• Tidak ada hasil yang ditemukan

4.2 Hasil Penelitian

4.2.3 Uji Regresi Linier Berganda

50

Hasil pengujian Uji heteroskedastisitas dalam bentuk Scatterplot ditampilkan pada Gambar 4.3 memperlihatkan grafik yang menyebar maka tidak terjadi heterokedastisitas.

b. Nilai koefisien regresi variabel Financial Distress bernilai negatif yaitu sebesar -0,130 dan nilai sig 0,000 (< 5%) , artinya financial distress berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Hal ini berarti semakin besar terjadinya finansial distress akan menurunkan konservatisme akuntansi.

c. Nilai koefisien regresi variabel Laverage bernilai positif yaitu -0,151 dan nilai sig 0,089 (>5%) artinya leverage berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap konservatisme akuntansi atau dapat dikatakan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi.

d. Nilai koefisien regresi variabel Insentif pajak bernilai negatif yaitu -0,564 dan nilai sig 0,016 (< 5%), artinya insentif pajak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi. Hal ini berarti semakin besar insentif pajak akan menurunkan konservatisme akuntansi.

4.2.4 Uji Goodnes Of Fit 4.2.4.1 Uji f

Pengujian dalam uji F ini, yaitu dengan menggunakan suatu tabel yang disebut dengan Tabel ANOVA (Analysis of Variance) dengan melihat nilai signifikasi (Sig < 0,05 atau 5 %). Jika nilai signifikasi > 0.05 maka H1 ditolak, sebaliknya jika nilai signifikasi < 0.05 maka H1 diterima.

Selain itu, dapat juga dilihat dari nilai F hitung dan F tabel. Jika Fhitung >

Ftabel maka variabel bebas secara simultan berpengaruh terhadap variabel terikatnya di mana Ftabel dengan derajat bebas, df: α, (k-1), (n-k). Dimana n = jumlah pengamatan, k = jumlah variabel.

52

Tabel 4.5 Uji f Model Sum of

Squares df Mean

Square F Sig.

Regression 0,314 3 0,105 10,636 ,000b

Residual 0,65 66 0,01

Total 0,965 69

Sumber : output spss 25 lampiran 8

Berdasarkan output diatas diketahui signifikasi untuk pengaruh X1, X2.

dan X3 secara simultan terhadap Y adalah sebesar 0,000< 0,05 dan nilai F hitung sebesar 10,636> F tabel 2,74, sehingga dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh X1, X2 dan X3 secara simultan terhadap Y

4.2.4.2 Uji Koefesien Determinasi

Koefesiensi determinasi digunakan untuk mengukur seberapa baik garis regresi sesuai dengan data aktualnya (goodness of fit). Koefisiensi determinasi ini mengukur prosentase total varian variabel dependen Y yang dijelaskan oleh variabel independen di dalam garis regresi. Nilai R2 mempunyai interval antara 0 sampai 1 (0< R2 < 1). Semakin besar R2 (mendekati 1), semakin baikhasil untuk model regresi tersebut dan semakin mendekati 0, maka variabel independen secara keseluruhan tidak dapat menjelaskan variabel dependen.

Tabel 4.6

Koefesien Determinasi

Model R R

Square

Adjusted R Square

Std. Error of the Estimate

1 ,571a 0,326 0,295 0,09925523 Sumber : output spss 25 lampiran 8

Dapat dilihat pada tabel 4.6 bahwa nilai adjusted R2 = 0,295 = 29,5

% yang artinya kontribusi besarnya pengaruh antara variable independen ( financial distress, leverage, dan instentif pajak) terhadap variable dependen (konservatisme akuntansi) sebesar 29,5 % dan sisanya 70,5 % (100% - 29,5 %) dipengaruhi oleh faktor-faktor lainnya.

4.2.5 Uji Hipotesis 4.2.5.1 Uji t

Setelah melakukan uji koefisien regresi secara keseluruhan, maka langkah selanjutnya adalah menghitung koefisien regresi secara individu, dengan menggunakan suatu uji yang dikenal dengan sebutan Uji-t. Nilai t hitung digunakan untuk menguji pengaruh secara parsial (per variabel) terhadap terikatnya. Apakah variabel tersebut memiliki pengaruh yang berarti terhadap variabel terikatnya atau tidak. Uji t digunakan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruh masing-masing variabel independen secara individual (parsial) terhadap variabel dependen yang diuji pada tingkat signifikasi 0.05 maka variabel independen berpengaruh terhadap variabel dependen

Tabel 4.4 Uji t

Model

Unstandardized Coefficients

Standardized

Coefficients t Sig.

B Std. Error Beta

(Constant) 0,087 0,045 1,925 0,059

54

FINANCIAL

DISTRESS -0,130 0,031 -0,645 -4,166 0,000

LAVERAGE -0,151 0,088 -0,257 -1,725 0,089

INSENTIF PAJAK -0,564 0,354 -0,173 -1,595 0,016

a. Koefisien regresi financial distress sebesar -0,130 dan memiliki nilai signifikan 0,000 < α = 0,05 dan nilai t hitung 1.99656 > -4,166 maka H1 ditolak. Hal ini berarti bahwa hipotesis 1 yang berbunyi

Financial Distress berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi” ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa X1 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi

b. Koefisien regresi leverage sebesar -0,151 dan memiliki nilai signifikan 0,089 > α = 0,05 dan nilai t hitung 1.99656 > -1,725 maka H2 ditolak. Hal ini berarti bahwa hipotesis 2 yang berbunyi

Leverage berpengaruh positif terhadap konservatisme akuntansi”

ditolak. Sehingga dapat disimpulkan bahwa X2 berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap konservatisme akuntansi.

c. Koefisien regresi Insentif Pajak sebesar -0,564 dan memiliki nilai signifikan 0,016 < α = 0,05 dan nilai t hitung 1.99656 > -1,595 maka H3 diterima. Hal ini berarti bahwa hipotesis 3 yang berbunyi

“Insentif Pajak berpengaruh negatif terhadap konservatisme”

diterima. Sehingga dapat disimpulkan bahwa X3 berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme.

4.3 Pembahasan

4.3.1 Pengaruh Financial Distress terhadap konservatisme akuntansi

Dari hasil koefisien regresi berganda sebesar -0,130 yang bertanda negatif itu artinya semakin tinggi financial distress di suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut semakin tidak melakukan konservatisme akuntansi. Dan diketahui nilai sig untuk pengaruh X1 terhadap Y adalah sebesar 0,000 < 0,05 dan nilai t hitung 1.99656 > -4,166, sehingga dapat disimpulkan bahwa Financial distress berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi.

Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Youlanda (2020) bahwa financial distress berpengaruh negatif terhadap konservatisme akuntansi. Hal ini disebabkan karena jika perusahaan yang mengalami financial distress menerapkan perlakuan akuntansi yang konservatif, maka laporan keuangan akan menjadi bias kebawah dan understatment, hal ini akan memberikan sinyal buruk kepada pihak eksternal khususnya kreditur, sesuai dengan teori stewardship maka seharusnya manajemen bersifat sebagai pelayan sehingga konservatisme dihindari agar kreditur tetap memberikan pinjaman untuk kelangsungan usaha perusahaan. Jika perusahaan menghadapi kesulitan keuangan, maka perusahaan tidak menerapkan prinsip konservatif dalam penyusunan laporan keuangan. Untuk dapat memberikan keuntungan bersama antara perusahaan dan khususnya untuk kreditur sesuai dengan teori stewardship maka pada era pandemic covid perusahaan tidak semestinya memberikan laporan keuangan yang sifatnya konservatif dan understatement.

56

4.3.2 Pengaruh Leverage terhadap konservatisme akuntansi

Dari hasil koefisien regresi berganda sebesar -0,151 yang bertanda negatif artinya semakin tinggi tingkat leverage di suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut semakin tidak melakukan konservatisme akuntansi.

Nilai sig 0,089 > α = 0,05 dan nilai t hitung 1.99656 > -1,725, sehingga dapat disimpulkan bahwa leverage tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi.

Perusahaan yang mengalami penurunan pendapatan dengan tajam selama pandemi COVID-19 dan seharusnya membutuhkan dana lebih untuk membiayai kegiatan operasional perusahaan dan untuk memenuhi kewajibannya kepada kreditur. Namun beberapa bank sengaja menolak meminjamkan dana dikarenakan alokasi dana perbankan sedang tidak baik.

Sebab, risiko meningkat, sehingga bank harus lebih hati-hati dalam mengucurkan kredit ke nasabah. Menurut Direktur Pefindo Biro Kredit Wahyu Trenggono, alasan ini muncul khususnya di masa pandemi covid- 19. Sehingga dapat disimpulkan bahwa pada saat covid 19 perusahaan tidak mengajukan pinjaman dana maka leverage tidak mempengaruhi konservatisme akuntansi. Hasil penelitian ini sejalan dengan Youlanda (2020) yang mengungkapkan bahwa secara signifikan laverage atau tingkat hutang tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi.

4.3.3 Pengaruh insentif pajak terhadap konservatisme akuntansi Dari hasil koefisien regresi berganda sebesar -0,564 yang bertanda negatif artinya semakin tinggi insentif pajak di suatu perusahaan, maka perusahaan tersebut semakin tidak melakukan konservatisme akuntansi.

Dan diketahui nilai sig untuk pengaruh X3 terhadap Y adalah sebesar 0,016

< α = 0,05 dan nilai t hitung 1.99656 > -1,595, sehingga dapat disimpulkan bahwa Insentif pajak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi.

Konservatisme akuntansi dapat menyebabkan laporan keuangan menjadi lebih bias kebawah, sehingga pajak yang dikenakan lebih rendah.

Namun cara ini dapat mengakibatkan kecurigaan bagi fiskus dan memeriksa kebenaran atas laporan keuangan tersebut, sehingga perusahan tidak menerapkan konservatisme akuntansi untuk tujuan mengecilkan beban pajak. Semakin tinggi insetif pajak yang diterima oleh perusahaan akan semakin kecil pula bagi perusahaan menerapkan prinsip konservatisme akuntansi. Hasil penelitian ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Stiawan (2022) bahwa insentif pajak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi.

BAB V KESIMPULAN

5.1 Kesimpulan

Berdasarkan hasil dan pembahasan yang sudah dijelaskan pada bab sebelumnya maka dapat diperoleh kesimpulan sebagai berikut :

1. Financial distress berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi

2. Leverage tidak berpengaruh terhadap konservatisme akuntansi

3. Insentif pajak berpengaruh negatif dan signifikan terhadap konservatisme akuntansi.

5.2 Saran

Berdasarkan kesimpulan yang sudah dijelaskan, maka saran yang akan diberikan untuk pengembangan penelitian ini adalah sebagai berikut:

1. Penelitian selanjutnya diharapkan menambahkan variabel independen yang lain karena diduga masih banyak faktor lain yang mempengaruhi penerapan konsevatisme akuntansi khususnya pada era pandemic covid- 19

2. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat mencoba menggunakan metode perhitungan financial distress yang lain, dikarenakan penelitian saat ini masih menggunakan metode grover pengembangan pada tahun 2001 dan masih banyak metode lain yang masih jarang digunakan oleh peneliti lain.

3. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat menggunakan perusahaan sektor lain yang mempunyai kemungkinan besar mengalami dampak pandemic covid-19 yang terdaftar pada BEI

61

DAFTAR PUSTAKA

Admin. (2020). Covid-19 Dan Industri Manufaktur Di Indonesia: Sebuah Catatan Ringan. Artikel Dosen Ekonomi & Bisnis. feb.umri.ac.id

Darini, Agung. Insentif Pajak untuk Menekan Dampak Buruk Pandemi COVID-19 Berlanjut di Tahun 2021. Kementrian Keuangan Republik Indonesia.

pen.kemenkeu.go.id

Esa, A,. U., & Vidya, V., A,. (2018). Pengaruh Kepemilikan Manajerial Ukuran Perusahaan, Laverage, dab Growth Opportunities Terhadap Konsevartisme Akuntansi. Jurnalfe.ustjogja.ac.id, Universitas PGRI Yogyakarta.

Evi, V., Diana, D., & Wiwik, F., (2020). Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pilihan Perusahan Terhadap Konsevartisme Akuntansi Pada Perusahaan Manufaktur Yang Terdaftar di BEI. Jurnal Akuntansi dan Manajemen keuangan, E-ISSN 2745-3898. STEIE Mandala.

Farha, Handjani, & Ni Ketut. (2020). Peran Konservatisme Akuntansi Dalam Pengaruh Financial Distres Dan Tingkat Hutang Terhadap Pengungkapan Laporan Keberlanjutan. Jurnal EMBA. Vol.8 No.3 Juli 2020, Hal. 1 – 13.

Hasina, T. & Sulastningsih. (2020). Pengaruh Growth Opportunity, Financial Distress, Ceo Retirement Terhadap Konservatisme Akuntansi (Studi Empiris pada Perusahaan ManufakturYang Terdaftar di BEI tahun 2013- 2017). Jurnal Kajian Bisnis, Vol 8 No 01 13-34.

Indonesia. Peraturan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Nomor 44/Pmk.03/2020, Insentif Pajak Untuk Wajib Pajak Terdampak Pandemi Corona Virus Disease 2019. Jakarta.

Muhammad, R., & Sherly, A., (2019). Pengaruh Intensitas Modal, Dividend Payout Ratio dan Financial Distress Terhadap Konsevartisame Akuntansi, Jurnal Benefita 4(1), 104-114.

Muhammad, A., A., & Wita, J., E., (2018). Pengaruh Leverage, Financial Distress dan Profitabilitas terhadap Konservatisme Akuntansi pada Perusahaan Pertambangan di Indonesia Tahun 2013-2017. Jurnal Manajemen dan Organisasi, Hal 163-173. IPB.

Nachrowi & Hardius Usman. Pendekatan Populer dan Praktis Ekonometrika untuk Analisis Ekonomi dan Keuangan. (Jakarta: Universitas Indonesia, 2006), hlm. 17.

Nugroho, Aisyah Adinda. (2021). Analisis Perbedaan Persistensi Laba Dan

Konservatisma Akuntansi Sebelum Dan Selama Pandemi Covid-19.

Skripsi. Universitas Islam Negeri Sunan Ampel.

Nur, K., Djumali, & Sri, H. (2020). Mengukur Financial Distress dengan metode Grover. Altman Z-Score, Springate dan Zmijewski pada PT Solusi bangun indonesia TBK. Edunomika – Vol. 04, No. 02.

Nurhayanti, N,. K,. Pramitari, & Pradnyani. (2022). Penerapan Insentif Pajak dan Prinsip Akuntansi Konservatif Terhadap Manajemen Laba Pada Era Pandemi Covid-19. Vol. 32 No. 8. Hal. 2180-2194.

Susi, F., & Yane, D., (2018). Pengaruh Financial Distress dan Laverage Terhadap Konsevatisme Akuntansi. Jurnal Akuntansi, online ISSN : 2477-2984.

STEIE Akuitas Bandung.

Suliyanto. Ekonometrika Terapan: : Teori & Aplikasi dengan SPSS. (Yogyakarta:

Penerbit Andi, 2011), hlm. 18.

Suliyanto. Ekonometrika Terapan: Teori & Aplikasi dengan SPSS. (Yogyakarta:

Penerbit Andi, 2011), hlm. 55.

Sugiyarti, L,. & Rina, S,. (2020). Pengaruh Insentif Pajak, Financial Distress, Earning Pressure Terhadap Konservatisme Akuntansi. Jurnal Litbang Sukowati. Vol. 4, No. 1.

Sari, Rafika. (2020). Urgensi Stimulus Perpajakan Sektor Manufaktur Akibat Pandemi Covid-19. Vol. XII, No.7/I/Puslit/April/2020.

Sugiono, A., & Untung, E. (2008). Panduan Praktis Dasar Analisis Laporan Keuangan. Jakarta: Grasindo.

Tax Center. (2020). Optimalkah Pemanfaatan Insentif Pajak di Masa Pandemi.

https://taxcenter.vokasi.unair.ac.id/.

Utama, E. P., & Titik, F. (2018). Pengaruh Leverage, Ukuran Perusahaan, Kepemilikan Manajerial dan Profitabilitas terhadap Konservatisme Akuntansi (Studi pada Subsektor Telekomunikasi yang Terdaftar di Bursa Efek Indonesia Periode 2011-2016. e-Proceeding of Management vol. 5 No.

1, 720.

Wahid, Sulaiman, Analisis Regresi Menggunakan SPSS Contoh Kasus Dan Pemecahannya, (Yogyakarta: Penerbit Andi, 2004), hlm. 86.

Watts, R. L. (2003). Conservatism In Accounting Part I: Explanations And Implication. Journal of Accounting and Economic, 3.

Wijaya, A. L. (2012). Pengukuran Konservatisme Akuntansi: Senuah Literatur Review. ASSET: Jurnal Akuntansi dan Pendidikan vol. 1 no. 1, 103.

Youlanda, Andi, & Widya. (2021). Pengaruh Financial Distress Dan Leverage Terhadap Konservatisme Akuntansi Pada Masa Pandemi Covid-19 (Studi Empiris Pada Perusahaan Jasa Sub Sektor Restoran, Hotel, Dan Pariwisata Yang Terdaftar Di Bursa Efek Indonesia).Jurnal Akuntansi Bisnis dan Ekonomi. Vol 7.Universitas Widyatama.

Dokumen terkait