Dibagian ini yakni langkah awal dalam melakukan penelitian, karena tujuan awal dari penelitian ini yakni memperoleh data yang dibutuhkan.54 Teknik pengumpulan data yang digunakan yakni:
1. Observasi
Observasi yakni dengan mengamati secara langsung kegiatan yang diteliti.55 Teknik observasi yang digunakan yaitu observasi non partisipatif yang artinya peneliti hanya sebagai pengamat saja, tidak mengikuti kegiatan maupun program yang sedang diteliti. Namun, kehadiran peneliti tetap dipertanggungjawabkan dalam memperoleh data di lapangan.
Teknik observasi ini dilakukan untuk memperoleh data berkenaan dengan kegiatan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Situbondo.
Data yang diperoleh yakni:
a. Penguatan pendidikan karakter religius melalui budaya religius pada peserta didik di MAN 1 Situbondo yang terdiri dari kegiatan rutinan harian diantaranya yaitu: a) Tilawah Alquran pagi, b)Shalat dhuha berjamaah, c) Kuliah Tujuah Menit, d) bimbingan mengaji Alquran, e) Shalat dhuhur berjamaah.
Kegiatan bulanan yaitu: a) Khotmil Alquran, b) Istghasah bersama. Kegiatan insidentil diantaranya yaitu: a) Perayaan Hari Besar Islam.
54 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif Kualitatif dan R&D) (Bandung:
ALFABETA, 2017), 308
55 Sugiono, Metode Penelitian Pendidikan Kualittatif, 203
b. Penguatan pendidikan karakter disiplin melalui budaya religius pada peserta didik di MAN 1 Situbondo diantaranya yaitu: a) Tata tertib Madrasah (umum), b) Tata tertib keagamaan seperti shalat dhuha berjamaah, shalat dhuhur berjamaah, c) Kegiata ekstrakurikuler pramuka.
c. Penguatan pendidikan karakter peduli sosial melalui budaya religius pada peserta didik di MAN 1 Situbondo yang terdiri dari kegiatan insidentil yaitu: a) Bakti sosial diantaranya penggalangan donasi pada korban bencana alam, dan membagikan sembako kepada masyarakat. Kegiatan mingguan yaitu dengan adanya infaq di hari jumat.
2. Wawancara
Wawancara yaitu tekhnik yang dipakai untuk mendapatkan informasi langsung dari sumbernya. Wawancara dalam penenlitian digunakan untuk mendapatkan informasi yang jelas dari subjek yang telah ditentukan..56
Jenis wawancara yang digunakan wawancara tidak terstruktur dimana dalam pelaksanaannya peneliti hanya membawa garis-garis besar yang akan ditanyakan dan lebih banyak mendengarkan penjelasan narasumber. Meskipun demikian, wawancara yang dilakukan tidak boleh keluar dari pembahasan penelitian sehingga
56 Sugiyono, Metode Penelitian Pendidikan (Kuantitatif Kualitatif dan R&D) (Bandung:
ALFABETA, 2017), 194
peneliti hanya menerima data-data yang relevan dan valid dari narasumber.
Wawancara ini dilakukan untuk memperoleh data berkenaan dengan kegiatan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Situbondo. Data yang diperoleh yakni:
a. Penguatan pendidikan karakter religius melalui budaya religius pada peserta didik di MAN 1 Situbondo yang terdiri dari kegiatan rutinan harian diantaranya yaitu: a) Tilawah Alquran pagi, b)Shalat dhuha berjamaah, c) Kuliah Tujuah Menit, d) bimbingan mengaji Alquran, e) Shalat dhuhur berjamaah.
Kegiatan bulanan yaitu: a) Khotmil Alquran, b) Istghasah bersama. Kegiatan insidentil diantaranya yaitu: a) Perayaan Hari Besar Islam.
b. Penguatan pendidikan karakter disiplin melalui budaya religius pada peserta didik di MAN 1 Situbondo diantaranya yaitu: a) Tata tertib Madrasah (umum), b) Tata tertib keagamaan seperti shalat dhuha berjamaah, shalat dhuhur berjamaah, c) Kegiata ekstrakurikuler pramuka.
c. Penguatan pendidikan karakter peduli sosial melalui budaya religius pada peserta didik di MAN 1 Situbondo yang terdiri dari kegiatan insidentil yaitu: a) Bakti sosial diantaranya penggalangan donasi pada korban bencana alam, dan
membagikan sembako kepada masyarakat. Kegiatan mingguan yaitu dengan adanya infaq di hari jumat.
3. Dokumentasi
Dokumentasi adalah suatu catatan peristiwa lampau. Dokumen ini bisa berupa tulisan dan gambar. Hasil observasi dan wawancara akan lebih faktual apabila didukung dengan hasil dokumentasi dokumentasi. Data yang didapat dari dokumentasi ini yakni berkaitan dengan profil lembaga, struktur lembaga, foto kegiatan dan data mengenai implementasi penguatan pendidikan karakter melalui Budaya Religius pada peserta didik di Madrasah Aliyah Negeri 1 Situbondo.
Dokumentasi ini dilakukan untuk memperoleh data berkenaan dengan kegiatan di Madrasah Aliyah Negeri 1 Situbondo. Data yang diperoleh yakni:
a. Penguatan pendidikan karakter religius melalui budaya religius pada peserta didik di MAN 1 Situbondo yang terdiri dari kegiatan rutinan harian diantaranya yaitu: a) Tilawah Alquran pagi, b)Shalat dhuha berjamaah, c) Kuliah Tujuah Menit, d) bimbingan mengaji Alquran, e) Shalat dhuhur berjamaah.
Kegiatan bulanan yaitu: a) Khotmil Alquran, b) Istghasah bersama. Kegiatan insidentil diantaranya yaitu: a) Perayaan Hari Besar Islam.
b. Penguatan pendidikan karakter disiplin melalui budaya religius pada peserta didik di MAN 1 Situbondo diantaranya yaitu: a) Tata tertib Madrasah (umum), b) Tata tertib keagamaan seperti shalat dhuha berjamaah, shalat dhuhur berjamaah, c) Kegiata ekstrakurikuler pramuka.
c. Penguatan pendidikan karakter peduli sosial melalui budaya religius pada peserta didik di MAN 1 Situbondo yang terdiri dari kegiatan insidentil yaitu: a) Bakti sosial diantaranya penggalangan donasi pada korban bencana alam, dan membagikan sembako kepada masyarakat. Kegiatan mingguan yaitu dengan adanya infaq di hari jumat.
4. Analisis Data
Pada analisis data yakni tahap menyajikan data secara naratif, deskriptif dari data yang dikumpulkan dari hasil penelitian. Analisis data yang digunakan yakni dari pemikiran Miles dan Huberman.
Adapun kegiatannya yakni:
a. Kondensasi Data (Data Condentation)
Kondensasi data yaitu menyederhanakan, mengabstraksi, dan transformasi data. Pada tahap ini, peneliti menyesuaikan semua data tanpa harus mengurangi data. Hal ini berbeda dengan proses reduksi data yang cenderung memilah dan dapat menghilangkan data yang didapatkan dari narasumber.
b. Penyajian Data (Data Display)
Dalam penelitian ini, data dapat disajikan dalam bentuk deskripsi singkat, bagan, dan hubungan antar kategori dan sejenisnya. Penyajian data ini bisa berbentuk teks tulisan agar memberi kemudahan dalam memahami data yang telah diperoleh.
c. Penarikan Kesimpulan (Conclusion Drawing/ Verification)
Pada bagian ini yakni peneliti menginterpretasikan data dari awal sampai akhir yang disertai dengan penjelasan. Pada penarikan kesimpulan, peneliti memberikan simpulan sesuai dengan fokus penelitian yang sudah ditentukan sebelumnya.
5. Keabsahan Data
Pengecekan keabsahan data ini perlu dilakukan sehingga data yang dihasilkan berupa data valid dan dapat dipertanggung jawabkan.
Dalam menguji keabsahan data yakni melalui teknik triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Triangulasi yakni proses pengecekan keabsahan data yang menggunakan sesuatu lain diluar data guna kebutuhan pemeriksaan atau pembanding kepada data tersebut.
Triangulasi sumber dengan mengecek data yang telah didapat dari beberapa sumber, dan untuk triangulasi teknik dengan mengecek data kepada sumber yang sama melalui teknik yang tidak sama.
6. Tahap-Tahap Penelitian
Tahap penelitian dalam proses penelitian ini yakni:
a. Tahap pra penelitian lapangan
1) Membuat susuanan rancangan penelitian.
2) Menentukan lokasi penelitian.
3) Pengurusanizin penelitian.
4) Menetukan informan.
5) Mempersiapkan perlengkapan penelitian.
b. Tahap penelitian lapangan
Tahap ini peneliti mulai melaksanakan penelitian ke lapangan untuk memperoleh data yang akan diteliti di Madrasah Aliyah Negeri 1 Situbondo. Dengan menggunakan tekhnik wawancara, observasi dan dokumentasi.
c. Tahap akhir penelitian lapangan 1) Menarik simpulan.
2) Menyusun data yang sudah ditentukan.
3) Memberikan kritik dan saran.