BAB III METODE PENELITIAN
G. Metode Analisis Data
2. Uji Asumsi Klasik
5 BBMD Bank Mestika Dharma Tbk.
6 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) 7 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) 8 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) 9 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk.
10 BGTG Bank Ganesha Tbk 11 BINA Bank Ina Perdana Tbk.
12 BJBR Bank Pembangunan Daerah Jawa B 13 BJTM Bank Pembangunan Daerah Jawa T 14 BMAS Bank Maspion Indonesia Tbk
15 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 16 BNBA Bank Bumi Arta Tbk
17 BNII Bank Maybank Indonesia Tbk.
18 BRIS Bank BRI syariah Tbk.
19 BSIM Bank Sinarmas Tbk.
20 BTPN Bank BTPN Tbk.
21 DNAR Bank Dinar Indonesia Tbk.
22 INPC Bank Artha Graha Internasional Tbk.
23 MEGA Bank Mega Tbk.
24 NAGA Bank Mitraniaga Tbk.
25 NISP Bank OCBC NISP Tbk.
26 NOBU Bank Nationalnobu Tbk.
27 PNBN Bank Panin Tbk.
Sumber: Data Diolah 2021
34
Uji asumsi klasik digunakan dengan tujuan untuk mengetahui kelayakan penggunaan model dalam penelitian ini. Sebelum melakukan pengujian hipotesis, data yang diperoleh dalam penelitian ini harus diuji terlebih dahulu untuk memenuhi asumsi dasar.
a. Uji Normalitas
Menurut Ghozali (2012) uji normalitas dapat dilihat dalam probability plot yang membandingkan distribusi kumulatif dari distribusi normal. Distribusi normal akan membentuk satu garis lurus diagonal.
Data dapat dikatakan normal jika data atau titik-tiik tersebar disekitar garis diagonal dan penyebarannya mengikuti garis diagonal.
b. Uji Multikolineritas
Menurut Ghozali (2016; 154) uji normalitas dilakukan untuk menguji apakah dalam model regresi variabel independen dan variabel dependen atau sepenuhnya memiliki distribusi normal atau tidak. Bila variabel tidak berdistribusi Statistik uji hasil normal akan dibatalkan.
Uji normalitas data dapat dilakukan dengan menggunakan One Sample Kolmogorov Smirnov yaitu dengan ketentuan nilai sigifikan lebih dari 0,05 maka data terdistribusi normal. Sementara jika hasil Satu Contoh menunjukkan Kolmogorov Smirnov nilai signifikan dibawah 0,05 maka data tidak terdistribusi normal.
c. Uji Heterokedastisitas
Uji Heterokedastisitas dilakukan untuk menguji apakah dalam sebuah model regresi terjadi ketidaksamaan varians residual dari satu
pengamatan kepengamatan yang lain tetap, Maka disebut Heterokedastisitas. Jika ada pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit ), maka mengindikasikan telah terjadi heteroskedastisitas. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-titik menyebar diatas 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2016;134)
d. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode tertentu dengan kesalahan pengganggu pada periode sebelumnya.
Model regresi yang baik adalah regresi yang bebas dari autokorelasi.
Pengujian ini akan menggunakan uji Durbin-Watson (DW test) yang mensyaratkan adanya konstanta (intercept) dalam model regresi dan tidak ada variabel lagi di antara variabel independen (Ghozali, 2013). Mekanisme pengujian Durbin Watson adalah sebagai berikut:
1) Merumuskan hipotesis :
Ho : tidak ada autokorelasi ( r = 0 ) Ha : ada autokorelasi ( r ≠ 0 )
2) Menentukan nilai d hitung (Durbin-Watson).
3) Untuk ukuran sampel tertentu dan banyaknya variabel independen, menentukan nilai batas atas (du) dan batas bawah (dl) dalam tabel.
4) Mengambil keputusan dengan kriteria sebagai berikut:
36
Tabel 3.4
Tabel Keputusan Hipotesis Autokorelasi
Hipotesis nol Keputusan Jika
Tidak ada autokorelasi
positif Tolak 0 < d < dl
Tidak ada autokorelasi
positif No decision dl ≤ d ≤ du
Tidak ada autokorelasi
negative Tolak 4 – dl < d < 4 Tidak ada autokorelasi
negative No decision
4 – du ≤ d ≤ 4 – dl Tidak ada autokorelasi,
positif maupun negative Tidak ditolak
du < d < 4 – du Sumber : Ghozali, 2013
a) Jika 0 < d < dl, Ho ditolak berarti terdapat autokorelasi positif.
b) Jika dl ≤ d ≤ du, daerah tanpa keputusan (gray area), berarti uji tidak menghasilkan kesimpulan.
c) Jika du < d < 4 – du, Ho tidak ditolak berarti tidak ada autokorelasi.
d) Jika 4 – du ≤ d ≤ 4 –dl, daerah tanpa keputusan (gray area), berarti uji tidak menghasilkan kesimpulan.
e) Jika 4 – dl < d < 4, Ho ditolak berarti terdapat autokorelasi positif. (Ghozali,2013:110-111)
3. Analisis Regresi Linear Sederhana
Menurut Sugiyono (2013) uji regresi linear sederhana adalah pengujian terhadap data yang mana terdiri dari dua variabel yaitu variabel independen dan variabel dependen tersebut bersifat kausal ( berpengaruh).
Model statistik yang digunakan dalam penelitian ini akan di uraikan di bawah ini:
𝑌1(ROA) = α + βx + Ɛ
𝑌2(ROE) = α + βx + Ɛ
Keterangan:
X : CSR
𝑌1. : ROA
𝑌2 : ROE
α : konstanta
β : koefisien regresi Ɛ : error
4. Uji Hipotesis
Uji Hipotesis di lakukan melalui uji t atau uji parsial dengan cara membandingkan antara t hitung dengan tablel dari koefisien regresi tiap variabel independen. Uji t bertujuan untuk mengetahui apakah koefisien regresi dari tiap variabel independen memiliki pengaruh yang berarti terhadap variabel dependen. ….Pengujian dilakukan dengan melihat nilai probabilitas signifikan (Sig) T yang dibandingkan dengan batas signifikan yang di tetapkan yaitu sebesar 0,05. Jika nilai probabilitas signifikan < 0,05 maka secara parsial masing-masing variabel terhadap pengaruh yang signifikan antara variabel bebas dengan variabel terikat.
5. Uji Koefisien Determinasi (R Square atau R kuadrat)
Untuk mengetahui seberapa besar presentase dari variabel independen secara bersama-sama terhadap variabel dependen dapat
38
dilihat dari besarnya koefisien determinasi (R2) atau R Square menjelaskan seberapa besar variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini mampu menjelaskan variabel dependen.
39 A. Gambaran Umum Objek Penelitian
Bursa Efek Indonesia (BEI) atau Indonesia Stock Exchange (IDX) adalah pihak yang menyelenggarakan dan menyediakan sistem sarana mempertemukan penawaran jual beli efek pihak-pihak lain dengan memperdagangkan efek di antara mereka. Bursa Efek Indonesia (BEI) merupakan bursa resmi di Indonesia, sehingga bagi para perusahaan yang ingin go public di Indonesia, sehingga para perusahaan yang ingin go public di Indonesia harus melalui BEI.
Dalam penelitian ini populasi yang diambil adalah perusahaan perbankan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia periode 2016-2018 yang berjumlah 38 perusahaan dengan jumlah sampel sebanyak 27 perusahaan.
Pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling yaitu pengambilan sampel dengan kriteria tertentu yang sudah ditentukan sebelemnya. Kriteria yang digunalan dalam pengambilan sampel penelitian ini sebagai berikut:
1. Bank yang terdaftar di BEI tahun 2016-2018 2. Menyajikan data keuangan dalam Rupiah
3. Telah menerbitkan annual report yang berisi tentang CSR pada masing- masing untuk periode 2016-2018
4. Perbankan yang memperoleh laba berturut-turut 2016-2018
40
Setelah dilakukan pengolahan data dan dilakukan uji statistik menggunakan SPSS 21, maka hasil statistik yang diperoleh dari data variabel- variabel yang digunakan dalam penelitian ini disajikan dalam analisis sebagai berikut:
B. HASIL PENELITIAN 1. Uji Statistik Deskriptif
Statistik deskriptif digunakan untuk memberikan deskripsi suatu data yang dilihat dari rata-rata (mean), standar deviasi (standard devation), dan nilai maksimum-minimum. Mean digunakan untuk memperkirakan besar rata-rata populasi yang diperkirakan dari sampel standar deviasi digunakan untuk menilai dispersi rata-rata dari sampel. Maksimum- minimum digunakan untuk melihat nilai minimum dan maksimum populasi. Analisis statistik deskriptif dalam penelitian ini dihitung dengan menggunakan SPSS 21. Hasil dari uji statistik deskriptif yang dihasilkan adalah sebagai berikut:
Tabel 4.1
Hasil Uji Statistik Deskriptif
Descriptive Statistics
N Minimum Maximum Mean Std.
Deviation
CSR 81 ,38 ,97 ,6564 ,13808
ROA 81 ,00 12262,83 433,3335 2227,02730
ROE 81 ,00 ,66 ,0849 ,08159
Valid N
(listwise)
81
Sumber: Data Diolah, 2021
Dari tabel tersebut terlihat N sebanyak 81 yang berarti penelitian ini memiliki sampel 81. Berdasarkan tabel diatas kinerja keuangan diukur dengan Return On Asset (ROA) dapat dilihat bahwa nilai rata-rata ROA 433,3335 artinya data dari variabel ROA pada umumnya terletak pada 433,3335. Dan nilai rata-rata Return On Equity (ROE) sebesar 0,849 yang artinya data dari variabel ROE pada umumnya terletak pada 0,849.
2. Uji Asumsi Klasik a. Uji Normalitas
Uji Normalitas digunakan dengan tujuan untuk menguji apakah dalam metode regresi, variabel residual memiliki distribusi yang normal.
Dalam penelitian ini, uji normalitas data menggunakan One Sample Kolmogotrov-Smirnov test dengan signifikansi α = 5%. Pengambilan keputusan dari uji normalitas adalah dengan melihat apakah probabilitas Asymp.sig (2-tailed) > 0,05. Jika syarat tersebut terpenuhi maka dapat dikatakan bahwa data berdistribusi normal. Sebaliknya, apabila Asymp.sig < 0,05 maka dapat dikatakan bahwa data berdistribusi tidak normal. Hasil uji normalitas dengan menggunakan uji Kolmogorov Smirnov dapat dilihat pada tabel berikut.
42
Tabel 4.2 Uji Normalitas ROA
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test One-Sample Kolmogrov-Smirnov Test
Unstandar Rized Residual
Unstandar Rized Residual
N 78 78
Normal Parametersa,b Mean ,0000000 ,0000000 Std.
Deviation
,00809865 ,05029172 Most Extreme
Differences
Absolute ,088 ,095
Positive ,088 ,095
Negative -,082 -,072
Kolmogorov-Smirnov Z ,779 ,853
Asymp. Sig. (2-tailed) ,578 ,461
Sumber: Data Diolah, 2021
Berdasarkan tabel 4.2 diatas maka hasil uji One Sample Kolmogorov Smirnov menunjukan bahwa nilai signifikansinya sebesar 0,578. Karena nilai sig > 0,05 atau (0,578 > 0,05) maka dapat disimpulkan bahwa data penelitian ini terdistribusi secara normal.
b. Uji Multikolinearitas
Model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi di antara variabel bebas. Jika terjadi korelasi, maka terdapat multikolinieritas. Multikolinieritas juga dapat dilihat dengan membandingkan nilai tolerance dan Variance Inflation Factor (VIF).
Apabila nilai VIF > 10, maka terjadi multikolinieritas dan sebaliknya
jika nilai VIF < 10 maka tidak terjadi multikolinieritas. Berdasarkan tabel berikut nilai VIF dari semua variabel. bebas menunjukan di bawah 10. Hal ini menunjukan tidak terdapat masalah multikolinieritas, dengan demikian asusmi multikkolinearitas terpenuhi.
Tabel 4.3
Uji Multikolinearitas ROA
Model Collinearity Statistics
Tolerance VIF
1 (Constant)
CSR ,995 1,000
Berdasarkan tabel diatas dapat dilihat bahwa variabel CSR memiliki nilai tolerance sebesar 0,995 > 0,1 atau nilai VIF sebesar 1,000< 10. Maka dapat disimpulkan bahwa dalam penelitian ini terbebas dari multikolinearitas. Uji Heteroskedastisitas
c. Uji Heteroskedastisitas
Model regresi yang baik adalah yang berjenis homoskedastisitas atau tidak terjadi heteroskedastisitas. Dasar analisis ini dengan melihat grafik plot antara nilai prediksi variabel (ZPRED) dengan residual (SRESID). Jika ada pola tertentu, seperti titik-titik yang ada membentuk pola-pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit), maka mengindikasin telah terjadi heteroskedastitas. Jika tidak ada pola yang jelas serta titik-
44
titik menyebar diatas dan bibawah angka 0 pada sumbu Y, maka tidak terjadi heteroskedastisitas (Ghozali, 2016;134)
Gambar 4.1 Uji Scatterplot (ROA)
Sumber: Data Diolah, 2021
Berdasarkan gambar 4.1 hasil uji glejser diatas menunjukkan bahwa terlihat titik-titik menyebar secara acak serta tersebar baik diatas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Dapat disimpulkan bahwa tidak terjadi Heteroskedastisitas pada model regresi penelitian ini.
d. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi bertujuan menguji apakah dalam model regresi linear ada korelasi antara kesalahan pengganggu pada periode t-1 atau sebelumnya. Peneliti menggunakan uji Durbin-Watson (DW Test) untuk menguji autokorelasi dalam penelitian ini yang berpatokan terhadap tabel dibawah ini dalam pengambilan keputusan.
Tabel 4.4
Tabel Keputusan Hipotesis Autokorelasi
Hipotesis nol Keputusan Jika
Tidak ada autokorelasi positif Tolak 0 < d < dl Tidak ada autokorelasi positif No decision dl ≤ d ≤ du Tidak ada autokorelasi
negative Tolak 4 – dl < d < 4
Tidak ada autokorelasi
negative No decision
4 – du ≤ d ≤ 4 – dl
Tidak ada autokorelasi,
positif maupun negative Tidak ditolak du < d < 4 – du Sumber : Ghozali, 2013
Dari hasil pengujian autokorelasi menggunakan Durbin-Watson, maka didapatkan hasil seperti yang tertera dalam berikut ini.
Tabel 4.5
Hasil Uji Autokorelasi Variabel ROA
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
Durbin-Watson
1 ,837a ,701 ,689 1241,6518 1,736
a. Predictors: (Constant), Lag_X b. Dependent Variable: Lag_Y1
Sumber : Data diolah, 2021
Berdasarkan tabel diatas hasil uji autokorelasi diperoleh nilai Durbin Watson pada ROA sebesar 1,736 nilai ini akan dibandingkan dengan nilai tabel menggunakan nilai signifikansi 5%, jumlah sampel 81 (n) dan jumlah variabel independen 1 (K=1). Dengan meihat tabel Durbin-Watson, didapati angka (dl) sebesar 1,6139 dan (du) sebesar 1,6639. dari hasil perbandingan uji autokorelasi yang dapat diihat dari tabel 4.9 nilai DW sebesar 1,736 lebih besar dari batas (du) yaitu
46
1,6639, dan kurang dari 1736 (4-1658) atau lebih jelasnya dapat dilihat dari persamaan berikut:
du < d < 4-dl = 1,6639 < 1736 < (4-1,6139).
Maka dapat disimpulkan bahwa H0 diterima yang berarti tidak terdapat autokorelasi positif maupun negatif.
3. Analis Regresi Linear Sederhana
Analisis Regresi Linear Sederhana digunakan untuk mengukur besarnya pengaruh beberapa variabel independen (X) terhadap variabel dependen (Y). dalam penelitian ini yang menjadi variabel dependen adalah ROA (Y), Sedangkan variabel independen adalah CSR perusahaan (X).
Pengaruh variabel independen terhadap dependennya dikatakan signifikan jika nilai signifikansi lebih kecil dari 5%.Hasil analisis dapat dilihat pada tabel berikut.
Tabel 4.6
Uji Analisis Regresi ROA
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardize d Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1
(Constant) ,015 ,020 3,457 ,001
CSR ,005 ,007 -,079 -,688 ,494
a. Dependent Variable: ROA
Sumber: Data Diolah, 2021
Berdasarkan data dari tabel di atas maka dapat disusun persamaan sebagai berikut :
ROA 𝑌1 = 𝛼 + 𝛽1CSR + 𝜀1
ROA 𝑌1= 0,015 + 0,005 CSR + 0,020
Hasil perhitungan regresi liner sederhana di atas mempunyai makna bahwa nilai konstanta (α) sebesar 0,015 menunjukkan bahwa apabila variabel independen bernilai 0 atau ditiadakan maka nilai ROA adalah sebesar 0,015. Koefisien CSR sebesar 0,005 menunjukkan bahwa setiap penambahan CSR sebesar 1 satuan, maka akan diikuti dengan peningkatan nilai ROA sebesar 0,005.
4. Uji Hipotesis
Uji signifikan parameter individual, disebut pula uji statistik. Uji t bertujuan untuk menunjukkan seberapa jauh pengaruh variabel independen (X) secara individual dalam menerangkan variabel dependen (Y).
Tabel 4.7
Uji Statistik t (Parsial) ROA
Coefficientsa
Model Unstandardized
Coefficients
Standardized Coefficients
T Sig.
B Std. Error Beta
1 (Constant) ,015 ,020 3,457 ,001
CSR ,005 ,007 -,079 -,688 ,494
a. Dependent Variable: ROA
Sumber: Data Diolah, 2021
Berdasarkan data dari hasil uji hipotesis diatas dapat dijelaskan sebagai berikut: Nilai signifikansi CSR sebesar 0,494 > 0,05 hal ini menunjukkan bahwa variabel CSR tidak berpengaruh terhadap ROA.
5. Uji Koefisien Determinasi (R Square)
48
Koefisien determinasi dapat mencerminkan seberapa besar kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya dengan nilai antara 0-1 dimana nilai yang mendekati 1 berarti semakin tinggi kemampuan variabel bebas dalam menjelaskan varians variabel terikatnya.
Tabel 4.8
Uji Determinasi (R Square) ROA
Model Summaryb Model R R Square Adjusted R
Square
Std. Error of the Estimate
1 ,837a ,701 ,689 1241,6518
a. Predictors: (Constant), CSR b. Dependent Variable: ROA
Sumber: Data Diolah, 2021
Berdasarkan tabel di atas dapat dilihat bahwa nilai Adjusted R Square sebesar 0,689 atau sebesar 68,9% artinya variabel independen (CSR) menjelaskan variabel dependen (ROA ) hanya sebesar 68,9% saja, sedangkan 31,1% dijelaskan oleh variabel lain.
C. PEMBAHASAN
Pengaruh Coroporate Social Responsibility (CSR) terhadap Return On Asset (ROA)
Berdasarkan hasil pengujian pada pengaruh Corporate Social Responsibility terhadap Kinerja Keuangan yang di proksikan melalui rasio keuangan Return On Asset (ROA). Dapat disimpulkan bahwa CSR tidak berpengaruh terhadap kinerja keuangan yang diukur dengan ROA. Ini disebabkan kondisi ekonomi Indonesia dan dunia tidak stabil. Hal ini
menyebabkan fluktuasi nilai tukar mata uang asing, ketidakstabilan harga minyak, penurunan permintaan, penurunan pasae efek-efek, kenaikan suku bunga, likuiditas semakin ketat dan kenaikan risiko kredit yang pada akhirnya dapat mempengaruhi profitabilitas perusahaan.
Oleh karena itu, dapat dinyatakan bahwa hipotesis ditolak.
Hasil penelitian ini didukung oleh penelitian yang dilakukan oleh Winnie Eveline Parengkuan (2017) menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibility tidak berpengaruh terhadap Kinerja Keuangan. akan tetapi hasil penelitian ini berbeda dengan penelitian yang dilakukan oleh Yhovita Anggie Bhernada, dan Devi Farah Azizah yang menyatakan bahwa Corporate Social Responsibility memiliki pengaruh posistif yang signifikan terhadap Return On Assets (ROA). Dalam penelitiannya ditemukan semakin banyak pengungkapan aktivitas tanggung jawab sosial perusahaan akan semakin meningkatkan kinerja keuangan perusahaan.
50 BAB V
KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) terhadap kinerja keuangan yang diukur dengan Return On Asset (ROA), Berdasarkan analisis yang telah dilakukan dalam penelitian ini, maka dapat disimpulkan bahwa:
Hasil pengujian hipotesis pertama menunjukkan bahwa Corporate Social Responsibilty (CSR) tidak berpengaruh terhadap Return On Asset (ROA).
Hal ini karena besar kecilnya asset yang dimiliki oleh perusahaan tidak akan berpengaruh terhadap penerapan tanggungjawab sosial yang dilakukan oleh perusahaan.
B. Saran
1. Sampel yang digunakan hanya perusahaan pada bidang perbankan.
Sehingga penelitian selanjutnya bisa melibatkan sektor industri yang lain biar bisa mengetahui bagaimana pengaruh independen terhadap dependen pada jenis perusahaan lain seperti perusahaan jasa, manufaktur tamabang. serta perusahaan lainnya.
2. Bagi peneliti selanjutnya, diharapkan menggunakan rasio keuangan perusahaan yang berbeda selain Return on asset (ROA). Karena masih terdapat rasio keuangan yang mungkin juga berpengaruh terhadap kinerja
keuangan seperti Net Profit Margin (NPM), Curren Ratio, dan Cumulative Abnormal Return (CAR).
3. Untuk peneliti selanjutnya untuk melakukan penelitian lanjutan akan lebih baik jika mengubah variabel yaitu membalik variabel (X) CSR menjadi variabel (Y) dan variabel (Y) kinerja keuangan menjadi variabel (X).
52
DAFTAR PUSTAKA
Agustin, H.F.2012. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap Profitabilitas pada perusahaan Manufaktur yang terdaftar di BEI.
Skripsi. STIESIA. Surabaya.
Aini, Kurratul Agustya. 2015. Pengaruh Karakteristik Perusahaan Terhadap Pengungkapan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) Pada Perusahaan yang terdaftar di Indeks LQ45 Bursa Efek Indonesia (BEI).
Fahmi. 2012. Analisis Laporan manajemen. Cetakan Ke-2. Alfabeth, Bandung Hal:4.
Ghozali, Imam. 2012. Aplikasi Analisis Multivariate Dengan Program SPSS.
Semarang: Badan Penerbit Universitas Diponegoro.
Hadi, N. 2011. Corporate Social Responsibility. Edisi I. Yogyakarta: Graha Ilmu Heri. 2013. Akuntansi dan Rahasia Dibaliknya Untuk Para Manajer Non Akuntansi. PT
Bumi Aksara Jakarta.Kinerja Keuangan
Hidayat, Firly. 2015. Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility (CSR) dalam Laporan Tahunan Perusahaan terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan dan Nilai Earning Response Coeffiencient (ERC). Malang: Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Brawijaya.
Irham (2015). Analisis Laporan Keuangan. Dikutip 17 Mei 2019 dari Analisis Laporan Keuangan: http://Simbahekonomi.blogspot.com/2015/04/.analisis-kinerja- keuangan.html/m-i.
Kadek Rosiliana. 2014. Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Jurnal Akuntansi Volume. Volume. 2 No.1.
Kurnia. 2013. Pengaruh Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Pada Industri Perbankan Yang Tercatat Pada Bursa Efek Indonesia . Makassar Mc. Clure. 2009. All about EVA, diakses pada tanggal 27 oktober 2012, dari
http://www.introspedia.com/articles
Mulyadi. 2001. Akuntansi Manajemen.: Konsep, Manfaat, dan Rekayasa. Jakarta:
Salemba Empat.
Munawir. 2012. Analisis Laporan Keuangan; Edisi Kelima, Yogyakarta: Liberty Parengkuan Winnie Eveline. 2017. Pengaruh Corporate Social Responsibility
Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Mafaktur Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia Melalui Pojok Bursa Feb-Unsrat. Jurnal Emba Vo. 5 No. 2 Pramana I Gede Aditya Dan I Ketut Yadnyana (2016). Pengaruh Corporate Social
Responsibility Pada Kinerja Perusahaan Manufaktur. Jurnal Akuntansi Universitas Udayana Vol. 16. 3 September
53
Rahayu, Wiwik; Darmianto; Tapowijono.(2014) Pengaruh Pengungkapan Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan. Jurnal Administrasi Bisnis (Jab) Vol. 17 No. 2 Desember 2014.
Rilla Gantino. 2016. Pengarauh Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan Manufaktur Yang Teredaftar Di Bursa Efek Indonesia.
Jurnal Dinamika Akuntansi Dan Bisnis Vol. 3 No. 2.
Rosdwianti, Mega Karunia; Dzulkirom; Zahroh.(2016). Pengaruh Corporate Social Responsibility (CSR) Terhadap Profitabilitas Perusahaan. Jurnal Administrasi Bisnis (Jab) Vol.38 No.2 September 2016
Sugiyono, 2012. Metode Penelitian Kuantitatif Kualitatif dan R&B. Bandung: Alfabeta Undang-Undang Nomor 40 Pasal 1 Point 3 tentang Perseroan Terbatas Jakarta. 2007 Wibisono. (2007) Membedah Konsep dan Aplikasi CSR. Fascho Publising. Surabaya Widarjono, Agus. 2012. Ekonometrika Pengantar dan Aplikasinya. Jakarta: Erlangga.
Hal.6.
Wijayanti, F.T., Sutaryo dan Prabowo M.A. 2011. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Aceh: Simpasium Nasional Akuntansi XIV, 1-29.
Yaparto, M.Frisko, dan., Eriandani, R. 2013. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Pada Sektor Manufaktur yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia Pada Periode 2010-2011. Jurnal Ilmiah Mahasiswa Universitas Surabaya, 2(1). Hal: 1-19
Yhovita Anggie. 2017. Pengaruh Corporate Social Responsibility Terhadap Kinerja Keuangan Perusahaan. Jurnal Administrasi Bisnis (Jab)/ Vol. 44 No. 1
Zuraedah, Isnaeni Ken. 2010. Pengaruh Kinerja Keuangan Terhadap Nilai Perusahaan Dengan Pengungkapan Corporate Social Responsibility Sebagai Variabel Demoderasi. Skripsi Fakultas Ekonomi. Universitas Pembangunan Nasional. Jakarta. Diakses 22/10/2016. Hal:3.
54
Lampiran 1
Perusahaan Sampel Penelitian
55 Perusahaan Sampel Penelitian
NO KODE NAMA PERUSAHAAN
1 AGRO Bank Rakyat Indonesia Agroniaga 2 BACA Bank Capital Indonesia Tbk.
3 BBCA Bank Central Asia Tbk.
4 BBKP Bank Bukopin Tbk.
5 BBMD Bank Mestika Dharma Tbk.
6 BBNI Bank Negara Indonesia (Persero) 7 BBRI Bank Rakyat Indonesia (Persero) 8 BBTN Bank Tabungan Negara (Persero) 9 BDMN Bank Danamon Indonesia Tbk.
10 BGTG Bank Ganesha Tbk 11 BINA Bank Ina Perdana Tbk.
12 BJBR Bank Pembangunan Daerah Jawa B 13 BJTM Bank Pembangunan Daerah Jawa T 14 BMAS Bank Maspion Indonesia Tbk
15 BMRI Bank Mandiri (Persero) Tbk 16 BNBA Bank Bumi Arta Tbk
17 BNII Bank Maybank Indonesia Tbk.
18 BRIS Bank BRI syariah Tbk.
19 BSIM Bank Sinarmas Tbk.
20 BTPN Bank BTPN Tbk.
21 DNAR Bank Dinar Indonesia Tbk.
22 INPC Bank Artha Graha Internasional Tbk.
23 MEGA Bank Mega Tbk.
24 NAGA Bank Mitraniaga Tbk.
25 NISP Bank OCBC NISP Tbk.
26 NOBU Bank Nationalnobu Tbk.
27 PNBN Bank Panin Tbk.
56
Lampiran 2
Tabulasi Data Penelitian Indeks CSR
57 Tahun 2016
NO KODE EC EN LA HR SO PR TOTAL
MAX ITEM
1 AGRO 15 20 10 10 12 4 71 91
2 BACA 7 10 10 4 6 7 44 91
3 BBCA 9 21 14 8 8 9 69 91
4 BBKP 8 11 14 5 8 8 54 91
5 BBMD 6 10 7 2 6 4 29 91
6 BBNI 8 11 13 4 7 9 52 91
7 BBRI 8 15 13 7 7 9 59 91
8 BBTN 7 11 14 6 6 8 52 91
9 BDMN 8 15 14 6 6 7 56 91
10 BGTG 9 15 12 6 11 7 71 91
11 BINA 15 20 14 8 4 7 68 91
12 BJBRs 7 11 11 3 8 5 45 91
13 BJTM 9 34 16 8 11 9 87 91
14 BMAS 9 12 14 6 8 9 58 91
15 BMRI 8 10 15 6 8 7 54 91
16 BNBA 4 0 3 0 5 3 15 91
17 BNII 7 20 11 5 9 7 59 91
18 BRIS 4 20 11 10 12 1 58 91
19 BSIM 7 12 10 4 7 7 47 91
20 BTPN 6 6 10 1 4 6 33 91
21 DNAR 10 5 15 4 5 6 45 91
22 INPC 4 4 3 0 5 7 19 91
23 MEGA 5 7 7 0 6 4 29 91
24 NAGA 5 6 4 0 5 4 24 91
25 NISP 8 20 14 7 9 9 67 91
26 NOBU 3 5 3 0 4 5 20 91
27 PNBN 2 4 3 0 4 4 17 91
58 Tahun 2017
NO KODE EC EN LA HR SO PR TOTAL
MAX ITEM
1 AGRO 20 23 14 5 1 1 64 91
2 BACA 7 11 12 4 7 7 48 91
3 BBCA 9 12 15 8 6 1 51 91
4 BBKP 15 25 13 7 4 4 68 91
5 BBMD 14 20 13 7 10 10 74 91
6 BBNI 9 12 8 16 5 6 56 91
7 BBRI 19 5 21 7 4 5 61 91
8 BBTN 9 22 9 11 8 14 73 91
9 BDMN 4 8 10 7 5 12 46 91
10 BGTG 6 12 7 4 6 8 43 91
11 BINA 16 23 19 9 4 1 72 91
12 BJBR 2 9 5 8 6 7 37 91
13 BJTM 3 9 11 7 9 6 45 91
14 BMAS 8 13 21 5 2 2 51 91
15 BMRI 8 7 19 8 6 2 50 91
16 BNBA 16 11 32 2 9 1 71 91
17 BNII 12 5 13 5 7 8 50 91
18 BRIS 13 7 8 12 5 4 49 91
19 BSIM 9 17 6 9 12 8 61 91
20 BTPN 6 4 9 9 7 3 38 91
21 DNAR 10 10 5 6 12 55 91
22 INPC 12 6 15 11 6 6 56 91
23 MEGA 12 8 10 10 7 11 58 91
24 NAGA 6 9 15 10 7 1 59 91
25 NISP 5 4 12 6 3 5 35 91
26 NOBU 11 9 14 1 10 2 42 91
27 PNBN 9 9 6 3 12 8 47 91
59 Tahun 2018
NO KODE EC EN LA HR SO PR TOTAL
MAX ITEM
1 AGRO 10 8 16 10 12 12 68 91
2 BACA 12 21 11 8 7 2 61 91
3 BBCA 13 24 8 14 5 3 67 91
4 BBKP 8 15 15 6 18 8 70 91
5 BBMD 19 9 13 5 4 9 59 91
6 BBNI 11 19 9 2 6 3 50 91
7 BBRI 16 5 3 8 2 2 42 91
8 BBTN 10 23 9 9 6 11 68 91
9 BDMN 9 21 15 10 5 8 68 91
10 BGTG 17 11 6 9 9 5 57 91
11 BINA 12 7 15 7 11 6 58 91
12 BJBR 7 13 3 8 9 4 44 91
13 BJTM 9 10 7 5 2 9 42 91
14 BMAS 21 18 9 9 3 8 68 91
15 BMRI 12 10 8 12 7 6 55 91
16 BNBA 6 8 8 7 0 9 38 91
17 BNII 12 9 9 5 2 8 45 91
18 BRIS 22 17 5 8 6 3 61 91
19 BSIM 8 14 4 7 9 10 52 91
20 BTPN 13 8 9 6 10 5 51 91
21 DNAR 10 11 8 10 12 9 60 91
22 INPC 14 23 8 10 8 1 64 91
23 MEGA 9 12 8 6 2 3 38 91
24 NAGA 10 7 10 4 8 9 48 91
25 NISP 26 23 8 2 9 7 75 91
26 NOBU 18 25 9 11 1 2 66 91
27 PNBN 12 31 11 5 5 6 70 91