BAB IV GAMBARAN INTEGRITAS KEPENGURUSAN
C. Pembahasan Hasil Penelitian
Berdasarkan hasil observasi, wawancara dan dokumentasi yang diperoleh peneliti maka dalam proses penelitian, maka selanjutnya akan melakukan analisis terhadap hasil penelitian yang dalam bentuk deskriptif analisis agar dapat memperjelaskan hasil penelitian. Peneliti akan menggambarkan dan menjelaskan hasil dari wawancara penelti dengan beberapa informan tentang “Integritas Kepengurusan Remaja Islam Masjid Dalam Melaksanakan Kegiatan Rutinitas Di Masjid Al-Iman Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu.”
1. Nilai Kejujuran
Kejujuran yaitu kualitas manusia dalam mengkomunikasikan diri dan bertindak jujur. Kejujuran sebenarnya erat kaitannya dengan nilai kebenaran termasuk kemampuan mendengarkan, serta kemampuan berbicara, serta segala perilaku yang dapat timbul dari tindakan manusia. Kejujuran juga mengungkapkan atau menyampaikan informasi yang benar dan sesuai dengan kenyataan.1
Berdasarkan hasil temuan yang sudah diuraikan di atas, maka gambaran Integritas Kepengurusan Remaja Islam Masjid berdasarkan nilai kejujuran yaitu :
Menanamkan Sikap Jujur Dari Usia Dini
Kejujuran adalah nilai dasar kehidupan yang paling penting untuk dipelajari pada anak seja kecil. Mengajarkan anak untuk berkata, bersikap dan bertindak jujur menjadi pelajaran yang beramanfaat bagi kehidupan masa depannya kelak. Sebab penanaman ilmu sejak dini umumnya akan cenderung lebih mudah diserap anak dan ditanamkan hingga mereka dewasa sehinga menjadi sebuah kebiasaan yang baik.
Analisis tentang menamankan sikap jujur dari usia dini didasarkan pada pendapat Magnis yaitu sikap berani yang menunjukkan
1 Asrizal, Konsepsi Integritas, (Riau:Modul Diseminasi Gugus Depan integritas, 2017), hal 4-5.
76
siapa dia, serta mengatakan apa yang dimaksudnya dengan benar.
Kejujuran juga merupakan keterkaitan hati pada kebenaran. Sikap jujur juga merupakan sikap yang ditandai dengan melakukan perbuatan yang benar, mengucapkan perkataan dengan apa adanya tanpa menambah- nambahkan atau mengurangi apa yang ingin disampaikan dan mengakui setiap perbuatan yang dilakukan baik positif maupun negatif.2
Jujur dalam melakukan kesalahan dan bertindak sejujurnya
Jujur dalam melakukan kesalahan merupakan perilaku penting yang harus dimiliki oleh seorang untuk memperbaiki hubungannya yang tidak menyenangkan dengan orang lain. Jujur dalam kesalahan dapat dikatakan sebagai kesediaan untuk meninggalkan hal yang tidak menyenangkan yang bersumber dari hubungan interpersonal dengan orang lain serta menumbuhkan pikiran, perasaan dan hubungan interpersonal yang positif dengan orang lain yang melakukan pelanggaran secara tidak adil.
Analisis tentang Jujur dalam melakukan kesalahan dan bertindak sejujurnya didasarkan pada pendapat Thompson, dkk mendefinisikan bahwa perbaikan secara interpersonal dan intrapersonal (dalam diri) agar korban dapat memaafkan secara. Selain itu pemaafan pada seseorang merupakan proses respon pada kesalahan yang dilakukan, agar respon tersebut dapat berubah dari negatif ke netral kemudian positif.3
Nilai Kepercayaan
Kepercayaan adalah ekspektasi positif dan keyakinan terhadap perilaku orang lain. Sehingga bisa menciptakan kerja sama dan menjadi cara untuk mengurangi kompleksitas, bahkan dalam suasana dimana
2 Daviq Chairilsyah , Metode Dan Teknik Mengajarkan Kejujuran Pada Anak Sejak Usia Dini, jurnal EDUCHILD Vol. 5, No. 1 (2016), hal. 9.
3 Thompson, dkk, Dispositional forgiveness of self, others, and situations.
Journal of Personality, Vol 73, No 2, (2005). 312-359.
individu harus bertindak dalam situasi penuh ketidakpastian dengan informasi yang tidak lengkap.4
Berdasarkan hasil temuan yang sudah diuraikan di atas, maka gambaran Integritas Kepengurusan Remaja Islam Masjid berdasarkan nilai kepercayaan yaitu :
Hubungan Kerja Sama Mulai Dari Komunikasi Dan Menyamaratakan Dimana kepercayaan ini dapat menunjukkan bahwasannya kita sebagai manusia harus bisa saling percaya terhadap satu sama lain baik itu dalam lingkungan ataupun di luar lingkungan tempat kita berada.
Ketika kita sudah bisa saling percaya satu sama lain maka akan terciptanya hubungan kerja sama yang baik dengan begitu dapat meciptakan komunikasi yang baik juga terhadap sesama.
Analisis tentang hubungan kerja sama mulai dari komunikasi dan menyamaratakan didasarkan pada pendapat Baharudin komunikasi juga merupakan sebagai apa yang terjadi bilamana diberikan kepada suatu perilaku. Komunikasi interpersonal dalam keluarga yang terjalin antara orang tua dan anak merupakan salah satu faktor penting dalam menentukan perkembangan individu, komunikasi yang diharapkan adalah komunikasi yang efektif. Komunikasi yang efektif dapat menimbulkan pengertian, kesenangan, pengaruh pada sikap, hubungan yang semakin baik dan tindakan demikian juga dalam lingkungan diharapkan terbina komunikasi yang efektif antara orang tua dan anaknya, sehingga akan terjadi hubungan yang harmonis.5
4 Sri Raharso, Kepercayaan dalam Tim, Manajerial: Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi Vol 10, No 19, (Juli, 2011), hal. 49.
5 Baharudin, Pengaruh Komunikasi Orang Tua Terhadap Perilaku Anak Pada Min I Lamno Desa Pante Keutapang Aceh Jaya, Jurnal Al-Ijtimaiyyah: Media Kajian, Vol. 5, No. 1, (Januari- Juni, 2019), Hal. 107.
78
Nilai Keadilan
Keadilan adalah penilaian dengan memberikan kepada siapapun sesuai dengan apa yang menjadi haknya, yakni dengan bertindak proposional dan tidak melanggar hukum. Pribadi dengan karakter yang baik akan menyadari bahwa apa yang dia terima sesuai dengan jerih payahnya. Ia tidak akan menuntut untuk mendapatkan yang lebih dari apa yang sudah ia miliki. Akan tetapi tidak melanggar apa yang sudah menjadi kebebasan yang sama dari orang lain.6
Berdasarkan hasil temuan yang sudah diuraikan di atas, maka gambaran Integritas Kepengurusan Remaja Islam Masjid berdasarkan nilai keadilan yaitu :
Bersikap Adil Tidak Membeda-Bedakan
Di dalam lingkungan RISMA disini memang sangat perlunya keadilan antar sesama terutama di dalam lingkup RISMA. Keadilan lebih dititik beratkan pada pengertian meletakkan sesuatu pada tempatnya jika keadilan telah dicapai. Berlaku adil dan tidak membeda-bedakan sangat terkait dengan hak dan kewajiban, hak yang dimiliki oleh seseorang, termasuk hak asasi, wajib diperlakukan secara adil. Hak dan kewajiban terkait diberikan kepada yang berhak menerimanya.
Analisis bersikap adil dan tidak membeda-bedakan didasarkan pada pendapat Anonim yaitu sifat yang dimiliki manusia untuk menegakkan kebenaran kepada siapapun tanpa ada paksaan dari siapapun. Tidak mempersamakan sesuatu dengan yang lain, baik dari segi nilai maupun dari segi ukuran sehingga sesuatu itu menjadi tidak berat sebelah dan tidak berbeda satu sama lain. Adil adalah menegakkan suatu kebenaran.7
6 Asrizal, Konsepsi Integritas, (Riau:Modul Diseminasi Gugus Depan integritas, 2017), hal 4-5.
7 Anonim, Ensiklopedi Hukum Islam, (Jakarta: PT Ichtiar Baru Van Hoeve, 1996), hlm. 50.
Nilai Penghormatan
Rasa hormat mendorong anak bersikap baik dan menghormati orang lain. Kebajikan ini mengarahkan anak memperlakukan orang lain sebagaimana ia ingin orang lain juga memperlakukan dirinya dengan baik. Sehingga mencegah anak bertindak kasar, tidak adil, dan bersikap memusuhi. Jika anak terbiasa bersikap hormat tehadap orang lain, ia akan memperhatikan hak-hak serta perasaan orang lain, ia juga akan menghormati dirinya sendiri.8
Berdasarkan hasil temuan yang sudah diuraikan di atas, maka gambaran Integritas Kepengurusan Remaja Islam Masjid berdasarkan nilai penghormatanyaitu :
Menghormati Dan Menghargai Satu Sama Lain
Pentingnya menghormati dan menghargai satu sama lain terutana disini dalam RISMA maupun dilingkungan kita berada agar terwujudnya dan memantapkan penghargaan terhadap orang lain, seseorang harus memahami juga alasan pentingnya menghargai orang lain. Semakin seseorang memahami alasan harus menghargai orang lain, makin baik dan besar pula penghargaan terhadap orang lain.
Sesuai dengan apa yang dikemukakan oleh Zainal Aqib dan Sujak, bahwa menghargai orang lain berarti sikapdan tindakan yang mendorong dirinya untuk menghasilkan sesuatu yang berguna bagi masyarakat dan mengakui serta menghormati keberhasilan orang lain.9 Nilai Tanggung Jawab
Tanggung jawab adalah keadaan seseorang untuk berani menanggung segala sesuatunya atau resiko yang akan menimpahnya.
Pribadi yang utuh dapat mengenal diri dengan baik akan menyadari
8 Asrizal, Konsepsi Integritas, (Riau:Modul Diseminasi Gugus Depan integritas, 2017), hal 4-5.
9 Zainal Aqib dan Sujak, Panduan dan Aplikasi Pendidikan Karakter, (Bandung:
Yrama Widya, 2011), hlm. 8.
80
bahwa keberadaan dirinya di muka bumi adalah untuk melakukan perbuatan baik demi kemaslatan sesama manusia.10
Berdasarkan hasil temuan yang sudah diuraikan di atas, maka gambaran Integritas Kepengurusan Remaja Islam Masjid berdasarkan nilai tanggung jawab yaitu :
Memegang Teguh Tanggung Jawab Yang Sudah Diberikan
Karakter tanggung jawab sangat penting terutama didalam diri maupun kehidupan sehari-hari diajarkan karena berada pada tahap transisi yang akan terjun langsung ke masyarakat atau lingkungan RISMA dimana pada masa iniremaja juga seharusnya sudah mampu bertanggung jawab atas keputusan atau pilihan yang diambil seperti hal nya tugas yang sudah diberikan ketika melakukan kegiatan RISMA.
Analisis tentang memegang teguh tanggung jawab yang sudah diberikan didasarkan pada pendapat Samani dan Hariyanto dalam memegang tanggung jawab yang sudah diberikanm bahwa karakter tanggung jawab adalah melakukan tugas sepenuh hati, bekerja dengan etos kerja yang tinggi, berusaha keras mencapai prestasi terbaik, mampu mengontrol diri dan mengatasi stres, disiplin, serta bertanggung jawab terhadap pilihan dan keputusan yang diambil.11 Tanggung jawab juga mengembangkan keseimbangan antara hak dan kewajiban, berani menghadapi konsekuensi dari pilihan hidup dan mengembangkan sikap hidup bermasyarakat yang positif.
Nilai keberanian
Keberanian yaitu seseorang yang memiliki karakter kuat akan memiliki keberaniaan untuk menyampaikan sesuatu yang benar, berarti
10 Asrizal, Konsepsi Integritas, (Riau:Modul Diseminasi Gugus Depan integritas, 2017), hal 4-5.
11 Samani, M., & Hariyanto, Konsep dan Model Pendidikan Karakter, ( Bandung:
Rosdakarya, 2011)
sudah sesuai dengan aturan dan nilai. Keberanian yang termasuk dalam berani mengakui kesalahan, berani bertanggung jawab, dan berani menolak kejahatan.12
Berdasarkan hasil temuan yang sudah diuraikan di atas, maka gambaran Integritas Kepengurusan Remaja Islam Masjid berdasarkan nilai keberanian yaitu :
Berani Bersikap Tegas
Keberanian juga membangun kita supaya bisa percaya diri atas kemampuan yang ada di diri dan dimana pun kapan pun harus tetap kuat memiliki keberanian untuk menyampaikan sesuatu yang benar sert aargumen yang kita miliki. Seperti yang kita ketahui bahwasannya keberanian disini sudah menjadi salah satu sifat yang ada didalam diri seseorang terutama dalam menjalankan kegiatan ataupun kegiatan lainnya seperti kegiatan RISMA.
Analisis tentang berani bersikap tegas didasarkan pada pendapat Chalhoun, James F dan Joan Ross Acocella bahwa ketegasan diri atau disebut juga sikap assertive adalah perasaan dan pikiran yang diungkapkan seseorang secara langsung melalui ekspresi verbal yang jujur dan merupakan proses penegakan hak diri sendiri. Sikap tegas artinya menuntut hak pribadi dan menyatakan pikiran, perasaan, dan keyakinan dengan cara yang jujur dan tepat.13
12 Asrizal, Konsepsi Integritas, (Riau:Modul Diseminasi Gugus Depan integritas, 2017), hal 4-5.
13 Chalhoun, James F dan Joan Ross Acocella, Self-Concept (Semarang:IKIP Semarang Press, 1995).
82
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan
Berdasarkan uraian yang peneliti lakukan dalam hasil penelitian ini dapat ditarik kesimpulan bahwa :
Integritas kepengurusan Remaja Islam Masjid dalam melaksanakan kegiatan rutinitas keagamaan di masjid Al-Iman Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu, terbagi pada beberapa nilai yaitu : Nilai kejujuran pada nilai ini menanamka sikap jujur dari usia dini dan jujur dalam melakukan kesalahan dan bertindak sejujurnya, Nilai kepercayaan pada nilai ini hubungan kerja sama mulai dari komunikasi dan menyamaratakan, Nilai keadilan pada nilai ini bersikap adil tidak membeda-bedakan, Nilai penghormatan pada nilai ini menghormati dan menghargai satu sama lain, Nilai tanggung jawab pada nilai ini RISMA memegang teguh tanggung jawab dan Nilai keberanian pada nilai ini berani bersikap tegas.
B. Saran
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan yang peneliti lakukan tentang “ Integritas Remaja Islam Masjid Al-Iman Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu” maka selanjutkan dapat dijadikan bahan pertimbangan dan masukan bagi pihak yang terkait yaitu sebagai berikut:
1. Untuk pengurus remaja Islam Masjid Al-Iman, kepada Bapak-bapak dan Ibu-ibu pengurus remaja Masjid Al-Iman diharapakan agar kiranya lebih aktif lagi dalam mengarhkan dan membina para pengurus maupun anggota remaja Islam Masjid Al-Iman ini sehingga dapat lebih tertata dan terarahkan dengan baik.
2. Untuk angota remaja Islam Masjid Al-Iman,teruslah melakukan kegiatan-kegiatan yang sifatnya positif dan relevan untuk dapat
menanamkam dan meningkatkan nilai-nilai integritas para remaja Islam Masjid Al-Iman Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu.
3. Kepada para remaja khususnya di Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu, agar sekiranya dapat ditanamkan kesadaran bahwa apapun yang kita lakukan di dunia ini akan kita pertanggung jawabkan di akhirat nantinya, oleh karena itu berupaya menanamkan dan meningkatkan nilai-nilai integritas dalam diri ataupun dalam kehidupan sehari-hari dengan kegiatan-krgiatan yang positif dan bermanfaat tentunya menjadi pilihan yang terbaik.
4. Kepada orang tua dan masyarakat agar diharapkan dapat berpartisipasi dalam memberikan pemahaman nilai integritas terhadap anak-anak remajanya agar mereka mau bergabung dan bisa aktif dalam mengikuti berbagai kegiatan yang dilakukan oleh para anggota RISMA Al-iman dan dapat lebih memperhatikan serta mendukung anak-anak untuk mendapatkan pendidikan dan memperoleh nilai integritas yang baik dalam kehidupan sehari-harinya.
5. Kemudian untuk prodi bimbingan dan konseling islam yang merupakan mahasiswa Dakwah untuk dapat dijadikan bahan acuan sebagai penembahan ilmu pengetahuan.
6. Kepada peneliti selanjutnya yang ingin meneliti didalam bidang yang sama agar dapat menjadikan penelitian ini sebagai bahan rujukan ataupun acuan dengan variabel dan metode yang berbeda.
84
DAFTAR PUSTAKA
Abubakar Asnadar. “Integritas Siswa di Papua Barat.” EDUCANDUM Vol 4, No 1 (Juni, 2018), hal 48-49.
Ali M., & Mohammad Ansori. 2015. Psikologi Remaja. Jakarta: PT Bumi Askara.
Arikomoto Saifudin. 2014. Metode Penelitian. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Asrizal. 2017. Konsepsi Integritas. Riau: Modul Diseminasi Gugus Depan integritas.
Budianto, Heri. 2019. Peran Remaja Islam Masjid (Risma) Dalam Pembinaan Perilaku Keagamaan Remaja Di Era Millenial, Program Pasca Sarjana IAIN Bengkulu.
Bungin, Burhan. 2014. Penelitian Kualitatif Komunikasi, Ekonomi, Kebijakan Publik, dan Sosial lainnya. Jakarta: Prenada Media Group.
Cox et. al. 2003. Integrity And The Fragile Self, Aldershot: Ashgate.
Damae, Mahusen. 2018. Strategi Peningkatan Sosial Keagamaan pada Remaja Islam Masjid Agung Jawa Tengah (RISMA JT). Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi.
Emzir. 2018. Metodologi penelitian kuantitatif analisis data. Jakarta: Rajawali Pers.
Gainau B. Maryam. 20121. Perkembangan Remaja Dan Problematikanya. Yogyakarta:
PT Kanisus.
Gatut, Sunarta. 2008. Cara Cerdas Memakmurkan Masjid. Jakarta: Penebar Plus.
Hasan Husen Basri, Farida Hanun dan Muhammad Murtadho. 2019. Indeks Integritas Siswa SMA dan MA. Jakarta: Litbangdiklat Press.
Izzaty Eka Rita, 2008. Perkembangan Peserta Didik, Yogyakarta: UNY Press, Jahja, Yudrik. 2011. Psikologi Perkembangan. Jakarta: Prenada Media Group.
Jamal, Nanang Abdul, And Sri Fatmawati. “Budaya Integritas Dalam Upaya Penguatan Karakter Peserta Didik Sma Negeri 3 Metro.” Jurnal An-Nur:
Kajian Ilmu-Ilmu Pendidikan Dan Keislaman, Vol 7, No 2, (Juli-Desember 2021), Hal. 142-154.
KBBI, Integritas, https://kbbi.web.id/integritas, Diakses pada 28 September 2021, 18: 09.
Khasanah W., Umarella, S & Lating, D.A. “Peranan Remaja Masjid Ar-Rahman Dalam Pembentukan Karakter Remaja Yang Religius Di Desa Waekasar Kecamatan Waeapo Kabupaten Buru,” Jurnal Kuttb, Vol 1, No 1 (Januari, 2019), hal. 57-73.
Mar’at Samsunuwiyati. 2005. Psikologi Perkembangan, Bandung: Remaja Rosadakarya.
Messi, & Edi Harapan. “Menanamkan Nilai Nilai Kejujuran Di Dalam Kegiatan Madrasah Berasrama (Boarding School).” JMKSP (Jurnal Manajemen,
85
Kepemimpinan, dan Supervisi Pendidikan, Vol 1, No 1, (Desember, 2017), hal.
280.
Miftahul, Jannah. Remaja dan Tugas-tugas Perkembangannya dalam Islam,”
Jurnal Psikoislmedia, Vol 1, No 1, (April, 2016), hal. 3.
Moleong J Lexy. 2019. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Monks, dkk. 2002. Psikologi Perkembangan : Pengantar Dalam Berbagai Bagiannya . Yogyakarta : Gadjah Mada University Press.
Musthafa, Budiman. 2007. Managemen Masjid Gerakan Meraih Kembali Kekuatan Masjid dan Profesi Masjid. Solo: Ziyad Visi Media.
Nanang Abdul Jamal, and Sri Fatmawati. “Budaya Integritas Dalam Upaya Penguatan Karakter Peserta Didik Sma Negeri 3 Metro,” Jurnal An-Nur:
Kajian Pendidikan dan Ilmu Keislaman, Vol 7, No 2, (Juli-Desember 2021), hal. 142-154.
Sabi, Ibnu. 2002. Peran Masjid dalam Lintasan Sejarah. Jakarta: Logos.
Saeful Pupu Rahmat. “Penelitian Kualitatif,” Jurnal Equilibrium, Vol 5, No 6, (Januari-Juni, 2009), hal 2-3.
Siswanto. 2005. Panduan Praktis Organisasi Remaja Masjid, Jakarta: Pustaka Al- Kautsar.
Soekanto, Suerjono. 2013. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.
Soesilowindradini. 2015. Psikologi Perkembangan Masa Remaja. Surabaya: USAHA NASIONAL.
Sri, Raharso. “Kepercayaan Dalam Tim,” Manajerial: Jurnal Manajemen dan Sistem Informasi, Vol 10, No 19, ( Juli, 2011), hal. 49.
Sugiono. 2018. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif Dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Suprijandani. 2019. Pengaruh Motivasi Belajar Dan Integritas Mahasiswa Terhadap Integritas Akademik. Politeknik Kesehatan Kemenkes, Surabaya.
Supriyanto B. Eko. 2006. Budaya Kerja Perbankan Jalan Lurus Menuju Integritas.
Jakarta: Pustaka LP3ES Indonesia.
Umar, Jaeni. 2003. Panduan Remaja Masjid. Surabaya: CV. Alfa Surya Grafika.
Wirawan Sarlito Sarwono. 2019. Perkembangan Remaja. Jakarta: Rajawali Pers.
Yusuf Muri A. 2014. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif, & Penelitian Gabungan, Jakarata: Kencana.
86
L A M
P
I
R
A
N
87
PEDOMAN WAWANCARA KEPADA REMAJA ISLAM MASJID AL- IMANKELURAHAN PADANG SERAI KOTA BENGKULU
Dengan Skripsi yang berjudul: Integritas Remaja Islam Masjid Al-Iman Kelurahan Padang Serai Kota Bengkulu.
Nama :
Usia :
Jenis Kelamin :
Tempat :
Tanggal :
1. Nilai kejujuran
1) Bagaimana cara anda sebagai anggota RISMA untuk bertindak jujur?
2) Bagaimana cara anda menyampaikan sesuatu yang benar kepada sesama anggota RISMA?
2. Nilai kepercayaan
1) Bagaimana anda menjaga hubungan kerja sama yang baik dengan sesama anggota RISMA?
2) Bagaimana anda yakin dengan perilaku dari kawan sesama anggota RISMA?
3. Nilai keadilan
1) Bagaimana tindakan anda jika salah satu anggota RISMA melanggar peraturan yang ada di RISMA Al-Iman ini?
2) Bagaimana cara anda bertindak adil kepada sesama anggota RISMA?
4. Nilai penghormatan
88
1) Bagaimana cara anda menghormati atau menghargai sesama anggota RISMA?
2) Menurut anda, bagaimana cara bersikap baik sebagai anggota RISMA?
5. Nilai tanggung jawab
1) Menurut anda, bagaimana menjalankan tanggung jawab sebagai seorang anggota RISMA?
2) Bagaimana cara anda mempersiapkan diri untuk menanggung resiko atau kosekuensi dari tanggung jawab sebagai anggota RISMA?
6. Nilai keberanian
1) Bagaimana sikap anda jika mengetahui atau melihat prilaku dan tindakan menyimpang yang dilakukan anggota RISMA yang lain?
2) Bagaimana cara kamu mengakui kesalahan yang kamu lakukan dalam suatu kegiatan RISMA?
89
INDIKATOR WAWANCARA
Aspek Indikator Sub Indikator
Nilai-Nilai Integritas
Kejujuran 1. Kemampuan bertindak jujur 2. Kemampuan
mengkomunikasikan diri
Kepercayaan 1. Menciptakan kerja sama
2. Keyakinan terhadap perilaku orang lain Keadilan 1. Kemampuan berindak
proposional 2. Tidak melanggar
hukum Penghormatan 1. Kemampuan
menghormati orang lain
2. Bersikap baik pada orang lain
Tanggung Jawab
1. Bertanggung jawab pada tugas dan kewajiban
2. Berani menanggung resiko
Keberanian 1. Berani menyampaikan sesuatu yang benar 2. Berani mengakui
kesalahan
90
ANALISIS DATA PROSES INOVASI
Ide Pokok Konseptualisasi Kategorisasi Tematisasi Awang Budiman
Sebagai salah satu anggota dari RISMA ini RISMA Al-Iman Di Kelurahan Padang Serai, jadi cara saya sebagai anggota RISMA untuk beritindak jujur adalah tentunya dengan menerapkan nilai-nilai yang sudah diajarkan dari bangku sekolah dan tentunya dari nilai- nilai pancasila itu sendiri atau pun nilai-nilai keagamaan tentunya sumber kita untuk bertindak jujur itu dari sana
Menanamkan nilai yang sudah diajarkan
sejak dini
Menanamkan sikap jujur dari usia dini
Kognitif
Jadi untuk menjaga hubungan kerja sama yang baik tentunya untuk hubungan kerja sama yang baik itu dimulai dari komunikasi yang baik, jadi sebernarnya yang baik itu kita lebih banyak komunikasi lebih banyak pertemuan itu bisa mendukung hubungan kerja sama yang baik, karena kalau kita Smerasa dekat itu kerjanya nanti semakin enak
Hubungan kerja sama dimulai dari komunikasi yang baik
Hubungan kerja sama dimulai dari komunikasi yang baik dan menyamarataka n
Afektif
91 gitu. Jadi kalau nantinya kita
jarang ketemu jarang teguran seperti kondisi yang sekarang ini jadi kerja sama itu berkurang kalau kita kurang berkomunikasi sesama anggota. Akan tetapi pada saat kegiatan masih ada anggota yang kurang komunikasi antar sesama anggota yang lain sehingga menyebabkan kurangna kerjasama yang baik
Untuk bertindak adil itu sendiri bisa sama-sama saya ketahui bahwasannya itu susah akan tetapi mungkin saya harus tetap berusaha untuk bertindak adil dalam konteks RISMA ini sendiri itu adilnya bisa saya gambarkan pembagian tugas semisal ada acara hari besar, jadi setiap anggota nantinya mendapatkan giliran untuk dibagian tugas tertentu jadi tidak orang-orang itu berada diposisi itu
Bersikap adil terhadap RISMA yang lain agar
mendapatkan giliran dalam kegiatan
Bersikap adil tidak membeda- bedakan
Efektif
Kalau saya menghormati dan menghargai untuk anggota RISMA itu sendiri umur nya tidak sama meskipun saya sudah diatas
Menghormati dan menghargai tanpa pandang umur
Menghormati satu sama lain
Afektif
92 mereka tetapi dalam suatu
lingkup sebagai anggota RISMA jadi tidak ada bawahan tidak ada atasan. Umurnya lebih kecil dari saya tetap saya anggap anggota itu sebaya
Dengan saya melakukan suatu tanggung jawab itu harus didasarkan atau ditanamkan dari dalam diri masing-masing tidak bisa di paksakan dari orang lain atau dari anggota RISMA. Ketika saya telah diberikan tanggung jawab dalam memegang amanah menjadi panitia pada kegiatan RISMA maka saya bertanggung jawab dalam kegiatan tersebut.
Pernah hal nya kejadian hal yang tidak diinginkan ketika sudah diberikan amanah kepada salah satu anggota untuk melaksanakan acara kegiatan RISMA tetapi dia tidak datang sama halnya lepas dari tanggung jawab akan lebih baiknya bisa berkomunikasi dulu supaya tidak terjadi hal seperti ini
Memegang teguh tanggung jawab yang
sudah diberikan
Memegang teguh tanggung
jawab yang sudah diberikan
Kognitif
Berkenaan dengan sikap keberanian kalau dari saya
Berani bersikap tegas Berani bersikap tegas dengan
Kognitif