Bab 3 KOnSEP MODEL PEnGEMbAnGAn
A. Tujuan Pengajaran Bahasa Inggris
Bahasa Inggris sebagai bahasa asing pertama yang di ajarkan di sekolah menengah pertama (SMP/MTs) sebagai matapelajaran wajib berdasarkan standar isi Tahun 2006, yang memiliki empat keterampilan dasar yaitu: mendengarkan, berbicara, membaca, dan menulis.
Bahasa Inggris di Indonesia secara umum diajarkan sebagai bahasa asing. Istilah ‘bahasa asing’ dalam bidang pengajaran bahasa berbeda dengan ‘bahasa kedua’. Bahasa asing adalah bahasa yang yang tidak digunakan sebagai alat komunikasi di negara tertentu di mana bahasa tersebut diajarkan. Sementara bahasa kedua adalah bahasa yang bukan bahasa utama namun menjadi salah satu bahasa yang digunakan secara umum di suatu negara. Seperti halnya bahasa Inggris di pelajari di Indonesia. (Hamid, 2000) menegaskan bahwa, Penguasaan bahasa Inggris merupakan salah satu syarat untuk menghadapi tuntutan globalisasi. Sebab dengan mengerti bahasa Inggris akan
memudahkan akses perkembangan dan komunikasi internasional. Bahasa Inggris sangat berguna bukan hanya sebagai bahasa komunikasi tetapi juga untuk penyerapan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pemerintah Indonesia melalui mentri Pendidikan dan Kebudayaan mengeluarkan keputusan nomor 096/1967 tanggal 12 Desember 1967 yang menyatakan, bahwa bahasa Inggris adalah sebagai bahasa asing pertama.
Sebagai implikasinya dalam kurikulum pendidikan dasar, menengah dan perguruan tinggi mata pelajaran bahasa Inggris merupakan salah satu bidang studi yang harus diberikan. Dan fungsi dan tujuan pengajaran bahasa Inggris disekolah lanjutan di lingkungan departemen pendidikan dan kebudayaan. Dinyatakan bahwa pengembangan sumber daya manusia dan sumber daya alam untuk mengakselerasi pembangunan Negara dan bangsa tidak dapat secara maksimal dilakkukan hanya dengan dengan media bahasa Indonesia karena ilmu pengetahuan dan teknologi sebagian besar tertuang dalam bahasa asing, terutama bahasa Inggris. Oleh karena itu, penguasaan yang efektif dan inovatif dari lulusan sekolah lanjutan terhadap bahasa Inggris mutlak diperlukan.
Dinyatakan dalam keputusan menteri di atas bahwa tujuan pengajaran bahasa Inggris di sekolah lanjutan atau perguruan tinggi di Indonesia adalah untuk mengembangkan dan meningkatkan kemampuan komunikatif yang tercermin dari empat keterampilan berbasa, yaitu keterampilan menyimak, membaca, menulis, berbicara. Keempat keterampilan tersebut di
harapkan dapat digunakan oleh sekolah lulusan lanjutan dan perguruan tinggi untuk 1) membaca buku-buku dalam bahasa Inggris yang masih banyak digunakan dipeguruan tinggi, 2) mengikuti dan memahami kuliah- kuliah yang diberikan dalam bahasa Inggris dan dosen tamu, dan 3) memperkenalkan kebudayaan Indonesia kepada bangsa asing serta berkomunikasi dengan dosen dan mahasiswa asing atau orang asing pada umumnya (Halim, 1980).
Dari uraian di atas dapat di simpulkan bahwa tujuan pengajaran bahasa Inggris di sekolah lanjutan dan pergurua tinggi di Indonesia adalah tujuan instrumental, yaitu untuk memperdalam dan mengembangkan ilmu pengetahuan dan teknologi di perguruan tinggi.
Terkait dengan hal itu, hasil belajar yang diharapakan dari pengajaran bahasa Inggris adalah kemampuan komunikatif, yaitu kemampuan menggunakan bahasa itu untuk berkomunikasi yang tercermin dari empat keterampilan: membaca, menyimak, menulis, dan berbicara. Oleh karena itu, kriteria keberhasilan pengajaran bahasa Inggris seharusnya didasarkan pada fungsi, tujuan dan kemampuan di atas, yaitu lulusan sekolah lanjutan dapat membaca teks bahasa Inggris secara efektif, memahami informasi berbahasa Inggris yang disampaikan secara lisan, menyampaikan informasi berbahasa Inggris secara tertulis, dan menyampaikan informasi bahasa Inggris secara lisan.
Kaitannya dengan bahasa Inggris sebagai bahasa asing, Chaer, mengemukakan adanya istilah bahasa target yang merupakan bahasa yang sedang dipelajari
dan ingin dikuasai.1 Wujud bahasa target dapat berupa bahasa ibu (bahasa pertama (B1), bahasa kedua (B2), maupun bahasa asing (BA). Pengertian bahasa kedua tidak sama dengan bahasa bahasa asing. Di Indonesia misalnya, pertama kali pebelajar belajar bahasa pertama bahasa daerah, kemudian belajar bahasa kedua bahasa Indonesia, dan bahasa Inggris dijadikan bahasa kedua sekaligus bahasa asing yang dipelajari di sekolah-sekolah sampai ke perguruan tinggi di Indonesia.
Seperti telah disebutkan sebelumnya Indonesia memilih bahasa Inggris sebagai bahasa asing pertama karena bahasa itu dapat dipakai sebagai media komunikasi dalam Iptek, diplomasi, dan sebagainya. di samping sebagai bahasa asing pertama bahasa Inggris diajarakan sejak sekolah menengah pertama sampai sekolah menengah atas. Di beberapa perguruuan tinggi bahasa Inggris juga diajarkan berdasarkan pertimbangan bahwa para mahasiswa belum mampu memahami buku- buku teks yang berbahasa Inggris dengan baik dan benar.
Padahal di perguruan-perguruan tinggi sebagian besar buku teks ditulis dalam bahasa Inggris.
Seiring dengan perkembangan zaman dan dunia Iptek, dalam pengajaran bahasa Inggris sebagai bahasa asing di tuntut semua pengajar dan dosen untuk mengembangkan kosep kebaruan dan metode yang inovatif dalam pengajaran bahasa asing dan perlu ditambahkan unsur yang sanggat penting yang
1 Chaer, Abdul. Pengantar Semantik Bahasa indonesia. Jakarta: Rineka Cipta. 2009), h. 37
dilupakan oleh kaum strukturalis, yaitu unsur makna dalam pengajaran bahasa. Para ahli EFL mencoba menerapkan konsep-konsep itu dalam penagajaran bahasa Inggris, namun masih memiliki kelemahan dan kekurangan karena pada dasarnya belum menyinggung unit pikiran yang lebih besar yaitu sampai pada tataran wacana. Di samping itu antara makna dan sangat berkaitan dengan wacana, dimana ditentukan oleh situasi, pembicara, lawan bicara, pendengar, latar social dan budaya. Sebagai akibatnya timbullah pemikiran baru yang inovatif dalam pengajaran EFL yang mencoba memasukkan pula unsur-unsur kontekstual, situasi, dan latar sosial budaya.
Pengajaran EFL di Indonesia membutuhkan perhatian yang sangat besar. Melihat situasi dan kondisi pebelajar Indonesia, unsur kebutuhan pebelajar Indonesia dalam pengajaran bahasa asing harus diperhatiakn (need analysis). Di Indonesia, dalam pengajaran bahasa Inggris sekarang ini ditujukan untuk memahami bacaan buku- buku dan karya-karya IPTEK dalam bahasa Inggris. Pada umunya hal ini tidak jauh beda dengan negara-negara lain demikian itulah tujuan utama belajar bahasa bahasa Inggris. Tujuan utama inilah yang mendorong pesatanya perkembangan bahasa Inggris untuk tujuan khusus, atau yang lazim disebut English for Specific Purposes (ESP).
B. Tujuan Pengajaran Bahasa Inggris Di Perguruan Tinggi di Indonesia
Pada umumnya, komitmen yang kuat dari pemerintah Indonesia untuk meningkatkan sumber
daya manusia merupakan tujuan utama pembangunan nasional. maka arah pembangunannya ditekankan pada pembangunan sumber daya manusia. Tujuan utama pembangunan adalah menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi. Untuk bisa menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, maka pengajaran bahasa Inggris mendapat perhatian khusus dari berbagai kalangan akademisi, praktisi, pengusaha, dan pemerintah. Hal ini wajar diperhatikan mengingat peranan dan fungsi bahasa Inggris sebagai bahasa international atau bahasa komunikasi global agar dapat menguasai Iptek. Dunia pendidikan harus selalu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Perkembangan teknologi informasi telah membuat dunia menjadi satu kesatuan dan seolah-olah menghilangkan batas antar negara.
Bahasa komunikasi internasional sudah menjadi suatu kebutuhan untuk berkomunikasi secara global. Bangsa yang tidak mampu berkomunikasi secara global akan ketinggalan dari bangsa lain.
Dewasa ini bahasa Inggris telah digunakan oleh lebih dari setengah penduduk dunia. Fungsinya tidak hanya sebagai alat atau media untuk berkomunikasi antarbangsa, tetapi semakin luas dan penting,yaitu sebagai bahasa ilmu pengetahuan, teknologi, sosial ekonomi, budaya,bahkan seni. Sebagai bahasa global bahasa Inggris memegang fungsi dan peran yang sangat penting.
Era kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi yang semakin pesat, semakin terbukanya kesempatan untuk berkomunikasi secara internasional dan pasar bebas yang segera dilaksanakan menuntut bangsa Indonesia memiliki
kompetensi yang kompetitif di segala bidang. Indonesia tidak bisa lagi hanya mengandalkan sumber daya alam dan kemampuan fisik saja untuk mencapai kesejahteraan bangsanya, tetapi harus lebih mengandalkan sumber daya manusia yang profesional. Salah satu syarat untuk mencapainya adalah kemampuan berbahasa Inggris, khususnya kemampuan berkomunikasi, baik secara lisan maupun tertulis. Penguasaan ini sangat penting karena hampir semua sumber informasi global padaberbagai aspek kehidupan menggunakan bahasa Inggris.
Jadi, bahasa Inggris di perguruan tinggi di Indonesia diajarkan dalam dua bentuk, yaitu sebagai mata kuliah inti dan sebagai mata kuliah pendukung. Sebagai mata kuliah inti, bahasa Inggris diajarkan pada mahasiswa yang belajar pada program studi atau jurusan pendidikan bahasa Inggris atau sastra Inggris, sedangkan sebagai mata kuliah pendukung, bahasa Inggris diajarkan pada mahasiswa yang belajar pada program studi atau jurusan non-bahasa Inggris.
Hal ini dikarenakan pengajaran bahasa Inggris di perguruan tinggi di Indonesia, baik itu negeri maupun swasta, masih menurut kebutuhan perguruan tinggi masing-rnasing. Sampai saat ini, jurusan atau program studi di perguruan tinggi ada yang menetapkan pengajaran bahasa Inggris dalam bentuk mata kuliah wajib atau mata kuliah pilihan dan bahkan ada jurusan atau program study yang tidak mencantumkan bahasa Inggris sebagai salah satu matakuliah.
Saat ini, bahasa Inggris begitu penting kedudukan- nya dalam dunia akademis sehingga diharapakan tujuan pengajarannya seharusnya tidak lagi hanya sebatas memenuhi kebutuhan mahasiswa selama mereka belajar di perguruan tinggi, namun sudah selayaknya dirancang dengan tujuan yang lebih komprehensif yakni mereka juga dapat menggunakannya ketika mereka sudah selesai dari perguruan tinggi atau ketika mereka mencari pekerjaan.
Hal ini tentu memerlukan pemikiran baik oleh para dosen bahasa Inggris maupun para pengambil kebijakan, khususnya para perancang kurikulum perguruan tinggi.
C. Tujuan Pengajaran Bahasa Inggris di UIN