• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

B. Hasil Penelitian dan Pembahasan

2. Implementasi Strategi

pemasaran yang dilakukan untuk mengatasi kekurangan air bersih PDAM di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu perlunya implementasi yang strategis agar tujuan dapat tercapai.

3. Evaluasi Strategis dan pengawasan digunakan untuk pengawasan terhadap seluruh aktivitas perusahaan, apakah sudah berjalan sesuai dengan perencanaan strategi yang dipilih, menggunakan metode analisa perbandingan kondisi pencapaian actual yang dibandingkan dengan perencanaan awal untuk mengatasi kekurangan air bersih PDAM di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu.

1. Waktu Penelitian

Pelaksanaan penelitian ini dua bulan, pada bulan Juni sampai bulan Agustus 2021.

2. Lokasi Penelitian

Lokasi penelitian di Kantor PDAM Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab.Luwu. Peneliti ingin melihat manajemen strategi PDAM dalam mengatasi kekurangan air bersih di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab.

Luwu.

B. Jenis dan Tipe Penelitian 1. Jenis Penelitian

Tipe Jenis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif, penelitian ini digunakan untuk memberikan gambaran mengenai Manajemen strategi PDAM dalam mengatasi kekurangan air bersih di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu.

2. Tipe Penelitian

Tipe penelitian ini adalah fenomenologi dimaksudkan untuk memberi gambaran secara jelas mengenai masalah-masalah yang diteliti berdasarkan pengalaman yang dialami oleh informan. adapun masalah-masalah yang diteliti adalah mengenai manajemen strategi PDAM dalam mengatasi kekurangan air bersih di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu.

C. Sumber Data

Data primer, yaitu data yang diperoleh dari pengamatan langsung (observasi), dan wawancara yang dilakukan penulis Manajemen strategi PDAM dalam mengatasi kekurangan air bersih di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu.

Data sekunder, yaitu data yang dikumpulkan melalui berbagai dokumen- dokumen mengenai bagaimana Manajemen strategi PDAM dalam mengatasi kekurangan air bersih di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab.

Luwu.

D. Informan Penelitian

Adapun informan dalam penelitian ini berjumlah 3 orang yang dipilih secara purposive. Untuk lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel di bawah ini:

Tabel 3.1

Data Informan Penelitian

No Informan Keterangan

1 Pegawai Lapangan PDAM B 1 Orang

2 StafBidang pengelolaan sumber air bersikelurahan Padang Sappa

R 1 Orang

3 Staf PDAM U 1 Orang

4 Staf PDAM A 1 Orang

5 Masyarakat T 1 Orang

6 Masyarakat R 1 Orang

Sumber: data informan

E. Teknik pengumpulan Data

Guna memperoleh data yang relevan dengan tujuan penelitian, maka digunakan teknik pengumpulan data sebagai berikut:

27

1. Wawancara

Penelitian akan melakukan wawancara langsung secara mendalam kepada informan yang menjadi objek dari penelitian yang berkaitan dengan Manajemen strategi PDAM dalam mengatasi kekurangan air bersih di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu Studi Dokumentasi Dokumentasi dilakukan dimana penulis mengambil benda yang dianggap bukti ril yang bersangkutan dengan apa yang menjadi masalah pada penelitian ini. Dokumentasi terdiri dari dukumen-dokumen, tupoksi dan struktur organisasi yang ada di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponraang Kab.

Luwu

2. Media review

Melakukan review terhadap pemberitaan, baik cetak maupun on-line yang berkaitan dengan manajemen strategi PDAM dalam mengatasi air bersih daerah di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponraang Kab. Luwu

3. Observasi

Melakukan observasi langsung dilokasi penelitian secara berulang terhadap suatu objek pengamatan pada tempat yang sama ataupun berbeda.Observasi difokuskan pada pengamatan langsung terhadap Manajemen strategi PDAM dalam mengatasi kekurangan air bersih di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu.

F. Teknik Analisis Data

Analisis data adalah langkah selanjutnya untuk mengelola data, dimana data yang diperoleh dikerjakan dan dimanfaatkan sedemikian rupa untuk

Pengabsahan data dalam penelitian ini dilakukan dengan melakukan Perpanjangan pengamatan, peningkatan ketekunan peneliti dan triangulasi.

1. Perpanjangan pengamatan peneliti kembali kelapangan, melakukan pengamatan, mewawancarai kembali sumber data, baik yang pernah ditemui maupun yang baru. hal ini dilakukan guna menguatkan hubungan peneliti dengan narasumber agar terbangun kondisi yang akrab, terbuka dan saling memercayai, sehingga dapat menggali dan mendapatkan informasi yang tepat.

2. Peningkatan ketekunan peneliti melakukan pengamatan secara lebih cermat dan berkesinambungan sehingga kepastian data dan urutan peristiwa akan

29

dapat direkam secara pasti dan sistematis.

3. Triangulasi

Salah satu cara yang digunakan oleh peneliti dalam penguji ankredibilitas data adalah dengan triangulasi. Triangulasi diartikan sebagai pengecekan data dari berbagai sumber dengan berbaga icara, dan berbagai waktu. Triangulasi meliputi tiga hal yang dipilih sebagai pengujian keabsahan data penelitian terkait Manajemen strategi PDAM Pengelolaan Aset air bersih Daerah di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu yaitu:

a) Triangulasi Sumber

Triangulasi sumber dilakukan dengan cara mengecek data yang telah diperoleh melalui beberapa sumber. Dalam hal ini peneliti melakukan pengumpulan dan pengujian data yang telah diperoleh melalui hasil pengamatan, wawancara dan dokumen-dokumen yang ada. kemudian peneliti membandingkan hasil pengamatan dengan wawancara, dan membandingkan hasil wawancara dengan dokumen yang ada.

b) Triangulasi Teknik

Triangulasi teknik dilakukan dengan cara mengecek data kepada sumber yang sama dengan teknik yang berbeda. dalam hal ini data yang diperoleh dengan wawancara, lalu dicek dengan observasi dan dokumen. apabila dengan tiga teknik pengujian kredibilitas data tersebut, menghasilkan data yang berbeda-beda, maka peneliti melakukan diskusi lebih lanjut kepada sumber data yang bersangkutan atau yang lain, untuk memastikan data mana yang dianggap benar atau mungkin semuanya benar karena sudut

pandangnya berbeda-beda.

c) Triangulasi Waktu

Waktu juga sering mempengaruhi kredibilitas data, data yang dikumpulkan dengan teknik wawancara di pagi hari pada saat narasumber masih segar belum banyak masalah, akan memberikan data yang lebih valid sehingga lebih kredibel. Untuk itu dalam rangka pengujian kredibilitas data dapat dilakukan dengan cara melakukan pengecekan dengan wawancara, observasi atau teknik lain dalam waktu atau situasi yang berbeda. bila hasil uji menghasilkan data yang berbeda, maka dilakukan secara berulang-ulang sehingga sampai ditemukan kepastian datanya. triangulasi dapat jugad ilakukan dengan cara mengecek hasil penelitian, dari tim peneliti lain yang diberi tugas melakukan pengumpulan data.

31 BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN A. Deskripsi atau Karateristik Obyek Penelitian

1. Gambaran umum georafis Kabupaten Luwu

Gambar 4.1 Peta Kabupaten Luwu

Luwu adalah sebuah kabupaten di Sulawesi Selatan yang dalam kurun waktu tiga tahun dimekarkan menjadi tiga daerah strategis, yaitu Kabupaten Luwu, Kabupaten Luwu Utara yang kemudian dimekarkan lagi menjadi Kabupaten Luwu Timur dan Kota Palopo. Pemekaran ini turut menjadikan Kota Palopo selaku perintahan otonom kota Palopo. Luas wilayah Kabupaten Luwu 3.000,25 km², sebelum Kota Palopo menjadi kota otonom dengan jarak tempuh dari Kota Makassar lebih dari 367 km. pemekaran kabupaten Luwu yang kemudian melahirkan kabupaten Luwu Utara dan kota otonom Palopo di bawah kepemimpinan Bupati Luwu Dr. Kamrul Kasim yang menjabat Bupati Luwu dari tahun 1999 sampai tahun 2003. Kabupaten Luwu memindahkan pusat pemerintahan dari kota Palopo ke kota Belopa, sejak tahun 2006, seiring

ditetapkannya Belopa sebagai Ibu kota Kabupaten Luwu berdasarkan Peraturan Pemerintah RI Nomor 80 Tahun 2005, dan diresmikan menjadi ibu kota sejak 13 Februari 2006.

Secara geografi Kabupaten Luwu terletak pada koordinat antara 2°3’45”

sampai 3°37’30” LS dan 119°15” sampai 121°43’11” BB. Kabupaten Luwu memiliki wilayah geografis yang unik karena wilayahnya terbagi dua yang dipisahkan oleh sebuah daerah otonom yakni Kota Palopo, ada pun daerah yang terpisah tersebut adalah wilayah Walenrang dan Lamasi atau yang juga dikenal dengan sebutan WALMAS. Batas wilayah kabupaten Luwu antara lain;

Tabel 4.1

Keterangan Batas Wilayah Kab. Luwu

Utara Kabupaten Luwu Utara dan Kabupaten Tana Toraja Timur Teluk Bone dan Sulawesi Tenggara

Selatan Kabupaten Sidrap dan Kabupaten Wajo Barat Kabupaten Tana Toraja dan Enrekang

2. Tujuan Berdirinya PDAM Kelurahan Padang Sappa

Tujuan pendirian PDAM di Kelurahan Padang Sappa adalah Agar mampu eksis dan unggul memberikan pelayanan kepada konsumen dalam persaingan yang semakin ketat dalam lingkungan yang beruba sangat cepat.

33

3. Visi dan Misi PDAM Kelurahan Padang Sappa

Perusahaan Daerah Air Minum Di Kelurahan Padang Sappa sebagai Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Kab. Luwu secara global harus mendukung tercapainya sasaran melinium development goals (MDGs) dalam peningkatan akses air minum masyarakat sebesar 80 % di Perkotaan dan 60% di Perdesaan disamping secara khusus secara terus menerus dituntut meningkatkan pelayanan air minum ke masyarakat Di Kelurahan Padang Sappa, meningkatkan kinerja perusahaan, dan meningkatkan kesejahteraan pegawainya.

Harapan masyarakat Di Kelurahan Padang Sappa adalah selalu dapat memperoleh air minum secara kontinyu untuk pemenuhan kebutuhan sehari-hari selama 24 jam, juga mengharapkan mendapatkan kemudahan fasilitas dan cara pembayaran sehingga dapat membayar kewajibannya dengan lancar dan tepat waktu. Adapun visi dan misi sebagai berikut :

a. Visi :

Menjadi Salah Satu yang terkemuka, mengandung makna motivasi yang kuat untuk melakukan sebuah proses perubahan yang berkesinambungan dan terencana dalrangka mengangkat PDAM Di Kelurahan Padang Sappa sejajar dengan PDAM lebih dahulu maju, dengan memanfaatkan potensi dan kemampuan yang dimiliki. Rumusan ini dapat pula diartikan sebagai suatu proses yang kompetitip melalui berbagai upaya untuk mencapai posisi relatif diantara PDAM-PDAM lainnya di Indonesia.

b. Misi :

1) Meningkatkan Kemampuan SDM, Meningkatkan Mutu Informasi, Perkuatan Organisasi

2) Meningkatkan keandalan sistem produksi, distribusi, menekan tingkat kehilangan air, meningkatkan kuantitas, kontinuitas dan kualitas 3) Meningkatkan kepuasan pelanggan

4) Meningkatkan pencapaian keseimbangan arus kas dan keuntungan 4. Struktur Oreganisasi PDAM Di Kelurahan Padang Sappa

Gambar 4.2 Struktur Organisasi

Sumber : Kantor PDAM Kelurahan Padang Sappa KEPALA PDAM

BADAN PENGAWAS

Kepala Cabang PDAM Haeruddin

Sudirman. Bagian Teknik

Ali Akbar staf PDAM

Aiyu Staf PDAM

Ica Bdn PDAM

Hen PDAM

Sakaria staf SPAM

Topan Staf SPAM

Aswar Staf Cater

PDAM

Andika Staf Cater PDAM

35

5. Sarana dan Prasarana PDAM Di Kelurahan Padang Sappa

Sarana kegiatan yang dimiliki oleh Kantor Kecamatan Tomoni Kabupaten Luwu Timur sebagai penunjang proses pelayanan kepada masyarakat yang mengurus dokumen kependudukan dan lain sebagainya termasuk perbaikan,pemeliharaan kebersihan dan kenyamanan dalam melakukan aktivitas, berikut sarana dan prasana :

Tabel 4.2

Keadaan Fasilitas Kantor PDAM

NO. JENIS SUMBER FASILITAS JUMLAH

1 PDAM/Ledeng 10

2 Pipa 67

3 Sumur galih 77

4 Sumur Pompa 88

5 Perpipaan 100

6 Hidran Umum 23

7 Wc. Umum 3

8 Meja 20

9 Komputer 6

10 Kursi Tamu 4

11 Almari Arsip 10

12 Selang 60

13 Galon 80

Sumber: Kantor PDAM Kelurahan Padang Sappa Tahun 2021

6. Sumber Daya Manusia

Sumber daya manusia adalah salah satu faktor yang sangat penting bahkan tidak dapat dilepaskan dari sebuah organisasi baik itu institusi maupun perusahaan. SDM juga merupakan kuncin yang menentukan perkembangan

perusahaan. SDM merupakan salah satu elemen paling penting agar sebuah bisnis atau perusahaan dapat berjalan dengan baik, tanpa adanya elemen tersebut atau kualitasnya yang kurang baik perusahaan akan sulit untuk berjalan dan beroperasi dengan semestinya meski sumber daya yang lain telah terpenuhi. Berikut ini tabel daftar SDM PDAM Di Kelurahan Padang Sappa:

Tabel 4.3

Jabatan Pejabat Kantor PDAM

NO. JABATAN JUMLAH

1 KEPALA PDAM 1

2 BADAN PENGAWAS 1

3 STAF PDAM 7

4 STAF SPAM 8

5 STAF CATER 5

Sumber : Kantor PDAM Kelurahan Padang Sappa Tahun 2021

B. Hasil Penelitian

PDAM (Perusahaan Daerah Air Minum) adalah badan usaha milik pemerintah yang memiliki cakupan usaha dalam pengelolaan air minum dan pengelolaan sarana air kotor untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang mencakup aspek sosial, kesehatan, dan pelayanan umum. bagi setiap perusahaan dalam menjalankan aktivitasnya menujukkan gejala-gejala perkembangan yang semakin memberikan arah yang tidak menentu, hal ini ditandai dengan adanya perubahan dalam perekonomian secara keseluruhan. Negara menjamin hak setiap orang untuk mendapatkan air untuk kebutuhan pokok sehari-hari guna memenuhi kehidupan yang sehat, bersih, dan produktif. Untuk menjamin kepentingan rakyat, maka undang-undang menentukan bahwa sumber daya air dikuasai oleh negara

37

dan dipergunakan untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat secara adil.

penguasaan negara atas sumber daya air tersebut diselenggarakan oleh pemerintah dan pemerintah daerah dengan tetap mengakui dan menghormati kesatuan- kesatuan masyarakat hukum adat beserta hak-hak tradisionalnya. Dalam memenuhi kewajiban negara dalam penyediaan air bersih, pemerintah telah mengeluarkan peraturan pemerintah (PP) Nomor 122 tahun 2015 tentang Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM). Penyelenggaraan SPAM menjadi tanggung jawab pemerintah pusat dan atau pemerintah daerah sesuai dengan kewenangannya guna memenuhi kehidupan yang sehat, bersih, dan produktif.

dalam rangka melaksanakan penyelenggaran SPAM tersebut yang dibentuk BUMN dan atau BUMD oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah.

Hal ini sejalan dengan Pasal 40 huruf d dan j yang menyatakan bahwa wewenang dan tanggung jawab pemerintah kabupaten/kota dalam penyelenggaran SPAM diantara adalah membentuk BUMD dan atau Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) dan menjamin ketersediaan air baku untuk Penyelenggaraan SPAM di wilayahnya. Dalam pelaksanaan penyelenggaraan SPAM oleh badan usaha air minum berlaku ketentuan bahwa tarif ditetapkan oleh Pemerintah Pusat atau Pemerintah Daerah dengan memperlihatkan kemampuan daya beli masyarakat/pelanggan. dalam memberikan perhatian kepada daya beli masyarakat, perlu disusun struktur tarif yang tepat dengan memperhitungkan keterjangkauan tarif bagi masyarakat yang berpenghasilan rendah dalam memenuhi kebutuhan pokok air minum sehari hari dan biaya-biaya produksi yang dikeluarkan oleh badan usaha air minum. dalam menyusun stuktur tarif tersebut,

BUMN, BUMD, dan UPT wajib menerapkan struktur tarif termasuk tarif progresif, dalam rangka penetapan subsidi silang antar kelompok pelanggan dan mengupayakan penghematan penggunaan Air minum.

Dalam memberikan layanan air bersih kepada masyarakat, negara memberikan kewenangan dan tanggung jawab kepada pemerintah kabupaten/kota.

wewenang dan tanggung jawab tersebut dituangkan dalam Pasal 40 PP Nomor 122 Tahun 2015 yang antar lain menyatakan bahwa wewenang pemerintah kabupaten/kota membentuk badan usaha penyediaan air bersih dalam bentuk Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) air minum atau yang lebih populer disebut sebagai Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). sebagai badan usaha, salah satu tujuan BUMD Air Minum adalah untuk mencari keuntungan yang akan disampaikan kepada pemerintah daerah sebagai salah satu pendapatan dari Badan Usaha. Namun demikian, BUMD Air Minum sebagai perpanjangan tangan Pemerintah Kabupaten/Kota juga memiliki kewajiban untuk memberikan layanan air bersih yang murah kepada masyarakat termasuk masyarakat berpenghasilan rendah dalam menentukan tarif.

Untuk melihat Manajemen Strategi PDAM dalam Mengatasi Kekurangan Air Bersih di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu penulis menggunakan 3 indikator manajemen strategi menurut Ma’ruf (2021) mengutip pendapat David (2011), yaitu :

1. Perumusan Starategi

Perumusan Strategi digunakan untuk mengetahui proses penyusunan langkah-langkah kedepan dimaksudkan untuk pengembangan visi dan misi,

39

identifikasi peluang eksternal organisasi dan ancaman, menganalisa kekuatan dan kelemahan internal, merumuskan tujuan jangka panjang, menghasilkan strategi alternative dan memilih strategi tertentu agar mencapai tujuan untuk mengatasi kekurangan air bersih PDAM di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu serta menyediakan layanan masyarakat yang terbaik.

Sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan berkaitan dengan hal ini, berikut hasil wawancara dengan salah satu Staf Bidang pengelolaan sumber air bersih kelurahan Padang Sappa mengatakan bahwa:

“Perumusan strategi kami disini memperbanyak pelanggan, dengan adanya bantuan APBN setiap Tahun hanya 50%, jadi kalau untuk jangka Panjang masih sementara konsultasi bagaimana untuk selanjutnya” (Hasil Wawancara AA, 13 Juni 2021).

Sesuai petikan hasil wawancara diatas, rumusan strategi yang dilakukan adalah dengan memperbanyak pelanggan, tapi dikarenakan masih kurangnya dana anggaran setiap Tahunnya, sumber air bersih masih kurang. Lanjut wawancara dengan staf PDAM Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu mengatakan bahwa :

“Stategi-strategi yang kami lakuakan disini, salah satunya disini menanggulangi kebocoran-kebocoran besar, dengan mengganti pipa-pipa yang kecil ke yang besar.( Hasil Wawancara AU, 13 Juni 2021).

Sesuai petikan wawancara di atas, strategi-strategi yang dilakukan dalam mengatasi kekurangan air bersih PDAM Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu, salah satunya menangulangi kebocoran dengan menggunakan pipa besar yang lebih kuat. PDAM Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu, dengan demikian strategi dalam memberikan pelayanan terhadap konsumen sangan dibutuhkan, sesuai hasil wawancara staf

PDAM Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu mengatakan bahwa :

“Kami selaku pihak PDAM Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu, tentu memiliki peranan selaku PDAM terkait penyedian air bersih di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu. Dalam peranan kami tersebut ada 3 peranan pokok, yang pertama itu adalah peranan dalam kualitas air, yang ke dua peranan dalam aliran air, yang ketiga peranan pokok yang sudah ada sejak pertama kali PDAM Padang Sappa ini berdiri memberikan pelayanan hingga hari ini” (Hasil Wawancara AA, 13 Juni 2021).

Berdasarkan hasil wawancara diatas bahwa ada 3 peranan pokok yang yang selalu diterapkan dalam startegi pelayanan untuk konsumen terutama, kualitas air, aliran air dan peranan pokok yang sudah pertama kali berdiri di PDAM Kelurahan Padang Sappa,dapat dikatan sudah diterapkan dengan baik.

Maka standar kesehatan dan persyaratan yang telah ditentukan tersebut harus dapat dipenuhi PDAM Kelurahan Padang Sappa demi tercapainya tujuan untuk menunjang pembangunan di Kabupaten Luwu.

dari hasil wawancara staf PDAM Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu mengatakan bahwa :

“Di PDAM Kelurahan Padang Sappa tentu kita sebagai penyedia air bersih di Kabupaten Luwu setiap harinya melakukan pengelohan air produksi, pengolahan air produksi ini merupakan titik awal di prosesnya air sebelum didistribusikan ke masing-masing konsumen, pengolahan air produksi yang kami maksud disini merupakan pengolahan air baku, yaitu yang prtama dari sumur dalam, yang kedua dari sumur dangkal, dan yang ketiga dari sungai. Pengolahan dari ketiga sumber ini yaitu dari sumur dalam, sumur dangkal.diolah mnejadi air yang memnuhi standar yang ditetapkan agar memberikan manfaat yang sebesar-besarnya untuk Kesehatan dan

41

kesajahteraan masyarakat di Kabupaten Luwu”. (Hasil Wawancara TR, 14 Juni 2021).

Dari hasil wawancara di atas PDAM Padang Sappa bahwa pengelolan air produksi merupakan pengelolan air baku dari sumur dalam, sumur dangkal, dan sungai. Diolah menjadi air memenuhi standar yang ditetapkan manfaat yang sebesar-besarnya untuk Kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.

Dari hasil wawancara diatas kemudian dikaitkan dengan teori Strategi merupakan istilah yang umum dalam membentuk sistematika yang perlu diciptakan dalam suatu pengelolaan organisasi. Organisasi zakat yang disebut amil zakat perlu menciptakan strategi agar ada rumusan sebagai acuan dalam pengelolaannya. Strategi terbentuk dari visi dan misi yang didasari atas landasan ajaran Islam sesuai dengan perintah Allah . menggunakan teori strategi manajemen sebagai tool analisis guna mencapai tujuan organisasi.

Robinson (1997) mendefinisikan manajemen strategik sebagai sekumpulan keputusan dan tindakan yang menghasilkan perumusan dan pelaksanaan rencana- rencana yang dirancang untuk mencapai sasaran-sasaran perusahaan/organisasi.

2. Implementasi Strategi

Implementasi Strategi digunakan untuk dilakukan pengembangan strategi pendukung budaya, struktur organisasi yang efektif, mengatur ulang usaha pemasaran yang dilakukan, mempersiapkan anggaran, mengembangkan sistem informasi serta, menghubungkan kompensasi karyawan terhadap kinerja organisasi untuk mengatasi kekurangan air bersih PDAM di Kelurahan Padang Sappa Kecamatan Ponrang Kab. Luwu perlunya implementasi yang strategis agar tujuan dapat tercapai.

Sesuai dengan hasil wawancara yang dilakukan berkaitan dengan hal ini, berikut hasil wawancara dengan salah satu Staf Bidang pengelolaan sumber air bersih kelurahan Padang Sappa mengatakan bahwa :

“Kami disini selaku staf PDAM tindakan – tindakan yang kami lalukan untuk terus mengembangkan PDAM Padang Sappa dalam hal pendistribusian air menjadi sangat penting dalam menjamin kelangsungan pelayanan yang baik jangka pendek, maupun jangka Panjang. Pada prinsipnya PDAM Padang Sappa bertujuan untuk menciptakan pengelolaan dan pelayanan air minum yang perkualitas, berkuantitas dan berkontinuitas dalampendistribusian air yang lancar” . (Hasil Wawancara AU, 14 Juni 2021).

Dari hasil petikan wawancara diatas PDAM Padang Sappa melakukan Tindakan- tindakan untuk terus mengembangkan PDAM Padang Sappa dalam hal pendistribusian air utnuk menjamin kelangsungan pelayanan yang baik dengan selalu memegang teguh prinsip PDAM Padang Sappa agar selalu berkualitas.

Lanjut wawancara dengan salah satu staf Padang Sappa yang mengatakan bahwa :

“Disini kami selaku staf PDAM Padang Sappa selalu menyusun rencana untuk kedepannya tentang pasokan sumber air baku, kualitas air dan kelancaran distribusi, di daerah kami yang pelanggan bertambah banyak yang otomatis beban recervoirnya juga bertambah, jadi kami harus menambah persedian air baku karena y aitu tadi, pelanggan semakin banyak yang menggunakan air PDAM di Padang Sappa”. (Hasil Wawancara AU, 14 Juni 2021).

Dari hasil petikan wawancara diatas PDAM Padang Sappa selalu memperhatikan sumber air baku, demi kelancaran distribusi, karena pelanggan terus bertambah di daerah Padang Sappa . lanjut wawancara staf PDAM Padang Sappa yang mengatakan bahwa :

“Disini daya dukung strategi dalam anggaran, sumber daya manusia dan programnya, anggaran penyusunan dalam Implementasi strategi merupakan hal yang sangat penting bagi PDAMpadang Sappaa, mengenai

Dokumen terkait