• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II KAJIAN PUSTAKA

B. Kajian Teori

1. Zakat

a. Pengertian Zakat

Menurut bahasa, lafaz zakaah berarti tumbuh dan berkah serta banyaknya kebajikan. Apabila dikatakan zakaa az-zar’u, maka berarti tanaman itu tumbuh. Dan apabila dikatakan zakaa zaidun, maka berarti si Zaid itu banyak kebajikannya.6

Arti lain zakat dari segi bahasa yakni “pengembangan”. Harta yang dibayarkan zakatnya, akan memberi berkah kepada sisa harta sehingga secara kualitatif lebih berguna walaupun secara kuantitatif berkurang, sebagaimana diisyaratkan dalam firman Allah SWT di dalam Al-Qur‟an:

ّج ك َد َّ ٰ صلا ى ّب ْرِي َو ايٰة ّ رلا ِ ه

للّٰا ِق َح ْمَي

. . .

٢٧٦

Artinya: “Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah ...”.

(QS. Al-Baqarah (2) : 276) 7

Zakat juga memiliki arti “penyucian”. Harta yang telah dikeluarkan zakatnya membuat sisanya menjadi suci dari hak orang lain yang mana Al-Qur‟an melarang untuk memakainya. Allah SWT berfirman:

َ ا آْ ْي ِ ل ِ

ك ْ أَح ا َ ّل ّطاَب ْ ل َو

لاّة ْم ِ كَنْيَة ْم ِ

ك َ لا َي ْم

. . .

١٨٨

6 Imam Taqiyuddin Abu Bakar Bin Muhammad Al-Husaini, Kifayatul Akhyar, terj. Syarifuddin Anwar dan Mishbah Mushtafa (Surabaya: CV. Bina Iman, 2007), 386.

7 Khoirul Abror, Fiqh Zakat dan Wakaf (Bandar Lampung: Permata, 2019), 1.

Artinya: “Dan janganlah sebahagian kamu memakan harta sebahagian yang lain diantara kamu dengan jalan yang bathil ...”. (QS.

Al-Baqarah (2) : 188) 8

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), zakat ialah sejumlah harta tertentu yang harus dikeluarkan oleh orang Islam dan diberikan kepada yang berhak menerimanya (fakir, miskin, dll) berdasarkan ketentuan yang sudah ada.9 Jumlah harta yang dimaksud juga sudah diatur, khususnya di dalam banyak hadits Nabi Muhammad SAW. Sedangkan yang dimaksud dengan orang Islam, tidak semua orang Islam terkena wajib zakat (kecuali zakat fitrah) melainkan hanya untuk mereka yang memiliki kemampuan atau tergolong ke dalam golongan orang-orang kaya.10

Zakat menurut Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 Pasal 1 Angka (2) adalah harta yang wajib dikeluarkan oleh seseorang yang beragama Islam atau badan usaha untuk diberikan kepada yang berhak menerimanya sesuai dengan syariat Islam.11

Menurut istilah, zakat ialah mengeluarkan sebagian harta tertentu yang oleh Allah SWT telah diwajibkan untuk diberikan kepada golongan yang berhak menerimanya, dengan ukuran dan haul tertentu, serta memenuhi syarat dan rukunnya. Zakat merupakan ibadah yang bernilai ganda, yakni hablun minallah (vertikal) dan

8 Abror, 1.

9 “Zakat”, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) Kamus Versi Online/Daring (Dalam Jaringan), https://kbbi.web.id/zakat.

10 Kementrian Agama Republik Indonesia, Panduan Zakat Praktis, 13.

11 Presiden Republik Indonesia. Undang-Undang No. 23 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Zakat, Pasal 1 Angka (2).

hablun minannas (horizontal), dimensi ritual dan sosial. Artinya, orang yang selalu membayar zakat, keimanan dan ketaqwaannya kepada Allah SWT akan meningkat dan menumbuhkan rasa kepedulian sesama manusia, serta membangun hubungan sosial kemasyarakatan.12

Ulama ahli fiqih memandang bahwa zakat merupakan ibadah yang menempati posisi kedua dalam Islam. Dari segi fiqih, zakat bermakna “Sejumlah harta tertentu yang telah diwajibkan oleh Allah SWT diberikan kepada orang-orang yang berhak menerimanya”.

Maka dari itu ulama ahli fiqih selalu membahas zakat dalam bahasan ibadah, setelah pembahasan shalat. Hal ini disesuaikan dengan apa yang ada di dalam Al-Qur‟an dan hadits.13

Di dalam Al-Qur‟an terdapat beberapa kata yang dipergunakan untuk menunjukan makna zakat walaupun mempunyai arti yang berbeda dengan zakat, yaitu infaq, sedekah, dan hak, sebagaimana dinyatakan dalam surah At-Taubah ayat 34, 60, dan surah Al-An‟aam ayat 141.

. . .

ّ ه

للّٰا ّلْيّب َس ْيّف ا َى َنْيِلّفْنِي اَلَو َث َّضّف ْ

لا َو َب َو َّ

ذلا َ ن ْو ِذّن ْ

كَي َنْي ّذ َّ

لا َو ْم ِو ْه ّ َِبَبفَ

فٍَمْيّل َ ا ٍبا َ

ذ َعّة ٣٤

Artinya: “... Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak meninfaq-kannya pada jalan Allah, maka

12 Kementrian Agama Republik Indonesia, Panduan Zakat Praktis, 12.

13 Kementrian Agama Republik Indonesia, Panduan Zakat . . . , 13.

beritahukanlah kepada mereka (bahwa mereka akan mendapatkan) siksa yang pedih”. (QS. At-Taubah (9) : 34)

ىّف َو ْم ِهِب ْي ِ ل ك ّث ِ ف َ َّ

ل َؤ ِم ْ

لا َو ا َىْي َ

لَع َنْي ّل ّم ٰع ْ

لا َو ّنْي ّك ٰس َم ْ

لا َو ّءۤا َر ل َ ف ِ ْ

لّل ِج ك َد َّ ٰ صلا اَمَّنّا ٌمْي ّلَع ِ للّٰا َو ّ ه ه

للّٰا َن ّ م ًث َضْي ّر َ

ب ّلْيّب َّسلا ّنْةا َو ّ ه

للّٰا ّلْيّب َس ْيّف َو َنْيّم ّر ٰغ ْ لا َو ّبا َ

ك ّ رلا ٌمْي ّك َح ٦٠

Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, untuk membebaskan orang yang berutang, untuk jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah (9) : 60)

. . .

ٖۖ هّدا ُص َح َم ْيَي ٗه ل َح ا ْيِح َّ ٰ ا َو

. . .

١٤١

Artinya: “... Dan berikanlah haknya (zakatnya) pada waktu memetik hasilnya ...”. (QS. Al-An‟aam (6) : 141)

Kata-kata tersebut digunakan dengan maksud zakat karena memiliki kaitan yang sangat erat dengan zakat. Zakat disebut infaq seperti di dalam surah At-Taubah ayat 34, karena zakat itu adalah penyerahan harta untuk kebajikan-kebajikan yang diperintahkan oleh Allah SWT. Disebut sedekah seperti di dalam surah At-Taubah ayat 60, karena salah satu tujuan zakat adalah untuk mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT. Kemudian zakat disebut hak seperti di dalam surah Al-An‟aam ayat 141, karena memang zakat merupakan

ketetapan yang sifatnya pasti dari Allah SWT yang harus diberikan kepada mereka yang berhak menerimanya.14

b. Landasan Hukum Zakat

Sebagai rukun Islam yang ketiga, zakat memiliki rujukan dan dasar hukum yang kuat yaitu Al-Qur‟an dan hadits. Ayat-ayat Al- Qur‟an mengenai zakat ada yang turun di Makkah dan ada pula yang turun di Madinah. Ayat-ayat Al-Qur‟an dan hadits-hadits Nabi Muhammad SAW tentang zakat, kesemuanya hadir dalam bentuk umum/global. Hal ini menunjukkan bahwa Allah SWT ingin agar zakat itu selalu dinamis, senantiasa variatif, dan produktif sepanjang masa. Allah SWT hanya memberi rambu-rambu secara umum agar manusia mempunyai ruang gerak yang cukup untuk berfikir dan berkreasi dalam mengembangkan zakat untuk pemberdayaan ekonomi umat.15

Diantara ayat-ayat Al-Qur‟an yang menjadi dasar hukum pelaksanaan zakat adalah sebagai berikut: 16

1) “Perumpamaan orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh butir pada tiap-tiap butir ...”. ( QS. Al-Baqarah (2) : 261)

2) Allah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman agar mengeluarkan sebagian harta bendanya untuk kebaikan dari harta

14 Didin Hafidhuddin, Zakat Dalam Perekonomian Modern (Depok: Gema Insani, 2008), 8-9.

15 Kementrian Agama Republik Indonesia, Panduan Zakat Praktis, 14-15.

16 Kementrian Agama Republik Indonesia, Panduan Zakat . . . , 15.

bendanya yang baik-baik, bukan dari harta benda yang buruk- buruk. (Al-Baqarah (2) : 267)

3) “Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku‟lah beserta orang-orang yang ruku‟ ”. ( QS. Al-Baqarah (2) : 43)

4) Zakat mempunyai fungsi sosial di dalam masyarakat. Keserakahan dan kedzaliman seseorang tidak bisa ditolerir apabila ia telah memakan dan menguasai harta anak yatim. (QS. An-Nisa‟ (4) : 10)

5) “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, mengerjakan amal shalih, mendirikan shalat dan menunaikan zakat, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati”. (QS. AI-Baqarah (2) : 277) Bukan hanya Al-Qur‟an, hadits-hadits Nabi Muhammad SAW juga banyak yang berbicara tentang dalil zakat dan segala sesuatu yang berkaitan dengan zakat. Diantaranya sebagai berikut: 17

1) Dari Anas RA, seorang laki-laki datang kepada Rasulullah SAW dan bertanya, “Wahai Rasulullah, saya memiliki kekayaan yang cukup banyak, beritahukanlah kepadaku, bagaimana aku harus berbuat untuk membelanjakan kekayaan itu ?”. Jawab Rasulullah SAW, “Keluarkan zakat dari kekayaanmu, maka zakat itu merupakan kesucian dan mensucikan kamu. Dengan zakat itu pula kamu dapat menyambung persaudaraan dan mengetahui hak fakir- miskin, tetangga, dan pengemis”.

2) Dari Abu Hurairah, Nabi SAW bersabda: “Tidak ada orang yang memiliki simpanan kekayaan yang tidak mau memberikan zakatnya, kecuali kekayaan itu dibakar di api neraka jahannam yang kemudian dijadikan kepingan-kepingan guna menyetrika kedua lambung dan dahinya sampai Allah SWT menghukum hamba-hamba-Nya pada hari kiamat yang lamanya diperkirakan

17 Kementrian Agama Republik Indonesia, Panduan Zakat . . . , 17-18.

lima puluh tahun kemudian baru akan diketahui nasibnya, apakah ia ke surga atau ke neraka”. (HR. Bukhari)

3) Nabi SAW bersabda: “Barang siapa diberi Allah SWT kekayaan tetapi tidak menunaikan zakatnya, maka pada hari kiamat nanti kekayaan itu akan dirupakan ular jantan yang besar kepalanya (disebabkan banyak bisanya) yang memiliki dua titik hitam di atas matanya, dan ular itu akan membelit orang itu, seraya berkata

“Akulah kekayaanmu dan akulah harta bendamu” ”. (HR. Muslim) c. Syarat dan Rukun Zakat

Mengenai syarat, ulama membaginya dalam dua kategori.

Pertama, syarat seseorang yang diwajibkan untuk berzakat. Kedua, syarat harta yang wajib dikeluarkan zakatnya.

1) Syarat seseorang yang diwajibkan untuk berzakat a) Beragama Islam

Para ulama setuju bahwa zakat hanya diwajibkan untuk orang Islam saja dan tidak ada kewajiban zakat untuk orang kafir berdasarkan ijma‟ ulama. Zakat adalah bagian dari rukun Islam yang merupakan anggota tubuh paling utama, oleh karena itu orang kafir tidak mungkin diminta untuk mengeluarkannya, serta bukan termasuk hutang yang harus dibayar setelah ia memeluk agama Islam (muallaf). Para ulama mendasarakan hal ini dari Ibnu Abbas yang termaktub di dalam kedua kitab hadits shahih bahwa Rasulullah SAW ketika mengutus Mu‟adz ke Yaman bersabda:

“Kau akan berhadapan dengan penganut-penganut Al-Kitab, oleh karena itu, tindakan pertama yang harus kau lakukan

adalah menyeru mereka agar meyakini bahwa tidak ada tuhan selain Allah SWT dan bahwa aku adalah utusan Allah SWT.

Jika mereka menaati hal itu, maka beritahulah mereka bahwa Allah SWT telah mewajibkan kepada mereka shalat lima kali dalam sehari semalam. Jika mereka menaati hal itu, maka beritahulah mereka bahwa Allah SWT telah mewajibkan kepada mereka sedekah (zakat) pada harta-harta mereka, yang diambil dari orang-orang kaya dan diterimakan kepada orang- orang fakir mereka”. (HR. Bukhari) 18

b) Merdeka

Berdasarkan kesepakatan ulama, zakat tidak wajib atas budak. Karena ia tidak memiliki harta, yang memiliki adalah tuannya, tetapi kepemilikannya tidak sempurna. Menurut ulama Malikiyyah, tidak ada kewajiban zakat pada harta budak, tidak atas budak itu, tidak pula tuannya (yang mengeluarkannya). Zakat hanya diwajibkan kepada kepemilikan yang sempurna.19

c) Berakal Sehat dan Dewasa

Anak yang belum dewasa dan orang yang tidak berakal tidak mempunyai tanggung jawab hukum. Oleh karena itu, zakat hanya diwajibakan kepada mereka yang berakal sehat dan orang yang telah dewasa.20

18 Ahmad Satori Ismail dkk., Fikih Zakat Kontekstual Indonesia (Jakarta: Badan Amil Zakat Nasional, 2018), 44-45.

19 Ismail dkk., 46.

20 Abdul Rahman Al-Jazairy, Fiqh Ala Madzhab Al-Arba’ah (Mesir: Al- Kubro, t.th.), 590.

2) Syarat harta yang wajib dikeluarkan zakatnya a) Milik Sempurna

Maksud dari milik sempurna yaitu harta tersebut berada di bawah kontrol dan di dalam kekuasaan si pemilik. Atau menurut sebagian ulama bahwa harta itu berada di tangan pemiliknya, dan di dalamnya tidak terdapat hak orang lain, serta ia dapat memilikinya.21

b) Berkembang Secara Riil atau Estimasi

Maksud dari berkembang secara riil adalah harta yang dimiliki oleh seseorang mempunyai potensi untuk tumbuh dan berkembang melalui kegiatan usaha maupun perdagangan.22 Sedangkan yang dimaksud dengan estimasi adalah harta yang nilainya memungkinan untuk bertambah, seperti emas, perak, ataupun mata uang yang kesemuanya mempunyai

kemungkinan pertambahan nilai dengan

memperjualbelikannya.

c) Sampai Nishab

Menurut pendapat jumhur ulama, yang dimaksud harus mencapai nishab yaitu jumlah minimal harta yang menyebabkannya terkena kewajiban zakat. Contohnya seperti nishab zakat emas adalah 85 gram, nishab zakat hewan ternak kambing adalah 40 ekor, dll. Sedangakan Abu Hanifah

21 Ahmad Satori Ismail dkk., Fikih Zakat Kontekstual Indonesia, 47-48.

22 Didin Hafhiduddin, Zakat dalam Perekonomian Modern, 22.

memberikan pendapat bahwa sedikit atau banyak hasil tanaman yang tumbuh di muka bumi, wajib dikeluarkan zakatnya, artinya tidak ada nishab.23

d) Cukup Haul

Haul atau telah berlalu satu tahun, maksudnya adalah bahwa kepemilikan yang berada di tangan si pemilik sudah berlalu masanya selama dua belas bulan qamariyah.

Berdasarakan kesepakatan ulama, hitungan tahun zakat adalah bulan qamariyah bukan bulan syamsiyah, sebagaimana hukum- hukum Islam yang lain layaknya puasa dan haji.24

e) Bebas dari Hutang

Ulama Hanafiyyah mensyaratkan hal ini pada zakat selain tanaman dan buah-buahan. Apabila pemilik mempunyai hutang yang menghabiskan atau mengurangi jumlah senishab itu, maka hartanya tidak wajib dizakati.25

Mengenai rukun zakat, rukun zakat yaitu unsur-unsur yang harus terpenuhi sebelum membayar zakat. Rukun zakat meliputi orang yang berzakat, harta yang dizakatkan, dan orang yang berhak menerima zakat.26 Seseorang yang telah memenuhi syarat untuk berzakat harus mengeluarkan sebagian dari harta mereka dengan cara melepas hak kepemilikanya, kemudian diserahkan kepada orang-

23 Ahmad Satori Ismail dkk., Fikih Zakat Kontekstual Indonesia, 56.

24 Ismail dkk., 64.

25 Ismail dkk., 61.

26 Amir Syarifuddin, Garis-Garis Besar Fiqh (Jakarta: Prenada Media, 2003), 40.

orang yang berhak menerimanya melalui imam atau petugas yang memungut zakat.27

d. Jenis-jenis Zakat

Zakat dibagi menjadi dua jenis, yaitu: zakat nafs (jiwa) atau yang biasa disebut zakat fitri (zakat fitrah) dan zakat maal (harta).

1) Zakat Fitri

Zakat fitri adalah zakat yang wajib dikeluarkan oleh setiap orang Islam yang kaya atau miskin, laki-laki atau perempuan, dewasa atau anak-anak, bahkan bayi yang baru lahir, sebelum memasuki hari raya idul fitri, tepatnya sebelum dilaksanakannya shalat idul fitri. Jumlah zakat yang harus dikeluarkan sebanyak 2,5 kg atau 3,5 liter makanan pokok daerah setempat. Kata fitri diambil dari kata fitrah, yaitu asal-usul penciptaan jiwa manusia, sehingga setiap jiwa yang lahir ke dunia harus dikeluarkan zakat fitrahnya.28

2) Zakat Maal

Pengertian maal menurut syariat adalah segala bentuk benda berupa kekayaan yang bisa dimiliki (dikuasai) dan dapat dipergunakan atau dimanfaatkan menurut kebiasaannya.

Contohnya seperti pabrik, rumah, mobil, uang, emas-perak, hasil perkebunan, hasil pertanian, hasil peternakan, hasil pertambangan

27 Wahbah Zuhaily, Fiqih Imam Syafi’i, terj. M. Afifi dan Abdul Hafiz (Jakarta: PT Niaga Swadaya, 2010), 97.

28 Nurudin, “Zakat Dalam Islam”, https://assabbab.wordpress.com/2012/07/01/zakat-dalam-islam/

(diakses pada 16 Maret 2022, pukul 18. 00).

dan yang lainnya. Sedangkan barang atau sesuatu yang bisa diambil manfaatnya tetapi tidak bisa dimiliki seperti udara dan sinar matahari, maka tidak termasuk dalam kategori maal.29

e. Sumber-sumber Zakat 1) Emas dan Perak

Emas dan juga perak termasuk harta yang mempunyai potensi untuk berkembang. Untuk itu, syariat Islam mewajibkan untuk mengeluarkan zakat dari kepemilikan emas dan perak, baik yang berupa leburan logam, bejana, ukiran, souvenir, dan sejenisnya.30 Selain emas dan perak, simpanan yang berbentuk uang seperti tabungan, deposito, cek, saham, atau surat-surat berharga lainnya turut wajib untuk dikeluarkan zakatnya, karena disamakan dengan zakat emas dan perak.

Besaran nishab zakat emas adalah 20 dinar atau sekitar 96 gram emas murni. Adapun besaran nishab dari perak adalah 200 dirham atau sekitar 672 gram. Sedangkan besaran nishab zakat uang adalah disamakan dengan harga 96 gram emas. Besaran zakat yang harus dikeluarkan karena kepemilikan harta tersebut adalah dua setengah persen (2,5 %) dalam masa satu tahun, atau telah mencapai haul.31

29 Ahmad Hudaifah dkk., Sinergi Pengelolaan Zakat di Indonesia (Surabaya: Scopindo Media Pustaka, 2020), 5.

30 Djamaludin Ahmad Al-Buny, Problematika Harta dan Zakat (Surabaya: Bina Ilmu, 1983), 109.

31 Moh. Daud Ali, Sistem Ekonomi Islam, Zakat dan Wakaf (Jakarta: UI-Press, 1988), 45.

Kewajiban untuk mengeluarkan zakat karena kepemilikan harta berupa emas, perak, dan uang merujuk pada ayat Al-Qur‟an surah At-Taubah ayat 34 sebagai berikut:

َ لا َي ْم َ ا ن ْي َ ِ

ل ِ ك ْ

أَي َ

ل ّناَت ْو ُّرلاَو ّرا َت ْحَا ْلا َن ّ م اًدْيّث َ ك َّ

ن ّا آْ ْيِن َم ٰ ا َنْي ّذ َّ

لا اَىُّي َ آٰي ّ ه

للّٰا ّلْيّب َس ْن َع َنْو ُّد ِصَيَو ّل ّطا َبْلاّة ّساَّنلا َب َو َّ

ذلا َ ن ْو ِذّن ْ

كَي َنْي ّذ َّ

لا َو فٍَمْيّل َ

ا ٍبا َ

ذ َعّة ْم ِو ْه ّ َِبَبفَ ّ هللّٰا ّلْيّب َس ْيّف اَىَنْيِلّفْنِي ا َ

ل َو َث َّض ّف ْ لا َو ٣٤

Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman ! Sesungguhnya banyak dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan yang batil dan (mereka) menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. Dan orang-orang yang menyimpan emas dan perak dan tidak menginfaq-kannya pada jalan Allah, maka beritahukanlah kepada mereka, (bahwa mereka akan mendapat) siksa yang pedih”. (QS. At-Taubah (9) : 34) 32

2) Harta Perniagaan

Harta perniagaan adalah semua harta yang diperuntukkan untuk diperjualbelikan. Perniagaan tersebut bisa dilakukan oleh perorangan atau perserikatan, seperti CV, PT, Koperasi, dan sejenisnya. Setelah perniagaan tersebut melalui masa satu tahun (haul) dan telah mencapai satu nishab (nishabnya disamakan dengan nilai harga emas 96 gram), maka wajib untuk dikeluarkan zakatnya sebesar 2,5 %.33 Dalil kewajiban mengeluarkan zakat

32 “At-Taubah”, Qur‟an Kemenag, https://quran.kemenag.go.id/sura/9 (diakses pada 17 Maret 2022, pukul 08. 53).

33 Moh. Daud Ali, Sistem Ekonomi Islam, Zakat dan Wakaf, 45.

dari harta perniagaan adalah dalam Al-Qur‟an surah Al-Baqarah ayat 267 sebagai berikut:

َن ّ م ْم ِ ك َ

ل اَن ْج َر ْخ َ

ا ْٓاَّّمِ َو ْمِخْب َس َ

ك ا َم ّجٰتّ ي َط ْنّم اْيِلّفْن َ ا آْ ْيِن َم ٰ

ا َنْي ّذ َّ

لا اَىُّي َ آٰي ْس َ

ل َو ن ْي َ ِ

ل ّف ْنِح ِهْنّم َدْيّبَخ ْ

لا اي ِم َّمَيَح ا َ

ل َو ّ ض ْر َ ا ْ

ْ لا ن َ

ا ْٓا َّ

ل ّا ّهْي ّذ ّخ ٰ اّة ْم ِخ

ٌدْي ّم َح ٌّي ّن َغ َ هللّٰا َّن َ ا آْ ْي ِم َ

لْعا َو ّهْي ّب ا ْي ِض ّم ْغِح ٢٦٧

Artinya: “Hai orang-orang yang beriman, nafkahkanlah (di jalan Allah) sebagian dari hasil usahamu yang baik-baik dan sebagian dari apa yang kami keluarkan dari bumi untuk kamu. Dan janganlah kamu memilih yang buruk-buruk lalu kamu menafkahkan dari padanya, padahal kamu sendiri tidak mau mengambilnya melainkan dengan memincingkan mata terhadapnya. Dan ketahuilah, bahwa Allah Maha Kaya lagi Maha Terpuji ”. (QS. Al-Baqarah (2) : 267) 34

3) Hasil Pertanian

Hasil pertanian adalah segala bentuk hasil pertanian dan perkebunan yang ditanam oleh masyarakat pada umumnya seperti padi, jagung, tebu, buah-buahan, sayur-mayur, sawit, kapas, dan sebagainya, kecuali ganja dan tumbuhan psikotropika lainnya dikarenakan jenis tumbuhan ini tidak bisa ditanam.

Syarat utama dari zakat hasil pertanian ini adalah telah mencapai nishab yaitu 5 wasaq atau 825,5 kg. Karena 1 wasaq = 60 sha‟ dan 1 sha‟ = 275 gr. Adapun zakat yang harus dikeluarkan adalah 5 % untuk pertanian yang dialiri air sendiri (irigasi) dan

34 “Al-Baqarah”, Qur‟an Kemenag, https://quran.kemenag.go.id/sura/2 (diakses pada 17 Maret 2022, pukul 17. 02).

sebanyak 10 % untuk pertanian yang dialiri air langsung oleh air hujan. Zakat hasil pertanian ini dikeluarkan pada setiap kali masa panen.35

4) Binatang Ternak

Berdasarkan kesepakatan ulama madzhab, binatang ternak yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah unta, sapi, kerbau, kambing, domba, dan biri-biri. Sedangkan untuk binatang yang lainnya seperti kuda dan keledai tidak wajib dikeluarkan zakatnya kecuali jika binatang tersebut digunakan sebagai objek jual-beli.

Imam Hanafi berpendapat bahwa binatang kuda wajib untuk dikeluarkan zakatnya apabila kuda tersebut bercampur antara jantan dan betina.36 Wajib mengeluarkan zakat dari kepemilikan binatang ternak hanya apabila telah memenuhi syarat-syaratnya.

5) Ma’din dan Rikaz

Ma’din adalah benda-benda yang terdapat di dalam perut bumi dan memiliki nilai ekonomis seperti emas, perak, timah, tembaga, marmer, batu-bara, miyak bumi, dan sebagainya.

Sedangkan rikaz adalah barang temuan atau bisa juga diartikan harta yang terpendam dari zaman dahulu (harta karun). Zakat yang

35 Kutbuddin Aibak, Pengelolaan Zakat Dalam Perspektif Maqashid Al-Syariah (Studi Kasus di Badan Amil Zakat Kabupaten Tulungagung) (Yogyakarta: Editie Pustaka, 2016), 33-34.

36 Muhammad Jawad Mughniyah, Al-Fiqh ‘ala Al-Madzahib Al-Khomsah, terj. Masykur A.B dkk.

(Jakarta: Lentera, 2005), 180-181.

dikeluarkan dan besaran nishabnya sama dengan emas dan perak.37

Lima harta sebagaimana yang telah dipaparkan diatas, wajib untuk dikeluarkan zakatnya apabila telah memenuhi syarat-syarat sebagai berikut:

 Dimiliki Penuh, artinya harta tersebut berada pada kekuasaannya secara penuh sehingga dapat diambil manfaatnya secara penuh juga. Kepemilikan harta tersebut haruslah melalui proses yang dibenarkan menurut syariat Islam.

 Berkembang, artinya harta tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan (bertambah).

 Cukup Nishab, artinya jumlah harta tersebut telah mencapai jumlah tertentu sesuai dengan ketentuan yang sudah ditetapkan.

 Berlalu Satu Tahun (Haul), artinya kepemilikan harta harus telah melalui masa satu tahun. Syarat ini berlaku bagi harta simpanan, perniagaan, dan binatang ternak.

 Lebih dari Kebutuhan Pokok, artinya harta tersebut merupakan harta yang dimiliki selain harta dalam kebutuhan minimal yang diperlukan oleh seseorang dan keluarga yang menjadi tanggungannya, untuk kelangsungan hidupnya.

 Bebas dari Hutang, artinya hutang merupakan pengurang dari harta yang dimiliki, apabila banyaknya harta setelah dikurangi

37 Moh. Daud Ali, Sistem Ekonomi Islam, Zakat dan Wakaf, 47.

hutang berjumlah kurang dari satu nishab, maka harta tersebut terbebas dari zakat atau tidak wajib untuk mengeluarkan zakatnya.

f. Golongan yang Berhak Menerima Zakat

Sebagai kewajiban bagi umat muslim, zakat memiliki ketentuan tersendiri terkait golongan yang berhak mendapatkannya.

Dana zakat memiliki fungsi yang sangat luar biasa bagi pembangunan agama Islam dan tidak sembarangan orang bisa mendapatkannya.

Maka dari itu, perlu kembali kepada aturan yang ada di dalam Al- Qur‟an.

Didalam Al-Qur‟an surah At-Taubah ayat 60, Allah SWT berfirman:

َو ّءۤا َر ل َ ف ِ ْ

لّل ِج ك َد َّ ٰ صلا اَمَّنّا ىّف َو ْم ِهِب ْي ِ

ل ك ّث ِ ف َ َّ

ل َؤ ِم ْ

لا َو ا َىْي َ

لَع َنْي ّل ّم ٰع ْ

لا َو ّنْي ّك ٰس َم ْ لا ٌمْي ّلَع ِ للّٰا َو ّ ه ه

للّٰا َن ّ م ًث َضْي ّر َ

ب ّلْيّب َّسلا ّنْةا َو ّ ه

للّٰا ّلْيّب َس ْيّف َو َنْيّم ّر ٰغ ْ لا َو ّبا َ

ك ّ رلا ٌمْي ّك َح ٦٠

Artinya: “Sesungguhnya zakat-zakat itu hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, pengurus-pengurus zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, untuk membebaskan orang yang berutang, untuk jalan Allah dan untuk orang yang sedang dalam perjalanan, sebagai suatu ketetapan yang diwajibkan Allah, dan Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana”. (QS. At-Taubah (9) : 60)

Dalam dokumen pendistribusian dana zakat untuk beasiswa (Halaman 37-68)

Dokumen terkait