• Tidak ada hasil yang ditemukan

Waktu dan Tempat Penelitian

BAB III METODE PENELITIAN

C. Waktu dan Tempat Penelitian

Penelitian akan dilaksanakan di UIN Mataram prodi Bimbingan dan Konseling Islam terletak di Jl.Gajah Mada Pagesangan No.100 Jempong Baru,Kec.Sekarbela,kota Mataram,Nusa Tenggara Barat.83116. Waktu penelitian dilakukan fleksibel disesuaikan dengan jam kosong yang mahasiswa punya, sehingga tidak mengganggu kegiatan perkuliahan mahasiswa saat penelitian dilaksanakan. Dengan hal itu peneliti akan mengumpulkan mahasiswa dalam ruang kelas agar

D. Variabel Penelitian

1. Variable Independen (Bebas)

Variabel independen atau bebas merupakan variabel yang mempenaruhi atau yang menjadi sebab perubahanya atau timbulnya variabel dependen ( terikat ).

dalam penelitian yang menjadi variable bebas adalah self esteem yang dimana self esteem adalah evaluasi individu terhadap dirinya secara negative atau pun positif. self esteem adalah bagaimana seorang individu dapat menilai atau mengevaluasi dirinya dengan terbuka dan menerima negatife dan positifnya dengan lapang dada, dengan 2 aspek yaitu penghargaan diri (self respect) dan penerimaan diri (self acceptance).

2. Variable Dependen (Terikat)

Variabel dependen atau variable terikat adalah variable yang di pengaruhi oleh variable independen (terikat). Dalam hal ini yang merupakan variable terikat adalah Motivasi belajar, motivasi dan belajar merupakan dua hal yang saling

33

memengaruhi. Belajar adalah perubahan tingkah laku secara relatif permanen dan secara potensial terjadi sebagai hasil dari praktik atau peguatan(reinforced practice) yang dilandasi tujuan untuk mencapai tujuan tertentu.

E. Desain Penelitian

Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah korelasional yang dimana memiliki tujuan Untuk menyatakan ada atau tidaknya hubungan antara variabel X dengan variabel Y dan Untuk menyatakan besarnya sumbangan variabel satu terhadap yang lainnya yang dinyatakan dalam persen.

penelitian korelasional (Correlational Studies) merupakan penelitian yang dimaksudkan untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara dua atau beberapa variabel. Ciri dari penelitian korelsiaonal adalah bahwa penelitian tersebut tidak menuntut subyek penelitian yang terlalu banyak.

F. Instrumen Penelitian a. Instrument Self-Esteem

Dalam penelitian ini Self esteem diukur mengunakan skala yang diadaptasi dari rosenberg self esteem scale.73 Reabilitas Gutman yang dilaporkan adalah rxxi=0,92, Intrumen ini memiliki nomor Aspek Favorabel lima (1, 3, 4, 7, 10) dan Unfavorabel lima (2,5,6,8,9) Instrument ini memiliki empat

penskorannya peneliti memberikan penilaian tertinggi pada -skor tersebut kemudian dihitung, dengan proporsi item dengan ketentuan sebagai berikut:

73 Rosenberg, Conceiving the Self,( New York: Basic Books ,1979)

34

Tabel 3.2 Skor jawaban peryataan favoriable dan unfavoriable.

Tabel 3.3 Kisi-kisi instrument self esteem

b. Instrument motivasi belajar

Instrument yang digunakan untuk mengukur motivasi belajar yang diadaptasi dan modifikasi dari skripsi milik Ely Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Tunanetra Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan

Alternatif Jawaban

Skor favoriable

Skor

unfavoriable

Sangat Setuju 4 1

Setuju 3 2

Tidak Setuju 2 3

Sangat Tidak Setuju

1 4

Variable Aspek Nomor item

pernyataan/pertanyaan

Jumlah Favoriable (+) Unfavoriable (-)

Self esteem Self respect 1,4 3,5

4

Self

acceptence

2,6,7,8 9,10 6

35

Kalijaga Yogyakar 74dengan Reabilitas yang didapatkan adalah 0,829 lebih besar dari 0,6 (> 0,6), yang menunjukkan data tersebut reliable. menggunakan teori milik Hamzah B Uno yang menyebutkan hakikat motivasi belajar adalah dorongan internal dan eksternal pada siswa siswa yang sedang belajar untuk mengadakan perubahan tingkah laku, dengan indikator atau unsur yang mendukung, instrument asli berisi 25 pernyataan dimana seluruh pernyataan adalah Favorable (+) untuk mengukur motivasi belajar mahasiswa tanpa ada perubahan dalam kalimat instrument yang di adaptasi.

Tabel 3.4 kisi-kisi instrument motivasi belajar

74 Ely Ma Pengaruh Konsep diri terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Tunanetra Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga

(Skripis UIN Sunan Klijaga, Yogyakarta, 2010)

No Indikator No Item Jumlah 1. Adanya hasrat

dan keinginan untuk berhasil

1,2,3,4,5 5

Adanya dorongan dan kebutuhan dalam belajar

6,7,8,9,10 5

Adanya harapan dan cita-cita masa depan

11,12,13,14,15 5

2. Adanya penghargaan dalam belajar

16,17,18,19,20 5

Adanya kegiatan yang menarik

21,22,23,24,25 5 25

36 G. Teknik Pengumpulan Data

Instrumen pengumpulan data adalah alat bantu yang dipilih dan digunakan oleh peneliti dalam kegiatannya mengumpulkan agar kegiatan tersebut menjadi sistematis dan dipermudah olehnya.75 Adapun tehnik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengetahui Hubungan Motivasi belajar dengan Self esteem pada anggota PMII Rayon al-Ghazali sebagai berikut : 1. Kuesioner ( Angket )

Kusioner merupakan tehnik penumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden untuk dijawabnya.76Dengan begitu dalam penelitian akan menggunakan dua angket yaitu angket motivasi belajar dan angket self esteem yang peneliti adaptasi.

Angket motivasi belajar diadaptasi dari skripsi milik Ely Terhadap Motivasi Belajar Mahasiswa Tunanetra Fakultas Tarbiyah Dan Keguruan Universitas Islam Negeri Sunan angket self esteem diadaptasi dari RSE Rosenberg Self esteem Scale yang berisi 10 pernyataan jadi total pernyataan dalam angket penelitian adalah 35 pernyataan.

2. Observasi

Observasi merupakan kegiatan pemuatan penelitian terhadap suatu objek. Apabila dilihat pada proses pelaksanaan pengumpulan data, observasi dibedakan menjadi partisipan dan non - partisipan.77 Jadi dalam penelitian ini observasi digunakan untuk mengetahui gambaran dari self esteem pada anggota Rayon Al-Ghazali.

Observasi yang peneliti gunakan dalam penelitian ini adalah observasi partisipatif yaitu, observasi yang didalamnya

75 Suharsimi Arikunto. Prosedur penelitian. Jakarta: CV. Rineka cipta, 2013.

hal. 134

76 Sugiyono. Metode penelitian pendidikan. (Bandung: CV. Alfabeta, 2014), hal.

199

77 Ibid. hal. 203

37

pengamat ikut serta dalam kegiatan yang sedang berlangsung.78 pengamat ikut sebagai peserta yang dimana dalam hal ini berupa diskusi mingguan dan pelatihan dalam Rayon. Dengan aspek- aspek yang diobservasi sebagai berikut:

a. Keaktifan saat diskusi Rayon(bertanya atau menanggapi) b. Public speaking saat diskusi

H. Teknik Analisis Data

Untuk mendapatkan data yang valid berikut beberapa teknik analisis yang akan penguji gunakan yaitu :

1. Uji Normalitas

Uji normalitas data digunakan untuk mengetahui apakah data yang bersangkutan berdistribusi normal atau tidak, yang mana uji normalitas data ini digunakan sebagai persyaratan pengujian hipotesis.79 Pengujian datanya menggunakan metode One Sample Kolmogorov-Smirnov test. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 16.0 for windows. Adapun ketentuannya adalah:

a. Apabila nilai sig normal.

b. Apabila nilai signifikan > 0,05 maka data tidak berdistribusi normal.

2. Uji Linieritas

Uji linearitas ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel linear atau tidak. 80 Jika nilai sig. Deviation form linearity > 0,05, maka terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y). Sedangkan jika nilai sig. Devition form linearity < 0,05, maka tidak dapat hubungan yang linear antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).

78 Ibid

79Ratna Wijayanti ,Rizal Noviansyah,Bahtiar Riza,Metode Penelitian Kuantitatif,(Jawa Timur:Widya Gama:2021)h.85

80 Sudjana.Teknik Analisis Regresi dan Korelasi (Bandung : Tarsito,2003),h.

365

38 3. Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis penelitian ini dilakukan untuk mengetahui apakah ada hubungan signifikan antara motivasi belajar dengan self esteem, untuk uji hipotesis diolah dengan analisis perhitungan manual dan analisis program SPSS 16.0 melalui uji korelasi menggunakan uji pearson correlation, Penghitungan koefision korelasi dimaksudkan untuk mengetahui derajat hubungan antara variable independent terhadap variable dependen dengan rumus sebagai berikut:81

X : Variabel Independen (Terikat) Y : Variabel Dependen (Bebas) n : Banyak sampel

Tabel 3.5

Patokan Hasil Perhitungan Koefisien Korelasi

Harga r Interprestasi

0,01-0,20 Korelasi Sangat rendah

0,20-0,40 Rendah

0,40-0,70 Sedang

0,70-0,90 Tinggi

0,90-1,00 Sangat Tinggi

I. Jadwal Kegiatan Penelitian

Jadwal penelitian yang meliputi persiapan, pelaksanaan, dan pelaporan hasil penelitian. Jadwal penelitian maksimal 2 bulan.

1. Tahap persiapan penelitian

a. Peneliti membaca dan mempelajari dan memahami studi pendahuluan dan kajian pustaka.

b. Pada tahap awal, kegiatan yang akan dilakukan yaitu:

81 Ibid.,h.369

39

c. menyusun angket motivasi belajar dan angket self esteem.

2. Tahap pelaksanaan penelitian yakni meliputi pelaksanaan penyebaran angket.

3. Tahap terakhir peneliti menganalisis data serta menyimpulkan hasil peneliti.

BAB IV

Hasil Penelitian Dan Pembahasan A. Deskripsi Lokasi Penelitian

Rayon Al-Ghazali adalah salah satu rayon PMII yang berada dibawah naungan fakultas dakwah dan komunikasi komisariat UIN Mataram. UIN Mataram Fakultas Dakwah Dan Ilmu Komunikasi (FDIK) terletak di Jl.Gajah Mada Pagesangan No.100 Jempong Baru,Kec.Sekarbela,kota Mataram,Nusa Tenggara Barat.83116. 82

Rayon terbentuk secara resmi pada tanggal 23 november 2009 dengan ketua rayon pertama adalah senior alumni Hakan Syukur, hingga kini pada tahun 2022 rayon al-ghazali telah memasuki kepengurusan baru dengan populasi sebanyak 150 anggota aktif dalam kegiatan rayon.83

B. Gambaran Responden Penelitian

Responden dalam penelitian ini merupakan pengurus rayon dan anggota rayon yang datang dari berbagai jurusan di FDIK dengan jumlah 150 anggota.84 Peneliti mengambil sampel berdasarkan karakteristik yang sudah peneliti tetapkan, berdasarkan stratified sampeling tersebut setiap kateogori akan diambil 20% dari setiap populasi dengan itu peneliti menetapkan mengambil, 10 sampel mahasiswa Bimbingan dan Konseling Islam (BKI) dari 50 populasi, 10 sampel mahasiswa Komunikasi Penyiaran Islam (KPI) dari 50 populasi, 3 mahasiswa Pengembangan Masyarakat Islam (PMI) dari 15 populasi, dan 7

82 nisasi Dalam Pembinaan Skill Mahasiswa Melalui

Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Rayon Al-Ghazali Komisariat Universitas (Skripsi UIN Mataram, Mataram, 2021 )h.23

83 Ibid

84 Arsip Keanggotaan Rayon Al-Ghazali masa khidmat 2022-2023

40

mahasiswa Manajemen Dakwah (MD) dari 35 populasi, dengan itu populasi yang diambil oleh peneliti berjumlah total 30 mahasiswa.

C. Hasil penelitian

Berdasarkan penelitian yang sudah peneliti lakukan, peneliti mendapatkan hasil sebagai berikut :

1. Deskripsi data variable self esteem dan motivasi belajar Penelitian ini menggunakan analisis data statistik deskriptif, data yang akan diperoleh berupa rata-rata (Mean), standar deviasi (SD), nilai maksimum, nilai minimum, selisih nilai maksimum dengan nilai minimum (Range), dan jumlah skor total (Sum). Perhitungan dibantu dengan program komputer Statistical Product and Service Sulotion (SPSS) versi 16.0 for windows.Sedangkan menurut Djemari Mardapi (2008) untuk perhitungan nilai kecenderungan instrumen angket menggunakan batasan-batasan sebagai berikut. 85

Sangat rendah = X < Me 1,0 SDi 1,0 SDi Tinggi = Me + 1

1,0 SDi Dimana: Me (nilai rata-rata ideal) = ½ (nilai tertinggi + nilai terendah) SDi (Standar Deviasi ideal) = 1/6 (nilai tertinggi nilai terendah).

Data varaibel motivasi belajar dan self esteem diukur dengan menyebarkan angket kepada 30 anggota Rayon Al- Ghazali dengan variable motivasi belajar berisi 25 pernyataan yang diadaptasi tanpa di modifikasi oleh peneliti dan variavel self esteem menggunakan RSE (Rosenberg Self esteem Scale) yang berisi 10 pernyataan diadaptasi oleh peneliti tanpa di modifikasi. Pada penelitian ini, peneliti mengkategorikan Self esteem dan motivasi belajar dari responden menjadi tiga kategori yaitu tinggi, sedang, dan rendah. Kategori ini didasari atas asumsi bahwa data hasil penelitian berdistribusi normal.

85 Djemari Mardapi, Teknik Penyususnan Instrumen tes dan nontes(Yogyakarta:Mitra Cendikia Press,2008)h,123

41

Penerapannya terutama bila jumlah subjek dalam kelompok yang hendak didiagnosis tidak begitu besar.86

Tabel 4.1 Descriptive Statistics

a. Varibel Self esteem

Tabel 4.2

Data Deskripsi Variabel Self esteem

Statistik Nilai

Mean (M) 28

Standar Deviasi 3

Untuk mengetahui kategori rendah, sedang dan tinggi, maka digunakan rumus sebagai berikut:

1) Kategori Tinggi = M + 1 SD > = X

= 28+ 3 > = X

= 31> = X

2) Kategori Sedang = M SD < = X < M + 1 SD

= 28 3 > = X < 31

= 25 < = X < 31

3) Kategori Rendah = X < M 1 SD= X < 25

86 Penyusunan skala Psikologi , (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014), h. 154.

N Min Max Mean

Std.

Deviation

Self esteem 30 22 33 28 3

Motivasi

belajar 30 70 108 93 9

Valid N (listwise)

30

42

Agar lebih jelas tentang kategori skor pada variabel self esteem di atas bisa dilihat pada tabel dibawah.

Tabel 4.3 Kategori Self esteem

Kategori Skor Frekuensi Persentase (%)

Rendah X < 25 8 26,7 %

Sedang 25 < = X < 31 18 60,0 %

Tinggi 31 > = X 3 13,3%

Total 30 100 %

Dari hasil analisis data di atas menjelaskan bahwa responden dengan self esteem rendah berjumlah 8 orang atau 26,7%. Responden yang memiliki self esteem sedang berjumlah 18 orang atau 60,0% dan reponden yang memiliki self esteem tinggi berjumlah 3 orang atau 13,3%.

Maka dapat disimpulkan self esteem yang dimiliki anggota Rayon berada dalam kategori sedang.

b. Motivasi belajar

Kemudia, data deskriptif dan kategori skor yang dipaparkan berikutnya yaitu variable motivasi belajar.

Tabel 4.4

Data Deskripsi Variabel Motivasi belajar

Statistik Nilai

Mean (M) 93

Standar Deviasi (SD) 9

Untuk mengetahui kategori rendah, sedang dan tinggi, maka digunakan rumus sebagai berikut:

1) Kategori tinggi = M + 1 SD > = X

= 93 + 9 > = X

= 102 > = X

2) Kategori sedang = M SD < = X < M + 1 SD

= 93 9 < = X < 102

= 84 < = X < 102

43

3) Kategori rendah = X < M 1 SD

= X < 84

Agar jelas tentang kategori skor pada variabel perilaku imitasi di atas bisa dilihat pada tabel di bawah ini.

Tabel 4.5 Kategori Motivasi belajar

Kategori Skor Frekuensi Persentase (%)

Rendah X < 84 4 13,3 %

Sedang 84 < = X < 102 21 70,0 %

Tinggi 102 > = X 3 16,7 %

Total 30 100 %

Dari hasil analisis data di atas menjelaskan bahwa responden dengan motivasi belajar rendah berjumlah 4 orang atau 13,3%. Responden yang memiliki motivasi belajar sedang berjumlah 21 orang atau 70,0%, dan yang berada dalam kategori tinggi berjumlah 3 orang atau 16,7%. Maka dapat disimpulkan bahwa motivasi yang dimiliki oleh anggota Rayon berada dalam kategori sedang.

2. Analisi Data

Sebelum uji hipotesis dengan uji korelasi, peneliti melakukan uji normalitas dan uji lineritas sebagai syarat agar dapat menganalisis ketahap uji korelasi. Pada uji normalitas, uji linearitas, uji korelasi akan di bantu menggunakan SPSS versi 26.

a) Uji Normalitas

Peneliti menggunakan kolmogrov smirnov dengan bantuan SPS. Jika nilai signifikasi p > 0,05 maka dapat disimpulkan berdistribusi normal, sedangkan p < 0,05 maka

44

dapat disimpulkan berdistribusi tidak normal. Penjelasan hasil uji normalitas variabel Motivasi Belajar (X) dan Self esteem (Y), yang digambar pada tabel berikut:

Tabel 4.1 Uji Normalitas

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 30

Normal Parametersa Mean .0000000

Std. Deviation 3.14327907 Most Extreme Differences Absolute .148

Positive .093

Negative -.148

Kolmogorov-Smirnov Z .813

Asymp. Sig. (2-tailed) .524

Berdasarkan hasil uji normalitas yang dilakukan melalui uji Kolmogorov-smirnov test didapatkan nilai sig sebesar 0,813. Hal ini menunjukan bahwa nilai sig > 0,05 (0,83 > 0,05) yang berarti bahwa data penelitian ini terdistribusi normal dan dapat diujikan.

b) Uji Linieritas

Uji linearitas ini dilakukan untuk mengetahui hubungan antara dua variabel linear atau tidak. Jika nilai sig.

Deviation form linearity > 0,05, maka terdapat hubungan yang linear antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).

Sedangkan jika nilai sig. Devition form linearity < 0,05, maka tidak dapat hubungan yang linear antara variabel bebas (X) dan variabel terikat (Y).

45

Tabel 4.2 Linieritas

ANOVA Table

Sum of Squares df

Mean

Square F Sig.

self esteem * Motivasi Belajar

Between Groups

(Combined) 205.667 20 10.283 .662 .789 Linearity 58.974 1 58.974 3.796 .083 Deviation

from Linearity 146.693 19 7.721 .497 .905 Within Groups 139.833 9 15.537

Total 345.500 29

Berdasarkan uji linier yang dilakukan pada data penelitian didapatkan nilai signifikan linearity sebesar 0,905.

Hal ini menunjukan bahwa nilai sig > 0,05 yang berarti bahwa data penelitian ini menunjukan hubungan yang linier.

c) Uji Hipotesis

Peneliti melakukan uji hipotesis. Hipotesis alternatif (Ha) yaitu terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X terhadap variabel Y, sedangkan hipotesis nol/nihil (Ho) tidak terdapat hubungan yang signifikan antara variabel X dan variabel Y. Untuk menguji hipotesis tersebut, dapat probabilitas atau signifikansi < 0,05, maka Ho ditolak dan Ha ifikansi > 0,05, maka Ho diterima dan Ha ditolak.

Tabel 4.3 Uji Korelasi

Correlations

Motivasi Belajar self esteem Motivasi

Belajar

Pearson Correlation 1 .434*

Sig. (2-tailed) .017

N 30 30

self esteem Pearson Correlation .434* 1

46

Sig. (2-tailed) .017

N 30 30

*. Correlation is significant at the 0.05 level (2-tailed).

Berdasarkan hasil uji hipotesis yang dilakukan dengan melalui uji korelasi menggunakan uji pearson correlation maka didapatkan nilai sig sebesar 0,017. Hal ini berarti nilai sig < 0,05, yang berarti bahwa Ha di terima.

Berdasarkan hal tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penelitian ada hubungan positif antara motivasi belajar dengan self esteem pada anggota PMII Royan Al-Ghazali.

Hubungan tersebut menunjukan besar hubungan 0,43 yang berarti hubungan tersebut dalam kategori sedang.

D. Pembahasan

Dari hasil analisis data di atas menjelaskan bahwa responden dengan self esteem rendah berjumlah 8 orang atau 26,7%. Responden yang memiliki self esteem sedang berjumlah 18 orang atau 60,0% dan reponden yang memiliki self esteem tinggi berjumlah 3 orang atau 13,3%. Maka dapat disimpulkan self esteem yang dimiliki anggota Rayon berada dalam kategori sedang. Dari hasil analisis data di atas menjelaskan bahwa responden dengan motivasi belajar rendah berjumlah 4 orang atau 13,3%. Responden yang memiliki motivasi belajar sedang berjumlah 21 orang atau 70,0%, dan yang berada dalam kategori tinggi berjumlah 3 orang atau 16,7%. Maka dapat disimpulkan bahwa motivasi yang dimiliki oleh anggota Rayon berada dalam kategori sedang.

Berdasarkan hasil uji normalitas yang dilakukan melalui uji Kolmogorov-smirnov test didapatkan nilai sig sebesar 0,813. Hal ini menunjukan bahwa nilai sig > 0,05 (0,83 > 0,05) yang berarti bahwa data penelitian ini terdistribusi normal dan dapat diujikan, dengan hasil uji linier yang dilakukan pada data penelitian didapatkan nilai signifikan linearity sebesar 0,905. Hal ini menunjukan bahwa nilai sig > 0,05 yang berarti bahwa data penelitian ini menunjukan hubungan yang linier.

47

Dan hasil uji kolerasi person diketahui bahwa self esteem dan motivasi belajar memiliki hubungan yang signifikan, karena nilai signifikansinya terdapat pada 0,017 (sig < 0,05). Maka dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima, dimana terdapat hubungan antara motivasi belajar dengan self esteem pada anggota Rayon Al-Ghazali, berdasarkan harga r yang dimana hubungan kedua variable terbilang sedang yaitu 0,43. Hal tersebut berarti hubungan self esteem dengan motivasi belajar hanya berada pada tahap sedang, yang dimana terdapat faktor lain yang dapat mempengaruhi tingkat motivasi belajar pada mahasiswa selain dari self esteem mereka sendiri.

Self esteem merupakan kebutuhan yang harus ada pada setiap individu. Harga diri sebagai suatu proses yang terjadi sepanjang hidup individu untuk melakukan penilaian atau evaluasi terhadap kualitas hidupnya. Penilaian atau evaluasi diri ini dapat merupakan penilaian yang positif maupun penilaian negatif. Hal serupa juga dikemukakan oleh Baron dan Byrne yang berpendapat bahwa self esteem adalah evaluasi diri yang dibuat oleh setiap individu, sikap seorang terhadap dirinya sendiri dalam rentang dimensi positif-negatif.87 Self-Esteem dalam bimbingan dan konseling merupakan bagian dari bimbingan pribadi. Akan tetap, dalam pelaksanaannya masih mengalami kesulitan dan hambatan.

Salah satu hambatan itu muncul karena keadaan dunia pendidikan di Indonesia yang masih dalam taraf perkembangan dalam kehidupan individu yang sangat rentan akan keadaan dirinya.

Sebagian juga karena sikap keluarga yang banyak menuntut atau kurang mendukung dalam psikis anak.88 Sebagian yang sangat penting juga karena sikap seseorang itu sendiri yang kurang mampu mengenali diri sendiri, mengatur diri sendiri, dan menerima dirinya sendiri. 89

87 self esteem melalui Layanan Konseling

1, Nomor 1, 2020, Hal. 6 -12.

88 Ibid

89 Ibid

48

Aspek terakhir dari motivasi belajar adalah adanya kegiatan yang menarik, aspek tersebut merupakan aspek eksternal yang dimana, organisasi masuk dalam aspek tersebut. Organisasi berperan sebagai pendorong bagi mahasiswa, hal tersebut dibuktikan dengan penelitian dari Syahrani dkk yang menghasilkan, keaktifan berorganisasi pada mahasiswa membawa dampak positif seperti: publick speaking yang meningkat, manajemen waktu yang baik serta good relationship yang terjalin.90Keberhasilan pembelajaran bisa terwujud, jika ditentukan oleh kualitas manajemennya.91 Suharsimi Arikunto mengatakan bahwa keberhasilan pembelajaran tergantung pada mutu pengelolaan pembelajaran. Pengelolaan pembelajaran adalah kegiatan yang meliputi tiga hal, yaitu: Merencanakan pembelajaran, melaksanakan pembelajaran, dan mengevaluasi hasil belajar.92

Semakin baik kualitas manajemen pembelajaran, semakin efektif pula pembelajaran tersebut dapat tercapai sasaran. Individu yang memiliki motivasi belajar yang tinggi paham bagaimana caranya mengelola pembelajarnnya sesuai dengan kebutuhannya dan gaya belajarnya sendiri, setiap orang memiliki cara uniknya sendiri untuk belajar dan terus berkembang dengan self esteem yang ada dalam dirinya maka dia akan lebih paham bagaimana cara yang tepat untuknya dalam menjalankan proses belajar terutama saat masa pandemic lalu.

Dalam hal ini self esteem memberikan pengaruh yang cukup segnifikan terhadap motivasi belajar yang dimiliki seseorang, hal ini sejalan dengan penelitian yang dilakukan oleh Abas dan Fani bahwa ada pengaruh signifikan antara self esteem dan prestasi belajar semaki tinggi self esteem atau penerimaan terhadap dirinya maka semakin bagus prestasi belajar yang

90

Mahasiswa Program Studi Teknologi Laboratorium Medis Politeknik Kesehatan h.162

91 Suharsimi Arikunto. Prosedur penelitian. Jakarta: CV. Rineka cipta, 2013.

hal. 134

92 Ibid

49

dimiliki.93Hal itu membuktikan bahwa secara tidak langsung self esteem berhubungan erat dengan motivasi belajar karena seorang dengan prestasi belajar yang baik tidak mungkin tidak memiliki motivasi belajar yang baik juga, dalam teorinya Mruk yang mengatakan bahwa self estem membantu individu untuk memiliki pandangan terhadap dirinya secara positif maupun negatif, dan hal tersebut akan memunculkan adanya keinginan individu untuk berada pada sebuah kompetensi dan worthiness dan menekankan individu untuk mampu menyelesaikan tantangan dan menganggap bahwa dirinya berharga dalam kehidupan ini. Jadi ketika individu mengalami kegagalan maka seorang individu akan menganggap kegagalan tersebut sebagai tantangan yang harus bisa dilwatinya bukan untuk berhenti berusaha, individu yang tau kompetensi yang dimilikinya dapat menilai sejauh mana usaha yang telah dilakukannya sehingga dia dapat memetakan rencananya untuk ke depannya agar tidak terjadi kegagalan lagi.

Dengan adanya keinginan untuk terus berubah setiap harinya menjadi lebih baik, perilaku tersebut mencerminkan bagaimana tingkat self esteem pada seseorang, Self esteem yang berlebihan atau yang terlalu rendah pada seseorang akan menampakkan perilaku yang kontradiksi, seseorang dengan self esteem yang terlalu tinggi akan membuatnya terlalu narsis dimana hal tersebut akan membuatnya menjadi orang yang egois dan selalu merasa benar dengan apa yang dikatakan dan lakukan, berbanding terbalik dengan orang yang memiliki self esteem yang sangat rendah akan merasa dirinya sebagai beban dan selalu menyalahkan dirinya atas kegagalan yang didapatnya dan hal tersebut membuatnya mengalami stress berat bahkan depresi dan mempengaruhinya dalam kehidupan sosial yang dijalaninya.

Manusia cenderung untuk memiliki keinginan besar untuk dihargai tapi untuk mendapatkan hal tersebut dengan memiliki kompetensi yang baik terutama dalam menentukan segala keputusan yang diambilnya. Perasaan ingin dihargai tersebut telah

93 self efficacy dan self esteem

Jurnal Ilmiah Indonesia, Vol.4, Nomor12, Desember 2019,h.15.

Dokumen terkait