BAB III METODOLOGI PENELITIAN
D. Teknik Penjamin Keabsahan Data
Teknik penjamin keabsahan data sangat perlu dilakukan agar data yang dihasilkan dapat dipercaya dan dipertanggung jawabkan secara ilmiah.
Teknik penjamin keabsahan data merupakan suatu langkah untuk mengurangi kesalahan dalam proses perolehan data penelitian yang tentunya akan berimbas terhadap hasil akhir dari suatu penelitian. Penulis akan menguji kredibilitas data pada penelitian kualitatif (kalibrasi) dengan menggunakan uji kredibiltas triangulasi, “triangulasi diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbagai cara, dan berbagai waktu. Dengan demikian terdapat triangulasi sumber, triangulasi teknik pengumpul data dan waktu”.46
1. Triangulasi Sumber, untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melelui beberapa sumber.
2. Triangulasi Teknik, untuk menguji kredibilitas data dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda.
3. Triangulasi Waktu, untuk pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau
46 Sugiyono, Metode Penelitian., h. 273-274.
teknik lain dalam waktu dan situasi yang berbeda. Karena waktu mempengaruhi kredibilitas data.
Adapun teknik triangulasi yang penulis gunakan dalam penelitian ini adalah :
1. Triangulasi Sumber, penulis menggunakan triangulasi sumber dengan membandingkan apa yang dikatakan oleh ketua RT, kepala keluarga dan anaknya.
Atasan Teman
Bawahan
2. Triangulasi Teknik, penulis menggunakan teknik triangulasi ini untuk membandingkan dan mengecek apakah hasil data yang diperoleh dari ketiga teknik pengumpulan data tersebut di atas sama atau berbeda- beda, jika sama maka data tersebut sudah kredibel, jika berbeda maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data.
Wawancara Observasi
Dokumentasi
E. Teknik Analisis Data
Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik analisis data secara induktif, yaitu berpijak pada fakta-fakta yang bersifat khusus, kemudian dianalisis dan akhirnya ditemukan pemecahan persoalan yang bersifat umum.
Analisa data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan dan bahan- bahan lain, sehingga dapat mudah dipahami dan temuannya dapat diinformasikan kepada orang lain.47
Aktivitas dalam analisis data kualitatif dilakukan secara interaktif dan berlangsung secara terus menerus sampai tuntas, sehingga datanya sudah jenuh. Aktivitas dalam analisis data, yaitu data reduction, data display, dan conclution drawing/verification.48
Teknik analisis data adalah proses mencari dan menyusun secara sistematis data yang diperoleh dari hasil wawancara, catatan lapangan, dan dokumentasi, dengan cara mengorganisasikan data ke dalam kategori, menjabarkan ke dalam unit-unit, melakukan sintesa, menyusun ke dalam pola, memilih mana yang penting dan yang akan dipelajari, dan membuat kesimpulan sehingga mudah dipahami oleh diri sendiri maupun orang lain.49
Berdasarkan pendapat di atas, teknik analisa data adalah suatu usaha untuk memproses data yang telah dikumpulkan oleh peneliti baik dengan alat pengumpul data yang berupa interview, observasi maupun dokumentasi.
47.Ibid, h. 248.
48.Ibid, h. 245-252.
49. Ibid., h. 244.
Proses pertama adalah mereduksi data yaitu proses merangkum, memilih hal-hal yang pokok dan mencari data yang dianggap penting yang sesuai dengan fokus penelitian. Proses kedua yaitu dengan data display (penyajian data) yaitu dengan bentuk uraian singkat, bagan, maupun naratif.
Proses ketiga yaitu conclusion drawing/verification yaitu penarikan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan.
Penelitian kualitatif ini menggunakan teknik analisis data secara induktif, yaitu berpijak pada fakta-fakta yang bersifat khusus, kemudian dianalisis dan akhirnya ditemukan pemecahan persoalan yang bersifat umum, “menyatakan bahwa induksi adalah cara berfikir di mana ditarik suatu kesimpulan yang bersifat umum dari berbagai kasus yang bersifat individual”.50
Berdasarkan pendapat di atas, teknik analisa adalah suatu usaha untuk memproses data yang telah dikumpulkan oleh penulis baik dengan alat pengumpul data yang berupa wawancara, observasi maupun dokumentasi.
Proses pertama adalah mereduksi data yaitu proses merangkum, memilih hal-hal yang pokok dan mencari data yang dianggap penting yang sesuai dengan fokus penelitian. Proses kedua yaitu dengan data display (penyajian data) yaitu dengan bentuk uraian singkat, bagan, maupun naratif. Proses ketiga yaitu conclusion drawing/verification yaitu penarikan kesimpulan dari hasil penelitian yang telah dilakukan.
50.Moh. Kasiram, Metode Penelitian Kuantitatif-Kualitatif, Cet. 2, (Yogyakarta: UIN- Maliki Press, 2010), h. 193.
BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Profil Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah
1. Sejarah Berdirinya Desa Teluk Dalem Ilir
Mula-mula kampung Teluk Dalem Ilir berada ditebing 3 kucang kunci yang pada saat itu masih menjadi 1 dengan Kampung Surabya, dan setelah berpisah menjadi Bandar Surabaya. Mulai saat itulah Kampung Teluk dalem Ilir Tebing tiga pindah ke Napal Putih yang sekarang dihuni oleh penduduk Bumi Nabung. Setelah itu pindah lagi ke Muara Melati yang sekarang menjadi Kampung Teluk dalem Tua, yang memberi nama Kampung pada saat itu Nenek moyang kami yang bernama Minak Kimmas Al.
Pada saat itu, sementara pemerintahan belum ada maka sistem pemerintahan menggunakan sistem pemerintahan yang berlaku sebagai penata aturan-aturan yang sampai saat ini masih dibudayakan dan dipatuhi sebagai warisan dari Nenek moyang atau leluhur.
Pemerintahan ada untuk pertama kalinya, pada saat itu terbentuk semacam PASIRAH yang pada saat itu berada di Bandar Surabaya dan Kewidanaanya berada di Sukadana.
Pada tahun 1960, terbentuklah sebagai kecamatan pembantu di seputih Surabaya dan diadakan perpindahan kecamatan di Rumbia pada tahun 1968 sampai sekarang.51
Kampung Teluk Dalem Ilir diresmikan pada tahun 1853. Nama-nama orang yang pernah menjadi kepala kampung :
1. Minak Dilambung, menjabat dari tahun 1853 s/d tahun 1864 2. Superno Jayo, menjabat dari tahun 1864 s/d tahun 1880 3. Bumi Pengiran, menjabat dari tahun 1880 s/d tahun 1887 4. Duli Batin, menjabat dari tahun 1887 s/d tahun 1894 5. Tuan rajo, menjabat dari tahun 1894 s/d tahun 1904 6. Ghayo Pesamas, menjabat dari tahun 1904 s/d tahun 1921 7. Rajo Kebakyang, menjabat dari tahun 1921 s/d tahun 1930 8. Tuan Rajo Rateu, menjabat dari tahun 1930 s/d tahun 1932 9. Sutan Nediko Meno, menjabat dari tahun 1932 s/d tahun 1974 10. Tuan Rajo Ison, menjabat dari tahun 1974 s/d tahun 1978 11. Syamsuri, menjabat dari tahun 1978 s/d 1987
12. Ratu Lamo, menjabat dari tahun 1987 s/d 1988 13. Jamil, menjabat dari tahun 1988 s/d tahun 1999 14. Mutohar, menjabat dari tahun 1999 s/d tahun 2003
15. Sutan Rajo Tihang, Menjabat 2003 Sampai Dengan Sekarang.
51 Dokumentasi, Monografi Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah
2. Kondisi Wilayah a. Letak Kampung
Kampung Teluk Dalem Ilir mempunyai beberapa kategori lahan, diantaranya lahan kering, perkebunan dan rawa-rawa yang terletak di sebelah kota Kecamatan Rumbia atau Timur laut dari Kabupaten Lampung Tengan Provinsi Lampung yang mayoritas pencaharian penduduknya adalah petani.
b. Batas-batas Kampung
Sebelah utara berbatasan dengan Kecamatan Bandar Mataram
Sebelah selatan berbatasan dengan Kecamatan Way Seputih
Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Bandar Mataram
Sebelah timur berbatasan dengan Kecamatan Way Seputih c. Keadaan Tanah
Jenis tanah di Kampung Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia berpasir berwarna putih dan kehitam-hitaman dan tidak lengket ketika hujan.
3. Keadaan Penduduk
Desa Teluk Dalem Ilir mempunyai jumlah penduduk 3.810jiwa, yaitu sebagai berikut :
Tabel 4.1
Jumlah Penduduk Desa Teluk dalem Ilir
No Jenis Kelamin Jumlah
1 Laki-Laki 1865 orang
2 Perempuan 1945 orang
Jumlah 3810 orang
Sumber. Monografi Desa Teluk Dalem Ilir
4. Sarana dan Prasarana Kelurahan
Kondisi sarana dan prasarana umum Desa Teluk Dalem Ilir secara garis besar adalah :
Tabel 4.2
Sarana dan Prasarana Desa Teluk Dalem Ilir
No Sarana dan Prasarana Jumlah Satuan
1 Balai Kampung 1 Tempat
2 Masjid dan Mushola 12 Tempat
3 Gereja - -
4 Gedung SD Negeri 2 Tempat
6 Gedung SMP Swasta 1 Tempat
7 Gedung SMA Swasta 1 Tempat
8 Gedung TK 2 Tempat
9 Gedung TPA 2 Tempat
10 Gedng Jaga 13 Tempat
Sumber, Monografi Desa Teluk Dalem Ilir
5. Denah Lokasi desa Teluk dalem Ilir
Berikut adalah denah lokasi Desa Teluk Dalem Ilir yang masih dalam bentuk menyatu dengan kecamatan Way Seputih.
Gambar 4.1
Denah Lokasi Desa Teluk Dalem Ilir
Sumber, Monografi Desa Teluk Dalem Ilir 6. Struktur Pemerintahan Desa Teluk Dalem Ilir
Struktur pemerintahan Desa Teluk Dalem Ilir dapat di lihat di tabel berikut ini :
Tabel 4.3
Struktur Pemerintahan Desa Teluk Dalem Ilir
No Nama Jabatan
1 Barlian Kepala Desa
2 Imam Syafi’i Sekretariat
3 Agus Efendi Kasi Kepemerintahan
4 Ahmad Nasir Kasi Kesejahteraan
5 Amri Rahman Kasi Pelayanan
6 Sugino Kep. Urusan Keuangan
7 Sugikino Kep. Urusan Perencanaan
8 Ibrahim Kepala Dusun 1
9 Giono Kepala Dusun 2
10 Mahmud Afandi Kepala Dusun 3
11 Supeno Kepala Dusun 4
12 Sunardi Kepala Dusun 5
13 Harsoyo Kepala Dusun 6
Sumber, Monografi desa Teluk dalem Ilir
B. Gambaran Implementasi Pendidikan Akhlak Pada Remaja Dalam Keluarga Di Desa Teluk dalem Ilir Kecamatan rumbia Kabupaten Lampung Tengah
Kedudukan akhlak dalam kehidupan manusia menempati posisi terpenting, apabila akhlak manusia itu baik, maka sudah di pastiakan ilmu yang dimiliki akan membuat sejahtera lahir dan batin. Dan sebaliknya, jika akhlak manusia itu buruk, maka buruk juga perangainya yang kemudian berdampak kepada kehidupan yang tidak pernah merasa sejahtera secara batin dan lahir. Ketika manusia mempunyai akhlak yang baik, dia akan merasa damai, bahagia, dan hidupnya selalu menjadi seseorang yang periang.
Adapun pendapat diatas membuktikan bahwa begitu pentingnya pendidikan akhlak pada remaja yang dilaksanakan dalam keluarga, karena keluarga merupakan unit terkecil yang mempunyai dampak sangat besar untuk membentuk karakter remaja.
Berdasarkan pembahasan di atas, hasil penelitian ini setelah dilakukan wawancara, observasi dan dokumentasi menunjukan bahwa sangat penting
dilakukan pembinaan akhlak remaja dalam keluarga sehingga dalam implementasinya bisa sesuai dan selaras dengan nilai-nilai agama Islam.
Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan ada beberapa metode yang di gunakan oleh orang tua untuk membina akhlak remaja yaitu sebagai berikut:
1. Pendidikan Dengan Metode Keteladanan
Metode keteladanan yang diterapkan oleh orangtua didalam keluarga lebih ditekankan kepada akhlak perilaku yang berhubungan dengan orangtua lebih khususnya. Hal ini mengacu pada ketaatan kepada Allah SWT seperti, shalat, puasa, dan ibadah lainya yang menghubungkan hamba dengan Rabnya. Dalam metode ini sudah menjadi kewajiban orangtua untuk memberikan keteladanan kepada remaja. Contoh praktisnya seperti, berpakaian yang sopan, berbicara yang sopan dan bergaul dengan baik dengan saudara-saudaranya terlebih dengan yang lebih tua.
Dalam pelaksanaanya, penerapan metode keteladanan di dalam keluarga wajib dilakukan oleh orangtua melihat kondisi remaja sekarang yang berfikir lebih kritis terhadap permasalahan yang dihadapi. Sehingga remaja tidak akan mudah luluh dan mengikuti hanya dengan perkataan saja.
Bapak Sumari yang mempunyai anak perempuan berusia 16 tahun yang bernama Tari, Tari cenderung menirukan Ibunya dalam berperilaku. Ketika ibunya tanpa sengaja berbicara dengan suara lantang maka Tari menirukanya. Dan itu Tari lakukan ketika dia sedang marah, walaupun itu berbicara dengan orang tuanya. Dari kejadian itu ibunya Tari mulai menghilangkan kebiasaan yang kurang
baik tersebut. sehingga Tari juga berubah perilaku dan cara berbicara.52
Dari hasil wawancara dengan Bapak Sumari dapat ditarik kesimpulan bahwa orangtua sangat berpengaruh terhadap pendidikan akhlak di dalam rumah. Karena apa yang di lakukan oleh orangtua besar kemungkinan untuk di tiru dan di lakukan juga oleh remaja.
Tari mengaku bahwa memang benar tanpa disadari dia menirukan cara berperilaku dan berbicara Ibunya. Tapi setelah Ibunya menyadari bahwa apa yang dilakukan salah dan mulai memperbaikinya Tari perlahan juga memperbaiki diri dengan cara tidak melakukan hal-hal yang pernah dilakukan dahulu.53
Dari hasil wawancara dengan Tari bisa ditarik kesimpulan bahwa remaja biasa menirukan perilaku orangtua ketika berada di rumah baik itu perilaku baik ataupun perilaku yang kurang baik.
2. Pendidikan Dengan Metode Kebiasaan
Pendidikan model ini sangat berkaitan dengan kebiasaan perilaku orangtuanya. Bahkan ketika anak masih berada di rahim ibu, model pendiidkan ini sudah bekerja. Apa yang dilakukan oleh Ibu maka besar kemungkinan ketika remaja akan menirukanya. Pendidikan kebiasaan yaitu dengan membiasakan berperilaku yang baik seperti, shalat tepat waktu, berbicara yang baik dan sopan, tidak menyakiti perasaan orangtua ataupun saudaranya.
Bapak Kurdi yang mempunyai anak berumur 17 tahun mengatakan bahwa metode pendidikan kebiasaan menjadi salah satu cara untuk mengaplikasikan pendidikan akhlak dalam kehidupan sehari-hari.
52 Bapak Sumari, salah satu kepala keluarga di Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia RT 003 RW 002 yang dilakukan pada tanggal 14 Mei 2019.
53 Dewi Utari, anak Bapak Sumari yang berada di Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia RT 003 RW 002 yang dilakukan pada tanggal 14 Mei 2019.
Salah satu contoh kecil pendidikan akhlak menggunakan metode kebiasaan ialah membiasakan remaja untuk melakukan hal-hal kecil, seperti membiasakan remaja untuk duduk ketika minum, menggunakan tangan kanan ketika makan.54
Dari hasil wawancara penulis kepada narasumber, pendidikan kebiasaan ini yang paling dominan dan berpengaruh terhadap gaya hidup dan perilku remaja. Karena dengan metode ini, remaja melakukan hal-hal yang baik tanpa merasakan ada paksaan dari orangtuanya, artinya dengan dengan kebiasaan yang dialami oleh remaja dari di dalam kandungan tanpa disadari telah membentuk karakter seseorang.
Sepakat dengan apa yang dikatakan Bapaknya, Elsa mengatakan jika hal-hal yang dia lakukan dalam kehidupan sehari-hari adalah perilaku yang sudah biasa ia lakukan dari kecil dan sudah mendarah daging. Sebab itulah, kebiasaan menjadi salah satu yang mempengaruhi anak dalam bersikap.55
Metode pembiasaan ini orangtua praktikkan guna melengkapi metode keteladanan. Karena kedua metode ini sangat mirip. Bedanya metode keteladanan akan memudar jika tidak diiringi dengan kebiasaan-kebiasaan yang baik yang mendukung kedua metode ini.
Metode keteladanan ini akan terasa sangat memberatkan dan menyiksa remaja apabila tidak dibiasakan dan direalisasikan dikehidupan sehari-hari. Dengan metode ini harapanya remaja dapat membiasakan bersikap yang baik didalam lingkungan keluarga, sahabat, dan lingkungan masyarakat.
54 Bapak Kurdi, salah satu kepala keluarga di Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia RT 003 RW 002 yang dilakukan pada tanggal 14 Mei 2019.
55 Elsa Fauzi, anak dari Bapak Kurdi yang berada di Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia RT 003 RW 002 yang dilakukan pada tanggal 14 Mei 2019.
3. Pendidikan Dengan Nasihat
Metode ini disampaikan oleh orangtua dalam bentuk memotivasi.
Metode nasehat sangat efektif dalam pembentukan karakter remaja. Metode nasehat hanya diberikan kepada remaja yang melanggar peraturan dalam keluarga, dalam artian ketika suatu kebenaran telah tersampaikan kepadanya, mereka tidak mau menerima kebenaran itu dan lebih memilih untuk melakukanya. Hal ini menunjukan bahwa emosi seseorang tersebut kurang stabil, karena pada umumnya remaja akan merasa bahagia jika di puji, dan akan merasa kecewa ketika dinasehati dan di ungkapkan kesalahamya.
Metode nasihat ini cenderung memberikan ungkapan yang bersifat memotivasi agar remaja selalu dengan senang hati untuk memperbaiki akhlaknya. Dengan begitu orangtua dan remaja bisa selaras dalam pemikiran mengenai akhlak.
Bapak Hariyadi yang mempunyai anak berumur 15 tahun mengutarakan bahwa nasihat adalah metode yang pas untuk di gunakan dalam mengingatkan kesalahan remaja. Dengan cara penyampaian yang lembut dan nada bicara yang halus membuat remaja mudah menerima arahan dan kritikan yang diberikan oleh orangtuanya.56
Dari hasil wawancara tesebut diketahui bahwa metode nasihat sangat cocok diterapkan untuk mendidik remaja. Karena remaja lebih emosional dan sering terbawa arus pergaulan lingkungan.
Senada dengan apa yang dikatakan oleh Bapaknya, Anggun mengatakan bahwa metode nasihat sangat mempengaruhi emosionalnya yang kemudian membentuk perilakunya secra alami.
56 Bapak Hariyadi, salah satu kepala keluarga di Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia RT 003 RW 002 yang dilakukan pada tanggal 14 Mei 2019.
Karena menurut saya, ketika saya dinasihati oleh orangtua dan nasihat itu membekas didalam hati.57
Berdasarkan hasil wawancara dengan Anggun, bisa ditarik kesimpulan bahwa nasihat yang diberikan orangtua kepada anaknya akan membekas dan diingat semasa hidupnya jika nasihat itu pas dan sesuai sasaran.
4. Pendidikan Dengan Pengawasan
Orangtua adalah cctv tercanggih untuk melihat dan mengawasi pergaulan remaja. Usia remaja adalah usia dimana remaja selalu merasa penasaran dengan hal-hal yang baru ditemuinya.
Menurut Bapak Tumiran, mengawasi pergaulan remaja lebih sulit dibandingkan dengan mencari nafkah. Karena jika terlalu dikekang remaja biasanya akan bersikap lebih agresif dan menentang orangtuanya. Namun ketika orangtua lengah dalam hal pengawasan remaja akan bertindak melebihi kapasitas umurnya dan biasanya melanggar norma-norma agama.58
Dari hasil wawancara di atas, remaja adalah pribadi yang sangat sensitif, jika orangtua salah dalam menegur atau mengingatkan remaja akan tersinggung. Maka orangtua harus hati-hati dalam mengawasi remaja dan menyampaikan teguran dengan kata-kata yang tidak menyakiti perasaan remaja.
Senada dengan yang diucapkan Bapaknya, Ajeng mengatakan bahwa remaja pada dasarnya merasa senang jika ada yang memeperhatikanya, terlebih perhatian tersebut dari orangtua.Namun, remaja tidak merasa nyaman jika perhatian yang diberikan orangtua bersifat mengekang anaknya.karena menurut Ajeng, masa remaja adalah masa mengeksplor dunia. Sebagai orangtua cukup memberikan
57 Anggun Saputri, anak Bapak Hariyadi yang brada di Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia RT 003 RW 002 yang dilakukan pada tanggal 14 Mei 2019.
58 Bapak Tumiran, salah satu kepala keluarga di Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia RT 003 RW 002 yang dilakukan pada tanggal 15 Mei 2019.
kepercayaan kepada anaknya yang berusia remaja untuk mengeksplor dunianya, namun tetap dalampengawasan oleh orangtua.59
Pengawasan tidak hanya dilakukan oleh orangtua, tapi saudara- saudaranya bisa membantu orangtua untuk mengawasinya. Dengan adanya pengawasan tersebut diharapkan bisa membuat remaja lebih nyaman dan terjaga. Karena apapun yang dilakukan oleh orangtua bertujuan untuk membahagiakan anaknya. Hanya saja orangtua tidak rela membiarkan anaknya berada dalam kekeliruan akhlak karena lengahnya pengawasan dari orangtuanya.
Pada dasarnya di usia remaja sangat suka bila ada yang memperhatikan dan peduli, terlebih yang memberikan perhatian itu orangtuanya. Ketika komunikasi antara orangtua dan remaja terjalin dengan baik, maka besar dampaknya untuk mempengaruhi psikologis anak, dan anak menjadi merasa bahwa dia harus bersikap baik karena orangtuanya jauh lebih baik bersikap kepada dia.
5. Pendidikan Dengan Hukuman
Metode hukuman perlu diterapkan ke remaja , karena remaja masih suka melanggar, contoh kecil ketika dalam keluarga membuat peraturan bahwa harus membaca Alqur’an sehabis shalat maghrib, ketika peraturan itu dilanggar maka harus siap dengan hukumanya. Metode hukuman diterapkan semata-mata bukan karena orangtua marah atau jengkel, tetapi metode ini dipakai disaat-saat tertentu jika memang dibutuhkan. Karena di dalam
59 Ajeng Puspa lestari, anak Bapak Tumiran yang brada di Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia RT 003 RW 002 yang dilakukan pada tanggal 15 Mei 2019.
sebuah keluarga harus ada yang disegani oleh remaja, dengan begitu remaja akan bisa mengontrol sikapnya.
Bapak Gunawan mengucapkan bahwa didalam keluarganya diterapkan metode hukuman. Metode ini dilihat sangat ampuh untuk memberi efek jera kepada anaknya. Sebagai seorang petani jika saya tidak tegas dalam mendidik anak, saya takut jika anak saya tidak bisa menghargai saya kelak ketika saya sudah tua dan tidak bisa apa-apa.
Dengan saya berikan pendidikan akhlak harapanya anak saya bisa mengaplikasikan di hidupnya, menghargai orang-orang yang sudah berjasa dengan hidup dia.60
Dari perkataan Bapak Gunawan bisa diambil kesimpulan bahwa, pendidikan akhlak dengan menggunakan metode hukuman salah satunya mengajarkan remaja untuk menyadari dan mengerti, sehingga kelak remaja tidak akan berbuat semena-mena dan akan tetap menghargai jasa orang- orang yang telah mengajarkan kebaikan kepadanya.
Senada dengan apa yang diucapkan oleh Bapaknya, Lutvia mengatakan bahwa hukuman yang diberikan oleh orangtuanya merupakan cara untuk mengingatkan kepada anaknya bahwa anaknya telah melakukan suatu kesalahan. Karena sejatinya orangtua hanya takut jika anaknya yang sudah remaja merasa sudah bisa melakukan semua hal tanpa bantuan orang lain, yang kemudian membuat dirinya sombong dan acuh.61
Dari hasil wawancara di atas bisa ditarik kesimpulan bahwa hukuman yang diberikan orangtua bertujuan mengingatkan anaknya ketika anaknya melakukan suatu kesalahan.
Wawancara dengan Bapak Dumok yang sudah dilakukan oleh penulis, ditemukan bahwa di RT 003 RW 002 yang memiliki remaja usia 12-18 tahun berjumlah 10 keluarga. Karena dilingkungan dusun ini kebanyakan adalah anak-anak kisaran usia 5-10 tahun dan sisanya sudah remaja akhir yang usianya 20 tahun keatas. Jika berbicara
60 Bapak Gunawan, salah satu kepala keluarga di Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia RT 003 RW 002 yang dilakukan pada tanggal 15 Mei 2019.
61 Lutvia Kencana, anak Bapak Gunawan yang brada di Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia RT 003 RW 002 yang dilakukan pada tanggal 15 Mei 2019.
tentang akhlak, memang benar adanya bahwa remaja cenderung akan menirukan perilaku Ibu/Bapaknya didalam rumah. Dalam penerapan pendidikan akhlak di dalam keluarga, para orangtua biasanya mempunyai caranya sendiri, misal mendidik anak dengan cara pembiasaan bahkan hukuman jika itu memang diperlukan.62
Dari kelima metode yang penulis teliti hampir semua diterapkan guna untuk memberikan pendidikan akhlak kepada remaja. Harapanya ketika orangtua sudah berusaha semampunya untuk memberikan pendidikan yang baik sedari dalam keluarga, kelak anaknya bisa mempunyai akhlak yang baik pula yang bisa menjaga dirinya sendiri dan menjaga nama baik keluarganya.
C. Analisis Data Tentang Implementasi Pendidikan Akhlak Pada Remaja Dalam Keluarga Di Desa Teluk dalem Ilir Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah
Pada bab ini akan dibahas mengenai pengolahan data dan analisi data yang diperoleh penulis melalui penelitian lapangan yang terdiri dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Pengolahan data ini penulis lakukan dengan cara wawancara dan observasi kepada orang tua, remaja, dan ketua RT di RT 003 RW 002 yang mempunyai anak usia 12-18 tahun di Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia Kabupaten Lampung Tengah.
Penulis akan menganilisi data dengan cara : a) reduksi data, yaitu mengumpulkan data dari lapangan, kemudian merangkum dan momfokuskan kepada hal-hal yang pokok. Dengan demikian data yang direduksi akan memberi gambaran yang jelas, sehingga mempermudah penulis untuk
62 Bapak Ahmad Dumok, Ketua RT 003 RW 002 di Desa Teluk Dalem Ilir Kecamatan Rumbia RT 003 RW 002 yang dilakukan pada tanggal 14 Mei 2019.