diharapkan sekolah bisa menerapkan metode atau teknik yang sama untuk meningkatkan hasil dari kegiatan belajar mengajar disekolah.

h. Bagi Guru :

Diharapkan penelitian ini bisa menjadi panduan dan pedoman bagi guru dalam melakukan kegiatan pembelajaran untuk merangsang kemampuan dan pemahaman anak disekolah, menerapkan metode dan teknik yang sama namun dengan variasi motivasi yang lebih banyak dan lebih menarik untuk anak.

Dokumen terkait