BAB II PAPARAN DATA DAN TEMUAN
A. Lokasi Penelitian
2. Visi dan Misi
a. Visi :
Secara keseluruhan dalam lingkup Provinsi NTB, DPM- PTSP Provinsi NTB dalam aktivitasnya harus memberikan kontribusi menuju terwujudnya Visi Daerah. Upaya mewujudkan visi daerah tersebut, merupakan tugas seluruh SKPD di NTB dan juga seluruh komponen masyarakat lainnya, seperti Pengusaha (Private Sektor) dan Masyarakat (Civil Society). Khusus DPM- PTSP Provinsi NTB diharapkan dapat memberikan kontribusi melalui upaya mewujudkan masyarakat beriman, maju dan sejahtera melalui Penanaman Modal di daerah. Institusi yang memiliki kewenangan dan tanggung jawab untuk mewujudkan masyarakat beriman, maju dan sejahtera tidak hanya dilakukan oleh DPM-PTSP saja namun banyak pihak yang memiliki kontribusi, baik lembaga pemerintah maupun lembaga non pemerintah. Dalam konteks ini, DPM-PTSP Provinsi NTB memiliki kompetensi sebagai koordinator dan fasilitator.
Berdasarkan tinjauan pada tugas pokok dan fungsi serta kewenangan serta permasalahan yang dihadapi dalam penanaman modal di daerah, maka visi DPM-PTSP Provinsi NTB dirumuskan sebagai berikut :
Terwujudnya Penanaman Modal di Nusa Tenggara Barat Yang Berwawasan Lingkungan, Berkelanjutan dan Berdaya Saing b. Misi
1) Meningkatkan kualitas pelayanan perizinan penanaman modal 2) Meningkatkan kualitas informasi penanaman modal
3) Meningkatkan kualitas peran pengendalian dan pengawasan PM
4) Meningkatkan peran serta UMKM dalam penanaman modal 5) Mendorong terciptanya iklim penanaman modal yang kondusip c. Motto
Melayani dengan hati dan memberikan kemudahan, transparansi, cepat secara online serta koreksi anda menjadi perbaikan kami26
26Dokumentasi, Laporan Praktek Kerja Lapangan, Tahun 2018, dikutip 21 Oktober 2019
e. Struktur Organisasi Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi NTB
Kepala Dinas Drs. Lalu Gita Ariadi, Msi
Fungsional Perencanaan -
Sekretaris
Drs. Nunung Triningsi, MM
Sub Bag Program Zainus Surul, SH
Sub Bag Keuangan Rahmi Fahrunnisa, SE
Sub Bag Umum Kiki Rezki Amelia, SIP
Bid Pengembangan dan Promosi Dra. Hartati, MM
Seksi Pengembangan Siti Nurjanah, S.Sos
Seksi Potensi Penanaman Modal
Hj.Siti Hipniati, S.Sos
Seksi Promosi Penanaman Modal
Hj. Anni, S.Sos
Bid Layanan Perizinan Drs. Samsul Rizal
Seksi Pelayanan Perizinan
& non Perizinan Sektor SDM
Ahaddi Bohari, S.Sos Seksi Pelayanan Perizinan & non Perizinan Sektor
Ekonomi Nurwahidah, SE
Seksi Pelayanan Perizinan & non Perizinan Sektor Penanaman Modal Siti Jamillah, S.Sos
Bid. Pengaduan &
Pelapor Layanan Ali Fikri, ST
Seksi Pengaduan &
Informasi Layanan B. Sri Kurniakasih,
BA
Seksi Kebijakan &
Penyuluhan Layanan M. Syafari Ikhwan,
SE
Seksi Pelaporan &
Peningkatan Layanan Drs. Rahiman
Bid. Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal Bq. Yunita Widiani,
ST, MSi Seksi Pembinaan &
Pengawasan Pelaksanaan Penanaman Modal Hj. Rr. Mariatun, SH Seksi Data, Evaluasi &
Pelaporan Pelaksanaan Modal Ir. Ni Luh Sarmini
Seksi Pengaduan Pelaksanaan Penanaman Modal Ainul Mardiah,S.Sos
B. Temuan Penelitian
1. Pendapatan Asli Daerah NTB
Di sisi pendapatan, komposisi sumber dana berasal dari Pendapatan Asli Daerah (PAD), dana perimbangan, dan pendapatan daerah lainnya. Sedangkan pada sisi pengeluaran terdiri dari belanja langsung untuk upah/gaji pegawai, pengadaan barang dan jasa,barang modal, serta belanja langsung lainnya. Jika dilihat pada postur APBD secara keseluruhan kontribusi pendapatan utama daerah Provonsi Nusa Tenggara Barat hingga tahun 2016 masih menggandalkan perolehan dari pajak daerah dan Dana Alokasi Umum (DAU).27
a. Realisasi Penerimaan Pemerintah Daerah Provinsi
Realisasi pendapatan daerah pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat tercatat sebesar Rp.4,79 triliun rupiah (Dana APBD), berasal dari PAD senilai 1,50 triliun rupiah, dana peimbangan senilai Rp. 3,22 triliun rupiah, dan pendapatan daerah lainnya senilai Rp. 0,07 triliun rupiah.
27Dokumentasi, Statistik Keuangan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dikutip 26 November 2019.
Tabel 2.1
Pendapatan Asli Daerah (PAD) Provinsi Nusa Tenggara Barat Tahun 2016-2017
Sumber data: http://ntb.bps.go.id
Pada tabel diatas menunjukan pendapatan asli daerah di Provinsi Nusa Tenggara Barat dari tahun 2016 - 2018 semakin meningkat. Hal ini terjadi karena kesadaran dari masyarakat
NO TAHUN Pendapatan Daerah
(Ribu Rupiah)
1 2016 1.359.844.019
2 2017 1.501.609.334
3 2018 1.684,047,000
dalam melakukan pembayaran pajak sehingga perekonomian di Provinsi Nusa Tenggara Barat mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat selama 2 tahun ini.
Sumber data: http://Bappenda.ntbprov.go.id
Pada tabel di atas menunjukkan bahwa pendapatan pajak daerah NTB mengalami kenaikan dan penurunan dalam waktu tertentu, di mana pada tahun 2010, 2014,dan 2016 tidak mencapai terget yang telah ditetapkan. Berbeda dengan tahun 2008, 2009, 2011, 2012, 2013, 2015, 2017 dan 2018 yang mencapai targetyangtelah ditetapkan.
b. Realisasi Pendapatan Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat
Pada penerimaan daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2017 masih ditopang oleh dana perimbangan, di mana terjadi peningkatan dibandingkan pada tahun sebelumnya. Hal ini bisa dilihat dari gambar grafik dibawah.
Sumber data: http://ntb.bps.go.id
1) Pada tahun 2014 sebanyak 2,79%,, kemudian pada tahun 2015 meningkat menjadi 3,45%,, kemudian pada tahun 2016 menjadi meningkat 3,95 %, dan terus meningkat pada tahun 2017 menjadi 4,79%,
2) Dana peribangan adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada daerah untuk membiayai kebutuhan daerah dalam rangka pelaksanaan desentralisasi.
Pada tahun 2014 sebanyak 1,21%, pada 2015 meningkat menjadi 1,45%, kemudian pada 2016 meningkat menjadi 2,58
%, dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 3,22%,.
3) Pendapatan asli daerah adalah pendapatan yang diperoleh daerah yang dipungut berdasarkan peraturan daerah sesuai peraturan perundang-undangan guna keperluan daerah yang bersangkutan dalam membiayai kegiatannya. Pada tahun 2014
sebanyak 1,12%, pada 2015 meningkat menjadi 1,37%, kemudian pada 2016 terjadi penurun menjadi 1,36%, dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 1,50 %,.
4) Lain-lain pendapatan daerah yang sah adalah pendapatan lainnya dari pemerintah pusat atau dari instansi pusat, serta dari daerah lainnya. Pada tahun 2014 sebanyak 0,46 %,, pada tahun 2015 meningkat menjadi 0,62 %,, kemudian pada 2016 terjadi penurun menjadi 0,01%, dan pada tahun 2017 meningkat menjadi 0,07%,.
c. Komposisi Rencana Pendapatan Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dari PAD selama tahun 2017 kontribusi terbesar didominasi dari perolehan pajak.
Sumber data: http://ntb.bps.go.id
Komposisi rencana pendapatan pemerintah daerah provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2017, pendapatan asli
daerah sebanyak 31,34 persen, dana perimbangan sebanyak 67,26 persen dan lain-lain pendapatan daerah yang sah sebanyak 1,40 persen.
d. Komposisi Rencana Sumber Pendapatan Asli Daerah Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Pendapatan daerah dari dana perimbangan, masih didominasi oleh ketergantungan pada dana alokasi umum.
Sumber data: http://ntb.bps.go.id
Komposisi rencana sumber pendapatan asli daerah (PAD) Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2017, retribusi daerah 1,23%, hasil PMD & pengelolaan kekayaan daerah dipisahkan 6,16% dan lain-lain PAD yang sah sebanyak 17,88%.
e. Realisasi realisasi Belanja Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Sumber data: http://ntb.bps.go.id
1) Belanja Tidak langsung adalah belanja yang tidak terkait langsung dengan kegiatan yang dilaksanakan dan sulit diukur dengan capaian prestasi kerja yang ditetapkan. Berdasarkan kontribusinya, porsi terbesar belanja daerah selama tahun 2017 direncanakan berasal dari belanja tidak langsung mencapai 59,03%,. Pada komponen belanja tidak langsung, didominasi oleh belanja pegawai mencapai 47,42%,, diikuti oleh belanja hibah dan belanja bagi hasil masing-masing sebesar 33,62%, dan 18,23%,.sementara komponen belanja untuk bantuan social dan bantuan keuangan masih relative kecil yakni masing-masing0,60%, dan 0.13%,.
2) Belanja langsung adalah belanja yang terkait langsung dengan pelaksanaan kegiatan dan dapat diukur dengan capaian prestasi kerja yang telah ditetapkan. Pada komponen belanja langsung mencapai 40,97%,, pada komponen belanja langsung porsi belanja pegawai cukup rendah yakni 7,03%,.
3) Total Belanja merupakan jumlah keseluruhan dari realisasi belanja, di mana total belanja pada tahun 2014 sebesar 2,61 triliun, pada tahun 2015 meningkat sebesar 3,36 triliun dan pada tahun 2016, 2017 mengalami peningkatan sebesar 3,76 dan 4,94.
f. Realisasi Pengeluaran Pemerintah Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat
Realisasi pengeluaran pemerintah daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat tahun 2016-2017 di mana pada tahun 2016 pengeluaran pemerintah Nusa Tenggara Barat dalam belanja tidak langsung sebesar 2.273.102.493 dan pada tahun 2017 mengalami peningkatan dengan jumlah 2.917.302.636. Pada
pengeluaran belanja langsung tahun 2016 pengeluaran pemerintah sebesar 1.491.199.458 dan mengalami peningkatan pada tahun 2017 dengan jumlah 2.025.151.681 dan untuk pembiayaan daerah pada tahun 2016 pemerintah menggeluarkan pembiayaan daerah sebesar 384.357.653 dan pada tahun 2017 mengalami penurunan dengan jumlah 20.000.000.
Seiring meningkatnya pendapatan asli daerah (PAD) NTB salah satunya disebabkan oleh banyaknya para wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara yang berkunjung ke Nusa Tenggara Barat untuk menikmati destinasi pariwisata yang ada di Nusa Tenggara Barat. Hal ini bisa dibuktikan pada tabel di bawah.
Tabel 2.3
Banyaknya kunjungan wisatawan ke Provinsi Nusa Tenggara Barat Jenis
wisatawan
2014 2015 2016 2017
Wisatwan mancanegara
752,306 1,061,291 1,404,328 1,430,249
Wisatawan nusantara
876,816 1.149,235 1,690,109 2,078,654 jumlah 1,629,122 2,210,527 3,094,437 3,508,903 Sumber data: Statistik Pariwisata Provinsi NTB 2018
Dari data di atas kunjungan wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara mengalami peningkatan setiap tahunnya.
Tabel 2.4
Jumlah tamu asing dan tamu domestik yang menginap di hotel berbintang
menurut kelas hotel, 2017
Sumber data: http://ntb.bps.go.id
Pembangunan pariwisata di Provinsi Nusa Tenggara Barat selama ini telah memberikan hasil yang terus meningkat.
Hal tersebut terlihat dengan meningkatnya jumlah wisatawan yang datang jumlah tamu asing maupun tamu domestik yang menginap di hotel berbintang pada tahun 2017 mencapai 825.378 orang.
Bulan Bintang 1 Bintang 2 Bintang 3 Bintang 4 Bintang 5 Jumlah
Januari - 3,406 16,290 21,307 4,533 47,306
Februarui - 7,917 23,352 23,523 3,325 59,911
Maret - 8,301 32,110 28,264 5,933 77,162
April - 7,632 25,338 28,523 4,573 67,945
Mei - 10,144 28,286 30,226 4,633 75,393
Juni - 7,622 21,989 18,649 5,731 56,950
Juli - 9,845 29,438 31,660 6,574 80,099
Agustus - 7,518 25,361 31,703 4,908 72,494
September - 6,696 27,923 28,661 4,937 70,154
Oktober - 8,167 32,218 23,307 4,850 71,939
November - 7,798 26,953 27,535 4,876 69,804
Desember - 6,345 29,992 31,156 6,534 76,221
Jumlah/total 91,391 319,250 324,514 61,407 825,378
Seiring meningkatnya wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara serta meningkatnya tamu asing dan tamu dosmetik dalam melakukan kunjungan maupun penginapan ke Nusa Tenggara Barat yang mengakibatkan para investor umtuk melakukan penanaman modal pada sektor pariwisata.
Tabel 2.5
Banyaknya Hotel Bintang dan Non Bintang Menurut Kabupaten/Kota Provinsi Nusa Tenggara Barat No Kabupaten/kota Hotel Bintang Hotel Non bintang
2015 2016 2015 2016
1 Mataram 22 22 100 100
2 Lombok Barat 22 22 84 84
3 Lombok Utara 10 10 484 484
4 Lombok Tengah 5 5 81 81
5 Lombok Timur 1 1 41 41
6 Sumbawa Barat 2 2 19 19
7 Sumbawa 3 3 33 33
8 Dompu 0 0 17 17
9 Kab. Bima 0 0 7 7
10 Kota bima 0 0 16 16
Jumlah 65 65 882 882
Sumber data: http://ntb.bps.go.id
Dari tabel tersebut tidak ada peningkatan dari hotel berbintang dan hotel non berbintang.
Tabel 2.6
Data jumlah usaha pariwisata 2018 Di Provinsi Nusa Tenggara Barat No Kabupaten/kota Bpw Hotel
bintang
Hotel melati
Restoran Bar Spa Wisata selam
1 Mataram 253 28 128 338 0 196 0
2 Lombok Barat 241 37 154 271 0 46 7
3 Lombok Utara 29 9 566 375 85 44 38
4 Lombok Tengah 57 4 105 126 0 0 0
5 Lombok Timur 21 2 143 265 0 0 0
6 Sumbawa Barat 0 1 39 297 0 11 0
7 Sumbawa 1 7 53 200 0 0 0
8 Dompu 1 0 35 38 0 0 0
9 Kab. Bima 6 0 14 45 1 0 0
10 Kota bima 22 0 18 66 0 1 0
Jumlah 631 88 1255 2021 86 298 45
Sumber data: Statistik Pariwisata Provinsi NTB 2018
Dapat dilihat dari tabel 2.5 tidak terjadi kenaikan dan penurunan terhadap jumlah hotel berbintang tetapi pada tahun 2018 terjadi kenaikan dengan jumlah hotel berbintang 88.
Pembangunan pariwisata di NTB selama ini telah memberikan hasil yang terus meningkat hal tersebut terlihat dengan jumlah wisatawan yang datang. Jumlah tamu asing
maupun tamu domestik yang menginap di hotel berbintang pada tahun 2017 mencapai 825.378 orang.
Sejalan dengan meningkatnya wisatawan yang berkunjung Provinsi NTB dituntut untuk memperbanyak akomodasi. Data menunjukkan bahwa jumlah hotel di NTB tahun 2017 sebanyak 947 unit, terdiri dari 65 hotel berbintang dan 882 hotel melati.
Pendapatan Sektor Pariwisata Tahun 2017-2018
Provinsi Nusa Tenggara Barat
Pendapatan sektor pariwisata padatahun 2017 dengan nilai 1,86 Triliun dan mengalami peningkatan padatahun 2018 dengan nilai 1,87 Triliun.
Tahun Pendapatan Sektor
Pariwisata
2017 1,86 Triliun
2018 1,87 Triliun
Sumber data: Dokumentasi Penggembangan Pariwisata Halal NTB
PENGEMBANGAN STANDAR HALAL
Sumber data: Dokumentasi Penggembangan Pariwisata Halal NTB
PENGEMBANGAN STANDAR HALAL
Standar Syariah yang Sudah Ditetapkan:
1. Pedoman Penyelenggaraan Usaha Hotel Halal (ditetapkan tanggal 17 Januari 2014);
Desain Kebijakan Halal Tourism
1. Pedoman Penyelenggaraan Usaha Restoran Halal;
2. Pedoman Penyelenggaraan Usaha Biro Perjalanan Wisata (Penyelenggaraan Paket Wisata Halal);
3. Pedoman Penyelenggaraan Usaha Spa Halal
Sumber data: Dokumentasi Penggembangan Pariwisata Halal NTB
1. USAHA PARIWISATA DISERTIFIKASI OLEH LEMBAGA SERTIFIKASI USAHA
LSU ditunjuk dan ditetapkan oleh Menteri melalui Komisi Otorisasi
LSU berbentuk Badan Usaha yang berbadan hukum dan bersifat Independent
2. USAHA PARIWISATA SYARIAH DISERTIFIKASI OLEH DSN-MUI
DSN-MUI ditetapkan langsung oleh Kementerian untuk melakukan Sertifikasi Usaha Pariwisata Syariah
DSN-MUI adalah bagian dari Kelembagaan MUI yang menangani Bidang bisnis dan keuangan Syariah termasuk Usaha Pariwisata Syariah
Sumber data: Dokumentasi Penggembangan Pariwisata Halal NTB
Hilal 1
Hilal 2
• Kebutuhan minimal Muslim
• Kebutuhan moderat Muslim
Sumber data: Dokumentasi Penggembangan Pariwisata Halal NTB
NO UNSUR NO SUB UNSUR HILAL 2
HILAL 1 1 Lobby 1 Tersedia bacaan yang Islami dan atau
memiliki pesan moral berupa antara lain majalah islam, tabloid islam, buku keislaman, majalah dan buku motivasi
TM
2 Ada hiasan bernuansa Islami berupa antara lain kaligrafi dan atau gambar ka’bah
TM
2 Front Office 3 Tersedia informasi tertulis yang menyatakan tidak menerima pasangan yang bukan mahram
M
3 Toilet Umum (Public Rest Room)
4 Tersedia penyekat antara urinoir satu dengan urinoir yang lain untuk menjaga pandangan
M M
5 Tersedia peralatan yang praktis untuk bersuci dengan air di urinoir dan kloset
M M
1
PRODUK
NO UNSUR NO SUB UNSUR HILAL 2 HILAL 1
4 Kamar Tidur Tamu
6 Tersedia sajadah M M
7 Tersedia jadwal waktu shalat secara tertulis M
8 Tersedia Al-Quran M TM
9 Tidak tersedia akses untuk pornografi dan tindakan asusila dalam bentuk apapun
M M
10 Hiasan kamar bernuansa Islami berupa antara lain kaligrafi atau gambar ka’bah
TM
11 Tersedia tanda dilarang merokok di kamar TM
12 Tersedia buku doa TM
13 Tersedia sarung dan mukena TM
14 Tersedia lembar nasehat keislaman TM 15 Makanan dalam kemasan dan minuman di
mini bar harus berlogo halal resmi Hilal 1:Tidak ada minol di mini bar.
M TM
1
PRODUK
NO UNSUR NO SUB UNSUR HILAL 2 HILAL 1
5 Kamar Mandi
Tamu
16 Tersedia peralatan yang praktis di kamar mandi tamu untuk bersuci dengan air di urinoir dan kloset
M M
17 Tersedia peralatan untuk berwudhu yang baikdi kamar mandi tamu
M M
18 Tersedia kamar mandi tamu yang tertutup M M 6 Dapur 19 Dapur /pantry hanya mengolah makanan dan
minuman halal
M TM
7 Ruang
Karyawan
20 Tersedia peralatan untuk bersuci yang baik di kloset karyawan
M TM
21 Tersedia penyekat antara urinoir satu dengan urinoir yang lain untuk menjaga pandangan
M TM
22 Tersedia peralatan untuk berwudhu di kamar mandi karyawan
M TM
23 Tersedia tempat ganti pakaian terhindar dari pandangan di masing-masing ruang ganti
M TM
24 Tersedia ruang shalat yang bersih dan terawat untuk karyawan
M
25 Tersedia perlengkapan shalat yang baik dan terawat
1 M
PRODUK
NO UNSUR NO SUB UNSUR HILAL
2 HILAL 1 8 Ruang Ibadah 26 Ruang ibadah dalam kondisi bersih dan
terawat
M M
27 Area shalat laki-laki dan perempuan ada pembatas/pemisah
M TM
28 Tersedia perlengkapan shalat yang baik dan terawat
M M
29 Tersedia sirkulasi udara yang baik berupa alat pendingin/kipas angin
M M
30 Tersedia pencahayaan yang cukup terang M M 31 Tersedia sound system untuk
mengumandangkan adzan yang dapat didengar di seluruh area hotel
M
32 Tersedia tempat wudhu laki-laki dan perempuan terpisah
M TM
33 Tersedia tempat wudhu dengan kondisi bersih dan terawat
M M
34 Tersedia instalasi air bersih untuk wudhu M M
1
PRODUK
NO UNSUR NO SUB UNSUR HILAL 2 HILAL 1 9 Interior/
ornamen
35 Tersedia saluran pembuangan air bekas wudhu dengan kondisi baik
M TM
36 Ornamen (patung dan lukisan) tidak mengarah pada kemusyrikan dan pornografi
M
37 Ornamen/hiasan bernuansa Islami berupa antara lain kaligrafi, gambar dan atau lukisan ka’bah atau masjid
M
10 Kolam renang 38 Tersedia dalam ruangan dan atau terhindar dari pandangan umum
M TM
11 Spa 39 Tersedia ruang terapi yang terpisah antara pria dan wanita
M TM
40 Tersedia bahan terapi yang berlogo halal resmi
M TM
12 Kantor Depan 41 Melakukan seleksi terhadap tamu yang datang berpasangan
M TM
42 Memberikan informasi Masjid terdekat dengan hotel
M M
43 Memberikan informasi jadwal waktu shalat M M 44 Memberikan informasi kegiatan bernuansa
Islami (bila ada)
TM TM
1
PRODUKPELAYANAN
NO UNSUR NO SUB UNSUR HILAL 2 HILAL 1
45 Memberikan informasi restoran/rumah makan halal
M TM
13 Tata Graha 46 Penyediaan perlengkapan shalat yang bersih dan terawat
M M
47 Penyediaan jadwal waktu shalat M
48 Penyediaan Al-Quran M TM
49 Penyediaan buku doa M
50 Menyiapkan area/ruangan untuk shalat Jumat (bila tidak ada Mesjid yang dekat dengan hotel)
M TM
51 Penyediaan lembar motivasi harian muslim M
14 Makan dan minum
52 Tidak tersedia makanan dan minuman non halal (Hilal 1: makanan&minuman halal)
M M
53 Menyediakan Ta'jil pada bulan Ramadhan M TM 54 Menyediakan makan sahur pada bulan
Ramadhan
M M
15 Public bar 55 Tidak Menyediakan minuman beralkohol 1 M
PELAYANAN
NO UNSUR NO SUB UNSUR HILAL 2 HILAL 1 16 Olahraga,
rekreasi dan kebugaran
56 Pengaturan waktu penggunaan sarana kebugaran dibedakan untuk pria dan wanita
M TM
57 Instruktur kebugaran pria khusus untuk pria dan wanita khusus untuk wanita
M TM
17 Kolam renang 58 Pengaturan waktu penggunaan kolam renang dibedakan untuk pria dan wanita
M 18 Spa (Apabila
Ada)
59 Terapis pria khusus untuk pria dan terapis wanita khusus untuk wanita
M TM
60 Terapis menghindari menyentuh dan melihat area sekitar organ intim
M TM
61 Apabila tersedia bak rendam tidak digunakan secara bersama-sama
M TM
62 Apabila tersedia aktivitas olah fisik dan jiwa tidak mengarah pada kemusyrikan
M TM
19 Konsultasi 63 Layanan konsultasi keislaman dengan Dewan Pengawas Syariah dilakukan dengan perjanjian terlebih dahulu
TM
20 Keramah
tamahan
64 Memulai komunikasi dengan mengucapkan salam
M
1
PELAYANAN
Sumber data: Dokumentasi Penggembangan Pariwisata Halal NTB
2. Faktor-faktor yang mempengaruhi investor dalam melakukan investasi.
Iklim investasi yang baik akan mendorong terjadinya pertumbuhan ekonomi, yakni melalui investasi yang didukung oleh produktivitas yang tinggi. Investasi akan memperkuat pertumbuhan ekonomi dengan mendatangkan lebih banyak input ke dalam proses produksi. Keberhasilan daerah untuk meningkatkan daya saing terhadap investasi salah satunya bergantung kepada kemampuan daerah dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan investasi dan dunia usaha, serta peningkatan kualitas pelayanan terhadap masyarakat.
Dalam meningkatkan pendapatan daerah kantor BKPM menjalankan kegiatan untuk menarik para investor melakukan investasi di NTB. Adapun faktor-faktor yang menyebabkan investor asing melakukan investasi di NTB yaitu:
a. Lokasi strategis
Faktor lokasi strategis akan menjadi hal yang akan mampu menjadi daya tarik para investor dalam melakukan investasi. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan salah satu pegawai kantor BKPM yaitu Ibu wiwik mengatakan bahwa:
Dalam melakukan kegiatan investasi hal utama yang dilihat para investor dalam melakukan penanaman modalnya yaitu dengan melihat tempat yang strategis, di mana NTB ini memiliki sejumlah kawasan strategis pariwisata di Lombok dan Sumbawa yang potensial sebagai lokasi pembangunana kepariwisataan.
Dalam hal ini lokasi yang strategis yang dimaksud yaitu lokasi yang mudah di jangkau untuk dikunjungi oleh setiap orang/wisatawan. Sehingga dengan lokasi yang strategis ini bisa meningkatkan daya taraik investor asing dalam melakukan investasi.28
Tabel 2.6
Data jumlah usaha pariwisata 2018 Di Provinsi Nusa Tenggara Barat No Kabupaten/kota Bpw Hotel
bintang
Hotel melati
Restoran Bar Spa Wisata selam
1 Mataram 253 28 128 338 0 196 0
2 Lombok Barat 241 37 154 271 0 46 7
28Wiwik, Kabid Pengendalian Pelaksanaan Penanaman Modal, Wawancara, Mataram, 26 Juli 2019
3 Lombok Utara 29 9 566 375 85 44 38
4 Lombok Tengah 57 4 105 126 0 0 0
5 Lombok Timur 21 2 143 265 0 0 0
6 Sumbawa Barat 0 1 39 297 0 11 0
7 Sumbawa 1 7 53 200 0 0 0
8 Dompu 1 0 35 38 0 0 0
9 Kab. Bima 6 0 14 45 1 0 0
10 Kota bima 22 0 18 66 0 1 0
Jumlah 631 88 1255 2021 86 298 45
Sumber data: Statistik Pariwisata Provinsi NTB 2018
Sebagaimana data yang dipaparkan di atas dapat diketahui bahwa jumlah usaha pariwisata di kota mataram sebanyak 943, sedangkan pada kota bima dan dompu seperti yang kita ketahui lokasinya lumayan jauh dan membutuhkan waktu yang cukup lama untuk dapat megakses lokasi di sana, maka dapat disimpulakan semakin strategis lokasi maka semakin banyak usaha pariwisata yang tersedia.
b. Keamanan dalam melakukan kegiatan investasi
Kantor BKPM sudah menjamin keamanan dalam melakukan kegiatan investasi di NTB sesuai dengan peraturan pemerintah yang sudah ada sekarang. Berdasarkan hasil wawancara yang dilakukan peneliti dengan Ibu wiwik yang mengatakan bahwa:
Faktor yang kedua yaitu keamanan dalam melakukan kegiatan investasi, kebijakan keamanan berinvestasi bagi para investor baik itu dari luar negeri maupun dalam negeri menjadi salah satu upaya untuk mengaet para investor agar mereka tertarik dan mau berinvestasi di NTB dengan meyakinkan kepada mereka jika NTB memiliki potensi ynag tinggi untuk investasi. Pada masa sekarang segala aktivitas penanaman modal sudah ada aturannya, sehingga para investor asing merasa aman dalam melakukan hal tersebut dan sudah diatur dalam undang-undang mengenai keamanan dalam melakukan investasi.29
Tabel 2.7
Data realisasi investasi 2017-2018 Di Provinsi Nusa Tenggara Barat
Realisasi Total
2016 9,8
2017 11,280
2018 15,781
Sumber data: Realisasi Investasi NTB 2018
Dari data di atas menunjukkan bahwa peningkatan dalam berinvestasi di NTB yang dilakukan oleh para investor dalam negeri maupun investor asing selalui meningkat, hal ini dikarenakan NTB memiliki potensi yang tinggi untuk berinvestasi.
c. Daya tarik suatu daerah
Daya tarik Provinsi NTB yang semakin membuat para wisatawan /investor untuk melakukan liburan atau melakukan suatu kegiatan yang akan dilakukan.
29Ibid
Dari hasil wawancara yang dilakukan oleh peneliti dengan Ibu wiwik selaku pegawai kantor BKPM yang mengatakan bahwa:
Daya tarik suatu daerah atau tempat yang ingin mereka jadikan untuk melakukan kegiatan investasi yaitu dengan adanya daya tarik suatu daerah itu sendiri, di NTB ini daya tariknya banyak sekali untuk menarik para investor asing, seperti keindahan pantai, air terjun, dan pegunungan sehingga para investor di sini melakukan penanaman modal di NTB dikarenakan banyaknya daya tarik yang akan menguntungkan mereka jika melakukan investasi di sini.30
Tabel 2.3
Banyaknya kunjungan wisatawan ke Provinsi Nusa Tenggara Barat
Jenis wisatawan 2014 2015 2016 2017
Wisatwan mancanegara
752,306 1,061,291 1,404,328 1,430,249
Wisatawan nusantara
876,816 1.149,235 1,690,109 2,078,654 jumlah 1,629,122 2,210,527 3,094,437 3,508,903 Sumber data: Statistik Pariwisata Provinsi NTB 2018
Pada data tabel di atas bisa dilihat bahwa kunjungan yang dilakukan oleh para wisatawan mancanegara dan wisatawan nusantara dari tahun 2014-2017 mengalami peningkatan, hal ini disebabkan karena daya tarik wisata daerah NTB ini sudah semakin maju.
d. Faktor buruh
Upah tenaga kerja di NTB lebih murah dibandingkan dengan upah tenaga kerja di luar.
30Ibid