• Tidak ada hasil yang ditemukan

Uji Instrumen Penelitian

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

4.5. Uji Instrumen Penelitian

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah Sedarmayanti (2001 : 56), mengemukakan bahwa produktivitas adalah sikap mental yang mempunyai semangat untuk melakukan peningkatan perbaikan. Dalam hal ini bertambahnya pengalaman kerja, pelatihan, dan pendidikan yang pegawai lalui akan menambah rasa disiplin dan keprofesionalan anda dalam bekerja. Bertambahnya rasa disiplin dan keprofesionalan anda dalam bekerja sebagai akibat dari bertambahnya pengalaman kerja, pelatihan, dan pendidikan yang pegawai merupakan ukuran meningkatnya produktivitas pegawai yang bersangkutan.

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah Uji validitas dilakukan untuk mengukur pernyataan-pernyataan yang ada dalam kuesioner. Suatu pernyataan dikatakan valid jika pertanyaan tersebut mampu untuk mengukur apa yang perlu diukur dan mampu mengungkapkan apa yang ingin diungkap. Pada uji validitas ini, dilakukan dengan mengkorelasikan masing-masing skor pernyataan untuk mesing-masing variabel dengan skor total variabel. Selanjutnya r yang diperoleh dimasukkan kedalam rumus thitung. Untuk mengetahui tingkat signifikan atau tidaknya item pertanyaan, maka akan dicari dengan membandingkan thitung terhadap nilai ttabelnya pada derajat kepercayaan 5%.

Dengan demikian, berdasarkan uji validitas, suatu item pertanyaan dikatakan valid apabila nilai thitung lebih besar dari nilai ttabel. Oleh karenanya, semakin tinggi nilai koefisien korelasi pearson suatu item, akan semakin tinggi nilai thitung yang juga memperlihatkan semakin tinggi validitas item tersebut.

Pada penelitian ini, uji validitas yang digunakan adalah korelasi pearson.

Pengujian dilakukan dengan menggunakan korelasi pearson pada program excell.

Berdasarkan pengujian validitas dari variabel Y yaitu sebanyak 8 (delapan) pertanyaan, seluruh jawaban responden telah memiliki validitas yang cukup tinggi hal ini ditunjukkan oleh nilai t- hitung yang lebih besar dari nilai t-tabelnya pada derajat kepercayaan 5% dan derajat kebebasan 83, yaitu sebesar 1,960.

Hasil lengkap dari pengujian validitas terhadap instrumen pertanyaan untuk variabel produktivitas kerja (Y), adalah sebagai berikut :

Tabel 4.10. Hasil Pengujian Validitas untuk Pertanyaan Variabel Y

Variabel Item r- korelasi t-hitung Keputusan Kesimpulan

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah

(Y) 1

2 3 4 5 6 7 8

0,658 0,597 0,547 0,687 0,580 0,543 0,521 0,421

7,874 6,692 5,887 8,500 6,407 5,821 5,488 4,174

Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan Signifikan

Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid Valid

Keterangan : Hasil Perhitungan Korelasi Pearson menggunakan Excell (Lampiran 3)

Berdasarkan tabel 4.10 diatas, dapat diketahui bahwa seluruh item skor pertanyaan yang memiliki nilai thitung yang lebih besar dari nilai ttabel yang sebesar 1,960. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa seluruh item pertanyaan tersebut telah valid dan perlu dapat digunakan untuk pengujian selanjutnya, yaitu uji reliabilitas maupun uji hipotesis, serta dapat digunakan sebagai alat ukur penelitian.

4.5.2. Uji Reliabilitas

Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui layak tidaknya data dari responden yang digunakan dalam penelitian ini. Untuk mengetahui reliabilitas tidaknya data variabel penelitian akan digunakan koefisien Reliabilitas Spearman-Brown, yang perhitungannya menggunakan excell. Langkahnya dengan cara membagi item-item yang valid tersebut menjadi dua belahan yaitu, belahan item ganjil dan belahan item genap. Untuk selanjutnya mengkorelasikan skor total belahan pertama dengan skor total belahan kedua dengan menggunakan teknik korelasi Pearson, dan hasilnya lalu dimasukkan kedalam rumus koefisien Sperman- Brown (Sugiyono, 1999 :122), sebagai berikut :

rtt

1 rtot 2rtt

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah dimana :

rtot = Reliabilitas internal seluruh instrumen

rtt = Korelasi Pearson antara belahan pertama dan kedua.

Berdasarkan nilai rtot tersebut, selanjutnya dicari nilai thitung-nya. Menurut Masri dan Sofian Effendi (1995 : 140), dikatakan reliabel apabila hasil t hitung

lebih besar dari nilai t tabel = 1,960(thitung  ttabel). Berdasarkan hasil pengolahan dengan menggunakan excell diperoleh r-reliabilitas Spearman-Brown, sebagai hasil berikut ini :

Tabel 4.11. Hasil Pengujian Reliabilitas Variabel Y

Variabel Item Nilai rtt Nilai rtot Nilai thit Keputusan Kesimpulan Y 1 – 8 0,6206 0,7659 10,7215 Signifikan Reliabel Keterangan : Hasil Perhitungan menggunakan Excell pada Lampiran 3

Berdasarkan tabel 4.11. tersebut diatas, diketahui bahwa nilai t-hitung lebih besar dari nilai ttabel yang sebesar 1,960. Hal ini berarti bahwa seluruh pertanyaan untuk variabel Y reliabel dan dapat digunakan untuk sebagai alat ukur penelitian.

4.5.3. Transformasi Data dan Analisis Data 4.5.3.1. Transformasi Data

Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi (regresi analysis). Dalam pengujian hipotesis yang

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah menggunakan analisis regresi mensyaratkan bahwa data-data yang dianalisis sekurang-kurangnya merupakan data yang berskala intrval.

Adapun data dalam variabel Y dalam penelitian ini berskala ordinal, sehingga data-data tersebut harus ditransformasikan untuk menaikkan tingkat pengukuran skala ordinal ke skala interval. Teknik yang digunakan untuk menaikkan data tersebut adalah metode interval berurutan (method successive intervals).

Hasil penaikkan skala dari ordinal ke interval (method successive intervals) untuk variabel Y ditunjukkan pada lampiran 4. Dengan demikian, semua data-data yang telah dinaikkan dari skala ordinal ke skala interval ini dapat digunakan sebagai data input untuk analisis regresi. Adapun secara rinci data input untuk analisis regresi berdasarkan skor total interval variabel, sebagaimana lampiran 5, sebagai berikut :

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah Tabel 4.12. Skor Total Interval Variabel Produktivitas Kerja (Y)

Res Y Res Y

1 16.5136 43 24.6377

2 24.9127 44 19.1395

3 13.7531 45 19.3652

4 28.7519 46 27.5980

5 25.3077 47 26.5452

6 15.1249 48 17.1537

7 24.3243 49 27.6126

8 18.8147 50 28.7519

9 23.3466 51 19.3069

10 12.0755 52 25.4664

11 13.0254 53 18.1163

12 17.7033 54 24.5435

13 21.3591 55 18.5112

14 19.0540 56 24.4300

15 15.0737 57 21.0996

16 23.3799 58 25.3914

17 17.3646 59 22.3011

18 24.5005 60 20.0612

19 12.0755 61 18.6551

20 27.6315 62 20.0304

21 28.7519 63 16.2896

22 22.2250 64 16.8317

23 19.2806 65 19.4929

24 24.3444 66 21.1747

25 21.4115 67 20.0715

26 13.2279 68 15.1578

27 20.1409 69 18.5606

28 14.2477 70 23.1191

29 24.7959 71 18.7106

30 22.1484 72 21.3677

31 22.6174 73 23.1470

32 15.4015 74 23.0441

33 22.0728 75 20.3773

34 17.2502 76 21.0831

35 22.3641 77 21.8497

36 26.4629 78 22.0607

37 22.3635 79 20.9289

38 23.2187 80 24.3460

39 24.2872 81 23.1244

40 24.1980 82 23.2203

41 28.7519 83 19.8395

42 18.8561

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah

Keterangan : Hasil Perhitungan menggunakan Excell pada Lampiran 5

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah 4.5.3.2. Analisis Data

Metode yang digunakan untuk menganalisis data dalam penelitian ini adalah analisis regresi (regresi analysis). Adapun data-data variabel X1, X2, X3, X4 dalam penelitian ini berskala nominal dan sedangkan variabel Y berskala interval. Data karakteristik pegawai (umur, jenis kelamin, status pernikahan, masa kerja), dalam penelitian ini sebagaimana berikut ini :

Tabel 4.13. Karakteristik Pegawai di DISPENDA Kota Banjarmasin

Responden Umur (X1) Gender Marital Status

Masa

Kerja Pendidikan Golongan

1 35 L M 7 S1 III/A

2 45 L M 22 S1 III/B

3 39 W M 12 SMP I/D

4 38 L M 11 SMP I/D

5 39 L M 13 SMP I/D

6 54 L M 29 SMA III/B

7 28 L M 2 SMA II/A

8 38 W M 11 SMP I/D

9 39 L M 15 SMP I/D

10 39 L M 8 S1 III/A

11 52 L M 28 SMA III/B

12 38 L M 18 S1 II/D

13 48 L M 22 SMP I/D

14 37 W M 18 SMA II/D

15 48 W M 25 S1 III/B

16 47 L M 25 S1 III/B

17 36 W M 8 S1 III/A

18 52 L M 28 S2 IV/A

19 36 W M 12 SMP I/D

20 38 L M 14 S1 II/D

21 38 L M 18 SMA II/D

22 38 L M 18 SMA II/D

23 29 W M 9 S1 III/A

24 38 L M 19 SMA II/D

25 53 L M 24 S1 III/B

26 45 L M 26 S1 III/B

27 45 L M 25 S1 III/B

28 37 W M 12 SMP I/D

29 37 L M 12 SMP I/D

30 48 L M 27 D3 III/B

31 48 L M 22 D3 III/B

32 38 W M 13 SMA II/D

33 26 L M 1 SMA II/A

34 37 L M 13 SMA II/D

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah

35 36 L M 12 SMP I/D

36 38 L M 14 SMA II/D

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah Lanjutan Tabel 4.13.

Resp. Umur (dalam th)

Gender (L/W)

Marital Status (M/TM)

Masa Kerja

(dalam Th) Pendidikan Pangkat

37 49 L M 26 SMP I/D

38 38 L M 14 D3 II/D

39 48 L M 25 SMP I/D

40 49 L M 26 D3 III/B

41 38 L M 12 SMP I/D

42 37 W M 12 D3 III/A

43 48 L M 26 SMA III/C

44 37 L M 11 D3 II/B

45 48 L M 22 SMP I/D

46 48 L M 25 SMA III/C

47 37 L M 14 D3 II/D

48 37 W M 14 D3 II/D

49 38 L M 15 D3 II/D

50 48 L M 26 S1 III/C

51 39 L TM 13 D3 II/D

52 38 L M 14 D3 II/D

53 38 L TM 13 D3 II/B

54 48 L M 27 S2 IV/A

55 48 W M 26 S1 III/D

56 39 L TM 13 D3 II/B

57 39 L M 13 D3 II/B

58 40 L TM 13 D3 II/B

59 49 L M 28 S2 IV/A

60 40 L TM 14 D3 II/C

61 52 L M 32 S1 IV/b

62 40 L M 14 D3 II/C

63 38 L M 14 D3 II/D

64 39 L M 14 D3 II/C

65 28 L TM 8 S1 III/A

66 39 L M 13 D3 II/C

67 52 L M 35 S2 IV/B

68 39 L TM 14 D3 II/C

69 20 L TM 2 SMA II/A

70 38 L M 8 S1 III/A

71 38 L M 14 D3 II/C

72 19 L TM 1 SMP I/D

73 54 L M 32 S3 IV/A

74 51 L M 30 D3 IV/A

75 48 L TM 28 SMP I/D

76 38 L M 13 D3 II/C

77 48 L M 13 D3 II/C

78 38 L M 14 D3 II/C

79 48 L M 25 S1 III/D

80 48 L M 22 SMP I/D

81 20 L M 2 SMA II/A

82 49 L M 25 S2 III/D

83 49 L M 24 S1 III/D

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah Keterangan : Hasil Perhitungan menggunakan Excell pada Lampiran 5

Dimana :

L = Laki-laki W = Wanita

TM= Tidak Menikah M = Menikah

Berdasarkan tabel 4.13. tersebut diatas, dapat dibuat suatu deskriptif untuk memperlihaktan komposisi mengenai karakteristik pegawai sebagaimana tabel 4.14. berikut ini :

Tabel 4.14. Komposisi Karakteristik Pegawai

Keterangan n < 21 th 21 – 30 th 31 – 40 th 41 – 50 th n > 50 th

Umur pegawai 3 4 45 23 8

Gender Laki-laki 3 4 35 21 8

Wanita 0 1 9 2 0

Marital Status

Menikah 1 3 40 21 8

Tidak

Menikah 2 1 6 1 0

Masa Kerja

1 – 5 tahun 3 2 0 0 0

6 – 10 tahun 0 2 4 0 0

11 – 20 tahun 0 0 41 1 0

21 – 30 tahun 0 0 1 21 4

Diatas 30 th 0 0 0 0 4

Pendidikan

SMP 1 0 11 6 0

SMA 2 2 7 3 1

D3 0 0 21 4 1

S1 0 2 6 9 2

S2 0 0 0 2 2

S3 0 0 0 0 1

Pangkat/

Golongan

I/D 2 0 10 5 0

II/A 4 0 0 0 0

II/B 0 0 5 0 0

II/C 0 0 9 0 0

II/D 0 0 16 0 0

III/A 0 5 2 0 0

III/B 0 0 0 11 0

III/C 0 0 0 3 0

III/D 0 0 0 4 0

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah

IV/A 0 0 0 3 2

IV/B 0 0 0 0 2

Sumber : Data pada tabel 4.13

Untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh dari karakteristik pegawai (umur, jenis kelamin, status pernikahan, dam masa kerja) terhadap produktivitas pegawai, terhadap data terlebih dahulu harus diberikan pembobotan skor berdasarkan skala masing-masing variabel, sebagai berikut :

A. Variabel Umur pegawai (X1). Variabel ini menggunakan skala interval, dengan criteria sebagai berikut :

 Interval 1 untuk umur dibawah 21 tahun

 Interval 2 untuk umur antara umur 21 – 30 tahun

 Interval 3 untuk umur antara umur 31 – 40 tahun

 Interval 4 untuk umur antara umur 41 – 50 tahun

 Interval 5 untuk umur diatas 21 tahun

B. Variabel Jenis Kelamin (X2). Variabel ini menggunakan skala nominal, dengan criteria sebagai berikut :

 Nominal 1 untuk jenis kelamin wanita/ perempuan

 Nominal 2 untuk jenis kelamin laki-laki

C. Variabel Status Pernikahan (X3). Variabel ini menggunakan skala nominal, dengan criteria sebagai berikut :

 Nominal 1 untuk status tidak menikah

 Nominal 2 untuk status menikah

D. Variabel Masa Kerja (X4). Variabel ini menggunakan skala interval, dengan criteria sebagai berikut :

 Interval 1 untuk masa kerja antara 1 – 5 tahun

 Interval 2 untuk masa kerja antara 6 – 10 tahun

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah

 Interval 3 untuk masa kerja antara 11 – 20 tahun

 Interval 4 untuk masa kerja antara 21 – 30 tahun

 Interval 5 untuk masa kerja diatas 30 tahun

Apabila data-data dilapangan memperhatikan kriteria tersebut diatas, maka dapat dibuat input data penelitian yang hasilnya diperlihatkan oleh tabel 4.15.

berikut ini :

Tabel 4.15. Input Data Penelitian

Resp. X1 X2 X3 X4 Y

1 3 2 2 3 16,5136

2 5 2 2 4 24,9127

3 4 2 2 4 13,7531

4 4 2 2 4 28,7519

5 3 1 2 3 25,3077

6 3 2 2 3 15,1249

7 4 2 2 4 24,3243

8 4 2 2 4 18,8147

9 3 1 2 3 23,3466

10 2 2 2 1 12,0755

11 3 2 2 3 13,0254

12 3 2 2 3 17,7033

13 3 2 2 3 21,3591

14 3 2 2 3 19,0540

15 5 2 2 4 15,0737

16 4 2 2 4 23,3799

17 4 2 2 4 17,3646

18 3 1 2 3 24,5005

19 3 2 2 3 12,0755

20 4 2 2 4 27,6315

21 4 2 2 4 28,7519

22 3 1 2 3 22,2250

23 2 2 2 1 19,2806

24 3 2 2 3 24,3444

25 3 2 2 3 21,4115

26 3 2 2 3 13,2279

27 3 2 2 3 20,1409

28 5 2 2 4 14,2477

29 4 2 2 4 24,7959

30 4 2 2 4 22,1484

31 3 1 2 3 22,6174

32 3 2 2 3 15,4015

33 4 2 2 4 22,0728

34 4 2 2 4 17,2502

35 3 1 2 3 22,3641

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah

36 2 2 2 1 26,4629

37 4 2 2 4 22,3635

38 3 2 2 3 23,2187

39 4 2 2 4 24,2872

40 4 2 2 4 24,1980

41 3 2 2 3 28,7519

42 3 1 2 3 18,8561

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah Lanjutan Tabel 4.15.

Resp. X1 X2 X3 X4 Y

43 4 2 2 4 24,6377

44 3 2 2 3 19,1395

45 4 2 2 4 19,3652

46 4 2 2 4 27,5980

47 3 2 2 3 26,5452

48 3 1 2 3 17,1537

49 3 2 2 3 27,6126

50 4 2 2 4 28,7519

51 3 2 1 3 19,3069

52 3 2 2 3 25,4664

53 3 2 1 3 18,1163

54 4 2 2 4 24,5435

55 4 1 2 4 18,5112

56 3 2 1 3 24,4300

57 3 2 2 3 21,0996

58 3 2 1 3 25,3914

59 4 2 2 4 22,3011

60 3 2 1 3 20,0612

61 5 2 2 5 18,6551

62 3 2 2 3 20,0304

63 3 2 2 3 16,2896

64 3 2 2 3 16,8317

65 2 2 1 2 19,4929

66 3 2 2 3 21,1747

67 5 2 2 5 20,0715

68 3 2 1 3 15,1578

69 1 2 1 1 18,5606

70 3 2 2 2 23,1191

71 3 2 2 3 18,7106

72 1 2 1 1 21,3677

73 5 2 2 5 23,1470

74 5 2 2 5 23,0441

75 4 2 1 4 20,3773

76 3 2 2 3 21,0831

77 4 2 2 3 21,8497

78 3 2 2 3 22,0607

79 4 2 2 4 20,9289

80 4 2 2 4 24,3460

81 1 2 2 1 23,1244

82 3 2 2 3 23,2203

83 4 2 2 4 19,8395

Keterangan : Hasil Perhitungan berdasarkan tabel 4.14 Dimana :

X1 = Umur Pegawai X2 = Jenis Kelamin X3 = Status Pernikahan

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah X4 = Masa Kerja

Y = Produktivitas Pegawai

Berdasarkan tabel tersebut diatas, selanjutnya akan dicari pengaruh variabel umur (X1), perbedaan jenis kelamin (X2), perbedaan status pernikahan (X3), dan perbedaan masa kerja (X4), terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Y) melalui pemanfaatan sarana komputer yaitu SPSS Versi 11.00 (Statistical Program For Social Science Version 11.00).

Adapun hasil dari analisis data dengan menggunakan analisis regresi (regression analysis) sebagaimana perhitungan SPSS versi 11.00 (lampiran 6), secara garis besar hasilnya, dapat dilihat sebagai berikut :

Model Summaryb

.549a .301 .265 3.5016373 1.673

Model 1

R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-W atson

Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 a.

Dependent Variable: Y b.

ANOVAb

411.877 4 102.969 8.398 .000a

956.394 78 12.261

1368.271 82

Regression Residual Total Model 1

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 a.

Dependent Variable: Y b.

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah

Coefficientsa

6.663 3.333 1.999 .049

-3.347 1.216 -.706 -2.752 .007 .136 7.344

6.009 1.129 .520 5.324 .000 .937 1.067

2.903 1.285 .233 2.259 .027 .845 1.184

2.825 1.153 .611 2.450 .017 .144 6.949

(Constant) X1 X2 X3 X4 Model 1

B Std. Error Unstandardized

Coefficients

Beta Standardized

Coefficients

t Sig. Tolerance VIF

Collinearity Statistics

Dependent Variable: Y a.

Berdasarkan perhitungan program SPSS versi 11.05 sebagaimana tersebut diatas, dapat dijabarkan sebagai berikut :

Analisis Persamaan Regresi.

Persamaan regresi untuk model penelitian diperoleh sebagai berikut ini : Y = 6,663 – 3,347 X1 + 6,009 X2 + 2,903 X3 + 2,825 X4 + ut

Dimana :

X1 = Umur Pegawai

X2 = Perbedaan Jenis Kelamin Pegawai X3 = Status Pernikahan Pegawai

X4 = Masa Kerja Pegawai

Y = Produktivitas Kerja Pegawai

Nilai koefisien variabel independen dalam persamaan tersebut menunjukkan nilai yang positif untuk b2, b3, dan b4. Sedangkan untuk b1 memiliki koefisien bernilai negatif. Nilai yang positif menunjukkan bahwa karakteristik pegawai (jenis kelamin, status pernikahan, dan masa kerja) memberikan arah (pengaruh) yang positif terhadap produktivitas kerja pegawai. Sedangkan Nilai

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah yang negatif menunjukkan karakteristik pegawai (umur pegawai) memberikan arah (pengaruh) yang berlawanan terhadap produktivitas kerja pegawai.

Nilai koefisien yang tercatat dari hasil regresi diatas untuk b1 adalah negatif sebesar 3,347 menunjukkan bahwa umur pegawai memberikan pengaruh yang negatif (berlawanan) terhadap peningkatan produktivitas pegawai. Hal ini berarti bahwa semakin berumur seorang pegawai (bertambah umurnya) maka tingkat kecepatan, kecekatan, koordinasi, dan ketelitian, makin berkurang, yang selanjutnya akan berpengaruh pada penurunan produktivitas kerja pegawai.

Dengan demikian hipotesis yang mengatakan bahwa umur pegawai berpengaruh terhadap produktivitas pegawai dapat dibuktikan.

Nilai koefisien yang tercatat dari hasil regresi diatas untuk b2 adalah positif sebesar 6,009 menunjukkan bahwa perbedaan jenis kelamin pegawai memberikan pengaruh yang searah (positif) terhadap peningkatan produktivitas pegawai. Hal ini berarti bahwa jenis kelamin yang memperlihatkan sifat laki-laki berpengaruh pada peningkatan produktivitas kerja pegawai. Dengan demikian hipotesis yang mengatakan bahwa perbedaan jenis kelamin berpengaruh terhadap produktivitas pegawai dapat dibuktikan.

Nilai koefisien yang tercatat dari hasil regresi diatas untuk b3 adalah positif sebesar 2,903 menunjukkan bahwa perbedaan status pernikahan pegawai memberikan pengaruh yang searah (positif) terhadap peningkatan produktivitas pegawai. Hal ini berarti bahwa pegawai yang menikah cenderung berpengaruh pada peningkatan produktivitas kerja pegawai. Sedangkan pegawai yang tidak menikah cenderung kurang dalam meningkatkan produktivitas kerja. Dengan

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah demikian hipotesis yang mengatakan bahwa perbedaan status pernikahan berpengaruh terhadap produktivitas pegawai dapat dibuktikan.

Nilai koefisien yang tercatat dari hasil regresi diatas untuk b4 adalah positif sebesar 2,825 menunjukkan bahwa perbedaan masa kerja pegawai memberikan pengaruh yang searah (positif) terhadap peningkatan produktivitas pegawai. Hal ini berarti bahwa semakin lama masa kerja pegawai maka makin produktivitas pegawai yang bersangkutan. Dengan demikian hipotesis yang mengatakan bahwa masa kerja berpengaruh terhadap produktivitas pegawai dapat dibuktikan.

Koefisien Determinasi (R2).

Koefisien determinasi (R2) digunakan untuk mengetahui besarnya pengaruh atau kontribusi yang diberikan oleh variabel independen (X) terhadap variabel dependennya, atau dengan kata lain untuk mengetahui besarnya pengaruh atau kontribusi yang diberikan oleh karakteristik pegawai (Xi) terhadap produktivitas kerja pegawai, sebagaimana berikut ini :

Model Summaryb

.549a .301 .265 3.5016373 1.673

Model 1

R R Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

Durbin-W atson

Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 a.

Dependent Variable: Y b.

Dilihat dari nilai koefisien determinasi (R2), sebagaimana hasil perhitungan SPSS versi 11.05 diatas, diketahui nilainya sebesar 0,301 atau 0,265 setelah disesuaikan. Hal ini mengandung arti bahwa pengaruh secara bersama-sama yang diberikan oleh variabel karakteristik pegawai (X1, X2, X3, dan X4) terhadap produktivitas kerja pegawai adalah sebesar 30,1% atau 26,5%

setelah disesuaikan. Sedangkan sisanya sebesar 69,9% atau 73,5% setelah

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah disesuaikan dipengaruhi oleh faktor lain yang tidak diukur dalam penelitian ini.

Mengacu pada nilai koefisien determinasi (R2) atau keeratan hubungan sebesar 30,1%tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa variabel Xi mempunyai tingkat pengaruh yang “cukup rendah” terhadap variabel Y (berdasarkan tafsiran dari Guilford, 1996 : 145).

Pengujian Hipotesis

Pengujian hipotesis dalam penelitian ini digunakan untuk menguji hipotesis statistik yang dikemukakan pada bab sebelumnya. Adapun hipotesis statistik yang dikemukakan dalam penelitian ini adalah “karakteristik pegawai yang terdiri dari Umur pegawai (X1), Jenis kelamin pegawai (X2), Status Pernikahan Pegawai (X3), dan Masa Kerja Pegawai (X4) berpengaruh baik simultan (keseluruhan) maupun parsial (masing–masing) terhadap produktivitas kerja pegawai.

Untuk menguji hipotesis tersebut diatas, dilakukan dengan menggunakan dua cara :

a. Pengujian secara bersama-sama

Hasil pengujian secara bersama-sama terhadap hipotesis statistik yang pertama dalam penelitian ini, sebagai berikut :

ANOVAb

411.877 4 102.969 8.398 .000a

956.394 78 12.261

1368.271 82

Regression Residual Total Model

1

Sum of

Squares df Mean Square F Sig.

Predictors: (Constant), X4, X2, X3, X1 a.

Dependent Variable: Y b.

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah Berdasarkan pada hasil uji keseluruhan diatas, diketahui bahwa nilai Fhitung = 8,398 lebih besar dibandingkan dengan Ftabel = 2,87 pada tingkat signifikasi 95% ( = 5%) dan degree of freedom (d.f. = 4 ; 78), sehingga sesuai dengan ketentuan dalam criteria pengujian, jika Fhitung > Ftabel maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti bahwa karakteristik pegawai terdiri dari Umur pegawai (X1), Perbedaan Jenis kelamin pegawai (X2), Perbedaan Status Pernikahan Pegawai (X3), dan Perbedaan Masa Kerja Pegawai (X4) secara

bersama-sama mempunyai pengaruh kuat terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Y).

b. Pengujian Secara Parsial

Pengujian secara parsial dalam penelitian ini digunakan untuk menguji pengaruh variabel Umur pegawai (X1), Perbedaan Jenis kelamin pegawai (X2), Perbedaan Status Pernikahan Pegawai (X3), dan Perbedaan Masa Kerja Pegawai (X4), secara parsial berpengaruh secara positif terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Y), dimana hasilnya dapat dilihat sebagaimana berikut ini :

Coefficientsa

6.663 3.333 1.999 .049

-3.347 1.216 -.706 -2.752 .007 .136 7.344

6.009 1.129 .520 5.324 .000 .937 1.067

2.903 1.285 .233 2.259 .027 .845 1.184

2.825 1.153 .611 2.450 .017 .144 6.949

(Constant) X1 X2 X3 X4 Model 1

B Std. Error Unstandardized

Coefficients

Beta Standardized

Coefficients

t Sig. Tolerance VIF

Collinearity Statistics

Dependent Variable: Y a.

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah Adapun hasil pengujian secara parsial terhadap hipotesis statistik sebagaimana hasil diatas, adalah sebagai berikut :

1) Pengujian secara parsial “Pengaruh Umur pegawai (X1) terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Y).

Hasil Pengujian secara parsial variabel X1 terhadap variabel Y dalam penelitian ini sebagai berikut :

Tabel 4.16. Uji Individu Variabel X1 (Umur Pegawai) Variabel t-hitung p-value Keputusan

X1 – 3,347 0,007 Signifikan

Berdasarkan pada hasil uji individu diatas, ditunjukkan bahwa nilai thitung

sebesar – 3,347 memiliki nilai p-value dibawah 5%. Dengan demikian, maka variabel X1 signifikasi pada level 95% ( = 5%) dan degree of freedom (d.f. = 81), sehingga sesuai dengan ketentuan dalam criteria pengujian, jika nilai p-value < 5% maka Ha diterima dan Hoditolak. Hal ini berarti Umur pegawai (X1) secara parsial berpengaruh secara negatif terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Y).

2) Pengujian secara parsial “Pengaruh Jenis Kelamin Pegawai (X1) terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Y).

Hasil Pengujian secara parsial variabel X2 terhadap variabel Y dalam penelitian ini sebagai berikut :

Tabel 4.17. Uji Individu Variabel X2 (Jenis Kelamin Pegawai) Variabel t-hitung p-value Keputusan

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah

X2 5,324 0,000 Signifikan

Berdasarkan pada hasil uji individu diatas, ditunjukkan bahwa nilai thitung

sebesar 6,009 memiliki nilai p-value dibawah 5%. Dengan demikian, maka variabel X2 signifikasi pada level 95% ( = 5%) dan degree of freedom (d.f. = 81), sehingga sesuai dengan ketentuan dalam criteria pengujian, jika nilai p-value < 5% maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti Jenis Kelamin Pegawai (X2) secara parsial berpengaruh secara positif terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Y).

3) Pengujian secara parsial “Pengaruh Perbedaan Status Pernikahan (X3) terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Y).

Hasil Pengujian secara parsial variabel X3 terhadap variabel Y dalam penelitian ini sebagai berikut :

Tabel 4.18. Uji Individu Variabel X3 (Perbedaan Status Pernikahan) Variabel t-hitung p-value Keputusan

X3 2,259 0,027 Signifikan

Berdasarkan pada hasil uji individu diatas, ditunjukkan bahwa nilai thitung

sebesar 2,903 memiliki nilai p-value dibawah 5%. Dengan demikian, maka variabel X3 signifikasi pada level 95% ( = 5%) dan degree of freedom (d.f. = 81), sehingga sesuai dengan ketentuan dalam criteria pengujian, jika nilai p-value < 5% maka Ha diterima dan Hoditolak. Hal ini berarti Status Pernikahan Pegawai (X3) secara parsial berpengaruh secara positif terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Y).

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah 4) Pengujian secara parsial “Pengaruh Perbedaan Masa Kerja pegawai (X4)

terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Y).

Hasil Pengujian secara parsial variabel X4 terhadap variabel Y dalam penelitian ini sebagai berikut :

Tabel 4.19. Uji Individu Variabel X4 (Perbedaan Masa Kerja Pegawai) Variabel t-hitung p-value Keputusan

X4 2,450 0,017 Signifikan

Berdasarkan pada hasil uji individu diatas, ditunjukkan bahwa nilai thitung

sebesar 2,450 memiliki nilai p-value dibawah 5%. Dengan demikian, maka variabel X1 signifikasi pada level 95% ( = 5%) dan degree of freedom (d.f. = 81), sehingga sesuai dengan ketentuan dalam criteria pengujian, jika nilai p-value < 5% maka Ha diterima dan Ho ditolak. Hal ini berarti Perbedaan Masa Kerja Pegawai (X4) secara parsial berpengaruh secara positif terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Y).

4.6. Pembahasan

4.6.1. Pengaruh Umur pegawai (X1), Perbedaan Jenis kelamin pegawai (X2), Perbedaan Status Pernikahan (X3), dan Perbedaan Masa Kerja Pegawai (X4), terhadap Produktivitas Kerja Pegawai(Y).

Mengacu pada hipotesis penelitian, bahwa umur pegawai (X1), perbedaan jenis kelamin pegawai (X2), perbedaan status pernikahan (X3), dan perbedaan masa kerja pegawai (X4) secara bersama-sama mempunyai pengaruh terhadap Produktivitas Kerja Pegawai (Y). Berdasarkan pengujian hipotesis dapat dibuktikan bahwa hipotesis penelitian tersebut terbukti, artinya variabel bebas umur pegawai (X1), perbedaan jenis kelamin pegawai (X2), perbedaan status

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah pernikahan (X3), dan perbedaan masa kerja pegawai (X4) secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap produktivitas kerja pegawai(Y), dengan nilai koefisien determinasi (R2) sebesar 0,301 atau 30,1% setelah disesuaikan. Artinya produktivitas kerja pegawai 30,1 % ditentukan oleh variabel umur pegawai (X1), perbedaan jenis kelamin pegawai (X2), perbedaan status pernikahan (X3), dan perbedaan masa kerja pegawai (X4).

Hasil penelitian tersebut diatas, sesuai dengan penelitian dari Koster (2002 : 242), yang mengemukakan bahwa produktivitas pegawai terbukti secara positif dan signifikan dipengaruhi sebesar 80,30% oleh tiga factor, yaitu : umur, status pernikahan, dan masa kerja. Dari ketiga factor tersebut, ternyata factor masa kerja mempunyai pengaruh yang paling dominan, yang diikuti oleh pengaruh umur, dan status pernikahan. Bedanya dalam penelitian ini adalah bahwa pengaruh yang paling dominan ditujukkan bukan oleh factor masa kerja, tetapi oleh variabel status pernikahan karyawan.

Stoner dan Freeman (1992 : 190), mengemukakan faktor-faktor yang berpengaruh terhadap produktivitas kerja ini terdiri dari faktor internal (faktor-faktor yang melekat pada diri pegawai itu sendiri) dan faktor eksternal (faktor-faktor yang mendorong motivasi kerja yang berasal dari luar). Faktor internal tak lain adalah karakteristik pegawai itu sendiri yaitu unsur internal yang melekat pada pegawai itu sendiri seperti : umur, jenis kelamin, status pernikahan, dan masa kerja (Robbinss, 2001 : 33).

Karakteristik Pegawai Terhadap Produktivitas Kerja Pada Dinas Pendapatan Daerah Handoko, Adam dan Ibrahim (1989); dan Musanef (1996) berkesimpulan bahwa unsur karakter personal seperti: umur, jenis kelamin, status pernikahan, dan masa kerja berperan dalam menentukan produktivitas kerja pegawai.

Elemen-elemen tersebut adalah :

Umur pegawai, merupakan tingkat umur produktif pegawai dalam

kecepatan, kecekatan, kekuatan, dan koordinasi yang dapat mempengaruhi dinamika kerja (Robbinss, 2001 : 42)

Jenis kelamin pegawai, merupakan perbedaan jenis kelamin pegawai dalam

memenuhi wewenang, pemilihan waktu kerja, pengharapan untuk sukses, dan tingkat absensi yang dapat mempengaruhi produktivitas kerja pegawai (Robbins, 2001 : 44)

Status Pernikahan Pegawai, merupakan status yang membedakan seseorang pegawai telah menikah atau belum dalam suatu organisasi sehingga mempengaruhi pegawai yang bersangkutan dalam memegang tanggung jawab terhadap pekerjaan, tingkat absensi, ketekunan kerja, dan kepuasan dalam bekerja, yang pada akhirnya mempengaruhi produktivitas pegawai yang bersangkutan (Robbins, 2001 : 45).

Masa Kerja Pegawai, merupakan lamanya pengalaman kerja seseorang pegawai dalam suatu organisasi sehingga membedakan tingkat pendidikan dan pengetahuan yang dapat diikutinya, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi produktivitas kerja pegawai yang bersangkutan. (Robbins, 2001 : 45)

Masing-masing elemen karakteristik pegawai tersebut (umur, jenis kelamin, status pernikahan, dan masa kerja) secara bersama-sama dapat mempengaruhi