• Tidak ada hasil yang ditemukan

Tugas dan Fungsi BRSAMPK Paramita Mataram

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

6. Tugas dan Fungsi BRSAMPK Paramita Mataram

Tugas BRSAMPK Paramita Mataram adalah untuk memberikan pelayanan rehabilitasi untuk memulihkan kondisi anak yang memerlukan perlindungan khusus baik dari fisik, mental, sosial psikologis serta menumbuhkan sikap mandiri anak agar mampu tumbuh dan berkembang menjadi manusia yang berguna, produktif dan berkualitas.

b. Fungsi

1) Penyusunan renacana program, evaluasi, dan pelaporan.

2) Pelaksanaan rehabilitasi sosial anak yang memerlukan perlindungan khusus

3) Pelaksanaan registrasi dan asesmen anak yang memerlukan perlindungan khusus.

4) Pelaksanaan advokasi sosial

5) Pemetaan dan informasi anak yang memerlukan perlindungan khusus.

6) Pelaksanaan terminasi, evaluasi dan pemantauan pada anak yang memerlukan perlindungan khusus.

7) Pelaksanaan urusan tata usaha.27

27 Profil BRSAMPK Paramita Mataram 21 September 2020.

40

8) Sasaran Pelayanan BRSAMPK Paramita Mataram

Sesuai Undang-Undang Nomor 35 tahun 2014 tentang perlindungan anak, ada beberapa kategori anak yang memerlukan perlindungan khusus yaitu:

a. Anak dalam situasi darurat

b. Anak dari kelompok minoritas dan terisolasi c. Anak berhadapan dengan hukum

d. Anak korban penyalahgunaan NAPZA

e. Anak yang dieksploitasi secara ekonomi dan atau seksual f. Anak dengan HIV/AID

g. Anak korban pornografi

h. Anak korban kekerasan fisik dan/psikis i. Anak korban penjualan dan penculikan j. Anak korban jaringan terorisme

k. Anak korban kejahatan seksual

l. Anak korban perlakuan salah dan pengelantaran m. Anak penyandang disabilitas

n. Anak korban stigmatisasi dan pelebelan terkait kondisi orangtua o. Anak dengan perilaku sosial menyimpang

41 7. Jenis Terapi Bagi Penerima Manfaat

a. Terapi Fisik

Terapi fisik adalah kegiatan yang dilakukan dalam rangka merawat dan menjaga kesehatan fisik jasmani yang mendukung aktifitas mereka dalam mengikuti rehabilitasi sosial.

1) Pemenuhan Kebutuhan Dasar

Adalah pemenuhan hak-hak dasar anak seperti sandang (pakaian seragam), pangan (makanan), dan papan (pengasramaan). Adapun proses masa rehebilitasi di balai adalah selama 3–6 bulan hal tersebut berdasarkan nomenklatur yang telah ditetapkan oleh pusat. Termasuk di dalamnya Terapi Activity Daily Living (ADL), yakni terapi yang memfokuskan pada aktivitas rutin yang dilakukan oleh penerima manfaat seperti mencuci, membersihkan asrama, dan lain sebagainya.

2) Pemeliharaan Kesehatan

Adalah kegiatan pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis (dokter dan perawat) secara berkala, untuk memonitoring kondisi kesehatan anak agar terhindar dari penyakit yang dapat mengganggu proses rehabilitasi sosial.

3) Olahraga

Dilakukan rutin setiap hari, seperti sepak bola, bola voli, sepak takraw dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki oleh balai. Selain itu terdapat olahraga rutin

42

mingguan yakni senam pagi di hari Jumat didampingi oleh instruktur senam.

b. Bimbingan Sosial

Bimbingan sosial adalah kegiatan yang dilakukan untuk membantu anak penerima manfaat baik secara individu maupun kelompok untuk menyelesaikan masalah sosial, pergaulan dalam lingkungan, penyesuaian diri, dan hubungan sosial lainnya.

c. Bimbingan Mental dan Spritual

Bimbingan mental adalah serangkaian kegiatan dalam usaha untuk memperbaiki dan memperbaharui suatu tindakan, perilaku, sifat melalui bimbingan mental atau jiwanya sehingga memmiliki kepribadian yang sehat seperti menumbuhkan rasa percaya diri, memiliki sikap budi pekerti yang baik dan memiliki kepribadian yang sehat.

1) Terapi Agama

Adalah terapi yang diberikan kepada penerima manfaat untuk mendekatkan diri pada Sang Pencipta dan menanamkan rasa syukur pada diri pribadi anak penerima manfaat serta menyadarkan mereka akan perbuatan yang salah yang telah dilakukannya.

2) Mental, Fisik, dan Disiplin

43

Melalui kegiatan peraturan mliter dasar (Permildas) oleh TNI-AD yang didalamnya terdapat materi baris-berbaris, pembinaan fisik dan juga mental.

3) Kesamaptaan

Kesamaptaan oleh Polri yang berisi materi penyuluhan tentang hukum dan sebab akibat suatu permasalahan hukum dapat terjadi.

d. Terapi Psikososial

Terapi psikososial bertujuan untuk memperkuat dan memobilisasi potensi penerima manfaat serta meningkatkan kemampuan pengelolaan diri dalam lingkungan sosialnya. Terapi psikososial ini dilakukan untuk mengatasi masalah yang berkaitan dengan aspek kognisi, emosi dan sosial. Adapun macam-macam terapi psikososial, antara lain:

1) Terapi Kognitif, Seperti:

a) Konseling

b) Realitas adalah terapi untuk individu guna mengembangkan tingkah laku yang lebih realistik.

c) Nourishment dan kursi kosong adalah terapi bagi individu untuk menemukan jalannya sendiri dan bertanggung jawab atas diri pribadinya untuk mewujudkannya.

2) Terapi Perilaku

44

Adalah terapi yang diberikan untuk mengurangi masalah perilaku dan kemampuan beradaptasi individu, contohnya;

Reward and Punishment.

3) Terapi Keluarga

Adalah terapi yang ditujukan untuk memberikan pemahaman bagi orang tua atau keluarga yang tinggal bersama anak agar mereka memahami pola pengasuhan yang tepat untuk anak, agar anak mendapatkan hak-haknya, antara lain; hak untuk hidup, hak untuk tumbuh kembang, hak mendapatkan perlindungan dan juga hak untuk berpartisipasi.

4) Terapi Kelompok

Adalah terapi yang diberikan kepada penerima manfaat dalam bentuk kelompok yang tujuannya adalah untuk menyelesaikan masalah yang muncul dalam kelompok dan juga mengasah kemampuan kerjasama antar sesama penerima manfaat. Adapun wujud terapi kelompok antara lain;

Therapeutic Community, Persami,Outbond, Widya Wisata.

e. Bimbingan Keterampilan

Bimbingan keterampilan adalah kegiatan pemberian layanan yang bertujuan untuk mengembangkan pengetahuan, potensi dan kemampuan penerima manfaat dalam keterampilan bekerja sebagai bekal untuk memenuhi kebutuhan hidup di tengah-tengah masyarakat.

45 f. Terapi Vokasional

Terapi vokasional adalah layanan yang diberikan kepada penerima manfaat yang cacat mental atau fisik yang bertujuan agar penerima manfaat dapat memperoleh keterampilan, mengoptimalkan sikap, serta harapan yang diperlukan. Beberapa terapi vokasional yang ada di Paramita Mataram adalah sebagai berikut:

1) Las 2) Otomotif 3) Petukangan 4) Tata rias (Salon) 5) Menjahit

6) Komputer 7) Musik

g. Praktek Belajar Kerja/Magang

Praktek belajar kerja (PBK) adalah kegiatan bekerja di masyarakat sebagai penerapan keterampilan yang telah didapat dari lembaga.

a. Reunifikasi/Reintegrasi

Reunifikasi adalah penyatuan kembali penerima manfaat dengan orangtua/wali agar dapat memberikan perlindungan dan pemenuhan kebutuhan bagi penerima manfaat. Reintegrasi adalah pengembalian penerima manfaat pada daerah asal/lingkungan

46

sosialnya setelah mendapatkan rehabilitasi dan pembinaan di lembaga agar melanjutkan kehidupan sosialnya di masyarakat.

8. Wilayah Kerja BRSAMPK Paramita Mataram

Wilayah kerja BRSAMPK Paramita Mataram meliputi tiga provinsi antara lain:

a. Nusa Tenggara Barat b. Bali

c. Sulawesi Barat

9. Program dan Layanan Kegiatan BRSAMPK Paramita Mataram BRSAMPK Paramita Mataram memberikann program layanan dan rehabilitasi anak yang membutuhkan perlindungan khusus melaui:

a. Penyediaan asrama b. Bimbingan agama

c. Bimbingan mental spiritual d. Bimbingan sosial

e. Bimbingan kelompok

f. Pemenuhan kebutuhan fisik (olahraga, makan, kesehatan, serta pakaian)

g. Bimbingan psikososial h. Bimbingan keterampilan

47

Tabel: 1. Jadwal program kegiatan BRSAMPK Paramita Mataram

No. Hari Waktu/Jam Keterangan

1. Senin 04.30-05.15 07.45-08.45 09.00-12.00 12.00-13.15 14.00-15.30 15.30-16.15 16.00-17.30 18.00-18.45 19.15-20.00 20.45-22.15 22.20-04.30

Sholat subuh berjamaah bimbingan keterampilan Bimbingan fisik

Sholat dzuhur berjamaah Konseling individu Bimbingan psikososial Sholat ashar berjamaah Sholat maghrib berjamaah Sholat isya berjamaah Bimbingan sholat istirahat

2. Selasa 04.30-05.15 05.20-07.00 07.30.08.15 08.30-10.00 10.00-11.30 12.00-13.15 14.45-15.30 15.30-16.20 16.30-17.30 18.00-18.45 19.15-20.00 20.45-22.15 22.20-04.30

Shokat subuh berjamaah Membersihkan lingkungan Bimbingan keterampilan Bimbingan kelompok Bimbingan psikososial Sholat dzuhur berjamaah Bimbingan psikososial Sholat ashar berjamaah Membersihkan lingkungan Sholat mahgrib berjamaah Sholat isya berjamaah Muhadharoh

Istirahat/tidur 3. Rabu 04.30-05.15

05.20-07.00

Sholat subuh berjamaah Membersihkan lingkungan

48 07.30-08.15 08.30-10.00 10.30-12.00 12.00-13.15 14.30-15.30 15.30-16.15 16.30-17.30 18.00-18.45 19.15-20.00 20.45-22.15 22.20-04.30

Bimbingan agama Bimbingan psikologis Konseling individu Sholat dzuhur berjamaah Bimbingan keterampilan Sholat ashar berjamaah Membersihkan lingkungan Sholat maghrib berjamaah Sholat isya berjamaah Ensiklopedia Nabi Muhamad SAW Istirahat/tidur 4. Kamis 04.30-05.15

05.20-07.00 07.30-08.15 08.30-10.15 10.30-12.00 12.00-13.15 14.45-15.30 15.30-16.15 16.30-17.30 18.00-18.45 19.15-20.00 20.45-22.15 22.20—04.30

Sholat subuh berjamaah Membersihkan lingkungan Bimbingan kesehatan Penyuluhan sosial Bimbingan psikososial Sholat dzuhur berjamaah Bimbingan psikososial Sholat ashar berjamaah Membersihkan lingkungan Sholat maghrib berjamaah Sholat isya berjamaah Bimbingan membaca Al- Qur’an

Istirahat/tidur 5. Jumad 04.30-05.15

05.20-07.00 07.30-08.15 08.30-10.00

Sholat subuh berjamaah Membersihkan lingkungan Bimbingan agama

Konseling individu

49 10.30-12.00 12.00-13.15 14.30-15.15 15.30-16.15 16.30-17.30 18.00-18.45 19.15-20.00 20.45-22.15 22.20-04.30

Bimbingan fisik

Sholat dzuhur berjamaah Bimtag

Sholat ashar berjamaah Membersihkan lingkungan Sholat mahgrib berjamaah Sholat isya berjamaah Role play

Itirahat/tidur 6. Sabtu 04.30-05.15

05.20-07.00 07.30-08.30 08.30-10.15 10.30-12.00 12.00-13.15 14.00-15.30 15.30-16.15 16.30-17.30 17.00-18.00 19.15-20.00 20.45-14.30

Sholat subuh berjamaah Membersihkan lingkungan Nonton bareng

Pramuka Kegiatan bebas

Sholat dzuhur berjamaah Istirahat siang

Sholat ashar berjamaah Membersihkan lingkungan Sholat maghrib berjamaah Sholat isya berjamaah Istirahat/tidur

7. Minggu Full time libur

Sumber: Dokumentasi jadwal kegiatan di BRSAMPK Paramita Mataram.

10. Sarana dan Prasarana BRSAMPK Paramita Mataram

Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus Paramita Mataram memiliki luas area 30.674 m dan fasilitas yang tersedia sebagai berikut; lahan pertanian (mix farming) 7.407.

adapun fasilitas yang tersedia meliputi:

50 Tabel: 2

Sarana dan Prasarana BRSAMPK Paramita Mataram

No. Nama Unit Jumlah

1. Gedung kantor 3 unit

2. Auditorium 2 unit

3. Guest house 1 unit

4. Asrama penerima manfaat 10 unit

5. Ruang praktek keterampilan 4 lokal

6. Ruang pendidikan 3 lokal

7. Ruang music 1 unit

8. Ruang computer 1 unit

9. Ruang poliklinik 1 unit

10. Ruang dinas 9 unit

11. Ruang perpustakaan 1 unit

12. Ruang data/ruang rapat 1 unit

13. Gudang 1 unit

14. Workshop (service, cuci motor, Ac, Las) 1 unit

15. Kolam pemancingan 5 unit

16. Ruang makan 1 unit

17. Lap olahraga, (basket, voly, takraw, badminton, sepak bola0

1 unit

18. Koperasi pegawai 1 lokal

19. Aula terbuka maupun tertutup 1 unit

51 Table ; 3

Perlengkapan Dan Peralatan Pendukung Kegiatan Pelayanan Dan Rehabilitasi Sosial di

BRSAMPK Paramita Mataram Tahun 2020.

No. Jenis Perlengkapan 1. Perlengkapan perkantoran

2. Perlengkapan ruang poliklinik dan ruang kesehatan 3. Perlengkapan peralatan dan keterampilan

4. Perlengkapan ruang pendidikan 5. Perlengkapan peralatan kesenian

6. Perlengkapan ruang pertemuan dan ruang data 7. Perlengkapan asrama

8. Perlengkapan dapur dan ruang makan 9. Perlengkapan dan peralatan guest house 10. Perlengkapan ruang tamu

11. Perlengkapan dan peralatan kebersihan 12. Perlengkapan visualisasi data

13. Perlengkapan multimedia: komputer, telepon, faxmile 14. Perlengkapan dan peralatan shalter work shop

15. Sarana transportasi

11. Gambaran Umum Pengurus BRSAMPK Paramita Mataram Pegawai Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus adalah Unit Pelayanan Teknis di bawah Direktorat Jenderal Rehabilitasi Sosial Kementerian Sosial Republik Indonesia, dengan jumlah pegawai seluruhnya adalah 46 pegawai, ditambah dengan 14 orang tenaga honorer sebagai pekerja sosial pendukung. Berikut data pegawai BRSAMPK Paramita Mataram.

52

Tabel: 4

Daftar Nama Pegawai dan Sub Tata Usaha dan JFU

No. Nama Jabatan Status

1. Drs. Sutiono, MM Kpala PNS

2. Syahrunnadilir, SH Kasubag TU PNS

3. Nur Ainiyah Bendahara pengeluaran PNS

4. Feni Sondari A.Md Penata laporan PNSkeuangan PNS 5. R. Hidayat Ismail S.Pd PenaPNSta hummas PNS 6. Ibrahim Firdaus SST. ME Penata laporan dan barang

persediaan

PNS 7. Ketut Gede Saputra Penata laporan BMN dan

barang persediaan

PNS 8. M. Choirun S.sos Penata laporan keuangan PNS 9. Lalu Zohri S.sos Pengadministrasi

kepegawaian

PNS 10. Firmansyah, SH Penata laporan BMN dan

barang persediaan

PNS

11. Samsul Hadi S.Pd Verikator keuangan PNS

12. Wiwin Putereny Administrasi pegawai PNS

13. Sofyan Efendy A.Md Penata laporan BMN dan barang persediaan

PNS

14. Musanip Pramu bakti PNS

15. Zakaria Petugas keamanan PNS

16. Muksin Teknisi kelistrikan PNS

17. Berry Susilo Petugas keamanan PNS

18. Fathurrahman Petugas keamanan PNS

19. Ida Made Arjana Pramu bakti PNS

20. Rofiana Pramu bakti PNS

21. Dewa Made Artha Pramu bakti PNS

22. Mi’ad Pramu bakti PNS

23. Misrah Petugas keamanan PNS

Table: 5

Daftar Nama Pegawai Seksi Program Advokasi dan Sosial tahun 2020.

No. Nama Jabatan Status

1. Ekawati Yuyun Wahyuni SE Pengadministrasian bahan program

PNS

2. Mira Nitakusiminar SST Calon JFT pekerja sosial PNS

53

pertama

3. Muhadis SH Pengadministrasian

advokasi sosial

PNS

4. Drs. Agnes Rosaliana Kasi program dan advokasi sosial

PNS

5. Ni Luh Damika SH Kasie Resos PNS

6. Retno Yuli Wijayanti S.ST Calon JFT Pekerja Sosial Pertama

PNS

7. Teguh Ramadhan S.ST Calon JFT pekerja sosial pertama

PNS

8. Budi Pratama, S.ST Calon JFT pekerja sosial pertama

PNS

9. Wahyu Pratama S.sos Calon JFT penyuluh sosial PNS 10. Witri Yanti AMK Calon JFT pekerja sosial

pertama

PNS

11. Armila Rohmatul Mu’min SPD

Calon JFT pekerja sosial pertama

PNS

12. Herlin Wahyuni Hidayat Pembimbing Psikologis PNS

13. Kustadi Pengadministrasian

rehabilitasi sosial

PNS

14. Siti Rochniati Pengadministrasian Rehabilitasi Sosial

PNS

15. Muchtar Kusuma Atmaja A.Md

Calon JFT pekerja sosial pertama

PNS

54

Table: 6

Daftar Nama Pegawai Jabatan Fungsional Tertentu

No. Nama Jabatan Status

1. Edy Kusnady.S.IP Pekerja sosial muda PNS

2. Maksum Pekerja sosial penyedia PNS

3. Mangu Matheus, S.ST Pekerja sosial muda PNS

4. Darmaputra Pekerja sosial penyedia PNS

5. Yahya Pekerja sosial penyedia PNS

6. Azhar,BSW Pekerja sosial penyedia PNS

7. Sudirman, SH Pekerja sosial muda PNS

8. Jaya Gozali Pekerja sosial pelak.

Lanjutan

PNS

Adapun tenaga pendukung profesi sosial pekerja dan tenaga honorer BRSAMPK Paramita Mataram terdiri dari:

a. Psikolog : 1 orang

b. Tokoh agama : 1 orang c. Instruktur keterampilan : 2 orang d. Satpam penjaga malam : 2orang e. Juru masak : 3 orang f. Pengemudi 2 orang g. Tukang kebun : 3 orang

12. Gambaran Anak Penerima Manfaat BRSAMPK Paramita Mataram

Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus (BRSAMPK) Paramita di Mataram adalah unit pelayanan

55

teknis di bawah Direktorat Jenderal rehabilitasi sosial kementerian sosial Republik Indonesia. BRSAMPK Paramita Mataram memiliki tugas untuk melaksanakan rehabilitasi sosial bagi anak yang memerlukan perlindungan khusus. Jumlah anak penerima manfaat di BRSAMPK Paramita Mataram 1.376 orang dari bulan Januari, dan yang tersisa hanya 55 orang, karena di BRSAMPK Paramita Mataram ini menggunakan sistem on off atau keluar masuk.28

Tabel 6: Berikut Nama-nama Anak atau Data Anak Yang Berada di PSMP Paramita Mataram.

No Nama Anak Asal

1 RA Lombok Barat

2 HN Lombok Barat

3 MN Lombok Barat

4 I MA Lombok Barat

5 MI Lombok Barat

6 MA Lombok Barat

7 AR Mataram

8 MD Mataram

9 FK Mataram

10 HM Mataram

11 SA Mataram

12 I S Mataram

13 MA Lombok Timur

14 NA Lombok Timur

28 Samsul Hadi, wawancara, BRSAMPK Paramita Mataram, 6 Oktober 2020.

56

15 MH Lombok Timur

16 MA lOmbok Timur

17 MD Lombok Timur

18 KWY Lombok Timur

19 FF Lombok Timur

20 IH Lombok Utara

21 NJ Lombok Utara

22 UM Dompu

23 HB Dompu

24 AHZ Dompu

25 PI Dompu

26 MA Mataram

27 ARR Mataram

28 IA Mataram

29 ARM Lombok Timur

30 SI Lombok Utara

31 AA Dompu

32 MF LombokBarat

33 VRT Mataram

34 KSA Sumbawa Barat

35 AA Lombok Barat

36 IP Lombok Barat

37 NS Lombok Tengah

38 SA Lombok Tengah

39 HY Lombok Tengah

40 SO Lombok Tengah

41 M. RRP Lombok Barat

42 IY Lombok Utara

43 RM Lombok Barat

44 NS Lombok Barat

45 M. S Lombok Barat

46 M. JS Lombok Barat

57

47 IZ Lombok Utara

48 SO Lombok Utara

49 HI Mataram

50 MA Mataram

51 AY Lombok Tengah

52 AM Lombok Tengah

53 RAA Sumbawa Barat

54 SHR Sumbawa Barat

55 GKC Sumbawa Barat

Tabel 7: Status Pendidikan Anak Penerima Manfaat di PSMP Paramita Mataram

No

Status Pendidikan Anak Penerima Manfaat di PSMP Paramita Mataram

SD SMP SMA Jumlah

15 20 20 55

13. Kronologis Singkat Anak Korban Eksploitasi Seksual a. Kasus RAA

Anak yang bernama inisial RAA berumur 12 tahun, menjadi korban eksploitasi seksual. RAA menjadi korban ekploitasi oleh pamannya sendiri yang berinisial MG yang berusia 31 tahun. Permasalahan yang dialami oleh RAA berawal dari keluarga yang broken home, RAA menngaku orangtuanya sering bertengkar dan kemudian ibunya pergi ke luar negeri bekerja sebagai TKW, dan ayahnya menikah lagi, RAA ditiitipkan kepada keluarganya. RAA tinggal bersama

58

nenek, paman dan bibinya. RAA sering diajak ke lokasi wisata dan disuruh untuk meminta uang kepada bule-bule wiisata dan para pengunjung lokal, selain itu, RAA sering dijadikan PSK di tempat pelacuran oleh pamannya. Setelah kejadian tersebut diketahui pihak keluarga lainnya, kemudian anak tersebut dibawa ke Paramita Mataram karena RAA masih dibawah umur dan memerlukan perlindungan.

B. Faktor-faktor Penyebab Terjadinya Eksploitasi Seksual Anak di Balai Rehabilitasi Sosial Anak yang Membutuhkan Perlindungan Khusus dalam Membina Anak Korban Eksploitasi Seksual Anak.

Pembahasan ini adalah hasil penelitian untuk mengetahui faktor apa saja yang menyebabkan terjadinya eksploitasi seksual pada anak. Berdasarkan pengamatan dan wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan pengurus balai rehabilitasi, dapat diketahui bahwa lingkungan keluarga, lingkungan pergaulan, dan permasalahan ekonomi rendah adalah faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya eksploitasi seksual pada anak, namun sejauh yang ditemukan di BRSAMPK Paramita Mataram lebih dominan faktor keluarga.

Berdasarkan informasi yang didapat oleh peneliti dari wawancara dengan beberapa narasumber, hasil yang diperoleh dari penelitian tersebut peneliti akan pemaparkan faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya eksploitasi seksual hingga pada akhirnya anak menjadi korban dan mengalami trauma pada kejadian tersebut.

59

Berdasarkan hasil wawancara peneliti terkait dengan faktor-faktor terjadinya eksploitasi seksual pada anak dengan ibu Astri Mayasari selaku pembimbing psikologis di Paramita Mataram yang mengatakan bahwa:

“ Kalau berdasarka dari korban-korban yang ada di paramita, , faktor yang mempengaruhi yang paling pertama adalah orangtua dan keluarga, kebanyakan dari mereka memiliki latar belakang keluarga broken home atau orangtua yang abai dengan pengasuhan anaknya, artinya orangtua lebih sering membiarkan dan menitipkan anak pada keluarga lain seperti nenek atau saudara mereka. Hal inilah yang mempengaruhi pola pikir dan kondisi psikologis mereka. Kemudian faktor lingkungan dimana lingkungan ini juga lebih banyak memberikan pengaruh negatif.

Dua faktor itu yang paling dominan menyebabkan terjadinya eksploitasi seksual.” 29

Dari hasil wawancara diatas peneliti bisa simpulkan bahwa faktor yang menyebabkan terjadinya anak menjadi korban eksploitasi seksual adalah orangtua, keluarga, dan lingkungan pergaulan anak. Adapun alasan yang paling utamanya adalah kurangnya perhatian orangtua yang menyebakan anak memiliki pola pikir yang negatif.

berdasarkan hal ini, maka sangat diperlukan bimbingan atau pembinaan terhadap anak bagaimana cara menyesuaikan diri dengan lingkungan pergaulannya agar tidak terjerumus dalam hal negatif yang menyebabkan mereka menjadi korban eksploitasi seksual. Bimbingan memiliki peran penting dalam mengatasi persoalan-persoalan anak, terutama mengenai penyesuaian diri pada lingkungan dan masyarakat.

29 Astri Mayasari wawancara, BRSAMPK Paramita Mataram, 10 Oktober 2020.

60

C. Pola Bimbingan Konseling Islam yang Diterapkan dalam Membina Anak Korban Ekslpoitasi Seksual di BRSAMPK Paramita Mataram.

Dalam sudut pandang Islam anak merupakan makhluk yang dhaif dan mulia, yang kreberadaannya adalah kehendak dari Allah SWT dengan melalui proses penciptaan. Sesungguhnya setiap anak lahir dalam keadaan fitrah tergantung pada setiap orangtua yang membesarkannya. Anak merupakan amanah dari Allah SWT yang dititipkan pada setiap orangtua yang wajib menjaga dan merawatnya sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang menjadi generasi penerus bangsa yang baik dan berguna. Namun melihat fakta yang ada sekarang ini banyak anak-anak yang menjadi objek kekerasan dan eksploitasi seksual. Anak yang menjadi korban eksploitasi seksual akan mengalami dampak psikologi seperti hilangnya rasa percaya diri, ketakutan, kecemasan bahkan trauma. Akibat yang timbul juga mempengaruhi proses perkembangan dan pertumbuhan anak dimasa dewasanya.

Bimbingan merupakan suatu layanan yang diberikan kepada seseorang atau sekelompok orang baik yang memiliki masalah maupun yang tidak memiliki masalah, agar dia dapat menyesuaikan diri dengan lingkungannya dan mampu mengembangkan potensi yang dimilikinya.

Dengan demikian salah satu cara untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan memberikan bimbingan konseling pada anak korban eksploitasi seksual. Karena bimbingan konseling Islam merupakan salah satu media yang diperlukan dalam penanganan dalam pembinaan terhadap anak

61

korban eksploitasi seksual. Dengan bimbingan dan konseling Islam dapat membantu memulihkan anak dalam menghadapi permasalahannya.

Bimbingan konseling Islam merupakan pemberian bantuan yang dilakukan secara terus menerus dan sistematis terhadap layanan bimbingan dan konseling Islam yang mengupayakan membantu individu belajar mengembangkan fitrah dan atau kembali kepada fitrah dengan cara memberdayakan (empowering) iman, akal, dan kemauan yang dikaruniakan oleh Allah kepadanya untuk mempelajari tuntunan Allah dan Rasulnya, agar fitrah yang ada pada individu berkembang dengan benar dan kokoh sesuai dengan tuntunan Allah SWT.

Pola bimbingan konseling Islam yang dilakukan oleh BRSAMPK Paramita Mataram ini merupakan salah satu komponen yang penting dan mempunyai pengaruh yang besar terhadap pembinaan agama Islam kepada anak korban eksplotasi seksual khususnya bimbingan terhadap mental anak.

karena pola bimbingan konseling Islam sangat mempengaruhi tingkat pemahaman nilai-nilai pendidikan agama Islam dalam kehidupan sehari-hari sehingga nantinya anak tidak mudah terpengaruh dengan lingkungan dan pergaulan di masyarakat yang dapat merusak sikap dan perilakunya.

Berdasarkan hasil temuan peneliti terkait pola bimbingan konseling yang dilakukan dalam pembinaan terhadap anak korban eksploitasi seksual adalah:

62 1. Bimbingan Individu

2. Bimbingan Agama

Bimmbingan agama merupakan kegiatan bimbingan yang diberikan kepada anak penerima manfaat agar meningkatkan pengetahuan yang mencakup bimbingan agama. Bimbingan agama merupakan salah satu mretode di BRSAMPK Paramita Mataram dalam membina anak-anak penerima manfaat. Bimbingan agama yang diberikan oleh guru dan pembina di BRSAMPK Paramita Mataram mengarah dan bertujuan untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan terhadap anak-anak penerima manfaat.

Bimbingan keagamaan yang ada di BRSAMPK Paramita Mataram lebih menekankan kepada pengajaran agama Islam. Bertujuan untuk mengajarkan nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam terhadap pembinaan kepada anak-anak penerima manfaat di paramita sehingga akan memberikan pengaruh terhadap perilaku anak-anak penerima manfaat.

Adapun kegiatan tersebut adalah sebagaia berikut:

a. Mengadakan Pengajian di Lingkungan Panti

Pengajian yang dilakukan disini adalah ceramah atau nasihat yang diberikan oleh pembina kepada anak-anak penerima manfaat di Paramita Mataram. Tema nasehat yang diberikan adalah tentang, menjaga diri, akhlak-akhlak terpuji, kebersihan lingkungan, dan menjaga hubungan antarsesama manusia. Ini

63

merupakan proses pembinaan terhadap anak penerima manfaat melalui bimbingan agaman Islam yang disampaikan secara langsung di hadapan anak-anak. kegiatan ini dilakukan 2 kali dalam seminggu yaitu pada hari Rabu dan Jumad yang diselenggarakan di Mushola seperti yang dipaparkan oleh Retno Yuli Wijayanti selaku calon JFU pekerja sosial pertama di BRSAMPK Paramita Mataram sebagai berikut:

“Jadi melalui kegiatan bimbingan keagamaan ini kami selaku pembina memberikan arahan dan nasehat atau ceramah ilmu agama kepada anak-anak penerima manfaat dan mereka dapat mengamalkannya. Yang intinya mereka bisa menjaga perilakunya dalam pergaulan sehari-hari agar mereka semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.”30

Dari wawancara diatas peneliti menyimpulkan bahwa salah satu cara sederhana dalam membentuk perilaku yang perlu selalu diterapkan oleh BRSAMPK Paramita Mataram yaitu memberikan pengajian terhadap anak-anak penerima manfaat dalam membina mental dan perilaku mereka. Pembina yang menyampaikan materi tersebut dapat mengatur sebarapa luas materi ceramah yang akan disampaikan sesuai dengan kebutuhan yang hendak dicapai.

b. Bimbingan Tuntutan Sholat

Bimbingan tutuntatan sholat ini anak-anak penerima manfaat di BRSAMPK Paramita Mataram ini diajarkan tentang gerakan-gerakan sholat dan bacaan-bacaan dalam sholat oleh

30 Retno Yuli Wijayanti, wawancara , BRSAMPK Paramita Mataram, 11 Oktober 2020.

Dokumen terkait