• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II. TINJAUAN PUSTAKA

B. Tinjauan Empiris

Penelitian terdahulu merupakan cara untuk mendapatkan bahan perbandingan dan acuan, yang berikutnya untuk mendapatkan pedoman dalam melakukan penelitian selanjutnya, selain itu kajian terdahulu bisa mendukung dalam memposisikan penelitian, meyakinkan keaslian dari penelitian. Tujuannya untuk mengetahui bangunan keilmuan yang sudah diletakkan oleh orang lain. Sehingga penelitian yang akan dilakukan benar benar baru dan belum diteliti orang lain sehingga dapat diselesaikan dengan mencari penelitian secukupnya yang lebih luas.

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

NO Nama

peneliti dan tahun Penelitian

Judul Penelitian

Variabel (kuantitatif)

Alat Analisis

Hasil Penelitian

1 Sumanti Irene Chiristiani Rumawas Wehelmina , mukuan Danny,D.S.

(2018)

Pengaruh penempatan kerja terhadap prestasi kerja karyawan pada PT.FIFGROUP Cabang Manado

Penempatan kerja dan prestasi kerja

Jenis

penelitian ini digunakan adalah Kuantitatif Asosiatif

Hasil

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penempatan kerja

terhadap kinerja

karyawan PT.

Kabin FiFGROUP metode penelitian yang digunakan adalah kuantitatif asosiatif dan pengumpulan data

dilakukan dengan servei

2. Darwis (2017)

Pengaruh disiplin kerja dan

penempatan pegawai terhadap prestasi kerja pegawai sekretariat daerah

kabupaten kutai timur

Disiplin kerja dan

penempatan kerja

Jenis

penelitian ini Regresi linear berganda

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh(pen didikan ,pelatihan,mut asi,

Promosi dan stress kerja )

3 Hardono,ind ra ,Nasrul, Herni widiya,harta ti yenni (2019)

Pengaruh penempatan dan beban kerja terhadap

motivasi kerja dan dampaknya pada prestasi kerja pegawai

Penempatan dan beban kerja terhadap motivasi kerja

Jenis

penelitian ini regresi linear berganda

Penelitian ini bertjuan untuk mengetahui pengaruh penempatan dan beban kerja terhadap motivasi kerja pegawai dinas tenaga kerja dan mobilitas penduduk batam baik secara simultan maupun secara persial

4. Tinambunan ,bobby, Andry,seno (2020)

Penempatan kerja terhadap prestasi kerja bagian pegawai ADMINISTRASI (Studi pada kantor pusat PT.perkebunan Nusantara v pekan baru )

Penempatan kerja dan prestasi kerja bagian administrasi

Jenis penelitian ini deskriptif kuantitatif Menggun akan SPSS

Hasil dari penelitian ini permasalahan dalam

penelitian ini adalah prestasi kerja yang

diberikan karyawan yang belu maksimal dilihat dari tingkat absensi pegawai yang setiap

tahunnya selalu ada perubahan dan bahkan meningkat hal ini diduga dipengaruhi oleh

penempatan kerja yang kurang tepat 5. Benny

Usman (2019)

Pengaruh penempatan pegawai terhadap prestasi kerja pegawai pada kantor media lintas Indonesia kota

Palembang

Penempatan pegawai dan prestasi kerja pegawai

Jenis

penelitian ini metode kuantitatif deskriftif objek penelitian yang dinyatakan dalam bentuk angka menggunak an SPSS

Hasil

penelitian ini menunjukkan bahwa secara persial

variabel penempatan pegawai berpengaruh signifikan terhadap prestasi kerja pegawai kantor media lintas

Indonesia kota

Palembang

C. Kerangka Pikir

Kerangka pikir adalah sebuah model atau gambaran yang berupa konsep yang didalamnya menjelaskan tentang hubungan antara variabel yang satu dengan variabel yang lainnya. Kerangka berpikir ini juga dapat dikatakan sebagai rumusan–rumusan yang sudah dibuat berdasarkan dengan proses deduktif dalam rangka menghasilkan beberapa konsep dan juga proposisi yang digunakan untuk memudahkan seorang peneliti merumuskan hipotesis penelitiannya. Bussines Research,(1992) dalam (Sugiono,2010) didalam bukunya menyatakan bahwa kerangka berfikir ini adalah suatu model konseptual mengenai bagaimana teori berhubungan itu dengan segala macam faktor yang telah atau sudah diidentifikasi yakni sebagai masalah yang penting.

Penempatan kerja memainkan peran penting dalam menentukan prestasi kerja karyawan disuatu perusahaan. Dikatakan penting karna prosedur penempatan kerja merupakan suatu urutan kronologis untuk mendapatkan pegawai yang tepat pada posisi yang tepat pula,ketika fungsi penempatan tidak dilakukan secara benar akan berdampak terhadap pencapaian tujuan perusahaan beberapa faktor yang harus dipertimbangkan dalam penempatan kerja yaitu prestasi akademik, pengalaman, kesehatan fisik dan mental, status perkawinan dan usia.

Penempatan kerja karyawan atau pegawai merupakan suatu kebijakan perusahaan atau organisasi untuk menyalurkan kemampuan karyawan atau pegawai pada posisi pekerjaan yang paling sesuai dengan kebutuhan jabatan, pengetahuan, keterampilan, dan juga kemampuan karyawan tersebut agar memperoleh kepuasan kerja dan prestasi kerja.

Adapun indikator prestasi kerja yang perlu diperhatikan yaitu hasil kerja, pengetahuan, insiatif, kecekatan mental, sikap dan disiplin. Pelaksanaan penilaian prestasi kerja penting dilaksanakan guna mendukung pihak manajemen dalam menentukan kenaikan upah pemindahan maupun pemutusan hubungan kerja.

Gambar 2.1 Bagan Kerangka pikir

Penempatan Kerja (X)

(Sumber:Yunarsih dan Suwanto ( 2008:75)

1. Prestasi akademik 2. Pengalaman 3. Kesehatan fisik

dan mental 4. Status

perkawinan 5. Usia

Prestasi Kerja (Y)

( Sumber : Sutrisno 2014)

1. Hasil kerja 2. Pengetahuan 3. Inisiatif 4. Kecekatan

mental 5. Sikap 6. Disiplin

D. Hipotesis

Berdasarkan dengan kerangka pikir merumuskan hipotesis sesuai dengan batas penelitian yang telah diuraikan adalah

Kesesuaian Penempatan Kerja Berpengaruh Positif dan Signifikan Terhadap Prestasi Kerja Karyawan Pada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru.

36

BAB III

METODE PENELITIAN

A. Jenis Penelitian

Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif.

penelitian kuantitatif adalah penelitian yang pengambilan keputusan merujuk pada angka, dan menggunakan analisis statistik. Jenis pendekatan penelitian kuantitatif karna dalam peroses pengambilan keputusan dalam hasil penelitian didasarkan pada angka-angka yang diregulasikan dengan observasi dalam penelitian.

B. Lokasi dan Waktu Penelitian 1. Lokasi

Penelitian mengambil tempat di kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru yang beralamat di Jl. HM Saleh Lawa No.28, Sumpang Binangae, Kec. Barru, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

2. Waktu

Waktu penelitian ini dilaksanakan selama 2 bulan dari bulan Maret sampai April 2022

C. Jenis dan Sumber Data 1. Jenis Data

Jenis data penlitian ini terdiri dari:

a. Data kualitatif, adalah data yang diperoleh dari perusahaan dalam bentuk informasi baik secara lisan maupun secara tulisan.

b. Data kuantitatif, adalah jenis data yang dapat diukur atau dihitung secara lansung, yang berupa informasi dan penjelasan yang dinyatakan dengan bilangan atau berbentuk angka-angka.

2. Sumber Data

Yang dimaksud dengan sumber data dalam penelitian adalah subyek dari mana data dapat diperoleh dalam penelitian ini penulis menggunakan dua sumber data yaitu :

a. Data primer merupakan data yang lansung diperoleh dari sumber data pertama (informen inti) atau informasi yang diperoleh secara lansung dilokasi penelitian atau objek/subjek penelitian. Data primer yang dimaksud seperti kuesioner mengajukkan daftar pertanyaan kepada responden yang akan dijadikan sampel dalam penelitian.

b. Data skunder merupakan data dan sumber data yang diperoleh dari sumber kedua atau sumber yang tidak lansung memberikan data kepada pengumpul data, seperti dokumen dokumen, pengakuan- pengakuan atau hasil wawancara dengan pihak kedua( informen penguat data) seperti kepala kantor, Sekertaris beserta perangkatnya,dan hasil penelitian terdahulu yang dijadikan pembanding atau rujukan oleh peneliti.

D. Populasi dan Sampel 1. Populasi

Populasi adalah wilayah generalisasi yang terdiri atas objek atau subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peniliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulan (Sugiono,2012). Berdasarkan pendapat ahli tersebut,

populasi jenisnya merupakan populasi yang terbatas dan menurut sifatnya merupakan populasi yang homogen. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh karyawan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Barru yang berjumlah sebanyak 35 orang.

2. Sampel

Sampel yaitu devisi dari jumlah serta ciri yang dimiliki oleh populasi tersebut (Sugiono,2012). Adapun sampel dalam penelitian ini adalah karyawan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Barru dengan jumlah sebanyak 35 orang. Populasi dalam penelitian ini kurang dari 100, maka ada baiknya jika diambil seluruhnya karna bisa diperoleh keakuratan data dan kesimpulan penelitian (Nirmawaty,2008:173). Maka pengambilan sampel yaitu menggunakan teknik sampling jenuh.

E. Metode Pengumpulan Data

Untuk memperoleh data dan informasi yang diperlukan bahwa bahwa penulis menggunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut : 1. Penelitian Kepustakaan (Library Research)

Penelitian kepustakaan dilakukan berdasarkan pengumpulan dan penelaan beberapa literatur-literatur yang relavan sesuai permasalahan yang dikaji sehingga bisa menjadi acuan dalam penelitian ini.

2. Penelitian Lapangan (Field Research)

Pengumpulan data dalam penelitian lapangan melalui pengamatan ke lokasi penelitian. Adapun metode yang dipakai antara lain.

a.) Observasi yaitu teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan mengadakan pengamatan lansung ke lokasi penelitian.

b.) Kuesioner yaitu teknik pengumpulan data dengan mengajukan daftar pertanyaan kepada responden yang akan dijadikan sampel dalam penelitian.Kuesioner ini memakai metode tertutup,dimana bentuk pernyataan yang disertai alternative jawaban dan responden tinggal memilih salah satu dari alternative jawaban tersebut.

c.) Dokumentasi merupakan cara yang dilakukan agar memperoleh data disuatu perusahaan, sehingga akan mempermudah peneliti dalam mendapatkan informasi mengenai sejarah perkembangan istansi, struktur organisasi, pemberian tugas dan wewenang karyawan, studi pustaka dan sumber dari internet.

F. Definisi Oprasional Variabel dan Pengukuran

Variabel dalam penelitian ini terdiri dari dua variabel yaitu variabel (bebas) independen dan variabel (terikat) depeden dalam penilaian ini variabel bebasnya adalah penempatan kerja (X) dan variabel terikat adalah prestasi kerja (Y)

Definisi oprasional variabel adalah deskripsi dari semua variabel, indikator, item, dan ukuran yang digunakan dalam penelitian.

Tabel 3.1

Definisi Oprasional Variabel dan Pengukuran Variabel Uraian Indikator Skala Likert Penempat

an Kerja

(X)

Penempatan kerja atau (placement adalah tindak lanjut dari seleksi

karyawan dan media penentuan tugas karyawan dan didasarkan pada keahlian karyawan yang tentunya telahmelalui tahap tahap penyelesaian ruang lingkup yang telah ditetapkan oleh perusahaan serta mampu

mempertanggungjaw abkan segala resiko dan kemungkinan- kemungkinan yang akan terjadi atas tugas dan pekerjaan

1.)Prestasi akademik 2.)Pengalaman 3.) Kesehatan fisik dan mental 4.)Status perkawinan 5.) Usia

1.Sangat setuju( SS)

=( Skor 5) 2. Setuju (S)

=( Skor 4) 3.Kurang(KS) setuju

=(Skor 3) 4.Tidak setuju(TS)

=( Skor 2) 5.Sangat tidak setuju (STS)

=(Skor 1)

Prestasi Kerja

(Y)

Prestasi kerja merupakan hasil kerja atau output yang dicapai pekerja dalam

melaksanakan tugas yang diembannya berdasarkan

pengetahuan,keceka pan,pengalaman dan kesungguhannya, dimana proses hasil kerja karyawan disebut juga dengan istilah Performance Apparaical

1.) Hasil kerja 2.)Pengetahuan 3.) Inisiatif 4.) Kecekapan mental

5.) Sikap 6.) Disiplin

G. Metode Analisis Data

Analisis data merupakan proses penyederhanaan data dalam bentuk yang lebih mudah dibaca serta bertujuan menjawab pertanyaan-pertanyaan peneliti dalam mengungkap fenomena sosial tertentu. Dipenelitian kali ini memiliki variabel bebas dan terkait yaitu, variabel penempatan kerja terhadap prestasi kerja karyawan.

Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Analisis kuantitatif adalah metode yang bergantung pada kemampuan untuk menghitung data secara akurat, dimana data yang didapatkan yaitu data skunder yang dikumpulkan peneliti dari beragam sumber.dari data yang didapatkan lalu diolah menggunakan teknik analisis regresi linier sederhana dengan cara menganalisis data menggunakan statistic deskriptif uji hipotesis yang terdiri dari uji R² dan uji t dengan bantuan media computer melalui aplikasi IBM SPSS 25

1. Uji validitas dan Reliabilitas a. Uji Validitas

Uji validitas adalah prosedur untuk memastikan apakah kuesioner yang akan dipakai untuk mengukur variabel penelitian valid atau tidak. Kuisioner dapat dikatakan valid jika pernyataan pada kuisioner mampu untuk mengungkapkan sesuatu yang diukur oleh kuesioner tersebut. Untuk mengetahui item pertanyaan itu valid dengan melihat nilai Corrected Item Total Corelation. Apabila item pertanyaan mempunyai hitung > dari r tabel maka dikatakan valid .

b. Uji Reliabilitas

Uji reliabilias biasanya digunakan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dan variabel atau konstruk.

Suatu kuesioner dikatakan reliabel atau handal apabila jawaban seseorang terhadap pernyataan adalah konsisten atau stabil dari waktu ke waktu. Uji reliabilitas data dilakukan dengan menggunakan metode Crombach Alpha yakni suatu instrumen dikatakan reliabel bila memiliki koefisien keandalan reliabilitas sebesar 0, 60 atau lebih.

1.) Analisis Regresi Sederhana

Analisis regresi sederhana dilakukan guna mengetahui pengaruh dan (penempatan kerja) terhadap (prestasi kerja). Adapun bentuk umum persamaan regresi sederhana adalah :

y=a+β×

Dimana

Y : Prestasi Kerja a : Constanta

β : Koefisien Regresi X : Penempatan Kerja

H. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari dua macam yaitu (uji t) dan uji koefisien determinasi (R²).

a. Uji Koefisien Determinasi (R²)

Uji koefisien determinasi bertujuan untuk mengetahui kemampuan semua variabel independent dalam menjelaskan varibel

dependen. Secara sederhana koefisien dari determinasi akan dihitung dengan mengkuadratkan koefisien korelasi(R). Berarti hal ini menjelaskan kemampuan variabel independen menjelaskan variabel dependen atau seberapa besar pengaruh variabel dan pengaruh variabel lain.

b. Uji Persial (Uji t)

Pengujian dilakukan untuk mengetahui pengaruh masing-masing variabel independen secara persial terhadap variabel dependen, yang ditunjukkan oleh tabel coefficient. Jika nilai signifikan >0, 05 maka keputusannya adalah ditolak atau variabel independen secara persial tidak berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen. Sebaliknya jika nilai signifikan <0, 05 maka keputusannya diterima atau variabel bebas secara persial berpengaruh signifikan terhadap variabel terikat

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Gambaran Umum Objek Penelitian

1. Sejarah Singkat Kantor Kementrian Agama Kabupaten Barru

Kementrian Agama adalah kementrian yang bertugas menyelenggarakan pemerintahan dalam bidang agama. Usulan pembentukan Kementrian Agama pertama kali disampaikan oleh Mr.

Muhammad Yamin dalam rapat besar (sidang) Badan Penyelidik Usaha- Usaha Persiapan Kemerdekaan Inodesia (BPUPKI), tanggal 11 juli 194.

Dalam rapat tersebut Mr. Muhammad yamin mengusulkan perlu diadakannya kementrian yang istimewa, yaitu yang berhubungan dengan agama.

Pada zaman Belanda dan Jepang, urusan keagamaan, khususnya agama Islam ditangani oleh Het Kantoor voor Indlansche Zaken (Kantor usulan pribumi Islam) dan Shubumu (Kantor Urusan Agama). Setelah Indonesia merdeka awalnya urusan keagamaan di Indonesia ditangani oleh beberapa kementrian, yaitu Kementrian dalam Negri, Kementrian Kehakiman, dan Kementrian Pendidikan, Pengajaran, dan Kebudayaan.

Namun, pada tanggal 03 januari 1946 Persiden RI Ir. Suekarno mengeluarkan keputusan tentang pembentukan Kementrian Agama RI dan mengangkat H.M. Rasyidi sebagai Menteri Agama RI yang pertama.

Di Sulawesi Selatan, berdirinya departemen agama diprakarsai oleh K.H Faqih Usman (Pejabat Depeartemen Agama Pusat) bersama K.H. Abdurahman Ambo Dalle pada tahun 1950. Ketika itu bernama Jawatan Urusan Agama(JAURA) yang berkedudukan di Makassar dan

44

menangani Provinsi Sulawesi Selatan dan Tenggara. Kepala Jawatan Urusan Agama yang pertama di jabat oleh K.H.M. Syukri Gazali (1950- 1952), lalu pada tahun 1967 Kantor Jawatan Urusan Agama berubah menjadi Kantor Perwakilan Departemen Agama Provinsi Sulawesi Selatan dengan kepala kantor dijabat oleh K.H.Muh. Siri (1967-1970) dan pada tahun 1970 berubah menjadi Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Sulawesi Selatan dengan kepala kantor dijabat oleh H.Muh. Ali Mahbam Dg. Tojeng (1970-1975).

Sedangkan di Kabupaten Barru Kepala Perwakilan Departemen Agama Kabupaten Barru dijabat oleh K.H.Abd. Rasyid tahun 1969 sampai tahun 1975 dan diteruskan oleh H. Husain Aliyah dan pada tahun 1976 berubah menjadi Departemen Agama Kabupaten Barru. Dra, Hj.

Mardawiyah Nawing (2003-2008) Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Barru. Drs. H. Muhammad Jafar (2009-2012) Menjabat sebagai Kepala Kantor Departemen Agama Kabupaten Barru. Seiring berjalannya waktu Kantor Departemen Agama Kabupaten Barru berubah menjadi Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru, Drs. H. Husain Abdullah, M.Ag sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru (2013-2015). Dr. H. Safaruddin, M. Ag (2016 – pada bulan Oktober 2020) menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru. Dr. H. Muh. Rasbi, SE,MM menjabat sebagai PLT Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru pada ( bulan November 2020- januari 2021). Saat ini yang menjabat sebagai Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru Dr. H. Jamaruddin, S.Ag.M.Ag.

2. Visi dan Misi Organisasi Kantor Kementrian Agama Kabupaten Barru a. Visi Kantor Kementrian Agama Kabupaten Barru

Terwujudnya masyarakat barru taat beragama, rukun, cedas, mandiri dan sejahtera lahir batin.

b. Misi Kantor Kementrian Agama Kabupaten Barru 1. Meningkatkan kualitas kehidupan beragama.

2. Meningkatkan kualitas kerukunan umat beragama.

3. Meningkatkan kualitas RA, madrasa, pendidikan agama dan pendidikan keagamaan.

4. Meningkatkan kualitas penyelenggara ibadah haji.

5. Mewujudkan tata kelolah kepemerintahan yang bersih dan berwibawa.

3. Struktur Organisasi dan Job Description Kantor Kementrian Agama Kabupaten Barru.

KEPALA KANTOR Dr. H. JAMARUDDIN,

S.Ag.,M.ag

KASUBAG TATA USAHA H. HUSNI ABBAS, S.Ag.,MA

KASI BIMAS ISLAM H.MAQBUL,S.Ag

KASI PHU Drs.

MUH.BASRI,MA

KASI PENMAD H. SYAMSUL BAHRI, S.Ag.,

Ma

KASI PD PONTREN

Dra.

MUJENNIATI

KASI PAIS Dr. H.

MUHLIS HAKIM, M.pd

PENYELENGGAR A ZAKAT DAN

WAKAF H.MUHAMMAD

SUBHAN,S.PD.I

KEPALA KUA KEC.BARRU

H.

MUHAMMAD IDRIS, M.pd

KEPALA MIN BARRU

BASMAN T,S,Pd.I.,M.Pd

KEPALA KUA KEC.TANETE

RILAU ZULKIFLI ,S.Ag

KEPALA KUA KEC. TANETE

RIAJA SYAMSURYA SYAFIIN,S.Th.I

KEPALA KUA KEC PUJANANTING

M.RISA ,S.Th.I KEPALA KUA

KEC. BALUSU Dra. H. HUSNI KEPALA KUA

KEC. SOPPENG RIAJA BAHARUDDIN,

S.Ag KEPALA KUA

MALUSETTASSI H. MUHAJIRIN ,

S.AG.MH

1. Kepala Kantor

a. Bertanggung jawab kepada Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru.

b. Mengkoordinir dan mengawasi kegiatan para staf di Kantor Kementerian Agama Kabupaten Barru.

c. Menandatangani surat-surat yang masuk setelah mendapatkan bubuhan tandatangan dari bagian tata usaha.

d. Menghimpun kegiatan Kantor Kementrian Agama Kabupaten Barru.

2. Sub. Bagian Tata Usaha (SUBAG.TU)

a. Melakukan pelayanan, pembinaan dan bimbingan tugas pokok seksi tata usaha

b. Bertanggung jawab atas seksi tata usaha melakukan penyusunan laporan kegiatan seksi tata usaha (TU)

c. Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh kepala kantor atau atasan.

3. Seksi Pendidikan Madrasah.

a. Penyiapan perumusan kebijakan teknisi dan perencanaan di bidang pendidikan madrasah

b. Melakukan pelayanan, bimbingan teknis, pembinaan, serta pengelolaan data dan informasi di bidang RA,MI,MTs,MA, dan MAK.

c. Pelaksanaan pelayanan, bimbingan dan penyiapan pembinaan di bidang kurikulum dan evaluasi, pendidikan dan tenaga kependidikan, sarana dan prasarana, pengembangan

potensi siswa, kelembagaan, kerjasama, dan pengelolaan sistem, informasi pendidikan madrasah.

4. Seksi Bidang Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren.

a. Penyiapan perumusan kebijakan teknis dan perencanaan di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren.

b. Pelaksanaan pelayanan, bimbingan, dan pembinaan dan bidang pendidikan madrasah diniyah takmiliyah, diniyah, dan kesetaraan, pendidikan pesantren dan pendidikan al- Qur’an serta pengelolaan sistem informasi pendidikan diniyah dan pondok pesantren.

c. Evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pendidikan diniyah dan pondok pesantren.

5. Seksi Pendidikan Agama Islam (PAIS)

a. Penyiapan perumusan kebijakan teknis dan perencanaan di bidang pendidikan agama islam

b. Pelaksanaa pelayanan, bimbingan, dan pembinaan di bidang pendidikan agama islam pada pendidikan anak usia dini (PAUD), taman kanak- kanak (TK), sekolah dasar/ sekolah dasar luar biasa (SD/SDLB), sekolah menengah pertama / sekolah menengah pertama luar biasa ( SMP/SMPLB), sekolah menengah atas/sekolah menengah atas luar biasa/sekolah menengah kejuruan (SMA/SMALB/SMK), dan pengelolaan sistem informasi pendidikan agama islam.

c. Evaluasi dan penyusunan laporan di bidang pendidikan agama islam.

6. Seksi Penyelenggara Haji dan Umrah.

a. Penyiapan perumusan kebijakan teknis dan perencanaan di bidang penyelenggaraan haji dan umrah

b. Penyiapan pelayanan, bimbingan dan pembinaan di bidang pendaftaran, dokumen, akomodasi, transportasi, perlengkapan haji, dan pembinaan, jamaah haji dan umrah, serta pengelolaan sistem informasi haji dan umrah

c. Evaluasi dan penyusunan laporan di bidang penyelenggaraan haji dan umrah.

7. Seksi Bimas Islam.

a. Melakukan pelayanan, pembinaan, dan bimbingan tugas pokok seksi bimas islam.

b. Melakukan penyusunan kegiatan pemberdayaan dan pengembangan aturan dan perkawinan.

c. Melakukan penyusunan kegiatan pelayanan kepenghuluan.

d. Melakukan penyusunan kegiatan pelayanan hisab dan rakyat.

e. Melakukan penyusunan kegiatan bendahara menerima biaya pencatatan NR

f. Melakukan pelayanan penasehat perkawinan.

8. Penyelenggara Syariah

a. Melaksanakan pelayanan dan bimbingan pengembangan MTQ dan pembinaan sarana.

b. Melakukan pelayanan dan bimbingan kerukunan ummat beragama

c. Pelaksanaan pelayanan urusan publikasi dakwah dan HBI

d. Melakukan pelayanan urusan penyuluh dan bimbingan dakwah.

e. Melakukan pelayanan urusan pemberdayaan masjid.

f. Melakukan pelayanan urusan siaran dan tamaddum.

B. Deskripsi Data Variabel Penelitian

1) Frekuensi Jawaban Responden Variabel Penempatan Kerja (X) Frekuensi jawaban responden pada variabel penempatan kerja disajikan pada tabel 4.1. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi variabel penempatan kerja terdiri dari 8 pernyataan. Jika dilihat dari hasil analisis diketahui bahwa yang memiliki mean tertinggi yaitu X.6 dengan angka 4.26%, sedangkan yang memiliki mean terendah yaitu X.8 dengan angka 4.03%.

Tabel 4.1 Distribusi Jawaban Responden Variabel Penempatan Kerja (X)

Indikator

Skala Pengukuran

Mean 1

(STS)

2 (TS)

3 (KS)

4 (S)

5

(SS) Jumlah

Frek. % Frek. % Frek. % Frek. % Frek. % Frek. %

X.1 0 0 0 0 6 17.1% 15 42.9% 14 40.0% 35 100.0% 4.23%

X.2 0 0 1 2.9% 3 8.6% 23 65.7% 8 22.9% 35 100.0% 4.09%

X.3 0 0 0 0 2 5.7% 24 68.6% 9 25.7% 35 100.0% 4.20%

X.4 0 0 1 2.9% 2 5.7% 24 68.6% 8 22.9% 35 100.0% 4.11%

X.5 0 0 0 0 5 14.3% 19 54.3% 11 31.4% 35 100.0% 4.17%

X.6 0 0 0 0 1 2.9% 24 68.6% 10 28.6% 35 100.0% 4.26%

X.7 0 0 2 5.7% 4 11.4% 18 51.4% 11 31.4% 35 100.0% 4.09%

X.8 0 0 0 0 6 17.1% 22 62.9% 7 20.0% 35 100.0% 4.03%

Rata-rata 4.14%

Sumber : Data diolah, 2022

2) Frekuensi Jawaban Responden Variabel Prestasi Kerja (Y) Frekuensi jawaban responden pada variabel prestasi kerja disajikan pada tabel 4.2. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa distribusi frekuensi variabel prestasi kerja terdiri dari 10 pernyataan.

Jika dilihat dari hasil analisis diketahui bahwa yang memiliki mean tertinggi yaitu Y.1 dengan angka 4.54%, sedangkan yang memiliki mean terendah Y.10 dengan angka 3.80%.

Tabel 4.2 Distribusi Jawaban Responden Variabel Prestasi Kerja (Y)

Indikator

Skala Pengukuran

Mean 1

(STS)

2 (TS)

3 (KS)

4 (S)

5

(SS) Jumlah

Frek. % Frek. % Frek. % Frek. % Frek. % Frek. %

Y.1 0 0 0 0 3 8.6% 10 28.6% 22 62.9% 35 100.0% 4.54%

Y.2 0 0 0 0 0 0 17 48.6% 18 51.4% 35 100.0% 4.51%

Y.3 0 0 0 0 3 8.6% 16 45.7% 16 45.7% 35 100.0% 4.37%

Y.4 0 0 0 0 5 14.3% 17 48.6% 13 37.1% 35 100.0% 4.23%

Y.5 1 2.9% 0 0 4 11.4% 18 51.4% 12 34.3% 35 100.0% 4.14%

Y.6 1 2.9% 1 2.9% 4 11.4% 17 48.6% 12 34.3% 35 100.0% 4.09%

Y.7 1 2.9% 1 2.9% 3 8.6% 18 51.4% 12 34.3% 35 100.0% 4.11%

Y.8 0 0 2 5.7% 4 11.4% 18 51.4% 11 31.4% 35 100.0% 4.09%

Y.9 1 2.9% 3 8.6% 4 11.4% 13 37.1% 14 40.0% 35 100.0% 4.03%

Y.10 5 14.3% 0 0 7 20.0% 8 22.9% 15 42.9% 35 100.0% 3.80%

Rata-rata 4.19%

Sumber : Data diolah, 2022

C. Analisis dan Pembahasan 1. Uji Validitas

Uji validitas digunakan untuk mengukur sah atau valid tidaknya suatu kuesioner. Kriteria yang digunakan untuk menyatakan suatu instrument dianggap valid atau layak digunakan dalam pengujian hipotesis apabila Corrected Item-Total Correlation lebih besar dari r- tabel atau df = (N-2) = 0.333

Tabel 4.3 Hasil Uji Validitas Variabel Item Corrected item-

total correlation r-

tabel Ket.

Penempatan Kerja (X)

X.1 0.837 0.333 Valid

X.2 0.756 0.333 Valid

X.3 0.848 0.333 Valid

X.4 0.754 0.333 Valid

X.5 0.947 0.333 Valid

X.6 0.775 0.333 Valid

X.7 0.782 0.333 Valid

X.8 0.753 0.333 Valid

Prestasi Kerja (Y)

Y.1 0.450 0.333 Valid

Y.2 0.621 0.333 Valid

Y.3 0.452 0.333 Valid

Y.4 0.611 0.333 Valid

Y.5 0.450 0.333 Valid

Y.6 0.700 0.333 Valid

Y.7 0.621 0.333 Valid

Y.8 0.512 0.333 Valid

Y.9 0.594 0.333 Valid

Y.10 0.345 0.333 Valid

Sumber : Data diolah, 2022 2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas dimaksudkan untuk mengukur suatu kuesioner yang merupakan indikator dari variabel. Reliabilitas diukur dengan uji statistik cronbach’s alpha (α). Suatu variabel dikatakan reliabel jika memberikan nilai cronbach’s alpha > 0.60. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel berikut:

Dokumen terkait