• Tidak ada hasil yang ditemukan

TOKOH YANG PERNAH MENGALAMI KESULITAN BETAJAR

Dalam dokumen Dr. Marlina, 5.Pd., M.5i. (Halaman 43-52)

AJESMEN KESULITAN BETAJAR

-r

Pembelajaran yang

efekif

adalah pembelaiaran yang memlerikan para siswa kesempatan belajar yang maksimal.

Pengaiaran ini meningkatkan perhatian dan

perihkl

on-task (bertahan dengan tugas) siswa. Keterlibatan termasuk mende- ngarkan instruksi guru, bertanya dan menrawab pertanyaan, berdiskusi dengan guru dan teman sebaya, bekerja dengan kelompok atau tugas mandiri, dan menerapkan pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh sebelumnya. Berdasarkan hasil meta-analisis dari b erbagai jenis pendekatan pengaiaran, dapat disimpulkan bahwa metode paling efektif untul meng- ararkan keterampilan dasar akademis kepada anak berkesuli- tan belajar adalah gabungan beberapa teknik berikut ini:

1.

Pengendalian dan urutan isi kurikulum yang dipelajari.

2.

Memberikan kesempatan yang banyak pada siswa untuk mempraktikkan pengetahuan dan keterampilan baru yang diperoleh.

3.

Memastikan partisipasi dan merespons yang tinggi pada anak (misalnya, menjawab pertanyaan guru, bertahan pada tugas).

4.

Menggunakan pengajaran kelompok interakfd.

5.

Moilelling oleh guru tentang cara efektif untuk menyele- saikan tugas-tugas sekolah.

6.

Latihan strategi langsung (mengajar anak-anak bagaima- na cara terbaik untuk mencoba belaiar tugas baru).

7.

Memanfaatkan telmologi yang tepat (misalnya pengajar- an berbasis komputer).

8.

Memberikan bantuan tambahan (misalnya, dukungan di kelas; pekerjaan; les orangtua).

F.

TOKOH YANG PERNAH MENGALAMI

ASESMEN KESULITAN BETAJAR

Whoopi Goldb€rg, aktris dan komedian terkenal. Dia seorang aktris yang terkenal dengan penyayangnya, mendami disleksia dan ia sendiri sering mengomertari tentang kesulitan belaiarnya.

John E Kennedy. Presiden lcnneq/ mengalami dis-

lekia, namun ia merahasiakannfa. la lulusan Harvard University dan meniadi Presiden Amerika Serikat pada tahun 1961.

Robin Williams. Wlliams adalah seoftrng aktor dan komedian, ia terkenal dengan perannya yang mengge- maskan dalam film "Mrs. Doubtfire" "Good \Mll Hun- ting" dan puluhan film lainnya. la didiagnosis mengalami

ADHD yang memengaruhi pendidikan dan kemam- puannya dalam mengingat skip film.

Cher, penfanyi dan aktris, ia merupakan salah satu ak- tris dan penyanyi ikonik dan terkenal di dunia, la men- glami disleksia, ia kesulitan mengingat angka dan keter- ampilan dasar matematika.

Alexander Graham Bell. Belladalah penemu telepon, ia beriuang keras menyelesaikan sekolahnya di sekolah reguler. la mengalami kesulitan belaiar disleksia.

Napoleon Bonaparte. Napoleon sangat peka dan genius dalam bidang strategi militer, dan ia didiagnosis mengalami gangguan autistik.

68

BAB 2 , Kelulitan

Richard Branson, seorang milioner, dan Pebisnis. la memiliki imuisi dan perspektif fang unik dalam men- ialarkan bisnisnfa. la mengalami dislekia, ia bermasalah dalam hal membafangkan kata-km (visuolizes words)'

Erin Brock@ich. Brockovich adalah seorang pramu- niaga yanS berhasil membongkar kasus pencemaran bawah air ilegal. la mengalami dislekia.

Tom Cruise. Cruise adalah aktor terkenal di dunia. la mengalami dislekia dan ia telah mengungkaPkan gang- guan tersebut kePada umum.

Wah Disney. Didiagnosis mengalami dislekia, ia ber- masalah dengan tugas-tugas fan8 berkaitan dengan se- kolah. la bahkan dtop out dari sekolah dan memutuskan untuk meniadi artis.

E Scott Fitzgerald

-

la adalah penulis Amerika fang sangat terkenal sepaniang waktu. la dikeluarkan dari se- kolah pada usia 12 tahun karena ketidakmamPuann)r'a dalam memfokuskan perhatian dan menyelsaikan tu- gas-tugas sekolah. la mengalami ADHD.

Danny Glover. Glover populer dalam lilm "Lethal Weapon" dan membintangi Puluhan film lainnya. la dis- leksia dan ia pemah mengatakan bahwa kesulitan belaiar yang dialaminya merupakan tantangan baginfa.

ASESMEN KEJULIIAN BELA'AR

70

keputusan. westwood (1995) mendefinisikan ases- John Lernon. Lennon mengalami dislekia, ia serinS

mengatakan dalam beberapa intervr'ew bahwa ia seorang

"susah mengeia" dan bermasalah serius di sekolah.

li

kemudian menuniukkan keieniusannfa dallm lirik dan musik serta bergabung dengan grup musik The Beatles, sehinSSa ia diperhitungkan sebagai penulis lagu pop ter- baik sepaniang waktu.

Steve McQueen. la terkenal dalam film ,,The Great Escape," ia mengalami gangguan bel4ar bahasa.

Thomas Jetre6on. Walaupun tidak dibuktikan melalui tes, la didiagnosis mengatami kerulibn belajar. Menurut ahli biografi dan psikolog, la menSalami disleksia.

Srlvester Stallone. Stallone aktor laga terkenal di dunia. la mengalami disleksia tapi Ia sang;t berbakat da- lam menulis naskah film. Karfanya )6ng terkenal adalah

"Rambo". "Rocky" and "Over the Top';.

Georte rr!/arhington. Semasa sekolah, VvashlrEton tak mampu mengela dengan benar dan ia merEalami kesuli- tan belaiar. la dikenal sebagai founding fathlr dan presi- den Amerika Serikat Fng pertama.

KONSEP ASESMEN . Penge*ion Asesmen

Asesmen merupakan proses memperoleh informasi yang untuk meribantu anak dalam membuat keputusan Istilah asesmen banyak digunakan dalam

€ai bidang, lihususnya dalam bidang pen'Iidikan ases- diartikan sebagai suatu proses pengumpulan informasi' -dkan

sebagai proses karena kegiatannya berlangsung terus-menerus. Di bittang ilmu pendidikan anak ber-

I(frusus, menyatakan asesmen lebih difokuskan la proses pencarian informasi yang relevan dalam mem- keputusan pendialikan yang meliputi sasaran dan tuiu- strategi pembelaiaran, dan progmm penempatan' Ctaylor' Batasan asesmen banyak alikemukakan oleh ahli' Ler-

(1988) menyatakan asesmen merupakan suatu proses informasi tentang seorang anak yang diguna-

untuk

memluat pertimbangan dan keputusan yang :an dengan anak tersebut. DuI'auI (1994) mengemu- asesmen sebagai proses pengumpulan informasi atau tentang penampilan indivitlu yang bersangkutan untuk

177

DAFTAR PUSTAKA

Abdurrahman, M. 1999. Pendidikan bagi Siswa Berkesulitan Belajar. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan dan PT Rineka Cipta.

Aro, T & Ahonen, T. 2011. Assessment of Learning Disabilities: Cooperation between Teachers, Psychologists, and Parents. Finland: University of Turku and Niilo Mäki Institute.

A Vasudevan. 2017. Slow learners–Causes, problems and educational programmes.

International Journal of Applied Research, 3(12): 308-313.

Clikeman, M.S. 2007. Social Competence in Children. Michigan: Springer Science Business Media.

Cortiella, C. 2011. The State of Learning Disabilities. New York: National Center for Learning Disabilities.

Crouch, A,.L. & Jakubecy, J., J. 2007. Dysgraphia: How It Affects a Student’s Performance and what Can Be Done about It. Teaching Exceptional Children Plus, 3 (3): 1-13.

Currie, P.S. & Wadlington, E.M. 2000. The Source for Learning Disabilities. East Moline, IL: LinguiSystems. (www.linguisystems.com).

Direktorat Pendidikan Luar Biasa. 2004. Pedoman Penyelenggaraan Pendidikan Terpadu Inklusi: Alat Identifikasi Anak Berkebutuhan Khusus. Jakarta:

Direktorat PLB Dirjendikdasmen Depdiknas.

Fuchs, L. S., & Fuchs, D. 2003. Enhancing the Mathematical Problem Solving of Students with Mathematical Disabilities. In H. Swanson, K. R. Harris, & S.

Graham (Eds.), Handbook of learning disabilities (pp. 306–322). New York:

Guilford Press.

Graham, S., & Harris, K. R. 2003. Students with Learning Disabilities and the Process of Writing: A Meta-Analysis of SRSD Studies. In H. L. Swanson, K. R. Harris,

& S. Graham (Eds.), Handbook of Learning Disabilities (pp. 323–344). New York: Guilford Press.

Graham, S., Harris, K. R., & Mason, L. 2005. Improving the Writing Performance, Knowledge, and Self-efficacy of Struggling Young Writers: The Effects of Self- regulated Strategy Development. Contemporary Educational Psychology, 30, 207–241.

Gresham, F. M., Cook, C. R., & Crews, S. D. 2004. Social Skills Training for Children and Youth with Emotional and Behavioral Disorders: Validity Considerations and Future Directions. Behavioral Disorders, 30: 32-46.

178

Hallahan, D.P. & Kauffman, J.M. 2003. Exceptional Learners: Introduction to Special Education (9th edn). Boston, MA: Allyn & Bacon.

Kavale, K.A, & Forness, S.R. 1996. Social Skills Deficits and Training: A Meta- Analysis of the Research in Learning Disabilities. Advances in Learning and Behavioral Disabilities, 9: 119-160.

Lee, Clare. 2006. Language for Learning Mathematics – Assessment for Learning in Practice. Open University Press.

Lerner, J. 2003. Learning Disabilities: Theories, Diagnosis, and Teaching Strategies.

Boston: Houghton Mifflin.

Marlina, M. (2015). Asesmen Anak Berkebutuhan Khusus: Pendekatan Psikoedukasional Edisi Revisi.

McLoughlin, J.A & Lewis, R.B. 1981. Assessing Special Students. Columbus Ohio:

Charles E. Merrill Publishing Co.

McQuillan, M.K. 2010. Guidelines for Identifying Children with Learning Disabilities.

Connecticut State. Department of Education.

Ministry of Education. 2011. Supporting Students withLearning Disabilities: A Guide for Teachers. Columbia: British Columbia.

Niemann, S., Greenstein, D,. & David, D. 2004. Helping Children Who Are Deaf:

Family and community support for children who do not hear well. California, USA: The Hesperian Foundation.

Reid, R. & Ortiz, T. 2006. Strategy Instruction for Students with Learning Disabilities.

New York: A Division of Guilford Publications, Inc.

Renzulli, J. 1986. The three ring conception of giftedness: A developmental model for creative productivity. In R. J. Sternberg & J. E. Davidson (Eds.), Conceptions of Giftedness (pp.53-92). New York: Cambridge University Press.

Rief, S.F. & Heimburge, J.A. 1996. How to Reach & Teach All Students in The Inclusive Classroom: Ready-to-Use, Lessons and Activities for Teaching Students with Diverse Learning Needs. San Francisco: John Wiley & Sons Inc.

Santrock, J.W. 2002. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Kencana.

Shepherd, T.L. 2010. Working with Students with Emotional and Behavior Disorders:

Characteristics and Teaching Strategies. New Jersey: Pearson Education Inc.

Slavin, R. 2003. Educational Psychology (7th edition). Boston: Allyn & Bacon.

179

Suparno &M. Yunus. 2003. Keterampilan Dasar Menulis. Jakarta: Pusat Penerbitan Universitas Terbuka.

Sutadi, R. 2003. Penatalaksanaan Holistik Autisme. Jakarta: Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia.

Taylor, R.L. 2000. Assessment of Exceptional Students: Educational and Psychological Procedures. Florida Atlantic University: Allyn and Bacon.

Tompkins, G.E. 1994. Teaching Writing Balancing Process and Product. New York:

Macmillan Publishing Company.

Troia, G. A., & Graham, S. 2002. The Effectiveness of a Highly Explicit, Teacher- directed Strategy Instruction Routine: Changing the Writing Performance of Students with Learning Disabilities. Journal of Learning Disabilities, 35 (4):

290-305.

Wahab, R. 2011. Mengenal Anak Berbakat Akademik dan Upaya Mengidentifikasinya.

Tersedia pada http://staff. uny. ac. id/sites/default/files/lain-lain/rochmat-wahab- mpd-ma-dr-prof/mengenal-anak-berbakat-akademik-dan-

mengidentifikasikannya.pdf. (diakses tanggal 28 Maret 2015).

Westwood, P. 1995. Commonsense Methods for Children with Special Needs. New York: Routledge.

Westwood, P. 2004. Learning and Learning Difficulties: A Handbook for Teachers.

Victoria: Australian Council for Educational Research Press.

Westwood, P.S. 2001. Reading and Learning Difficulties. Melbourne: Australian Council for Educational Research.

Wong, B. Y. L. 2004. Writing Strategies Instruction for Expository Essays for Adolescents with and without Learning Disabilities. Topics in Language Disorders, 20 (4): 29–44.

Wong, B.Y.L. 2004. Learning About Learning Disabilities. Third Edition. Canada:

Elsevier Academic Press.

180

GLOSARIUM

Algoritma : Langkah prosedur bertahap guna memecahkan masalah penghitungan.

Anak berkebutuhan khusus

: Anak yang yang dalam proses tumbuh kembangnya memiliki gangguan atau hambatan atau masalah dalam hal fisik, motorik, emosi, sosial, perilaku yang berbeda dengan teman seusianya sehingga memerlukan layanan pendidikan dan pembelajaran khusus.

Aritmatika : Metode penghitungan yang digunakan terutama ketika hendak memecahkan masalah angka. Aritmatika lebih mengutamakan keterampilan berhitung, yang terkait dengan penjumlahan, pengurangan, perkalian, dan pembagian.

Asesmen : Proses pengumpulan informasi yang menyeluruh tentang kondisi anak, untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan anak yang berguna sebagai pertimbangan pembuatan keputusan layanan pendidikan yang tepat.

Asesmen berbasis sekolah

: Asesmen yang dilakukan di lingkungan pendidikan formal, yang melibatkan semua komponen yang terlibat dalam aktivitas pendidikan di sekolah.

Belajar : Proses perubahan di dalam kepribadian manusia dan perubahan tersebut ditampakkan dalam bentuk peningkatan kualitas dan kuantitas tingkah laku seperti peningkatan kecakapan, pengetahuan, sikap, kebiasaan, pemahaman, keterampilan, daya pikir, dan kemampuan yang lain.

Carry over effects : Kesesatan yang terjadi jika pencatat tidak dapat memisahkan satu gejala dari yang lain, dan jika gejala

181

yang satu kelihatan baik yang lain ikut dicatat baik.

Disfasia/afasia : Gangguan dalam memahami bahasa lisan dan minimnya pemahaman bacaan.

Disgrafia : Kesulitan belajar menulis.

Diskalkulia : Kesulitan belajar berhitung.

Disleksia : Kesulitan belajar membaca.

Dispraksia (sensory integration disorders)

: Gangguan dalam koordinasi mata dan tangan, keseimbangan, dan ketangkasan manual,

Gangguan proses auditori

: Gangguan dalam membedakan bunyi bahasa.

Gangguan proses visual : Gangguan dalam menginterpretasikan informasi visual.

Gaya belajar : Metode yang palingmemungkinkan seseorang untuk mengumpulkan dan menggunakan pengetahuan dengan cara tertentu.

Generasity effects : Kesesatan yang terjadi karena keinginan untuk berbuat baik, ditambah atau dikurangi tidak seperti sebenarnya terjadi.

Hallo effects : Kesesatan yang muncul jika observer dalam proses pengamatan terpikat oleh kesan-kesan umum yang baik pada observee (orang yang diamati).

Identifikasi : Proses penjaringan anak yang diduga mengalami kebutuhan khusus.

Individualized

Educational Program

: Dikenal juga dengan Program Pendidikan yang Diindividualkan (PPI), yaitu sejenis program pembelajaran berpusat pada anak yang memuat tujuan jangka pendek dan tujuan jangka panjang yang disusun berdasarkan hasil asesmen.

Intervensi berbaris Intervensi yang dilakukan di lembaga formal sekolah

182

kelas dengan melibatkan guru, kepala sekolah, konselor sekolah, ahli psikologi pendidikan, pegawai sekolah dan anak.

Kepekaan angka : Kelancaran dan fleksibilitas anak dengan angka, peka terhadap apa artinya angka-angka, kemampuan untuk melakukan mental aritmatika dan membuat perbandingan"

Anak-anak yang memiliki kepekaan angka yang baik akan memiliki “rasa” pada matematika. Anak-anak dengan jumlah yang baik rasa memiliki "feel" untuk matematika.

Mereka dapat melihat pola pada angka dan menguasai konsep-konsep seperti lebih besar dari, kurang dari, dan sama dengan.

Kesulitan belajar Gangguan yang ditunjukkan dengan adanya kesulitan di bidang akademik, dimana hasil belajar yang ditunjukkan tidak sesuai dengan kemampuan yang sebenarnya dimiliki.

Matematika : Salah satu keterampilan akademik yang mengkaji pembuatan hubungan, keteraturan, struktur atau skema organisasi yang berhubungan dengan ruang, waktu, berat, massa, isi, geometri dan angka.

Pendekatan integratif : Pendekatan pembelajaran bahasa yang menekankan keterpaduan empat aspek keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis). Misalnya:

menceritakan pengalaman yang menarik, menuliskan suatu peristiwa sederhana, membaca bacaan kemudian membuat ikhtisar, dan meringkas cerita yang didengar Pendekatan

keterampilan proses

: Pendekatan pembelajaran bahasa yang memfokuskan pada hal mengamati, mengklasifikasi, menginterpretasi, dan mengkomunikasikan. Dilakukan dengan cara melaporkan hasil kunjungan, menyusun laporan pengamatan, membuat

Dalam dokumen Dr. Marlina, 5.Pd., M.5i. (Halaman 43-52)

Dokumen terkait