• Tidak ada hasil yang ditemukan

Visi dan Misi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN

A. Gambaran Umum Lokasi

2. Visi dan Misi Jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah

Unggul dalam Mencetak Guru Pendidikan Dasar MI/SD yang Profesional dan Berakhlak Mulia dengan Mengintegrasikan Keilmuan, Keislaman dan Keindonesiaan”34

b. Misi

1) Melaksanakan Tridharma Perguruan Tinggi yang Mengintegasikan Keilmuan, Keislaman dan Keindonesiaan.

2) Meningkatkan kinerja jurusan untuk mencapai good governance.

c. Tujuan

1) Menghasilkan sarjanapendidikan dasar MI/SD yang memiliki kompetensi keguruan, berakhlak mulia dan mampu beradaptasi dengan perkembangan IPTEK pada bidang pendidikan dasar.

2) Menghasilkan penelitian dan pengembangan keilmuan pendidikan dasar.

3) Menghasilkan inovasi-inovasi pemberdayaan masyarakat pada bidang pendidikan dan sosial.

4) Menghasilkan inovasi-inovasi pemberdayaan masyarakat pada bidang pendidikan dan sosial.

3. Letak Geografis

Secara geografis kampus 2 UIN Mataram terletak di jalan Gajah Mada Jempong-Mataram. Berada di wilayah Kota Mataram, yakni pusat

34Sumber:Dokumentasi, Borang Prodi Jurusan/Program Studi PGMI 25 Juli 2017

ibu kota provinsa Nusa Tenggara Barat (NTB). Posisi ini mudah dijangkau dan sangat strategis untuk menunjang aktivitas dosen dan mahasiswa dalam menjalankan kegiatan kegiatan belajar mengajar dengan batas-batas sebagai berikut:

a. Sebelah barat : Jalan raya Gajah Mada, Jempong –Mataram b. Sebelah timur : BTN Griya Pagutan Indah dan Pagutan c. Sebelah utara : Pagesangan

d. Sebelah selatan :Rumah penduduk di kawasan Jempong Timur35 4. Struktus Organisasi Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) UIN

Mataram

Sesuai dengan amanat statuta IAIN Mataram, terutama pasal 45 Organisasi Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) IAIN Mataram terdiri atas:

a. Dekan dan Pembantu Dekan b. Senat Fakultas

c. Bagian Tata Usaha d. Dosen

e. Laboratorium/Studio f. Program Diploma/Akta g. Unsur-unsur Penunjang Lain

Unsur penunjang diantaranya:

1) Lembaga Pengabdian Masyarakat (LPM)

35Sumber: Observasi, dikutip pada hari Senin 24 Juli 2017

2) Perpustakaan

3) Lembaga pengembangan Bahasa dan Budaya

4) Pusat Teknologi Informasi dan Komputer (PUSTIKOM)

5. Keadaan Dosen Program Studi PGMI Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Mataram

Dosen merupakan salah satu komponen penting dalam proses pembelajaran di perguruan tinggi yang berperan sebagai pendidik, pengajar, pembimbing sekaligus sebagai administrasi terutama dalam proses pembelajaran dikelas atau di luar kelas. Untuk mendukung kelancaran proses pendidikan dalam suatu perguruan tinggi, maka haruslah didukung oleh tenaga pengajar yang cukup memadai sehingga kualitas dan kuantitas kelulusan pendidikan akan lebih baik.

Dalam hal ini terdapat 43 orang dosen Program Studi PGMI UIN Mataram yang terdiri dari 35 orang dosen tetap dan 8 orang dosen tidak tetap. Adapun daftar nama-nama dosen di Program Studi PGMI baik yang dosen tetap maupun tidak tetap adalah sebagai berikut:

6. Keadaan Mahasiswa Program Studi PGMI

Mahasiswa merupakan unsur terpenting dalam suatu pendidikan yang akan menjadi tolak ukur keberhasilan dari proses belajar mengajar.

Data mahasiswa Program studi PGMI selama tujuh tahun terakhir adalah sebagai berikut. Jumlah Mahasiswa regular pada tahun 2011/2012 sebanyak 257 orang, selanjutnya pada tahun 2012/2013 jumlah mahasiswa regular sebanyak 592 orang yang terdiri dari 257 orang mahasiswa

angkatan 2011/2012 dan 272 orang mahasiswa angkatan 2012/2013. Pada tahun 2013/2014 jumlah mahasiswa regular sebanyak 845 mahasiswa dengan rincian 257 mahasiswa angkatan 2011/2012, 272 mahasiswa angkatan 2012/2013 dan 316 mahasiswa angkatan 2013/2014. Dari tahun 2012-2016 rata-rata jumlah mahasiswa yang masuk pada Program Studi PGMI sebanyak 311 orang dengan jumlah lulusan dari tahun 2011/2012 sebanyak 163 orang mahasiswa. Adapun data jumlah reguler mahasiswa tujuh tahun terakhir Program Studi PGMIadalah sebagai berikut:

7. Struktur Organisasi Program Studi PGMI

Sebagai suatu lembaga pendidikan, struktur organisasi harus ada sebagai gambaran dari terorganisasinya pembagian tugas dalam lembaga atau organisasi tersebut. Begitu juga di Program Studi PGMI UIN Mataram struktur organissi mutlak dibutuhkan agar efektifitas dan efesiensi kerja dapat berjalan dengan baik.

Adapun Struktur Organisasi Program Studi PGMI UIN Mataram adalah sebagai berikut:

Dekan

Wakil Dekan I

(Bid. Akadem ik)

Wakil Dekan II

(Bid. Adm . Umum)

Wakil Dekan III

(Bid. Kem ahasisw aan)

Bagian Tata Usaha

Bg.Akadem Bg. Kmahiswaan Bg.Umu

Ketua Jurusan PGMI

Perpus- takaan IKKA PGMI

Unit Penelitian &

Pengabdian

Publikasi

&Penerbitan

Unit Layana kemahasiswa

an

Dosen

Mahasiswa Senat Fakultas

Sekertaris Jurusan

8. Fasilitas Program Studi PGMI

Demi terciptanya kelancaran proses perkuliahan dan demi tercapainya kompetensi lulusan yang diharapkan, Program Studi PGMI memiliki sarana yang cukup memadai. Ketersediaan prasaranasarana yang mendukung terciptanya interaksi akademik antar civitas akademika tersebut meliputi:

a. Ruang belajar yang dilengkapi kursi, whiteboard, penghapus(alat tulis yang dibutuhkan), meja dan kursi dosen di setiap ruang belajar, kipas angin, jaringan internet, LCD, instalasi listrik dan tenaga kebersihan . b. Ruang laboratorium/ praktikum yang meliputi komputer, modul dan

pedoman praktikum dan kelengkapan lainnya.

c. Ruang dosen dengan fasilitas meliputi: meja, kursi, lemari, kumputer, printer, scanner, jaringan listrik, ATK dan lain-lainnya.

d. Ruang tenaga kependidikan dengan fasilitas meja, kursi, lemari, instalasi listrik, jaringan internet, komputer, printer,kendaraan dinas (mobil dan motor) untuk kepala bagian dan sub-kepala bagian tenaga kependidikan,

e. Kantor jurusan f. Ruang sidang

g. Taman belajar mahasiswa yang dilengkapi meja belajar, instalasi listrik dan jaringan internet

h. Perpustakaan i. Tempat ibadah

j. Toilet untuk dosen, tenaga kependidikan dan mahasiswa

k. Ruang klinik

l. Sekretariat Mahasiswa (HMJ) m. Kantin

n. Tempat olah raga o. Area Parkir B. Temuan Khusus

Berdasarkan masalah penelitian yang telah disebutkan sebelumnya, maka data yang ingin diperoleh dalam penelitian ini adalah Persepsi Mahasiswa Terhadap Matakuliah Workshop Pembelajaran Matematika di Jurusan PGMI UIN Mataram. Penggunaan tehnik wawancara sebagai tehnik utama dan tehnik dokumentasi dan observasi sebagai pendukung data yang didapat dari tehnik wawancara.

Penelitian ini dilakukan di jurusan PGMI semester VII. Dalam penelitian ini subjek penelitian adalah 12 mahasiswa sesmester VII konsentrasi matematika jurusan PGMI. Beberapa informasi atau data yang diperoleh antara lain tentang:

1. Persepsi Mahasiswa Terhadap Proses Perkuliahan Workshop Pembelajaran Matematika di Jurusan PGMI

Berdasarkan wawancara yang telah dilakukan terhadap mahasiswa konsentrasi matematika semester VII maka didapatkan jawaban yang berbeda dari bebrapa responden tentang pesepsi mereka terhdap proses perkuliahan workshop pembelajaran matematika.Beberapa dari mereka berpresepsi positif, meeka menyatakan

bahwa proses perkuliahan workshop pembelajaan matematika sangat asyik dan menyenangkan.

Hal itu dibuktikan dari beberapa jawaban dari hasil wawancara peneliti, seperti jawaban yang diutarakanoleh saudara Amrillah sebagai berikut:

“saya sangat senang mengikuti proses perkuliahan workshop pembelajaran matematika karena hal tersebut saya bisa membuat alat peraga, selain itu saya merasa puas dengan metode yang diterapkkan dosen yang begitu inspiratif,yaitu kami diberi kebebasan untuk berkreasi dan mengeluarkan ide-ide”.36

Senada dengan jawaban YM sapaan akrab dari (Amrillah), Uswatun Hasanah juga mengutarakan jawaban yang hampir sama walaupun dengan kalimat yang berbeda yaitu:

“Bagi saya matakuliah workshop pembelajaran matematika sangat menarik, bikin happy dan ga bosan karena didalam kelas teman-teman saling menghargai dan juga dari segi metode dosen dalam menyampaikan materi cukup baik yang membuat proses perkuliahan jadi menyenangkan”37

Ditambah lagi dengan jawaban dari Suharniati yang semakin meyakinkan tentang persepsi mereka hampir sama tentang proses perkuliahan workshop pembelajaran matematika. Harni, sapaannya mengatakan bahwa:

“Mata kuliah workshop sangat menyenangkan, awalnya sih takut ga bisa untuk membuat alat peraga, tapi setalah melihat teman- teman yang presentasi saya menjadi tidak takut lagi, karena mata kuliah workshop membuat saya menjadi kreatif untuk membuat media pembelajaran matematika. Alasan lain yang membuat saya senang dengan mata kuliah ini adalah metode dosen dalam

36Amrillah, wawancara, Jempong 01 Agustus 2017

37 Uswatun Hasanah, wawancara, Jempong 02 Agustus 2017

menyampaikan materi sangat efektif, waktu pembelajarannya bisa diatur seefisien mungkin”38

Seperti yang ditunjukkan oleh Mutia Safitri, yang menunjukkan semangat ketika mengikuti mata kuliah workshop pembelajaran matematika, sikap tersebut dinyatakannya juga dalam hasil wawancara seputar tentang mata kuliah ini, adapun kutipan jawaban wawancaranya adalah sebagai berikut:

“Matakauliah yang menyenangkan karena memberikan mahasiswa kesempatan untuk lebih mengeksplor diri dan kreatif dalam membuat dan mengguanakan dan membuat alat peraga matematika”39

Menambahkan jawaban dari tiga responden diatas, pernyataan dari Royyan Apriani juga senada dengan mereka, yaitu:

“Bagus, dari metode yg digunakan kita sebagai mahasiswa bisa mengetahui dan belajar cara membuat alat peraga, juga proses yg terjadi cukup baik dan efektif dari segi pengaturan jeda waktu karena kita dibagi menjadi beberapa kelompok yang membuat kelas bisa dikontrol dengan baik.40

Diah Husnia Purnamawati juga mempunyai pendapat yang hampir sama, yaitu :

“ Pendapat saya tentang mata kuliah workshop tentunya adalah sangat bagus sekali, karena dengan MK ini banyak diketahui bagaimana cara-cara yang mudah dalam memberikan pemahaman dan menambah kreativitas peserta didik dalam memahami konsep matematika”41

Senada dengan jawaban yang lain, Diana juga mengutarakan pendapat yang sama, yaitu :

38 Suharniati, wawancara, Jempong 04 Agustus 2017

39 Mutia Safitri, Wawancara, Jempong 04 Agustus 2017

40 Royyan Apriani, Wawancara, Jempong 04 Agustus 2017

41 Diah Husnia Purnamawati, Wawancara, Jempong 04 Agustus 2017

“Mata kuliah workshop itu adalah MK yang menyenangkan sekaligus bikin kita jadi lebih kreatif dalam hal mencptakan suatu media pembelajaran dikelas, khususnya dalam membelajarkan matematika”42

Dari beberapa pendapat responden tersebut yang menyukai mata kuliah workshop pembelajaran matematika, juga ditambahkan lagi oleh jawaban dari Suci Mardiantini yang semakin menguatkan jawaban dari beberapa responden sebelumnya, Dian (sapaan akrabnya) menyatakan bahwa :

“Iya saya sangat senang sekali. Mata kuliah yang tidak biasa menurut saya, sangat khusus karena bisa memunculkan kreativitas dalam diri masing-masing mahasiswa dalam membuat dan menggunakan alat peraga matematika”43

Dari beberapa jawaban responden tersebut menunjukkan bahwa dalam proses perkuliahan workshop pembelajaran matematika memberikan kesan yang positif terhadap mahasiswa yang mengikuti perkuliahan tersebut. Mahasiwa merasa puas dengan metode atau strategi dosen dalam menyampaikan materi yang dianggap berbeda dari mata kuliah yang lain sehingga proses perkuliahan terasa tidak monoton hanya dari dosen saja. Juga mahasiswa diberi kebebasan dalam mengeluarkan pendapat serta ide-ide dalam mengembangkan gagasannya dalam memahami konsep alat peraga, baik itu dalam membuat maupun menggunakan alat peraga tersebut.

42 Diana Faizah, Wawancara, Jempong 05 Agustus 2017

43 Suci Mardiantini, Wawancara, Jempong 05 Agustus 2017

Selain dari ungkapan-ungkapan tentang proses perkuliahan workshop pembelajaran matematika yang menyenangkan. Tentunya ada juga yang memiliki persepsi yang biasa saja tentang proses perkuliahan workshop pembelajaran matematika, ada juga mahasiswa yang terlihat biasa saja, hal tersebut terlihat ketika pelaksanaan observasi tidak hanya pada mata kuliah workshop pembelajaran matematika tetapi pada waktu perkuliahan yang lain dia terlihat tidak terlalu diam dan juga tidak terlalu antusias. Hal ini memberikan pemahaman bahwa menurutnya mata kuliah workshop pembelajaran matematika sama dengan mata kuliah lainnya.

Begitupun saat diwawancarai beberapa mahasiswa ini menyatakan hal yang hampir maksudnya sama. Salah satunya Laila Fitriani menyatakan bahwa:

“Biasa aja, karena menurut saya mata kuliah ini sama dengan mata kuliah yang lain”44

Selain Laila Fitriani, pernyataannya di pertegas kembali oleh Nurhayati yang juga membenarkan tentang lumayan suka pada mata kuliah workshop pembelajaran matematika karena menurutnya mata kuliah ini sama dengan mata kuliah yang lain yang menuntut mahasiswa untuk pesentasi kedepan kelas.

Selain dua mahasiswa tersebut, Hapriani juga mengutarakan pendapat yang sama terkait tentang persepsi terhadap mata kuliah

44 Laila Fitriani, Wawancara, Jempong 05 Agustus 2017

workshop pembelajaran matematika. Sebagaimana dikutip dalam wawancaranya yaitu :

“saya bingung ketika didalam kelas, saya tidak tau harus bertanya dan berargumen apa, karena saya merasa mata kuliah ini biasa saja seperti mata kuliah yang lain”45

2. Persepsi Mahasiswa Terhadap Kelengkapan Fasilitas dalam Kuliah Workshop Pembelajaran Matematika di Jurusan PGMI

Selain dari proses perkuliahan mata kuliah workshop pembelajaran matematika kelengkapan fasilitas atau sarana dan prasana juga tidak luput dari perhatian mahasiswa. Maka dari itu, disini peneliti memaparkan hasil wawancara tentang persepsi mahasiswa terhadap kelengkapan fasilitas dan sarana dan prasarananya yang ada pada mata kuliah workshop pembelajaran matematika.

Berbeda dengan persepsi mahasiswa tentang proses perkuliahan yang memiliki beberapa persepsi, pada kelengkapan fasilitas cendrung semua responden memiliki jawaban yang sama. Bahwa mereka sedikit tidak puas terhadap fasilitas yang disediakan saat mengikuti mata kuliah workshop pembelajaran matematika. Hal tersebut sesuai dengan jawaban dari hasil wawancara dengan Helmianti, ia mengatakan bahwa:

“Fasilitas yang disediakan dosen lumayan baik, tapi dari kampus sangat minim, seperti tidak tersedianya laboratorium tempat untuk kami praktek dalam membuat dan mengguanakan alat peraga, serta tempat untuk menyimpan alat peraga yang sudah kami buat”46

45Hapriani, wawancara, Labuapi 02 Agustus 2017

46 Helmianti, wawancara, Jempong 01 Agustus 2017

Senada dengan jawaban Helmianti, Hapriani juga mengatakan pendapat yang sama dengan kalimat yang berbeda, seperti kutipan dari hasil wawancara berikut ini:

“Fasilitasnya kurang lengkap, ruangan padat sesak saat belajar karena semua kelas digabung menjadi satu kelas sehingga itu membuat proses perkuliahan agak sedikit kurang nyaman. Juga tidak ada laboratorium tempat kita untuk membuat alat peraga”47 Jawaban yang sama juga diutarakan oleh Suharniati, ia mengatakan bahwa:

“Kalau fasilitas yang disediakan hanya menggunakan papan dan spidol untuk dosen menjelskan, sedangkan mahasiswa hanya mempreentasikan alat peraga yang sudah di buat. Tapi alat peraga yang sudah dibuat tidak ditempatkan dengan baik, itu yang membuat hasil karya kami sebagai mahasiswa tidak terjaga dengan baik”48

Seperti jawaban dari tiga responden sebelumnya, Royyan Apriani sepakat mengatakan hal yang sama. Seperti kutipan dari hasil wawancara berikut:

“Fasilitas yang disediakan kurang memadai karena kita sebagai mahasiswa yg menyediakannya seperti membuat alat perga sendiri tanpa ada contoh alat peraga yang baik untuk siswa SD yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Juga ruangan kelas yang kita pakai sangat sempit sehingga proses perkuliahan sedikit kurang nyaman. Dan juga tempat menaruh alat peraga yang sudah kami buat tidak tersedia , sehingga alat peraga yang sudah dibuat jadi mudah rusak dan tidak bisa digunakan lagi untuk adik-adik tingkat dibawah kami”49

Sesuai dengan jawaban yang sudah diutarakan beberapa responden tersebut membuktikan bahwa ada ketidakpuasan dari

47Mauizatun Hasanah, wawancara, Jempong 02 Agustus 2017

48 Suharniati, wawancara, Jempong 04 Agustus 2017

49 Royyan Apriani, Wawancara, Jempong 04 Agustus 2017

mahasiswa. Hal itu ditambahakan lagi oleh jawaban dari Laila Fitriani dan Nurhayati dan Hapriani menyatakan maksud yang serupa.

Setelah melaksanakan proses penelitian yang kini telah merasa cukup untuk menjawab persoalan yang terdapat dalam penelitian yang berkaitan tentang persepsi mahasiswa terhadap mata kuliah workshop pembelajaran matematika. Selanjutnya akan diuraikan hasil penelitian yang didapatkan dari metode-metode yang telah ditentukan sebelumnya.

A. Persepsi Mahasiswa Tentang Proses Perkuliahan Workshop Pembelajaran Matematika

1. Workshop Pembelajaran Matematika adalah Mata Kuliah yang Menyenangkan

Mata kuliah workshop matematika merupakan salah satu matakuliah di jurusan PGMI yang dimaksudkan untuk membekali para calon guru agar mampu merancang, membuat, dan menggunakan berbagai media (alat peraga) pengajaran matematika. Mata kuliah ini meruapakan mata kuliah yang didapat mahasiswa khusus konsentrasi matematika pada semester VII.

Pengalaman seseorang akan berperan dalam mempersepsikan sesuatu. Persepsi merupakan aktifitas yang integerated. Seperti dikemukakan oleh Weirtheiner bahwa pada persepsi itu tidak hanya ditentukan oleh stimulus secara obektif, tetapi juga akan ditentukan atau dipengaruhi oleh keadaan diri orang yang mempersepsi. Adanya aktifitas dalam diri seseorang yang berperan sehingga menghasilkan hasil persepsi tersebut.50

Berdasarkan pernyataan dari Walgito tesebut menunjukkan bahwa dalam melakukan persepsi dipengaruhi oleh pengalaman yang

50 Bimo Walgito, Pengantar Psikologi Umum,...hlm 109

menyebabkan hasil dari persepsi dari masing-masing orang itu berbeda.

Maka tidak heran dari hasil penelitian yang sudah dilakukan timbullah berbagia macam persepsi yang menunjukkan tingkat pemahaman dan pengalaman dari masing-masing orang.

Mahasiswa yang mempunyai tingkat pemahaman dan pengalaman yang lebih akan berbeda hasil persepsinya dengan mahasiswa yang tingkat pemahaman dan pengalaman yang kurang terhadap objek yang dipersepsi, yang dalam hal ini adalah mata kuliah workshop pembelajaran matematika. Berdasarkan hal tersebut maka peneliti memaparkan hasil temuan terkait tentang persepsi mahasiswa tentang mata kuliah workshop pembelajaran matematika.

Persepsi terbentuk dari informasi-informasi yang berada dalam diri kita sendiri dari lingkungan. Menurut Krech dan Crutch Field sebagaimana dikutip oleh Jalaluddin Rakhmad mengatakan bahwa :

“Persepsi dipengaruhi oleh beberapa hal, yaitu : 1) Nilai dan kebutuhan individu, 2) Pengalaman terdahulu, 3) Ciri-ciri rangsangan, dan 4) Perhatian yang selektif.51

Dari pernyataan tersebut sudah menunjukkan beberapa faktor yang mempengaruhi persepsi individu. Terkait dengan hal itu, mahasiswa yang mempunyai pengalaman terdahulu serta perhatian positif terhadap mata kuliah workshop pembelajaran matematika, cenderung akan menghasilkan persepsi yang positif. Sebaliknya mahasiswa yang mempunyai perhatian yang yang tidak selektif cenderung akan memberikan persepsi yang tidak

51 Jalaluddin Rakhamad, Psikologi Suatu Pengantar (Jakarta: Erlangga, 1990), hal: 56

positif atau bisa dikatakan biasa saja terhadap mata kuliah workshop pembelajaran matematika.

Hal ini ditandai dengan hasil wawancara yang telah dilakukan, menunjukkan bahwa persepsi masing-masing individu (mahasiswa) terhadap mata kuliah ini berbeda-beda.

Beberapa persepsi tentang mata kuliah ini muncul dari mahasiswa.

Salah satunya yang menganggap bahwa mata kuliah ini menyenangkan.

Cendrung alasan dari mereka menganggap bahwa mata kuliah workshop matematika itu adalah mata kuliah yang menyenangkan adalah dari strategi dosen dalam menyampaikan materi. Dimana mahasiswa diberi kebebasan dalam menyampaikan ide dan pendapatnya saat proses perkuliahan.

Mahasiswa jadi tahu cara membuat dan menggunakan alat peraga yang baik yang bisa membantu peserta didik dalam memahami konsep matematika.

2. Workshop pembelajaran matematika adalah mata kuliah yang biasa saja

Selain persepsi yang positif tentang mata kuliah workhsop pembelajaran matematika atau yang menyukai mata kuliah ini, ada juga mahasiswa yang beranggapan bahwa mata kuliah workshop adalah mata kuliah yang biasa saja. Hal itu sesuai dengan hasil wawancara dari beberapa responden yang sudah dipaparkan sebelumnya. Mahasiswa yang menganggap mata kuliah workshop biasa saja memiliki alasan yang hampir sama.

Mereka berpersepsi bahwa mata kuliah workshop pembelajaran matematika sama seperti mata kuliah yang lain. Bisa dikatakan antara mereka suka dan tidak suka, karena dilihat dari proses perkuliahan yang telah dilakukan. Mereka tidak terlihat antusias ataupun terlihat cendrung tidak suka. Mereka menujukkan sikap yang biasa saja.

Ketika dikelas mereka menunjukkan sikap diam, hanya duduk mengikuti perkuliahan tanpa ikut beragumen mengeluarkan pendapat. Tapi saat diberikan tugas meeka juga ikut mengerjakan tugas yang diberikan.

Dari hal itu bisa terlihat bahwa mahasiswa jenis ini mempunyai minat yang biasa saja terhadap mata kuliah yang diberikan.

B. Persepsi Mahasiswa Terhadap Kelengkapan Fasilitas dalam Kuliah Workshop Pembelajaran Matematika

Suatu lembaga pendidikan akan dapat berfungsi dengan baik kalau memiliki sistem manajemen yang didukung dengan Sumber Daya Manusia (SDM), dana/biaya serta sarana prasarana. Jika salah satu diantara kedua hal itu tidak ada maka sudah dapat dipastikan efektifitas dan efesiensi lembaga pendidikan tersebut tidak bisa berjalan dengan baik.

Menurut keputusan menteri Pendidikan dan kebudayaan No.

079/1975, sarana pendidikan terdiri dari 3 kelompok, yaitu : 1) Bangunan dan perabot sekolah, 2) alat pelajaran yang terdiri dari pembukuan dan alat-alat peraga dan laboratorium, dan 3) Media pendidikan yang dapat dikelompokkan menjadi audio visual yang mengguanakan alat penampil dan media yang tidak menggunakan alat penampil.”52

52B. Suryobroto, Sarana dan Prasarana Administrasi Pendidikan (Jakarta: Rineka Cipta, 2004). Hal: 67

Berdasarkan pernyataan tersebut menunjukkan bahwa sarana prasarana yang harus ada dalam suatu lembaga pendidikan agar tercapainya tujuan pendidikan yang sudah ditentukan. Dilihat dari fakta yang sudah ditemukan yang meumnculkan persepsi yang negatif terhadap sarana prasarana yang ada dalam proses perkuliahan. Hal itu menjadi bahan perbaikan di UIN Mataram khususnya dijuruasan PGMI pada proses perkuliahan workshop pembelajaran matematika.

Berdasarkan hasil penelitian yang sudah dilakukan, fasilitas yang disediakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Mataram secara umum masih kurang dan lebih khususnya dalam menunjang proses perkuliahan mata kuliah workshop pembelajaran matematika juga masih kurang. Hal itu terlihat dari dari persepsi mahasiswa terhadap fasilitas yang disediakan di mata kuliah workshop pembelajaran matematika yang tidak puas dengan fasilitas yang ada. Hal itu dilihat dari ruangan kelas yang sempit saat proses perkuliahan, tidak tersedianya ruangan praktek seperti laboratorium untuk membuat alat peraga.

Selain ketidaktersediaan laboratorium juga alat pembelajaran matematika yang masih kurang, penyimpanan alat peraga yang sudah dibuat juga tidak ada. Alat peraga yang sudah dibuat disimpan diruang jurusan sehingga menyebabkan alat peraga yang sudah dibuat tidak tertata dengan baik dan rapi. Hal itu juga menyebabkan kreasi mahasiswa tersebut mudah rusak karena tidak ada tempat penyimpanan yang baik sehingga tidak bisa digunakan pada proses pembelajaran dikelas.

Dokumen terkait