Hasil penelitian ini mengacu pada tujuan penelitian; (1) untuk mengetahui apa yang membuat Elzatta memilih product positioning sebagai media promosi, (2) untuk mengetahui apa yang dipikirkan Elzatta selama melaksanakan product positioning dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series, (3) untuk mengetahui mendalami peran Elzatta dalam mengemas isi pesan, dan (4) mempelajari manfaat penempatan produk dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series for Elzatta. Melihat hasil wawancara, kegiatan promosi dengan menggunakan product positioning Elzatta tidak cukup hanya menggunakan media sinetron saja, namun Elzatta juga menggunakan acara TV mulai dari tayangan rohani, bahkan memasukkan produk Elzatta dalam program pencarian bakat. Penerapan product penempatan Elzatta di berbagai acara televisi dan sinetron dapat dilihat dibawah ini pada penerapan product penempatan di acara televisi Damai Indonesiaku, Putri Muslimah Indonesia 2015 dan Sunsilk Hijab Hunt 2015.
Ibu Dita menjelaskan product positioning di sinetron khususnya sinetron "Tukang Bubur Naik Haji The Series" Elzatta sudah dikerjakan bertahun-tahun sejak awal episode pertama. Elzatta telah menjadi sponsor lemari hijab untuk semua pemainnya dan dalam sinetron tersebut para pemainnya diharuskan menggunakan produk Elzatta saat dalam produksi. Penempatan di acara TV seperti "Hijab Hunt di Trans 7" dan. Manfaat lain dari penempatan produk dalam sinetron, selain meningkatkan jumlah konsumen, kegiatan promosi ini mengajak mitra Elzatta untuk ikut serta membuka toko merek Elzatta di kotanya masing-masing dan menciptakan brand image bagi Elzatta. Jadi penggunaan product positioning dalam sinetron merupakan kegiatan promosi yang mempunyai banyak manfaat yang terlihat dari semakin luasnya pasar Elzatta, banyaknya partner yang bergabung dengan Elzatta.
Promosi yang menurut Elzatta Hijab efektif adalah promosi dengan menggunakan “serial product positioning”.
Pertimbangan Elzatta dalam penerapan Product Placement di Sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series
Menjalin Kerjasama denga Relationship
Berapa lama Elzatta melakukan promosi penjualan produk di sinetron "Tukang Bubur Naik Haji The Series" yaitu semasa hidup Elzatta di sinetron Tukang Bubur Naik Haji. Namun di balik setiap kemudahan pasti ada kendala dalam setiap aktivitasnya, seperti kendala yang dialami Elzatta dalam product positioning di “Tukang Bubur Naik Haji The Series”. Tidak hanya penempatan produk dalam sinetron yang potensial, efisien dan efektif seperti yang telah dijelaskan di atas.
Satu spot saja ketika suatu produk ditayangkan selama 15 menit di sinetron "Tukang Bubur Naik Haji The Series" sekitar 30 juta. Maka Elzatta melakukan penempatan produk di sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series melalui PH Sinemart, Elzatta hanya menyuplai pakaian yang dibutuhkan untuk lemari pakaian para pemainnya, ini lebih murah dari TVC. Selain itu, peringkat stabil 10 besar ditempati oleh sinetron "Tukang Bubur Naik Haji The Series".
Dengan demikian terbukti penempatan produk promosi Elzatta dalam serial TV Naik Haji, The Series berhasil menjangkau generasi muda hingga lansia dan dari perkotaan hingga pelosok. "Pembuat Bubur di Hajj The Series" Elzatta hanya menyarankan, namun peran dalam pembuatan film tersebut diberikan kepada sutradara dan lemari telenovela. Misalnya saja menonjolkan pakaian yang dikenakan para pemeran “Tukang Bubur Naik Haji The Series”.
Salah satu scan episode 1588-1589 "Tukang Bubur Naik Haji The Series" yang tayang pada 6-7 April 2015, para pemain wanitanya menggunakan produk dari Elzatta di sekuelnya. Namun di Episode 1590, tokoh utama wanita dari Serial Pembuat Bubur Ziarah, Rumana, benar-benar disorot atau. Penonton sinetron baru mengetahui adanya penempatan produk Elzatta dalam "Tukang Bubur Naik Haji The Series" ketika produk Elzatta digunakan oleh Rumana (Citra Kirana) dan Umi Maryam (Marini Zumarnis), selain itu penonton melihat logo Elzatta di sinetron tersebut. judul pinjaman.
Berdasarkan cuplikan wawancara di atas, konsumen dan penonton sinetron “Tukang Bubur Naik Haji The Series” mengetahui bahwa penyisipan produk Elzatta tidak hanya digunakan oleh para pemainnya tetapi juga ditampilkan dalam credit title. Aktivitas penempatan produk Elzatta dalam “Tukang Bubur Naik Haji The Series” berbentuk pesan kepada penonton yang terlihat tidak hanya pada credit title saja namun pada seluruh adegan para pesinetron berhijab. Penempatan produk seperti ini terkesan natural karena penonton mengetahui bahwa jilbab yang digunakan oleh para pemain sinetron yaitu Elzatta digunakan sebagai alat peraga atau lemari pakaian dan penonton tidak merasa terganggu dengan penempatan produk Elzatta dalam sinetron Tukang Burur Naik Haji The Series. .
L” atau “monogram charm” namun penonton mengetahui bahwa yang digunakan para pemeran “Tukang Bubur Naik Haji The Series” adalah sebuah produk.
Manfaat Product Placement di Sinetron Tukang Bubur Naik Haji bagi Elzatta
Elzatta tidak menyangka penempatan produk berseri akan memakan waktu lama dan menuai manfaat tersebut. Namun manfaat yang dirasakan Elzatta dari penempatan produk dalam telenovela tidak hanya cepat diketahui, namun Elzatta terus dipromosikan atau diiklankan di sinetron setiap harinya. Tanpa iklan di TV, Elzatta tetap terkenal karena dengan setiap hari menampilkan produknya di sinetron kepada konsumen, bahkan setelah menonton telenovela "Tukang Bubur Naik Haji The Series", seperti yang digunakan para aktornya, konsumen dapat langsung membeli karena menyukainya. , yang mana di antaranya yang digunakan oleh para pesinetron tersebut.
35 wawancara dengan Ny. Ina Binandari sebagai GM head of komunikasi korporat & strategi merek Grup Bezaya, 22 Agustus 2015, di 11.15 WIB. "Kalau di sinetron, produk yang dipakai para aktor khususnya Rumana dan Umi Maryam bagus banget. Ngomong-ngomong, aku tertarik ingin baju yang sama dengan yang dipakai Rumana (Citra Kirana)." 37. Salah satu konsumen pembeli asal Inggris terpengaruh untuk membeli produk Elzatta ketika konsumen melihat hijab yang dikenakan oleh salah satu pemain jago dan konsumen merasa ingin mencocokkan dengan apa yang dikenakan oleh pemain tersebut.
Selain itu, Elzatta juga membenarkan bahwa banyak konsumen Elzatta yang datang ke toko Elzatta untuk membeli pakaian yang dikenakan para pesinetron "Tukang Bubur Naik Haji The Series" dan membawa foto para pesinetron tersebut. Konsumen sering menuding kami bahkan memotret produk yang digunakan Rumana untuk membeli produk yang sama.” 38. Bahkan, Elzatta tidak pernah mengkonfirmasi kepada konsumennya kapan Elzatta memasukkan produk tersebut ke dalam “Tukang Bubur Naik Haji The Series” karena adalah serial yang ditayangkan setiap hari jadi tidak ada waktu untuk memberi tahu mereka.
Konsumen akan mengenal produk baru Elzatta ketika melihat pakaian yang dikenakan para pemeran sinetron “Tukang Bubur Naik Haji The Series”. Penempatan produk dalam sinetron sangat bermanfaat bagi Elzatta yang kelompok sasarannya menengah ke bawah, karena kelompok sasaran ini sering menghabiskan waktu luangnya dengan menonton televisi. Sehingga manfaatnya bisa segera terlihat ketika Elzatta menjadi terkenal di pasar hijab dan konsumen mencari produk untuk memakai pakaian yang sama dengan idolanya. 39 wawancara dengan Ibu Ina Binandari selaku General Manager Corporate Communications and Brand Strategy Bezaya Group, 22 Agustus 2015, pukul 11:15 WIB.
Analisis dan Pembahasan
Serial Tukang Bubur Naik Haji atau menggunakan nama sinetron yang mana pemeran utama sinetron tersebut adalah Rumana (Citra Kirana). Namun kegiatan penempatan produk yang dilakukan Elzatta mempunyai perbedaan yaitu; (1) Sinetron mempunyai waktu tayang yang lama, sedangkan acara TV pencarian bakat pendek, (2) Dalam sinetron, produk Elzatta digunakan oleh para pemerannya, sedangkan dalam acara pencarian bakat hanya ada beberapa finalis, (3) Dalam Sinetron, brand image Elzatta meningkat karena orang melihat pemainnya. Seri utama TBNH mengenakan pakaian dan memposting gambar di media sosial menggunakan produk Elzatta dan (4) dengan ini awalnya dipromosikan dengan penempatan produk, namun kampanye menjadi berkelanjutan karena aktivitas pemain yang menjadi duta merek Elzatta dalam memposting produk. Elzatta di media sosialnya masing-masing. Pertimbangan terkait penempatan produk harus dilakukan selain penentuan lokasi, hal ini menjadi pertimbangan Elzatta dalam sinetron yang menjadi media untuk memasarkan produknya yaitu menonton TV yang dapat meliput pasar Elzatta yaitu tersebar di seluruh Indonesia, hal ini sangat penting karena dengan cara inilah tujuan pasar Elzatta tercapai.
Namun ada juga kendala yang dialami Elzatta dalam penempatan produk dalam sinetron Tukang Burur Naik Haji The Series, permasalahan seperti pembelian barang karena sinetron tersebut tayang setiap hari dan karakter pemerannya berbeda-beda. Sebelum menempatkan produk dalam sinetron Elzatta yang memiliki hubungan jangka panjang, Elzatta juga berpendapat bahwa penempatan produk dalam sinetron merupakan salah satu media promosi yang potensial karena; (1) media atau televisi yang dapat meliput pasar Elzatta, (2) sinetron yang menjadi media Elzatta memasarkan produknya, merupakan sinetron yang tayang setiap hari dan jam tayang utama, (3) sinetron Tukang Burur Naik Haji. Angka penayangannya stabil dan episodenya panjang, sehingga meskipun Elzatta tidak melakukan iklan televisi, Elzatta tetap mempromosikan produknya di televisi.
Hal serupa juga dijelaskan oleh Morianty dan Sandra, Keuntungan terbesar dari product positioning adalah perusahaan harus menempatkan produknya sedemikian rupa sehingga terlihat natural untuk digunakan oleh para pemain atau selebritis. Hal ini tidak merubah kegiatan promosi karena kegiatan penempatan produk Elzatta di sinetron berada pada bagian credit title dan bagian highlight produk Elzatta digunakan oleh para pemain khususnya pemain utama wanita yang merupakan bonus bagi Elzatta. Product penempatan memiliki tiga jenis utama sebagaimana dijelaskan oleh D’Astous dan Seguin 1998 (dalam Panda, 2004:11), yaitu penempatan produk implisit, penempatan produk eksplisit terintegrasi, dan penempatan produk eksplisit tidak terintegrasi.
Sedangkan Russell mengklasifikasikan penempatan produk menjadi tiga dimensi, yaitu visual, auditori, dan koneksi plot (dalam Krishnasari dan Rumambi, 2012: 3). Jika melihat dari hasil penelitian penempatan produk Elzatta dalam sinetron Tukang Bubur Naik Haji The Series yaitu; (1) Bentuk dimensi visual (penempatan layar) dengan tipe penjualan produk implisit dimana merek atau nama perusahaan produk tersebut muncul dalam sinetron namun tidak disebutkan secara formal, pada tipe ini Elzatta berperan pasif dan kontekstual. Elzatta mempunyai strategi tersendiri untuk memposisikan produknya agar stand out namun terlihat natural (tidak terlihat seperti iklan) yaitu dengan membuat hijab yang motifnya menggunakan logo Elzatta, hal ini juga unik dan merupakan strategi yang sukses mengingatkan masyarakat akan produk yang digunakan. oleh para pemain sinetron.