BAB IV. METODOLOGI PENELITIAN
D. Variabel Penelitian
Variabel merupakan objek penelitian atau apa yang menjadi titik perhatian suatu penelitian. Variabel bebas atau variable independen adalah variable yang menjadi sebab timbulnya atau berubahnya variable dependen (terikat).Jadi variabel independen adalah variabel yang memengaruhi.Variabel terikat (dependen) adalah variabel yang dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas.Dalam penelitian ini:
a. Variabel bebas yaitu intensitas bising, obesitas, perilaku, jenis kelamin, riwayat keluarga, diet, pemakaian alat pelindung diri dan usia.
b. Variabel terikat yaitu tekanan darah.
E. Teknik Sampling
Teknik pengambilan sampel pada penelitian ini adalah total sampling.
F. Instrumen Penelitian
a. Alat tulis
Adalah alat yang digunakan untuk mencatat, melaporkan hasilpenelitian.
Alat tersebut adalah pulpen, kertas, dan pensil.
b. Kuesioner
48 Adalah alat yang digunakan untuk mewancarai, dalam rangka mengumpulkan data penelitian.
c. Tensimeter Digital
Alat yang digunakan untuk melakukan pengukuran tekanan darah guna menentukan peningkatan tekanan darah sebelum kerja dan sesudah kerja.
d. Sound Level Meter
Alat yang digunakan untuk mengukur intensitas bising pada suatu benda G. Prosedur Pengambilan Data
Langkah-langkah dan cara mengumpulan data yang dilakukan dalam proses penelitian yaitu :
a. Tahap Persiapan dan Pengumpulan data sekunder 1.Konsultasi dengan dosen pembimbing.
2. Menetapakan lokasi penelitian.
3. Pengambilan data sekunder sebagai data awal dalam penyempurnaan kuesioner.
b. Tahap Pelaksanaan
Pengambilan data primer tentang berbagai aspek yang mempengaruhi perubahan tekanan darah dengan cara melakukan pemeriksaan langsung.
Pengambilan data primer pelaksanaanya dilakukan di masing-masing tempat yang telah ditentukan, dengan karyawan yang bekerja di lingkungan yang bising, yang di tunjuk sebagai sampel. Adapun proses meliputi:
49 1. Melakukan wawancara langsung dengan menggunakan alat bantu kuesioner yang berisi pertanyaan jenis kelamin, umur, masa kerja, lama paparan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, riwayat keturunan dan riwayat penyakit.
2. Mencatat tingkat kebisingan di beberapa area kerja sesuai dengan data yang ada pada pekerja Bandar Udara International Sultan Hasanuddin Makassar 3.Pengukuran tekanan darah dilakukan 2 kali, yaitu
sebelum dan sesudah bekerja. Pengukuran tekanan darah dilakukan pada karyawan dalam posisi duduk dengan lengan kanan diletakkan setinggi jantung. Tekanan darah sebaiknya diukur dengan menggunakan sfigmomanometer air raksa. Bila menggunakan sfigmomanometer aneroid, diperlukan kaliberasi alat secara berkala. Tekanan darah diukur dengan menggunakan manset orang dewasa. Panjang cuff manset harus mellingkupi minimal 80% lingkar lengan atas, sedangkan lebar cuff harus lebih dari 40% lingkar lengan atas (atau minimal 2/3 jarak antara akromion dan olekranon).
Baku emas interpretasi nilai tekanan darah adalah pengukuran dengan menggunakan teknik
50 auskultasi. Tekanan darah sistolik ditentukan saat mulai terdengar korotkoff ke-1. Tekana darah diastolik terletak antara mulai mengecil sampai menghilangnya bunyi Korotkoff (sesuai dengan Korotkoff ke-4).
H. Teknik Pengumpulan Data
Data yang dikumpulkan berupa data primer dan sekunder. Data primer dalam penelitian ini di peroleh dengan cara sebagai berikut:
a. Pengukuran tekanan darah pekerja sebelum dan sesudah terpapar bising.
b. Peneliti juga melakukan wawancara dengan kuesioner yang berisi pertanyaan tentang umur, jenis kelamin, masa kerja, lama paparan, kebiasaan merokok, konsumsi alkohol, dan riwayat keturunan.
Data sekunder yang digunakan sebagai data pendukung dan pelengkap dari data primer yang ada relevansinya dengan keperluan penelitian ini adalah data yang diperoleh dari data pekerja Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar yaitu pengukuran rutin tingkat kebisingan dan hasil medical check up karyawan di rumah sakit.
I. Teknik Analisis Data
51 Data yang telah dikumpulkan akan dianalisis dengan metode Chi- Square menggunakan software computer statistic package for social science (SPSS) versi 2.1.
J. Etika Penelitian
Dalam melaksanankan penelitian, peneliti mengajukan permohonan izin untuk mendapatkan persetujuan. Kemudian dilakukan penelitian kepada subjek yang diteliti dengan menekankan pada masalah etika yang meliputi :
1. Informed Consent
Tujuannya adalah subjek mengetahui maksud dan tujuan penelitian serta dampak yang diteliti selama pengumpulan data. Jika subjek bersedia diteliti maka harus menandatangani lembar persetujuan. Jika subjek menolak untuk diteliti maka peneliti tidak akan memaksa dan tetap menghormati haknya.
2. Anonimity (tanpa nama)
Merupakan masalah etika dalam penelitian untuk menjaga kerahasiaan identitas subjek, peneliti tidak akan mencantumkan nama subjek pada lembar pengumpulan data yang diisi oleh subjek. Lembar tersebut hanya diberi inisial atau nomor kode tertentu.
52 3. Confidentiality
Informasi yang diberikan responden akan terjamin kerahasiaanya karena peneliti menggunakan data untuk kebutuhan dalam penelitian.
BAB V
HASIL PENELITIAN
A. Gambaran Umum Objek Penelitian
PT. Angkasa Pura 1 (Persero) merupakan sebuah perusahaan Badan Usaha Milik Negara(BUMN) yang memberikan pelayanan lalu lintas udara dan bisnis bandar udara di Indonesia yang menitik beratkan pelayanan pada kawasan indonesia bagian tengah dan kawasan indonesia bagian timur. Kantor Pusat PT.Angkasa Pura 1 (Persero) beralamat di Kota Baru Bandar Kemayoran Blok B-12 KAV.2-10610.
PT.Angkasa Pura 1 (Persero) mengatur dan mengoperasionalkan 13 bandar udara termasuk salah satunya Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar. Untuk Kantor Cabang PT.Angkasa Pura 1 (Persero) Makassar
53 terletak di Jl. Bandara lama No. 1 90522. Adapun Visi dan Misi PT.Angkasa Pura adalah:
Visi Perusahaan:
Menjadi salah satu dari sepuluh perusahaan pengelola bandar udara terbaik di Asia.
Misi Perusahaan:
1. Meningkatkan nilai pemangku kepentingan
2. Menjadi mitra pemerintah dan pendorong pertumbuhan ekonomi 3. Mengusahakan jasa kebandarudaraan melalui pelayanan prima
yang memenuhi standar keamanan,keselamatan, dan kenyamanan.
4. Meningkatkan daya saing perusahaan melalui kreatifitas dan inovasi
5. Memberikan kontribusi positif terhadap lingkungan hidup
Sedangkan Apron/AMC (Apron Movement Control) adalah bagian dari PT. Angkasa Pura I (persero) yang digunakan sebagai tempat parkir pesawat. Selain untuk parkir, pelataran pesawat digunakan untuk mengisi bahan bakar, menurunkan penumpang, dan mengisi penumpang pesawat terbang. Pelataran pesawat berada pada sisi udara (airport side) yang langsung bersinggungan dengan bangunan terminal, dan juga dihubungkan dengan jalan rayap (taxiway) yang menuju ke landas pacu.
B. Analisis Univariat
54 Berdasarkan hasil pengolahan data yang telah dilakukan, maka hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut :
Tabel 5.1
Distribusi Responden Berdasarkan Demographi Karakteristik pada Pekerja PT.Angkasa Pura 1 (Persero) Makassar Tahun 2016
Variabel N %
Umur
>40 thn
<40 thn
9 22,5
31 77,5
Jenis Kelamin
Laki-laki
Perempuan
37 92,5
3 7,5
Jumlah 40 100,0
Sumber: Data Primer, Januari 2016
55 Berdasarkan tabel 5.1 dapat diketahui bahwa frekuensi umur pada responden didapatkan sebanyak 9 orang (22,5%) yang berumur lebih dari dari 40 tahun, 31 orang (77,5%) yang berumur kurang dari dari 40 tahun.
Presentase jenis kelamin pada responden didapatkan sebanyak 37 orang (92,5%) yang berjenis kelamin laki-laki, 3 orang (7,5%) yang berjenis kelamin perempuan.
Tabel 5.2
Distribusi Responden Berdasarkan Karakteristik Faktor Risiko pada Pekerja PT.Angkasa Pura 1 (Persero) Makassar Tahun 2016
Variabel N %
Masa Kerja - > 5 tahun - < 5 tahun
14 26
35,0 65,0 Jam Kerja
- 8 jam - 12 jam
31 9
77,5 22,5 Intensitas Bising
56 - > 85 dBA
- < 85 dBA
34 6
85,0 15,0 Peningkatan Tekanan Darah
- Ada peningkatan - Tidak ada peningkatan
6 34
15,0 85,0
Jumlah 40 100,0
Sumber: Data Primer, Januari 2016
Berdasarkan tabel 5.2 presentase masa kerja pada responden didapatkan sebanyak 14 orang (35,0%) yang mempunyai masa kerja lebih dari 5 tahun, 26 orang (65,0%) yang mempunyai masa kerja kurang dari dari 5 tahun.
Presentase jam kerja pada responden didapatkan sebanyak 31 orang (77,5%) yang mempunyai jam kerja 8 jam, 9 orang (22,5%) yang mempunyai jam kerja 12 jam.
Presentase intensitas paparan kebisingan pada responden didapatkan sebanyak 34 orang (85,0%) yang terpapar intensitas kebisingan lebih dari 85 dBA, 6 orang (15%) yang terpapar intensitas kebisingan kurang dari 85 dBA.
Presentase pemeriksaan peningkatan tekanan darah dengan menggunakan Tensimeter digital pada responden didapatkan sebanyak 6
57 orang (15,0%) yang mengalami peningkatan tekanan darah, 34 orang (85,0%) yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah.
C. Analisis Bivariat
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, maka diperoleh data tabulasi silang antara hubungan umur dengan gangguan pendengaran pada tabel berikut ini:
Tabel 5.3
Pengaruh Terpapar Bising Terhadap Peningkatan Tekanan Darah pada Pekerja PT.Angkasa Pura 1 (persero) Makassar Tahun 2016 Intensitas
kebisingan
Peningkatan tekanan darah P Value
Odds Ratio 95%
(CI) Ada
peningkatan
Tidak ada peningkatan
Jumlah
N % n % n %
58
>85 dB
<85 dB
6 0
17,6 0,0
28 6
82,4 100,0
34 6
100 100
0,565 1,214 (1,039- 1,419)
Total 6 100 34 100 40 100
Sumber data primer januari 2016
Berdasarkan tabel 5.2 diketahui bahwa pada kelompok Intensitas bising >85 dB tahun mengalami Peningakatan tekanan darah sebanyak 6 orang (17,6%) dari 34 orang (100%), sedangkan kelompok Intensitas bising <85 dB mengalami Peningkatan tekanan darah sebanyak 0 orang (0,0%) dari 6 orang (100%) .
Dari hasil analisis dengan menggunakan Uji Fisher’s Exact Test didapatkan p-value 0,565 lebih dari nilai α (0,05) artinya tidakada hubungan antara presentase intensitas bising dengan peningkatan tekanan darah pada Pekerja PT.Angkasa Pura 1 Makassar. Akan Tetapi nilai Odds Ratio 1,214 kali lipat berisiko dengan CI(Confident Interval) 95% 1,039- 1,419 menandakan adanya risiko untuk terjadi perubahan tekanan darah pada Pekerja PT.Angkasa Pura 1 Makassar.
59 BAB VI
PEMBAHASAN A. Kebisingan
Kebisingan adalah suara yang tidak dikehendaki yang bersumber darialat proses produksi dan alat kerja lainnya yang pada tingkat tertentu dapatmenimbulkan gangguan pendengaran. Kebisingan di tempat kerja dapat mengakibatkan gangguan auditory (pada sistem pendengaran manusia) dan juganon auditory (gangguan pada sistem keseimbangan tubuh, kualitas tidur dan juga dapat meningkatkan tekanan darah).
Intensitas kebisingan di area kerja AMC (Apron Movement Control) memenuhi syarat untuk terjadinya peningkatan tekanan darah karena di lingkungan kerja AMC (Apron Movement Control) (>85 dB) sedangkan di
60 bagian ruangan pemantau AMC (Apron Movement Control) tidak memenuhi syarat karena intensitas bisingnya (<85 dB).
Ada perbedaan intensitas kebisingan di kedua lokasi tersebut karena di lingkungan kerja AMC khususnya area parker pesawat intensitas kebisingannya berbeda-beda tergantung type dan jenis pesawatnya juga kesadaran pekerja yang bekerja di area tersebut dalam menggunakan APD (Alat Pelindung Diri) berbeda- beda. Sedangkan di area ruangan pemantau yang menggunakan kaca kedap udara sehingga suara bising dari pesawat yang ada di area parker tidak bias masuk ke dalam area ruangan pemantau.
Dalam penelitian in alat yang digunakan untuk mengukur intensitas bising yaitu Sound Level Meter dimana mekasnisme kerja dari alat SLM (Sound Level Meter) apabila ada sebuah benda yang bergetar maka akan menyebabnya terjadinya perubahan tekanan udara dan akan di tangkap oleh alat ini selanjutnya dari getaran tersebut akan secara otomatis menggerakkan meter petunjuk yang ada pada alat SLM (Sound Level Meter).
B. Peningkatan Tekanan Darah
Tekanan darah ialah kekuatan tekanan darah ke dinding pembuluh darah yang menampungnya. Tekanan ini berubah-ubah pada setiap tahap siklus jantung.
Tekanan darah menunjukkan keadaan di mana tekanan yang dikenakan oleh darah pada pembuluh arteri ketika darah dipompa oleh jantung ke seluruh
61 anggota tubuh, dengan kata lain tekanan darah juga berarti kekuatan yang dihasilkan oleh darah terhadap setiap satuan luas dinding pembuluh darah.
Dari hasil penelitian yang saya peroleh peningkatan tekanan darah pada area intensitas bising (>85dB) diperoleh hasil sebanyak 6 orang (17,6%) sedangkan yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah sebanyak 28 orang (82,4%).Untuk area kerja dengan intensitas bising (<85 dB) diperoleh peningkatan tekanan darah sebanyak 0 orang (0,0%) sedangkan yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah sebanyak 6 orang (100%).
Data tersebut menunjukkan bahwa pada area kerja dengan intensitas bising (>85 dB) lebih banyak responden yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah dibandingkan dengan responden yang mengalami peningkatan tekanan darah. Sedangkan pada area (<85 dB) responden yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah lebih banyak dari pada responden yang mengalami peningkatan tekanan darah.
Dalam penelitian ini menggunakan alat Tensimeter Digital sebagai alat pengukur tekanan darah,Tensimeter Digital ini digunakan untuk mengukur tekanan darah dan hasil dari pengukuran dapat langsung ditampilkan di LCD sehingga lebih mempermudah dalam pembacaan dan juga bisa menyimpan hasil pengukuran hingga 10 kali hasil pengukuran dimana pengukuran tekanan darah dilakukan minimal 3x dikarenakan memori tensimeter digital menyimpan data akuratnya pada saat dilakuka minimal 3x pengukuran.
62 C. Hubungan Antara Intensitas Kebisingan Dengan Peningkatan Tekanan Darah
Berdasarkan Kepmenaker No. 51/MEN/1999 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Fisika di tempat kerja dinyatakan telah melebihi NAB. NAB kebisingan di tempat kerja dalam waktu 8 sampai 12 jam kerja yaitu 85 dB. Lebih dari ambang batas tersebut akan membahayakan kesehatan.
Dari hasil penelitian yang saya peroleh peningkatan tekanan darah pada area intensitas bising (>85 dB) diperoleh hasil sebanyak 6 orang (17,6%) sedangkan yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah sebanyak 28 orang (82,4%).Untuk area kerja dengan intensita sbising (<85 dB) diperoleh peningkatan tekanan darah sebanyak 0 orang (0,0%) sedangkan yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah sebanyak 6 orang (100%).
Data tersebut menunjukkan bahwa pada area kerja dengan intensitas bising (>85 dB) lebih banyak responden yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah dibandingkan dengan responden yang mengalami peningkatan tekanan darah. Sedangkan pada area (<85 dB) responden yang tidak mengalami peningkatan tekanan darah lebih banyak dari pada responden yang mengalami peningkatan tekanan darah.
Dari hasil analisis dengan menggunakan Uji Fisher’s Exact Test didapatkan p-value 0,565 lebih dari nilai α (0,05) artinya tidak ada hubungan antara presentase intensitas bising dengan peningkatan tekanan darah pada Pekerja PT.Angkasa Pura 1 Makassar. Akan Tetapi nilai Odds Ratio 1,214 kali
63 lipat berisiko dengan CI(Confident Interval) 95% 1,039-1,419 menandakan adanya risiko untuk terjadi perubahan tekanan darah pada Pekerja PT.Angkasa Pura 1 Makassar.
Dari hasil penelitian yang saya lakukan ternyata tidak sejalan dengan penelitian-penelitian sebelumnya seperti penelitian Jennie Babba dengan judul Hubungan Antara Intensitas Kebisingan Di Lingkungan Kerja Dengan Peningkatan Tekanan Darah pada Karyawan PT.Semen Tonasa.
Penelitian ini juga tidak sejalan dengan penelitian yang di lakukan oleh Shinly Suzana Montolalu dkk dengan judul Hubungan Kebisingan Terhadap Tekanan Darah Pada Pekerja Lapangan PT.Gapura Angkasa Di Bandar udara Sam Ratulangi Manado.
Penelitan yang saya lakukan tidak sejalan dengan penelitian sebelumnya disebabkan karena ada banyak factor dapat mempengaruhi perubahan tekanan darah seperti factor umur , factor jenis kelamin , factor ras , factor sosioekonomi , factor keturunan , factor genetika , factor kehidupan dini , factor berat badan , factor obesitas dan sindrom metabolic , factor nutrisi , factor minuman keras , factor kegiatan fisik , factor denyut jantung , factor psikososial , factor lingkungan.
64 BAB VII
TINJAUAN KEISLAMAN
Islam sangat memperhatikan kesehatan rohani dan jasmani. Perhatiannya terhadap ketenangan dan ketentraman jiwa jauh lebih besar dari kesehatan badan dan anggota tubuh lainnya. Karena kesehatan dan ketentraman jiwa merupakan kunci dan faktor yang sangat penting untuk meraih kesehatan jasmani. Bahkan keduanya mempunyai hubungan yang sangat erat dan tidak bisa dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Oleh karenanya, kita dapatkan Rasulullah saw yang berhati tenang dan tentram jarang menderita sakit. Salah satu sifat orang beriman adalah hati mereka selalu tentram dan tenang. Hal itu karena mereka yakin bahwa seluruh yang terjadi di dalam kehidupan dunia ini pasti atas kehendak dan izin Allah swt. Mereka juga yakin bahwa tidak ada yang bisa memberikan manfaat
65 dan mudharat secara mutlak kecuali Allah. Mereka hanya menyembah, bertakwakkal, menggantungkan segala sesuatu, memohon, meminta pertolongan, kesembuhan, rizqi hanya kepada Allas saja.23
(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi
tenteram. (QS : Ar-Ra’d Ayat 28)
Ayat diatas menjelaskan bahwa kita sering-sering mengingat Allah swt, karena dengan menginat Allah hati kita akan menjadi tentram. Jika hati kita tidak tentram maka kita akan cepat emosi, dimana emosi yang nantinya akan membuat kita menjadi stres sehingga akan berdampak pada kesehatan kita sendiri, salah satunya tekanan darah akan meningkat.
Hasil analisa pengaruh membaca Al-Quran terhadap penurunan tekanan darah secara statistik menunjukkan adanya penurunan yang signifikan. Membaca Al-Quran dengan dipenuhi rasa yakin atas Allah, aka menimbulkan proses pemasrahan diri kepada Sang Pencipta yang akan membawa kondisi pasif bagi tubuh si pembaca. Selain itu, membaca Al-Quran juga akan menimbulkan efek placebo yang menyehatkan dan menjadi salah satu bentuk relaksasi yang biasanya dikenal dengan metode meditasi transendensi.24
66 Al-Quran mengandung mukjizat dan sebagai obat penenang bagi siapa yang ditimpa kecemasan, gelisah semua orang paham. Peneliti Belanda Vander Hoven pernah menyatakan “Muslim yang dapat membaca bahasa Arab dan yang membaca Al Qur’an secara teratur dapat melindungi diri dari penyakit psikologis.”
Abdullah, 2009 dalam disertasinya berjudul, “The Effects of Reading the Holy Qur’an on Muslim Students’ Heart rate, Blood Pressure and Perceived Stress Levels” juga pernah mengungkap temuan peneliti Universitas Sal ford, dimana telah melaporkan terkait temuan pengaruh bacaan Al-Quran pada tubuh.
Dalam percobaan, peneliti menggunakan 30 sarjana Muslim psikologi dari Universitas Salford. Ada 15 lelaki dan perempuan.
Dalam studi pertama peserta ikut serta dalam percobaan yang dibagi menjadi dua kondisi. Peserta diukur denyut jantung, tekanan darah, dan stres sebelum dan setelah membaca Surah Al Insyrah dan Surah Al Rahman. Dalam kondisi denyut jantung peserta lain, tekanan darah, dan stres yang dirasakan tingkat diukur sebelum dan setelah membaca materi non-religius yang ditulis dalam Bahasa Arab.
Data dianalisa dengan menggunakan dua faktor Anova dan t-tes post hoc.
Hasilnya ditemukan, denyut jantung, tekanan darah, dan tingkat stres menurun bagi peserta yang telah membaca Surah Al Insyrah Surah Al Rahman. Peneliti menyimpulkan bahwa bacaan Al-Qur’an sangat bermanfaat baik secara psikologis dan fisiologis. Sementara, Efek ini tidak dapat ditemukan dengan
67 pembacaan bahan non-religius yang ditulis dalam bahasa yang sama sebagai Al- Quran.25
Jiwa yang tenang adalah jiwa yang tidak mudah emosi atau marah. Dia akan berusaha untuk mengendalikan emosinya walaupun dia mampu meluapkannya, tetapi justru yang dia pilih adalah memaklumi dan memaafkan. Allah berfirman menerangkan sifat orang bertaqwa:
(yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan
(kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikam (QS : Ali Imran Ayat 134)
Marah dapat mempengaruhi aliran darah, kinerja jantung, dan dapat memicu penyakit stroke. Bahkan ditemukan sebagian besar pencetus stroke berasal dari marah. Stroke sendiri ini prevalensinya terus meningkat dan menduduki peringkat ke 3 penyebab kematian manusia. Dari sebuah penelitian yang melibatkan 1000 orang yang memiliki riwayat jantung, ketika diuji dengan hanya meningkatkan penyebab mengapa mereka menjadi marah saja, tekanan darah mereka langsung meningkat dan 5-10 % aliran darah mereka dapat berkurang, keadaan seperti ini rentan terkena stroke.23
68 Wahaiumat manusia! Sesungguhnya telah datang kepada kamu Al Quran
yang menjadi nasihat pengajaran dari Tuhan kamu dan yang menjadi penawar bagi penyakit-penyakit batin yang ada di dalam dada kamu dan juga menjadi hidayat petunjuk untuk keselamatan, serta membawa rahmat
bagi orang-orang yang beriman. (QS. Yunus Ayat 57)
“Diceritakan, ada seorang lelaki mengeluh kepada Rasulullah saw “Ya Rasulullah. Dadaku merasa sempit dan sesak nafasku.” Nabi SAW menjawab, “Bacalah Al Quran” (HR. Abu Said Al Khudry). Dalam hadits lain Rasulullah pernah menyampaikan, “Hendaknya kamu menggunakan dua macam penawar; madu dan Al Quran.” (HR. Ibnu Majah dan Al Hakim).
69 BAB VIII
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari hasil penelitian yang telah dilakukan pada karyawan PT. Angkasa Pura I Makassar (Persero) dengan judul “Pengaruh Terpapar Bising Dengan Peningkatan Tekanan Darah Pada Perkerja di Bandar Udara International Sultan Hasanuddin Makassar Tahun 2016, dapat disimpulkan sebagai berikut :
1. Tidak adanya pengaruh terpapar bising dengan peningkatan tekanan darah pada pekerja di Bandar Udara Sultan Hasanuddin Makassar
70 2. Terdapat beberapa bagian yang terpapar bising cukup tinggi (lebih dari NAB) pada area kerja AMC (Apron Movement Control) yaitu bagian tempat parkir pesawat yang terpapar bising kurang dari atau sama dengan NAB yaitu bagian ruangan pemantau AMC (Apron Movement Control).
B. Saran
1. Memantau intensitas kebisingan di lingkungan kerja secara rutin dengan menggunakan alat pengukur sound level meter
2. Mengendalikan intensitas kebisingan tinggi di lingkungan kerja agar tercipta lingkungan kerja yang aman.
3. Meningkatkan kesadaran dan pengetahuan karyawan tentang kesehatan dan keselamatan kerja agar alat pelindung diri dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin.
71 DAFTAR PUSTAKA
1. Tigor S.B.T (2005), Kebisingan di TempatKerja.Yogyakarta: Penerbit ANDI.
2. Rosidah, Studi Kejadian Hipertensi Akibat Bising Pada Wanita Yang Tinggal DiSekitar Lintasan Kereta Api di Kota Semarang (Tesis). 2003 3 .Samsul Hidayat (2004), Tesis :Pengaruh Pemakaian Alat Pelindung Telinga
(Earplug) terhadap Perubahan Tekanan Darah Akibat Bising (Penelitian pada Pekerja Penggilingan Padi di Kecamatan Karanganyar Kabupaten Karanganyar), Program Pascasarjana Kesehatan Lingkungan Universitas
72 4 .Diponegoro, Semarang. KepMenKes RI No. 1405 Tahun2002.PersyaratanKesehatanLingkunganKerjaPerkantorandanIndustr i. Jakarta.
5. Tarwaka, DKK (2004), Ergonomi Untuk Keselamatan, Kesehatan Kerjadan Produktifitas. Surakarta: Penerbit Uniba Press.
6. http://repository.usu.ac.id/bitstream/123456789/1435/1/07002749.pdf (tabel NAB )Sumber : Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Nomor PER.13/MEN/X/2011 tentang NAB Faktor Fisika dan Faktor Kimia di Tempat Kerja
7. Siswanto, A. 1990. Kebisingan. Balai Hiperkes dan Keselamatan Kerja.
Surabaya.
8. Suyono, Joko. 1995. Deteksi Dini Penyakit Akibat Kerja. Penerbit BukuKedokteran,EGC. Jakarta
9. Tambunan, Sihar Tigor Benjamin, 2005. Kebisingan Di Tempat Kerja.
ANDI,Yogyakarta.
10. Grandjean, E.1988. Fitting The Task to The Man, A Text book of OccupationalErgonomics, 4 th edition. London : Taylor and Francis Ltd.
11. Suma'mur PK. 1991. Higene Perusahaan dan Kesejatan kerja. Haji Masagung.Jakarta
12. Tarwaka. 2008, Keselamatan Dan Kesehatan Kerja. Harapan Press, Surakarta