• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODE PENELITIAN

3.7 Teknik Analisis

3.7.1 Uji Validitas

Validitas adalah sejauh mana ketepatan dan kecermatan suatu alat ukur dalam melakukan fungsi ukurnya. Suatu instrumen yang valid dan sahiih mempunyai validitas yang tinggi, sedangkan instrument yang kurang valid mempunyai tingkat validitas yang rendah untuk menguji validitas, digunakan teknik kolerasi produk moment dari pearson, yaitu dengan cara mengkolerasikan tiap butir dengan ekor totalnya.

Rumus yang digunakan yaitu :

r

xy = N ( ∑ X Y ) – ( ∑ X ∑ Y )

[ N ∑ X2 ( ∑ X ) 2] [ N ∑ Y 2 – ( ∑Y ) 2 ]

Dimana :

X = Skor pernyataan tertentu Y = Skor total

XY = Skor pernyataan tertentu dikaitkan skor total N = Jumlah respoonden untuk uji coba

r = Korelasi produk moment

Pengambilan keputusan validitas instrument dilakukan dengan membandingkan nilai r hitung dengan nilai r tabel untuk degree of freedom (df) = n-2 dalam hal ini adalah jumlah sempel. Jika nilai r hitung lebih besar dari r tabel dan bernilai positif

maka butir atau pernyataan atau indikator dinyatakan valid dan begitu pula sebaliknya (Ghozali, 2005:19).

3.7.2 Uji Realibilitas

Suharsini dalam (Sani, 2013:49) menjelaskan realibilitas artinya dapat dipercaya, dapat di andalkan. Berdasarkan pendapat tersebut dapat di simpulkan bahwa di katakan variabel bila memberikan hasil yang tetap walaupun dilakukan siapa saja dan kapan saja. Instrumen yang memenuhi persyaratan realibilitas (handal), berarti instrument menghasilkan ukuran yang konsisten walaupun instrumen tersebut digunakan mengukur berkali-kali. Untuk menguji tingkat realibilitas digunakan rumus cronbach’s alpha :

Dimana :

rn = Realibilitas Instrumen

k = Banyaknya butir pertanyaan atau banyaknya soal αb2 = Jumlah variansi butir

α 12

= Varians Total

Suatu instrumen di katakan reliabel apabila hasil alpha cronbach’s lebih tinggi dari 0,6 dalam (Sani, 2013:49).

3.7.3 Uji Persyaratan Analisis dan Uji Asumsi Klasik 3.7.3.1 Uji Normalitas

Menurut Imam Ghozali (2013 : 110) tujuan dari uji normalitas adalah sebagai berikut : “Uji normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah masing-masing variabel berdistribusi normal atau tidak. Uji normalitas diperlukan karena untuk melakukan pengujian-pengujian variabel lainnya dengan mengasumsikan bahwa nilai residual mengikuti distribusi normal. Jika asumsi ini dilanggar maka uji statistik menjadi tidak valid dan statistik parametrik tidak dapat digunakan”.

Dasar pengembalian untuk uji normalitas data adalah :

1. Jika data menyebar garis diagonal dan mengikuti garis diagonal atau grafik histogramnya menunjukan distribusi normal, maka model regresi memenuhi asumsi normalitas.

2. Jika data menyebar jauh dari diagonal dan/atau tidak mengikuti arah garis diagonal atau grafik histogram tidak menunjukkan distribusi normal, maka model regresi tidak memenuhi asumsi normalitas.

3.7.3.2 Uji Multikolinieritas

Menurut Imam Ghozali (2013 : 91) Uji ini bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi ditemukan adanya korelasi antar variabel-variabel bebas. Pada model regresi yang baik seharusnya tidak terjadi korelasi diantara variabel bebas / variabel independen. Jika variabel bebas saling berkorelassi, maka variabel ini tidak orthogonal. Variabel orthogonal adalah variabel bebas yang nilai korelasi antara variabel bebasnya sama dengan nol.

1. Jika antar variabel bebas pada korelasi diatas 0,90 maka hal ini merupakan adanya multikolinieritas.

2. Atau multikolinieritas juga dapat dilihat dari VIF, jika VIF < 10 maka tingkat kolinieritasnya masih dapat di toleransi.

3. Nilai Eigen Value berjumlah satu atau lebih, jika variabel bebas mendekati 0 menunjukkan adanya moltikolineritas.

3.7.4 Regresi Berganda

Regresi Berganda digunakan untuk menguji pengaruh dua atau lebih variabel independen terhadap variabel dependen. Dalam penelitian ini, analisis regresi berganda digunakan untuk menguji apakah variabel-variabel komitmen organisasi (X1). Dan komunikasi (X2), mempengaruhi kinerja pegawai (Y). Model pesamaan regresi berganda yang digunakan untuk menguji hipotesis sebagai berikut:

Y = a + b1 X1 + b2 X2 + e Keterangan :

Y = Kinerja Karyawan X1 = Komitmen Organisasi X2 = Komunikasi

b = Koefisien Regresi a = Konstanta

e = Eror

Jika boefisien b bernilai (+) maka dapat dikatakan terjadi pengaruh searah antara variabel independen dengan variabel dependen, setiap kenaikan nilai variabel dependen, begitupun sebaliknya.

3.7.5 Koefisien Determinasi (R²)

Koefisien determinasi (R²) mengukur seberapa jauh kemampuan model dalam menerangkan variasi variabel terkait atau dependen. Apabila nilai R² semakin mendekati satu, hal ini menunjukkan semakin kuatnya pengaruh variabel independen terhadap variabel dependen. Sebaliknya, jika nilai R semakin kecil maka kemampuan variabel independen dalam menjelaskan variasi dependen sangat terbatas.

3.7.6 Uji F

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah variabel independen (X1, X2, ....Xn) secara bersama-sama berpengaruh secara signifikan terhadap variabel dependen (Y). Atau untuk mengetahui apakah model regresi dapat digunakan untuk memprediksi variabel dependen atau tidak. Signifikan berarti hubungan yang terjadi dapat berlaku untuk populasi.

1. Menentukan formulasi hipotesis Ho : b1 = 0 artinya, semua variabel bebas (x) secara simultan tidak mempengaruhi variabel terikat (y).

Ha : b1 ≠ 0 artinya, semua variabel bebas (x) secara simultan mempengaruhi variabel terikat (y).

2. Menentukan derajat kepercayaan 95% (α = 0,05).

3. Menentukan signifikansi nilai signifikansi ( t value ) ≤ 0,05, maka Ho ditolak

dan Ha diterima. Nilai signifikansii ( t value ) > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

3.7.7 Uji T

Uji ini digunakan untuk mengetahui apakah dalam model regresi variabel independen (X1, X2, X3, ...., Xn) secara parsial berpengaruh signifikan terhadap variabel dependen (Y)

1. Menentukan formulasi hipotesis Ho : b1 = 0 artinya, tidak ada pengaruh dari massing-masing variabel bebas (x) terhadap variabel terikat (y).

Ha : b1 ≠ 0 artinya, ada pengaruh dari masing-masing variabel bebas (x) terhadap variabel terikat (y).

2. Menentukan derajat kepercayaan 95% (α = 0.05).

3. Menentukan signifikansi nilai signifikansi ( t value ) ≤ 0,05, maka Ho ditolak dan Ha diterima. Nilai signifikansi ( t value ) > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

DAFTAR PUSTAKA

Bayu, wicaksono. 2012. Pengaruh Kepuasan Kerja, Loyalitas Karyawan, dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Pegawai pada PT. Vision Land (Bagian Packing). Tesis. Fakultas Ekonomi. Universitas Stibank Semarang.

Berelson dan Gary A. Steiner (Dalam Mulyana, 2013). Blog. (Online)

http.//blogilmukomunikasi.blogspot.co.id/2013/09/pengertian-komunikasi- menurut-para-ahli.html. Di akses 3 April 2020.

Devanda Dhea. 2015. Pengaruh Komunikasi Organisasi Internal terhadap Kinerja Karyawan bagian Sales dan Marketing di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta. Tesis. Fakultas Ekonomi dan Komunikasi Univeritas Bina Nusantara Jakarta. (Online)

Gandara gandari, 2014. Pengaruh Motivasi Kerja Terhadap Komitmen Organisasi Pegawai di Bagian Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA) Kabupaten Karang Tumaritis. Skripsi. Program Studi Administrasi Pemerintahan Sekolah Tinggi Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (STISIP). Bantang Baranang Karang Turmarits. (Online)

Jenny Widha Savira. 2014. Analisis Pengaruh Sistem Kompensasi, Motivasi, dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan di Direktorat Jenderal Ketenagalistrikan Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral (DJK).

Skripsi. Jurusan Manajemen pada Universitas Bina Nusantara. (Online) Morissan. 2012. Metode Penelitian Survei. Kencana. Jakarta.

Ramadhana. Ikhwan. 2012. BAB II Landasan Teori. Artikel. (Online)

Rizki Muhammad. 2011. Pengaruh Komunikasi Interpersonal Terhadap Kinerja Karyawan pada PT. Pos Indonesia (Persero) Bandung. Tesis. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Padjajaran Bandung.

Samuel Jaka Perwira. 2015. Analisis Pengaruh Budaya Organisasi, Kepuasan Kerja, dan Komitmen Organisasi terhadap Kinerja Karyawan (Studi pada Kantor PT. Telekomunikasi Indonesia, Tbk Divisi Regional IV Jawa Tengah Daerah Istimewa Yogyakarta). Skripsi. Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Universitas Diponegoro Semarang. (Online)

Dokumen terkait