BAB III METODE PENELITIAN
G. Teknik Analisis
4. Uji Hipotesis
nilai variabel itu sendiri. Untuk dapat mendeteksi gejala autokorelasi ini menggunakan uji Durbin Waston (DW) dengan ketentuan sebagai berikut:
1) Angka Durbin Watson dibawah -2 berarti ada autokorelasi positif .
2) Angka Durbin Watson diantara -2 sampai +2 berarti tidak ada autokorelasi.
3) Angka Durbin Waston diatas +2 berarti ada autokorelasi negative.
d. Uji Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam mode regresi terjadi ketidaksamaan varian dari residual satu ke pengamatan yang lain, (Ghozali, 2018:137). Maka untuk mendeteksi heteroskedastisitas dapat melihat ada tidaknya pola tertentu pada grafik scatterplot, dengan dasar analisis :
1) Jika membentuk pola tertentu yang teratur (bergelombang, melebar, kemudian menyempit) maka mengindikasikan terjadi heteroskedastisitas.
2) Jika tidak ada pola yang jelas dan titik-titik menyebar diatas dan dibawah angka 0 pada sumbu Y maka tidak terjadi heteroskedastisitas.
44
Langkah 1 : Menentukan formulasi hipotesis nol (H0)/hipotesis utama dan hipotesis alternatifnya (Ha)
Langkah 2 : Memilih suatu taraf nyata (α) dan menentukan nilai tabel.
Langkah 3 : Membuat kriteria pengujian berupa penerimaan dan penolakan H0.
Langkah 4 : Melakukan uji statistik
Langkah 5 : Membuat kesimpulan dalam hal penerimaan dan penolakan H0.
a. Uji secara parsial
Untuk uji secara parsial, pada dasarnya menunjukkan seberapa jauh pengaruh satu variabel independen secara individual dalam menerangkan variabel dependen. Prosedurnya sebagai berikut:
1) Menentukan Hipotesis Hipotesis 1 :
- Ho : β1 = 0 (Tidak ada pengaruh variabel Quick ratio terhadap Harga Saham).
- Ha : β1 ≠ 0 (Ada pengaruh variabel Quick ratio terhadap Harga Saham).
Hipotesis 2 :
- Ho : β2 = 0 (Tidak ada pengaruh variabel Debt to Equity Ratio terhadap Harga Saham).
- Ha : β2 ≠ 0 (Ada pengaruh variabel Debt to Equity Ratio terhadap Harga Saham.
Hipotesis 3 :
- Ho : β3 = 0 (Tidak ada pengaruh variabel Return on Equity terhadap Harga Saham).
- Ha : β3 ≠ 0 (Ada pengaruh variabel Return on Equity terhadap Harga Saham).
2) Memilih taraf nyata, dalam hal ini α = 0,05 atau persentasinya adalah : 1 – α = 1 – 0,05 = 95% dalam bentuk uji 1 pihak (one tail). Lalu untuk kepentingan melihat ttabel adalah mendampingkan α dengan nilai degree of freedom (df) melalui formulasi : n – k - 1 (n : jumlah observasi/data, dan k : banyaknya variabel).
3) Menentukan 𝑡ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dan nilai 𝑡𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 4) Kriteria dan Pengambilan Kesimpulan
a) Jika tℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > t𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 atau bila menggunakan nilai signifikan t (pada tabel coefficient program SPSS) < α, maka 𝐻0 ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan dari masing-masing variabel Quick ratio, Debt to Equity Ratio, dan Return on Equity terhadap Harga Saham pada taraf nyata sebesar 95%, atau sebaliknya.
b. Uji secara simultan
Untuk pengujian secara simultan, digunakan uji statistik F. Uji F digunakan untuk mengetahui semua variabel independen yang dimasukkan dalam model mempunyai pengaruh secara simultan terhadap variabel dependen dengan prosedur yang sama dengan sebelumnya, yaitu :
1) Menentukan Hipotesis
46
- Ho : βj = 0 (Tidak ada pengaruh variabel Quick ratio, Debt to Equity Ratio, dan Return on Equity secara simultan terhadap Harga Saham).
- Ha : βj ≠ 0 (Ada pengaruh variabel Quick ratio, Debt to Equity Ratio, dan Return on Equity secara simultan terhadap Harga Saham).
Catatan : j = 1,2,3.
2) Memilih taraf nyata, dalam hal ini α = 0,05 atau persentasinya adalah : 1 – α = 1 – 0,05 = 95% dalam bentuk uji 1 pihak (one tail). Lalu untuk kepentingan melihat F tabel adalah mendampingkan α dengan nilai degree of freedom (df) melalui formulasi : (k – 1)(n – k). n adalah jumlah observasi/data, dan k adalah banyaknya variabel.
3) Menentukan F ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 dan nilai F 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 4) Kriteria dan Pengambilan Kesimpulan
Jika F ℎ𝑖𝑡𝑢𝑛𝑔 > F 𝑡𝑎𝑏𝑒𝑙 atau bila menggunakan tabel ANOVA pada program SPSS yaitu nilai signifikan F < α, maka 𝐻0 ditolak, artinya ada pengaruh yang signifikan dari variabel Quick ratio, Debt to Equity Ratio, dan Return on Equity terhadap Harga Saham pada taraf nyata sebesar 95%, atau sebaliknya.
Alat bantu pengolahan data adalah menggunakan Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 28.
47 BAB IV
HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
Penelitian ini meneliti mengenai Perusahaan-perusahaan Sektor Pertambangan yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Adapun perusahaan-perusahaan yang dimaksud sebagai berikut:
1. PT. Adaro Energy Tbk
PT Adaro Energy Tbk (ADRO) didirikan dengan nama PT Padang Karunia tanggal 28 Juli 2004 dan mulai beroperasi secara komersial pada bulan Juli 2005. Kantor pusat ADRO berlokasi di Gedung Menara Karya, Lantai 23, Jl. H.R. Rasuna Said Blok X-5, Kav. 1-2, Jakarta Selatan.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ADRO bergerak dalam bidang usaha perdagangan, jasa, industri, pengangkutan batubara, perbengkelan, pertambangan, dan konstruksi.
Entitas anak bergerak dalam bidang usaha pertambangan batubara, perdagangan batubara, jasa kontraktor penambangan, infrastruktur, logistik batubara, dan pembangkitan listrik.
Pada 04 Juli 2008, ADRO memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ADRO (IPO) kepada masyarakat sebanyak 11.139.331.000 lembar saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dan Harga Penawaran Rp1.100,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 16 Juli 2008.
48
2. Baramulti Suksessarana Tbk
Baramulti Suksessarana Tbk (BSSR) didirikan tanggal 31 Oktober 1990 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1990.
Tambang batubara BSSR memulai tahap produksi pada bulan Juni 2011. Kantor pusat BSSR beralamat di Sahid Sudirman Centre, Suite C-D, Lantai 56, Jl. Jend. Sudirman No. 86, Jakarta 10220 dan memiliki tambang batubara yang terletak di Kalimantan Timur.
Bedasarkan anggaran dasar perusahaan, ruang lingkup kegiatan BSSR bergerak dalam bidang pertambangan dan perdagangan batubara, pengangkutan darat, perindustrian, dan pemborongan bangunan. Batubara yang dipasarkan Baramulti mempunyai kandungan kalori medium dan kadar sulfur yang rendah. Sebagian besar penjualan batubaranya dijual ke India.
Pada tanggal 29 0ktober 2012, BSSR memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan penawaran umum perdana saham BSSR (IPO) kepada masyarakat sebanyak 261.500.000,- persaham. Sahamsaham tersebut dicatatkan di BEI pada tanggal 08 November 2012.
3. Darma Henwa Tbk
Darma Henwa Tbk (dahulu PT HWE Indonesia) didirikan tanggal 08 Oktober 1991 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1996. Kantor pusat DEWA berlokasi di Gedung Bakrie Tower Lantai 8, Rasuna Epicentrum, Jl. HR. Rasuna Said, Kuningan Jakarta, 12940 dan proyek berlokasi di Bengalon dan Binungan Timur, Kalimantan Timur dan Asam Asam, Kalimantan Selatan.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan DEWA terdiri dari jasa kontraktor pertambangan, umum, serta pemeliharaan dan perawatan peralatan pertambangan. Kegiatan usaha utama Darma Henwa adalah di bidang jasa kontraktor pertambangan umum.
Pada tanggal 12 September 2007, DEWA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham DEWA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 3.150.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp335,- per saham dan disertai 4.200.000.000 Waran seri I dan periode pelaksanaan mulai dari 26 Maret 2008 sampai dengan 24 September 2010 dengan harga pelaksanaan sebesar Rp340,- per saham. Saham dan Waran Seri I tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 26 September 2007.
4. Golden Energy Mines Tbk
Golden Energy Mines Tbk (GEMS) didirikan dengan nama PT Bumi Kencana Eka Sakti tanggal 13 Maret 1997 dan memulai aktivitas usaha komersialnya sejak tahun 2010. GEMS berkedudukan di Sinar Mas Land Plaza, Menara II, Lantai 6, Jl. M.H. Thamrin Kav. 51, Jakarta 10350 – Indonesia.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan GEMS bergerak dalam bidang pertambangan melalui penyertaan pada anak usaha dan perdagangan batubara serta perdagangan lainnya.
Pada tahun 2014 GEMS memproduksi 6,58 juta ton dengan volume
50
penjualan sebesar 9 juta ton. Adapun penjualan batubara GEMS 59,99% untuk diekspor dan sisanya 40,01% untuk domestik.
Pada tanggal 09 November 2011, GEMS memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham GEMS (IPO) kepada masyarakat sebanyak 882.353.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham saham dengan harga penawaran Rp2.500,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 17 Nopember 2011.
5. Resource Alam Indonesia Tbk
Resource Alam Indonesia Tbk (dahulu Kurnia Kapuas Utama Tbk) (KKGI) didirikan tanggal 08 Juli 1981 dengan nama PT Kurnia Kapuas Utama Glue Industries dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1983. Kantor pusat KKGI berdomisili di Gedung Bumi Raya Utama, Jl. Pembangunan I No. 3, Jakarta dan pabrik berlokasi di Kabupaten Kubu Raya, Kalimantan Barat dengan di Pontianak, Kalimantan Barat serta Palembang, Sumatra Selatan.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan KKGI adalah menjalankan usaha dibidang pertambangan, perhutanan, pertanian, perkebunan, peternakan, perikanan, perindustrian, pengangkutan dan perdagangan umum. Kegiatan utama KKGI adalah bergerak di bidang industri high pressure laminate dan melamine laminated particle boards serta pertambangan batubara melalui anak usahanya.
Pada tanggal 18 Mei 1991, KKGI memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana
Saham KKGI (IPO) kepada masyarakat sebanyak 4.500.000 dengan nilai nominal Rp1.000,- per saham dengan harga penawaran Rp5.700,- per saham. Saham- saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 01 Juli 1991.
6. Mitrabara Adiperdana Tbk
Mitrabara Adiperdana Tbk didirikan tanggal 29 Mei 1992 dan memulai tahap produksi pada tahun 2008. Kantor pusat MBAP berlokasi di Graha Baramulti, Jl. Suryopranoto 2, Komplek Harmoni Blok A No. 8, Jakarta Pusat 10130 – Indonesia. Sedangkan lokasi tambang batubara terletak di Kabupaten Malinau, Kalimantan Utara.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan MBAP adalah bergerak di bidang pertambangan, perdagangan dan perindustrian batubara.
Pada tanggal 30 Juni 2014, MBAP memperoleh pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MBAP (IPO) kepada masyarakat sebanyak 245.454.400 lembar saham dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp1.300,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 10 Juli 2014.
7. Samindo Resources Tbk
Samindo Resources Tbk (dahulu Myoh Technology Tbk) (MYOH) didirikan dengan nama PT Myohdotcom Indonesia tanggal 15 Maret 2000 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada bulan Mei 2000.
Kantor pusat MYOH berdomisili di Menara Mulia lantai 16, Jl. Jend.
52
Gatot Subroto Kav 9-11 Jakarta 12930 – Indonesia, sedangkan Anak Usaha berlokasi di Ds. Batu Kajang, Kec. Batu Sopang, Kab. Paser, Propinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan MYOH adalah bergerak dalam bidang investasi, pertambangan batubara serta jasa pertambangan (sejak tahun 2012). Saat ini, kegiatan usaha utama Samindo adalah sebagai perusahaan investasi.
Kemudian melalui anak usaha Samindo menjalankan usaha, yang meliputi: jasa pemindahan lahan penutup, jasa produksi batubara, jasa pengangkutan batubara dan jasa pengeboran batubara.
Pada tanggal 30 Juni 2000, MYOH memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham MYOH (IPO) kepada masyarakat sebanyak 150.000.000 dengan nilai nominal Rp25,- per saham dengan harga penawaran Rp150,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Surabaya (BES) (sekarang Bursa Efek Indonesia / BEI) pada tanggal 30 Juli 2000.
8. Tambang Batubara Bukit Asam
Tambang Batubara Bukit Asam (Persero) Tbk atau dikenal dengan nama Bukit Asam (Persero) Tbk (PTBA) didirikan tanggal 02 Maret 1981. Kantor pusat Bukit Asam berlokasi di Jl. Parigi No. 1 Tanjung Enim 31716, Sumatera Selatan dan kantor korespondensi terletak di Menara Kadin Indonesia Lt. 9 & 15. Jln. H.R. Rasuna Said X-5, Kav. 2- 3, Jakarta 12950. Pada tahun 1993, Bukit Asam (Persero) Tbk ditunjuk
oleh Pemerintah Indonesia untuk mengembangkan Satuan Kerja Pengusahaan Briket.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan PTBA adalah bergerak dalam bidang industri tambang batubara, meliputi kegiatan penyelidikan umum, eksplorasi, eksploitasi, pengolahan, pemurnian, pengangkutan dan perdagangan, pemeliharaan fasilitas dermaga khusus batubara baik untuk keperluan sendiri maupun pihak lain, pengoperasian pembangkit listrik tenaga uap baik untuk keperluan sendiri ataupun pihak lain dan memberikan jasa-jasa konsultasi dan rekayasa dalam bidang yang ada hubungannya dengan industri pertambangan batubara beserta hasil olahannya, dan pengembangan perkebunan.
Pada tanggal 03 Desember 2002, PTBA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham PTBA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 346.500.000 dengan nilai nominal Rp500,- per saham dengan harga penawaran Rp575,- per saham disertai Waran Seri I sebanyak 173.250.000.
Saham dan Waran Seri I tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 23 Desember 2002.
9. Toba Bara Sejahtra Tbk
Toba Bara Sejahtra Tbk (TOBA) didirikan tanggal 03 Agustus 2007 dengan nama PT Buana Persada Gemilang dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 2010. Kantor pusat TOBA berlokasi di Wisma Bakrie 2 Lantai 16, Jl. H.R. Rasuna Said Kav. B-2, Jakarta Selatan. Telp: (62-21) 5794-5779 (Hunting), Fax: (62-21) 5794-5778.
54
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan TOBA adalah di bidang pembangunan, perdagangan, perindustrian, pertambangan, pertanian dan jasa. Kegiatan utama TOBA adalah investasi di bidang pertambangan batubara dan perkebunan kelapa sawit melalui anak usaha. Anak usaha memiliki izin usaha pertambangan atas wilayah usaha pertambangan yang berlokasi di Kalimantan, Indonesia.
Pada tanggal 27 Juni 2012, TOBA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham TOBA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 210.681.000 dengan nilai nominal Rp200,- per saham dengan harga penawaran Rp1.900,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 06 Juli 2012.
10. Elnusa Tbk
Elnusa Tbk didirikan tanggal 25 Januari 1969 dengan nama PT Electronika Nusantara dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 1969. Kantor pusat ELSA berdomisili di Graha Elnusa, Lt. 16, Jl.
T.B. Simatupang Kav. 1B, Jakarta Selatan 12560 – Indonesia.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ELSA adalah bergerak dalam bidang jasa, perdagangan, pertambangan, pembangunan dan perindustrian. Kegiatan usaha utama ELSA dan anak usahanya adalah beroperasi di bidang jasa hulu migas dan penyertaan saham pada entitas anak serta entitas ventura bersama yang bergerak dalam berbagai bidang usaha, yaitu jasa dan perdagangan penunjang hulu migas, jasa dan perdagangan hilir migas,
jasa pengolahan dan penyimpanan data migas, pengelolaan aset lapangan migas dan jasa telekomunikasi. Elnusa juga beroperasi di bidang penyediaan barang dan jasa termasuk penyediaan dan pengelolaan ruang perkantoran.
Pada tanggal 25 Januari 2008, ELSA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ELSA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 1.460.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp400,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 06 Februari 2008.
11. Surya Esa Perkasa Tbk
Surya Esa Perkasa Tbk didirikan tanggal 26 Maret 2006 dan memulai kegiatan usaha komersialnya pada tahun 2007. Kantor pusat ESSA beralamat di DBS Bank Tower Lt. 18, Ciputra World 1 Jakarta, Jl. Prof. Dr. Satrio Kav. 3-5, Jakarta Selatan 12940 dan pabrik berlokasi di Simpang Y, Palembang, Sumatera Selatan.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan ESSA ialah berusaha dalam bidang industri pemurnian dan pengolahan minyak dan gas bumi; industri petrokimia; perdagangan besar, distributor utama dan ekspor untuk hasil produksi minyak, gas dan petrokimia; eksplorasi minyak dan gas bumi, hulu dan hilir; energi terbarukan; dan gas hilir. Kegiatan utama ESSA meliputi pemurnian dan pengolahan, pembangunan kilang, perdagangan dan distribusi LPG (Liquified Petroleum Gas) dan kondensat, melakukan investasi pada fasilitas serta produk turunan dari migas termasuk mengolah
56
industri petrokimia, melakukan kegiatan eksplorasi migas hulu dan hilir serta di bidang energi terbarukan.
Pada tanggal 14 Desember 2011, ESSA memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham ESSA (IPO) kepada masyarakat sebanyak 250.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp610,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 01 Februari 2012.
12. PT Radiant Utama Interinsco Tbk
Radiant Utama Interinsco Tbk didirikan 22 Agustus 1984 dan mulai beroperasi secara komersial pada tahun 1984. Kantor pusat RUIS berlokasi di Jalan Kapten Tendean No. 24, Mampang Prapatan, Jakarta.
Berdasarkan Anggaran Dasar Perusahaan, ruang lingkup kegiatan RUIS terutama bergerak di bidang pertambangan minyak dan penyedia jasa penunjang untuk industri migas (minyak dan gas) dari hulu sampai hilir seperti: jasa konstruksi, operasional dan pemeliharaan; jasa lepas pantai; jasa pengujian tak rusak; jasa inspeksi dan sertifikasi; dan jasa penunjang lainnya.
Pada tanggal 30 Juni 2006, RUIS memperoleh pernyataan efektif dari Bapepam-LK untuk melakukan Penawaran Umum Perdana Saham RUIS (IPO) kepada masyarakat sebanyak 170.000.000 dengan nilai nominal Rp100,- per saham dengan harga penawaran Rp250,- per saham. Saham-saham tersebut dicatatkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tanggal 12 Juli 2006.
B. Hasil Penelitian 1. Analisis Statistik
Pada penelitian ini sampel pada perusahaan pertambangan yang terdaftar di BEI yang berjumlah 12 perusahaan dengan periode penelitian dari tahun 2015-2019, sehingga data penelitian yang diperoleh berjumlah 60.
Variabel Independen (X) yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Quict Ratio, Debt to Equity Ratio dan Return on Equity alasan pemilihan variabel tersebut karena dalam analisis dan pengolahan data, variabel tersebut akan membantu pembahasan dengan baik dan benar, selain hal tersebut, variabel ini dinilai cocok untuk menguji hipotesis dalam penelitian ini. Peneliti telah mempertimbangkan kriteria yang digunakan antara lain, harus relavan, dapat diukur, dapat diidentifikasikan dan didefinisikan dengan jelas, semua kriteria itu ada pada variabel yang dipilih. Sehingga tidak terjadi kesalahan dalam pengumpulan maupun pengeolahan data.
Sebelum dilakukan analisis lebih lanjut, maka terlebih dahulu dilakukan pengujian pemenuhan persyaratan asumsi Klasik yang terdiri dari : normalitas, multikolinearitas, autokorelasi, dan heteroskedastisitas.
a. Uji Normalitas
Uji normalitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi, variable pengganggu atau residual memiliki distribusi normal. Hasil uji normalitas dapat diliat sebagai berikut:
58
Gambar 4.1 Grafik Histogram 1 Sumber : Hasil pengolahan data SPSS
Melihat tampilan grafik histogram disimpulkan bahwa, grafik histogram memberikan data residual berdistribusi normal karena dapat dilihat dari kurva yang berbentuk seperti lonceng.
Gambar 4.2 Grafik Normal PP-Plot 1 Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS
Pada grafik normal PP-Plot data residual berdistribusi normal karena titik-titik menyebar di sekitar garis diagonal, dan mengikuti
arah garis diagonal, baik yang di atas, maupun di bawah garis diagonal.
b. Uji Multikolinearitas
Uji multikolinearitas bertujuan untuk menguji model regresi mempunyai korelasi antar variabel bebas. Model regresi yang baik adalah tidak terjadi multikolinearitas. Untuk mendeteksi ada atau tidaknya multikolinearitas di dalam model regresi dapat dilihat dari nilai tolerance dan lawannya dan Variance inflation fator (VIF), dengan nilai tolerance ≤ 0,10 dan dengan nilai VIF ≥ 10. Pengujian ini didasarkan pada Tabel 4.1.
Tabel 4.1 Coefficientsa 1
Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS
Nilai tolerance yang diperoleh untuk variabel Quick Ratio(QR) sebesar (0,837), Debt To Equity Ratio(DER) sebesar (0,808), dan Return On Equity(ROE) sebesar (0,920). Nilai VIF yang diperoleh untuk variable Quick Ratio(QR) sebesar (1,195), Debt To Equity Ratio(DER) sebesar (1,238), dan Return On Equity(ROE) sebesar (1,087). Karena nilai tolerance yang diperoleh setiap variabel lebih besar dari 0,10 dan nilai VIF yang diperoleh untuk setiap variabel lebih kecil dari 10, maka dapat disimpulkan tidak terjadi gejala multikolinearitas antara variabel independent dalam model regresi setelah transformasi data.
60
c. Uji Autokorelasi
Uji autokorelasi ini bertujuan untuk menguji variabel dependen tidak saling berkorelasi.
Untuk kepentingan pengujian ini, maka menurut pada Tabel 4.2.
Tabel 4.2 Model Summaryb 1
Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS
Berdasarkan tabel 4.2 Hasil dari pengujian Durbin Watson sebesar 1,355 berada di antara -2 sampai 2, maka dalam penelitian ini tidak terjadi autokorelasi.
d. Uji Heteroskedastisitas
Bertujuan untuk menguji bahwa dalam model regresi terjadi ketidaksamaan variance dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain. Model regresi yang baik adalah jika tidak terjadi heteroskedastisitas.
Gambar 4.3 Grafik Scatterplot 1 Sumber : Hasil Pengolahan Data SPSS
Dari gambar 4.3, memperlihatkan bahwa titik-titik menyebar secara acak, baik di atas maupun dibawah angka 0 pada sumbu Y. Dengan demikian dapat disimpulkan tidak terjadi heteroskedastisitas pada model regresi setelah transformasi data.
62
Tabel 4.3
Data Quick Ratio, Debt to Equity Ratio, Return on Equity, dan Harga SahamPerusahaan PertambanganPeriode 2015-20191
NO SEKTOR
PERTAMBANGAN TAHUN QR DER ROE HARGA SAHAM
% % %
1.
ADRO
2015 2,24 0,78 0,04 515
2016 2,35 0,72 0,09 1695
2017 2,44 0,66 0,13 1860
2018 1,82 0,64 0,11 1215
2019 1,61 0,81 0,1 1555
2.
BSSR
2015 0,72 0,66 25,13 1110
2016 1,11 0,44 21,53 1410
2017 1,45 0,4 55,62 2100
2018 1,21 0,63 45,96 2340
2019 1,21 0,47 17,89 1820
3.
DEWA
2015 1,1 0,66 0,21 50
2016 0,98 0,69 0,24 50
2017 0,69 0,77 1,22 50
2018 0,64 0,8 1,11 50
2019 0,88 1,35 1,61 50
4.
GEMS
2015 2,56 0,49 0,84 1400
2016 3,62 0,43 13,21 2700
2017 1,62 1,02 41,29 2750
2018 1,24 1,22 31,27 2550
2019 1,24 1,18 18,26 2550
5.
KKGI
2015 1,85 0,28 7,39 420
2016 3,2 0,17 11,22 1500
2017 3,06 0,19 15,17 324
2018 0,91 0,35 0,77 354
2019 1,66 0,35 5,94 236
6.
MBAP
2015 1,68 0,48 46,94 1115
2016 3,01 0,27 29,59 2090
2017 2,55 0,31 47,94 2900
2018 2,08 0,4 40,51 2850
2019 3,29 0,32 24,23 1950
7.
MYOH
2015 1,95 0,73 26,5 525
2016 3,63 0,37 19,78 630
2017 2,29 0,33 12 700
2018 2,93 0,33 27,11 1045
2019 2,67 0,31 21,32 1295
8. PTBA 2015 1,29 0,82 21,93 905
2016 1,44 0,76 19,18 2500
2017 2,21 0,59 32,95 2460
2018 2,06 0,49 31,47 4300
2019 2,19 0,42 21,93 4310
9.
TOBA
2015 1,08 0,82 16,58 675
2016 0,75 0,77 9,87 1245
2017 1,15 0,99 23,67 2070
2018 0,79 1,33 31,58 1620
2019 0,45 1,4 16,56 358
10.
ELSA
2015 1,34 0,67 14,41 247
2016 1,38 0,46 10,98 420
2017 1,29 0,59 8,22 372
2018 1,41 0,71 8,37 344
2019 1,39 0,9 9,97 306
11.
ESSA
2015 1,58 0,52 2,66 1650
2016 1,83 2,18 0,07 1620
2017 0,65 2,88 1,04 220
2018 1,41 1,86 16,09 322
2019 2,14 1,9 0,19 268
12.
RUIS
2015 0,85 2,23 12,2 215
2016 0,88 1,72 7,25 236
2017 0,99 1,52 5,5 232
2018 1,09 1,44 6,66 260
2019 1 1,89 7,64 244
Sumber: www.idx.co.id data olahan peneliti (2021)
Gambar 4.4 Grafik Harga Saham 1 Sumber : Hasil Pengolahan Data Excel
Berdasarkan Gambar 4.4 Harga Saham perusahaan sektor pertambangan pada Periode2015-2019 berfluktuatif. Fluktuatif yaitu keadaan yang tidakmenetap atau berubah-ubah.
0 1000 2000 3000 4000 5000
ADRO BSSR DEWA GEMS KKGI MBAP MYOH PTBA TOBA ELSA ESSA RUIS
64
a. Uji Regresi Linear berganda
Untuk mengetahui hubungan/pengaruh Quick Ratio (QR), Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) terhadap Harga Saham (HS), Dari hasil perhitungan pada Tabel 4.1, maka dapat dibentuk model persamaan regresi linear berganda seperti berikut :
HS = - 33,980 + 3,565 QR + 1,026 DER + 0,408 ROE Persamaan regresi tersebut dapat diinterpretasikan sebagai berikut :
1) Hubungan Quick Ratio (QR) terhadap Harga Saham (HS) adalah positif. Positif artinya, setiap kenaikan QR maka akan diikuti pula kenaikan pada HS dengan asumsi bahwa Debt to Equity Ratio (DER) dan Return on Equity (ROE) adalah konstan dengan besaran kenaikan 3,565 satuan.
2) Hubungan Debt to Equity Ratio (DER) terhadap Harga Saham (HS) adalah positif. Positif artinya, setiap kenaikan DER maka akan diikuti pula kenaikan pada Harga Saham (HS) dengan asumsi bahwa Quick Ratio (QR) dan Return on Equity (ROE) adalah konstan dengan besaran kenaikan 1,026 satuan.
3) Hubungan Return on Equity (ROE) terhadap Harga Saham (HS) adalah positif. Positif artinya, setiap kenaikan ROE maka akan diikuti pula kenaikan pada HS dengan asumsi bahwa Quick Ratio (QR) dan Debt to Equity Ratio (DER) adalah konstan dengan besaran kenaikan 0,408 satuan.