Stand-up comedian senior Indonesia Ramon Papana mengatakan banyak komik yang materinya bagus, tapi penyampaiannya kurang bagus. Sebutan bagi pelaku Stand Up Comedy adalah Komik, Stand Up Comic, Stand Up comedian atau hanya Stand Up. Ada banyak cara untuk memperdalam ilmu stand up comedy, salah satunya adalah dengan bergabung dalam komunitas stand up comedian.
Komunitas Stand Up Indo diawali dari pertemuan Ernest Prakasa dan Ryan Adriandhy pada audisi Stand Up Comedy Indonesia di Jakarta yang diadakan oleh Kompas TV. Awalnya mereka membuat akun Twitter bernama @StandUpIndo, dengan tujuan untuk menarik siapa saja yang ingin mengetahui tentang Stand Up Comedy. Hingga saat ini Gusman dan Kun Kun masih sangat aktif menjadi anggota Stand Up Indo Bandung, mereka rutin mengikuti kegiatan yang direncanakan oleh komunitas ini.
Tahap Kebutuhan dan Pemuasan
Sebagai pengurus komunitas stand-up Indo Bandung, mereka juga mendapat bimbingan dari para seniornya untuk mengutamakan kalimat pembuka atau lelucon pertama dalam rangkaian lelucon (set) dalam sebuah pertunjukan komik (Nugroho) atau cara menarik perhatian. digambar di awal penampilan masing-masing anggota. IndoBandung. Saya juga mendapat nasehat dari para senior untuk lebih fokus pada kalimat pembuka, jadi setiap kita share dan floor, kita lebih fokus pada hal itu. Setiap komika mempunyai tantangan yang berbeda-beda dalam setiap tayangannya, tergantung tempat mereka tampil, lokasi yang berbeda-beda, sehingga karakter penonton pun berbeda-beda, siapa saja yang menonton pertunjukannya.
Kun Kun menyatakan bahwa setiap komika, termasuk dirinya, mengalami tekanan yang berbeda-beda di setiap penampilannya. Ia tidak bisa menyamakan pertunjukan satu dengan pertunjukan lainnya, apalagi jika tempatnya berbeda. Ia menuturkan, ia merasa butuh tenaga lebih saat tampil di kafe dibandingkan saat mendapat tawaran tampil di stand-up show, karena ia merasa saat tampil di stand-up show penonton rela menonton. dia, jadi dari awal dia merasa diperhatikan oleh penonton. Jika stand-up comedy hanya sekedar pelengkap sebuah acara, maka penonton biasanya tidak dikondisikan untuk siap menyaksikan penampilan komika.
Perlu diingat, saat menonton stand up comedy, otak harus siap karena penonton akan mencerna beberapa verbal, frase bersayap dan berlapis-lapis. Oleh karena itu, menurut Gusman, seorang komika harus memiliki banyak pengalaman dan mental yang kuat, tidak hanya sekedar materi yang bagus. Kun Kun juga menambahkan bahwa ia merasa beruntung bisa menjadi bagian dari komunitas stand up Indo Bandung karena ia lebih memahami cara menangani situasi sulit bagi sebuah komik, baik yang ia alami sendiri maupun dari pengalaman teman-temannya di komunitas setempat. di mikrofon terbuka.
Biasanya mereka mempersiapkan materi mengenai tempat dimana mereka akan tampil dan mayoritas penonton yang akan hadir. Jika mereka tampil di sebuah kafe, mereka akan membawakan materi tentang kafe tersebut atau tentang kondisi yang sesuai dengan para tamu kafe, dan ketika diundang oleh sebuah perusahaan ke acara kumpul perusahaan, mereka akan berusaha membuat para petinggi perusahaan tersebut tertawa.
Tahap Visualisasi
Kun Kun juga mengatakan bahwa sebuah komik haruslah up-to-date dengan isu-isu yang banyak diperbincangkan masyarakat, baik itu isu politik maupun isu selebritis nasional yang terus-menerus ditampilkan oleh media dan membuat isu-isu tersebut diketahui masyarakat secara luas. Komikus tidak boleh berhenti mencari fenomena untuk dijadikan bahan komedinya, ia pun mencontohkan perseteruan antara PSSI dan MENPORA yang berujung pada terhentinya kompetisi sepak bola Indonesia dan ia juga mencontohkan pemberitaan antara penyanyi dangdut Nassar. yang dikabarkan menceraikan istrinya. Tidak mudah bagi sebuah komik untuk berhasil membuat penontonnya tertawa, penonton harus membayangkan apa yang digambarkan dalam komik tersebut dan penonton juga harus merasakan dan mendalami materi komik tersebut untuk mendapatkan nilai humor yang maksimal.
Materi mengenai permasalahan yang familiar bagi penonton dan penambahan komunikasi nonverbal untuk mempertegas materi merupakan dua hal yang sangat penting bagi sebuah komik untuk membuat penontonnya tertawa.
Tahap Tindakan
“Kalau saya pribadi selalu mempersiapkan lebih dari satu baris penutup, karena kita tidak tahu apa yang akan terjadi di panggung, kalau kita sudah mempersiapkannya kita juga akan lebih siap kalau misalnya ada heckle” (Kun Kun, 21) / 15/6). Bagi sebuah komik, kalimat penutup merupakan suatu hal yang memerlukan persiapan yang matang, bagi Gusman cara yang paling efektif adalah melatih kalimat penutup hingga matang karena kalimat penutup tersebut teruji dan membuatnya nyaman saat menyampaikannya, sedangkan Kun Kun lebih dari satu. Kalimat penutup merupakan salah satu cara agar ia merasa tenang dan aman saat menyampaikannya. Namun kedua sumber tersebut meyakini bahwa kalimat penutup merupakan sesuatu yang sangat penting dalam penampilan seorang stand-up comedian.
Analisis penyampaian pesan Dalam Melakukan Stand Up Comedy .1 Metode Penyampaian
Kontak Visual Dengan Khalayak
Kontak mata sebaiknya dilakukan secara komedi agar penonton merasa diperhatikan, karena stand up comedy merupakan komunikasi tatap muka yang bersifat dua arah. Kontak mata yang baik membantu komika menyampaikan pesan secara pribadi kepada setiap penonton. Kontak mata sangat penting karena kontak mata merupakan bagian dari kendali komik terhadap penontonnya.
Bagi Gusman, kontak mata dengan penonton sangat penting bagi seorang pengisi acara, termasuk seorang komika, namun ia menyatakan masih merasa ragu untuk benar-benar menatap mata penonton. Tujuan Gusman mencoba melakukan kontak mata adalah agar penonton lebih fokus pada kehadirannya di atas panggung. Maksudnya eye contact adalah untuk memberikan perhatian kepada penonton, tapi biasanya saya berikan pada hotspot (hot spot penonton) (Pragiwaksono dulu biar tidak grogi” (Gusman, 19/06/15).
Ia semakin santai ketika melihat penonton yang reaktif, siap tertawa, dan memiliki indikasi positif di atas panggung. Namun Gusman tidak menggunakan kontak mata dengan penonton untuk berinteraksi sehingga penonton yang tidak fokus padanya menjadi fokus. Gusman hanya melakukan kontak mata langsung dengan penonton saat pertama kali mendapat perhatian penonton, sedangkan bagi Gusman yang menjadi hot spot adalah teman-temannya di komunitas, sehingga jika merasa sedikit gugup ia akan melihat ke hot spot tersebut.
Komikus sangat menyadari pentingnya kontak mata dengan penontonnya, dengan tujuan untuk menjaga perhatian penonton dan membuat penonton merasa dekat dengan komiknya, sehingga setiap komik menjaga kontak mata dengan penontonnya dengan caranya masing-masing. Selain itu, alasan komika menjaga kontak mata dengan penonton dan mencari hot spot adalah agar komika tidak gugup.
Lambang-Lambang Auditif
Setting suara yang dibuat oleh sebuah film kartun biasanya juga ditentukan oleh microphone dan kerja sama dari operator suara agar suara yang dihasilkan dari sebuah film kartun dapat terdengar enak di telinga penontonnya. Pembicara yang baik memiliki kemampuan untuk memvariasikan suaranya tergantung pada emosi dan kepercayaan diri mereka. Berbicara dengan suara sedang lebih bermanfaat dibandingkan dengan suara rendah atau tinggi bagi seorang komika saat menyampaikan materi.
Kun Kun memvariasikan suaranya tinggi dan rendah saat dia memutar klip suara yang meniru suara orang lain. Seorang komika membuat variasi nada suaranya untuk menghilangkan kebosanan para penontonnya dan untuk meramaikan materi yang disampaikan oleh komik tersebut, apalagi jika materi tersebut mengharuskan komik tersebut menirukan suara seseorang atau sesuatu. Gusman berpendapat, sebaiknya sebuah komik menggunakan kecepatan suara normal agar pesan dapat diterima dan dipahami oleh penonton.
Kun Kun berhenti sejenak untuk memberikan kesempatan kepada penonton untuk berpikir dan memahami apa yang dia katakan sebelum dia mengucapkan kata atau kalimat kasar. Saat ini tidak dapat dipungkiri bahwa dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menjumpai istilah-istilah asing, bahkan komik pun seringkali menghadirkan materi yang mengandung istilah-istilah asing ketika kemunculannya. Namun, sebaiknya komika bisa mengucapkan istilah-istilah tersebut dengan benar, terutama saat memperkenalkan tata letaknya.
Saya hanya menggunakan pengucapan biasa, seperti berbicara dengan teman, setidaknya jika itu istilah asing, itu memperjelas artikulasinya. Saat menggunakan istilah-istilah asing tersebut, ia tidak menjelaskan maksud dari istilah-istilah tersebut karena ia yakin bahwa penonton stand-up comedy memiliki pemahaman yang baik tentang bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.
Komunikasi Non Verbal a. Penampilan
Peneliti juga melihat bahwa selama Gusman tampil di atas panggung dengan materi yang menyertakan bahasa Inggris dalam leluconnya, tampak bahwa Gusman tidak mengalami kesulitan dalam mengucapkan istilah-istilah tersebut dan mengucapkannya dengan benar. Dari segi penampilan biasa saja, saya merasa tidak ada perbedaan antara saat di atas panggung dengan saat di luar panggung, karena cara kami membuat orang tertawa adalah dengan materi yang kami bawakan, bukan dari penampilan atau yang lainnya. .” Gerakan tubuh seperti itu patut dihilangkan oleh seorang komika yang juga harus percaya diri dengan gerakan tubuhnya.
Seorang komika harus mampu mendramatisir apa yang disampaikannya dengan gerak tubuh yang sesuai dengan isi materi yang dibawakannya. Menurut Gusman, ia merupakan komika yang banyak menggerakkan bagian tubuhnya karena ingin memvisualisasikan dan menyempurnakan materi yang disampaikannya. Gerakan tubuh saya sesuaikan dengan materi yang saya bawakan, hanya menampilkan point saja, agar materinya lebih hidup, dan penonton juga bisa dengan mudah memvisualisasikan materi yang saya bawakan.”
Gusman juga mengatakan bahwa gerak-gerik yang dibawakannya sudah dipersiapkan sebelumnya “act-outnya harus dipersiapkan, jadi saya hapal materi yang akan saya sampaikan lengkap dengan gerak badan saya, jadi gerak badan saya termasuk bagian dari materi yang saya lakukan. akan kuperkenalkan nanti." Senada dengan yang disampaikan Gusman, Kun Kun menyatakan bahwa seorang komika akan menyesuaikan gerak tubuhnya dengan materi yang dibawakannya. Ia menilai aksi-aksi tersebut merupakan bentuk antusiasme di open mic mana pun. Dalam pandangannya, materi yang disajikan sebuah komik memuat peristiwa-peristiwa tentang dirinya, isu-isu terkini, bahkan kritik dan sindiran.
Merupakan hal yang lumrah dan lumrah bagi seorang komika untuk menyisipkan kritik dalam materi stand upnya, padahal mereka sepakat bahwa materi mengenai pesan kritis pemerintah, pesan agama dan pesan moral dianggap sebagai materi yang berat dan tidak boleh disampaikan kemanapun selain stand up show. kartun tersebut menyampaikan pesan kritik terhadap pemerintah atau isu-isu terkini. Ia juga menambahkan, faktor antusiasme dan respon penonton sangat mempengaruhi sebuah komik untuk memasukkan materi yang mengandung unsur kritik.