• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

B. Tinjauan Empiris

Dasar atau acuan berupa teori-teori penelitian sebelumnya merupakan hal yang perlu dapat dijadikan sebagai data pendukung.

Berikut merupakan penelitian terdahulu dari beberapa jurnal yang relevan dengan penelitian yang dilakukan.

Penlitian terdahulu dikemukakan dapat dilihat pada tabel dibawah ini:

Tabel 2.1 Penelitian Terdahulu

No Nama/Tahun Judul Jurnal Hasil Penelitian 1 Andi Atrianingsi,

Beddu Lahi, Sitti Mirsa (2017)

Peran pemerintah dalam

mengembangkan wisata malino sebagai “beautiful malino”

dikabupaten gowa

Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pemerintah Kabupaten Gowa dalam mengembangkan Malino sebagai daerah wisata di Kabupaten Gowa telah terlaksana dengan baik.

Dimana hasil yang dicapai karena pemerintah telah melaksanakan perannya sebagai motivator, fasilitator, dinamisator.

2 Anirwan (2019) Pengembangan potensi pariwisata

Adapun jenis metode penelitian ini menggunakan jenis kualitatif

di era otonomi daerah di kabupaten gowa

dengan hasil penelitian yaitu menunjukkan bahwa pertama Potensi pariwisata yang dapat dikembangkan di Kabupaten Gowa adalah Wisata Alam, Wisata Budaya, Wisata Belanja, Wisata Kuliner. Yang kedua

Upaya pemerintah

mengembangkan potensi pariwisata di Kabupaten Gowa adalah penguatan kebijakan pariwisata, Pembangunan Sarana dan Prasarana Pariwisata, Pengembangan SDM Pariwisata, Manajemen Pemasaran dan Promosi Pariwisata.

3 Dedek Albasir (2019)

Pengembangan objek wisata bukit pangonan dalam meningkatkan pendapatan masyarakat

perspektif ekonomi islam

Berdasarkan jenis penelitian kualitatif menjelaskan bahwa pengembangan objek wisata bukit pangonan dalam meningkatkan pendapatan masyrakat perpektif ekonomi islam di desa pajaresub

trinsewu lampung

pengembangan disektor kepariwisata di tingkatkan dengan cara mengembangkan dan mendayaguna sumber- sumber serta potensi kepariwisataan nasional maupun daerah memperluas dan memeratakan kesempatan berusa dan lapangan pekerjaan terutama bagi masyarakat setempat

4 Hago Intamar (2016)

Strategi

pengembangan pariwisata kabupaten Tana Toraja

Kesimpulan yang diperoleh yakni strategi untuk pengembangan pariwisata yang direncanakan oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan kabupaten Tana Toraja ada 7 strategi pokok yaitu : 1. Strategi dasar yang bersifat multipler efek atau strategi dengan berbagai efek, 2. Strategi terkait dengan pengelolaan interest pariwisata, 3. Strategi keterkaitan dan pengembangan produk, 4. Strategi pemantapan pemasaran, 5. Strategi pengembangan sumber daya manusia, 6. Strategi spasial pengembangan wisata, 7.

Staretgi pengembangan pariwisata bidang distribusi.

Adapun kesamaan dari penelitian ini yakni seperti yang sebelumnya bahwa sama-sama meneliti strategi yang dilakukan Dinas Pariwisata dan

Kebudayaan dalam pengembangan obyek wisata.

5 Ian Asriandy (2016)

Strategi

pengembangan obyek wisata air terjun bissapu di kabupaten

bantaeng

Peneitian ini menggunakan metode kualitatif dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bantaeng adalah Strategi sebagai Rencana. Adapun beberapa implementasi strategi

pengembangan yang

teridentifikasi yang dilakukan yakni, 1. Pengembangan yang dilakukan harus terfokus pada satu titik, 2. Keterlibatan semua elemen-elemen yang terkait, 3.

Mengidentifikasi secara menyeluruh terhadap obyek yang akan dikembangkan, 4.

Melakukan pelatihan-pelatihan baik pemandu wisata, pelaku wisata, dan pengelola wisata, 5.

koordinasi yang terus dilakukan kepada pemerintah dan warga

sekitar kawasan obyek wisata.

6 Khairunisa Afsari (2017)

Strategi

pengembangan pariwisata pantai pangandaran (Studi Kasus di Kabupaten

Pangandaran).

Jenis penelitian kualitatif dengan hasil Keamanan dan kenyamanan pantai yang terjamin, tempat wisata kuliner dan wisata belanja, saran dan prasaran yang cukup memadai serta sistem promosi yang sudah baik. Sedangkan kelemahan yang dimiliki yaitu kebersihan lingkungan pantai kurang baik, penataan pedagang dan warung-warung yang masih sembrawut, keberadaan perahu wisata dan perahu nelayan yang sedikit mengganggu. Sedangkan faktor eksternal menunjukkan bahwa pariwisata pantai pangandaran memiliki peluang untuk menjadi destinasi unggulan bertarah nasional bahkan dunia, mampu mendatangkan investor. Namun, Pariwisata pantai Pangandaran

juga tak luput dari ancaman yaitu kualitas obyek wisata pesaing lebih baik, juga adanya isuisu negatif yang beredar di masyarakat dan wisatawan.

7 Kasmira, Alyas, Sudarmi (2020)

Strategi

pemerintah dalam pembangunan infrastruktur jalan di kabupaten gowa

Jenis peneitan ini yang digunakan ialah deskriptif kualitatif dengan hasil penelitian menunjukkan bahwa Strategi

Pemerintah Dalam

Pembangunan Infrastruktur Jalan di Kabupaten Gowa sudah berjalan dengan baik karena dari sisi sumber daya manusia, efektifitas, tujuan sudah maksimal sesuai tanpa pemborosan (tidak membuang- buang waktu, tenaga, biaya) mampu menjalankan tugas dengan tepat dan cermat.

8 Muh. Nurfadli Abidin (2020)

Strategi

pengembangan pariwisata maino di kabupaten gowa

Berdasarkan hasi peneitian kualitatif menunjukkan bahwa strategi pengembangan yang dilakukan oleh Dinas Pariwisata

dan Kebudayaan Kabupaten Gowa adalah strategi sebagai rencana adapaun implementasi strategi pengembangan yang teridentifikasi yang dilakukan yakni aspek atraksi masi , aspek aspek aksesibilitas, akses amenitas, dan aspek pelayanan tambahan harus terus dilakukan pengembangan ketersediaan aspek Aksesibilitas, amenitas dan Anciliary Service sudah cukup mendukung namun masih perlu kembangkan dalam hal trasnsportasi khusus yang menghubungkan antar obyek wisata, pusat informasi pariwisata, money cherger, gedung pertunjukan, serta beberapa ruas jalan yang masih perlu diperbaiki sehingga wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata malino merasa nyaman.

9 Sefira Ryalita Primadany, Mardiyono, Riyanto (2013)

Analisis strategi pengembangan pariwisata daerah

Berdasarkan hasil penelitian ini menjelaskan strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Daerah Kabupaten Nganjuk dalam mengembangkan potensi pariwisata daerahnya, sehingga muncul dua permasalahan, yaitu pertama bagaimana strategi Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Daerah Kabupaten Nganjuk dalam pengembangan pariwisata daerah, kedua faktor- faktor yang mempengaruhi pengembangan pariwisata daerah di Kabupaten Nganjuk.

10 Sulham

Winarto,Risma Niswaty dan Jamaluddin (2015)

Strategi

Pengembangan Daya Tarik Wisata Balla Lompoa di Kabupaten Gowa Provinsi Sulawesi Selatan

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa konsep PDCA yang pada hakekatnya merupakan siklus pada implementasinya untuk membangun budaya berbasis perbaikan terus menerus

Dokumen terkait