BAB II TINJAUAN PUSTAKA
4. Tinjauan tentang Karakter Sosial
ekonomi. Kesemua aspek ini saling mengkait dan mempengaruhi kehidupan sosial dalam masyarakat.46
Dari pendapat Maccoby diatas dapat disimpulkan bahwa karakter sosial memiliki macam-macam aspek pendukung didalamnya dan dari semua aspek tersebut akan saling berpengaruh dan saling terkait dalam kehidupan sosial pada masyarakat.
Karakter sosial juga diartikan dengan menandai dan memfokuskan bagaimana menerapkan nilai-nilai kebaikan dalam perilaku sehari-hari. Nilai-nilai kebaikan dikategorikan sebagai karakter sosial baik atau mulia, seperti berkelakuan baik, jujur, dan suka menolong dikatakan sebagai orang yang memiliki karakter sosial baik atau mulia. Sedangkan nilai-nilai kejelakan dikategorikan sebagai karakter sosial jelek, seperti berperilaku tidak jujur, curang, kejam dan, rakus.47
Berdasarkan pengertian karakter sosial diatas dapat dipahami bahwa karakter sosial adalah sifat alami seseorang dalam menerapkan nilai-nilai kebaikan, seperti berkelakuan baik, jujur, suka menolong, dan lain-lain dalam kehidupan sehari-hari.
Pendidikan karakter sosial adalah suatu sistem penanaman nilai-nilai karakter sosial kepada warga sekolah, meliputi komponen pengetahuan, kesadaran, kemauan, dan tindakan untuk nilai-nilai tersebut. Pendidikan karakter
46 Sri Sudarmi, Muatan Pendidikan Karakter Pada Pembelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial Di Sekolah Dasar, H. 122.
47E Mulyasa, Manajemen Pendidikan Karakter sosial (Jakarta: Bumi Aksara, 2011), h. 3.
sosial pada hakekatnya ingin membentuk individu menjadi seorang pribadi bermoral yang dapat menghayati kebebasan dan tanggung jawabnya, dalam relasinya dengan orang lain dan dunianya dalam komunitas pendidikan.
Pendidikan karakter sosial juga senantiasa mengarahkan diri pada pembentukan individu bermoral, cakap mengambil keputusan yang tampil dalam perilakunya, sekaligus mampu berperan aktif dalam membangun kehidupan bersama. Nilai-nilai pendidikan karakter sosial ini bersumber dari agama, pancasila, budaya, dan tujuan pendidikan nasional.48
Sehingga dari hal tersebut dapat dikatakan bahwa pendidikan karakter sosial akan mengarahkan setiap individu agar dapat hidup bermoral dalam kehidupan bermasyarakat sehingga terbentuk nilai karakter sosial yang baik untuk tujuan yang lebih baik pula.
Karakter sosial dapat diinterpretasi dalam dua hal, yaitu Pertama, sebagai sekumpulan kondisi yang telah diberikan begitu saja atau telah ada begitu saja yang lebih kurang dipaksakan dalam diri kita atau dianggap ada dari sanannya, dan, Kedua, karakter sosial dipahami sebagai tingkatan kekuatan melalui seorang individu mampu menguasai kondisi tersebut. Karakter sosial ini disebut proses yang dikehendaki.49
48Pusat Kurikulum Kementerian Pendidikan Nasional, Pedoman Pelaksanaan Pendidikan Karakter sosial (Jakarta: Puskurbuk, 2011), h. 3.
49Doni Koesoema, Pendidikan Karakter sosial (Jakarta: Grasindo, 2010), h. 91.
Sehingga dapat dikatakan bahwa karakter sosial tersebut merupakan perpaduan dari dua kondisi yang dikehendaki dan semua hal tersebut merupakan suatu proses yang dikehendaki untuk terjadi.
a. Jenis-jenis Nilai Karakter Sosial
Karakter sosial meliputi serangkaian sikap seperti keinginan untuk melakukan hal yang terbaik; kapasitas intelektual, seperti berpikir kritisdan alasan moral; perilaku seperti jujur dan bertanggung jawab; mempertahankan prinsip- prinsip moral dalam situasi penuh ketidakadilan; kecakapan interpersonal dan emosional yang memungkinkan seseorang berinteraksi secara efektif dalam berbagai kegiatan keadaan; dan komitmen untuk berkontribusi dengan komunitas dan masyarakat.
Penanaman nilai-nilai karakter sosial, meliputi komponen pengetahuan, kesadaran, atau kemauan dan tindakan untuk melaksanakan nilai-nilai tersebut.
Pendidikan karakter sosial adalah segala sesuatu yang dilakukan guru yang mampu mempengaruhi karakter sosial peserta didik. Pendidikan karakter sosial di sekolah didasarkan pada sembilan pilar nilai-nilai dasar pendidikan karakter sosial, antara lain: 1) cinta kepada Allah dan alam semesta beserta isinya, 2) tanggung jawab, disiplin, dan mandiri, 3) jujur, 4) hormat dan santun, 5) kasih sayang, peduli, kerjasama, 6) percaya diri, kreatif, kerja keras, dan pantang menyerah, 7) keadilan dan kepemimpinan, 8) baik dan rendah hati, 9) toleransi, cinta damai, dan persatuan.
Pada penelitian ini yang akan menjadi rujukan untuk penanaman karakter sosial peserta didik yakni pada poin ke 2) tanggung jawab, disiplin dan mandiri dan pada poin 5) kasih sayang, peduli dan kerjasama. Alasan peneliti dalam memilih rujukan tersebut karena dengan pembelajaran kooperatif akan memberikan kontribusi untuk mencapai tujuan yang diinginkan yang memiliki hubungan atau keterkaitan antara pembelajaran kooperatif dan karakter sosial peserta didik sehingga akan memudahkan dalam melakukan suatu penelitian yang mendukung dalam hal ini.
b. Proses Pembentukan Nilai-Nilai Karakter Tanggung Jawab, disiplin dan mandiri.
Karakter sebagai pengembangan kualitas diri, tidak berkembang dengan sendirinya. Perkembangan karakter pada setiap individu dipengaruhi oleh faktor bawaan (nature) dan faktor lingkungan (nurture). Menurut para developmental psychologist, setiap manusia memiliki potensi bawaan yang akan termanisfestasi setelah dia dilahirkan, termasuk potensi yang terkait dengan karakter atau nilainilai kebajikan. Dalam hal ini, Confusius-seorang filsuf terkenal Cina- menyatakan bahwa manusia pada dasarnya memiliki potensi mencintai kebajikan, namun bila potensi ini tidak diikuti dengan pendidikan dan sosialisasi setelah manusia dilahirkan, maka manusia dapat berubah menjadi binatang, bahkan lebih buruk lagi.50
Dalam konteks ini, dapat dipahami bahwa dalam proses penyelenggaraan pendidikan atau mendidik tidak hanya sebatas mentransfer ilmu saja, namun lebih
50 Kaimuddin, Pembentukan Karakter Anak Melalui Lembaga Pendidikan Informal, Jurnal Al-Maiyyah, Volume 11 No. 1, h. 141.
jauh dari itu, yang lebih utama adalah dapat mengubah atau membentuk karakter dan watak seseorang agar menjadi lebih baik, lebih sopan dalam tataran etika maupun estetika serta perilaku dalam kehidupan sehari-hari.
Pengertian karakter menurut Hasanah merupakan standar-standar batin yang terimplementasi dalam berbagai bentuk kualitas diri. Karakter diri dilandasi nilai- nilai serta cara berpikir berdasarkan nilai-nilai tersebut dan terwujud di dalam perilaku. Sementara itu, Indonesia Heritage Foundation yang dikutip Hasanah merumuskan beberapa bentuk karakter yang harus ada dalam setiap individu bangsa Indonesia di antaranya; cinta kepada Allah dan alam semesta beserta isinya, tanggung jawab, disiplin dan mandiri, jujur, hormat dan santun, kasih sayang, peduli, dan kerja sama, percaya diri, kreatif, kerja keras dan pantang menyerah, keadilan dan kepemimpinan, baik dan rendah hati, dan toleransi, cinta damai dan persatuan. Sementara itu, character counts di Amerika mengidentifikasikan bahwa karakter-karakter yang menjadi pilar adalah; dapat dipercaya (trustzoorthiness), rasa hormat dan perhatian (respect), tanggung jawab (responsibility), jujur (fairness), peduli (caring), kewarganegaraan (citizenship), ketulusan (honesty), berani (courage), tekun (diligence) dan integritas.51
Karakter merupakan ciri khas yang dimiliki oleh suatu benda atau makhluk, yang merupakan perwujudan nilai-nilai kemanusiaan yang berhubungan dengan Tuhan Yang Maha Esa, diri sendiri, masyarakat, dan lingkungan.52 Pendidikan
51 Sabar Budi Raharjo, Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Menciptakan Akhlak Mulia, Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, Vol. 16, Nomor 3, H. 232.
52 Novan Ardy Wiyani, Membumikan Pendidikan Karakter Di Sd, (Jakarta: Ar-Ruz 2013), h. 24.
Karakter adalah sebuah bantuan sosial agar individu itu dapat bertumbuh dalam menghayati kebebasannya dalam hidup bersama dengan orang lain dalam dunia.
Tujuan Pendidikan Karakter sendiri itu untuk membentuk setiap pribadi menjadi insan yang berkeutamaan.
Tanggung jawab merupakan sikap dan perilaku seseorang untuk melaksanakan tugas dan kewajibannya, yang seharusnya dia lakukan, terhadap diri sendiri, masyarakat, lingkungan (alam, sosial, budaya), negara dan Tuhan Yang Maha Esa. Dalam pembahasan lainnya, tanggung jawab berarti bebas dalam menjalankan suatu kewajiban atau tugas, sehingga menunjukkan dapat diandalkan dan konsisten dalam perkataan dan perbuatan, dapat dipercaya dalam setiap kegiatan, dan komitmen untuk aktif terlibat di lingkungan.53 Tanggung jawab merupakan bentuk sikap positif yang dilakukan seperti melaksanakan tugas dengan sepenuh hati, berusaha berprestasi lebih baik, yakin dengan pihan dan keputusan yang diambil. Menanamkan sikap tanggung jawab terhadap anak atas segala perbuatannya ini juga bisa diperkenalkan sejak dini, karena hal ini penting untuk membentuk karakter kehati-hatian dalam bertindak dan anak sadar segala apa yang dia lakukan ada akibatnya.
Kedisiplinan berasal dari kata disiplin. Istilah disiplin berasal dari bahasalatin “ disciplina” yang menunjuk pada kegiatan belajar dan mengajar.
Sedangkanistilah bahasa inggrisnya yaitu “discipline” yang berarti: 1) tertib, taat ataumengendalikan tingkah laku, penguasaan diri; 2) Latihan membentuk, meluruskanatau menyempurnakan sesuatu sebagai kemampuan mental atau
53 Fiki Inayati Rezky, Pembentukan Karakter Disiplin Dan Tanggung Jawab Siswa Sma Negeri 1 Demak Melalui Program Tertib Parkir Di Sekolah . h. 15.
karakter moral; 3)Hukuman yang diberikan untuk melatih atau memperbaiki; 4) kumpulan atau sistem-sistem peraturan-peraturan bagi tingkah laku.54
Gunarsa mengungkapkan bahwa “Disiplin berarti sikap mental yang mengandung kerelaan untuk mematuhi semua ketentuan peraturan dan norma yang berlaku dalam menunikan tugas dan tanggung jawab.” Fathurrohman juga menyatakan bahwa “Disiplin merupakan kesadaran untuk melakukan sesuatu pekerjaan dengan tertib dan teratur sesuai dengan peraturan-peraturan yang berlaku dengan penuh tanggung jawab tanpa paksaan dari siapapun.” Siska Yuliyantika dan Zainal Aqib menyatakan bahwa “Disiplin adalah satu aspek kehidupan yang mesti diwujudkan dalam masyarakat.” Oleh karena itu siswahendaklah mendapat perhatian dari semua pihak yang ada di sekolah maupun di luar sekolah. Perhatian yang diberikan kepada siswa diharapkan menumbuhkan sikap disiplin siswa utamanya dalam belajar karena siswa merasa diawasi. Dari beberapa pengertian di atas, dapat disimpulkan bahwa disiplin adalah sikap seseorang yang menunjukkan ketaatan atau kepatuhan terhadap peraturan atau tata tertib yang telah ada berdasarkan dorongan dan kecerdasan yang muncul dalam dirinya serta dilakukan dengan kesadaran diri dan senang hati.
Disiplin merupakan keadaan seseorang dalam bertingkah laku sesuai dengan norma norma yang ada.55 Sikap disiplin merupakan tindakan yang menunjukkan perilaku tertib dan patuh pada berbagai ketentuan dan peraturan. Bertani jika tidak
54 Sabar Budi Raharjo, Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Menciptakan Akhlak Mulia, Jurnal Pendidikan Dan Kebudayaan, Vol. 16, Nomor 3, H. 244.
55 Muchlas Samami Dan Hariyanto, Konsep Dan Model Pendidikan Karakter, (Bandung:
Rosdakarya, 2011), Hlm 51.
tunduk atau patuh terhadap hukum alam atau aturan-aturan pertanian tentu tidak akan mendapatkan hasil dan akan merugi.
Mandiri, Kemandirian adalah nilai yang tertanam dalam kegiatan bertani,
“Siapa menanam dan merawatnya pasti akan me nuai hasilnya”, maka kegiatan bertani sesungguhnya memberikan pelajaran tentang kemandirian.56
Dengan demikian, untuk menghasilkan sebuah pembelajaran yang efektif, pendidik memiliki peran yang sangat penting dalam menerapkan model pembelajaran yang digunakan, sebab pendidik sebagai pengelola dalam proses pembelajaran. Maka dari itu suatu proses tercipta atau dirujuk untuk mendukung penelitian ini yakni dengan memperhatikan karakter sosial yang dimiliki peserta didik dan menerapkan pada model pembelajaran yang telah direncanakan oleh pendidik.
c. Nilai-Nilai Karakter Kasih Sayang, Peduli dan Kerjasama.
Anak membutuhkan kasih sayang orang lain, seorang anak membutuhkan rasa aman, rasa nyaman dan ketenangan adalah kebutuhan yang mendasar yang selalu didambakan anak. Maka dari itu kasih saying akan selalu akan dicari oleh seorang anak untuk membuat dirinya terasa nyaman berada di suatu tempat. Ada tiga landasan yang harus di bangun, yaitu kasih sayang, kepercayaan, dan kewibawaan. Kasih sayang melahirkan kepercayaan dan kepercayaan menghasilkan kewibawaan.57
56 Mangun Budiyanto Dan Imam Machali, Pembentukan Karakter Mandiri Melalui Pendidikan Agriculture Di Pondok Pesantren Islamic Studies Center, H. 112.
57 Nabawi Sakdiah, Pendidkan Karakter Melalui Pembinaan Kasih Sayang Dalam Pandangan Islam, Utile Jurnal Kependidikan , h. 210.
Peduli adalah sebuah nilai dasar dan sikap memperhatikan dan bertindak proaktif terhadap kondisi atau keadaan di sekitar kita. Peduli adalah sebuah sikap keberpihakan kita untuk melibatkan diri dalam persoalan, keadaan atau kondisi yang terjadi di sekitar kita. Orang-orang peduli adalah mereka yang terpanggil melakukan sesuatu dalam rangka memberi inspirasi, perubahan, kebaikan kepada lingkungan di sekitarnya. Ketika ia melihat suatu keadaan tertentu, ketika ia menyaksikan kondisi masyarakat maka dirinya akan tergerak melakukan sesuatu.
Apa yang dilakukan ini diharapkan dapat memperbaiki atau membantu kondisi di sekitarnya. Sikap peduli adalah sikap keterpanggilan untuk membantu mereka yang lemah, miskin, membantu mengatasi penderitaan, dan kesulitan yang dihadapi orang lain. Orang-orang peduli adalah orang-orang yang tidak bisa tinggal diam menyaksikan penderitaan orang lain. Sikap peduli adalah sikap yang terpanggil untuk mengajak dan mengingatkan orang-orang kaya yang selama ini lalai terhadap penderitaan orang-orang miskin yang ada di sekitarnya. Sikap peduli adalah sikap untuk pro aktif dalam mengatasi masalah-masalah di masyarakat dengan menggunakan dan memanfaatkan sumber daya yang ada di masyarakat. Sikap peduli adalah sikap kesediaan untuk memberi solusi terhadap persoalan masyarakat.58
Karakter kerja sama penting dimiliki oleh setiap siswa pada jenjang pendidikan Sekolah Dasar, karena karakter tersebut mampu melatih siswa dalam memahami, merasakan, dan melaksanakan aktivitas kerja sama guna mencapai tujuan bersama. Selain itu kemampuan kerja sama mampu meningkatkan rasa
58 https://nasional.kompas.com/read/2010/08/24/01134533/Peduli.Adalah?page=all
percaya diri dan kemampuan berinteraksi, serta melatih siswa beradaptasi dengan lingkungan baru. Hal tersebut menurut Hurlock merupakan tugas perkembangan yang harus dicapai oleh peserta didik dalam melakukan hubungan sosial.
Kemampuan siswa dalam mencapai tugas perkembangannya dipengaruhi pada penanaman dan pembiasaan karakter kerja sama.
Karakter kerjasama dapat ditanamkan, dilatih, dan dikembangkan melalui berbagai cara, salah satu bentuknya melalui kegiatan pembelajaran. Kerja sama dalam pembelajaran dapat dilakukan oleh dua siswa atau lebih yang saling berinteraksi, menggabungkan tenaga, ide atau pendapat dalam waktu tertentu dalam mencapai tujuan pembelajaran sebagai kepentingan bersama. Kegiatan kerja sama dalam pembelajaran merupakan bagian dari pelaksanaan pendidikan karakter yang dilakukan untuk mencapai salah satu tugas perkembangan sosial peserta didik.59
Dari kedua poin diatas yakni pada pembentukan karakter yang ada maka dapat dihubungkan dengan jenis penelitian yang akan peneliti gunakan yakni pada pembentukan karakter yang mengarah kepada terbentuknya pribadi yang lebih baik dengan menerapkan karakter yang telah dijelaskan diatas.
d. Indikator Pembentukan Nilai Karakter Sosial
Indikator yang mempengaruhi pembentukan karakter sosial seseorang terdiri dari : (1) Genetika atau bawaan dari lahir dan (2) Lingkungan . Indikator genetika atau bawaan dari lahirya itu segala sesuatu yang telah dibawa sejak lahir, baik yang bersifat kejiwaan maupun ketubuhan (fisik). Indikator lingkungan adalah
59Silvy Dwi Yulianti dkk, Pendidikan Karakter Kerja Sama Dalam Pembelajaran Siswa Sekolah Dasar Pada Kurikulum 2013. Jurnal Teori Dan Praksis Pembelajaran Ips, h. 35.
sesuatu yang ada diluar manusia, baik hidup maupun mati. Seperti dijelaskan Yusuf bahwa : Indikator yang mempengaruhi pembentukan karakter seseorang terdiri atas pengaruh genetika atau pembawaan dan pengaruh lingkungan ,sedangkan lingkungan yang mempengaruhinya ialah lingkungan pendidikan, lingkungan keluarga, lingkungan kebudayaan, dan lingkungan sosial-kelompok.
Indikator lingkungan pendidikan menjadi salah satu yang berpengaruh terhadap pembentukan karakter sosial peserta didik disamping indicator lingkungan dan yang lainnya. Sekolah sebagai lembaga pendidikan formal yang dipercaya masyarakat untuk mendidik putra-putrinya, selain memberikan bekal ilmu pengetahuan, teknologi dan seni (IPTEKS) hendaknya juga mampu mengembangkan aspek-aspek nilai moral dan keagamaan dalam rangka pembentukan sikap dan perilaku generasi bangsa yang berbudi pekerti luhur, (berakhlak mulia), sehingga mampu menjadi bangsa yang beradab dan bermartabat.60