BAB V TABEL KONTINGENSI
A. Tinjauan Umum
Tabel kontingensi adalah tabel yang menunjukkan atau memuat data sesuai dengan rinciannya. Apabila bagian baris tabel berisikan m baris dan bagian kolom tabel berisikan n kolom maka didapatkan tabel kontingensi berukuran m x n.
Tabel kontingensi bisa digunakan untuk melihat hubungan dua peubah kategorik. Dari tabel kontingensi ini bisa dibuat kesimpulan apakah ada hubungan antara satu variabel dengan variabel lainnya. Untuk menegaskan pembahasan dari tabel kontingensi, dilakukan pengujian formal yang dikenal dengan uji Khi-Kuadrat (Chi-Square Test)
Secara umum ada 3 macam desain penelitian secara analitik, yaitu: Studi Cross – Sectional, Studi Retrospektif (Case Study/
Case Control), dan Studi Prospektif (Cohort Study)
106 | Statistika Farmasi
1. STUDI CROSS – SECTIONAL
Merupakan rancangan studi yang mempelajari hubungan antara pengamatan faktor resiko dan efek bersamaan.
Kalau kita mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit dengan cara mengamati keduanya secara serentak (dalam waktu bersamaan) maka masuk dalam kategori ini.
Rancangan ini memiliki keuntungan antara lain:
a. Mudah dan relatif murah karena tidak memerlukan follow up lagi dan hasil cepat didapatkan.
b. Relatif cocok / sesuai untuk sekedar mendeskripsikan distribusi penyakit yang dihubungkan dengan status paparan.
c. Memungkinkan menggunakan populasi masyarakat umum.
d. Dapat untuk meneliti sekaligus banyak variabel.
e. Dapat dimasukkan sebagai tahapan pertama untuk penelitian Kohort atau eksperimental.
Sementara itu rancangan ini juga memiliki kelemahan, yaitu:
Statistika Farmasi | 107 a. Dibutuhkan subyek uji yang besar.
b. Tidak menggambarkan perkembangan penyakit, insiden maupun prognosis.
c. Sulit menentukan sebab akibat karena pengambilan data resiko dan efek dilakukan secara bersamaan.
d. Studi prevalensi lebih banyak menjaring subyek yang mempunyai masa sakit yang panjang dari pada yang pendek.
e. Tidak praktis untuk meneliti kasus yang jarang.
f. Tidak tepat digunakan untuk analisis kausal, karena penelitian analisis kausal menuntut adanya sekuensi waktu yang jelas antara paparan dengan penyakit dimana paparan mendahului penyakit.
2. STUDI RETROSPEKTIF (CASE STUDY/ CASE CONTROL)
Merupakan rancangan studi yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit dengan cara membandingkan kelompok kasus (mengidap penyakit) dengan kontrol (sehat/ normal) setelah dipaparkan. Dalam hal ini efek ditelusuri ke belakang faktor
resikonya (penyebabnya).
108 | Statistika Farmasi
Keuntungan rancangan ini adalah:
a. Dapat untuk meneliti kasus yang jarang b. Hasil dapat diperoleh dengan cepat c. Beaya relatif sedikit
d. Subyek penelitian relatif sedikit
e. Dapat mengidentifikasi berbagai faktor resiko Adapun kerugiannya, yaitu:
a. Daya ingat responden kurang baik, catatan medik tidak akurat maka terjadi bias data.
b. Validasi informasi sukar diperoleh.
c. Kontrol dan kasus sering tidak seimbang dalam faktor eksternal.
d. Tidak dapat dipakai untuk lebih dari satu variable dependen.
3. STUDI PROSPEKTIF (COHORT STUDY)
Merupakan rancangan studi yang mempelajari hubungan antara paparan dan penyakit dengan cara membandingkan kelompok terpapar dan tidak terpapar berdasarkan status penyakit yang mungkin timbul dalam perkembangannya.
Pada studi ini faktor resiko diamati efek yang akan ditimbulkan kedepannya.
Statistika Farmasi | 109 Keuntungan rancangan ini yaitu:
a. Pilihan terbaik untuk kasus yang bersifat fatal dan progresif dan dapat menerangkan hubungan faktor resiko dengan efek secara lebih jelas.
b. Desain terbaik untuk menentukan insidens perjalanan penyakit.
c. Dapat digunakan untuk meneliti beberapa efek sekaligus.
d. Sesuai dengan logika studi eksperimental dalam inferensi kausal.
e. Cocok juga untuk meneliti kasus paparan yang langka.
f. Memungkinkan mempelajari sejumlah efek secara serentak dari suatu paparan.
Namun rancangan ini juga memiliki kelemahan, yaitu:
a. Memerlukan waktu lama, mahal dan rumit dikarenakan harus mengamati dalam beberapa periode waktu.
b. Terancam adanya drop out, hal ini dimungkinkan karena berkurangnya unit pengamatan yang besar bisa disebabkan karena migrasi, meninggal dunia, maupun partisipasi yang rendah serta factor yang lain.
c. Menimbulkan masalah etika.
d. Tidak efisien untuk mempelajari penyakit langka, kecuali dengan jumlah sampel total yang sangat besar.
110 | Statistika Farmasi
B. APLIKASI SPSS PADA STUDI KASUS Studi kasus 1 (STUDI CROSS – SECTIONAL)
Sebuah lembaga Riset “EKSIS Research Center” ingin meneliti apakah ada hubungan antara kebiasaan merokok dan penyakit hipertensi, untuk mendukung hal tersebut maka diambillah sampel sejumlah 265 orang, diikuti perkembangannya selama 5 tahun kedepan. Setelah itu ditemukan bahwa sebanyak 75 orang yang memiliki kebiasaan merokok terkena hipertensi sebanyak 57 orang, sedangkan yang tidak mengalami hipertensi sebanyak 18 orang. Dari data sebanyak 190 orang yang tidak merokok sebanyak 115 orang yang terkena hipertensi dan sisanya sebanyak 75 orang tidak mengalami hipertensi.
Kebiasaan Hipertensi
TOTAL Ya Tidak
Merokok Ya 57 18 75
Tidak 115 75 190
TOTAL 172 93 265
Langkah yang dilakukan dalam penggunaan aplikasinya dengan spss:
1. Entry data dalam SPSS sebaiknya menggunakan type numeric dan pemberian kode melalui Values
Statistika Farmasi | 111 Keterangan pada Values untuk merokok dan hipertensi:
1: ya, 2: tidak
Layar akan menampilkan:
Kemudian lihatlah data view, akan terlihat tampilan sebagai berikut:
112 | Statistika Farmasi
2. Lakukan pembobotan pada variable kategorik, caranya klik Data > Weight Class..
Statistika Farmasi | 113 Klik pada Weight Cases by masukkan variable pembobotannya (dalam kasus ini data) ke Frequency Variable > OK
114 | Statistika Farmasi
3. Klik Analyze > Deskriptive> Statistics>
Crosstab…..
Statistika Farmasi | 115 Masukkan variable: Row (s): Merokok, Column(s) : Hipertensi
Klik Statistic… Berilah tanda √ pada (√Chi square dan √Risk)
116 | Statistika Farmasi
Klik Continue…
Klik Cells…Beri tanda √pada: (√Observed dan
√Expected)
Klik Continue…OK
Statistika Farmasi | 117 4. Selanjutnya akan muncul output sebagai berikut
Dari tabel diatas terlihat ringkasan data dan diinterpretasikan sebagai
Kalau kita lihat tidak ada nilai Experted Count yang kurang dari 5, maka inferensi menggunakan statistik uji Chi-Square.
Catatan penting untuk nilai Experted Count: jika terdapat nilai <5 maka digunakan Fisher’s Exact test, sedangkan bila tidak terdapat nilai <5 maka digunakan uji Chi-Square.
118 | Statistika Farmasi
Uji Hipotesis:
Taraf kepercayaan 95% (tingkat signifikansi : 5% = 0,05)
1. Hipotesis
H0 : Kedua rata-rata populasi adalah identik H1 : Kedua rata-rata populasi adalah tidak identik
2. Pengambilan keputusan
- Jika probabilitas > 0,05; maka H0 diterima.
- Jika probabilitas < 0,05; maka H0 ditolak.
Pada output SPSS (Chi_Square Test) check sig (Asymp. Sig)
harganya dibandingkan dengan nilai α (0,05) kesimpulan
Nilai sig 0.000 < 0.05 → H0 ditolak → tidak identik
Statistika Farmasi | 119 Ada perbedaan yang signifikan antara pengaruh kebiasaan orang yang merokok dibandingkan dengan orang yang tidak merokok terhadap kejadian hipertensi.
Interpretasi Tabel risk Estimate:
a. Karena penelitian ini adalah Cross Sectional maka kita dapat menggunakan Rasio Pravelensi (RP) dibandingkan dari data OR (Odds Ratio) maupun RR (Relative Risk). Nilai OR = 2,065 dan nilai RR
= 1,256. RP = OR/RR=1,64
b. Berdasarkan OR didapatkan nilai OR= 2,065 ~ 2 kali, artinya resiko orang yang punya kebiasaan merokok akan terkena hipertensi lebih tinggi 2 kali daripada orang yang tidak memiliki kebiasaan merokok.
120 | Statistika Farmasi
c. Berdasarkan RR diatas diketahui bahwa orang yang memiliki kebiasaan merokok akan terkena hipertensi lebih tinggi 1,256 kali daripada orang yang tidak memiliki kebiasaan merokok.
d. Ketentuan Rasio Pravelensi (RP) jika RP = 1 artinya tidak ada pengaruh, RP > 1 berarti variabel tersebut merupakan faktor resiko (nilai RP melebihi 1)
e. Interval konfidensi 95% untuk OR yaitu 1,128 ≤ OR ≤ 3,780 dan RR yaitu: 1,058 ≤ OR ≤ 1,490 yang tidak melewati angka 1, menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi.
Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara kebiasaan merokok dengan kejadian hipertensi.
Studi kasus 2 (STUDI RETROSPEKTIF / CASE CONTROL)
Di suatu kecamatan ditemukan kematian neonatus sangat tinggi yang kemungkinan disebabkan oleh pemotongan tali pusar yang tidak steril. Sebuah penelitian retrospektif pun dilakukan oleh badan riset “Agung Research Center” untuk mengetahui bagaimanakah pengaruh pemotongan tali pusar
Statistika Farmasi | 121 secara steril dalam mencegah kematian neonatus? Dalam hal ini Kasus: semua bayi yang lahir di kecamatan Antah berantah dalam waktu 3 bulan, yang meninggal dalam 28 hari pertama. Kontrol: semua bayi yang lahir di kecamatan Antah berantah dalam waktu 3 bulan, yang masih hidup setelah 28 hari. Faktor preventif yang ingin diteliti: pemotongan tali pusat yang steril.
Kejadian Kematian Neonatus
TOTAL Kasus Kontrol
Pemotongan Tak steril 230 278 508
Steril 51 289 340
Langkah pengujian sama dengan stud1 kasus 1 (STUDI CROSS – SECTIONAL), dari sana akan didapatkan hasil sebagai berikut:
122 | Statistika Farmasi
Interpretasi Output
Dari tabel diatas terlihat ringkasan data, dimana tidak ada nilai Experted Count yang kurang dari 5, maka inferensi menggunakan statistik uji Chi-Square.
Uji Hipotesis:
Taraf kepercayaan 95% (tingkat signifikansi : 5% = 0,05)
1. Hipotesis
H0 : Kedua rata-rata populasi adalah identik H1 : Kedua rata-rata populasi adalah tidak identik 2. Pengambilan keputusan
- Jika probabilitas > 0,05; maka H0 diterima.
- Jika probabilitas < 0,05; maka H0 ditolak.
Statistika Farmasi | 123 Pada output SPSS (Chi_Square Test) check sig (Asymp. Sig)
harganya dibandingkan dengan nilai α (0,05) kesimpulan
Nilai sig 0.000 < 0.05 → H0 ditolak → tidak identik
Ada perbedaan yang signifikan antara pemotongan tali pusar antara yang tak steril dibandingkan dengan yang steril terhadap kematian neonatus.
Interpretasi Tabel risk Estimate:
a. Karena penelitian ini adalah Retrospective maka kita dapat menggunakan OR (Odds Ratio).
Berdasarkan data OR didapatkan nilai OR= 4,688
~ 5 kali, artinya pemotongan tali pusar yang tak steril terhadap kematian neonatus lebih tinggi 5
124 | Statistika Farmasi
kali dibandingkan pemotongan tali pusar yang steril.
b. Ada hubungan yang bermakna antara pemotongan tali pusar yang tak steril terhadap kematian karena nilai estimasi OR melebihi 1.
c. Interval konfidensi 95% untuk OR yaitu 3,320 ≤ OR ≤ 6,621 yang tidak melewati angka 1, menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara pemotongan tali pusar dengan kematian neonatus.
Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara pemotongan tali pusar dengan kematian neonatus.
Studi kasus 3 (STUDI PROSPEKTIF/ COHORT STUDY) Suatu penelitian dilakukan untuk mengetahui efek penggunaan aspirin terhadap pembentukan Thrombus, dalam hal ini ada 10 pasien menggunakan Aspirin, sementara 8 orang tidak menggunakan. Kemudian diamati pada tiap pasien apakah terjadi pembentukan thrombus atau tidak. Adapun data tersaji sebagai berikut:
Statistika Farmasi | 125 Pemakaian obat
Pembentukan
thrombus TOTAL
Ya Tidak
Aspirin Ya 1 9 10
Tidak 6 2 8
TOTAL 7 11 18
Langkah pengujian sama dengan stud1 kasus 1 (STUDI CROSS – SECTIONAL), dari sana akan didapatkan hasil sebagai berikut:
126 | Statistika Farmasi
Interpretasi Output
Dari tabel diatas terlihat ringkasan data, dimana terdapat nilai Experted Count yang kurang dari 5, maka inferensi menggunakan statistik Fisher’s Exact tes.
Uji Hipotesis:
Taraf kepercayaan 95% (tingkat signifikansi : 5% = 0,05)
1. Hipotesis
H0 : Kedua rata-rata populasi adalah identik H1 : Kedua rata-rata populasi adalah tidak identik 2. Pengambilan keputusan
- Jika probabilitas > 0,05; maka H0 diterima.
- Jika probabilitas < 0,05; maka H0 ditolak.
Statistika Farmasi | 127 Pada output SPSS (Fisher’s Exact tes) check sig (Exact. Sig)
harganya dibandingkan dengan nilai α (0,05) kesimpulan
Nilai sig 0.013 < 0.05 → H0 ditolak → tidak identik
Ada perbedaan yang signifikan antara yang menggunakan aspirin dan yang tidak menggunakan aspirin terhadap pembentukan thrombus.
Interpretasi Tabel risk Estimate:
a. Karena penelitian ini adalah Prospective maka kita dapat menggunakan RR. Berdasarkan data RR didapatkan nilai RR= 0,133 kali lebih rendah dengan pasien yang tidak menggunakan aspirin atau dengan kata lain pasien yang tidak menggunakan aspirin akan terjadi pembentukan thrombus dengan resiko 1/0,133 . ~ 7,518 kali ~ 7
128 | Statistika Farmasi
kali lebih tinggi dari pasien yang menggunakan aspirin.
b. Interval konfidensi 95% untuk RR yaitu 0,020 ≤ RR ≤ 0,893 yang tidak melewati angka 1, menunjukkan adanya hubungan yang bermakna antara penggunaan aspirin dengan pembentukan thrombus.
Kesimpulan ada hubungan yang bermakna antara penggunaan aspirin dengan pembentukan thrombus.
Statistika Farmasi | 129 LATIHAN SOAL
Dari hasil penelitian didapatkan kadar glukosa darah pada hari ke-0, ke-50 dan ke-55 sebagai berikut ini:
130 | Statistika Farmasi
Keterangan :
1. Kontrol negatif dan kelompok lain (kecuali kontrol normal) pada hari ke-1 sampai hari ke-55 diberi lemak-fruktosa (disebut tikus lemak- fruk).
2. Hari ke-50 tikus dinyatakan telah mengalami resistensi insulin.
3. Kombinasi 1 (metformin dosis lazim + ekstrak terpurifikasi dosis optimum), kombinasi 2 (metformin ½ dosis lazim + ekstrak terpurifikasi dosis optimum).
Contoh: menghitung % daya penurunan glukosa darah preprandial (daya hipoglikemik) Ekstrak terpurifikasi
% 0) 100 - ke (Hari - 50) - ke (Hari
55) - ke (Hari - 50) - ke (Hari penurunan
daya
% = x
% (41,14) 100
- (105,09)
(78,79) -
(105,09) penurunan
daya
% = x
% 12 , 41 penurunan daya
% = , Lalu, bagaimanakah pengolahan
datanya?
Statistika Farmasi | 131 DAFTAR PUSTAKA
Anonim, 2010, Modul training Olah data 2010, Fakultas MIPA UGM, Yogyakarta.
Azwar, S Yogyakarta : Pustaka Pelajar
Boediono dan Kaester, W, 2001. Teori dan Aplikasi Statistika dan Probabilitas, Penerbit Pt. Remaja Rosdakarya.
Bandung
Croxton,F.E, dan Cowden, D.J., 1995., Applied General Statistics, second edition, Prentice-Hal, Inc., N.Y.
Ghozali, I. 2009. Aplikasi Multivariate Dengan Program SPSS. Badan Penerbit Universitas Diponegoro: Semarang.
Hadi, S, 1990. Analisis Butir untuk Instrumen Angket, Tes, dan Skala Nilai dengan BASICA. Yogyakarta: Andi Offset.
Jones, D.S, 2010, Statistik Farmasi (edisi terjemahan), Penerbit buku Kedokteran EGC, Jakarta.
Kuswadi dan Mutiara, E. 2004. Statistik Berbasis Komputer untuk Orangorang Non Statistik. Elex Media Komputindo. Jakarta.
Mursyidi, A., 1985, Statistika Farmasi dan Biologi, Ghalia Indonesia, Yogyakarta.
Nawawi, H., 1995, Metode Penelitian Bidang Sosial, Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Raharjo, M., 2003, Statistika, Department Pendidikan Nasional, PPPG Matematika Yogyakarta.
Riduwan dan Sunarto,. 2007. Statistika untuk penelitian.
Bandung : Alfabeta.
Santosa, S., 1999, SPSS : Mengolah Data Statistik Secara Profesional, Elex Media Komputindo, Jakarta.
Santosa, S., 2000, Buku Latihan SPSS : Statistika Parametrik, Elex Media Komputindo, Jakarta.
132 | Statistika Farmasi
Santoso, Singgih 2001. Aplikasi Excel dalam Statistik Bisnis.
Elex Media Komputindo. Jakarta.
Sari, I.P., 2005, Statistika Praktis Untuk Farmasi, Pustaka Mahasiswa, Yogyakarta.
Supranto,J. M.A. 2000. Statistik : Teori dan Aplikasi, Edisi Keenam, Jilid 1, Erlangga, Jakarta.
Widyantini, T., dan Pujiati, 2004, Statistika, Department Pendidikan Nasional, PPPG Matematika Yogyakarta.
WilksS.S , 1994. Elementary Statistics Analysis, Princeton University Press, N.Y., 1994.
Statistika Farmasi | 133 Lampiran 1
Tabel Distribusi Normal Terbakukan
134 | Statistika Farmasi
Lampiran 2
Tabel Nilai Kritis Uji Kolmogorov-Smirnov
n α = 0,20 α = 0,10 α = 0,05 α = 0,02 α = 0,01 1 0,900 0,950 0,975 0,990 0,995 2 0,684 0,776 0,842 0,900 0,929 3 0,565 0,636 0,708 0,785 0,829 4 0,493 0,565 0,624 0,689 0,734 5 0,447 0,509 0,563 0,627 0,669 6 0,410 0,468 0,519 0,577 0,617 7 0,381 0,436 0,483 0,538 0,576 8 0,359 0,410 0,454 0,507 0,542 9 0,339 0,387 0,430 0,480 0,513 10 0,323 0,369 0,409 0,457 0,486 11 0,308 0,352 0,391 0,437 0,468 12 0,296 0,338 0,375 0,419 0,449 13 0,285 0,325 0,361 0,404 0,432 14 0,275 0,314 0,349 0,390 0,418 15 0,266 0,304 0,338 0,377 0,404 16 0,258 0,295 0,327 0,366 0,392
Statistika Farmasi | 135 17 0,250 0,286 0,318 0,355 0,381
18 0,244 0,279 0,309 0,346 0,371 19 0,237 0,271 0,301 0,337 0,361 20 0,232 0,265 0,294 0,329 0,352 21 0,226 0,259 0,287 0,321 0,344 22 0,221 0,253 0,281 0,314 0,337 23 0,216 0,247 0,275 0,307 0,330 24 0,212 0,242 0,269 0,301 0,323 25 0,208 0,238 0,264 0,295 0,317 26 0,204 0,233 0,259 0,290 0,311 27 0,200 0,229 0,254 0,284 0,305 28 0,197 0,225 0,250 0,279 0,300 29 0,193 0,221 0,246 0,275 0,295 30 0,190 0,218 0,242 0,270 0,290 35 0,177 0,202 0,224 0,251 0,269 40 0,165 0,189 0,210 0,235 0,252 45 0,156 0,179 0,198 0,222 0,238 50 0,148 0,170 0,188 0,211 0,226 55 0,142 0,162 0,180 0,201 0,216 60 0,136 0,155 0,172 0,193 0,207
136 | Statistika Farmasi
65 0,131 0,149 0,166 0,185 0,199 70 0,126 0,144 0,160 0,179 0,192 75 0,122 0,139 0,154 0,173 0,185 80 0,118 0,135 0,150 0,167 0,179 85 0,114 0,131 0,145 0,162 0,174 90 0,111 0,127 0,141 0,158 0,169 95 0,108 0,124 0,137 0,154 0,165 100 0,106 0,121 0,134 0,150 0,161
Pendekatan 1,07/√n 1,22/√n 1,36/√n 1,52/√n 1,63/√n
Statistika Farmasi | 137 Lampiran 3
Tabel Nilai Kritis untuk Distribusi Uji Chi-Kuadrat (satu sisi)
138 | Statistika Farmasi
BIOGRAFI PENULIS BIOGRAFI HARI PURNOMO
IDENTITAS DIRI Nama : Dr. Hari Purnomo, M. S., Apt
NIP/NIK :196008041985031004 NIDN 0004086015 Tempat dan Tanggal Lahir: Sleman , 4 Agustus 1960 Jenis Kelamin : □v Laki-laki □ Perempuan
Status Perkawinan : □v Kawin □ Belum Kawin □ Duda/Janda Agama: Islam
Golongan / Pangkat : III.c / Penata Jabatan Fungsional Akademik : Lektor Perguruan Tinggi : UGM
Statistika Farmasi | 139 Alamat : Bulaksumur, Yogyakarta
HP WA 081227910358 SMS 082138166234 Telp./Faks.: (0274)543120
Alamat Rumah : Jl. Kaliurang Km 13,mBesi, Desa Karanglo Rt /RW 03/03, Sukoharjo, Ngaglik, Sleman.55581
Telp./Faks.:081227910358
Alamat e-mail
140 | Statistika Farmasi
A. RIWAYAT PENDIDIKAN PERGURUAN TINGGI Tahun Lulus Jenjang Perguruan
Tinggi
Jurusan/
Bidang studi
Agustus,1984 Strata 1 UGM Farmasi
Desember,1984 Profesi UGM Farmasi
Maret, 1992 Strata2 ITB Farmasi/
Farmakologi 23 Maret, 2016 Program
Doktor
UGM Farmasi
Skripsi : Studi Planaritas Inti korinoid pada sianokobalamina Pendekatan Spektrometris UV, IR , dan XRD
Tesis : Pengaruh Magnesium Trisilikat dan Aluminium Hidroksida Terhadap
Absorpsi Klordiazepoksida Hidroklorida
Disertasi : DESAIN MOLEKUL, SINTESIS DAN UJI IN SILICO ANALOG PARASETAMOL
Statistika Farmasi | 141 B. PELATIHAN PROFESIONAL
Tahun Pelatihan Penyelenggara
2016 Pelatihan Auditor Mutu Internal Lanjut
, 10 Mei 2016
KJM UGM
2014 Pelatihan Auditor Mutu Internal Lanjut
, 12 Juni 2014
KJM UGM
2012 Workshop “Menuju Akreditasi Jurnal Nasional”
Fakultas Farmasi UGM 2012 Workshop Dasar-Dasar
Penandaan BiomolekulDi Pusat Teknologi Akselerator dan Proses Bahan pada 17 Juli 2012
BATAN , Yogyakarta
2011 The 19th Advanced Course in Pharmaceutical Sciences “ Recent Advanced in Skin Delivery and Technology”[
Yogyakarta, 19-21 September 2011]
Fakultas Farmasi UGM
2011 Workshop Molecular Biology on Cancer =Bioinformatika Blast=
[Yogyakarta 13 Maret 2011]
Fakultas Farmasi UGM
2011 Workshop Molecular Biology on Cancer =Elektroforesis dan western Blot=
[Yogyakarta 11-12 Maret 2011]
Fakultas Farmasi UGM
2011 Workshop Molecular Biology on Cancer =Cell Culture=
[Yogyakarta 3-5 Maret 2011]
Fakultas Farmasi UGM
142 | Statistika Farmasi
C. PENGALAMAN MENGAJAR
Mata Kuliah Jenjang Institusi/Jurusan/
Program
Tahun Kimia Medisinal I S1 Fakultas Farmasi
UGM
2016- sekarang Kimia Medisinal II S1 Fakultas Farmasi
UGM
2013- sekarang Kimia Medisinal S2 Fakultas farmasi
UGM
2016- sekarang Desain Obat S2 Fakultas farmasi
UGM
2016- sekarang Kimia Komputasi S2 Fakultas Farmasi
UAD Yogyakarta
2013- sekarang Kimia Medisinal S1 Fakultas Farmasi
USB Surakarta
2013- 2015 Farmakokimia S1 Fakultas Farmasi
USB Surakarta
2013- 2015 Farmakokimia I,
Farmakokimia II
S1 Fakultas Farmasi UGM
2008 - 2011 Kimia Organik I,
Kimia Organik II, Farmakokimia I, Farmakokimia II
S1 Fakultas Farmasi UGM
2006 - 2008
Farmakologi S1 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
2000 - 2005
Farmasi Kedokteran
S1 Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
1992 - 1999
Farmasi Kedokteran
Co-Ass Fakultas Kedokteran Universitas Andalas
1986 - 1989
Statistika Farmasi | 143 D. PENGALAMAN MEMBIMBING MAHASISWA
Tahun Menguji dan Pembimbingan/Pembinaan 2015/2016 Membimbing Skripsi
Jessica Anindita 12/331037/FA/
09178
Sintesis Senyawa 4-Formil-2-Metoksifenil N-(4-Hidroksifenil) Karbamat Dan Uji Aktivitas Analgesiknya Secara In Vivo Evi Trinovita
12/3333232/FA /09283
Desain Molekul, Sintesis, Dan Uji Analgetika
4-Benzamidofenil Benzoat 2014/2015 Membimbing Skripsi
Pipin Irawan Desain Turunan Isatin Sebagai Analgetika Kompetitor Parasetamol ( Pendekatan Molecular Docking PLANTS) 2014 Membimbing 4 buah skripsi Lina Utami Suryarini
09/280942/FA/
08299
Penentuan Parameter Kelarutan Dan Koefisien Partisi Semu (Apparent Partition Coefficient/Apc)Senyawa MH2011 Fadhil Rusyda
Muhammad 09/280647/FA/
08281
Upaya Peningkatan Kelarutan Senyawa MH2011 Dengan Pelarut Non Etanol
Romdlon Fauzi 09/284497/FA/
08341
Uji Analgetik Senyawa MH2011 Pada Mencit Jantan Galur BALB/C Dengan metode Tail-Flick
Hesti Prihastuti Dewi 08/268379/FA/
08136
Uji Hepatotoksis senyawa MH2011 pada Mencit Jantan Galur BALB/C Dengan Pembanding Parasetamol
2013 Membimbing 7 buah skripsi Lina Utami Suryarini
09/280942/FA/
08299
Penentuan Parameter Kelarutan Dan Koefisien Partisi Semu (Apparent Partition Coefficient/Apc)Senyawa MH2011 Fadhil Rusyda
Muhammad 09/280647/FA/08281
Upaya Peningkatan Kelarutan Senyawa MH2011 Dengan Pelarut Non Etanol
144 | Statistika Farmasi
Romdlon Fauzi 09/284497/FA/
08341
Uji Analgetik Senyawa MH2011 Pada Mencit Jantan Galur BALB/C Dengan metode Tail-Flick
Hesti Prihastuti Dewi 08/268379/FA/
08136
Uji Hepatotoksis senyawa MH2011 pada Mencit Jantan Galur BALB/C Dengan Pembanding Parasetamol
Ayu Widhaningtyas 09/288876/FA/
08440
Uji Analgetik Senyawa MH2011 Dengan Metode HOT-PLATE Pada Mencit Jantan Galur BALB/C
[Pembimbing Pendamping]
Sofiana 09/287056/FA/
08423
Uji Aktivitas Analgetik Senyawa MH2011 Pada mencit Jantan Galur BALB/C Dengan Metode Geliat ( Writhing Test)
[Pembimbing Pendamping]
Esty Oktaviarini Riyanti 09/281740/FA/
08315
Uji Aktivitas Antipiretik Senyawa MH2011 Pada Tikus Wistar Jantan Yang Diinduksi Brewer’s Yeast
[Pembimbing Pendamping]
2012 Membimbing 5 buah skripsi Nihayatul Karimah
08/268404/FA/
08144
Sintesis 2-(4’-hidroksi-3’-metoksi- benzilidin)-siklopentana-1,3-dion dari Vanilin dan Siklopentana-1,3-dion dengan Metode microwave radiation serta Analisis Molecular docking Senyawa target Palupi Dwi
Handayani 08/265336/FA/
08096
Optimasi Sintesis 2-(4’- metoksi-
benzilidin)-siklopentana-1,3-dion Melalui Penambahan Katalis Basa Secara Solvent Free Serta Analisa Docking Molekuler Senyawa target
Maulana tegar Aditya Nugraha
09/280285/FA/
08255
Optimasi sintesis senyawa SPHP-1 Dan Penambatan Molekul Menggunakan PLANTS Untuk Memprediksi mekanisme Kerja Antikankernya
Statistika Farmasi | 145 Meta Nobelia
Hapsari 08/268577/FA/
08185
Pengaruh Metode Sintesis Terhadap Jumlah rendemen Produk 2-(4’-Hidroksi-3’-5’- dimetilbenzilidin)Sikloopentana-1,3-dion Menggunakan Katalis Basa Serta analisis Molecular Docking-nya Pada protein target Sebagai senyawa Berpotensi Antikanker Dany Dwi Agistia
08/268288/FA/
08112
Docking Molecular Senyawa Aktif Dari Aegle marmelos Correa Sebagai Antihistamin dan antiinflamasi 2012 7 Penguji
Aditya Wisnusaputra 08/268306/FA/
08118
Skrining In Silico Senyawa Aktif Yang Terkandung Dalam
Bengkoang(Pachyrrhizus erosus)Sebagai Antitirosinase Pada aspergilus Oryzae:
Study Komputasional Dengan Homology Modelling dan Molecular Docking.
Anny Azhary Mustikawaty 08/268310/FA/
08119
Skrining In siliko Senyawa Aktif Dari Bengkoang(Pachyrrhizus erosus) Sebagai Inhibitor Tirosinase Pada Homosapiens : Study Komputasional Melalui Homology Modeling Dan Molecular Docking
2011 Membimbing 5 buah skripsi S1, Menguji 7 buah Skripsi S1
Arie Panggah Prasetyo 07/253958/FA/
07831
Pengaruh Waktu Radiasi Microwave pada Sintesis 2-(4-
metoksibenziliden)siklopentana-1,3- dion Secara solven Free
Alwi Isnandar 07/253869/FA/
07820
Pengaruh Jumlah Katalis asam Klorida 0,1 N Terhadap Sintesis 2-(4’-hidroksi-3’- metoksibenzilidin) siklopentana-1,3-dion Toni Hartanto
Wibowo 07/254196/FA/
07871
Pengaruh Lama radiasi microwave Pada Sintesis 2-Benzilidin Siklopentana-1,3- dion
146 | Statistika Farmasi
Ananda wahyu Purwantoro 07/254210/FA/
07873
Pengaruh Jumlah Katalis Asam Klorida Pekat Terhadap Sintesis 2-(4’-hidroksi- 3’,5’-dimetilbenzilidin)Siklopentana-1,3- dion
Aziz Aditya Wiguna 07/254021/FA/
07844
Pengaruh Variasi Waktu Radiasi Microwave Terhadap Sintesis Senyawa 2-(4’-
dimetilaminobenzilidin)Siklopentana-1,3- dion
(Penguji) Deasy Vanda Pertiwi
07/254040/FA/
07846
Penelusuran Mekanisme Aksi Senyawa Rocaglamide Sebagai Penginduksi Apoptosis Pada Target Berbasis Pathway Chronic Myeloid Leukimia Secara In siliko (Penguji)
Anisa Budi Suswandari 07/253819/FA/07809
Prediksi Afinitas Senyawa Analog Gamavuton-) (GVT_0) Terhadap enzim Siklooksigenase-2 (COX-2): Kajian Homologi Modeling Dan Docking Molekuler
2010 Membimbing 2 buah Skripsi S1, Menguji 2 buah Skripsi S1
Sudewi Mukaromah Khoirunnisa 06/192661/FA/
07528
Aktivitas Analgetik Dan Tinjauan Efek Samping Hepatotoksik Senyawa Baru 1,3- Bis(4-Hidroksi-Fenil)-Urea Sebagai Kompetitor Parasetamol
Marthaningtyas Diah Savitri 06/192677/FA/
07532
Uji Aktivitas Antipiretik Senyawa 1,3- Bis(4-Hidroksi-Fenil)-Urea Sebagai Kompetitor Parasetamol Serta Tinjauan Efek Samping Hepatotoksik
2009 Membimbing 4 buah Skripsi S1, Menguji 7 buah Skripsi S1
Harianto 05/189919/FA/
07475
Sintesis Senyawa Isoster Gamavuton 1,3 bis(-4-hidroksi’-3’-metoksibenzilidine) urea
Statistika Farmasi | 147 Made Dwi Pradipa
Wahyudi S 05/189921/FA/
07476
Sintesis 1,3 bis(4-hidroksibenzilidin)urea
Andy Eko Wibowo 06/192751/FA/
07537
Sintesis N,N-bis(4-klorobenzilidin)urea Menggunakan 4-kloro-benzaldehid dan Urea Dengan Katalis Asam Klorida Masithoh suryaning
Prahasiwi 04/175813/FA/
07191
Pengaruh Perbandingan Urea Terhadap p- aminofenol pada Sintesis 4-hidroksifenil urea
(Penguji) Nara Perdana Wijaya
05/186587/FA/
07310
Sintesis turunan Isoster Gamavuton : Sintesis1,3-bis(4-metoksibenzilidin)urea
Melalui Reaksi Pembentukan Imina Dalam suasana Asam Asetat
(Penguji) Anton Hari Prabowo
05/187837/FA/
07444
Produk Reaksi Antara Benzaldehid dan Urea Dalam suasana Asam Dengan katalis Asam Klorida
(Penguji) Andreas Jimmy
Biantoro 05/18996/FA/
07480
Sintesis N’- Sikloheksilteobromin Serta Studi Afinitasnya Pada Enzim
Phosphodiesterase Secara Docking Molekuler
2008 Menguji 2 buah Skripsi S1 (Penguji)
Haryadha Agustian 04/175805/07188
Uji Sitotoksisitas Ekstrak Etanolik ulit Batang Hibiscus rosa-sinensis L. ( Kembang Sepatu) Terhadap Sel T47d dan MCF7 Serta Docking Molekuler Senyawa Berkerangka Kumarin Yang Terkandung Dalam ekstrak Pada Reseptor Estrogen Alfa(ERα) dan Tubulin
(Penguji) Edison Chrisnanto
04/175620/FA/
Efek antiangiogenik Ekstrak etanolik Kulit Buah Jeruk Keprok ( citrus Reticulata) Terhadap membrane Korio Alantois(CAM)