BAB IV Penutup
B. Kajian Teori
4. Uji Regresi Linier Berganda
Uji regresi linier berganda merupakan uji yang digunakan untuk menguji hubungan pengaruh antara lebih dari satu variabel bebas atau variable estimator atau variable independent terhadap satu variable terikat atau variabel dependent. Dalam penelitian ini terdapat satu variabel terikat dan lima variabel bebas. Berikut merupakan hasil uji
130
regresi berganda antara variabel tangble (x1) responsiveness (x2) reability (x3) empathy (x4) assurance (x5) terhadap kepuasan pelanggan (Y) Indomaret dan Basmalah menggunakan SPSS 22:
a. Persamaan Pertama (Indomaret) Tabel 3.35
Rekap Hasil Analisis Regresi Linier Indomaret
Variabel Koefisien Regresi t Hitung Sig.
Konstanta -3,372 -1,361 0,181
Tangible 0,195 2,221 0,032
Responsiveness -0,242 -2,254 0,029
Reability 0,455 2,941 0,005
Empathy 0,384 3,157 0,003
Assurance 0,815 5,901 0,000
F hitung = 19,267 Sig. = 0,000
R2 = 0,686 Adjusted R Square = 0,651 Sumber: Data Primer Diolah, 2019
Berdasarkan output diatas, dapat diketahui beberapa nilai antara lain: nilai keofisien regresi, t hitung, nilai signifikansi, nilai Fhitung, nilai R square atau R2. Dan adapun persamaan linier berganda dari analisa diatas adalah sebagai berikut :
Y = α + β1X1 + β2 X2 + β3 X3 + β4 X4 + β5 X5 + e
Y = 3,372 + 0,195 X1 + 0,242 X2 + 0,455 X3+0,384 X4+ 0,815 X5
Interpretasi dari hasil persamaan regresi berganda diatas dapat memberikan pengertian bahwa:
1) Nilai konstanta sebesar 3,372 artinya jika seluruh variabel dianggap konstanta, maka nilai tingkat kepuasan pelanggan sebesar 3,372.
2) Nilai koefisien variabel tangibel (x1) paling kecil dibandingkan dengan variabel lainnya sebesar 0,195 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, artinya setiap peningkatan variabel tangible sebesar 1%, maka kepuasan pelanggan meningkat sebesar 0,195 dengan asumsi variabel lainnya (empathy, reability, resposiveness, assurance) bernilai tetap atau nol (0) atau konstan. Jadi dapat dapat disimpulkan pula bahwa semakin kuat pengaruh variabel tangibel maka semakin meningkatkan kepuasan konsumen di Indomaret Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember. Sebaliknya, semakin lemah pengaruh tangibel, maka semakin menurunkan kepuasan konsumen di Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.
3) Nilai koefisien variabel resposiveness (x2) sebesar -0,242 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, artinya setiap peningkatan variabel resposiveness sebesar 1% maka kepuasan pelanggan menurun sebesar -0,242 dengan asumsi variabel lainnya (tangibel, reability, empathy, assurance) bernilai tetap atau nol (0) atau konstan. Jadi dapat dapat disimpulkan pula bahwa semakin kuat pengaruh variabel resposiveness maka semakin menurunkan kepuasan konsumen di Indomaret Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.
Sebaliknya, semakin lemah pengaruh resposiveness, maka semakin meningkat kepuasan konsumen di Kecamatan
132
bangsalsari Kabupaten Jember. Karena daya tanggap pelayanan di Indomaret Kecamatan Bangsalsari masih kurang dan para konsumen lebih leluasa dan bebas tanpa bantuan dan tanggapan dari karyawan sehingga terciptanya tingkat kepuasan bagi para konsumen.
4) Nilai koefisien variabel reability (x3) sebesar 0,455 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, artinya setiap peningkatan variabel reability sebesar 1%, maka kepuasan pelanggan meningkat sebesar 0,455 dengan asumsi variabel lainnya (tangibel, empathy, resposiveness, assurance) bernilai tetap atau nol (0) atau konstan. Jadi dapat dapat disimpulkan pula bahwa semakin kuat pengaruh variabel reability maka semakin meningkatkan kepuasan konsumen di Indomaret Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.
Sebaliknya, semakin lemah pengaruh reability, maka semakin menurunkan kepuasan konsumen di Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.
5) Nilai koefisien variabel empathy (x4) sebesar 0,384 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, artinya setiap peningkatan variabel empathy sebesar 1%, maka kepuasan pelanggan meningkat sebesar 0,384 dengan asumsi variabel lainnya (tangibel, resposiveness, reability, assurance) bernilai tetap atau nol (0) atau konstan. Jadi dapat dapat
disimpulkan pula bahwa semakin kuat pengaruh variabel empathy maka semakin meningkatkan kepuasan konsumen di Indomaret Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.
Sebaliknya, semakin lemah pengaruh empathy, maka semakin menurunkan kepuasan konsumen di Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.
6) Nilai koefisien variabel assurance (x5) paling besar dibandingkan dengan variabel lainnya sebesar 0,815 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, artinya setiap peningkatan variabel assurance sebesar 1%, maka kepuasan pelanggan meningkat sebesar 0,815 dengan asumsi variabel lainnya (tangibel, empathy, reability, responsiveness) bernilai tetap atau nol (0) atau konstan. Jadi dapat dapat disimpulkan pula bahwa semakin kuat pengaruh variabel assurance maka semakin meningkatkan kepuasan konsumen di Indomaret Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember. Sebaliknya, semakin lemah pengaruh assurance, maka semakin menurunkan kepuasan konsumen di Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.
134
b. Persamaan Kedua (Basmalah)
Tabel 3.36
Rekap Hasil Analisis Regresi Linier Basmalah
Variabel Koefisien Regresi t hitung Sig.
Konstanta -2,054 -1,036 0,306
Tangible 0,356 3,526 0,001
Responsiveness -0,287 -3,645 0,001
Reability 0,363 4,061 0,000
Empathy 0,381 3,858 0,000
Assurance 0,681 7,749 0,000
F hitung = 26,846 Sig. = ,000
R2 = ,753 Adjusted R Square = ,725 Sumber: Data Primer Diolah, 2019
Berdasarkan output diatas, dapat diketahui beberapa nilai antara lain: nilai koefisien regresi, t hitung, nilai signifikansi, nilai Fhitung, nilai R square atau R2. Dan adapun persamaan linier berganda dari analisa diatas adalah sebagai berikut :
Y = α + β1X1 + β2 X2 + β3 X3 + β4 X4 + β5 X5 + e
Y = 2,054 + 0, 356 X1 + 0,287X2 + 0,363 X3+0,381 X4+ 0,681 X5 Interpretasi dari hasil persamaan regresi berganda diatas dapat memberikan pengertian bahwa:
1) Nilai konstanta sebesar 2,054 artinya jika seluruh variabel dianggap konstanta, maka nilai tingkat kepuasan pelanggan sebesar 2,054.
2) Nilai koefisien variabel tangibel (x1) sebesar 0,356 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, artinya setiap peningkatan variabel tangible sebesar 1%, maka kepuasan pelanggan meningkat sebesar 0,356 dengan asumsi variabel
lainnya (empathy, reability, resposiveness, assurance) bernilai tetap atau nol (0) atau konstan. Jadi dapat dapat disimpulkan pula bahwa semakin kuat pengaruh variabel tangibel maka semakin meningkatkan kepuasan konsumen di Basmalah Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember. Sebaliknya, semakin lemah pengaruh tangibel, maka semakin menurunkan kepuasan konsumen di Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.
3) Nilai koefisien variabel resposiveness (x2) paling kecil dibandingkan dengan variabel lainnya sebesar 0,287 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, artinya setiap peningkatan variabel resposiveness sebesar 1%, maka kepuasan pelanggan meningkat sebesar 0,287 dengan asumsi variabel lainnya (tangibel, reability, empathy, assurance) bernilai tetap atau nol (0) atau konstan. Jadi dapat dapat disimpulkan pula bahwa semakin kuat pengaruh variabel resposiveness maka semakin menurunkan kepuasan konsumen di Basmalah Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.
Sebaliknya, semakin lemah pengaruh resposiveness, maka semakin meningkat kepuasan konsumen di Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember. Hal itu dikarenakan daya tanggap pelayanan di basmalah Kecamatan Bangsalsari masih kurang dan para konsumen lebih leluasa dan bebas tanpa
136
bantuan dan tanggapan dari karyawan sehingga terciptanya tingkat kepuasan bagi para konsumen.
4) Nilai koefisien variabel reability (x3) sebesar 0,363 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, artinya setiap peningkatan variabel reability sebesar 1%, maka kepuasan pelanggan meningkat sebesar 0,363 dengan asumsi variabel lainnya (tangibel, empathy, resposiveness, assurance) bernilai tetap atau nol (0) atau konstan. Jadi dapat dapat disimpulkan pula bahwa semakin kuat pengaruh variabel reability maka semakin meningkatkan kepuasan konsumen di Basmalah Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.
Sebaliknya, semakin lemah pengaruh reability, maka semakin menurunkan kepuasan konsumen di Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.
5) Nilai koefisien variabel empathy (x4) sebesar 0,381 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, artinya setiap peningkatan variabel empathy sebesar 1%, maka kepuasan pelanggan meningkat sebesar 0,381 dengan asumsi variabel lainnya (tangibel, responsiveness, reability, assurance) bernilai tetap atau nol (0) atau konstan. Jadi dapat dapat disimpulkan pula bahwa semakin kuat pengaruh variabel empathy maka semakin meningkatkan kepuasan konsumen di Basmalah Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.
Sebaliknya, semakin lemah pengaruh empathy, maka semakin menurunkan kepuasan konsumen di Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.
6) Nilai koefisien variabel assurance (x5) paling besar dibandingkan dengan variabel lainnya sebesar 0,681 berpengaruh positif dan signifikan terhadap kepuasan pelanggan, artinya setiap peningkatan variabel assurance sebesar 1%, maka kepuasan pelanggan meningkat sebesar 0,681 dengan asumsi variabel lainnya (tangibel, responsiveness, reability, empathy) bernilai tetap atau nol (0) atau konstan. Jadi dapat dapat disimpulkan pula bahwa semakin kuat pengaruh variabel assurance maka semakin meningkatkan kepuasan konsumen di Basmalah Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember. Sebaliknya, semakin lemah pengaruh assurance, maka semakin menurunkan kepuasan konsumen di Kecamatan bangsalsari Kabupaten Jember.